IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
The Students’ Analysis of The Story Elements of The Ron Clarck Movie at Al-Falah for Girls
This study aimed to describe how English film analysis supports students’
critical thinking skills in the Movie Time Program at Al-Falah for Girls and to
identify students’ difficulties in analyzing films. This research employed a
qualitative approach with a case study design. The participants were students of the
English Program Dormitory at Al-Falah for Girls Banjarbaru. The data were
collected through observation of Movie Time activities and interviews with the
students. The findings revealed that the analysis of film elements such as story, plot,
character, conflict, setting, theme, and narrative structure supported students’
critical thinking skills, particularly in terms of interpretation, analysis, evaluation,
inference, and explanation. Students were able to interpret storylines, analyze
conflicts and characters, evaluate character actions, and infer moral messages from
the films. However, several difficulties were also identified, including challenges
in explaining ideas clearly, understanding film elements in depth, identifying moral
messages, and uncertainty regarding film analysis procedures. Therefore, the use of
film analysis in English learning should be accompanied by clear guidance and
structured analytical frameworks to effectively enhance students’ critical thinking
skills
Perilaku Komentator Tiktok terhadap Postingan Akun Homoseksual Analisis Behaviorisme (Burrhus Frederic Skinner)
TikTok menjadi salah satu media yang dimanfaatkan oleh individu
LGBTQ+ sebagai ajang coming out dengan menampilkan berbagai aktivitas
keseharian, mulai dari keharmonisan hubungan, curahan pengalaman sebagai
individu homoseksual, hingga aktivitas berlibur bersama pasangan sejenis.
Keberagaman tema tersebut memunculkan respons yang beragam pula dari
warganet, yang terlihat pada kolom komentar.
Penelitian ini berfokus pada komentar yang terdapat pada postingan di
akun-akun TikTok homoseksual. Akun-akun tersebut yaitu @ragilmahardika,
@kakakitwill, @chiko_ingham, @agammuharzan, @bbranson8, dan @supminhay.
Komentar-komentar tersebut dianalisis menggunakan teori behaviorisme Burrhus
Frederic Skinner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa dokumentasi tangkapan layar komentar pada postingan
akun-akun tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons komentator terhadap
postingan di akun homoseksual sangat beragam, namun dapat dikelompokkan ke
dalam bentuk, yaitu respons positif, respons negatif, dan respons netral. Ketiga
bentuk respons tersebut mencerminkan norma sosial, budaya, dan agama di media
sosial, khususnya TikTok, dalam menanggapi kehadiran individu homoseksual di
ruang digital. Adapun hasil analisis menggunakan teori behaviorisme Skinner
menunjukkan bahwa respons-respons tersebut memiliki tiga pola, yaitu penguatan,
hukuman, dan pemunahan. Pola penguatan diberikan oleh pemilik akun, dapat
memperkuat respons positif yang diterima. Hal ini disebabkan penguatan berfungsi
sebagai imbalan yang bersifat menyenangkan sehingga mendorong terulangnya
perilaku serupa di kemudian hari. Sementara itu, pola hukuman digunakan oleh
pemilik akun untuk menekan munculnya respons negatif. Adapun pola pemunahan
dapat terjadi pada berbagai jenis respons, baik positif, negatif, maupun netral, yang
disebabkan oleh dominasi bentuk respons tertentu dalam kolom komentar.
Dominasi respons pada unggahan bersifat tidak menentu, bahkan pada akun yang
sama dapat terjadi perbedaan antara satu unggahan dan unggahan lainnya.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh stimulus yang ditampilkan, terutama ketika
konten memuat informasi atau kisah inspiratif yang mampu membangkitkan empati
warganet tanpa memandang nilai sosial, budaya, maupun agama
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Durasi Penggunaan Gadget Pada Anak di Poli Psikologi di RSUD H. Damanhuri Barabai
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter dan perkembangan anak. Di era digital, anak-anak usia dini semakin akrab dengan gadget yang dapat memberi manfaat sekaligus risiko, salah satunya keterlambatan bicara. Fenomena di Poli Psikologi RSUD H. Damanhuri Barabai menunjukkan banyak anak usia 2–6 tahun sudah terbiasa menggunakan gadget dengan pengawasan orang tua yang beragam. Kondisi ini menegaskan pentingnya pola asuh orang tua dalam mengendalikan penggunaan gadget agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional yang bertujuan mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap durasi penggunaan gadget pada anak. Lokasi penelitian dilakukan di Poli Psikologi RSUD H. Damanhuri Barabai dengan jumlah sampel 70 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang terdiri dari skala pola asuh orang tua dan skala durasi penggunaan gadget. Data dianalisis menggunakan aplikasi JASP melalui uji normalitas, uji linearitas, serta regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²) pada taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh dominan adalah demokratis (80%), diikuti otoriter (12,86%) dan campuran (7,14%), sedangkan pola asuh permisif tidak ditemukan. Sebagian besar anak memiliki durasi penggunaan gadget tinggi (85,71%), sementara 14,29% berada pada kategori rendah. Hasil uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal, hubungan variabel bersifat linear, dan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 24,672 – 0,201X, dengan nilai t = -10,807; p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,632) menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memberikan kontribusi sebesar 63,2% terhadap durasi penggunaan gadget, sedangkan 36,8% dipengaruhi faktor lain.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan antara pola asuh orang tua dan durasi penggunaan gadget pada anak di Poli Psikologi RSUD H. Damanhuri Barabai. Dengan demikian, orang tua memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasi penggunaan gadget agar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal
Persepsi Kepala Kantor Urusan Agama Di Kota Banjarbaru Terhadap Kartu Keluarga Bagi Perkawinan Tidak Tercatat
Pernikahan di bawah tangan menjadi salah satu problem pernikahan karena
tidak memiliki kekuatan hukum akibat tidak mempunyai akta otentik sebagai bukti
sahnya pernikahan, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan di masa depan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan kebijakan pemberlakuan Surat
Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) oleh pasangan nikah siri untuk
pengurusan administrasi kependudukan, seperti penerbitan kartu keluarga di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui persepsi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Banjarbaru
terhadap penerbitan kartu keluarga bagi pasangan dengan status perkawinan tidak
tercatat dan juga mengetahui alasan yang mendasari persepsi Kepala Kantor Urusan
Agama (KUA) di Kota Banjarbaru terkait penerbitan kartu keluarga perkawinan
tidak tercatat menggunakan Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara dan dokumentasi kepada lima Kepala KUA di Kota Banjarbaru. Setelah
data nya terkumpul selanjutnya diolah melalui proses editing, coding, constructing,
serta dianalisis dengan menggunakan teknik deskriftif.
Hasil wawancara penulis dengan informan menunjukkan perbedaan pendapat
diantara lima Kepala KUA yang ada di Kota Banjarbaru terhadap Kartu Keluarga
bagi perkawinan tidak tercatat. Ada empat yang menyatakan kesetujuannya dan satu
yang menyatakan keberatan. Alasan yang mendasari dari Undang-Undang Nomor 1
Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 Ayat (2), PMA Nomor 20 Tahun 2019, serta
Pasal 6 KHI. Penulis menyatakan setuju bahwa SPTJM memiliki peran sebagai solusi
alternatif sementara yang sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah yaitu
mempermudah masyarakat dalam memperoleh hak administrasi kependudukannya
dalam menerbitkan kartu keluarga guna mendukung kelancaran berbagai kebutuhan
administratif dan akses layanan sosial dengan tetap memperhatikan keabsahan data
dan pencatatan perkawinan sesuai ketentuan berlaku
Korelasi Modal Sosial dan Modal Ekonomi dan Prestasi Akademik Mahasiswa UIN Antasari
Prestasi akademik adalah hasil yang dicapai mahasiswa selama proses
pembelajaran. Keberhasilan akademik mahasiswa dinilai di perguruan tinggi
menggunakan indeks nilai yang berkisar antara 0,00 hingga 4,00. Nilai rata-rata
mata kuliah yang dipelajari digunakan untuk menghitung indeks prestasi
akademik.Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin atau biasa dikenal
dengan singkatan UIN Antasari Banjarmasin, yang merupakan suatu perguruan
tinggi islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah modal sosial
dan modal ekonomi ekonomi berkorelasi terhadap prestasi mahasiswa. Dalam
menganalisis Korelasi Modal Sosial Dan Modal Ekonomi Terhadap Prestasi
Akademik Mahasiswa Uin Antasari tersebut dilihat dari variabel modal sosial dan
ekonomi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan. Sumber data
berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari
kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah sebesar 12.422
mahasiswa dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 410
mahasiswa. Untuk proses analisis data menggunakan analisis Uji Korelasi
Nonparametik (Uji Spearman) ,dengan modal sosial sebagai variabel X1, modal
ekonomi sebagai variabel X2 (independen) dan prestasi akademik mahasiswa
sebagai variabel Y (dependen).
Modal sosial dan modal ekonomi berkorelasi terhadap prestasi akademik
mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, dengan hasil bahwa modal sosial sebesar
terdapat koefisien korelasi (R) sebesar 0.592, sedangkan modal ekonomi terdapat
koefisien korelasi (R) sebesar 0.699. Modal ekonomi lebih kuat tingkat
korelasinya dibandingkan dengan modal sosial
Peran LAZISMU Banjarbaru dalam memberdayakan Masyarakat pada Program UMKM
LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah),
sebagai salah satu lembaga pengelola zakat terbesar di Indonesia yang berhubungan
dengan Muhammadiyah, telah berkembang menjadi institusi yang memainkan
peran penting dalam manajemen zakat, infaq, dan shadaqah. Lembaga ini tidak
hanya fokus pada distribusi zakat secara langsung, tetapi juga
mengimplementasikan program-program produktif yang bertujuan untuk
meningkatkan ekonomi para mustahik (penerima zakat). Dengan demikian,
LAZISMU terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan pelaku
UMKM di bawah pilar ekonomi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk
mengetahui bagaimana peran LAZISMU Banjarbaru dalam memberdayakan
masyarakat pada program UMKM dan apa saja manfaat dari program
pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh LAZISMU Banjarbaru pada
program UMKM. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif. Peneliti melakukan observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data
mengenai peran LAZISMU Banjarbaru dalam memberdayakan masyarakat pada
program UMKM. Peneliti juga melakukan wawancara kepada ketua LAZISMU
Banjarbaru, Staf Pendayagunaan & Kerjasama dan Pelaku UMKM.
Hasil penelitian ini adalah sebagai lembaga amil zakat, infak, dan sedekah
di bawah naungan Muhammadiyah, LAZISMU Banjarbaru memainkan peran
penting dalam berbagai aspek. Salah satu contoh perannya adalah memberdayakan
masyarakat melalui program UMKM. Peran LAZISMU Banjarbaru ini tidak hanya
sebatas memberikan bantuan berupa barang atau modal saja, tetapi juga
memberikan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa bantuan
barang dan modal tersebut tepat sasaran dan berkembang dengan baik, sehingga
dapat memberikan dampak positif yang signifikan kepada pelaku UMKM. Adapun
manfaat dari program UMKM terhadap pelaku UMKM bahwa program UMKM ini
telah memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan perekonomian
keluarga mereka dan membantu dalam mengembangkan usaha mereka. Mereka
berharap bahwa program ini dapat terus berkembang dan membantu lebih banyak
orang
فعالية استخدام لعبة الكلمات المتقاطعة لتعليم مهارة الكتابة لدى طلبة الصف الثامن في مدرسة الإخوان المتوسطة الإسلامية بنجرماسين = Efektivitas Penggunaan Permainan Teka-Teki Silang pada Pengajaran Keterampilan Menulis pada Kelas 8 di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin
Dalam pembelajaran bahasa Arab, keterampilan menulis adalah keterampilan
terakhir yang dipelajari sesudah keterampilan sebelumnya dalam menguasai
pembelajaran bahasa Arab, dan permasalah yang didapatkan pada sekolah di atas
ialah kurangnya pelaksanaan keterampilan menulis sehingga siswa memiliki
kesulitan untuk menyambungkan huruf ke dalam sebuah kata dan membedakan
huruf yang serupa. Oleh karena itu, peneliti ingin menawarkan sebuah permainan
pembelajaran bahasa arab yaitu permainan teka-teki silang yang dilengkapi
dengan menyambungkan huruf dengan benar serta dapat membedakan huruf
hijaiyyah yang serupa. Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah apakah
penggunaan permainan teka-teki silang untuk pembelajaran keterampilan menulis
pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin efektif?. Dan
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas permainan teka-teki
silang untuk pembelajaran keterampilan menulis pada kelas VIII di Madrasah
Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah lapangan
dengan pendekatan penelitian eksperimen menggunakan model eksperimen semu
(Quasi Eksperimen), dengan desain penelitian Nonequivalent control group
design. Hasil penelitian dalam penggunaan permainan teka-teki silang untuk
pembelajaran keterampilan menulis pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al
Ikhwan Banjarmasin dinyatakan efektif. Hal ini berdasarkan dengan peningkatan
hasil rata-rata Posttest kelas eksperimen dari kelas kontrol yaitu 72,67 untuk kelas
eksperimen dan 63,18 untuk kelas kontrol dan Nilai Sig (2-tailed) dari Uji T
diperoleh hasil 0,042 yaitu lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak,
penggunaan permainan teka-teki silang untuk pembelajaran keterampilan menulis
pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin efektif
Studi Respon Calon-calon Pengantin Terhadap Bimbingan Pranikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi ketidakefektifan dalam
program bimbingan pranikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai
Tabuk Kabupaten Banjar. Berdasarkan observasi peneliti, bimbingan pranikah
dilaksanakan seminggu sebelum akad nikah, yang dilaksanakan setiap hari Selasa.
Proses ini mencakup pengisian formulir dan absensi. Sebelum diberi bimbingan,
calon pengantin harus melengkapi data-data dan syarat pendaftaran jika ada yang
belum selesai. Waktu pelaksanaan bimbingan dimulai dari pagi sampai sebelum
tengah hari (dzuhur). Fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara
langsung pelaksanaan bimbingan pranikah bagi para calon pengantin di Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dan
mengetahui persepsi para calon pengantin terhadap bimbingan pranikah yang
mereka terima di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Tabuk
Kabupaten Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dan menggunakan
pendekatan sosio-legal. Subjek pada penelitian ini adalah lima pasangan calon
pengantin yang sudah baru menerima bimbingan pranikah dan penyuluh agama
yang membawakan materi bimbingan di KUA Sungai Tabuk. Sedangkan objek
pada penelitian ini adalah pelaksanaan bimbingan pranikah dan tanggapan calon
pengantin terhadap pelaksanaan bimbingan pranikah di KUA Sungai Tabuk.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Selanjutnya data diolah dalam bentuk editing dan matriks. Teknik deskriptif
kualitatif digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan pranikah yang
dilakukan KUA Sungai Tabuk masih kurang efektif karena terdapat beberapa
kendala, antara lain kurang maksimal dalam penggunaan fasilitas yang ada di KUA
Sungai Tabuk, bimbingan pranikah dilaksanakan didalam ruangan yang kecil,
durasi yang kurang efektif, dan kurangnya privasi antara satu pasangan calon
pengantin dan yang lainnya. Dengan demikian, masih ada kekurangan pada
pelaksanaan program bimbingan yang dapat mengurangi tercapainya tujuannya,
yaitu memberikan pelatihan keterampilan secara khusus kepada pasangan suami
istri dalam memahami kehidupan rumah tangga. Walaupun begitu, kekurangan
yang ada tidak terlalu berdampak negatif kepada semua rumah tangga calon
pengantin yang menjadi responden
Penggantungan Ikrar Talak dengan Pembayaran Nafkah Iddah dan Mut’ah (Analisis terhadap Putusan Pengadilan Agama Samarinda Nomor 1401/Pdt.g/2021/PA.Smd.)
Ketika pasangan suami-istri bercerai, tetap ada hak dan kewajiban yang harus
dipenuhi oleh keduanya, diantaranya yaitu ada nafkah iddah maupun mut’ah.
Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 1401/Pdt.G/2021/PA.Smd. memutus untuk
memerintahkan suami membayar kepada istri berupa nafkah iddah dan mut’ah yang
cukup besar yaitu Rp. 3.000.000 untuk nafkah iddah dan Rp. 30.000.000 untuk
mut’ah dan pembayarannya ditunaikan kepada istri sebelum ikrar talak diucapkan.
Namun dalam putusannya Majelis Hakim tidak banyak mempertimbangkan tentang
pembayaran dan penentuan besaran kadarnya terkhusus nafkah iddah dan mut’ah
ini. Sehingga putusan ini berakhir tidak dapat dilaksanakan karena suami tidak
hadir di persidangan untuk pengikraran talak karena merasa tidak mampu
membayar sejumlah beban biaya yang tersebut dalam putusan dan berujung ikatan
perkawinan keduanya tetap utuh.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum
oleh hakim serta implikasi hukumnya dalam putusan Pengadilan Agama Samarinda
Nomor 1401/Pdt.G/2021.Pa.Smd terhadap ketentuan pemberian dan besaran
nafkah iddah dan mut’ah. Serta untuk mengetahui tentang bagaimana Putusan
Pengadilan Agama Samarinda Nomor 1401/Pdt.G/2021/Pa.Smd dalam
menentukan pemberian dan besaran nafkah iddah dan mut’ah.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan
pendekatan kasus dan pendekatan analitis. Sumber bahan hukum pada penelitian
ini menggunakan Putusan PA Samarinda Nomor 1401/Pdt.G/2021/Pa.Smd sebagai
bahan hukum primer serta didukung bahan hukum sekunder dan tersier, dengan
teknik pengumpulan bahan hukum yaitu studi dokumen dan studi pustaka.
Hasil dan temuan pada penelitian ini yaitu Majelis Hakim dalam merumuskan
putusan ini belum memenuhi suatu putusan yang ideal karena masih tidak memuat
dasar alasan yang jelas dan rinci dalam putusannya. Selain itu, Majelis Hakim
dalam memutus putusan Nomor 1401/Pdt.G/2021/Pa.Smd ini terkhusus terkait
ketentuan memberikan nafkah iddah dan mut’ah dan waktu pembayarannya Majelis
Hakim berdasarkan kepada hasil kesepakatan bersama dalam mediasi serta Sema
Nomor 1 Tahun 2017 untuk melindungi hak-hak perempuan pasca perceraian,
namun tanpa mempertimbangkan kepada fakta-fakta latarbelakang dan
kemampuan Pemohon dalam melaksanakan kesepakatannya, yang berakhir
Putusan tidak dapat dilaksanakan karena suami tidak mengucapkan ikrar talak. Ini
berimplikasi pada hak suami untuk mengikrarkan talak menjadi gugur, ikatan
perkawinan pun tetap utuh, kekuatan dari putusan tersebut gugur dan perceraian
tidak dapat diajukan lagi berdasarkan alasan yang sam
Penerapan Fungsi Manajemen dalam Mengelola Kegiatan Keagamaan Masjid Jami Hidayatullah Tabalong
Di Masjid Jami Hidayatullah Tabalong menerapkan fungsi manajemen di
kegiatan keagamaannya seperti selalu melakukan musyawarah bersama pengurus
masjid untuk membuat perencanaan, menyusun jadwal kegiatan. Pengorganisasian
Masjid Jami Hidayatullah Tabalong sudah melakukan pembagian tugas.Letak
masjidnya sangat strategis, Masjid Jami Hidayatullah Tabalong selain melakukan
kegiatan PHBI (peringatan hari besar islam) juga melakukan Kegiatan keagamaan
seperti pengajian rutin, maulid habsyi, pembacaan burdah yang sudah terlaksana
rutin setiap minggunya.Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana
penerapan fungsi manajemen kegiatan keagamaan di Masjid Jami Hidayatullah
Tabalong serta Faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penerapan
fungsi manajemen kegiatan keagamaan Masjid Jami Hidayatullah Tabalong.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan
dengan pendekatan kualitatif, dimana sebanyak 4 orang yang telah diwawancarai
yaitu pengurus dan juga jamaah Masjid Jami Hidayatullah Tabalong sebagai objek
penelitian. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni teknik
observasi, dokumen, dan wawancara yang terstruktur.
Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa perencanaan pengurus
masjid Jami Hidayatullah Tabalong selalu melakukan musyawarah bersama.
Pengorganisasian Masjid Jami Hidayatullah Tabalong sudah melakukan pembagian
tugas kesetiap pengurus. Dalam pelaksanaan kegiatan di Masjid Jami Hidayatullah
Tabalong dilakukan oleh semua pihak tidak terpaku pada pengurus masjid saja.
Pengawasan di Masjid Jami Hidayatullah Tabalong seperti ketentuan-ketentuan
yang direncanakan dapat sesuai pada pelaksanaannya. Faktor pendukung Masjid
Jami Hidayatullah Tabalong seperti: pendanaan yang memadai, jumlah jamaah
yang lumayan banyak, dan adanya pelaksanaan haul guru sekumpul. Faktor
penghambat Masjid Jami Hidayatullah Tabalong seperti: terbatasnya para pemuda
yang dengan sukarela melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di Masjid atau
kurangnya kader muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan Islam di Masjid
dan jadwal pengajian subuh yang tidak teratur