IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pesan Dakwah pada Channel Podcast The Sungkars (Analisis Isi pada 3 Episode)
Perkembangan media digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola
penyampaian dakwah Islam, khususnya melalui platform media sosial seperti YouTube
dan podcast. Podcast sebagai media audio-visual memiliki karakter komunikasi yang
dialogis, naratif, dan personal, sehingga berpotensi menjadi media dakwah yang efektif
dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan relevan bagi
masyarakat modern. Melalui format percakapan yang santai dan reflektif, podcast
memungkinkan penyampaian pesan dakwah dilakukan secara lebih dekat dengan
pengalaman kehidupan sehari-hari audiens.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pesan-pesan
dakwah yang terkandung dalam podcast The Sungkars, khususnya pada episode
“Keajaiban Doa yang Oki Setiana Dewi Rasakan”, “Dari Tidak Percaya Allah Sampai
Ditunjukkan Langsung Kebesaran Allah di Depan Matanya”, serta “Sempat Berkecil
Hati, Rizky Billar Curhatin Semua ke Allah”.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi
(content analysis). Kerangka teoritis yang digunakan meliputi teori pesan dakwah yang
mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak, serta teori analisis isi menurut Eriyanto.
Sumber data diperoleh dari tayangan podcast pada kanal YouTube The Sungkars,
dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan kategorisasi pesan
dakwah berdasarkan nilai-nilai Islam yang muncul dalam narasi dan dialog para
narasumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast The Sungkars memuat pesan
dakwah yang dominan bersifat naratif dan reflektif, yang disampaikan melalui
pengalaman spiritual para narasumber. Pesan akidah tercermin dalam penguatan
keimanan, keyakinan terhadap kekuasaan Allah, serta proses hidayah. Pesan syariah
tampak dalam praktik ibadah seperti doa, tawakal, dan upaya mendekatkan diri kepada
Allah, sedangkan pesan akhlak terlihat dalam nilai kesabaran, keikhlasan, introspeksi
diri, serta perubahan sikap hidup dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan
bahwa podcast The Sungkars dapat berfungsi sebagai media dakwah digital yang
mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara naratif, reflektif, dan kontekstual,
sehingga lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens di era media digital
Integrasi Nilai-Nilai Panca Jiwa Pondok Dalam Pembentukan Karakter Santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Panca Jiwa Pondok dalam pembentukan karakter santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, pendekatan penelitian kualitatif, dan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah wakil pimpinan pondok, bagian pengasuhan, wali asuh dan santriwati di pondok pesantren Darul Hijrah Puteri. Objek penelitian ini adalah menganalisis integrasi nilai-nilai Panca Jiwa Pondok dalam pembentukan karakter santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah.Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu koleksi data, editing, pengklasifikasian data, dan interpretasi data. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman yang memiliki tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai Panca Jiwa telah diinternalisasikan dalam kehidupan santriwati. Pondok Pesantren Darul Hijrah berperan sebagai lembaga reproduksi tradisi Islam (merujuk pada pandangan Dhofier), yang menjalankan proses pewarisan nilai melalui pembiasaan, keteladanan, dan kehidupan kolektif yang teratur. Proses ini menjadikan Panca Jiwa sebagai identitas moral dan mekanisme pembentuk kepribadian santriwati Darul Hijrah. Strategi integrasi yang digunakan oleh pengasuh dan pendidik dalam mengintegrasikan Panca Jiwa adalah dengan mengembangkan potensi majemuk (multiple intelligences) santriwati secara integral. Strategi ini menciptakan individu yang cerdas secara spiritual, emosional, sosial, dan moral, serta diarahkan untuk menumbuhkan keseimbangan antara pengetahuan, kesadaran diri, dan tanggung jawab sosial. Internalisasi nilai-nilai Panca Jiwa Pondok telah mewujudkan sistem pendidikan karakter holistik (sebagaimana dikehendaki oleh teori Thomas Lickona). Hasilnya adalah pembentukan karakter santriwati yang beriman, berakhlak, dan berintegritas tinggi, di mana nilai moral tidak hanya diketahui, tetapi dirasakan dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari
تطوير فيديو الرسوم المتحرك على أساس الثقافة المحلية البنجرية لتنمية مهارة الكلام لطلبة المدارس المتوسطة الإسلامية في بنجارماسين = Pengembangan Video Animasi Berbasis Kearifan Lokal Banjar untuk Meningkatkan Maharah Kalam bagi Siswa Madrasah Tsanawiyah di Banjarmasin dalam
Pembelajaran bahasa Arab pada jenjang Madrasah Tsanawiyah memerlukan strategi dan media pembelajaran yang mampu mendukung keterlibatan aktif siswa serta menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik dan konteks lingkungan belajar. Secara teoritis, pembelajaran yang efektif menuntut adanya proses interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar yang dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna adalah melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi yang dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai budaya lokal sebagai konteks pembelajaran.Maharah kalam merupakan salah satu keterampilan berbahasa Arab yang bersifat produktif dan menuntut kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan, perasaan, serta kebutuhan secara lisan melalui penguasaan kosakata, struktur kalimat, dan pelafalan yang tepat. Dalam praktik pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah, keterampilan berbicara masih sering mengalami kendala, baik dari segi metode pembelajaran yang kurang variatif maupun rendahnya kepercayaan diri siswa. Selain itu, materi pembelajaran yang kurang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa juga menjadi salah satu faktor yang menghambat keterampilan berbicara. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dekat dengan latar budaya peserta didik, seperti budaya lokal Banjar, agar pembelajaran lebih mudah dipahami dan bermakna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis budaya lokal Banjar untuk pembelajaran maharah kalam siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Pengembangan media dilakukan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dikembangkan memuat materi pembelajaran bahasa Arab yang disajikan melalui ilustrasi, dialog, dan contoh penggunaan bahasa yang mengaitkan konteks kehidupan sehari-hari siswa dengan unsur budaya lokal Banjar, sehingga diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi berbasis budaya lokal Banjar memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar maharah kalam siswa. Pada Madrasah Tsanawiyah swasta Al Istiqomah, nilai rata-rata pre-test sebesar 69 meningkat menjadi 85 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 16 poin. Sementara itu, pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarmasin, nilai rata-rata pre-test sebesar 70 meningkat menjadi 84 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 14 poin. Hasil uji paired sample t-test pada kedua sekolah menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa media video animasi berbasis integrasi kearifan lokal Banjar efektif meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII, baik di sekolah menengah Islam negeri maupun di sekolah menengah Islam swasta. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi berbasis kearifan lokal Banjar efektif dalam meningkatkan kemampuan maharah kalam siswa hingga mencapai kategori sangat tuntas atau baik sekal
Analisis Asesmen Praktik Shalat Mata Pelajaran Fiqih di MTsN 4 Tabalong dalam Implementasi Kurikulum Merdeka
Dalam praktiknya, asesmen praktik shalat peserta didik di madrasah sering
disusun dan digunakan oleh guru sebagai instrumen penilaian kinerja, Namun, pada
kenyataannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara asesmen yang dibuat oleh
guru dengan kompetensi dan indikator pembelajaran yang seharusnya diukur.
Ketidaksesuaian tersebut dapat terlihat pada aspek yang dinilai, kriteria penilaian,
maupun keterkaitannya dengan tujuan pembelajaran praktik shalat. Kondisi ini
berpotensi menghasilkan penilaian yang kurang akurat dan belum sepenuhnya
mencerminkan kemampuan sebenarnya dari peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan instrumen asesmen
praktik shalat subuh pada aspek bacaan dan gerakan fisik peserta didik MTsN 4
Tabalong dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
deskriptif
dipadukan dengan analisis konten (content analysis), yaitu
menggambarkan asesmen yang dibuat oleh guru mata pelajaran Fiqih dengan
sebenarnya kemudian dianalisis secara sistematis isi dokumen instrumen asesmen
praktik shalat subuh yang digunakan oleh guru tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek gerakan fisik, instrumen
asesmen yang digunakan guru Fiqih belum sepenuhnya memenuhi ketepatan isi
karena masih terdapat beberapa rukun shalat yang belum dinilai, seperti berdiri bagi
yang mampu, duduk akhir, dan tertib, serta belum adanya penilaian terpisah pada
setiap rakaat shalat subuh. Selain itu, penggabungan antara aspek gerakan dan
bacaan serta ketiadaan rating scale khusus menyebabkan indikator penilaian
menjadi kurang jelas dan objektif. Dari aspek bacaan, instrumen asesmen dinilai
belum objektif karena indikator penilaian masih tercampur dengan aspek gerakan
dan belum dilengkapi dengan kartu observasi imla yang memuat mufradat bacaan
shalat untuk menilai ketepatan pelafalan makhārijul ḥurūf peserta didik. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa ketepatan instrumen asesmen praktik shalat
subuh yang digunakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria ketepatan sebuah
asesmen, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar penilaian lebih objektif dan
sesuai dengan kompetensi yang diuku
Implementasi P5RA dalam Menjaga Pelestarian Lingkungan Hidup di MIN 9 Banjar
Pendidikan mempunyai peran penting pada pembentukan karakter siswa
yakni salah satunya terhadap kepedulian lingkungan hidup. Upaya yang dapat
dilakukan madrasah dalam menanamkan kepedulian siswa pada lingkungan yakni
dengan implementasi P5RA. P5RA disusun guna membentuk karakter siswa berupa
beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab pada lingkungan sebagai bagian
rahmatan lil ‘alamin. MIN 9 Banjar menjadi salah satu madrasah yang pelaksana
P5RA dalam mengimplementasikan kegiatan proyek pelestarian lingkungan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana implementasi
P5RA kelas VI C di MIN 9 Banjar, serta mendiskripsikan peran sekolah, dan
mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi pada
implementasi P5RA dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup di MIN 9 Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif.
Subjek dan objek data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan
penarikan kesimpulan. Sedangkan validitas dan keabsahan dilakukan dengan
triangulasi yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan P5RA dilakukan dengan
3 tahapan yakni perencanaan dengan membentuk tim P5RA, menentukan tema,
dimensi dan alokasi waktu. kemudian pelaksanaan dilakukan dengan pengenalan,
kontekstual, aksi, refleksi atau evaluasi. Adapun peran madrasah yakni membentuk
tim P5RA, memfasilitasi sarana prasarana, dan mempermudah perizinan, serta
keterlibatan warga sekolah dalam menjaga proyek. Faktor pendukung yakni
kebutuhan lingkungan sekitar yang relevan, karakter siswa yang masih kurang
peduli lingkungan, dan dukungan kepala madrasah, Adapun faktor penghambat
berupa pendanaan, perubahan kurikulum, serta kurangnya pemahaman siswa
terhadap intruksi guru pada proses pembuatan pupuk komposter
ﻓﻌﺎﻟﻴﺔ اﻟﻄﺮﻳﻘﺔ اﻟﺴﻤﻌﻴﺔ اﻟﺸﻔﻮﻳﺔ ﺑﺎﺳﺘﺨﺪام وﺳﻴﻠﺔ اﻟﻔﻴﺪﻳﻮ في ﺗﻨﻤﻴﺔ ﻣﻬﺎرة اﻟكلام ﺑﺎﻟﻠﻐﺔ اﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﻟﺪى ﻃﻼب اﻟﺼﻒ اﻟﺤﺎدي ﻋﺸﺮ ﺑﺎﻟﻤﺪرﺳﺔ اﻟﺜﺎﻧﻮﻳﺔ اﻹﺳﻼﻣﻴﺔ اﻟﺤكوﻣﻴﺔ ٢ ﺑﻧﺠﺮﻣﺎﺳين = Efektivitas Metode Audiolingual dengan media video untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas 11 madrasah Aliyah Banjarmasin
Mahārah al-kalām adalah keterampilan berbicara dalam bahasa Arab, yaitu
kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran, perasaan, dan pendapat
secara lisan dengan bahasa Arab yang fasih, tepat, dan dapat dipahami oleh lawan
bicara.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara
(maharah kalam) siswa kelas XI di MAN 2 Banjarmasin yang disebabkan oleh
kurangnya inovasi dalam metode pembelajaran serta minimnya penggunaan media
interaktif yang menarik. Sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam
pelafalan dan kurang percaya diri karena proses belajar cenderung monoton dan
berfokus pada teks tertulis saja. bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan
metode Audiolingual dengan bantuan media video berbasis percakapan dalam
meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas XI di MAN 2
Banjarmasin. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen
semu (quasi-experimental) menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group
Design. Subjek penelitian terdiri dari 68 siswa yang terbagi menjadi kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes
lisan (pre-test dan post-test), observasi, serta dokumentasi. Data dianalisis
menggunakan uji-t (Independent Samples t-Test) melalui program SPSS. Hasil
penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan
berbicara siswa setelah diberikan perlakuan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t
pada skor post-test yang memperoleh nilai signifikansi 0,003 (< 0,05). Rata-rata
nilai kelas eksperimen yang menggunakan media video (72,00) lebih tinggi
dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (63,06).
Penggunaan metode Audiolingual berbantuan media video terbukti efektif dalam
meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa. Metode ini mampu
mendorong siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan terbiasa dalam melafalkan
ungkapan bahasa Arab melalui latihan imitasi yang tersedia dalam vide
Program Weekend Bertilawah Dalam Menunjang Kemampuan Seni Baca Al-Qur’an Di Lembaga Murottalul Qur’an Nurus Sa’adah Banjar Indah
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang tidak hanya
dibaca, tetapi juga dilantunkan dengan kaidah tajwid dan keindahan seni baca
(tilawah). Kemampuan seni baca Al-Qur’an perlu dikembangkan secara terencana
agar santri mampu membaca dengan baik, benar, dan indah. Namun, keterbatasan
waktu belajar akibat aktivitas sekolah formal sering menjadi kendala dalam
pembelajaran tilawah. Oleh karena itu, diperlukan program pembelajaran
alternatif yang efektif dan terstruktur. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
melalui program weekend bertilawah yang dilaksanakan pada hari ahad.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program
weekend bertilawah dalam menunjang kemampuan seni baca Al-Qur’an di
Lembaga Murottalul Qur’an Nurus Sa’adah Banjar Indah, serta mengidentifikasi
faktor pendorong dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Subjek penelitian meliputi pengajar, santri, dan orang tua santri.
Sedangkan objek penelitian adalah program weekend bertilawah yang diterapkan
di lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program weekend bertilawah
dilaksanakan secara terencana melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi pembelajaran. Program ini dilaksanakan pada waktu akhir pekan dengan
sistem pengelompokan santri berdasarkan kemampuan dan karakter suara,
sehingga memudahkan santri dalam mempelajari seni baca Al-Qur’an tanpa
mengganggu aktivitas sekolah formal. Program ini terbukti mampu menunjang
peningkatan kemampuan seni baca Al-Qur’an santri, baik dari aspek penguasaan
tajwid, pengelolaan suara, maupun variasi naghom tilawah. Faktor pendorong
keberhasilan program meliputi dukungan pengajar yang kompeten, motivasi
santri, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambatnya antara lain
keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan santri, serta sarana dan prasarana
yang belum sepenuhnya optima
Strategi Implementasi Inovasi Kepemimpinan Kepala SMPN 7 Banjarmasin dalam Peningkatan Mutu Sekolah
Penelitian ini dilatar belakangi oleh lemahnya mutu pendidik di SMPN 7 Banjarmasin. Hal ini berdasarkan pengakuan dari kepala SMPN 7 banjarmasin bahwa mutu pendidik di sekolah ini masih tergolong rendah dan belum menunjukkan hasil yang optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena secara langsung berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran dan capaian hasil belajar siswa. Rendahnya mutu pendidik tersebut tidak muncul tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berkaitan dengan kinerja dan profesionalisme guru.
Landasan teori dalam penelitian ini manajemen strategik David Hunger dan Thomas L. Wheelen yang memandang manajemen strategik sebagai proses terpadu dalam menganalisis lingkungan, merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi dan mengendalikan strategi untuk mencapai tujuan organisasi secara berkelanjutan. Proses ini memungkinkan organisasi untuk memahami kondisi lingkungan internal dan eksternal secara komprehensif, sehingga strategi yang disusun dapat selaras dengan potensi organisasi serta tantangan yang dihadapi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan wali kelas. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi teori.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi implementasi inovasi kepemimpinan Kepala SMPN 7 Banjarmasin dalam upaya peningkatan mutu sekolah belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya perumusan strategi yang lebih sistematis melalui perencanaan inovasi yang berbasis kebutuhan sekolah, penguatan program internal yang dipimpin oleh kepala sekolah, serta pelaksanaan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas kepemimpinan dan mutu layanan pendidikan di SMPN 7 Banjarmasin
Manajemen Pengurus Masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin dalam Rangka Melayani Jemaah
Masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin sebagai salah satu masjid yang aktif
dalam kegiatan keagamaan dan sosial memerlukan manajemen pengurus yang terarah
dalam melayani jemaah dan masyarakat sebagai objek dakwah. Oleh karena itu,
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji manajemen pengurus masjid dalam melayani
objek dakwah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi-fungsi manajemen
pengurus Masjid Hasanuddin Madjedie dalam melayani objek dakwah serta
mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian
ini menggunakan teori manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry yang
meliputi empat fungsi manajemen sebagai kerangka analisis dalam melihat praktik
manajemen pengurus masjid. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengurus Masjid Hasanuddin
Madjedie telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara cukup baik dalam
melayani objek dakwah. Perencanaan kegiatan dakwah disusun secara terarah,
pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas, penggerakan berjalan
melalui kerja sama dan komunikasi antar pengurus, serta pengawasan dilakukan melalui
evaluasi internal. Faktor penunjang dalam pelaksanaan manajemen pengurus meliputi
sumber daya manusia yang aktif dan berdedikasi, fasilitas masjid yang memadai, serta
dukungan Jemaah. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan
sarana evaluasi formal dan beberapa kendala teknis pelayanan, namun tidak
menghambat secara signifikan pelaksanaan kegiatan dakwah di Masjid Hasanuddin
Madjedie. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan
meningkatkan koordinasi antar pengurus, memperkuat komunikasi dengan Jemaah,
serta melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan sesuai dengan
fungsi manajemen yang diterapkan
Kerjasama Guru BK dengan Orang Tua dalam Mendukung Motivasi Belajar Siswa Berkebutuhan di SMP Negeri 23 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan rendahnya motivasi belajar
pada siswa berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusi, yang ditandai
dengan sikap kurang antusias, mudah bosan, dan kesulitan dalam memahami
materi pelajaran yang bersifat abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan gambaran motivasi belajar siswa berkebutuhan khusus serta
menganalisis bentuk kerja sama antara guru Bimbingan dan Konseling (BK)
dengan orang tua dalam mendukung motivasi tersebut di SMP Negeri 23
Banjarmasin
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan
pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara,
observasi, dan dokumentasi terhadap subjek penelitian yang terdiri dari guru
BK, orang tua siswa berkebutuhan khusus, siswa berkebutuhan khusus, guru
mata pelajaran matematika, dan guru pendamping khusus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa
berkebutuhan khusus di SMP Negeri 23 Banjarmasin sangat bervariasi dan
bergantung pada kualitas dukungan lingkungan. Bentuk kerjasama yang
terjalin antara guru BK dan orang tua dilakukan melalui berbagai bentuk
komunikasi seperti komunikasi di whasapp, konsultasi pribadi, serta pelaporan
perkembangan belajar siswa. Kerjasama ini berperan penting dalam
memberikan motivasi eksternal maupun internal kepada siswa berkebutuhan
khusus, melalui perhatian, dukungan emosional, dan pemberian penghargaan
atas usaha belajar. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu
orang tua, kurangnya pemahaman tentang kebutuhan khusus siswa, dan
keterbatasan fasilitas sekolah