IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Materi Bimbingan Islam dalam Buku Seni Merayu Tuhan Karya Husein Ja’far Al-Hadar
Penelitian ini dilatarbelakangi dari buku Seni Merayu Tuhan karya Husein
Ja’far Al-Hadar. Buku ini merupakan suatu media dakwah yang dilakukan oleh
Habib Husein Ja’far Al-Hadar kepada anak-anak muda yang tersesat. Dalam buku
ini memuat ajakan dan ajaran yang melibatkan realita kehidupan sehingga mampu
untuk memengaruhi pembaca. Selain itu dalam buku ini juga terdapat banyak
kalimat atau uraian yang mengandung materi bimbingan Islam yang dapat dijadikan
sebagai pelajaran ataupun ilmu pengetahuan bagi peneliti maupun bagi penyuluh
agama, konselor, konseling dan pembaca lainnya.
Penelitian ini berfokus materi bimbingan Islam dalam buku Seni Merayu
Tuhan karya Husein Ja’far Al-Hadar yang meliputi materi bimbingan akidah,
syariah dan akhlak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui materi bimbingan Islam
dalam buku Seni Merayu Tuhan karya Husein Ja’far Al-Hadar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pustaka. Pendekatan yang
dilakukan yaitu Pendekatan Deskriptif. Subjek penelitian adalah buku Seni Merayu
Tuhan dengan objek penelitian yaitu materi bimbingan Islam yang meliputi akidah,
syariah dan akhlak. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan di analisis
dengan teknik deskriptif.
Berdasarkan analisis penulis, hasil penelitian ini menunjukan bahwa materi
bimbingan Islam dalam buku Seni Merayu Tuhan karya Husein Ja’far Al-Hadar
mengandung bidang akidah, syariah dan akhlak. Materi bimbingan akidah yang
terdapat dalam buku tersebut meliputi keimanan kepada Allah Swt, keimanan
kepada rasul dan keimanan kepada takdir Allah Swt terutama dalam hal rezeki.
Kemudian materi bimbingan Syariah yang tergambar dalam buku ini meliputi
ajakan dan bimbingan dalam melaksanakan shalat itu tidak sebatas hal wajib namun
harus dilaksanakan dengan ikhlas dan khusyuk serta ibadah itu tidak hanya sebatas
kepada Allah Swt saja namun memberikan kebahagiaan kepada manusia lainnya
juga merupakan ibadah. Terakhir materi bimbingan akhlak yang tergambar dalam
buku ini digambarkan dengan menjaga akhlak kepada Allah Swt pada saat
beribadah terutama pada saat berdoa. Selain itu juga digambarkan dengan menjaga
akhlak kepada sesama manusia. Seperti hal nya untuk tidak memiliki rasa sombong,
iri dan dengki serta anjuran untuk selalu bersikap rendah hati kepada sesama
manusi
Studi Komparatif Hasil Belajar Mata Pelajaran Fiqih Antara Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah dan Siswa Lulusan Sekolah Dasar di MTsN 2 HSU
Penelitian ini bertolak dari hasil belajar yang diperoleh oleh siswa pada
jenjang MTs sangat bervariasi, salah satu penyebabnya adalah perbedaan latar
belakang pendidikan sebelumnya yaitu antara siswa lulusan MI dan siswa lulusan
SD. Perbedaan capaian hasil belajar tersebut disinyalir karena adanya perbedaan
alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama di MI yang lebih banyak
dibandingkan SD, yaitu 8 jam per minggu di MI dan sekitar 4 jam di SD.
Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran apakah terdapat
perbedaan antara hasil belajar yang dicapai oleh siswa dari kedua lulusan yang
berbeda tersebut sehingga menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran
yang lebih tepat dan merata.
Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan pendekatan
kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII, guru Fiqih,
Kepala Sekolah, Wakamad Kurikulum dan Tata Usaha. Data yang diteliti yaitu
hasil belajar mata pelajaran Fiqih antara siswa lulusan MI dan siswa lulusan SD di
MTsN 2 HSU. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji
homogenitas dan uji hipotesis serta simpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa latar belakang
pendidikan sebelumnya tidak secara langsung menentukan atau mempengaruhi
capaian akademik siswa dalam mata pelajaran Fiqih pada tingkat MTs. Rata-rata
hasil belajar Fiqih siswa lulusan MI sebanyak 84,03, sedangkan rata-rata hasil
belajar siswa lulusan SD sebanyak 83,2. Jadi penelitian ini menemukan bahwa tidak
terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Fiqih siswa lulusan MI dan
siswa lulusan SD di MTsN 2 HSU dan ada faktor lain yang mempengaruhiny
Exploring The Integration of Local Wisdom Into Language Learning: Papadahan and Balangan Folklore
This study investigates the integration of local knowledge, specifically
Papadahan and Balangan folklore, into English language instruction at SMAN 2
Paringin. It highlights the importance of cultural norms and values in developing
language learning strategies, emphasizing that local wisdom can enhance
students' appreciation of their heritage and character development.
Using a case study design, qualitative data were collected through
classroom observations and teacher interviews. The findings reveal that students
employ strategies such as lively vocabulary, figurative language, and sensory
techniques when local wisdom is incorporated into their English lessons. This
integration not only improves their English comprehension but also deepens
their understanding of local culture and the morals embedded in the folklore.
The study demonstrates that learning through folklore fosters students'
engagement and cross-cultural understanding. However, it also identifies
challenges faced by teachers, indicating the need for careful planning in
implementing local wisdom-based learning. Overall, the research concludes that
integrating local knowledge into English instruction enhances language skills
and cultural awareness among students
Upacara Bamandi-Mandi Hamil Tujuh Bulan Keturunan Putri Junjung Buih di Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
Upacara bamandi -mandi hamil tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih
di Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan dilaksanakan pada kehamilan anak
yang terkena hitungan ganjil seperti anak pertama, ketiga, kelima, ketujuh, dan
seterusnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai
pelaksanaan, kepercayaan, motivasi, dan tujuan upacara bamandi-mandi hamil
tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih di Desa Banjarbaru Kecamatan Daha
Selatan.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
jenis penelitian
lapangan dan menggunakan pendekatan Antropologi dan
pendekatan Fenomenologi. Subjek penelitian ini dipilih menggunakan teknik
purposive sampling yaitu masyarakat Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
yang pernah dan masih melaksanakan upacara bamandi-mandi hamil keturunan
Putri Junjung Buih. Penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis interaktif
Miles dan Huberman yang meliputi koleksi data, reduksi data, display data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian adalah bahwa pelaksanaan bamandi-mandi hamil tujuh
bulan keturunan Putri Junjung Buih ini dilaksanakan pada minggu terakhir di
tujuh bulan usia kehamilan yaitu minggu ke 27- 28 dan waktu pelaksanaannya
pada setelah zuhur sampai malam yang biasanya mereka menyebutnya waktu
matahari turun atau luncur matahari sampai malam. Alat dan bahan yang
digunakan seperti menyiapkan 5 buah wadah, gayung, benang lawai, lilin,
gunting, cermin, tapih, kain putih, kain kuning, mayang, bunga mawar, melati,
kenanga, tumbuhan kambat, tumbuhan hanjuang, ranting pohon asam, 4 batang
manisan, kue cincin, cucur, lamang, roti manis, apam merah dan putih, wadai
parut hayam, cingkaruk, buah pisang mahuli, kopi pahit dan kopi manis, air
putih, piduduk, lakatan kuning, pisang mahuli dan telur ayam kampung, kangkung
dan kunyit, kapur sirih, tunas kelapa dan kelapa tua, pensil alis, bedak, celak mata,
minyak rambut dan lipstik, sisir, air sembahyang hajat, air yasin, air bunga, air
biasa, dan banyu di ulakan.
Kepercayaan masyarakat Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
terhadap bamandi-mandi hamil tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih ini
karena pelaksanaannya sudah turun-temurun dari nenek buyut (pedatuan) sampai
sekarang yang dipercayai sebagai bentuk pengharapan keselamatan untuk ibu hamil dan calon bayi agar terhindar dari gangguan gaib dan teguran dari leluhur
(pedatuan). Motivasi masyarakat Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
terhadap upacara bamandi-mandi hamil tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih
ini karena memang sudah keturunannya lalu dilaksanakan sudah turun-temurun
dari nenek buyut (pedatuan) yang terdahulu sampai keturunan yang sekarang,
mereka percaya benda-benda, air-air, serta makanan yang digunakan memiliki
kekuatan magis dan adanya rasa takut dan khawatir akan terjadi hal yang tidak
mengenakkan jika tidak melaksanakannya. Tujuan bamandi-mandi hamil tujuh
bulan keturunan Putri Junjung Buih sebagai bentuk pengharapan keselamatan dan
terhindar dari marabahaya, gangguan gaib yang tidak diinginkan, dan teguran dari
leluhur (pedatuan)
Peran Kepala KUA dalam Pembimbingan Permasalahan Keluarga di kabupaten Barito Kuala
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya permasalahan
keluarga yang terjadi di masyarakat, yang menuntut peran aktif lembaga
keagamaan, khususnya Kantor Urusan Agama (KUA), dalam
pembimbingan permasalahan tersebut. Di Kabupaten Barito Kuala, kepala
KUA sering kali diminta untuk membantu proses pembimbingan
permasalahan keluarga, meskipun belum sangat jarang dilakukan pelatihan
pembimbingan permasalahan keluarga seperti pelatihan mediasi. Hal ini
menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan tantangan yang mereka
hadapi dalam menjalankan peran tersebut.
Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris, pendekatan
penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti
melalui wawancara kepada kepala KUA di wilayah Kabupaten Barito Kuala
yang meliputi KUA Alalak, Tamban, Anjir Pasar, Anjir Muara, dan
Marabahan. Data yang diperoleh kemudian diproses melalui tahapan
editing, deskripsi, dan penyusunan matriks. Analisis data dilakukan
menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala KUA memiliki peran
penting sebagai fasilitator pembimbingan dalam permasalahan keluarga.
Mereka berupaya mendamaikan keluarga yang bermasalah melalui
bimbingan keagamaan dan pendekatan kekeluargaan. Kepala KUA
melakukan bimbingan dengan cara informal dan menggunakan cara
masing-masing. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah kendala,
antara lain jarangnya diadakan pelatihan pembimbingan permasalahan
keluarga bagi kepala Kantor Urusan Agama, ketiadaan pedoman hukum
yang rinci, serta tantangan dalam menjaga netralitas dan kehadiran para
pihak yang bersengketa
استراتيجيات تعليم مهارة الكلام في مدرستين من المدارس الثانوية الإسلامية في تـانـه بـومـبـو بـكـلـيـمـانـتـان الـجـنـوبـيـة = Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara Pada Dua Sekolah Dari Beberapa Sekolah Di Madrasah Aliyah Tanah Bumbu Kalimantan Selatan
Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa karena
mencerminkan kemampuan untuk berkomunikasi lisan secara efektif. Studi
pendahluan menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan ini di beberapa
madrasah masih terbatas pada membaca teks dialog tanpa pelatihan berbicara
mandiri, sehingga perkembangan keterampilan ini kurang optimal. Hal ini
disebabkan perbedaan penerapan kurikulum antara madrasah negeri dan swasta,
serta kesulitan memilih strategi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk
mengungkap strategi pembelajaran maharah kalam yang digunakan guru pada dua
Madrasah Aliyah di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, serta
menganalisis tantangan dan solusi yang diterapkan. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi realis. Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi seperti rencana pelaksanaan pembelajaran.
Sumber data penelitian ini adalah guru, siswa, dan staf tata usaha. Teknik analisis
data yang digunakan oleh peneliti adalah display data, reduksi data dan verifikasi
data. Adapun teknik pengecekan keabsahan data adalah triangulasi metode dan
sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah 1 menggunakan
strategi terjemah, retelling berbasis hafalan, penambahan kosakata, dan role play.
Sedangkan madrasah 2 menekankan strategi drilling kosakata, terjemah,
pembacaan bergiliran, dan role play. Tantangan utama di Madrasah 1 mencakup
rendahnya motivasi dan kepercayaan diri siswa saat berbicara, rendahnya
penguasaan kosa kata serta ketiadaan sistem evaluasi yang terstruktur. Solusi yang
diterapkan guru untuk mengatasi hal ini adalah memperkuat penguasaan kosakata
dengan memberikan latihan hafalan, memberikan kesempatan untuk latihan
berbicara dengan teman di depan kelas dan menyusun alat evaluasi sederhana.
Sementara itu, tantangan utama madrasah 2 yaitu keterbatasan waktu pembelajaran,
perbedaan kemampuan antar siswa, dan kurangnya evaluasi rutin. Sebagai
kelas,
solusinya, guru menyederhanakan aktivitas pembelajaran, memanfaatkan waktu
luar
menyusun
sederhan
Batas Minimal Jumlah Jemaah Dalam Pelaksanaan Salat Jumat (Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i)
Problematika Wali Nikah di Kantor Urusan Agama Sungai Tabuk
Perkawinan dalam agama islam merupakan sebuah ikatan suci yang
menggambarkan cinta serta kasih sayang, dengan tujuan menciptakan hubungan
fisik dan emosional antara suami dan istri dalam sebuah keluarga yang sejahtera.
Salah satu unsur penting perkawinan adalah keberadaan wali nikah bagi mempelai
perempuan yang menjadi syarat sahnya perkawinan menurut hukum islam dan
perundang-undangan yang berlaku. Namun dalam praktinya, masih ditemukan
berbagai permasalahan terkait keberadaan dan keabsahan wali nikah. Salah satu
contohnya terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Tabuk, dimana sering
timbul kendala wali dalam proses perkawinan, sehingga menghambat perkawinan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk problematika
wali nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Tabuk, menganalisis tindakan
(KUA) dalam menyelesaikan permasalahan wali nikah, serta menganalisis dampak
dari penyelesaian masalah wali nikah terhadap keberlangsungan perkawinan yang
sah secara hukum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode
kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pihak terkait di
KUA Sungai Tabuk dan analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran
menyeluruh tentang problematika wali nikah di lapangan
Hasil temuan dan analisis penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
berbagai permaslahan wali nikah, seperti wali yang mempunyai hambatan untuk
mewalikan karena konflik keluarga, wali yang sedang berada dalam tahanan, dan
wali yang belum cukup umur. KUA Sungai Tabuk melakukan berbagai langkah
dalam menyelesaikan permasalahan wali nikah, seperti mediasi, verifikasi
dokumen wali, dan penunjukan wali hakim sesuai hukum yang berlaku. Peran KUA
sangat kompleks dalam menyelesaikan konflik wali dan memastikan keabsahan
perkawinan. Penyelesaian yang tepat atas permasalahan wali nikah berkontribusi
besar terhadap tertibnya administrasi perkawinan dan perlidungan hukum bagi
pasangan suami istr
Students Ability in Designing the Objective of Learning Based on Independent Curriculum: A Reflection of Teaching Practice 1 Course
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam merancang tujuan
pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, khususnya dalam konteks mata kuliah
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 1. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap enam lesson plan
mahasiswa serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mahasiswa menghadapi berbagai kendala dalam menyusun tujuan pembelajaran
yang sesuai dengan prinsip Taksonomi Bloom dan kriteria SMART. Tantangan
tersebut meliputi kesulitan dalam memilih kata kerja operasional yang tepat,
mengklasifikasikan tujuan berdasarkan domain kognitif, afektif, dan psikomotor,
serta menyesuaikan tujuan dengan konteks pembelajaran yang relevan. Selain itu,
keterbatasan pengalaman praktik mengajar menyebabkan mahasiswa belum
mampu menerapkan teori secara maksimal dalam penyusunan tujuan. Temuan ini
mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi pedagogik dan pelatihan praktis
agar mahasiswa lebih siap menghadapi tuntutan perencanaan pembelajaran dalam
Kurikulum Merdek
Perlindungan Hukum Bagi Pelaku Usaha Terhadap Pengembalian Barang dengan Metode Pembayaran Cash On Delivery Pada Aplikasi Shopee di Kota Banjarmasin
Perkembangan e-commerce di Indonesia khususnya melalui aplikasi
Shopee, telah mengubah pola transaksi jual beli, Metode pembayaran cash on
delivery (COD) menjadi pilihan konsumen karena memberikan rasa aman. Namun,
penerapan sistem ini juga menimbulkan tantangan bagi pelaku usaha, seperti
tingginya pengembalian barang dan penyalahgunaan mekanisme retur yang
berdampak pada kerugian finansial dan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran pengembalian barang dengan metode pembayaran cash on
delivery (COD) pada aplikasi Shopee, hubungan hukum antar pihak dan bagaimana
perlindungan hukum bagi pelaku usaha terhadap pengembalian barang dengan
metode pembayaran cash on delivery pada aplikasi Shopee di Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologis. Lokasi penelitian ini adalah Kota Banjarmasin. Adapun
Teknik pengumpulan data yaitu, wawancara dan dokumentasi. Informan terdiri dari
tiga orang pelaku usaha, tiga orang konsumen, dan dua orang kurir.
Hasil penelitian ini adalah, pelaku usaha masih menghadapi
ketidakseimbangan dalam perlindungan hukum, dengan sistem pengembalian
COD. Meskipun terdapat dasar hukum yang menjamin hak dan kewajiban para
pihak, mekanisme pengembalian barang dengan metode pembayaran cash on
delivery pada aplikasi Shopee cenderung lebih berpihak pada konsumen.
Kelemahan dalam sistem verifikasi pengembalian barang dan ketidakjelasan
prosedur menyebabkan pelaku usaha seringkali menanggung kerugiaan biaya
operasional, dan penurunan nilai barang akibat kerusakan