IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Hubungan Lingkungan Belajar dan Penggunaan Gadget terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN Jelapat II 1

    Get PDF
    Motivasi untuk belajar sangat berperan dalam menentukan keberhasilan siswa dalam pendidikan. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi motivasi belajar, seperti lingkungan sekitar dan penggunaan gadget. Namun, kurangnya pengelolaan yang tepat terhadap kedua faktor ini dapat menyebabkan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara lingkungan belajar dan penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN Jelapat II-1, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket yang dirancang berdasarkan tiga variabel utama, yaitu lingkungan belajar, penggunaan gadget, dan motivasi belajar. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V SDN Jelapat II-1, dengan teknik analisis data menggunakan uji korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar dan penggunaan gadget memiliki hubungan positif dengan motivasi belajar siswa. Lingkungan belajar yang kondusif dan penggunaan gadget yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, sedangkan penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, upaya peningkatan motivasi belajar perlu difokuskan pada penyediaan lingkungan belajar yang kondusif dan pengelolaan penggunaan gadget yang tepat untuk memberikan manfaat positif bagi sisw

    Pengaruh Model Kooperatif Tipe Kartu Arisan Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa Kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin

    Get PDF
    Minat belajar siswa pada pembelajaran matematika masih rendah. Pembelajaran masih dianggap pembelajaran yang sulit dan membosankan oleh sebab itu banyak yang masih kurang menyukai pembelajaran matematika. Rendahnya minat belajar matematika dilihat dari perilaku siswa ketika pembelajaran, siswa lebih sering tidak fokus pada pembelajaran, kurang bersemangat dan kurang aktif dalam pembelajaran. oleh sebab itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan model kooperatif tipe kartu arisan dalam pelaksanaan pembelajaran matematika untuk siswa kelas V. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Kooperatif Tipe Kartu Arisan Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa Kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Dan pengujian hipotesis menggunakan analisis Paired Sampel T-Test dan Independen Sampel T-Test dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar matematika siswa kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin pada kelas eksperimen berada pada kategori “Sangat Tinggi” dengan persentase 96% dan angka rata-rata 54,71. Sedangkan minat belajar siswa pada kelas kontrol berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase 42% dan angka rata-ratanya 40,38. Berdasarkan hasil Uji-T didapatkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka H diterima dan H ditolak. Kesimpulan dari hasil data yang diperoleh adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model kooperatif tipe kartu arisan terhadap minat belajar matematika pada siswa kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasi

    Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Peserta Didik Kelas 1 di MIS TPI Keramat Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi oleh upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada peserta didik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah. Membaca memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam era komunikasi dan informasi sekarang ini. Akan tetapi, masih ada peserta didik yang mengalami kesulitan membaca. Penelitian ini yang bertujuan untuk bagaimana upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada peserta didik kelas 1 di MIS TPI Keramat Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa menggunakan pertolongan alat standar lain untuk keperluan. Sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan untuk menggali informasi dan data tentang seseorang, objek, saran, prasarana pendidikan dan dokumentasi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca peserta didik kelas 1 terdapat beberapa masalah yang dialami, seperti tidak mengenal huruf, kesulitan membedakan huruf dan bahkan tidak mampu memahami sebuah bacaan. Akan tetapi, dengan adanya upaya dari guru, kesulitan membaca pada peserta didik dapat diatasi dengan berbagai upaya dan metode yang diberikan oleh guru. Diantaranya memberikan tugas rumah (PR), Memberikan motivasi dan hukuman serta melaksanakan berbagai metode pembelajaran untuk peserta didik yang kesulitan membaca. Kesimpulan penelitian ini yaitu kesulitan membaca peserta didik kelas 1 sangat beragam. Mulai dari peserta didik tidak mengenal huruf sampai dengan tidak mampu memahami sebuah bacaan. Hal tersebut tentunya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Akan tetapi, guru terus mengupayakan yang terbaik untuk peserta didik yang mengalami kesulitan membaca. Berbagai upaya dan metode yang diberikan oleh guru untuk mengatasi kesulitan membaca pada peserta didi

    Resepsi Fungsional Terhadap Tradisi Ma`arak Kitab Suci Al-Qur`an dan Kitab Shahîh al-Bukhârî di Desa Wawai Kecamatan Batang Alai Selatan

    Get PDF
    Seiring berkembangnya zaman, masyarakat mengalami berbagai fenomena tradisi dalam memperlakukan dan menghidupkan Al-Qur‘an, Seperti fenomena yang terjadi pada tahun 2020, wabah yang melanda hampir seluruh penduduk dunia terkena dampaknya yaitu virus corona (Covid 19). Ketika itu, di berbagai kampung khususnya di Kecamatan Batang Alai Selatan tepatnya di Desa Wawai masyarakat melakukan tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî dengan tujuan menolak bala. Hal ini menandakan bahwa Al-Qur`an difungsikan dan dijadikan wasîlah utama kemudian kitab Shahîh al-Bukhârî untuk menolak bala`. Penulis tertarik untuk mengkaji fenomena tersebut baik dari segi pelaksanaan maupun pemahaman masyarakat sehingga memberikan daya tarik tersendiri untuk dikaji bagaimana masyarakat memfungsikan dan berinteraksi dengan Al-Qur`an. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana pelaksanaan tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî serta bagaimana pemahaman masyarakat terhadap tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî di Desa Wawai Kecamatan Batang Alai Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti turun langsung ke lapangan sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Data yang diteliti diuraikan secara mendalam, barulah data tersebut dapat dihasilkan secara akurat, sehingga memudahkan peneliti untuk memahami dan menyimpulkan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa ketika terjadi bala` dan wabah yang berkepanjangan, masyarakat desa Wawai melakukan tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî dengan tujuan menolak bala. Kemudian pemahaman masyarakat dari pelaksanaan tradisi ini adalah mereka memandang kemuliaan serta keistimewaan dari kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî sehingga masyarakat mempercayai berkat kemuliaan dan perantara kedua kitab tersebut Allah jauhkan dari segala bala bencan

    Penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Kasus Bullying di Kota Banjarmasin)

    Get PDF
    Bullying, sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap anak, masih sering terjadi di lingkungan pendidikan dan menimbulkan masalah serius yang berdampak pada kondisi fisik dan psikis korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dalam menangani kasus bullying di Kota Banjarmasin. Meskipun peraturan perundang-undangan telah ada untuk melindungi anak, namun masih terdapat berbagai tantangan dalam penerapannya, termasuk kurangnya kesadaran masyarakat, terbatasnya akses terhadap laporan, dan kurangnya pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris berperspektif sosiologi hukum, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, dokumentasi, observasi dan wawancara dengan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak, SMP 7 Banjarmasin, dan masyarakat Banjarmasin. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah memiliki landasan hukum yang kuat, namun penerapan hukum di Kota Banjarmasin belum sepenuhnya efektif. Hal ini terlihat dari masih tingginya jumlah kasus perundungan yang dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 di Banjarmasin masih belum berjalan optimal. Faktor penghambat utama antara lain kurangnya sosialisasi, keterbatasan sumber daya, dan perlunya pembaruan kebijakan daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak

    Optimalisasi Manajemen Waktu Santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Batung Cindai Alus Martapura

    Get PDF
    Penelitian dilatarbelakangi karena masih banyak santriwati yang masih kurang dalam mengoptimalkan manajemen waktu dan mendisiplinkan waktu, apakah itu karena faktor padatnya kegiatan jadwal harian atau dari santriwatinya yang bertele- tele. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen waktu bagi santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri yang terletak di Jalan Batung, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Didirikan pada tahun 1995, pondok ini menerapkan sistem pembelajaran Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo dan memiliki dua tingkat pendidikan SMP dan SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Batung Cindai Alus Martapura dalam mengoptimalkan manajemen waktu mereka berdasarkan teori aspek – aspek manajemen waktu serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat baik internal maupun eksternal. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Adapun uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Batung Cindai Alus Martapura telah menerapkan manajemen waktu secara terstruktur melalui aspek-aspek manajemen waktu, didukung oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam upaya mengoptimalkan manajemen waktu, seperti kecenderungan santriwati untuk bermalas-malasan, kesenangan dalam bergaul dan bermain sambil mengobrol hingga lupa waktu, serta pengaruh usia mereka yang sebagian besar berada pada masa pubertas, yaitu tahap perkembangan yang penuh perubahan. Selain itu, kurangnya bimbingan dan pengawasan terkait pentingnya pengelolaan waktu juga menjadi kendala yang signifikan

    Birr Al-Wâlidayn Para Nabi dalam Kisah-kisah Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik)

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya nilai berbakti kepada orang tua sebagai ajaran fundamental dalam Islam, yang tercermin dalam kisah para Nabi. Birr Al-Wâlidayn merupakan salah satu akhlak utama yang disebutkan dalam Al Qur’an dan sering dikaitkan dengan ketauhidan, sehingga memiliki kedudukan yang tinggi dalam ajaran Islam. Namun, kajian yang secara khusus menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an serta bentuk-bentuk Birr Al-Wâlidayn dalam kisah para Nabi masih terbatas. Maka peneliti akan menggali dan mengkaji lebih dalam aspek tersebut melalui pendekatan tematik terhadap kisah-kisah para Nabi dalam Al Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas Birr Al-Wâlidayn dalam kisah para Nabi serta menganalisis bentuk bentuk berbaktinya, sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang konsep berbakti kepada orang tua dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan tafsir tematik. Pendekatan ini digunakan untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Birr Al-Wâlidayn serta menganalisis kisah-kisah para Nabi dalam Al-Qur’an untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk Birr Al-Wâlidayn. Penelitian ini menemukan bahwa Birr Al-Wâlidayn para nabi dalam Al-Qur’an dijelaskan melalui istilah seperti Ihsân, Karîma, Ma’ruf, Birr, dan Dzulli, dengan fokus pada enam nabi: Nuh as, Ibrahim as, Ismail as, Yusuf as, Sulaiman as, Yahya as, dan Isa as. Nilai tersebut tercermin dalam empat bentuk: Sikap, seperti penghormatan kepada orang tua di tengah perbedaan (QS. Maryam [19]: 42-47), ketaatan dalam ujian iman (QS. Ash-Shaffât [37]: 102), akhlak mulia tanpa kesombongan (QS. Maryam [19]: 14), dan bakti kepada orang tua tunggal (QS. Maryam [19]: 32); Kata, seperti penggunaan tutur kata lembut (QS. Maryam [19]: 45), ucapan tunduk kepada orang tua atas perintah Ilahi (QS. Ash-Shaffât [37]: 102), dan penghormatan meski dalam kedudukan tinggi (QS. Yûsuf [12]: 100); Perbuatan, seperti membantu orang tua dalam tindakan nyata (QS. Al-Baqarah [2]: 127) dan memuliakan orang tua (QS. Yûsuf [12]: 99-100); serta Doa, berupa permohonan ampunan untuk orang tua (QS. At-Taubah [9]: 114), doa untuk anak yang menolak iman (QS. Hud [11]: 45-46), dan rasa syukur atas kehadiran orang tua (QS. An-Naml [27]: 19

    Penanaman Sikap Sosial Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas 5 MIN Kota Banjarbaru

    Get PDF
    Konsep sikap sosial terdapat pada nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai Pancasila ini senantiasa diajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Berdasarkan hasil observasi awal atau pra-penelitian terhadap siswa kelas 5 MIN Kota Banjarbaru, ditemukan beberapa tantangan dalam penerapan sikap sosial di lingkungan sekolah. Beberapa siswa masih cenderung berbicara ketika pembelajaran berlangsung, kurang percaya diri saat diminta maju ke depan kelas, serta ada yang terlambat kembali setelah jam istirahat. Pendidikan Pancasila diharapkan mampu membantu guru dalam menanamkan sikap sosial yang baik kepada siswa melalui pembelajaran yang berdasar kepada nilai-nilai luhur pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman sikap sosial siswa pada pembelajaran pendidikan Pancasila di kelas 5 MIN kota Banjarbaru, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas, kepala madrasah, dan siswa kelas 5B MIN kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di MIN kota Banjarbaru, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penanaman sikap sosial siswa pada pembelajaran pendidikan Pancasila kelas 5 MIN kota Banjarbaru berjalan dengan baik. Mesikipun terdapat beberapa siswa yang belum mencerminkan sikap sosial yang baik. Dengan melalui pembelajaran pendidikan Pancasila, pengetahuan dan peran guru tentang sikap sosial, serta program-program sekolah diharapkan sikap sosial siswa dapat terus berkembang. Faktor pendukung dalam penanaman sikap sosial yaitu peran guru, program sekolah, dan dukungan orang tua. Faktor penghambat dalam penenaman sikap sosial yaitu lingkungan sosial yang negatif, dan penggunaan teknologi dan gadget

    Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Kebermanfaataan dan Kepercayaan terhadap Keputusann Bertransaksi Menggunakan Aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura

    Get PDF
    Kemajuan teknologi membawa dampak yang besar pada kehidupan manusia. Kemajuan di bidang ini telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam berbagai aspek, menjadikannya bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Salah satu inovasi yang lahir dari pesatnya perkembangan teknologi adalah aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS), sebuah layanan berbasis web dan mobile yang dikembangkan oleh Pegadaian Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan, persepsi kebermanfaatan, dan kepercayaan terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura, baik secara parsial maupun secara simultan. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 96 responden. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda, sementara data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Variabel persepsi kemudahan memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura. (2) Variabel persepsi kebermanfaatan tidak menunjukkan adanya pengaruh secara parsial terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura. (3) Variabel kepercayaan memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura. (4) Secara simultan, ketiga variabel persepsi kemudahan, persepsi kebermanfaatan, dan kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura

    Efektivitas Metode Numbered Head Together dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Arab Pada Siswa Kelas VIII di MTSN 3 Tanah Bumbu

    Get PDF
    Maharah Al-Qira’ah atau keterampilan membaca merupakan satu dari empat keterampilan berbahasa yang penting untuk dikuasai siswa dalam belajar bahasa Arab, namun pembelajarannya dianggap sulit bagi sebagian besar siswa terlebih lagi jika harus memahaminya secara individu, pembelajarannya juga berpotensi membosakan karena siswa hanya berfokus pada terjemahan teks Arab Indonesia. Oleh karena itu peneliti ingin berkontribusi dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya agar pembelajaran Maharah Al-Qira’ah menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan menggunakan metode Numbered Head Together, dengan metode tersebut diharapkan siswa bisa lebih memahami teks dan lebih aktif dalam kerja sama dengan teman-teman sekelasnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode Numbered Head Together pada keterampilan membaca bahasa Arab untuk kelas VIII di MTSN 3 Tanah Bumbu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif, jenis eksperimen, dengan metode quasi-eksperimental, dengan desain Nonequivalent Group Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII MTSN 3 Tanah Bumbu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes (Pre-Test dan Post-Test), observasi, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data melalui IBM statistik SPSS versi 25. Keefektifan metode ini dinilai dari peningkatan hasil rata-rata posttest dan nilai uji U untuk mengukur skor peningkatan posttest. Yang mana nilai rata-rata pada kelas eksperimen meningkat dari 50,67 menjadi 74,97 dan nilai Sig uji U adalah 0,000 yaitu lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Numbered Head Together dalam pembelajaran keterampilan membaca pada kelas VIII (delapan) di MTSN 3 Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dapat dinilai Efektif

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇