IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Paylater dan Flash Sale Terhadap Impulsive Buying Pengguna Shopee di Kecamatan Banjarmasin Timur
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah menghadirkan gaya
baru dalam berbelanja dan metode pembayaran. Layanan paylater dan flash sale dapat
mendorong perilaku konsumtif dengan menyediakan opsi pembayaran yang fleksibel
dan mendapatkan harga murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada
pengaruh secara simultan dan parsial pada paylater dan flash sale terhadap impulsive
buying pengguna Shopee di Kecamatan Banjarmasin Timur.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian langsung ke lapangan dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh langsung dari pengguna Shopee
sebagai subjek penelitian dengan menyebarkan kuesioner. Metode pengambilan
sampel adalah nonprobabilty sampling, peneliti mengambil minimal 65 orang sebagai
responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Paylater berpengaruh secara
parsial terhadap impulsive buying pengguna shopee di Kecamatan Banjarmasin Timur;
2) Flash Sale berpengaruh secara parsial terhadap impulsive buying pengguna shopee
di Kecamatan Banjarmasin Timur; 3) Impulsive Buying berpengaruh secara simultan
terhadap pengguna shopee di Kecamatan Banjarmasin Timur
Pengetahuan dan Pengamalan Nilai-Nilai Zuhud di Pesantren: Studi Kasus Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah dan Darussalam
Ilmu dalam Islam memiliki kedudukan mulia sebagai hasil dari proses
berpikir, berawal dari sini para ulama nusantara pada zaman dahulu mulai
menyebarkan ilmu dan agama secara terpadu melalui lembaga pesantren.
Pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan untuk santri menggali
pengetahuan saja, bahkan pesantren sebagai lembaga yang mana santri bisa untuk
mengamalkan nilia-nilai keislaman dalam hal ini tasawuf seperti zuhud yang
sangat relevan dalam menghadapi persoalan hidup modern, termasuk fenomena
konsumerisme yang melanda generasi muda saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan pengamalan
nilai-nilai zuhud santriwati pondok pesantren Darul Hijrah Putri dan Darussalam
Putri, beserta perbedaan pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai zuhud mereka.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan tersebut
kemudian dianalilsis secara deskriptif, yakni dengan melakukan koleksi data,
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pengetahuan dan
pengamalan, santriwati Darul Hijrah Putri pada dasarnya pengetahuan mereka
tentang Zuhud adalah sesuatu yang bermakna moral atau akhlak. Santriwati Darul
Hijrah putri memiliki pengetahuan bahwa dunia bukanlah sesuatu yang harus
dibenci atau dijauhi, akan tetapi bagaimana dunia ini tidak masuk kedalam hati
mereka, dari pemahaman ini akhirnya pengamalan mereka pun terhadap dunia
lebih terbuka, selalu mengikuti perkembangan dan bahkan nampak sibuk dalam
keorganisasian. Adapun santriwati Darussalam Putri, sama seperti Darul Hijrah
pemaknaan mereka terhadap Zuhud lebih kepada suatu hal yang berkaitan dengan
moral dan akhlak. Pengetahuan santriwati Darussalam terhadap Zuhud adalah
menerima dunia dengan penuh syukur dan ikhlas serta terus diiringi dengan usaha,
dengan pengetahuan yang seperti ini, akhirnya pengamalan mereka pun cenderung
agak berjarak dengan dunia, tidak terlalu mengikuti arus zaman dan hampir tidak
terlihat dalam hal keorganisasian pada kehidupan mereka.
Dalam perbedaan pengetahuan, santriwati Darul Hijrah putri yang
memiliki kehidupan lebih modern, banyak bersinggungan dengan fasilitas duniawi sehingga mereka memiliki pengetahuan zuhud dengan tidak memasukan
dunia kedalam hati. Sedangkan pengetahuan yang santriwati Darussalam miliki
dari guru-guru mereka adalah dengan menerima apa yang kita miliki sekarang
dengan penuh rasa syukur dan ikhlas. Adapun perbedaan pengamalan, pada
pengamalan Zuhud santriwati Darul Hijrah Putri, ini terlihat pada mereka yang
sering bersinggungan dengan dunia, sehingga mereka lebih terbuka, selalu
mengetahui apa saja yang menjadi trend pada anak muda saat ini dan juga tampil
ikut serta dalam hal kegiatan keorganisasian. Sedangkan Darussalam pengamalan
mereka terhadap Zuhud adalah dengan cara memberi jarak kepada dunia, tidak
selalu mengikuti trend yang sekarang disukai anak muda dan mereka tidak terlihat
pada keorganisasia
Efektivitas Penerapan Model Discovery Learning Dan Ekspositori Terhadap Aspek Retensi Siswa Dan Metakognitif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMAN 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut
Tujuan pendidikan di Indonesia membutuhkan partisipasi banyak pihak
untuk memajukan generasi bangsa, sehingga hal tersebut bukanlah tugas yang
mudah. Rumitnya persoalan di ranah pendidikan seperti kurangnya rasa antusias
dalam pembelajaran merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Solusi alternatif
yang dapat menangani permasalahan tersebut dengan menerapkan model Discovery
Learning agar pembelajaran berfokus pada siswa untuk meningkatkan aspek retensi
siswa dan metakognitif.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas aspek retensi siswa
dengan model Discovery Learning dan Ekspositori, dan untuk mengetahui untuk
mengetahui efektivitas aspek retensi siswa dengan model Discovery Learning dan
Ekspositori dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di
SMAN 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu. Populasi yang dijadikan dalam
penelitian ialah SMAN 1 Kintap. Teknik pengambilan sampel yang ditentukan
dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling, sehingga sampel pada
penelitian ini ialah kelas XI A sebagai kelas eskperimen dan kelas XI B sebagai
kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur aspek retensi dan
metakognitif menggunakan soal uraian. Analisis data menggunakan teknik
independent sample t test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas yang signifikan
dari aspek retensi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery
Learning dan Ekspositori pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti di SMA Negeri 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut. Terdapat efektivitas yang
signifikan dari aspek Metakognitif siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Discovery Learning dan Ekspositori pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Kintap Kabupaten Tanah Lau
Praktik Bahilah pada Pernikahan Ulang di Masyarakat Banjar (Studi Kasus di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan)
Di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ditemukan praktik bersiasat dalam
pengurusan pernikahan ulang di Kantor Urusan Agama (KUA). Pasangan yang
sebelumnya menikah secara siri mengajukan permohonan nikah ulang di KUA tanpa
mengungkap riwayat pernikahan tidak resmi tersebut kepada Pegawai Pencatat Nikah
(PPN). Padahal, jika pernikahan siri diakui, proses yang seharusnya ditempuh adalah
isbat nikah di Pengadilan Agama. Karena informasi tersebut disembunyikan, KUA
memprosesnya sebagai pendaftaran pernikahan baru. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis praktik tersebut dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif, serta
mengkaji sikap para pengelola KUA terhadap praktik ini.
Tesis ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis.
Penelitian lapangan dilakukan di Kota Banjarbaru dengan metode utama pengumpulan
data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh narasumber, terdiri dari dua pelaku
praktik bersiasat dan lima Kepala KUA setempat. Selain itu, peneliti juga memperoleh
salinan dokumen resmi yang relevan. Data yang terkumpul disajikan secara deskriptif
dan dianalisis secara kualitatif.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan utama. Pertama, peneliti menyebut
praktik calon pengantin yang menyembunyikan atau tidak mengakui pernikahan siri saat
mendaftarkan pernikahan resmi di KUA sebagai bahilah. Praktik ini dipilih karena
dianggap sebagai jalan yang lebih mudah untuk memperoleh pengakuan hukum atas
status pernikahan, dibandingkan menempuh proses isbat nikah di Pengadilan Agama.
Meskipun terkesan manipulatif, tindakan ini tidak sepenuhnya keliru menurut hukum
positif, karena pernikahan siri belum memiliki pengakuan administratif. Dengan
demikian, pernyataan ―belum menikah‖ masih sesuai dengan status hukum calon
pengantin di mata negara. Dalam perspektif Islam, tindakan ini mencerminkan strategi
bahilah, serupa dengan yang dilakukan Nabi Ibrahim ketika menyebut Siti Sarah sebagai
saudara demi menghindari kezaliman penguasa, meskipun mereka adalah pasangan
suami istri. Syekh Wahbah al-Zuḥaylī menyatakan bahwa hilah dibenarkan selama
bertujuan memberi kemudahan, menegakkan keadilan, atau mencegah kezaliman, dan
tidak dimaksudkan untuk menghapus kewajiban atau membatalkan hukum syariat.
Kedua, sikap para pengelola KUA yang diwawancarai menunjukkan sedikit
variasi. Jika mereka tidak mengetahui adanya pernikahan siri, pendaftaran diproses
sebagai pernikahan baru. Namun, jika fakta pernikahan siri diketahui, umumnya mereka
menolak dan mengarahkan pasangan untuk menempuh isbat nikah di Pengadilan Agama.
Meski demikian, sebagian Kepala KUA masih memberi harapan: apabila permohonan
isbat ditolak, KUA bersedia mencatat pernikahan secara resmi dengan melampirkan
dokumen penolakan dari pengadila
Analisis Mekanisme Proteksi Risiko Asuransi Syariah Menurut Perspektif Nasabah PT Asuransi Umum Bumida 1967 Unit Syariah
Penelitian ini di latar belakangi oleh tingkat keingintahuan penulis untuk
membahas dan mempelajari analisis mekanisme preteksi risiko asuransi syariah
menurut nasabah PT asuransi umum bumida 1967 unit syariah. Hal ini juga
menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk meneliti bagaimana mekanime
proteksi risiko yang dilakukan oleh perusahaan asuransi syariah khususnya PT
Bumida.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dalam bidang
asuransi. Karenanya, untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakukan
wawancara dengan pihak asuransi untuk menemukan bahan kajian masalah yang
diteliti. Melalui teknik analisis deskriptif kualitatif. Bahan pustaka yang telah
diinventarisir ditelaah secara studi pustaka. Melalui teknik komparasi kualitatif
yang mencakup analisis korelasi dan causal comparative.
Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan: Pertama: Mekanisme proteksi
risiko sudah sesuai dijalankan sebagaimana mestinya, melalui cover jika terjadi
musibah. Kedua : manfaat yang didapatkan nasabah diberikan sepenuhnya
kepada nasabah secara transparan serta tidak ada unsur yang dilarang
Konsep Diri Menurut Muhammad Arsyad al-Banjari dan Hector Garcia (Kajian atas Kitab Kanzul Ma’rifat dan Buku Ikigai: The Secret of a Long and Happy Life)
Tesis ini membahas studi komparatif mengenai konsep diri dalam tasawuf Syekh
Muhammad Arsyad al-Banjari melalui kitab Kanzul Ma’rifat dan filosofi Ikigai
yang dipopulerkan oleh Héctor García. Penelitian ini dilakukan menggunakan
metode kualitatif studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur primer maupun
sekunder yang relevan. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan titik
perbedaan serta persamaan antara pemikiran sufistik al-Banjari dengan filsafat
modern yang lahir dari budaya Jepang. Kajian ini menempatkan keduanya dalam
kerangka dialogis sehingga pembaca dapat melihat bagaimana gagasan spiritual
tradisional dan filosofi populer kontemporer saling bersinggungan. Dengan
pendekatan ini, diharapkan penelitian mampu memberikan pemahaman yang lebih
mendalam mengenai hakikat konsep diri. Selain itu, kajian ini juga menjadi
kontribusi akademis dalam mempertemukan kearifan lokal dengan wacana global
yang terus berkembang. Hal ini penting agar warisan pemikiran ulama Nusantara
dapat ditempatkan dalam percakapan intelektual modern.
Menurut Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, konsep diri manusia tidak bisa
dilepaskan dari hubungan vertikal dengan Tuhan, yang dikenal dengan istilah
ma’rifatullah. Pencapaian ini hanya mungkin terwujud melalui penyucian jiwa,
pengendalian hawa nafsu, serta pembinaan akhlak yang baik. Orientasi al-Banjari
bersifat sufistik dan berlandaskan nilai-nilai ilahiah, sehingga jati diri manusia
sejati hanya akan terbentuk apabila ia mengenal Tuhannya. Sementara itu, Ikigai
menawarkan pandangan yang lebih eksistensial dan horizontal, yakni dengan
menekankan keseimbangan antara empat unsur penting: gairah, keahlian,
panggilan, dan misi hidup. Melalui Ikigai, manusia diharapkan mampu
menemukan alasan untuk bangun setiap pagi, karena hidupnya memiliki arah
yang jelas. Perbedaan orientasi ini menunjukkan bagaimana tasawuf menekankan
dimensi transendental, sedangkan Ikigai lebih menyoroti keseharian manusia
dalam dunia nyata. Namun, keduanya sama-sama menekankan pentingnya
kesadaran diri dalam membentuk kehidupan yang bermakna.
Meskipun memiliki perbedaan dasar filosofis, terdapat titik temu yang signifikan
antara pemikiran al-Banjari dan Ikigai. Keduanya sepakat bahwa hidup yang utuh
dan bermakna hanya dapat dicapai dengan tujuan hidup yang jelas, kontribusi
sosial yang nyata, serta keselarasan antara dimensi batin dan aktivitas lahiriah. Al
Banjari menekankan bahwa kebahagiaan hanya mungkin dicapai melalui
penghambaan dan kedekatan dengan Tuhan, sementara Ikigai menegaskan bahwa
makna hidup lahir dari keseimbangan diri dengan lingkungan sosial
Evaluasi Efektivitas Kurikulum Tahfizhul Qur’an pada Rumah Tahfizh Al‑Qur’an Banjarmasin Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum Tahfizhul
Qur’an pada rumah Tahfizh Al-Qur’an Banjarmasin Timur. Latar belakang
penelitian ini didasari oleh belum adanya standar kurikulum baku antar rumah
tahfizh, serta kurangnya kajian sistematis terhadap capaian dan implementasi
kurikulum tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan Mix Methods dengan model evaluasi
iluminatif, melibatkan lima rumah tahfizh sebagai sampel. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan angket
kepada santri dan guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan memiliki
variasi signifikan dalam struktur materi, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi.
Secara umum, capaian hafalan santri menunjukkan peningkatan, namun belum
merata di semua lembaga. Terdapat pula perbedaan dalam kepuasan belajar santri
dan kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum. Evaluasi menunjukkan bahwa
beberapa rumah tahfizh belum memiliki dokumen kurikulum yang sistematis dan
belum melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi kurikulum.
Penelitian ini merekomendasikan penyusunan kurikulum terstandar yang
kontekstual dengan kebutuhan lokal serta peningkatan pelatihan bagi para pengajar
Pengaruh Tekanan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV Wahana Konsultan Kotabaru
Tekanan pekerjaan merupakan suatu respon adatif pada situasi eksternal yang
menghasilkan penyimpangan-penyimpangan fisik, psikologi dan perilaku bagi para partisipan
organisasi. Tekanan kerja mempengaruhi terhadap kinerja karyawan pada karyawan CV
Wahana Konsultan Kotabaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan
kerja terhadap kinerja karyawan pada CV Wahana Konsultan Kotabaru.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel
yang digunakan sebanyak 30 orang responden dengan perhitungan jumlah karyawan pada CV
Wahana Konsultan Kotabaru, Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner
atau angket kepada karyawan, Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis
regresi linier sederhana dan pengujian data menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistic
25 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tekanan kerja berpengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan berdasarkan hasil uji analisis regresi linier sederhana dan uji T
dengan nilai probabilitas (sig.) 0.000<0.05, sedangkan pada uji koefisien determinasi (R2)
menunjukan nilai koefisien determinasi (R.square) 0.412, untuk variabel menggambarkan
bahwa ada pengaruh variabel tekanan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi
sebesar 41% sedangkan sisanya sebesar 59% dipengaruhi faktor-faktor lain atau variabel lain
diluar penelitia
Analisis butir soal ujian akhir sekolah mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMA, SMK, dan MAN di Kabupaten Banjar
Evaluasi pembelajaran sebagai alat ukur pencapaian kompetensi peserta
didik,
khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islamyang
mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam konteks Ujian
Akhir Sekolah, kualitas butir soal sangat menentukan validitas hasil evaluasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal UAS PAI pada tiga
jenjang pendidikanSMA, SMK, dan MA di Kabupaten Banjar. Fokus kajian
meliputi lima indikator utama, yaitu validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya
pembeda, dan efektivitas pengecoh, serta implikasinya terhadap peningkatan mutu
evaluasi pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data
diperoleh melalui dokumentasi lembar jawaban siswa dan kunci jawaban, kemudian
dianalisis menggunakan rumus-rumus analisis butir soal berdasarkan Teori Tes
Klasik (Classical Test Theory), dengan bantuan software Microsoft Excel dan SPSS
untuk menghitung indeks korelasi item (validitas), Cronbach’s Alpha (reliabilitas),
indeks kesukaran, indeks daya beda, dan persentase fungsi pengecoh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas soal UAS PAI di ketiga
jenjang sekolah bervariasi. Di jenjang SMA, mayoritas soal tergolong valid,
reliabilitas sangat tinggi (0,86), dengan 76% soal berada pada tingkat kesukaran
sedang dan 60% memiliki daya pembeda sangat baik. Pada jenjang MA, reliabilitas
mencapai 0,89, namun masih terdapat soal tidak valid dan pengecoh yang tidak
efektif. Di jenjang SMK, reliabilitas tergolong sedang (0,79), tetapi daya pembeda
banyak yang ditolak (58%), dan pengecoh tidak berfungsi secara maksimal. Secara
umum, SMA menunjukkan kualitas soal terbaik dibandingkan MA dan SMK.
Perbedaan signifikan antara ketiga jenjang menunjukkan belum adanya
standarisasi mutu dalam penyusunan soal UAS PAI. Hal ini dapat mengganggu
validitas evaluasi dan berdampak pada akurasi pengukuran pencapaian kompetensi
siswa. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan sistematis bagi
guru PAI dalam penyusunan soal berdasarkan indikator psikometrik, perlunya
penguatan peran MGMP dalam pengawasan mutu soal, serta penerapan analisis
butir soal secara berkala sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan
berbasis dat
Pembelajaran Al Qur’an Menggunakan Metode Ummi dan Tilawati Di TPQ Banjarbaru
Pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memiliki peran penting
dalam membentuk karakter dan kemampuan religius anak sejak usia dini. Namun, efektivitas
pembelajaran sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan. Dalam konteks ini, metode Ummi
dan Tilawati menjadi pilihan yang cukup populer karena dianggap mampu meningkatkan kualitas
bacaan serta pemahaman anak terhadap Al-Qur’an secara menyenangkan dan sistematis.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Ummi dan Tilawati di dua TPQ di Kota
Banjarbaru.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif.
Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi
terhadap kegiatan pembelajaran di TPQ. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi untuk menggambarkan secara utuh
proses pembelajaran yang terjadi di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan dengan
merumuskan tujuan yang selaras dengan capaian pembelajaran yang diharapkan, seperti
meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan membentuk karakter religius. Pelaksanaan
pembelajaran menggunakan metode Ummi dan Tilawati yang dirancang menyenangkan dan
interaktif, sehingga mampu meningkatkan minat serta kemampuan baca anak. Evaluasi
pembelajaran menunjukkan adanya integrasi alat bantu visual seperti kartu huruf hijaiyah yang
terbukti efektif dalam merangsang pemahaman dan kemampuan siswa dalam membaca Al
Qur’an secara lebih bai