IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pelayanan Penentuan Kategori Istitha’ah Pada Bidang Kesehatan Calon Jemaah Haji Di Upt Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2025

    Full text link
    Kesehatan fisik dan mental merupakan syarat mutlak (Istitha'ah) dalam pelaksanaan ibadah haji, mengingat tingginya risiko kesehatan pada jemaah lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan penentuan kategori Istitha'ah kesehatan calon jemaah haji serta mengidentifikasi hambatan pelayanan di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan petugas kesehatan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan status kesehatan dilaksanakan sesuai standar Permenkes No. 15 Tahun 2016, meliputi tahapan registrasi, anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga penetapan status laik terbang. Data lapangan mengungkapkan bahwa mayoritas jemaah (84,7%) masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti), dengan dominasi kasus penyakit tidak menular seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus. Dari perspektif kualitas pelayanan (SERVQUAL), dimensi empati dan jaminan telah diterapkan dengan baik melalui pendekatan humanis dan pendampingan khusus bagi lansia. Pelayanan tindak lanjut bagi jemaah dengan status "Tunda" dilakukan melalui rujukan medis dan evaluasi berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan istitha’ah kesehatan di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin telah dilaksanakan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku, namun menghadapi hambatan berupa dominasi jemaah berisiko tinggi, keterbatasan fasilitas, serta kendala komunikasi dengan jemaah lansia. Kualitas pelayanan dalam proses tersebut dipengaruhi oleh aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan ketersediaan sarana pendukung, sehingga diperlukan penguatan pelayanan kesehatan yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan jemaa

    Aktivitas Mahasiswa KKN UIN Antasari dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid di Dusun Cabai, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan Hulu Sungai Tengah

    Full text link
    Masjid Ar-Rahim yang terletak di Dusun Cabai, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan Hulu Sungai Tengah ini merupakan salah satu dari dua masjid yang ada di desa Patikalain. walaupun hanya terdapat dua Masjid di desa ini, jumlah jemaah yang beribadah di Masjid Ar-Rahim sangat sedikit. Seringkali pada salat Zuhur, Asar dan Subuh masjid ini kosong. Hal ini melatarbelakangi penelitian yang bertujuan untuk kembali memakmurkan masjid Ar-Rahim melalui pemberdayaan masyarakat yang mampu mandiri secara kegiatan serta kepengurusannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimana masyarakat terlibat dalam mengidentifikasi masalah dan resolusi bersama. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, Forum Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dan terakhir dilakukan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memberikan contoh kepada masyarakat dan menambah kegiatan keagamaan di masjid dapat menggerakkan masyarakat untuk kembali rutin beribadah di masjid. Bertambahnya jumlah jemaah merupakan salah satu indikasi bahwa penelitian ini berjalan dengan baik dan berhasil. Proses ini diawali dengan upaya membangun interaksi dan integrasi dengan masyarakat guna menumbuhkan kepercayaan. Selanjutnya, diberikan keteladanan dalam kehidupan beragama serta dilakukan upaya persuasif untuk mengajak masyarakat kembali berperan aktif dalam memakmurkan masjid. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam memakmurkan masjid Ar-Rahim. Yaitu dengan melibatkan masyarakat dalam kepengurusan masjid. Masyarakat juga yang menjadi tokoh utama dalam kepengurusan masjid Ar-Rahim yang baru. Pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial keagamaan dapat secara efektif meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masji

    Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 10 Tahun 2002 Tentang Pelestarian Sumber Daya Perikanan di Kecamatan Danau Panggang

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 10 Tahun 2002 tentang Pelestarian Sumber Daya Perikanan di Kecamatan Danau Panggang. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik penangkapan ikan menggunakan alat setrum yang berdampak pada kerusakan ekosistem perairan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dan nelayan, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori penegakan hukum, teori kepatuhan hukum, dan teori Tragedy of the Commons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perda tersebut telah dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, patroli, dan penindakan, namun belum berjalan optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan sarana pengawasan, luasnya wilayah perairan, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan faktor ekonomi nelayan. Kepatuhan masyarakat masih didominasi oleh kepatuhan yang bersifat compliance, sehingga diperlukan penegakan hukum yang konsisten dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian sumber daya perikana

    Efektivitas Dakwah Ustadz Ilham Humaidi Melalui Media Penyiaran Syima Sabilal Muhtadin Banjarmasin

    Full text link
    Perkembangan media penyiaran dan teknologi digital memberikan peluang besar bagi aktivitas dakwah untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dakwah Ustadz Ilham Humaidi melalui media penyiaran Syima Sabilal Muhtadin Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Ustadz Ilham Humaidi melalui media penyiaran Syima Sabilal Muhtadin dapat dikategorikan efektif. Hal tersebut ditunjukkan oleh tanggapan positif audiens, relevansi materi dakwah dengan kondisi sosial masyarakat, serta gaya penyampaian yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami. Efektivitas dakwah juga terlihat dari adanya perubahan pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku keagamaan audiens, seperti meningkatnya kesadaran beribadah dan perbaikan akhlak. Adapun faktor pendukung meliputi kredibilitas dai, dukungan teknis media penyiaran, dan partisipasi jamaah, sedangkan faktor penghambat meliputi kendala teknis siaran serta keterbatasan interaksi antara dai dan audiens

    Praktik Penundaan Pembagian Warisan Pada Masyarakat Banjar Perspektif Hukum Islam dan Sosiologis

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penundaan pembagian warisan yang menjadi praktik umum dalam masyarakat Banjar, meskipun hukum Islam melalui sistem faraidh menganjurkan untuk penyegeraan pembagian harta waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penundaan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhinya serta menelaahnya melalui perspektif hukum Islam dan sosiologis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (socio-legal) dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru, yang kemudian dianalisis menjadi tiga kasus. Objek penelitian difokuskan pada perilaku hukum masyarakat terkait kepatuhan terhadap pelaksanaan hukum waris Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pembagian warisan dalam masyarakat Banjar didorong oleh motivasi etika dan budaya, seperti rasa hormat kepada almarhum, upaya menjaga keharmonisan keluarga, dan nilai agar tidak terkesan tergesa-gesa mengurus harta. Adapun dalam perspektif hukum Islam, penundaan yang mengabaikan hak ahli waris atau menimbulkan kemudaratan seperti pada Kasus I tidak dapat dibenarkan dan harus segera diselesaikan guna menghindari sengketa waris bertingkat (munasakhat), seperti pada kasus III. Sebaliknya, penundaan yang didasarkan pada kesepakatan mufakat dan kerelaan ahli waris pada kasusu II diperbolehkan karena tetap menjaga maslahat keluarga. Secara sosiologis, praktik penundaan pembagian warisan mencerminkan pluralisme hukum yang di mana norma hukum Islam, adat istiadat dan nilai kesopanan berjalan secara berdampingan dalam pengambilan keputusan keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa penilaian terhadap penundaan pembagian warisan tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya waktu melainkan oleh indikator kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Oleh karena itu, pembagian warisan idealnya disegerakan apabila penundaan berpotensi menimbulkan konflik, ketidakpastian hukum atau kerugian bagi ahli wari

    Praktik Mangarun di Desa Bandar Karya Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala

    Full text link
    Mangarun merupakan istilah yang sering dipakai oleh masyarakat Banjar untuk mendefinisikan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh pihak kedua dalam menggarap tanah orang lain untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan. Kegiatan mangarun di Desa Bandar Karya dilakukan atas kesepakatan kepercayaan melalui perjanjian lisan tanpa ada perjanjian tulisan. Dengan adanya perjanjian tidak tertulis yang terjadi antara tuan tanah dan pangarun maka akan terjadi ketidakjelasan terkait kapan perjanjian akan berakhir. Berdasarkan hal ini, penulis melakukan penelitian ini guna mencari tau persepsi tuan tanah dan petani di Desa Bandar Karya terkait pembagian hasil pertanian, serta faktor apa yang mempengaruhi keputusan hukum dalam menentukan bagi hasil di Desa Bandar Karya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, berupa penelitian lapangan (field research) yakni dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yakni data yang dikumpulkan secara alami dan menginterpretasikan fenomena yang terjadi dilapangan melalui lokasi serta subjek penelitian melalui wawancara dan dokumentasi terhadap informan yang di Desa Bandar Karya Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala. Kemudian, di analisis dengan 3 langkah yakni reduksi, display data dan penarikan simpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi tuan tanah dan petani di Desa Bandar Karya dalam menentukan bagi hasil mangarun adalah didasarkan pada kesepakatan lisan dan musyawarah bersama berlandasarkan kepercayaan dan adat istiada lokal. Perjanjian tidak didasarkan pada hukum tertulis, melainkan dijalankan dengan prinsip saling tolong-menolong dan keadilan yang disepakati bersama. Sistem bagi hasil cenderung fleksibel dengan pola bagi rata atau 30:70 tergantung siapa yang menanggung modal. Faktor yang mempengaruhi keputusan hukum dalam bagi hasil adalah kontribusi modal dan waktu kerja masing-masing pihak. Terdapat juga faktor adat istiadat, rasa saling percaya dan kebiasaa

    Evaluasi Kebijakan Pengelola Kost Terhadap Jam Berkunjung Dan Batasan Tamu (Studi Di Empat Kost Kota Banjarmasin)

    Full text link
    Rumah kost adalah rumah atau kamar yang disewakan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk orang yang membutuhkannya, harga kost cukup ekonomis ketimbang di hotel atau di penginapan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas kebijakan pembatasan tamu dan jam berkunjung di kos Banjarmasin, mengetahui penerapan kebijakan pembatasan tamu dan jam berkunjung dikos Banjarmasin. Hasil penelitian penerapan aturan pembatasan tamu dan jam berkunjung dikost sudah diterapkan oleh pengelola kost. Namun, terdapat penyimpangan terhadap aturan tersebut dari penghuninya yang menerima tamu lebih dari jam yang ditentukan, menerima tamu yang berlainan jenis masuk ke kost melampaui batas bertamu laki-laki, batas bertamu laki-laki itu sampai teras tidak boleh dibawa masuk kedalam kamar hal ini terjadi karena kurangnya sarana pengawasan terhadap penghuni kost. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dan bersifat kualitatif deskriptif

    Efektivitas Penyaluran Zakat BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Berdasarkan Zakat Core Principles

    Full text link
    Zakat merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi mustahik. Efektivitas penyaluran dana zakat menjadi faktor kunci agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyaluran dana zakat dalam pemberdayaan ekonomi mustahik di BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan Zakat Core Principles (ZCP) poin 10, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pihak Bidang Pendayagunaan, Bidang Keuangan dan Pelaporan, serta mustahik penerima manfaat program ekonomi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana zakat pada program pemberdayaan ekonomi mustahik di BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan tergolong sangat efektif, yang ditunjukkan oleh nilai Allocation to Collection Ratio (ACR) yang konsisten berada di atas 95 persen serta kecepatan penyaluran dana yang relatif cepat yaitu 1-2 bulan melalui tahapan perencanaan, seleksi administrasi, survei lapangan, dan pendampingan usaha. Efektivitas tersebut dipengaruhi oleh kompetensi sumber daya manusia, penerapan standar operasional prosedur dan sistem pengawasan, kepercayaan muzaki, serta dukungan pemerintah dan kemitraan dengan pihak terkait, sehingga penerapan ZCP poin 10 dapat mendukung ketepatan sasaran dan keberlanjutan manfaat zakat

    Penyelesaian Sengketa Harta Bersama yang Dijual Sepihak (Analisis Putusan No 176/Pdt.G/2022/PA.Rtu)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya jual beli harta bersama yang dilakukan secara sepihak oleh suami dalam perkara Putusan Pengadilan Agama Rantau Nomor 176/Pdt.G/2022/PA.Rtu. Meskipun tindakan tersebut secara tegas dilarang oleh Pasal 36 Undang-Undang Perkawinan, dan Pasal 92 Kompilasi Hukum Islam, Majelis Hakim tetap menyatakan transaksi tersebut sah dan hanya memerintahkan pembagian hasil penjualan. Hal ini menimbulkan persoalan yuridis terkait ketidaksesuaian putusan hakim dengan prinsip kepastian dan perlindungan hukum atas harta bersama. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum primer berupa Putusan Nomor 176/Pdt.G/2022/PA.Rtu, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari buku buku hukum, jurnal, skripsi, dan peraturan terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membandingkan pertimbangan hakim dalam putusan tersebut dengan ketentuan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mendasarkan putusan pada tiga pertimbangan, yaitu anggapan adanya itikad baik pembeli, penggunaan hasil penjualan untuk melunasi hutang bersama, serta sikap pasif istri dalam menuntut haknya. Dalam hasil analisis normatif yang penulis kaji ditemukan bahwa pertimbangan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan hukum yang mewajibkan persetujuan kedua belah pihak atas tindakan hukum terhadap harta bersama. Penjualan sepihak seharusnya dinyatakan batal demi hukum, serta sikap pasif istri tidak dapat dijadikan dasar penghapusan hak, penilaian mengenai itikad baik pembeli tidak didukung kecermatan dalam memeriksa status harta, sehingga putusan tersebut belum mencerminkan asas kepastian hukum dan perlindungan hukum

    Kontribusi Kuratif Pendidikan Islam Terhadap Pasien Rehabilitasi Narkoba di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin

    Full text link
    Pendidikan Islam berkontribusi secara efektif dalam membantu proses pemulihan pasien rehabilitasi narkoba melalui pembinaan spiritual, moral, dan sosial di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin. Pelaksanaan Pendidikan Islam di yayasan tersebut meliputi pembinaan akhlak, pelatihan ibadah, pembacaan Al-Qur’an, kajian keislaman, serta berbagai aktivitas positif lainnya yang disusun secara sistematis dan terintegrasi dengan program rehabilitasi. Melalui pendekatan religius tersebut, pasien tidak hanya mendapatkan pemulihan secara medis, tetapi juga dibimbing untuk menemukan kembali jati diri serta makna hidup mereka. Secara teoritis, pendidikan Islam memiliki kontribusi kuratif yang signifikan. Melalui pembinaan akidah, ibadah, akhlak, selian itu juga pendidikan Islam dapat memperkuat aspek spiritual pasien rehabilitasi, menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness), serta menumbuhkan tekad untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, klasifikai data dan interpretasi data. Untuk lokasi penelitian ini bertempat di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pelaksanaan Pendidikan Islam di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin dilaksanakan secara kekeluragaan dan terstruktur melalui kegiatan ibadah harian, pembelajaran Al-Qur’an, dzikir, kajian keagamaan, muhasabah, serta pembinaan akhlak yang terintegrasi dengan program rehabilitasi. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kekeluargaan, persuasif, dan berkelanjutan. 2) Kontribusi Kuratif Pendidikan Islam terbukti memberikan peran penting dalam proses penyembuhan pasien rehabilitasi narkoba. Pendidikan Islam berfungsi sebagai terapi spiritual dan psikologis yang membantu pasien mencapai ketenangan batin, meningkatkan motivasi untuk sembuh, memperkuat pengendalian diri, serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap pengobatan dan program rehabilitasi. 3) Perubahan Pasien setelah mengikuti program pembinaan keagamaan menunjukkan perkembangan yang signifikan pada lima aspek utama, yaitu spiritual, moral, psikologis, sosial, dan kemandirian

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇