IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai Anti Judi Online Pada Sisiwa SMAN 13 Banjarmasin

    Full text link
    Judi telah menjadi masalah selama ribuan tahun peradaban manusia, namun dalam era digital ini, ancamannya semakin mengkhawatirkan khususnya bagi remaja dan pemuda. Perjudian juga selalu menjadi masalah di Indonesia. Mulai dari toto gelap (togel) hingga kini marak judi online yang mudah diakses melalui smartphone. Judi online merupakan tantangan baru yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Bagi sebagian remaja dan pemuda, judi online menjadi daya tarik karena kemudahan akses dan mimpi untuk mendapatkan uang secara instan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa SMAN 13 Banjarmasin. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana peran guru Pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi guna mendeskripsikan situasi nyata di lapangan secara rinci. Subjek penelitian terdiri dari guru Pendidikan agama Islam dan siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, sedangkan objek penelitian adalah peran guru Pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa, yaitu: 1) Peran sebagai pengajar, guru memberikan pelajaran tentang pengertian judi online, factor dan dampak buruk bermain judi online. 2) Peran sebagai model dan teladan, guru menunjukkan prilaku yang baik sehingga siswa dapat mencontoh dalam kehidupan sehari-hari. 3) Peran sebagai pembimbing, guru melakukan bimbingan dengan cara bimbingan di luar sekolah, bimbingan di dalam sekolah dan kolaborasi orang tua dan gur

    Pengembangan Buku Ilmiah Populer Morfologi Dan Anatomi Sirih Sebagai Sumber Belajar

    Full text link
    Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang berbentuk merambat dan bersandar di batang pohon lainnya. Sirih biasanya di Indonesia memiliki kegunaan secara budaya yaitu pada bagian daun dan buahnya biasa dikunyah dengan gambir, pinang, tembakau, dan jeruk nipis, sehingga peneliti menjadikan sirih sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan (1) karakteristik Morfologi tumbuhan Family Piperaceae pada tumbuhan sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper ornatum), dan sirih cina (Peperomia pellucida), (2) karakteristik Anatomi tumbuhan Family Piperaceae pada tumbuhan sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper ornatum), dan sirih cina (Peperomia pellucida), (3) validitas Buku Ilmiah Populer Sebagai Sumber Belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR). Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, dokumentasi, dan angket. Tahap evaluasi dalam penelitian ini mengacu pada evaluasi formatif Tessmer yang dibatasi hingga tahap expert review. Data yang terkumpul selanjutnya dijelaskan dan dianalisis, kemudian dirancang menjadi sebuah BIP. Hasil menunjukkan bahwa sirih hijau, sirih merah, dan sirih cina memiliki perbedaan pada akar, batang, daun, dan bunga . Secara anatomi terdapat perbedaan pada struktur jaringan epidermis, jaringan pembuluh, dan empulur. Buku yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 85,11% dan tergolong sangat valid yang artinya dapat digunakan tanpa revisi

    Penerapan Prinsip Pendidikan Buya Hamka pada Program Full Day School di SD Plus Citra Madinatul Ilmi

    Full text link
    Pendidikan merupakan upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual. Buya Hamka menekankan bahwa pendidikan harus bersifat holistik, yaitu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Sejalan dengan prinsip tersebut, program full day school hadir sebagai sistem pendidikan dengan waktu belajar lebih panjang yang memungkinkan terlaksananya pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik secara optimal. SD Plus Citra Madinatul Ilmi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan program full day school dengan berbagai kegiatan akademik, keagamaan, dan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, perlu dikaji bagaimana penerapan prinsip pendidikan Buya Hamka dalam program full day school di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan prinsip pendidikan Buya Hamka yang relevan dengan program full day school serta penerapannya di SD Plus Citra Madinatul Ilmi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru kelas dan guru bidang. observasi digunakan untuk mengamati aktivitas peserta didik selama mengikuti program full day school, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pendidikan Buya Hamka telah diterapkan dalam program full day school di SD Plus Citra Madinatul Ilmi, khususnya pada aspek keseimbangan antara pendidikan intelektual, spiritual, dan akhlak. Hal ini terlihat dari pelaksanaan pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji, tahfidz, pembiasaan ibadah, serta pengembangan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kesimpulannya, penerapan prinsip pendidikan Buya Hamka pada program full day school di SD Plus Citra Madinatul Ilmi berjalan dengan baik dan mendukung terwujudnya pendidikan holistik

    Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Perilaku Merokok Siswa di SMAN 1 Banjarmasin

    Full text link
    Perilaku merokok di kalangan remaja merupakan masalah serius dalam dunia pendidikan yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab siswa mengalami kecanduan rokok serta mendeskripsikan upaya Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani siswa yang kecanduan rokok di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi Guru BK dan 5 orang siswa yang teridentifikasi kecanduan rokok. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab siswa mengalami kecanduan rokok dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, faktor internal yang meliputi rasa ingin tahu yang tinggi, rendahnya kontrol diri, serta stres akademik dan masalah pribadi. Kedua, faktor eksternal yang meliputi pengaruh kuat teman sebaya, lingkungan keluarga yang permisif, serta kemudahan akses terhadap rokok. Upaya Guru BK dalam menangani masalah ini dilakukan melalui tiga pendekatan utama. Upaya preventif, yakni memberikan layanan informasi, psikoedukasi bahaya rokok, serta kolaborasi seminar dengan pihak Puskesmas dan Kepolisian. Upaya kuratif, yaitu melaksanaan konseling individual dan kelompok untuk membangun motivasi berhenti merokok, serta kerjasama dengan orang tua dan wali kelas. Upaya developmental, yaitu pembinaan karakter dan penguatan life skills agar siswa mampu mengambil keputusan yang sehat. Dengan demikian, penanganan kecanduan rokok memerlukan pendekatan yang komprehensif dan sinergi antara sekolah dan orang tua

    فعالية استخدام لغة تخمين الكلمات في إتقان مفردات اللغة العربية لطلبة الصف السابع بمدرسة مطيع الهدى الثانوية هاتونجون = Efektivitas Penggunaan Permainan Tebak Kata untuk Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab pada Kelas VII MTs Muthi'ul Huda Hatungun

    Full text link
    Penguasaan mufrodat (kosakata) merupakan elemen penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menguasai kosakata karena metode pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan permainan Tebak Kata terhadap penguasaan mufrodat bahasa Arab pada siswa kelas VII MTs Muthi'ul Huda Hatungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode experiment dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTs Muthi'ul Huda Hatungun, dengan sampel sebanyak 42 siswa yang terdiri dari 21 siswa kelas eksperimen dan 21 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji independent samples t-test, dan N-Gain Score menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 75,2 meningkat menjadi 93,7 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 57,48 menjadi 70,3. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan mean difference sebesar -23,381, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan permainan Tebak Kata terhadap penguasaan mufrodat siswa. Nilai N Gain Score sebesar 0,71 atau 71,10% menunjukkan bahwa metode ini tergolong cukup efektif. Dengan demikian, permainan Tebak Kata terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan mufrodat bahasa Arab karena menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mendorong partisipasi aktif siswa

    Analisis Pemahaman Mahasiswa PKU Terhadap Kausalitas Dalam QS. Al-Isra>`/17 :7

    Full text link
    Kausalitas merupakan prinsip penting dalam ajaran Islam yang menjelaskan hubungan sebab dan akibat dari setiap perbuatan manusia. Prinsip ini ditegaskan dalam QS. Al-Isra>` ayat 7 yang menyatakan bahwa kebaikan maupun keburukan akan kembali kepada pelakunya sendiri. Pemahaman QS. Al-Isra’ ayat 7 penting karena ayat ini menegaskan tanggung jawab manusia atas setiap perbuatannya serta konsekuensi yang menyertainya. Bagi mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU), pemahaman ini menjadi dasar pembentukan sikap moral dan kesadaran etis, sehingga nilai kausalitas tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) UIN Antasari Banjarmasin terhadap kausalitas dalam QS. Al-Isra>` ayat 7 serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara kepada mahasiswa PKU yang dipilih secara purposive dan didukung dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan perspektif teori konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PKU pada umumnya memahami kausalitas dalam QS. Al-Isra>` ayat 7 sebagai hubungan sebab akibat dari perbuatan manusia. Faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut antara lain latar belakang pendidikan, pengalaman belajar, dan juga lingkungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa PKU terhadap kausalitas terbentuk melalui pengalaman dan proses belajar, sehingga pemahaman ayat tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan tanggung jawab moral

    Bimbingan Rohani Islam Berbasis Kitab Nashoihud Diniyah Oleh KH. Ahmad Barmawi pada Majelis Tak’lim Baiturrahman

    Full text link
    Penelitian ini membahas bimbingan rohani Islam berbasis Kitab Nashoihud Diniyah yang dilaksanakan oleh K.H. Ahmad Barmawi pada Majelis Taklim Baiturrahman, Desa Margasari Hulu, Kabupaten Tapin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses bimbingan rohani Islam yang dilakukan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Kitab Nashoihud Diniyah digunakan sebagai rujukan utama karena memuat ajaran akidah, ibadah, akhlak, dan tanggung jawab sosial yang relevan dengan kebutuhan jamaah dalam kehidupan sehari hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi K.H. Ahmad Barmawi dan jamaah Majelis Taklim Baiturrahman. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang utuh dan sistematis tentang pelaksanaan bimbingan rohani Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan rohani Islam yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Barmawi menekankan pentingnya menuntut ilmu agama sebagai kewajiban setiap muslim. Materi pengajian diarahkan pada penguatan iman, perbaikan akhlak, peningkatan kualitas ibadah, serta pembinaan kepedulian sosial. Metode penyampaian bersifat komunikatif dan kontekstual sehingga jamaah mudah memahami dan mengamalkan ajaran yang disampaikan. Faktor pendukung bimbingan rohani meliputi ketokohan dan keteladanan K.H. Ahmad Barmawi, relevansi materi kitab, serta motivasi dan kesadaran jamaah. Faktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan sarana pendukung seperti sound system yang kurang optimal, perbedaan kemampuan jamaah dalam memahami kitab, serta kesibukan sebagian jamaah yang memengaruhi kehadiran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bimbingan rohani Islam berbasis Kitab Nashoihud Diniyah di Majelis Taklim Baiturrahman berperan penting dalam membentuk pemahaman keagamaan jamaah secara menyeluruh dan aplikatif. Bimbingan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual individu, tetapi juga mendorong terbentuknya akhlak mulia dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat

    Tradisi Ngejot Dan Gotong-Royong Masyarakat muslim Dan Hindu Di Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

    Full text link
    Kebudayaan dan kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat serta memiliki peran strategis dalam membangun dan menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah kondisi pluralisme Indonesia. Desa Lunuk Ramba yang terletak di Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, merupakan masyarakat majemuk yang dihuni oleh pemeluk agama Islam dan Hindu. Meskipun terdapat potensi terjadinya konflik akibat perbedaan tersebut, masyarakat setempat tetap mampu mempertahankan keharmonisan sosial melalui praktik tradisi Ngejot dan Gotong Royong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tradisi Ngejot dan Gotong Royong serta sejauh mana implementasinya dalam membangun toleransi antar umat beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama dan tokoh budaya (menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi, penyajian, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngejot (pertukaran makanan antar umat, terutama pada hari besar keagamaan) berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi dan rasa saling menghormati, sedangkan Gotong Royong merupakan bentuk saling bahu-membahu yang membangun rasa persaudaraan tanpa memandang agama. Kedua tradisi ini diimplementasikan secara turun temurun dan sesuai dengan teori fungsionalisme Emil Durkheim, yang menyatakan bahwa setiap elemen budaya memiliki fungsi untuk menjaga stabilitas dan solidaritas sosial. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan yang lebih mendalam mengenai peran tradisi ngejot dan gotong royong dalam membangun toleransi antar umat beragama di Desa Lunuk Ramba, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapua

    Kepemimpinan Agama-Negara dalam Kisah al-Qur’an: Analisis al-Tafsîr al-Munîr Karya Wahbah al-Zuhailî

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji model kepemimpinan agama-negara dalam al Qur’an melalui kisah Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan Nabi Muhammad SAW. Latar belakang berangkat dari masalah kepemimpinan yang cenderung memisahkan otoritas agama dari kekuasaan negara, sehingga memunculkan krisis legitimasi moral dan tanggung jawab sosial dalam praktik kepemimpinan. Padahal, al-Qur’an melalui kisah para nabi menghadirkan figur pemimpin yang menjalankan otoritas agama dan negara secara terintegrasi dan seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola naratif kepemimpinan agama-negara, menemukan dimensi tematik kepemimpinan, serta merumuskan karakter dan nilai kepemimpinan yang terkandung dalam kisah Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik-naratif. Sumber data utama adalah al-Tafsîr al-Munîr karya Wahbah al-Zuhaili terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang memuat kisah kepemimpinan ketiga nabi tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi struktur naratif kisah, pengelompokan tema kepemimpinan, serta penarikan nilai dan prinsip kepemimpinan. Temuan penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan teori tugas kepemimpinan al-Mâwardî dan pendekatan kisah al-Qur’an menurut Ahmad Khalafullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agama-negara dalam kisah ketiga nabi memuat lima dimensi utama, yaitu: legitimasi ilahiyah sebagai dasar kepemimpinan, integrasi kenabian dan kekuasaan, keadilan sebagai pilar kepemimpinan, spiritualitas sebagai kekuatan kepemimpinan, serta strategi dan ijtihad dalam menjalankan kekuasaan. Dari kelima dimensi muncul nilai seperti amanah, adil, bijaksana, syukur, rendah hati, spiritual, dan bertanggung jawab. Adapun prinsip yang terkandung dari kepemimpinan agama-negara berupa upaya menjaga keterpaduan agama dan negara, perpaduan hukum ilahi dan kedaulatan dalam sistem pemerintahan, perlindungan terhadap masyarakat, pengarahan kekuasaan untuk kemaslahatan, pembangunan kesadaran kolektif ketuhanan, serta penjagaan tatanan kehidupan. Kesimpulan penelitian bahwa kepemimpinan agama-negara dalam kisah al-Qur’an bukan sekadar kisah sejarah, melainkan model kepemimpinan aplikatif yang mengintegrasikan otoritas spiritual dan tanggung jawab kenegaraan, sehingga relevan untuk membaca kembali relasi agama dan negara dalam konteks kepemimpinan kontempore

    Analisis Gender pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pondok Pesantren Putri di Kalimantan Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Putri serta menganalisis nilai-nilai gender yang terbentuk melalui kegiatan tersebut dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, Pondok Modern An-Najah Putri, dan Pondok Pesantren Darul Ilmi Putri di Kalimantan Selatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian multisitus. Fokus penelitian meliputi dasar pemikiran pemilihan program ekstrakurikuler serta nilai nilai gender yang dihasilkan dari pelaksanaannya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan pendekatan teori gender nature, nurture, dan equilibrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan kegiatan ekstrakurikuler di ketiga pesantren didasarkan pada pengembangan potensi santriwati secara menyeluruh, Penyelarasan dengan Visi- Misi Pesantren, relevansi dengan perkembangan IPTEK, Pemetaan minat bakat, Penanaman Nilai- Nilai keIslaman Kegiatan ekstrakurikuler tersebut berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai gender berupa partisifasi aktif, kesetaraan potensi intelektual, kepercayaan diri, kemandirian sosial dan ekonomi, ketangguhan fisik, serta kepemimpinan perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di pondok pesantren putri berfungsi sebagai instrumen strategis kurikulum dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkeadilan gende

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇