IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Manajemen Strategi dalam Pembinaan Keagamaan Santri di TK/TPA Unit 042 Al-Muttaqien Banjarmasin Tahun 2025
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembinaan keagamaan di
TK/TPA Al-Muttaqien yang terdapat beberapa kendala seperti tidak semua santri
mengamalkan apa yang disampaikan oleh para ustazah, masih kurangnya
pengetahuan agama dari para santrinya, dan banyaknya santri yang masih kurang
baik dalam berperilaku terkait dengan akhlak para santri. Oleh karena itu,
pentingnya implementasi manajemen strategi yang baik dan efektif. Adapun tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi manajemen strategi dalam
pembinaan keagamaan santri di TK/TPA Al-Muttaqien Banjarmasin.
Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ini adalah kepala
sekolah, beberapa ustazah, dan orang tua santri. Adapun teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang
digunakan peneliti adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
atau verifikasi. Adapun pengecekan keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi yaitu triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategi
dalam pembinaan keagamaan santri di TK/TPA Al-Muttaqien Banjarmasin sudah
berjalan dengan baik melalui tahapan manajemen strategi. Pada tahap formulasi
strategi, langkah-langkah yang diterapkan yaitu penentuan visi dan misi, melakukan
analisis lingkungan internal dan eksternal, menetapkan tujuan jangka panjang, dan
menentukan strategi yang efektif. Pada tahap implementasi strategi, langkah
langkah yang diterapkan yaitu seperti pelaksanaan program, pelaksanaan prosedur
kegiatan harian, menyiapkan anggaran, perumusan tujuan tahunan, membuat
kebijakan, memotivasi karyawan, mengalokasikan sumber daya, mengembangkan
budaya yang mendukung strategi, dan menciptakan struktur organisasi yang efektif.
Pada evaluasi strategi, langkah-langkah yang diterapkan yaitu meninjau ulang
faktor internal dan eksternal, mengukur kinerja, dan mengambil tindakan korektif
Unsur Unsur Agama dalam Seni Madihin di Desa Batu Mulya Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Seni Madihin merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional lisan
masyarakat Banjar yang menggabungkan unsur humor , kritik sosial, serta nilai
nilai relegius. serta disampikan dalam bentuk pantun atau syair yang spontan.
Madihin berasal dari kata “maddah” yang berarti pujian dan dalam konteks
masyarakat Banjar. Seni Madihin banyak sekali memiliki unsur agama di
dalamnya. Madihin mengandung satu simbol yang tidak bisa dikatakan ke
masyarakat luas, karena hanya para Pamadihinan saja yang tahu tentang hal itu.
ada beberapa unsur agama yang ada didalam seni Madihin, seperti simbol melalui
gendangan. mengetuk suatu gendang Madihin tersebut tidak sembarangan tetapi
memakai jari manis yang menunjukan rasa kasih sayang, kelembutan, dan
ketulusan. Ada pula yang memiliki ragam gendang,
Tujuan ini dari penelitian ini adalah untuk menggali pemahaman mendalam
mengnai seni Madihin sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional lisan
masyarakat Banjar. Fokus utama penelitian ini adalah menjelaskan pengertian
Madihin menelaah eksistensi atau keberlangsungan seni Madihin ditengah
masyarakat modern, serta mengidentifikasi unsur unsur agama yang terkandung
didalamnya.
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian
lapangan (field research) melalui jenis pendekatan antropologis yang bertujuan
untuk menggambarkan sebuah fenomena secara detail. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan
dokumentasi. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan
teknik analisis dengan empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa seni
Madihin merupakan kesenian lisan Banjar yang disampaikan dalam bentuk pantun
berirama dan berfungsi sebagai media hiburan, dakwah, serta pendidikan moral.
Seni Madihin ini masih eksis ditengah masyarakat, khususnya di Desa Batu Mulya,
meskipun menghadapi tantangan modernisasi. Dalam Madihin terdapat kandungan
unsur-unsur agama seperti nilai-nilai dakwah, ajaran akhlak, serta simbol dan
tradisi spiritual yang mencerminkan perpaduan antara Islam dan budaya lokal.
Dalam konteks masyarakat Madihin masih tetap eksis dan diminati banyak orang,
seperti kegiatan sosial, keagamaan, maupun kebudayaan, meski demikian seni
Madihin menghadapi tantangan modernisasi. Dengan demikian, seni Madihin dapat
dipandang sebagai menifestasi dari ekspresi budaya yang relegius dan dapat memperkuat identitas lokal masyarakat ditengah dinamika sosial yang terus
berkembang
Strategi Guru dalam Melaksanakan reconnecting pada Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Diniyyah Babussalam dan MTsN 1 Banjarmasin
Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pelaksanaan
reconnecin dalam pembelajaran bahasa arab di MTs Banjarmasin untuk
meningkatkan pemahaman, ingatan, dan motivasi siswa. Reconnecting ini
merupakan matode yang digunakan guru untuk menghubungkan atau mengaitkan
kembali materi sebelumnya dengan materi yang baru, sehingga dapat memperkuat
pemahaman siswa dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanaguru melaksanakan
roconnecting dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Banjarmasin yaitu MTsS
Diniyah Babussalam dan MTsN 1 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini
menggunakan penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui
wawancara, observasi dan dekomentasi di lapangan,
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pemahaman, fungsi dan tujuan
dari reconnecting adalah strategi untuk menghubungkan materi lama dan baru guna
meningkatkan pemahaman, ingatan, motivasi, dan kepercayaan diri siswa.2)
bentuk-bentuk dan pelaksanaan dari reconnecting dilakukan melalui pemberian
pertanyaan, diskusi, kuis, dan penjelasan yang mengaitkan materi lama dan
barumelalui langkah-langkah awal dengan mengaitkan materi sebelumnya, inti
dengan menjelaskan materi baru yang relevan, dan penutup dengan menarik
kesimpulan serta memberi latihan atau pertanyaan3) respon siswa, kelebihan dan
kekurangan dari reconnecting menunjukkan respon positif dan manfaat besar dalam
membantu pemahaman dan motivasi siswa, tetapi perlu memiliki waktu yang cukup
dan kurangnya variasi metode yang menyebabkan siswa bosan. Penelitian ini
diharakan dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan dalam pengembangan
strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih menarik dan efektif
Efektivitas Pelaksanaan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 Tentang Penyelesaian Perselisihan Izin Pendirian Rumah Ibadah di Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan, walaupun dikenal sebagai provinsi mayoritas
penduduk beragama Islam beretnis Suku Banjar dan, dihuni oleh beragam agama.
Dalam situasi seperti ini, potensi pergesekan antar komunitas dan golongan yang
berbeda selalu ada, di antaranya izin pendirian rumah ibadah. Kementerian Agama
dan Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Peraturan Bersama Menteri
(PBM) Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas
Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat
Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan
Pendirian Rumah Ibadah. Akan tetapi konflik masih tidak bisa dihindarkan pada
tahun-tahun berikutnya, dikarenakan oleh beberapa faktor, antara lain perlunya
persetujuan pendirian rumah ibadah dari lingkungan sekitar, rumitnya persyaratan
administratif dan lain-lain. Penelitian ini adalah penelitian empiris yang bertujuan
untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penyelesaian perselisihan izin pendirian
rumah ibadah di Kalimantan Selatan. Penelitian ini juga untuk mengetahui faktor
pendukung dan penghambat implementasi PBM tersebut. Pada akhirnya, penelitian
ini ditujukan untuk menemukan formulasi solusi hukum agar pelaksanaan PBM
tersebut dapat berjalan dengan efektif.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan paparan data
yang bersifat kualitatif untuk menganalisis efektivitas hukum, dengan teknis
pengambilan data melalui wawancara, observasi, studi dokumen, kepada pengurus
FKUB provinsi dan kabupaten, Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, tokoh
masyarakat, tokoh agama, dan akademisi serta aparat, di mana kasus-kasus terjadi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, efektivitas pelaksanaan Peraturan
Bersama Menteri PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang penyelesaian
perselisihan izin pendirian rumah ibadah di Kalimantan Selatan belum efektif.
Adapun faktor pendukung implementasi pelaksanaan PBM Nomor 9 dan nomor 8
tahun 2006, terbentuknya pengurus FKUB se Kalimantan Selatan didukung
bantuan operasional APBD dan APBN Pemerintah Provinsi maupun Kementerian
Agama. Sedangkan faktor penghambat, di antaranya sosialisasi PBM belum
maksimal, belum menyentuh substansi permasalahan hukum di masyarakat, bahkan
tidak tepat sasaran. Sosial budaya masyarakat setempat belum siap, status hukum
PBM tidak memuat sanksi hukum. Selain itu PBM tidak termasuk dalam hierarki
hukum dalam tata urutan perundang-undangan, sehingga kemudian regulasi
berdampak terhadap adanya UU HAM dan UU Omnibus Law yang menghapus
v
istilah IMB yang termuat dalam PBM, serta belum adanya Perda FKUB di
Kalimantan Selatan. Solusi hukum terhadap pelaksanaan PBM Nomor 9 dan 8
tahun 2006 perlu kebijakan pemerintah pusat seperti Peraturan Presiden.
Pemerintah daerah seperti Peraturan Daerah (Perda) diharapkan dapat
mengakomodir penyelesaian perselisihan izin pendirian rumah ibadah, khususnya
pada PBM nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006 pada Bab IV Pasal 14, tentang
persyaratan administrasi yaitu 60 dukungan masyarakat dan 90 pengguna serta
persyaratan teknis bangunan gedung pendirian rumah ibadah. Pemerintah
memfasilitasi mencarikan tempat lain yang memenuhi syarat apabila tidak
mencapai kesepakatan. Selain itu panitia pembangunan rumah ibadah dapat
mengajukan permohonan untuk izin sementara rumah Ibadah selama 2 tahun sesuai
pada Bab V Pasal 18. Bila hal ini tidak didapatkan, maka panitia bisa mengajukan
permohonan ke pengadilan setempat untuk minta keputusan yang tetap dalam
hukum hal ini sesuai Bab VI pada PBM tersebu
Analisis Penyebab Penolakan Klaim Nasabah Asuransi Syariah Pada Perusahaan PT. Prudential Life Assurance Cabang Banjarmasin
Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis klaim nasabah asuransi pada
PT. Prudential Life Assurance Cabang Banjarmasin. Penolakan klaim sering
menjadi sumber ketidakpuasan nasabah dan dapat merusak reputasi perusahaan
asuransi.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatakan kualitatif
deskriptif dengan pengumpulan data melaui wawancara, dokumentasi, dan studi
pustaka.
Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa penyebab utama penolakan
klaim antara lain dokumen yang tidak lengkap, pelanggaran nasabah terhadap
prosedur klaim. Selain itu terdapat faktor internal seperti kurang optimalnya
komunikasi antara agen dan nasabah. Penelitian ini meyanarankan peningkatan
edukasi kepada nasabah serta evaluasi terhadap prosedur layanan klaim untuk
menimalkan terjadinya penolakan yang tidak perl
Estetika Suci dalam Praktik Zikir Nasyid di Majelis Kubah Datu Kelampaian: Tinjauan Seyyed Hossein Nasr
Penelitian ini mengkaji dimensi estetika suci dalam praktik zikir nasyid di Majelis Kubah Datu Kelampaian, terutama dari tinjauan Seyyed Hossein Nasr. Kajian serupa terkait penelitian ini masih belum banyak dilakukan. Dalam tradisi tasawuf sendiri, keindahan diyakini sebagai manifestasi dari sifat Allah, Jalâl dan Jamâl yang melahirkan Kamâl, yakni kesempurnaan. Secara definitif kesempurnaan adalah keindahan. Zikir nasyid sebagai bentuk kegiatan keagamaan dalam Islam mengandung unsur-unsur estetika (keindahan) yang tampak pada aspek lirik syair (makna, rima, lantunan melodi); gerakan tubuh; dan suasana tempatnya yang dijadikan gelap. Aspekaspek yang mengandung estetika tersebut mampu meningkatkan kekhusyukan dan menyentuh batin jemaah. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan menggunakan metode kualitatif-fenomenologis. Data dianalisis menggunakan kerangka spiritualitas dan seni Islam yang ditinjau dari perspektif Seyyed Hossein Nasr. Data diperoleh melalui observasi; wawancara mendalam dengan pelaku, jemaah, pengelola majelis, dan ulama atau tuan guru yang memiliki pengetahuan tentang zikir nasyid; serta melalui teknik dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa praktik zikir nasyid tersebut mampu membangkitkan kesadaran spiritual melalui pengalaman estetis yang dialami sendiri oleh jemaah dan mengalami keterhubungan spiritual yang intens dengan Sang Khalik. Ekspresi estetis dalam zikir nasyid di majelis ini tidak semata-mata bersifat musikal atau performatif, tetapi menjadi media penyatuan antara estetika dan pengalaman ketuhanan yang mendalam. Dengan demikian, zikir nasyid di Majelis Kubah Datu Kelampaian mencerminkan prinsip-prinsip estetika Islam yang berakar pada kesucian, harmoni kosmik, dan pencarian makna transenden sesuai dengan pemikiran Nas
Korelasi Hasil Belajar Akidah Akhlak Dengan Perilaku Peserta Didik MTS Nurussabah di Desa Sei Jingah Besar Tabunganen
Latar belakang peneliti melakukan penelitian ini ialah untuk mengetahui
bagaimana pelaksanaan pendidikan akidah akhlak yang diterapkan oleh guru
MTS Nurussabah di Desa Sei Jingah Besar Tabunganen, Bagaimana perilaku
peserta didik MTS Nurussabah di Desa Sei Jingah Besar Tabunganen, Dan
Apakah terdapat korelasi hasil belajar akidah akhlak dengan perilaku peserta
didik MTS Nurussabah di Desa Sei Jingah Besar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan
akidah akhlak, perilaku peserta didik ada atau tidaknya pengaruh pendidikan
akidah akhlak terhadap perilaku peserta didik.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode
korelasi. Responden penelitian ini berjumlah 64 siswa ditambah informan dari
1 guru akidah akhlak serta 1 staff TU. Pengumpulan data melalui observasi,
angket/kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan
melalui analisis pendahuluan berupa penskoran dan interpretasi kategori skor
angket serta uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi koefisisen
kontingensi. Teknik keabsahan data dilakukan melalui uji validitas dan
realibilitas angket.
Hasil penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran akidah
akhlak menempati kategori baik. Perilaku peserta didik yang meliputi aspek
keyakinan, praktik, penghayatan, pengetahuan dan pengamalan (akhlak)
diimplementasikan dengan baik dan penuh kesadaran oleh sebagian siswa.
Mengenai korelasi, diketahui bahwa harga Phi = 0,917 lebih besar dari r tabel,
baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%, maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Dengan demikian berarti ada korelasi hasil belajar akidah akhlak dengan
perilaku siswa MTS Nurussabah di Desa Sei Jingah Besar Tabungane
Pengaruh Harga, Promosi Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Provider Telkomsel by. U (Studi Kasus Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin)
Keputusan pembelian seorang konsumen/pengguna operator di Indonesia
biasanya dipengaruhi oleh harga paket internet yang murah, promosi yang menarik
sesuai kebutuhan konsumen, kualitas sinyal yang kuat serta jangkauan luas. Produk
telkomsel by. U sukses meraih angka 4,6 juta pengguna yang telah mengunduh
aplikasi “by. U” pada akhir tahun 2020, dimana sebesar 70% pengguna didominasi
oleh Gen Z/kaum milenial. Hal ini sejalan dengan pangsa pasar yang ditargetkan
oleh telkomsel Indonesia yaitu untuk kaum milenial/Gen Z termasuk mahasiswa
yang sangat membutuhkan paket internet murah dengan produk yang berkualitas
dan terjamin mutunya seperti memiliki kualitas sinyal kuat dan luas di Indonesia
termasuk di Kota Banjarmasin.
Jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden
100 orang menggunakan rumus Lemshow. Model analisis regresi linear berganda
menggunakan alat bantu statistik SPSS 22.
Hasil penelitian: 1) Variabel harga berpengaruh secara parsial terhadap
keputusan pembelian. Sedangkan variabel promosi dan kualitas produk tidak
berperngaruh terhadap keputusan pembelian secara parsial nilai uji t ialah variabel
harga (0,000 < 0,05 ), variabel promosi (0,556 < 0,05) dan variabel kualitas produk
(0,063 < 0,05). 2) Semua variabel berpengaruh secara simultan terhadap keputusan
pembelian. Nilai uji f menunjukkan lebih kecil dari pada nilai alfa (0,005 < 0,05),
artinya semua variabel berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelia
Persepsi Mitra Gojek Pada PT Asuransi Allianz Kota Banjarmasin
Pertumbuhan ekonomi digital telah mendorong munculnya berbagai
layanan berbasis aplikasi, termasuk jasa transportasi online seperti Gojek. Sebagai
partner strategis, Gojek berkolaborasi dengan PT Asuransi Allianz untuk
menawarkan perlindungan asuransi kepada pengemudinya. Penelitian ini bertujuan
untuk memahami pandangan Mitra Gojek di Kota Banjarmasin mengenai layanan
asuransi dari Allianz serta elemen-elemen yang memengaruhi pandangan tersebut.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research)
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (descriptive research). Informan
Mitra Gojek yang berjumlah 7 (Tujuh) orang yang aktif kesehariannya dalam
menjalankan orderan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi Mitra Gojek terhadap PT
Asuransi Allianz di Banjarmasin menunjukkan pandangan positif, di mana
perusahaan diasosiasikan sebagai entitas asuransi yang berskala besar, profesional,
dan memiliki reputasi yang baik, khususnya dalam penyediaan layanan
perlindungan terhadap risiko kecelakaan dan kematian. Tingkat kepercayaan
masyarakat, termasuk mitra Gojek, terhadap kredibilitas Allianz terbilang tinggi.
Faktor yang mempengaruhi persepsi Mitra Gojek terhadap PT Asuransi Allianz
sangat dipengaruhi oleh pemahaman individu, kepercayaan, produk asuransi yang
sesuai dan kemudahan akses, pengalaman pribadi, serta opini sosial dalam
komunita
ترتيب تعليم مهارات اللغة العربية في مدرسة الإخوان المتوسطة الإسلامية ببنجرماسين = Urutan Pengajaran Keterampilan Berbahasa Arab di Mts Al-Ikhwan Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja keterampilan berbahasa
Arab yang diajarkan dan untuk mengetahui bagaimana urutan pengajaran
keterampilan berbahasa Arab di kelas VIII MTSS Al-Ikhwan Banjarmasin. Latar
belakang penelitian ini adalah pentingnya urutan yang tepat dalam pengajaran
keterampilan bahasa Arab, yaitu istima’ (menyimak), kalam (berbicara), qira’ah
(membaca), dan kitabah (menulis), guna meningkatkan pemerolehan bahasa
secara efektif dan berkelanjutan. Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an memiliki
nilai strategis dalam pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, sehingga proses
pengajarannya harus dirancang secara sistematis dan sesuai dengan perkembangan
alamiah pemerolehan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi partisipatif pasif, wawancara terstruktur dengan guru bahasa Arab kelas
VIII, serta dokumentasi terhadap RPP, silabus, dan nilai siswa. Teknik analisis
data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji
keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan
peningkatan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengajarkan
keempat keterampilan berbahasa Arab secara berurutan dimulai dari istima’,
kalam, qira’ah, hingga kitabah. Urutan ini mencerminkan prinsip pemerolehan
bahasa alami dan konsisten dengan teori Tarigan dan Brown yang menekankan
keterpaduan keterampilan bahasa. Guru juga menerapkan pendekatan
keterampilan terpadu (integrated-skill approach), di mana keempat keterampilan
saling berkaitan dan diterapkan secara simultan dalam satu kegiatan pembelajaran.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi bahasa siswa
secara menyeluruh dan aplikatif