IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Parent Attachment Terhadap Happiness Santriwati Baru SMP Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Di Kabupaten Banjar
Santriwati baru di tingkat SMP mengalami transisi menuju fase remaja
awal, hal ini menyebabkan santriwati baru harus beradaptasi dengan masa
transisinya sebagai remaja awal di lingkungan pondok. Apabila santriwati baru
tidak mampu beradaptasi dalam tugas perkembangnya hal ini akan menyebabkan
kemunculan emosi-emosi negatif dan apabila tidak diatasi dengan baik akan
berpengaruh pada happiness santriwati sebagai remaja awal. Sehingga peneliti
tertarik untuk mengetahui happiness pada santriwati baru yang dipengaruhi oleh
parent attachment di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Kabupaten Banjar
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain
analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui kontribusi parent attachment
terhadap happiness santriwati baru. Populasi berjumlah 140 orang dengan sampel
terdiri dari 105 santriwati baru di tingkat SMP yang dipilih melalui
teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala Inventory of
Parent and Peer Attachment (IPPA) adaptasi dari Dr. Natris Idriyani dan untuk
mengukur parent attachment dan skala PERMA Profiler adaptasi dari Diana
Elfida untuk mengukur happiness.
Penelitian ini membuktikan: (1) Tingkat happiness santriwati baru berada
di mayoritas kategori sangat tinggi sebanyak 61 orang dengan persentase 58.10%.
(2) Tingkat parent attachment santriwati baru didominasi dalam kategori cukup
tinggi sebanyak 49 orang dengan persentase 46.7%. (3) Ditemukan korelasi positif
antara pengaruh parent attachment terhadap happiness pada santriwati baru dengan
nilai sig. p = 0,002 (p < 0.05 dan diperoleh nilai thitung sebanyak 3.227 yang
mempunyai makna semakin tinggi parent attachment santriwati baru maka semakin
tinggi juga happiness saantriwati baru, sama juga sebaliknya. Adapun variabel
parent attachment memberikan sumbangsih terhadap happiness sebanyak 9.2%.
Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh dengan korelasi positif
antara variabel parent attachment terhadap variabel happiness pada santriwati baru
tingkat SMP yang ada di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Kabupaten Banjar.
Sedangkan 90.8% sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain di luar variabel penelitia
Kontribusi Muhasabah Terhadap Stres Akademik Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Mahasiswa tingkat akhir adalah mereka yang telah menyelesaikan semua
mata kuliah yang diperlukan dan sedang memusatkan perhatian pada penyelesaian
tugas akhir atau skripsi. Dalam prosesnya, mahasiswa seringkali terbebani dalam
menghadapi beragam kesulitan ketika mengerjakan skirpsi seperti menentukan
judul, subjek penelitian hingga alat ukur yang akan digunakan. Selaian itu kesulitan
mencari referensi juga menjadi salah satu kendala yang tidak bisa diabaikan. Masamasa
ini sering kali membuat mahasiswa mengalami stres akademik, salah satu
faktor penyebabnya adalah kurangnya kemampuan dalam mengelola emosional dan
memahami diri sendiri dalam menghadapi masalah. Dalam konteks ini, penting
untuk menentukan strategi yang efektif, salah satunya adalah pendekatan melalui
muhasabah, yang merupakan introspeksi diri dalam tradisi Islam. Meningkatkan
muhasabah dapat membantu individu untuk merenungkan tindakan, memperbaiki
diri, dan mengelola emosi dengan lebih baik.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris kontribusi
antara muhasabah terhadap tingkat stres pada mahasiswa yang sedang mengerjakan
skripsi Angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 di Fakultas Ushuluddin dan
Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan analisis model regresi linear sederhana. Populasi dalam penelitian ini 569
mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 221 mahasiswa. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah probability sampling dan analisis data menggunakan
IBM SPSS Statistics 22.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Tingkat muhasabah pada
mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi Angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021
di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin sebanyak 63%
atau 139 mahasiswa pada kategori sedang dan 37% mahasiswa atau 82 mahasiswa
memiliki tingkat muhasabah tinggi. 2) Tingkat stres akademik pada mahasiswa
yang sedang mengerjakan skripsi Angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 di Fakultas
Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin sebanyak 40% atau 88
mahasiwa pada kategori ringan dan 60% atau 133 pada kategori sedang. 3) Terdapat
kontribusi signifikan dari muhasabah terhadap stres akademik mahasiswa yang
sedang mengerjakan skripsi Angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 di Fakultas
Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin yang mana dari hasi uji
regresi linear sederhana didapatkan nilai signifikansi 0,000 (0,000 < 0,05) dengan sumbangan koefisien determinasi sebesar 0,082 yang menyatakan kontribusi
muhasabah terhadap stres akademik sebesar 8,2%
Inklusivisme Beragama Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid (Studi Komparasi Pemikiran Tokoh)
Penelitian ini mengkaji konsep inklusivisme beragama dalam pemikiran dua
tokoh Islam Indonesia, Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan Abdurrahman Wahid
(Gus Dur), melalui pendekatan analisis teks. Inklusivisme beragama dipahami
sebagai pandangan yang mengakui kebenaran dan nilai positif dalam tradisi agama
lain, sekaligus mendorong dialog dan kerukunan antarumat beragama. Kedua tokoh
dipilih karena kontribusi signifikan mereka dalam membangun wacana Islam
moderat dan toleran di Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
deskriptif-interpretatif, mengandalkan analisis teks terhadap karya-karya utama
kedua tokoh serta konteks historis dan sosiologis yang membentuk pemikiran
mereka. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap buku, artikel, pidato, dan
dokumen terkait, kemudian dianalisis dengan analisis teks dan selanjutnya
dilakukan komparasi untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pemikiran
keduanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nurcholish Madjid dan Abdurrahman
Wahid sama-sama menekankan pentingnya dialog antaragama, penghargaan
terhadap pluralitas, dan penolakan terhadap eksklusivisme. Namun, keduanya
berbeda dalam pendekatan: Madjid lebih filosofis-akademis dengan fokus pada
reinterpretasi teks keagamaan, sementara Wahid lebih praktis-kontekstual melalui
penerapan nilai inklusivitas dalam politik dan masyarakat. hal ini karena kedua
tokoh tersebut berjibaku di ruang yang berbeda, Madjid lebih pada dunia akademik
dan menyampaikan gagasannya dari kampus ke kampus, sementara Gusdur sebagai
mantan Presiden yang berpolitik praktis membuatnya berhadap-hadapan langsung
dengan masyarakat. Faktor historis seperti pengaruh Orde Baru dan konflik agama
tahun 1960-an membentuk pemikiran mereka, sedangkan latar belakang organisasi
(Muhammadiyah untuk Madjid dan NU untuk Wahid) memengaruhi strategi
penyebaran gagasan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran inklusif kedua tokoh saling
melengkapi—Madjid memberikan fondasi teologis, sedangkan Wahid menawarkan
model implementasi di tingkat akar rumput. Rekomendasi mencakup penguatan
pendidikan agama inklusif, kebijakan publik berbasis pluralisme, dan revitalisasi
peran organisasi keagamaan dalam mempromosikan kerukunan. Temuan ini
relevan dalam konteks Indonesia kontemporer yang menghadapi tantangan
radikalisme dan polarisasi sosia
Eksplorasi Etnomatematika pada Budaya Babilangan Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan
Masyarakat Banjar memiliki ragam kebudayaan atau tradisi yang
berlimpah, salah satu tradisi yang masih digunakan dalam masyarakat Banjar yaitu
tradisi babilangan. Babilangan adalah budaya yang biasa dilakukan masyarakat
Banjar dalam perhitungan aksara nama untuk anak, perhitungan nama untuk
perjodohan serta menentukan hari yang tepat untuk pernikahan. Pada kegiatan
tradisi babilangan terdapat unsur etnomatematika, dan belum ada yang meneliti
etnomatematika babilangan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi aktivitas matematika dan konsep-konsep matematika yang
diterapkan dalam budaya babilangan masyarakat Banjar Kalimantan Selatan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian etnografi dan pendekatan
kualitatif untuk memahami dan mendeskripsikan konsep matematika yang
terkandung dalam proses babilangan Banjar. Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian yang
disesuaikan dengan teknik pengumpulan data tersebut. Analisis data dilakukan
melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi
sumber untuk memastikan keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya babilangan terdapat aktivitas
fundamental matematika berupa aktivitas counting atau menghitung, aktivitas
locating atau penempatan, aktivitas measuring atau mengukur, aktivitas designing
atau mendesain, aktivitas playing atau bermain, dan aktivitas explaining atau
menjelaskan. Selain itu, budaya babilangan terdapat konsep-konsep matematika
yang diterapkan yaitu berupa konsep bilangan yang terdiri dari penjumlahan dan
pengurangan, konsep himpunan yang terdiri dari himpunan semesta, himpunan
bagian, himpunan hingga, himpunan ekuivalen dan himpunan kosong, serta konsep
arimetika modulo yang terdiri dari modulo 3, modulo 5, modulo 7, modulo 9, dan
modulo 12
Pengembangan Video Pembelajaran Matematika untuk Anak Tunagrahita Kelas 12 SLB Negeri Kota Banjarbaru
Rendahnya kemampuan siswa tunagrahita dalam memahami konsep
matematika dasar, khususnya operasi penjumlahan, menjadi latar belakang
dilakukannya penelitian ini. Materi penjumlahan yang bersifat abstrak sering
menimbulkan kesulitan bagi siswa tunagrahita. Oleh karena itu, pengembangan
media pembelajaran berupa video animasi bergerak dipandang penting untuk
membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih konkret, menarik, dan
mudah diingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran
matematika dan menguji kelayakannya dari segi kevalidan, kepraktisan, serta
keefektifan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and
Development/R&D) dengan model 4D yang terdiri dari tahap define, design,
develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di SLB Negeri Kota Banjarbaru
dengan subjek uji coba dua siswa kelas XII kelompok tunagrahita. Instrumen yang
digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta
evaluasi hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi
yang dikembangkan dinyatakan sangat valid, penilaian ini diambil berdasarkan ahli
materi dan ahli media dengan aspek isi, penyajian, dan tampilan visual. Video
animasi ini juga dinilai sangat praktis, ditunjukkan melalui respon positif guru dan
siswa yang menilai video animasi mudah digunakan, menarik, dan membantu
dalam proses pembelajaran. Selain itu, video animasi ini juga terbukti efektif dalam
meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan, yang tercermin dari
pencapaian hasil belajar siswa yang sangat baik
Pengaruh Logo Universitas Terhadap Komitmen Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Logo merupakan salah satu elemen penting dalam membangun identitas dan
citra suatu institusi. Dalam konteks perguruan tinggi, logo berperan tidak hanya
sebagai tanda pengenal, tetapi juga sebagai representasi nilai dan misi universitas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh logo Universitas Islam Negeri
(UIN) Antasari Banjarmasin terhadap komitmen mahasiswa. Logo sebagai identitas
visual institusi tidak hanya berfungsi sebagai simbol pengenal, tetapi juga
menyampaikan nilai, misi, dan citra lembaga kepada publik. Dalam konteks
pendidikan tinggi, keberadaan logo kampus dapat memengaruhi persepsi, rasa
memiliki, dan keterikatan mahasiswa terhadap institusinya. Oleh karena itu,
penelitian ini berfokus pada tiga dimensi utama dalam logo yaitu penampilan
ekspresif, manfaat fungsional, dan estetika visual.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
melalui kuesioner daring. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 408 responden
yang merupakan mahasiswa aktif dari lima fakultas di UIN Antasari Banjarmasin.
Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) dengan
bantuan aplikasi SmartPLS untuk menguji validitas, reliabilitas, serta pengaruh
antar variabel. Instrumen pengukuran meliputi indikator untuk masing-masing
dimensi logo serta komitmen mahasiswa terhadap institusi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan ekspresif dan manfaat
fungsional logo berpengaruh signifikan positif terhadap komitmen mahasiswa. Hal
ini mengindikasikan bahwa mahasiswa lebih terikat secara emosional ketika logo
universitas mampu mencerminkan nilai dan manfaat yang sesuai dengan harapan
mereka. Di sisi lain, dimensi estetika logo tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan terhadap komitmen, yang berarti aspek visual semata tidak cukup untuk
membentuk keterikatan mahasiswa secara mendalam.
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa logo universitas yang kuat secara
fungsional dan ekspresif mampu memperkuat komitmen mahasiswa terhadap
institusi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola institusi
pendidikan untuk tidak hanya mempertimbangkan keindahan visual dalam desain
logo, tetapi juga memastikan bahwa logo dapat merepresentasikan identitas, nilai,
dan keunggulan institusi secara menyeluruh. Rekomendasi praktis dari penelitian
ini adalah agar universitas lebih memaksimalkan aspek fungsional dan identitas
dalam strategi branding untuk meningkatkan loyalitas mahasiswa
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Underpricing pada Saat Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022
Underpricing merupakan fenomena di mana harga saham yang ditawarkan
saat Initial Public Offering (IPO) lebih rendah dibandingkan harga penutupan hari
pertama di pasar sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
reputasi underwriter, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan terhadap tingkat
underpricing saham pada perusahaan sektor financials yang IPO di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2018-2022.
Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan menggunakan
metode kausal-komparatif sebagai pendekatan penelitian. Pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan kriteria
tertentu, sehingga didapat sampel dalam penelitian ini sebanyak 14 perusahaan
sektor financials yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui
studi pustaka dan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, reputasi underwriter,
ukuran perusahaan, dan umur perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap tingkat underpricing saham. Secara parsial, masing-masing variabel
independen juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat underpricing.
Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti kondisi pasar, ROA, ROE,
reputasi auditor, serta indikator keuangan lainnya, mungkin memiliki peran lebih
dominan dalam menentukan tingkat underpricing saham saat IPO. Oleh karena itu,
penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang dapat
memengaruhi fenomena ini
Pengaruh Premi Terhadap Loyalitas Nasabah Asuransi Syariah Di PT. Prudential Life Assurance KPM BJ8 Cabang Banjarmasin Dengan Transparansi Informasi Sebagai Variabel Moderasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh premi dan
transparansi informasi terhadap loyalitas nasabah asuransi syariah di PT
Prudential Life Assurance KPM BJ8 Cabang Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
tekhnik survei. Dan dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden ditentukan
menggunakan tekhnik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner
dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui
bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara
parsial, variabel premi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas.
Sementara itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa premi dan
transparansi informasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
loyalitas nasabah. Dengan demikian, perusahaan asuransi syariah perlu
memperhatikan besaran premi yang sesuai serta meningkatkan keterbukaan
informasi untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan loyalitas nasaba
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa Daya Antiseptik Eco Enzyme Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus pada Praktikum Mikrobiologi
Penimbunan sampah di jalan dan pasar menjadi isu mendesak, terutama
karena pembuangan langsung ke TPA tanpa pengolahan dapat memicu emisi gas
rumah kaca dan pencemaran lingkungan. Pengolahan sampah organik menjadi eco
enzyme adalah salah satu solusinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
daya antiseptik berbagai jenis eco enzyme terhadap bakteri Staphylococcus aureus,
mendeskripsikan validitas dan kepraktisan pengembangan lembar kerja mahasiswa
daya antiseptik berbagai jenis eco enzyme terhadap bakteri Staphylococcus aureus
pada praktikum Mikrobiologi.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan
desain Educational Design Research (EDR) yang dibatasi sampai tahap
development or prototyping phase dengan pendekatan kuantitatif. Lembar kerja
mahasiswa ini dikembangkan berdasarkan hasil penelitian eksperimen dengan
metode rancangan acak lengkap (RAL) sub sampling, dengan empat (4) perlakuan
yaitu dengan 3 jenis eco enzyme yang berbeda yaitu eco enzyme dari buah, sayuran,
dan campuran serta kontrol negatif (aquades steril). Pengujian daya antiseptik
menggunakan metode Kirby Bauer atau yang sering disebut metode difusi cakram.
LKM kemudian di uji validitas dan kepraktisannya dengan menggunakan model
evaluasi formatif Tessmer (1993). Data dianalisis menggunakan statistik inferensial
melalui uji ANOVA.
Berdasarkan hasil uji daya antiseptik menunjukan hasil yaitu terdapat daya
antiseptik berbagai jenis eco enzyme terhadap bakteri Staphylococcus aureus
berdasarkan uji Anova dengan nilai 0,012 < 0,05. Hasil validasi LKM oleh ahli
materi memperoleh nilai 88,33% dan ahli media memperoleh 85,25% sehingga
didapatkan nilai rata-rata 85,71% dengan kategori sangat valid, yaitu dapat
digunakan tanpa revisi. Hasil dari uji kepraktisan memperoleh nilai 86,98% dengan
kategori sangat praktis, yaitu dapat digunakan tanpa revisi. Berdasarkan hal tersebut,
LKM yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai
bahan ajar pendukung praktikum Mikrobiologi
Exploring The Actions of Pre-Service Teachers Towards Students’ Attitudes in Multi-Cultural Education
The ease of education access today has led to the emergence of diversity that
cannot be avoided. These differences exist in terms of diversity of backgrounds,
gender, knowledge and abilities, social, cultural, economic contained within
students in the classroom, which is then packaged under the name of Multi-Cultural
Education. Teachers are expected to be able to guide and educate students properly
in order to instill a positive culture and trigger exemplary behavior in students. As
pointed out by Parekh, multicultural education aims to cultivating such capacities
as mutual respect, intellectual curiosity, dialogue, self-criticism, and critical self
knowledge in the students. Linked to the theory of universal pedagogical skills,
teachers from various academic backgrounds still have the same essence in dealing
with the phenomenon of multicultural education. This essence can then be applied
to the process and strategy of teaching English (ELT). Thus, this study aims to
explore how pre-service teachers respond to various student behaviors in
multicultural education. This research uses a phenomenological research design.
This research was done at four schools during PPL 2 with total 10 pre-service
teachers as participants. In-depth interviews, qualitative questionnaires, and field
observations were conducted to obtain data on the understanding, considerations,
actions, and instructional methods used by pre-service teachers. The results showed
that pre-service teachers’ knowledge of multicultural education is quite clear, pre
service teachers fulfilling three of the five principles in the implementation of
multicultural education proposed by James A. Banks. This evident from the use of
approaches, such as: adapting teaching materials to the characteristics of each class
in terms of learning styles and abilities, reflecting on previous learning, and
designing learning activities that are unbiased towards any culture, background, or
language. Furthermore, the best responses given by pre-service teachers to students’
deviant behavior were reprimanding, asking the students concerned to do
something, motivating students, and creating interesting learning methods.
Therefore, it is recommended that future research explore various actions of pre
service teachers in multicultural education through lenses other than learning
design, instruction, and handling deviant behavio