IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Hubungan Lingkungan Belajar dan Penggunaan Gadget terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN Jelapat II 1
Motivasi untuk belajar sangat berperan dalam menentukan keberhasilan siswa
dalam pendidikan. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi motivasi belajar, seperti
lingkungan sekitar dan penggunaan gadget. Namun, kurangnya pengelolaan yang
tepat terhadap kedua faktor ini dapat menyebabkan penurunan motivasi belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara lingkungan
belajar dan penggunaan gadget terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN
Jelapat II-1, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei deskriptif.
Data dikumpulkan melalui angket yang dirancang berdasarkan tiga variabel utama,
yaitu lingkungan belajar, penggunaan gadget, dan motivasi belajar. Sampel
penelitian terdiri dari siswa kelas V SDN Jelapat II-1, dengan teknik analisis data
menggunakan uji korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar dan
penggunaan gadget memiliki hubungan positif dengan motivasi belajar siswa.
Lingkungan belajar yang kondusif dan penggunaan gadget yang tepat dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa, sedangkan penggunaan gadget yang
berlebihan dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, upaya peningkatan motivasi
belajar perlu difokuskan pada penyediaan lingkungan belajar yang kondusif dan
pengelolaan penggunaan gadget yang tepat untuk memberikan manfaat positif bagi
sisw
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Kartu Arisan Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa Kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin
Minat belajar siswa pada pembelajaran matematika masih rendah.
Pembelajaran masih dianggap pembelajaran yang sulit dan membosankan oleh
sebab itu banyak yang masih kurang menyukai pembelajaran matematika.
Rendahnya minat belajar matematika dilihat dari perilaku siswa ketika
pembelajaran, siswa lebih sering tidak fokus pada pembelajaran, kurang
bersemangat dan kurang aktif dalam pembelajaran. oleh sebab itu, diperlukan suatu
model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan minat belajar
matematika siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan
model kooperatif tipe kartu arisan dalam pelaksanaan pembelajaran matematika
untuk siswa kelas V.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model
Kooperatif Tipe Kartu Arisan Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa
Kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian
Quasi Experimental Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa.
Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan
data yang digunakan yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Dan pengujian hipotesis
menggunakan analisis Paired Sampel T-Test dan Independen Sampel T-Test dengan
bantuan SPSS 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar matematika siswa kelas V
MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin pada kelas eksperimen berada pada
kategori “Sangat Tinggi” dengan persentase 96% dan angka rata-rata 54,71.
Sedangkan minat belajar siswa pada kelas kontrol berada pada kategori “Tinggi”
dengan persentase 42% dan angka rata-ratanya 40,38. Berdasarkan hasil Uji-T
didapatkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka H diterima dan H ditolak.
Kesimpulan dari hasil data yang diperoleh adalah terdapat pengaruh yang
signifikan dari penggunaan model kooperatif tipe kartu arisan terhadap minat belajar
matematika pada siswa kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasi
Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Peserta Didik Kelas 1 di MIS TPI Keramat Banjarmasin
Penelitian ini di latar belakangi oleh upaya guru dalam mengatasi
kesulitan membaca pada peserta didik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah. Membaca
memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam
era komunikasi dan informasi sekarang ini. Akan tetapi, masih ada peserta
didik yang mengalami kesulitan membaca.
Penelitian ini yang bertujuan untuk bagaimana upaya guru dalam
mengatasi kesulitan membaca pada peserta didik kelas 1 di MIS TPI Keramat
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan
metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk
pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa menggunakan pertolongan
alat standar lain untuk keperluan. Sedangkan wawancara dan dokumentasi
digunakan untuk menggali informasi dan data tentang seseorang, objek, saran,
prasarana pendidikan dan dokumentasi sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca peserta didik
kelas 1 terdapat beberapa masalah yang dialami, seperti tidak mengenal huruf,
kesulitan membedakan huruf dan bahkan tidak mampu memahami sebuah
bacaan. Akan tetapi, dengan adanya upaya dari guru, kesulitan membaca pada
peserta didik dapat diatasi dengan berbagai upaya dan metode yang diberikan
oleh guru. Diantaranya memberikan tugas rumah (PR), Memberikan motivasi
dan hukuman serta melaksanakan berbagai metode pembelajaran untuk
peserta didik yang kesulitan membaca.
Kesimpulan penelitian ini yaitu kesulitan membaca peserta didik kelas
1 sangat beragam. Mulai dari peserta didik tidak mengenal huruf sampai
dengan tidak mampu memahami sebuah bacaan. Hal tersebut tentunya
terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Akan tetapi, guru terus
mengupayakan yang terbaik untuk peserta didik yang mengalami kesulitan
membaca. Berbagai upaya dan metode yang diberikan oleh guru untuk
mengatasi kesulitan membaca pada peserta didi
Resepsi Fungsional Terhadap Tradisi Ma`arak Kitab Suci Al-Qur`an dan Kitab Shahîh al-Bukhârî di Desa Wawai Kecamatan Batang Alai Selatan
Seiring berkembangnya zaman, masyarakat mengalami berbagai fenomena
tradisi dalam memperlakukan dan menghidupkan Al-Qur‘an, Seperti fenomena yang
terjadi pada tahun 2020, wabah yang melanda hampir seluruh penduduk dunia
terkena dampaknya yaitu virus corona (Covid 19). Ketika itu, di berbagai kampung
khususnya di Kecamatan Batang Alai Selatan tepatnya di Desa Wawai masyarakat
melakukan tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî dengan
tujuan menolak bala. Hal ini menandakan bahwa Al-Qur`an difungsikan dan
dijadikan wasîlah utama kemudian kitab Shahîh al-Bukhârî untuk menolak bala`.
Penulis tertarik untuk mengkaji fenomena tersebut baik dari segi pelaksanaan maupun
pemahaman masyarakat sehingga memberikan daya tarik tersendiri untuk dikaji
bagaimana masyarakat memfungsikan dan berinteraksi dengan Al-Qur`an.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana
pelaksanaan tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî serta
bagaimana pemahaman masyarakat terhadap tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an
dan kitab Shahîh al-Bukhârî di Desa Wawai Kecamatan Batang Alai Selatan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti
turun langsung ke lapangan sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk
mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Data yang diteliti diuraikan
secara mendalam, barulah data tersebut dapat dihasilkan secara akurat, sehingga
memudahkan peneliti untuk memahami dan menyimpulkan.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa
ketika terjadi bala` dan wabah yang berkepanjangan, masyarakat desa Wawai
melakukan tradisi ma`arak kitab suci Al-Qur`an dan kitab Shahîh al-Bukhârî dengan
tujuan menolak bala. Kemudian pemahaman masyarakat dari pelaksanaan tradisi ini
adalah mereka memandang kemuliaan serta keistimewaan dari kitab suci Al-Qur`an
dan kitab Shahîh al-Bukhârî sehingga masyarakat mempercayai berkat kemuliaan dan
perantara kedua kitab tersebut Allah jauhkan dari segala bala bencan
Penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Kasus Bullying di Kota Banjarmasin)
Bullying, sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap anak, masih sering terjadi di
lingkungan pendidikan dan menimbulkan masalah serius yang berdampak pada
kondisi fisik dan psikis korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan
Anak dalam menangani kasus bullying di Kota Banjarmasin. Meskipun peraturan
perundang-undangan telah ada untuk melindungi anak, namun masih terdapat
berbagai tantangan dalam penerapannya, termasuk kurangnya kesadaran
masyarakat, terbatasnya akses terhadap laporan, dan kurangnya pengawasan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris berperspektif sosiologi
hukum, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, dokumentasi,
observasi dan wawancara dengan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Unit Pelaksana Teknis Daerah
Perlindungan Perempuan dan Anak, SMP 7 Banjarmasin, dan masyarakat
Banjarmasin. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meskipun telah memiliki landasan hukum yang kuat, namun
penerapan hukum di Kota Banjarmasin belum sepenuhnya efektif. Hal ini terlihat
dari masih tingginya jumlah kasus perundungan yang dilaporkan maupun yang tidak
dilaporkan.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 di Banjarmasin masih belum berjalan
optimal. Faktor penghambat utama antara lain kurangnya sosialisasi, keterbatasan
sumber daya, dan perlunya pembaruan kebijakan daerah. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga
pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah
anak
Optimalisasi Manajemen Waktu Santriwati di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Batung Cindai Alus Martapura
Penelitian dilatarbelakangi karena masih banyak santriwati yang masih
kurang dalam mengoptimalkan manajemen waktu dan mendisiplinkan waktu,
apakah itu karena faktor padatnya kegiatan jadwal harian atau dari santriwatinya
yang bertele- tele. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen waktu bagi santriwati
di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri yang terletak di Jalan Batung, Desa Cindai
Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Didirikan
pada tahun 1995, pondok ini menerapkan sistem pembelajaran Pondok Modern
Darussalam Gontor, Ponorogo dan memiliki dua tingkat pendidikan SMP dan
SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis santriwati di Pondok
Pesantren Darul Hijrah Putri Batung Cindai Alus Martapura dalam
mengoptimalkan manajemen waktu mereka berdasarkan teori aspek – aspek
manajemen waktu serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat baik
internal maupun eksternal.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field
research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data
yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan kondensasi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Adapun uji keabsahan data dalam penelitian
ini menggunakan triangulasi data yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan
triangulasi waktu.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darul Hijrah
Putri Batung Cindai Alus Martapura telah menerapkan manajemen waktu secara
terstruktur melalui aspek-aspek manajemen waktu, didukung oleh berbagai faktor
internal maupun eksternal. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam
upaya mengoptimalkan manajemen waktu, seperti kecenderungan santriwati untuk
bermalas-malasan, kesenangan dalam bergaul dan bermain sambil mengobrol
hingga lupa waktu, serta pengaruh usia mereka yang sebagian besar berada pada
masa pubertas, yaitu tahap perkembangan yang penuh perubahan. Selain itu,
kurangnya bimbingan dan pengawasan terkait pentingnya pengelolaan waktu juga
menjadi kendala yang signifikan
Birr Al-Wâlidayn Para Nabi dalam Kisah-kisah Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik)
Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya nilai berbakti kepada orang
tua sebagai ajaran fundamental dalam Islam, yang tercermin dalam kisah para Nabi.
Birr Al-Wâlidayn merupakan salah satu akhlak utama yang disebutkan dalam Al
Qur’an dan sering dikaitkan dengan ketauhidan, sehingga memiliki kedudukan
yang tinggi dalam ajaran Islam. Namun, kajian yang secara khusus menganalisis
ayat-ayat Al-Qur’an serta bentuk-bentuk Birr Al-Wâlidayn dalam kisah para Nabi
masih terbatas. Maka peneliti akan menggali dan mengkaji lebih dalam aspek
tersebut melalui pendekatan tematik terhadap kisah-kisah para Nabi dalam Al
Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang
membahas Birr Al-Wâlidayn dalam kisah para Nabi serta menganalisis bentuk
bentuk berbaktinya, sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam
tentang konsep berbakti kepada orang tua dalam perspektif Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif dan tafsir tematik. Pendekatan ini digunakan untuk
mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Birr Al-Wâlidayn serta
menganalisis kisah-kisah para Nabi dalam Al-Qur’an untuk mengidentifikasi
bentuk-bentuk Birr Al-Wâlidayn.
Penelitian ini menemukan bahwa Birr Al-Wâlidayn para nabi dalam Al-Qur’an
dijelaskan melalui istilah seperti Ihsân, Karîma, Ma’ruf, Birr, dan Dzulli, dengan
fokus pada enam nabi: Nuh as, Ibrahim as, Ismail as, Yusuf as, Sulaiman as, Yahya
as, dan Isa as. Nilai tersebut tercermin dalam empat bentuk: Sikap, seperti
penghormatan kepada orang tua di tengah perbedaan (QS. Maryam [19]: 42-47),
ketaatan dalam ujian iman (QS. Ash-Shaffât [37]: 102), akhlak mulia tanpa
kesombongan (QS. Maryam [19]: 14), dan bakti kepada orang tua tunggal (QS.
Maryam [19]: 32); Kata, seperti penggunaan tutur kata lembut (QS. Maryam [19]:
45), ucapan tunduk kepada orang tua atas perintah Ilahi (QS. Ash-Shaffât [37]:
102), dan penghormatan meski dalam kedudukan tinggi (QS. Yûsuf [12]: 100);
Perbuatan, seperti membantu orang tua dalam tindakan nyata (QS. Al-Baqarah [2]:
127) dan memuliakan orang tua (QS. Yûsuf [12]: 99-100); serta Doa, berupa
permohonan ampunan untuk orang tua (QS. At-Taubah [9]: 114), doa untuk anak
yang menolak iman (QS. Hud [11]: 45-46), dan rasa syukur atas kehadiran orang
tua (QS. An-Naml [27]: 19
Penanaman Sikap Sosial Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas 5 MIN Kota Banjarbaru
Konsep sikap sosial terdapat pada nilai-nilai Pancasila yang merupakan
dasar negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai Pancasila
ini senantiasa diajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan. Berdasarkan hasil observasi awal atau pra-penelitian terhadap
siswa kelas 5 MIN Kota Banjarbaru, ditemukan beberapa tantangan dalam
penerapan sikap sosial di lingkungan sekolah. Beberapa siswa masih cenderung
berbicara ketika pembelajaran berlangsung, kurang percaya diri saat diminta maju
ke depan kelas, serta ada yang terlambat kembali setelah jam istirahat. Pendidikan
Pancasila diharapkan mampu membantu guru dalam menanamkan sikap sosial
yang baik kepada siswa melalui pembelajaran yang berdasar kepada nilai-nilai
luhur pancasila.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman sikap sosial siswa
pada pembelajaran pendidikan Pancasila di kelas 5 MIN kota Banjarbaru, serta
faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Subjek penelitian
ini adalah guru kelas, kepala madrasah, dan siswa kelas 5B MIN kota Banjarbaru.
Penelitian ini dilaksanakan di MIN kota Banjarbaru, Kelurahan Bangkal,
Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan penanaman sikap sosial siswa pada
pembelajaran pendidikan Pancasila kelas 5 MIN kota Banjarbaru berjalan dengan
baik. Mesikipun terdapat beberapa siswa yang belum mencerminkan sikap sosial
yang baik. Dengan melalui pembelajaran pendidikan Pancasila, pengetahuan dan
peran guru tentang sikap sosial, serta program-program sekolah diharapkan sikap
sosial siswa dapat terus berkembang. Faktor pendukung dalam penanaman sikap
sosial yaitu peran guru, program sekolah, dan dukungan orang tua. Faktor
penghambat dalam penenaman sikap sosial yaitu lingkungan sosial yang negatif,
dan penggunaan teknologi dan gadget
Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Kebermanfaataan dan Kepercayaan terhadap Keputusann Bertransaksi Menggunakan Aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura
Kemajuan teknologi membawa dampak yang besar pada kehidupan
manusia. Kemajuan di bidang ini telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam
berbagai aspek, menjadikannya bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas
sehari-hari. Salah satu inovasi yang lahir dari pesatnya perkembangan teknologi
adalah aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS), sebuah layanan berbasis
web dan mobile yang dikembangkan oleh Pegadaian Syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan,
persepsi kebermanfaatan, dan kepercayaan terhadap keputusan bertransaksi
menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian
Syariah UPS Martapura, baik secara parsial maupun secara simultan. Dalam
penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 96 responden. Metode yang
digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda,
sementara data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang
telah ditentukan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Variabel persepsi kemudahan
memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan bertransaksi menggunakan
aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS
Martapura. (2) Variabel persepsi kebermanfaatan tidak menunjukkan adanya
pengaruh secara parsial terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi
Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura.
(3) Variabel kepercayaan memiliki pengaruh secara parsial terhadap keputusan
bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) di
Pegadaian Syariah UPS Martapura. (4) Secara simultan, ketiga variabel persepsi
kemudahan, persepsi kebermanfaatan, dan kepercayaan memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap keputusan bertransaksi menggunakan aplikasi Pegadaian
Syariah Digital Service (PSDS) di Pegadaian Syariah UPS Martapura
Efektivitas Metode Numbered Head Together dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Arab Pada Siswa Kelas VIII di MTSN 3 Tanah Bumbu
Maharah Al-Qira’ah atau keterampilan membaca merupakan satu dari
empat keterampilan berbahasa yang penting untuk dikuasai siswa dalam belajar
bahasa Arab, namun pembelajarannya dianggap sulit bagi sebagian besar siswa
terlebih lagi jika harus memahaminya secara individu, pembelajarannya juga
berpotensi membosakan karena siswa hanya berfokus pada terjemahan teks Arab
Indonesia. Oleh karena itu peneliti ingin berkontribusi dalam pembelajaran bahasa
Arab khususnya agar pembelajaran Maharah Al-Qira’ah menjadi lebih mudah dan
menyenangkan dengan menggunakan metode Numbered Head Together, dengan
metode tersebut diharapkan siswa bisa lebih memahami teks dan lebih aktif dalam
kerja sama dengan teman-teman sekelasnya.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode
Numbered Head Together pada keterampilan membaca bahasa Arab untuk kelas VIII
di MTSN 3 Tanah Bumbu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode
kuantitatif, jenis eksperimen, dengan metode quasi-eksperimental, dengan desain
Nonequivalent Group Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII MTSN 3 Tanah Bumbu. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel dalam
penelitian ini adalah kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai
kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes (Pre-Test
dan Post-Test), observasi, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data melalui IBM
statistik SPSS versi 25.
Keefektifan metode ini dinilai dari peningkatan hasil rata-rata posttest dan
nilai uji U untuk mengukur skor peningkatan posttest. Yang mana nilai rata-rata pada
kelas eksperimen meningkat dari 50,67 menjadi 74,97 dan nilai Sig uji U adalah
0,000 yaitu lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Maka dapat
disimpulkan bahwa penggunaan metode Numbered Head Together dalam
pembelajaran keterampilan membaca pada kelas VIII (delapan) di MTSN 3 Tanah
Bumbu Kalimantan Selatan dapat dinilai Efektif