IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 Berdasarkan Perspektif Maqashid al-Syari’ah: Upaya Mewujudkan Kesejahteraan dan Keadilan dalam Rumah Tangga
Penelitian ini membahas ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA)
Nomor 1 Tahun 2022 yang mensyaratkan batas waktu dua belas bulan tidak
melaksanakan kewajiban sebagai alasan perceraian. Ketentuan ini menimbulkan
persoalan hukum karena berpotensi menunda perlindungan terhadap istri dan anak
pada masa tunggu pengajuan perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis ketentuan SEMA tersebut ditinjau dari perspektif maqâshid al-syarî’ah,
serta merumuskan waktu yang lebih ideal terkait batas waktu masa tunggu pengajuan
cerai karena tidak melaksanakan kewajiban agar lebih adil dan menyejahterakan
keluarga.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum
terdiri dari bahan hukum primer berupa SEMA No 1 Tahun 2022, bahan hukum
sekunder berupa buku, skripsi, tesis, dan jurnal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan Surat Edaran Mahkamah
Agung Nomor 1 Tahun 2022 yang mensyaratkan tidak melaksanakan kewajiban
selama dua belas bulan sebagai alasan perceraian belum sepenuhnya sejalan dengan
tujuan maqâshid al-syarî’ah, karena berpotensi mengabaikan penjagaan terhadap jiwa
(hifzh al-nafs), akal (hifzh al-‘aql), keturunan (hifzh al-nasl), harta (hifzh al-mal), serta
prinsip keadilan (al-‘adl) akibat tertundanya pemenuhan hak istri dan anak. Oleh
karena itu, batas waktu ideal dalam perkara perceraian karena tidak melaksanakan
kewajiban adalah tiga bulan, karena secara yuridis jangka waktu ini sesuai dengan
konsep taklik talak dan masa iddah, secara sosiologis cukup untuk menilai kelalaian
tanpa memperpanjang penderitaan istri dan anak, dan secara filosofis mencerminkan
keadilan, kemaslahatan, serta penghilangan mudarat sesuai tujuan maqâshid al
syarî’ah, tanpa menghilangkan asas mempersukar perceraian
Rekonstruksi Hukum Tentang Ganti Rugi Sisa Pengadaan Tanah Proyek Milik Pemerintah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika yuridis terkait ketidakpastian mekanisme dan batasan waktu pemberian kompensasi atas tanah sisa dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum di Indonesia. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 dinilai masih menyisakan celah regulasi (rechtsvacuum) yang berpotensi merugikan hak perdata pemilik lahan, terutama ketika sebagian tanah yang tidak terambil proyek menjadi terisolasi, sempit, atau tidak lagi memiliki nilai guna ekonomi. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis kelemahan regulasi ganti rugi tanah sisa dalam hukum nasional, meninjau permasalahan tersebut dari perspektif hukum Islam, serta merumuskan rekonstruksi hukum yang berbasis pada nilai keadilan substantif dan kemaslahatan.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sifat preskriptif yang berorientasi pada perumusan norma hukum ideal. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan perspektif hukum Islam melalui prinsip la darar wa la dirar dan transformasi konsep Ihya al-Mawat. Dalam penelitian ini, Ihya al-Mawat direkonstruksi bukan sekadar sebagai tindakan fisik menghidupkan lahan, melainkan sebagai kewajiban negara (waliyy al-amr) untuk memulihkan fungsi sosial-ekonomi harta warga negara yang "mati" akibat dampak pembangunan. Negara memikul kewajiban syar‘i untuk memastikan tanah sisa tidak menjadi aset yang terbengkalai melalui pemberian kompensasi (ta’widh) yang adil dan responsif.
Hasil penelitian menunjukkan perlunya rekonstruksi hukum pada Pasal 25 dan Pasal 35 UU No. 2 Tahun 2012 untuk mempertegas kewajiban negara dalam memberikan ganti rugi secara otomatis, transparan, dan memiliki batasan waktu yang jelas. Rekonstruksi ini mencakup penambahan norma mengenai definisi teknis tanah sisa, prosedur sosialisasi yang berkelanjutan, hingga kepastian jangka waktu pembayaran ganti kerugian. Temuan utama penelitian menegaskan bahwa transformasi konsep ihya al-mawat dapat dijadikan landasan konseptual bagi pembentukan hukum positif yang berorientasi pada keadilan distributif. Hal ini diharapkan mampu mencegah kematian ekonomi atas harta masyarakat sekaligus mewujudkan kemaslahatan dalam tata kelola agraria nasional yang lebih manusiawi dan berkeadilan
Students’ Perspectives on Learning through Podcasts
This study aimed to explore students’ perspectives on learning through podcasts in improving listening comprehension. The research employed a qualitative approach with a narrative inquiry design. The participants were six fifth-semester students of the English Education Department at UIN Antasari Banjarmasin. Data were collected through in- depth interviews after students listened to selected English podcasts. The data were transcribed and analyzed using thematic analysis. The findings showed that students perceived podcasts as an effective and engaging medium that provides authentic language exposure, enriches vocabulary, and improves listening skills. Podcasts also promote independent and flexible learning. However, challenges such as fast speech, unfamiliar accents, and limited visual support were identified. The study concludes that podcasts are beneficial as a supplementary medium for enhancing listening comprehension, depending on students’ learning needs and styles
Pengaruh Body Image Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa dengan Riwayat Acne Vulgaris di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Kata Kunci: Body image; Kepercayaan Diri; Mahasiswa
Body image memiliki peran cukup penting dalam membentuk kepercayaan diri individu, terutama pada mahasiswa yang rentan mengalami tekanan sosial dan akademik di usia muda. Acne vulgaris, sebagai masalah kulit umum yang dapat memengaruhi banyak remaja termasuk mahasiswa dengan rentang usia 18-22 tahun yang masih memasuki kategori remaja akhir, situasi ini seringkali memperburuk persepsi diri negatif melalui stigma estetika. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat body image dan kepercayaan diri, serta untuk menganalisis pengaruh body image terhadap kepercayaan diri pengaruh body image terhadap kepercayaan diri mahasiswa dengan riwayat acne vulgaris di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional kausal,
dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin yang berjumlah 1.182 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 184 responden yang memiliki riwayat acne vulgaris. Instrumen penelitian menggunakan skala body image dan skala kepercayaan diri, untuk mengetahui pengaruh dari variabel body image terhadap kepercayaan diri menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat body image mahasiswa
berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 75% dan tingkat kepercayaan diri berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 99,5%. Hasil uji korelasi Regresi Linier Sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan body image terhadap kepercayaan diri dengan nilai Koefisien Determinasi (R Square) sebesar 0,528 hal ini mengindikasikan bahwa body image berkontribusi sebesar 52,8% terhadap kepercayaan diri, sedangkan 47,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara body image terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa dengan riwayat acne vulgaris di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora
Pembacaan Kontemporer terhadap Kosmologi Tasawuf Ibn ʿArabî dan Ekologi: Pembacaan William C. Chittick dan Toshihiko Izutsu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologis global yang tidak hanya
bersumber pada persoalan teknis dan ekonomi, tetapi juga pada krisis cara pandang
manusia terhadap alam. Dalam konteks ini, kosmologi tasawuf, khususnya
pemikiran Ibn ʿArabī, menawarkan perspektif metafisik yang memandang alam
sebagai manifestasi Ilahi yang sarat makna spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pembacaan kontemporer terhadap kosmologi tasawuf Ibn
ʿArabī melalui pemikiran William C. Chittick dan Toshihiko Izutsu, serta
merumuskan relevansinya bagi pengembangan etika ekologis dalam konteks krisis
lingkungan modern. Fokus penelitian diarahkan pada analisis struktur metafisik
kosmologi Ibn ʿArabī melalui konsep tajallī, barzakh, martabat wujūd, dan insān
kāmil, serta bagaimana kedua pemikir tersebut menafsirkan ulang konsep-konsep
tersebut dalam horizon pemikiran kontemporer.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi
kepustakaan dengan metode analisis hermeneutik filosofis Hans-Georg Gadamer.
Analisis dilakukan secara sistematis melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi
ontologis untuk memahami struktur realitas kosmik dalam kosmologi tasawuf,
dimensi antropologis untuk menelaah posisi manusia sebagai mikrokosmos dan
subjek spiritual, serta dimensi etis untuk merumuskan implikasi kosmologi tersebut
terhadap kesadaran dan tanggung jawab ekologis. Data utama berupa karya-karya
Ibn ʿArabī dan interpretasi William C. Chittick serta Toshihiko Izutsu, didukung
oleh literatur sekunder yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Chittick dan Izutsu
terhadap kosmologi Ibn ʿArabī menghadirkan perspektif yang saling melengkapi
dalam merumuskan etika ekologis sufistik. Chittick menekankan dimensi teologisimajinatif,
dan kesatuan wujud. Sementara itu, Izutsu melalui pendekatan semantikkomparatif
dan dialog dengan Taoisme menegaskan prinsip keharmonisan kosmik,
dan non-dominasi manusia terhadap alam. Kedua pembacaan tersebut sama-sama
memandang alam bukan sebagai objek netral atau komoditas instrumental,
melainkan sebagai manifestasi bermakna dari realitas Ilahi. Sintesis keduanya
menunjukkan bahwa kosmologi tasawuf Ibn ʿArabī menyediakan landasan
konseptual bagi etika ekologis yang bersifat kosmologis, relasional, dan
transformasional. Etika ini tidak berhenti pada pendekatan teknis terhadap
lingkungan, tetapi menuntut transformasi kesadaran metafisik dan spiritual manusia
modern dalam memandang alam sebagai ruang tajallī Ilahi yang harus dijaga
dengan tanggung jawab ontologis dan mora
Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik Melalui Kegiatan Intra, Ekstra dan Kokurikuler di SMA IT Assalam Martapura, SMK PGRI Banjarbaru dan MAN Kota Banjarbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak mulia
peserta didik sebagai bagian integral dari tujuan pendidikan nasional, khususnya di
tengah tantangan degradasi moral remaja dan kompleksitas kehidupan sosial
peserta didik. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan,
tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter melalui berbagai kegiatan
pendidikan yang terencana dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pembinaan akhlak mulia peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler,
ekstrakurikuler, dan kokurikuler di SMA IT Assalam Martapura, SMK PGRI
Banjarbaru, dan MAN Kota Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah,
wakil kepala sekolah, guru, pembina kegiatan, serta peserta didik kelas X. Analisis
data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber
dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak mulia peserta didik
dilaksanakan secara terintegrasi melalui kegiatan intrakurikuler yang menanamkan
nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran dan keteladanan guru, kegiatan
ekstrakurikuler yang membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan,
dan kerja sama, serta kegiatan kokurikuler yang berfungsi memperkuat dan
mendukung capaian pembelajaran intrakurikuler. Integrasi ketiga bentuk kegiatan
tersebut berperan penting dalam membentuk akhlak mulia peserta didik secara
berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan akhlak mulia akan
lebih efektif apabila dirancang secara terpadu dan didukung oleh komitmen seluruh
warga sekolah
Strategi Pembelajaran Guru PAI di Sekolah Luar Biasa Kabupaten Barito Kuala
Setiap manusia mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan tanpa memandang status sosial, material, keadaan jasmani ataupun rohani. Karena dengan adanya pendidikan anak-anak akan lebih terarah dan terjaga dalam proses tingkah lakunya terutama pada anak yang memiliki kelainan. Mereka berhak menerima pembelajaran termasuk pembelajaran PAI. Dalam pembahasan PAI termasuk materi salat. Penggunaan Strategi yang tepat dalam menyampaikan materi salat kepada anak tunagrahita bertujuan anak mampu mengatahui sejauh mana pemahaman gerakan dan bacaan salat. Pentingnya penelitian ini dilakukan agar kita dapat mengingat bahwa walaupun peserta didik sekolah luar biasa adalah anak-anak yang hidup dengan keterbatasan, namun mereka masih memiliki potensi luar biasa dalam dirinya yang dapat dikembangkan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI tentang materi salat di Sekolah Luar Biasa Kabupaten Barito Kuala dan penggunaan strategi pembelajaran yang digunakan guru PAI tentang materi salat di Sekolah luar biasa Kabupaten Barito kuala kepada anak tunagrahita tentang materi salat yang disampaikan.Penelitian menggunakan metode Deskriptif kualitatif dengan pendekatan lapangan (field Reseach). Data diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi kepada dua orang guru PAI dan objek penelitian yaitu strategi pembelajaran guru PAI tentang materi salat di Sekolah Luar Biasa Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI merencanakan strategi pembelajaran tentang materi salat didalam modul ajar, materi salat yang ditentukan dan media pembelajaran yang sesuai. Penerapan strategi pembelajaran untuk mengajarkan materi salat berupa strategi ekspositori dengan menggunakan pendekatan pembelajaran individual mengingat peserta didik yang memiliki keterbatasan yang berbeda-beda. Memadukan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan drill. Materi salat yang disampaikan disederhakan sesuai dengan kondisi peserta didik. Melalui model direct instructioan dapat memaksimalkan pembelajaran. Jenjang sekolah dasar luar biasa peserta didik masih perlu bimbingan dalam membaca bacaan salat dan gerakan salat sedangkan jenjang Tingkat menengah pertama dan menengah atas peserta didik mengalami perkembangan dengan mampunya membaca bacaan salat dan mampu menirukan gerakan salat yang masih dalam pengawasan guru
Upaya Pustakawan dalam Meningkatkan Kesadaran dan Tanggung Jawab Pemustaka terhadap Pengembalian Koleksi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda
rpustakaan. Koleksi yang dipinjam itu kemudian dikembalikan ke perpustakaan
sesuai jangka waktu yang ditetapkan. Kendatipun demikian, tidak sedikit pemustaka
yang kerap terlambat dalam pengembalian koleksi yang telah dipinjam tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pustakawan dalam meningkatkan
kesadaran dan tanggung jawab pemustaka terhadap pengembalian koleksi di Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif.
Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pustakawan, staf perpustakaan dan
pemustaka dengan objek penelitian yaitu upaya pustakawan dalam meningkatkan
kesadaran dan tanggung jawab pemustaka terhadap pengembalian koleksi di Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan teknik
pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan
dokumentasi. Adapun untuk menganalisis data menggunakan tiga tahapan yaitu
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data yang
kemudian diuji keabsahan datanya dengan menggunakan metode triangulasi dan bahan
referensi.
Hasil dari penelitian ini yaitu upaya pustakawan dalam meningkatkan
kesadaran dan tanggung jawab pemustaka terhadap pengembalian koleksi di Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda telah dilaksanakan dengan cukup baik
melaui tindakan atau kegiatan meliputi pemberian pengetahuan dan pemahaman, sikap
dan pola perilaku (tindakan) pustakawan terhadap pemustaka serta penanaman rasa
tanggung jawab. Kendatipun demikian, upaya-upaya yang ada ini tidak memberikan
hasil yang instan dan masih memerlukan waktu dan proses yang panjang untuk dapat
menjangkau ke seluruh pemustaka
Students’ Learning Experience of Video Project Completion in Improving Critical Thinking Skill through Writing
This research was conducted to understand students' learning experiences in
completing English video projects and to find out the writing difficulties they faced.
This research aims to explore students' learning experiences and writing difficulties
during video project activities. The study used a qualitative approach with a case study
design, involving 16 ninth-graders, with data collected through observation, semi
structured interviews, and analysis of student manuscript documents. The results show
that video projects provide a meaningful learning experience, characterized by
increased student engagement, collaboration, creativity, and reflective abilities. Video
scriptwriting activities encourage students to analyze ideas, build arguments, and make
critical decisions. However, students still experience some writing difficulties,
including vocabulary limitations, grammatical errors, less in-depth content
development, and writing mechanics. Overall, English-language video projects make a
positive contribution to students' learning experiences and the development of critical
thinking skills through writin
Pengelolaan Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Urusan Agama Kecamatan Landasan Ulin dalam Layanan Nikah dan Rujuk di Masyarakat
Penelitian ini membahas pengelolaan tugas pokok dan fungsi Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Landasan Ulin dalam layanan nikah dan rujuk. Latar
belakang penelitian muncul dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan
pencatatan pernikahan, termasuk beberapa kasus khusus seperti pernikahan di
bawah umur, pernikahan luar domisili, kehamilan di luar nikah, dan persoalan wali,
sehingga menuntut KUA bekerja secara profesional sesuai regulasi. Kajian teori
yang digunakan meliputi manajemen dakwah dengan pendekatan POAC (Planning,
Organizing, Actuating, Controlling) serta Peraturan Menteri Agama Nomor 24
Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja KUA Kecamatan. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan, teknik pengumpulan
data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan Kepala KUA serta staf
pelaksana layanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA Kecamatan Landasan Ulin telah
melaksanakan fungsi manajemennya secara bertahap melalui empat aspek utama.
Pada aspek perencanaan (planning), KUA merumuskan target pelayanan serta
program bimbingan sesuai kebijakan Kementerian Agama. Pada aspek
pengorganisasian (organizing), KUA membagi tugas pegawai sesuai struktur yang
ada sehingga pelayanan teknis dapat berjalan efektif. Pada aspek penggerakan
(actuating), seluruh sumber daya manusia dikerahkan dalam proses pemeriksaan,
pelaksanaan akad, pencatatan, dan pelaporan. Selanjutnya, aspek pengawasan
(controlling) dilakukan dengan memastikan seluruh prosedur sesuai fiqih
munakahat dan regulasi serta melakukan pelaporan berkala sebagai bentuk
akuntabilitas. Adapun layanan rujuk belum pernah diajukan, namun KUA siap
melaksanakannya. Secara keseluruhan, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KUA
sudah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi terutama pada sarana dan
koordinasi lintas lembaga