IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengembangan Booklet Berbasis Kearifan Lokal Karakterisasi Morfologi Hambawang (Mangifera foetida Lour)

    Get PDF
    Hambawang (Mangifera foetida Lour) merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang populasinya saat ini tergolong dalam kategori Least Concern (LC), namun menunjukkan kecenderungan penurunan sehingga mulai sulit ditemukan. Minimnya literatur tentang morfologi dan pemanfaatan tumbuhan ini menjadi dasar perlunya pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisasi morfologi tumbuhan hambawang, mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat Desa Wasah Tengah dalam memanfaatkannya di kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan booklet berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran tambahan bagi mahasiswa Tadris Biologi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desai pendidikan atau Educational Design Research (EDR) menggunakan model Plomp dan Nieveen yang meliputi tiga tahap, yaitu preliminary research, prototyping phase, dan prototyping phase. Namun, penelitian ini dibatasi sampai pada tahap prototyping phase. Produk yang dihasilkan berupa booklet yang disusun berdasarkan hasil kajian lapangan terkait morfologi hambawang dan data kearifan lokal masyarakat. Uji validitas booklet dilakukan menggunakan evaluasi formatif Tessmer hingga tahap expert review. Populasi penelitian mencakup seluruh tumbuhan hambawang di Desa Wasah Tengah, dengan sampel ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria morfologi lengkap. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kajian dokumen, dan angket validasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan kriteria Akbar (2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambawang memiliki akar tunggang bercabang, batang berkayu dengan percabangan monopodial, daun jorong bertekstur tebal, bunga majemuk tak terbatas, serta buah sejati tunggal beraroma khas. Masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan masakan tradisional dan sumber kayu. Hasil uji validitas booklet memperoleh persentase rata-rata 88,015% dengan kategori sangat valid atau dapat digunakan sebagai media pembelajaran

    Kolaborasi Guru PAI dan Guru Kelas dalam Implementasi Deep Learning di SDN Simpang Empat 2

    Get PDF
    Kurikulum Deep Learning yang menekankan pada prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning menuntut adanya transformasi pembelajaran yang terintegrasi dan mendalam. SDN Simpang Empat 2 sebagai satuan pendidikan dasar berupaya menerapkan konsep ini, di mana keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Guru Kelas dalam menanamkan nilai spiritual serta kemampuan berpikir kritis secara utuh kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kolaborasi antara Guru PAI dan Guru Kelas, menganalisis peran serta kontribusi masing masing guru, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi Deep Learning di SDN Simpang Empat 2. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan dewan guru, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk kolaborasi instruksional yang terencana (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi) belum berjalan di SDN Simpang Empat 2; guru cenderung menyusun perangkat ajar dan mengajar secara individual. Satu-satunya bentuk interaksi yang terbentuk adalah kolaborasi reaktif (insidental) yang bersifat informal untuk menangani permasalahan perilaku siswa. (2) Peran dan kontribusi guru dalam Deep Learning dijalankan melalui inisiatif individual yang terpisah; Guru PAI berkontribusi pada Mindful dan Meaningful Learning melalui internalisasi nilai spiritual, sedangkan Guru Kelas berkontribusi pada Meaningful dan Joyful Learning melalui pendekatan rasionalitas dan penciptaan suasana kelas yang menyenangkan. (3) Tantangan utama dalam kolaborasi meliputi pemahaman konsep Deep Learning yang masih dangkal, ketiadaan model rujukan (role model) praktis, desain pelatihan yang terpisah antar mata pelajaran, serta keterbatasan waktu akibat beban administrasi yang pada

    Kontribusi Efikasi Diri dan Big Five Personality terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir di UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat efikasi diri, tipe big five personality, dan tingkat kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kontribusi tingkat efikasi diri terhadap tingkat kesiapan kerja, menganalisis kontribusi tipe big five personality terhadap tingkat kesiapan kerja, dan menganalisis kontribusi secara bersama-sama antara tingkat efikasi diri dan tipe big five personality terhadap tingkat kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proportional stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 310 mahasiswa tingkat akhir yang sedang maupun telah selesai menyusun tugas akhir (skripsi) dari berbagai fakultas dan program studi yang ada di UIN Antasari Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 27 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat efikasi diri mahasiswa tingkat akhir di UIN Antasari Banjarmasin didominasi kategori tinggi sebesar 47,1%; (2) tipe big five personality yang paling dominan adalah agreeableness pada kategori tinggi sebesar 50%; (3) tingkat kesiapan kerja yang paling dominan pada kategori tinggi sebesar 50%; (4) hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa efikasi diri berkontribusi positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja; (5) hasil uji regresi linear sederhana juga menunjukkan bahwa big five personality berkontribusi positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja; dan (6) hasil uji regresi linear berganda mengindikasikan bahwa efikasi diri dan big five personality secara simultan berkontribusi positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir di UIN Antasari Banjarmasin

    Strategi Kelompok Petani Karet dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Karet (Studi pada Desa Sungai Abit Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru)

    Get PDF
    Fluktuasi harga karet berdampak signifikan terhadap pendapatan dan ketahanan ekonomi petani karet di Desa Sungai Abit, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ketidakstabilan harga tersebut mendorong petani untuk membentuk dan memperkuat strategi kelompok sebagai upaya bertahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab fluktuasi harga karet serta strategi kelompok petani karet dalam menghadapinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga karet dipengaruhi oleh rendahnya kualitas bahan olah karet, ketergantungan terhadap tengkulak, serta perubahan kondisi pasar. Strategi kelompok petani yang diterapkan meliputi penjualan kolektif, berbagi informasi harga, dan peningkatan kualitas karet secara bersama, yang berperan penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi petani

    Tantangan Pelaksanaan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Bagi Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 31 Banjarmasin

    Get PDF
    Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu suatu pembelajaran yang berbasis proyek yang dilaksanakan secara lintas disiplin dengan menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan 6 dimensi pada Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan ini menempatkan peserta didik sebagai subjek yang lebih aktif dengan bekerja secara kolaboratif dalam tim untuk menghadapi isu-isu nyata dan tantangan di lingkungan sekitar dalam satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tantangan yang dialami oleh guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ketika pelaksanaan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 31 Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini yaitu tantangan dalam pelaksanaan P5 bagi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 31 Banjarmasin. Subjek penelitian yaitu 2 orang guru Pendidikan Agama Islam. Data yang didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu guru menghadapi tantangan pada kegiatan pelaksanaan P5 yaitu diantaranya : kurangnya pemahaman konsep P5, Sulitnya menentukan modal dan keuntungan, waktu pelaksanaan yang tidak menentu, terbatasnya sarana dan prasarana, lemahnya kolaborasi dengan guru lintas mata pelajaran, serta adanya kegiatan tambahan

    Budaya Populer dalam Tren Busana Muslimah di Kalangan Pengusaha Butik Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari fenomena tren busana muslimah di Banjarmasin yang mengalami perkembangan pesat seiring kuatnya arus budaya populer yang dibentuk oleh media sosial, selebriti, serta gaya hidup masyarakat urban. Fenomena ini tidak hanya tampak pada konsumen, tetapi juga pada pengusaha butik muslimah yang menjadi aktor penting dalam melahirkan dan menyebarkan tren. Para pengusaha butik memaknai tren sebagai ruang kreatif sekaligus tantangan dalam mempertahankan identitas dan nilai religius pada karya desain mereka. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana para pengusaha butik memahami, membentuk, menciptakan dan menyikapi budaya populer dalam tren busana muslimah yang mereka ciptakan. Selain itu, penelitian ini melihat dampak adanya budaya populer pada rancangan tren busana Muslimah mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta dokumentasi. Data-data yang diperoleh dianalisis mengunakan konsep budaya populer dan pandangan Akbar S. Ahmed tentang masyarakat postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengusaha memaknai tren sebagai budaya populer yang menjadi ruang peluang untuk menampilkan identitas muslimah yang tetap syar’i namun tetap mengikuti perkembangan zaman, seperti memunculkan tren abaya kekinian. Budaya populer juga mendorong munculnya inovasi desain, filosofi estetika personal pada setiap merek, serta strategi pemasaran seperti live shopping, endorsement, dan storytelling visual. Adapun dampaknya tampak pada meningkatnya kreativitas desain, perluasan pasar, serta pergeseran cara memaknai busana muslimah dari sekadar penutup aurat menjadi simbol identitas, representasi gaya hidup, dan sarana ekspresi diri dalam bingkai religiusitas modern

    (Fenomena Menteri Rangkap Jabatan Era Kabinet Indonesia Maju (Studi pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas kasus menteri yang menjabat lebih dari satu posisi dalam Kabinet Indonesia Maju dengan merujuk pada Pasal 23 Undang Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Pasal tersebut secara tegas melarang menteri menduduki jabatan lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Namun dalam praktiknya, rangkap jabatan masih sering terjadi, khususnya yang melibatkan kepentingan partai politik dan Badan Usaha Milik Negara. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Pendekatan ini dilakukan melalui pengkajian undang-undang, peraturan perundang-undangan, serta pendapat para ahli dengan menggunakan konsep dan teori hukum, seperti Good Governance dan konflik kepentingan. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan analisis bahan hukum menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik rangkap jabatan berdampak pada menurunnya tingkat fokus menteri dalam menjalankan tugasnya, sehingga berakibat pada kurangnya efektivitas kinerja serta melemahnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh kurangnya perhatian Presiden terhadap mekanisme pengangkatan menteri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara terhadap pelarangan menteri rangkapa jabatan, serta kuatnya pengaruh kepentingan politik dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, vii diperlukan perhatian dan komitmen yang lebih serius agar Presiden dalam mengangkat menteri senantiasa berpedoman pada prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung secara profesional dan berintegritas

    UPB English Tutors’ Effort In Adapting Educational Technological Change

    Get PDF
    In the contemporary technological era, technology plays a central role in facilitating a wide range of human activities, from tasks that were previously simple to those that would be difficult to accomplish without technological support. The field of education has similarly experienced rapid technological development, including the transition from traditional paper-based classroom activities to the use of digital devices such as tablets and computers. Educational technologies have also enabled teachers and students to access information and knowledge more efficiently. However, despite these advantages, the integration of technology in education presents various challenges, particularly in adapting to new technologies that were previously unfamiliar or nonexistent. Rapid technological change presents significant challenges for teaching staff in their adaptation processes. These challenges may result in anxiety related to the use of technology in instructional contexts. In response, teachers employ various adaptive strategies, including participating in training programs, sharing knowledge within small professional communities, and engaging in independent, self-directed learning initiatives

    Exploring Students’ Experiences in Learning Academic Listening

    Get PDF
    In language learning, the use of tasks plays a central role in encouraging students to use the target language meaningfully. This research aims to explore stu dents' experiences in learning listening through Task-Based Language Teaching (TBLT). This research used a qualitative approach with a narrative inquiry design. The data were collected from four students in the Academic Listening course through in-depth interviews and field notes during an IELTS simulation. Data anal ysis followed Creswell’s (2013) procedures and Clandin in and Connelly’s (2000) three-dimensional space framework, consisting of temporality, sociality, and place. The findings reveal that students' experiences were constructed through a dynamic negotiation of internal and external factors across the TBLT stages (Pre task, task cycle, and post-task stages). The participants faced multifaceted chal lenges, including phonological barriers (specifically non-rhoticity in British ac cent), debilitative anxiety, and physiological constraints. However, they navigated these challenges by employing distinct strategies ranging from peer scaffolding to physical resource management and independent cognitive mapping

    Evaluasi Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Menggunakan Model CIPP (Contexs, Input, Process, Product) di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin

    Get PDF
    Pemerintah mengeluarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang mewajibkan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran karena rendahnya kemampuan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDIT Ukhuwah Banjarmasin menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan jenis studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, guru wali kelas 1-3, kepala perpustakaan, dan pustakawan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan dan Pengujian kesimpulan (drawing and veryfying conclusing). Hasil penelitian menunjukkan (1) Evaluasi konteks (contexs) program memiliki landasan hukum yang kuat yaitu Permendikbud No. 23 tahun 2015, selaras dengan visi misi sekolah dan nilai keislaman, dengan kolaborasi efektif antara warga sekolah dan stakeholder. (2) Evaluasi masukan (input) perencanaan sistematis melibatkan seluruh stakeholder, manajemen terstruktur dengan evaluasi berkala, sarana prasarana cukup memadai meski ada keterbatasan, dan pembiayaan dari berbagai sumber. (3) Evaluasi proses (process) pelaksanaan konsisten sejak 2016 melalui membaca 15 menit dan kunjungan perpustakaan mingguan, dengan variasi metode sesuai jenjang, meski menghadapi hambatan seperti minat baca yang rendah dan keterbatasan buku. (4) Evaluasi produk (product) program berhasil membentuk budaya membaca, meningkatkan antusiasme dan prestasi siswa, serta memberikan manfaat luas bagi siswa dan sekolah dalam pencapaian visi misi literasi

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇