IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Peran Penyuluh KB Dalam Mensukseskan Program Keluarga Berencana Di Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Masalah kependudukan yang dihadapi oleh beberapa negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Secara garis besar, masalah pokok dibidang kependudukan yang dihadapi Indonesia antara lain jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi ini adalah dengan melaksanakan program KB yang merupakan program pemerintah dalam rangka mengendalikan pertumbuhan dan angka kelahiran penduduk, hal ini dilakukan untuk kesejahteraan keluarga Indonesia, yang sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas di generasi Negara Indonesia mendatang. Keluarga berencana merupakan persoalan yang sudah diperbincangkan dalam Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Penyuluh KB dalam mensukseskan program keluarga berencana di Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap 1 penyuluh KB, 2 Kader dan 4 warga desa yang mengikuti program KB, yang dianalisis melalui metode reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Program Penyuluh KB di Desa Kolam Kiri Dalam untuk mensukseskan sosialisasi KB, program media komunikasi melalui kunjungan ke rumah warga, program berkumpul bersama dengan masyarakat dan program khusus yaitu program bangga kencana. Keberhasilan penyuluh KB di desa Kolam Kiri Dalam sangat dirasakan peneliti dilihat dari bagaimana pengetahuan Kader KB dan Masyarakat yang mengikuti program KB. Peran yang dilakukan oleh Penyuluh KB dalam penelitian ini yaitu pengelola pelaksana program KB, penggerak partisipasi masyarakat, dan pemberdaya keluarga dan masyaraka

    Strategi Komunikasi Mandala (Manasik Dua Langsung) dalam Bimbingan Manasik Haji Untuk Meningkatkan Pemahaman Calon Jamaah di Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin

    Get PDF
    Bimbingan manasik haji adalah tahap penting dalam mempersiapkan calon jamaah untuk melaksanakan ibadah haji dengan benar sesuai tuntunan agama. Di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, salah satu program yang diadakan adalah strategi program Mandala (Manasik Dua Langsung) yang mengacu pada pelaksanaan manasik haji dua langsung (online dan offline). Pendekatan ini mengkombinasikan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan media digital, memungkinkan calon jamaah untuk mendapatkan pemahaman secara lebih fleksibel dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan bentuk komunikasi yang digunakan dalam bimbingan calon jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Penelitian ini mengangkat subjek program Mandala (Manasik Dua Langsung) di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilanjutkan dengan analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai penerapan strategi komunikasi Mandala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Mandala (Manasik Dua Langsung) melibatkan strategi ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktik langsung yang dilaksanakan secara terpadu melalui kombinasi kegiatan online dan offline. Pendekatan ini memadukan komunikasi yang jelas, sistematis, dan terstruktur dengan penggunaan media visual, audio, serta praktik langsung, yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman calon jamaah. Selain itu, bentuk komunikasi Mandala mencakup komunikasi kelompok sebagai bentuk utama, dilengkapi dengan komunikasi individu untuk perhatian khusus, serta komunikasi massa untuk penyampaian informasi secara luas. Pendekatan ini memastikan interaksi aktif, penyampaian materi yang terstruktur, dan praktik lapangan, sehingga meningkatkan kesiapan dan pemahaman jamaah dalam melaksanakan ibadah haji. Strategi ini juga menekankan adaptasi komunikasi sesuai kebutuhan individu jamaah, yang berkontribusi pada efektivitas bimbinga

    Implementasi Strategi Dakwah Ustadz Ilham Humaidi Dalam Pengembangan Dakwah di majelis As-Shoffa Banjarmasin

    Get PDF
    Dakwah merupakan upaya membimbing umat untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Salah satu tokoh yang telah menciptakan strategi dakwah inovatif adalah Ustadz H. Ilham Humaidi, pengasuh Majelis Taklim As�Shofa Banjarmasin. Majelis ini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga berhasil mengubah perilaku masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi strategi dakwah Ustadz Ilham dalam mengembangkan Majelis Taklim As-Shofa, khususnya dalam pendekatan kepada masyarakat dan upaya meningkatkan kualitas keberagaman Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian partisipan, mengandalkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Lokasi penelitian adalah Majelis As-Shofa di Pemurus Dalam, Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan pendekatan model Miles dan Huberman untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Ustadz Ilham melibatkan tiga pendekatan utama: strategi rasional yang menekankan logika dan bukti, strategi sentimental dengan pendekatan empati dan narasi emosional, serta strategi indrawi melalui penggunaan media dan pengalaman sensorik. Majelis As-Shofa juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak jamaah. Selain itu, pendekatan personal dalam mendampingi masyarakat menjadi kunci keberhasilan dakwah, di mana Majelis As-Shofa berhasil menciptakan dampak positif secara sosial dan spiritual

    Konsep Ulama Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparatif Penafsiran Fakhruddin al-Razi dan Yunan Yusuf

    Get PDF
    Istilah ulama bukanlah sesuatu yang asing bagi umat Islam, mengingat peran penting yang mereka miliki dalam membimbing kehidupan beragama dan sosial. Namun, pemahaman mengenai siapa yang dapat disebut sebagai ulama, sering kali diartikan secara sempit oleh masyarakat. Padahal, jika merujuk pada Al�Qur’an maka akan ditemui bahwa ulama memiliki makna yang jauh lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ulama dalam Al-Qur’an dengan fokus pada penafsiran dua mufasir, yaitu Fakhruddin al-Razi dan Yunan Yusuf, melalui pendekatan komparatif terhadap Q.S. Al-Syu’arâ`/26:197 dan Q.S. Fâthir/35:27-29. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan penafsiran kedua tokoh. Data primer diperoleh dari kitab Tafsir Mafâtih al-Ghaib karya Fakhruddin al-Razi serta Tafsir Al-Qur’an Juz XIX dan Juz XXII karya Yunan Yusuf. Teknik analisis data melibatkan identifikasi, deskripsi, dan perbandingan penafsiran kedua tokoh terhadap ayat-ayat yang membahas konsep ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Fakhruddin al-Razi maupun Yunan Yusuf sepakat bahwa ulama adalah individu yang memiliki pengetahuan mendalam yang mengantarkan pada rasa takut (khasyyah) kepada Allah. Keduanya sepakat bahwa ulama adalah figur yang memiliki integritas ilmu, amal, dan ketakwaan yang harmonis kepada Allah Swt. Yunan Yusuf menafsirkan ulama sebagai individu yang tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga dalam ilmu umum seperti sains dan kedokteran, selama ilmu tersebut mendekatkan seseorang kepada Allah. Sementara itu, Fakhruddin al-Razi memaknai ulama sebagai mereka yang mendalami ilmu agama dan memahami kebesaran Allah sehingga melahirkan ketakwaan. Perbedaan mendasar terletak pada pendekatan yang digunakan. Yunan Yusuf menggunakan metode tahlili dengan pendekatan al-adabî al-ijtimâ’î, sementara Fakhruddin al-Razi menggunakan metode tahlîlî dengan pendekatan lughawî (kebahasaan

    Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Produk Asuransi Syariah dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetititf (Studi pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Al Amin Banjarmasin)

    Get PDF
    Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Al Amin berfokus pada mengembangkan pelayanan dan produk-produk yang inovatif agar nasabah dan calon nasabah terus bertahan menggunakan jasa atau tetap memutuskan menggunakan jasa asuransi tersebut. Pengembangan pelayanan dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan-pengembangan SDM yang ada dalam asuransi syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan produk asuransi jiwa syariah dalam meningkatkan keunggulan produk pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Al Amin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan data primer pada penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan pihak manajemen perusahaan, agen asuransi. data diperoleh dan dikumpulkan langsung dari informasi pimpinan cabang dan karyawan di PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin Banjarmasin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, hasil penelitian ini adalah: Pertama Strategi yang dilakukan dalam pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia mengenai produk inti perusahaan dalam hal ini karyawan diberikan wawasan atau pengetahuan lebih mendalam mengenai produk inti yang dimiliki perusahaan, baik dari mulai dari produk mapun akad terkait produk tersebut. Pendekatan hubungan dengan karyawan dan relasi. Pengembanggan produk yang dimiliki yaitu dengan cara modifikasi produk serta inovasi produk yang dikembangkan dari produk yang telah dimiliki perusahaan melalui riset dan pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan sendiri

    Strategi Ustad Dalam Mencegah Perilaku Bullying di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan

    Get PDF
    Penelitian ini di latarbelakangi oleh banyaknya santri yang masih melakukan bullying di pondok pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan, khususnya di lingkungan asrama putera, para santri masih banyak yang tidak mengerti betapa bahayanya tindakan perilaku bullying. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memberitahu dan mendeskripsikan bagaimana bentuk-bentuk bullying di Asrama Putera Pondok Pesantren Nurul Hidayah, juga faktor apa saja yang membuat tindakan bullying itu terjadi, serta strategi apa yang pembina asrama dan ustad-ustad pondok pesantren terapkan untuk mencegah perilaku bullying. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apa saja bentuk-bentuk perilaku bullying yang ada di lingkungan asrama putera pondok pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan, kemudian apa saja faktor yang membuat terjadinya perilaku bullying di asrama putera pondok pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan, serta bagaimana strategi ustad dalam menangani atau mencegah perilaku bullying yang ada diasrama putera pondok pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan Field Research dengan pendekatan kualitatif deskriftif. Peneliti melakukan observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data mengenai bentuk-bentuk perilaku bullying, faktor penyebab tindakan bullying serta strategi ustad dalam mencegah perilaku bullying. Peneliti juga melakukan wawancara kepada pimpinan umum pondok pesantren Nurul Hidayah, pembina asrama putera, santri asrama putera, dan juga masyarakat sekitar asrama putera pondok pesantren Nurul Hidayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak tindakan perilaku bullying di pondok pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan. Sehingga perlu adanya tindakan lebih lanjut dari para ustadz khususnya pembina asrama putera itu sendiri, agar perilaku bullying bisa terkendali. Dari hasil wawancara, terdapat 5 perilaku bullying yang ada di asrama putera pondok pondok pesantren Nurul Hidayah yaitu, bullying verbal, bullying non verbal, bullying fisik, bullying tidak langsung, dan juga pemerasan hak milik. Kemudian faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku bullying ada 4 yaitu, faktor persaingaan, kurangnya pengawasan dari orangtua dan juga pembina asrama, kurangnya pemahaman santri terhadap dampak buruk perilaku bullying dan juga karena faktor budaya di lingkungan asrama tersebut. Setelah itu strategi yang digunakan pembina asrama maupun ustad pengajar di Pondok Pesantren berupa memberi nasehat secara terus menerus, mengawasi dan memantau di setiap keadaan, diberi sanksi atau pelajaran, bekerjasama dengan orangtua santri, dan juga memberikan wawasan keagamaan agar dikemudian hari dia berfikir dulu sebelum bertinda

    Pendapat Hakim Pengadilan Agama Palangkaraya tentang Batasan Hak Ex Officio Hakim dalam Perkara Cerai Talak

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapat hakim tentang batasan hak ex offficio hakim dalam memutus suatu perkara terutama perkara cerai talak. Dalam perkara cerai talak suami memiliki kewajiban untuk membayar nafkah iddah dan mut’ah kepada istrinya. di dalam pasal 178 Ayat (3) HIR dan 189 ayat (3) RBg telah mengatur bahwa seorang hakim tidak boleh menjatuhkan putusan atas hal-hal yang tidak diminta atau mengabulkan lebih daripada apa yang dituntut(asas ultra petitum partium). Hakim yang mengabulkan melebihi posita maupun petitum gugatan, dianggap telah melampaui batas wewenang (ultra vires) yaitu bertindak melampaui kewenangannya. Namun dalam praktiknya hakim memungkinkan untuk melakukan penyimpangan terhadap asas ultra petitum partium dengan catatan hal tersebut dilakukan berdasarkan keadilan material yang apabila dalam petitum terdapat ex aequo et bono (Putusan yang seadil-adilnya). Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang digali mengenai bagaimana pendapat hakim pengadilan agama Palangkaraya tentang batasan hak ex officio hakim dalam perkara cerai talak. Sumber data yaitu informan dengan 4 orang Hakim Pengadilan Agama Palangkaraya. Teknik pengumpulan data melalui editing dan deskripsi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pendapat hakim Pengadilan Agama Palangkaraya tentang batasan hak ex officio 2 hakim berpendapat dalam hal penentuan nafkah bagi istri hakim setuju tidak selalu menerapkan hak ex officio nya, apabila ada kesepakatan bersama dalam mediasi, dan juga karena dalam Undang-Undang pasal 41 c Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan “pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberi biaya penghidupan dan atau menentukan suatu kewajiban bagi bekas istrinya.” Yaitu berupa nafkah iddah dan nafkah mut’ah. Alasannya agar tidak melanggar pasal 178 HIR Ayat (3) HIR dan 189 ayat (3) RBg atau melanggar ultra petita dan agar tidak ada pihak yang keberatan dengan apa yang di putus oleh hakim. Selain itu 2 Hakim lainnya berpendapat sesuai SEMA No. 3 tahun 2018 mengenai batasan pada jumlah besarnya nominal nafkah yang tidak ada kesepakatan dan perintah majelis hakim kepada Pemohon agar pembayaran atau pemenuhan hak istri terkait nafkah iddah, mut’ah, nafkah madhiyah serta nafkah anak di mana harus dibayarkan oleh suami secara tunai seketika pada saat Pemohon mengucapkan ikrar talak di depan sidang pengadilan agama Palangkaraya. Alasannya agar terlindungi hak-hak istri dan anak pasca perceraian

    Metode Penanaman Nilai-Nilai Religius pada Keluarga Trasnmigran di Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Metode penanaman nilai-nilai religius yang ada pada keluarga sangatlah penting dalam rangka mendidik anak. Orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan dan mengajarkan anak mengenai nilai-nilai religius yang mana harus dimiliki oleh anak. Keluarga transmigran adalah salah satu jenis keluarga yang memiliki berbagai karakteristik khas di daerah yang menjadi tujuan migrasi mereka, yang mencakup budaya, kebiasaan, dan kondisi sosial-ekonomi yang berbeda dibandingkan dengan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk nilai-nilai religius yang diterapkan dalam keluarga transmigran di Kabupaten Tanah Laut dan metode yang digunakan dalam proses penanaman nilai-nilai religius di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Tanah Laut di tiga desa dari kecamatan yang berbeda. Desa-desa tersebut adalah (1) Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari, (2) Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, (3) Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar. Subjek penelitian ini adalah tiga Keluarga Transmigran dari masing-masing Desa. Objek penelitian ini adalah Bentuk dan Metode penanaman nilai-nilai religius dalam keluarga transmigran di Kabupaten Tanah Laut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Bentuk nilai-nilai religius dalam keluarga transmigran di Tanah Laut terdiri dari tiga aspek utama: Aqidah, Ibadah, dan Akhlak. Aqidah berfokus pada pentingnya menyembah Allah SWT, Malaikat, Nabi, Rasul, Qada’, dan Qadar. Ibadah melibatkan ritual harian, sementara akhlak melibatkan hari suci, rumah yang baik, dan penghormatan terhadap lingkungan. (2) Metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai religius dalam keluarga transmigran dibagi menjadi dua, yaitu Metode Penanaman Nilai-Nilai Agama dalam Keluarga Transmigran, dan Dukungan serta Hambatan dalam pelaksanaan metode penanaman nilai. Metode penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga transmigran yang ditemukan adalah bahwa keluarga transmigran dalam menanamkan nilai-nilai agama menggunakan metode nasihat, metode cerita atau narasi, metode teladan, dan metode pembiasaan. Sementara itu, dukungan dan hambatan dalam penerapan nilai-nilai agama memiliki aspek dukungan dan hambatan yang berbeda di setiap keluarga. Dukungan untuk pelaksanaan metode ini mencakup kerja sama orang tua dan lingkungan. Di sisi lain, hambatan hambatannya meliputi lingkungan, faktor ekonomi, pendidikan orang tua, dan kesibukan orang tua

    Peran Evaluasi dalam Mengukur Keberhasilan Pendidikan Berbasis Akhlak: Menyongsong Generasi Emas 2045

    Get PDF
    Pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan kecerdasan seseorang. Pendidikan bukan hanya sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga upaya membentuk individu yang memiliki akhlak mulia. Dalam dunia Islam, pendidikan merupakan perjalanan seumur hidup dari ayunan hingga liang lahat. Untuk menilai apakah kemajuan suatu program sesuai dengan harapan, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan sistematis.Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang diturunkan di muka bumi yaitu untuk mengangkat harkat dan martabat manusia melalui ajaran-ajarannya yang sempurna dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu bidang kehidupan yang terkait dengan kemuliaan manusia adalah pendidikan. Pendidikan akhlak merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki ilmu pengetahuan.2 Berinvestasi dalam pembangunan akhlak bangsa merupakan langkah penting dalam proses peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan. Generasi Emas 2045 adalah visi besar bagi Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam berbagai aspek, termasuk ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak mulia. Untuk mewujudkan visi ini, sistem pendidikan harus mampu menyeimbangkan aspek akademik dengan pembentukan karakter yang kuat. Namun, dalam praktiknya, pendidikan di Indonesia masih lebih berorientasi pada keterampilan teknis (hard skills) yang mengembangkan kecerdasan intelektual (IQ), sementara pengembangan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) masih belum optimal.3 Akibatnya, dalam perjalanan Indonesia menuju Generasi Emas 2045 banyak diwarnai fenomena kemerosotan moral yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda

    Pembelajaran Berdiferensiasi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN Kecamatan Banjarmasin Timur

    Get PDF
    Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam pendidikan dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berfokus pada kebutuhan individual siswa. Salah satu pendekatan yang ditekankan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yang memungkinkan guru untuk untuk menyesuaikan dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan, mengidentifikasi persepsi dan tantangan guru, dan mengeksplorasi strategi pembelajaran dalam berdiferensiasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SMPN 7, SMPN 14, SMPN 23 Banjarmasin. Subjek penelitian meliputi ketua MGMP PAI SMP, guru PAI-BP, siswa siswi dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kegiatan MGMP yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali berupa penjelasan konsep pembelajaran salah satunya berdiferensiasi yaitu menyusun asesmen diagnostik, merancang modul ajar, strategi mengajar, berbagi informasi, berbagi wawasan kepada guru PAI di sekolahnya masing-masing dan biaya yang di tanggung jawab oleh MGMP PAI sendiri. Persepsi guru PAI-BP dalam pembelajaran berdiferensiasi mampu memahami bagaimana cara asesmen peserta didik, membuat modul ajar dan pelaksanaannya. Kemudian tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, fasilitas, dan beban administratif. Strategi yang diterapkan menunjukkan variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan materi ajar. Dalam pelaksanaannya ada menggunakan strategi yaitu diferensiasi proses, konten dan produk. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat menyesuiakan dengan kebutuhan siswa untuk meningkatkan hasil belajar secara optimal

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇