IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Implementasi Program Adiwiyata Dalam Membangun Karakter Siswa Terhadap Lingkungan MIN 2 Hulu Sungai Utara
Program Adiwiyata merupakan program yang berwawasan lingkungan
yang diperuntukan kepada peserta didik agar turut berpartisipasi dan memiliki
wawasan terhadap lingkungan. Melihat persoalan yang ada di lingkungan sekarang
ini, maka pemerintah berkomitmen dalam menjaga lingkungan dari kerusakan
melalui Pendidikan. Sekolah yang berwawasan lingkungan (adiwiyata) bukan
hanya sekedar lingkungan yang hijau dan rindang, tetapi sekolah yang memiliki
program aktivitas yang mengarah terhadap kesadaran dan kebijaksanaan
terhadap lingkungan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi
program Adiwiyata dalam membangun karakter siswa terhadap lingkungan di MIN
2 Hulu Sungai Utara, dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat
dalam pembentukan karakter siswa, serta karakter yang mendukung siswa dalam
penyelenggaraan adiwiyata.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field
Research) yang berusaha secara maksimal mengungkapkan fakta, lapangan secara
kualitatif melalui metode ilmiah dengan teknik pengumpulan data. Sumber data
yang diperoleh dengan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan
triangulasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Madrasah, bagian kurikulum,
bagian humas, staff/karyawan, guru, dan siswa.
Berdasarkan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk
melestarikan lingkungan hidup agar selalu bersih, sehat, dan nyaman maka
diperlukannya pengelolaan lingkungan. Keberhasilan implementasi kebijakan
dapat dilihat dari kesesuaian antara pelaksanaan dan penerapan kebijakan dengan
desain, tujuan dan sasaran kebijakan itu sendiri, serta memberikan dampak atau
hasil yang positif bagi pemecahan masalah yang dihadapi. Komitmen atau
tanggung jawab seluruh warga sekolah akan menjadi tolak ukur dalam melakukan
kegiatan program ini, sehingga apa yang harus dilakukan oleh warga sekolah dalam
berpartisipasi di dalam program Adiwiyata akan menjadi lebih terarah untuk
menuju tujuan tersebut. Membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik
merupakan bagian dari pendidikan lingkungan hidu
Analisis Pertimbangan Penetapan Dispensasi Kawin No. 82/Pdt.P/2023/PA.Brb di Pengadilan Agama Barabai
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum yang
digunakan oleh hakim Pengadilan Agama Barabai dalam mengabulkan
permohonan dispensasi kawin sebagaimana tercantum dalam Penetapan Nomor
82/Pdt.P/2023/PA.Brb, yang secara nyata bertentangan dengan rekomendasi resmi
dari Dinas Sosial. Permohonan dispensasi ini diajukan oleh orang tua calon
pengantin yang masih berusia di bawah batas usia minimal perkawinan,
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Dalam kasus
ini, Dinas Sosial menyatakan bahwa kedua calon pengantin dinilai belum
memiliki kesiapan mental dan emosional untuk membina rumah tangga, serta
tidak merekomendasikan agar pernikahan dilangsungkan. Namun, majelis hakim
tetap memutuskan untuk mengabulkan permohonan tersebut dengan pertimbangan
adanya hubungan yang telah terjalin selama beberapa bulan dan kekhawatiran
akan terjadinya pelanggaran norma sosial maupun agama apabila pernikahan tidak
segera dilakukan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber data utama
berupa dokumen hukum, putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan,
serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa
dalam praktiknya, hakim memiliki diskresi yang luas dalam menafsirkan makna
“alasan sangat mendesak” sebagaimana disebutkan dalam Pasal 7 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Hal ini menimbulkan ruang tafsir yang
cukup fleksibel bagi hakim, yang dalam kasus ini justru menimbulkan kontradiksi
antara pertimbangan yuridis dan rekomendasi profesional dari lembaga yang
kompeten di bidang perlindungan anak.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan yang bertentangan dengan
rekomendasi Dinas Sosial berpotensi mengabaikan prinsip perlindungan terbaik
bagi anak sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Mahkamah Agung
(PERMA) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan
Dispensasi Kawin. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi antara
pendekatan hukum yang diterapkan oleh hakim dan hasil kajian psikologis serta
sosial dari lembaga terkait, agar keputusan yang diambil tidak hanya sah secara
hukum, tetapi juga adil dan berpihak pada kepentingan jangka panjang anak.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik maupun praktis
dalam pengembangan hukum keluarga Islam dan perlindungan anak di Indonesia
Penerapan Konseling Kelompok dengan Pendekatan Adlerian untuk Meningkatkan Keterampilan Interpersonal Siswa di Kelas XI MAN 3 Banjarmasin
Keterampilan interpersonal merupakan suatu kemampuan untuk
berinteraksi dengan orang lain. Keterampilan ini meliputi keterbukaan, empati,
sikap mendukung, rasa positif dan kesetaraan. Siswa yang memiliki keterampilan
interpersonal dapat menyesuaikan diri di lingkungan sosialnya, seperti menjadi
pemimpin kelompok, mendukung keberhasilan prestasi secara akademik dan non
akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan
interpersonal siswa saat sebelum dan sesudah diberikan layanan serta efektivitas
konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian untuk meningkatkan
keterampilan interpersonal siswa di kelas XI MAN 3 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen
dengan design one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 5 orang
dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan dari persentase tingkat keterampilan
interpersonal sebelum penerapan konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian
yaitu 53.4% dengan kategori rendah. Kemudian mengalami peningkatan setelah
penerapan layanan konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian yaitu 80.4%
dengan kategori tinggi. Uji-T menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) yaitu 0.006 <
0.05 artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil pengujian N-Gain memperoleh rata
rata sebesar 0.5627 pada kategori sedang. Jika disajikan dalam bentuk persentase
sebesar 56.27% dengan kategori cukup efektif. Berdasarkan hal di atas maka
penerapan konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian dapat meningkatkan
keterampilan interpersonal siswa di kelas XI MAN 3 Banjarmasin
Kesiapan Mahasiswa Angkatan 2022 Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Antasari Banjarmasin dalam Menghadapi PPL Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II yang Berbasis Kurikulum Merdeka
Pendidikan merupakan cara meningkatkan kualitas diri. Kurikulum merdeka
menjadi jawaban pemerintah Indonesia pasca pandemi, kemudian dengan
diterapkannya kurikulum merdeka dalam PPL II mahasiswa PAI UIN Antasari
Banjarmasin. Maka terdapat mahasiswa yang masih ragu memahami secara optimal
kurikulum baru ini saat PPL akan dilaksanakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan fisik serta kesiapan
nonfisik yang dilakukan mahasiswa dalam menghadapi PPL II kurikulum merdeka.
Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa didukung dosen supervisor PPL I dan Tim
biro PPL Tarbiyah dan Keguruan. Sedangkan objek yang diteliti adalah kesiapan
yang dilakukan dalam menghadapi praktik pengalaman lapangan II pada kurikulum
merdeka.
Kemudian data wawancara dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif
deskriptif untuk memahami kesiapan PPL II kurikulum merdeka.
Temuan dari penelitian ini ialah kesiapan fisik mahasiswa dalam menghadapi
PPL II kurikulum merdeka telah memiliki kesiapan yang baik sekalipun perlu
pengalaman yang lebih agar dapat mengambil sikap dalam pengelolaan kelas.
Sedangkan untuk kesiapan nonfisik mahasiswa dalam menghadapi PPL II
kurikulum merdeka diperoleh kesiapan dan ketidaksiapan yang dikarenakan perlu
pelatihan yang lebih dan terdapat mahasiswa yang belum menggunakan pedoman
kemendikbud tentang perangkat ajar kurikulum merdeka. Kemudian untuk peran
lingkungan pada persiapan mahasiswa terdiri dari: Teman sejawat dan dosen
sekalipun penting bagi mahasiswa belajar dan searching secara mandir
Pembelaan Arrazy Hasyim terhadap Islam tradisional di media YouTube: Analisis Tasawuf
Pemahaman mengenai amalan-amalan Islam tradisional seperti tawassul,
tahlilan, ziarah kubur, dan maulid Nabi masih diperdebatkan hingga sekarang. Di
Indonesia kelompok Islam yang antusias membid’ahkan dan menyerang Islam
tradisional ialah Salafî, terutama di dalam dakwahnya di YouTube. Oleh karena itu,
sangat penting mengkaji pandangan ulama tentang pembelaan Islam tradisional, hal
ini bertujuan untuk menolak gagasan-gagasan yang keliru atau ajaran sesat yang
menyimpang dari akidah yang benar. Penulis memilih Arrazy Hasyim sebagai
subjek penelitian, karena Arrazy Hasyim satu model tersendiri yang terang
terangan melakukan pembelaan dengan serangan balik, dengan menggunakan
argumentasi yang dasyat di media sosial.
Penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan teologis.
Adapun jenis penelitian ini yaitu keperpustakaan (library research). Metode yang
digunakan adalah deskriftif-Klasifikatif. Objek material penelitian ini adalah
pembelaan Arrazy Hasyim terhadap Islam tradisional yang terdapat di YouTube.
Adapun objek formal dalam penelitian ini adalah analisis tasawuf terhadap
pembelaan Arrazy Hasyim. Analisis tasawuf dalam penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah pembelaan Arrazy Hasyim sesuai dengan Ahl al-Sunnah wa al
Jamâ’ah.
Hasil penelitian ini berupa dua hal. Pertama, pada penelitian ini pembelaan
Arrazy Hasyim terhadap Islam tradisional yang berfokus pada tawassul, tahlilan,
ziarah kubur, dan maulid Nabi. Arrazy mengatakan bahwa hal tersebut
diperbolehkan tidak termasuk syirik, bid’ah, sesat, maupun kafir. Kedua, dalam
analisis tasawuf pembelaan Arrazy terhadap Islam tradisional, keseluruhan dasar
pijakannya adalah Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’a
Pengembangan Booklet Crustacea Pada Kawasan Mangrove Rambai Di Pulau Curiak Kabupaten Barito Kuala
Crustacea merupakan salah satu subfilum dari Arthropoda yang sebagian
besar anggotanya hidup di wilayah perairan, termasuk ekosistem mangrove yang
berkembang pada wilayah perairan pasang surut, seperti yang terdapat di kawasan
ekosistem mangrove rambai, Pulau Curiak. Kajian Crustacea yang berhasil
diidentifikasi dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan media booklet.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis Crustacea yang terdapat pada
kawasan ekosistem mangrove rambai Pulau Curiak dan mendeskripsikan validitas
booklet Crustacea pada kawasan ekosistem mangrove rambai Pulau Curiak.
Jenis penelitian ini adalah Educational Design Research dengan
menggunakan model Plomp dan Nieveen (2013) melalui tiga fase, yaitu fase
pendahuluan, fase pengembangan, dan fase penilaian. Namun, penilitian ini
dibatasi sampai fase pengembangan karena sesuai dengan tujuan penelitian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan
kualitatif berupa data hasil kajian Crustacea, sedangkan pendekatan kuantitatif
berupa data hasil uji validitas booklet. Teknik pengambilan sampel dilakukan
dengan observasi melalui metode purposive sampling untuk menentukan titik
lokasi dengan menetapkan dua zona penelitian, yaitu zona I daerah bersubstrat
lumpur dan zona II daerah perairan, serta metode eskplorasi digunakan untuk
penemuan sampel.
Hasil penelitian Crustacea pada kawasan ekosistem mangrove rambai
Pulau Curiak terdapat empat jenis Crustacea dari kelas Malacostraca, ordo
Decapoda, dengan dua famili utama yakni Sesarmidae dan Palaemonidae. Pada
zona I ditemukan jenis kepiting capit merah (Perisesarma bidens), sedangkan
pada zona II ditemukan tiga jenis udang yakni udang galah (Macrobrachium
rosenbergii), udang selatanan (Macrobrachium lar), dan udang sapit
(Macrobrachium lanchesteri). Hasil validitas booklet memperoleh skor 81%
dengan kategori cukup valid, yang menunjukkan bahwa booklet dapat digunakan
dengan revisi keci
Sarana Transportasi Layak Anak: Studi Implementasi Perda Kota Banjarmasin Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Pengembangan Kota Layak Anak
Skripsi ini mengangkat penyediaan sarana transportasi layak bagi anak-anak
sebagai salah satu wujud perlindungan anak yang diatur dalam Perda Kota
Banjarmasin Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pengembangan Kota Layak Anak
(KLA). Fokus penelitian ini adalah menelaah ketersediaan dan kualitas transportasi
layak anak di Kota Banjarmasin sebagai bentuk nyata implementasi Perda tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 2
responden dan 35 informan, observasi lapangan selama satu bulan, serta
dokumentasi. Responden dan informan berasal dari Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Dinas Perhubungan Kota
Banjarmasin, pengemudi angkutan pelajar, guru, pengasuh panti asuhan, dan
pelajar pengguna layanan. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengevaluasi
implementasi Peraturan Daerah dalam aspek transportasi.
Penelitian ini menemukan dua hal utama. Pertama, hasil penelitian
menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyediakan tiga jenis
transportasi layak anak untuk sekolah sesuai Perda Nomor 15 Tahun 2015, yaitu
Bus Trans Banjarmasin (tarif pelajar), angkutan khusus bagi pelajar dan
penyandang disabilitas, serta bus sekolah gratis. Namun, layanan ini masih terbatas
dalam hal jangkauan wilayah, armada, dan hari operasional. Kedua, hasil penelitian
menunjukkan bahwa transportasi sudah memenuhi sebagian standar pelayanan
minimal seperti keamanan dan keterjangkauan, tetapi masih kurang dalam
kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Peningkatan sarana diperlukan agar transportasi benar-benar aman, nyaman, dan
inklusif sesuai prinsip Kota Layak Ana
Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tarakan
Kekerasan seksual yaitu suatu tindakan pelanggaran pada hak asasi
manusia (HAM) sekaligus menjadi wujud diskriminasi yang memberikan
penderitaan dari segi mental, fisik, atau dapat menyebabkan kerugian dari segi
ekonomi dan sosial. Di antara lima kabupaten atau kota yang ada di provinsi
kalimantan utara, kota tarakan yang paling banyak terjadinya kasus kekerasan
seksual pada perempuan dan anak. Kasus kekerasan seksual yang sering terjadi di
kota tarakan yaitu antara lain, pencabulan anak dibawah umur, pelecehan seksual
(sodomi) yang dilakukan oleh sesama jenis, tindakan asusila, pelecehan seksual,
dan eksploitasi seksual. walaupun sudah adanya peraturan khusus mengenai
kekerasan seksual tetapi masih ada yang melaporkan kasusnya ke pihak yang
berwenang, dan di yakini di luar dari data yang tercatat kemungkinan masih
banyak yang menjadi korban kekerasan seksual tetapi tidak melaporkannya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah hukum empiris dan sifat penelitian
ini adalah kualitatif yaitu suatu proses penelitian yang diperoleh dalam bentuk
data deskriptif analistis.
Berdasarkan metode yang digunakan diperoleh hasil penelitian sebagai
berikut: pertama, Implementasi undang-undang nomor 12 tahun 2022 tentang
tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di kota tarakan
hingga saat ini masih adanya kasus kekerasan seksual yang terjadi, dan juga sudah
dilakukannya sosialisasi rutin oleh dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan
anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana kota tarakan dan polres
kota tarakan akan tetapi kurang menyeluruh, dan kurangnya kesadaran masyarakat
terhadap kasus kekerasan seksual dan hukum. Kedua, faktor-faktor yang
menyebabkan tindak pidana kekerasan seksual di kota tarakan yaitu faktor
keimanan, faktor trauma masa kecil, faktor ekonomi, faktor karena adanya konflik
rumah tangga, faktor karena sering menonton video porno, faktor karena
pergaulan bebas, faktor dari kurangnya kontrolan dari orang tua. Atau bisa juga
karena faktor pakaian atau gaya bahasa, faktor lingkungan yang tidak baik, atau
faktor pelaku yang mengalami kelainan psikologis misalnya pelaku ada
mengalami orientasi seksual yang salah
استخدام طريقة أمثلتي في تعليم مهارة الكلام بمعهد الفلاح للبنين بنجربارو = Penggunaan Metode Amtsilati Dalam Pembelajaran Kemampuan Berbicara Di Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru
Metode Amsilati yang ditulis oleh Syaikh Taufiq al-Hakim adalah metode
praktis untuk memahami Al-Qur’an dan kitab-kitab keagaamaan. Kemampuan
berbicara adalah kemampuan untuk mengungkapkan bunyi atau kata-kata guna
menyampaikan gagasan seperti pendapat, keinginan, dan perasaan kepada lawan
bicara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan
metode Amsilati dalam pengajaran keterampilan berbicara di Pondok Pesantren
Al-Falah putra Banjarbaru, serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan
penggunaan metode Amsilati dalam pengajaran keterampilan berbicara di Pondok
Pesantren Al-Falah putera Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian
lapangan, dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tiga
tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian
ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Amsilati dalam pengajaran
keterampilan berbicara di Pondok Pesantren Al-Falah putra Banjarbaru, antara lain:
siswa masih membaca bait-bait dari kitab Alfiyah, membaca kosakata dari contoh
dalam buku Amsilati, dan melatih penyusunan kalimat atau ungkapan yang baik
,benar dan sesuai dengan qaidah Bahasa Arab. kegiatan metode amtsilati dalam
pengajaran keterampilan berbicara di Pondok Pesantren Al-Falah putra Banjarbaru
mencakup tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang telah
berjalan dengan baik. adapun kelebihan metode Amsilati dalam pengajaran
keterampilan berbicara di Pondok Pesantren Al-Falah putra Banjarbaru adalah:
materi pelajaran disusun secara bertahap dari yang mudah ke yang sulit, siswa
mengenal kosakata karena memiliki kamus, membantu meningkatkan kepercayaan
diri siswa dalam berbicara, dan dapat mengurangi ketergantungan pada terjemahan.
Sedangkan kekurangannya antara lain: setiap siswa memiliki tingkat kecerdasan
yang berbeda-beda, keterbatasan waktu yang dialokasikan untuk pengajaran materi,
metode Amsilati tidak memuat contoh percakapan atau dialog, serta latihan
percakapan atau dialog masih sangat sediki
Analisis Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif tentang Pengelolaan Barang Temuan (Luqathah)
Barang temuan adalah benda yang ditemukan di tempat yang bukan
biasanya benda itu disimpan. Sebagai umat Islam dan warga negara, kita tidak boleh
mengambil barang milik orang lain tanpa izin. Namun, masih banyak masyarakat
yang menganggap barang temuan sebagai rezeki tanpa memperhatikan aturan
pengelolaannya. Karena itu, perlu penelitian lebih lanjut tentang pengelolaan
barang temuan dari perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif, mengingat
perbedaan konsep di antara keduanya. Pemahaman ini penting untuk menegaskan
hak atas barang yang ditemukan secara benar dan adil.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang
bersifat deskriptif dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini mengkaji studi
dokumen dengan cara menelusuri bahan-bahan kepustakaan berupa buku-buku
Hukum Islam, Hukum Perdata, dan Hukum Pidana serta beberapa regulasi
perundang-undangan khususnya yang berkaitan dengan permasalahan yang penulis
angkat yaitu tentang pengelolaan barang temuan (luqathah).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sistem hukum memiliki
kesamaan dalam hal pengakuan hak pemilik asli dan tanggung jawab penemu untuk
menjaga serta mengumumkan barang temuan. Namun, terdapat perbedaan dalam
hal landasan filosofis, detail prosedur, masa pengumuman, dan klasifikasi barang
temuan. Hukum Islam menekankan aspek moral dan amanah, sedangkan Hukum
Positif lebih menitikberatkan pada aspek legal formal dan kepastian hukum. Baik
hukum Islam maupun hukum positif menekankan pentingnya menjaga hak milik
dan mengembalikan barang temuan kepada pemiliknya secara adil dan bertanggung
jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami implementasi
hukum Islam dalam konteks modern serta harmonisasi dengan hukum positif dalam
pengelolaan barang temuan