IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Larangan Diskriminasi dalam Al-Qur’an menurut Ulama-ulama Tafsir Kontemporer di Indonesia
Latar belakang pada penelitian ini diawali dengan banyaknya dari kalangan
masyarakat yang melakukan salah satu tindakan yang tidak dapat ditoleransi yaitu
Diskriminasi. Diskriminasi merupakan isu sosial yang menjadi perhatian dalam
aspek kehidupan dulu hingga sekarang, serta termasuk dalam konteks keadilan. Al
Qur’an sebagai sumber utama yang dijadikan pedoman hidup bagi umat manusia
mengandung prinsip-prinsip fundamental yang menolak akan segala bentuk
tindakan diskriminasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana para ulama tafsir
kontemporer di Indonesia memahami dan menafsirkan larangan diskriminasi dalam
Al-Qur’an, agar dapat memahami secara mendalam mengenai penelitian ini, serta
mengambil hikmah setiap ayat yang menjelaskan larangan diskriminasi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif dan tafsir tematik. Pendekatan ini digunakan untuk
mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan larangan diskriminasi,
serta menganalisis ayat tersebut dengan perspektif ulama tafsir kontemporer
Indonesia guna mengambil intisari secara maksimal dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mufassir menafsirkan ayat-ayat yang
berkaitan dengan diskriminasi, sama-sama menekankan pentingnya keadilan
sebagai prinsip utama dalam mencegah diskriminasi. QS. An-Nisā’:135 menuntut
keadilan tanpa memandang hubungan atau status sosial, QS. Al-Māidah:8 melarang
ketidakadilan akibat kebencian, dan QS. Shād:26 memperingatkan agar pemimpin
tidak memutuskan perkara berdasarkan hawa nafsu. Ketiga mufasir menegaskan
bahwa keadilan harus ditegakkan secara konsisten dalam upaya mencegah
diskriminasi dalam kehidupan sosial, khususnya di Indonesia
Pengaruh Reputasi, Keamanan, dan Kualitas Layanan Terhadap Kepercayaan Nasabah pada Bank Digital
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan bank
digital di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda yang menginginkan
layanan perbankan yang aman, cepat, dan berkualitas. Salah satu bank digital
yang berkembang pesat adalah SeaBank, yang telah memiliki kantor cabang di
Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reputasi,
keamanan, dan kualitas layanan terhadap kepercayaan nasabah pada bank digital
SeaBank Cabang Banjarmasin secara parsial dan simultan.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
angket/kuesioner yang disebar secara online dan offline kepada nasabah di
SeaBank Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Digital
Banjarmasin yang berjumlah 9.251 orang, adapun teknik pengambilan sampel
menggunakan accidental sampling dimana teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan (accidental) bertemu dengan
peneliti dapat digunakan sebagai sampel, dengan rumus slovin yaitu sebanyak 99
sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda
dengan bantuan Aplikasi statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Reputasi berpengaruh secara
Signifikan terhadap Kepercayaan Nasabah Bank Digital Sea Bank Banjarmasin,
2) Keamanan berpengaruh signifikan terhadap Kepercayaan Nasabah Bank
Digital Sea Bank, 3) Kualitas layanan berpengaruh Signifikan terhadap
Kepercayaan Nasabah Bank Digital Sea Bank Banjarmasin dan 4) Reputasi,
keamanan dan kualitas layanan berpengaruh terhadap Kepercayaan Nasabah Bank
Digital Sea Bank Banjarmasin. Dengan variabel kualitas layanan yang
berpengaruh dominan
Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Komplek Dalem Sakti Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dalam Menjaga Kerukunan
Perbedaan budaya sering kali menjadi masalah dalam kehidupan
bermasyarakat yang disebabkan oleh bedanya bahasa yang digunakan karena
perbedaan budaya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang
komunikasi lintas budaya yang ada dikomplek Dalem Sakti Kecamatan Sungai
Tabuk berlangsung efektif atau terjadi hambatan yang disebabkan oleh perbedaan
budaya.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitaif dengan metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Komunikasi
antar budaya yang dilakukan oleh masyarakat Komplek Dalem Sakti bisa dikatakan
efektif. Kompetensi yang dimiliki masyarakat komplek Dalem Sakti dalam
melakukan komunikasi dapat dinilai sangat baik karena mereka bisa meminimalisir
hambatan yang ada disana. salah satu kompetensi yang dimiliki masyarakat
komplek Dalem Sakti yaitu toleransi yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat
komplek Dalem Sakti dalam menciptakan komunikasi yang efektif yaitu
menggunakan bahasa sebagai alat untuk mempertahankan hubungan antarpribadi
mereka. Masyarakat menggunakan bahasa-bahasa tertentu atau kode-kode tertentu
dalam kehidupan sehari-hari untuk melakukan komunikasi sesama masyarakat.
Misalnya masyarakat berusaha membiasakan menggunakan bahasa Banjar sebagai
bahasa mereka sehari-hari untuk bermasyarakat padahal mereka bersuku Bugis dan
Jawa. Selain itu masyarakat komplek Dalem Sakti juga menggunakan kode
mengangkat tangan dan menganggukkan kepala yang berarti menyapa ketika
bertemu di jalan
Eksploitasi Anak di Kota Banjarmasin (Perspektif Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014)
Eksploitasi anak merupakan persoalan sosial yang kompleks dan
meresahkan, terutama di kota-kota besar seperti Banjarmasin. Banyak anak di
bawah umur yang dipaksa bekerja untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga,
baik sebagai pengemis, penjual jalanan, hingga pekerja informal lainnya. Kondisi
ini tidak hanya melanggar hak-hak anak, tetapi juga berpotensi menimbulkan
dampak negatif secara fisik, psikologis, dan sosial. Meskipun Indonesia telah
memiliki regulasi yang cukup jelas mengenai perlindungan anak, khususnya
melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014,
implementasinya masih belum optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk eksploitasi anak di Kota
Banjarmasin serta menelaah efektivitas penerapan Undang-Undang Nomor 35
Tahun 2014 dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak-anak yang
menjadi korban eksploitasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan
mengidentifikasi kendala serta menawarkan solusi terhadap pelaksanaan
perlindungan anak di tingkat lokal.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
normatif dan empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan
perundang-undangan serta wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait, seperti
Dinas Sosial, kepolisian, dan masyarakat. Analisis dilakukan secara deskriptif
kualitatif untuk menggambarkan realitas eksploitasi anak dan respons hukum
terhadapnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik eksploitasi anak di
Banjarmasin masih marak terjadi, terutama dalam bentuk eksploitasi ekonomi yang
dilakukan oleh orang tua atau pihak ketiga. Anak-anak dieksploitasi sebagai sumber
penghasilan tanpa mempertimbangkan hak atas pendidikan, perlindungan, dan
tumbuh kembang yang layak. Implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2014 belum efektif karena lemahnya sosialisasi, keterbatasan pengawasan dari
instansi terkait, serta kurangnya partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, masih
terdapat anggapan budaya bahwa anak merupakan aset ekonomi keluarga.
Penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan regulasi di tingkat lokal,
peningkatan edukasi hukum kepada masyarakat, serta kolaborasi antara lembaga
pemerintah dan non-pemerintah dalam upaya perlindungan anak yang lebih
menyeluruh
Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kaitannya dengan Hak Masyarakat Menikmati Hasil Pembangunan
Latar belakang penelitian ini disebabkan Kabupaten Banjar sebagai bagian
dari kawasan strategis Banjarbakula masih menghadapi berbagai persoalan
infrastruktur, khususnya di wilayah Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura.
Kerusakan jalan lingkungan dan keterbatasan penerangan jalan umum (PJU) telah
menimbulkan hambatan signifikan terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi
masyarakat setempat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas
pelaksanaan kebijakan pembangunan yang seharusnya menjamin terpenuhinya hak
masyarakat atas hasil pembangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi kebijakan
perbaikan jalan dan penyelenggaraan PJU serta menganalisis faktor-faktor
penghambat yang memengaruhi keberhasilannya di Desa Cindai Alus.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan
sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan Dinas
PUPRP Kabupaten Banjar dan Kepala Desa Cindai Alus, serta studi dokumentasi
terhadap produk hukum daerah yang relevan. Teknik analisis dilakukan melalui
reduksi data, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi perbaikan jalan di
Desa Cindai Alus baru berjalan sebagian dan bersifat insidentil. Jalan Irigasi,
misalnya, masih belum diperbaiki secara memadai karena dianggap sebagai jalan
inspeksi irigasi kewenangan pusat. Penganggaran pembangunan dilakukan melalui
Musrenbang, namun ketersediaan dana terbatas menyebabkan tidak semua usulan
terealisasi. PJU di wilayah ini pun masih minim akibat kewenangan yang tersebar
antara instansi berbeda dan kurangnya koordinasi anggaran. Selain itu, kendala
teknis di lapangan seperti perilaku masyarakat yang tidak patuh terhadap prosedur
proyek juga menjadi penghambat. Secara umum, belum terpenuhinya hak
masyarakat atas infrastruktur mencerminkan belum optimalnya efektivitas hukum
dalam konteks pembangunan daera
Strategi Bank Muamalat Kantor Cabang Banjarmasin Dalam Menghadapi Financial Technology (Fintech) Berbasis Pinjaman Online
Fintech berbasis pinjaman online merupakan layanan jasa keuangan dalam
aplikasi atau web yang dilakukan secara online.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi bank muamalat
kc banjarmasin dalam menghadapi Fintech berbasis Pinjaman Online dan
bagaimana dampak Fintech berbasis Pinjaman Online pada Bank Muamalat KC
Banjarmasin.
Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif, subjek penelitian adalah Branc Maneger (pimpinan
cabang) Bank Muamalat Kantor Cabang Banjarmasin. Metode pengumpulan data
yaitu; observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian; reduksi data,
penyajian data, dan penyimpulan.
Hasil penelitian: Pertama, Strategi Bank Muamalat dalam menghadapi
Fintech berbasis Pinjaman Online adalah dengan menggunakan strategi pemasaran
untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa pada Bank Muamalat KC
Banjarmasin, melakukan edukasi pada nasabah mengenai pinjaman online ilegal
dan legal, dan melakukan pengembangan produk agar tetap bersaing dengan
Fintech berbasis Pinjaman Online. Kedua, Dampak Bank Muamalat KC
Banjarmasin dalam menghadapi Fintech berbasis Pinjaman Online masih belum
cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional Bank Muamalat,
namun Fintech berbasis pinjaman online ini berdampak langsung pada
penggunany
Problematika Lembaga Pendamping Proses Produk Halal UIN Antasari dalam Meningkatkan Pendaftaran Halal oleh Pelaku UMKM di Kota Banjarmasin
Penerapan sertifikasi halal di Indonesia menjadi kewajiban hukum melalui
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Sebagai
bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional ini, UIN Antasari Banjarmasin
membentuk Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sejak tahun 2022
dan aktif menyelenggarakan sosialisasi serta pelatihan bagi pelaku UMKM.
Namun, partisipasi pelaku UMKM di Kota Banjarmasin dalam mendaftarkan
produknya untuk memperoleh sertifikasi halal masih tergolong rendah. Hal ini
diduga disebabkan oleh keterbatasan pemahaman teknis dan kurangnya
pendampingan intensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
problem yang dihadapi LP3H UIN Antasari dalam meningkatkan pendaftaran halal
oleh pelaku UMKM, serta mengkaji strategi emperis yang telah dilakukan untuk
mengatasi kendala tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan action research, yaitu pendekatan partisipatif di mana peneliti turut
terlibat dalam merespons dan mencari solusi atas permasalahan di lapangan. Lokasi
penelitian berada di Kota Banjarmasin, yang dipilih karena banyaknya pelaku
UMKM yang belum memiliki sertifikasi halal. Teknik pengumpulan data
mencakup observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Sumber data
meliputi koordinator LP3H di UIN Antasari Kalimantan Selatan, serta pelaku
UMKM lokal. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian,
dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Pendamping Proses Produk
Halal (LP3H) UIN Antasari menghadapi kendala dalam meningkatkan pendaftaran
sertifikasi halal oleh pelaku UMKM di Kota Banjarmasin. Kendala utama meliputi
kurangnya pemahaman pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi, keterbatasan
jumlah dan kapasitas pendamping, serta hambatan administratif dan teknis pada
sistem pendaftaran online SIHALAL. LP3H telah melakukan berbagai strategi
seperti sosialisasi melalui media digital dan tatap muka, pendampingan teknis, serta
kerja sama dengan BPJPH dan pemerintah daerah. Namun, efektivitas program
masih perlu ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha
Potensi Penerapan Prinsip Syariah dalam Pengelolaan Koperasi Madrasah: Studi di Lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui dan menganalisis jenis akad
yang sudah diterapkan Koperasi Madrasah di Lingkungan Kementerian Agama
Kota Banjarmasin; 2) Untuk mengetahui dan menganalisis Potensi Penerapan
Prinsip Syariah dalam Pengelolaan Koperasi Madrasah: Studi di Lingkungan
Kementerian Agama Kota Banjarmasin; 3) Untuk mengetahui dan menganalisis
faktor pendukung dan faktor Potensi Penerapan Prinsip Syariah dalam Pengelolaan
Koperasi Madrasah: Studi di Lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara yang mendalam dengan para informan dan
kemudian dianalisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Potensi Penerapan Prinsip Syariah
dalam Pengelolaan Koperasi Madrasah di Kota Banjarmasin yang masih
konvesional untuk bertransformasi menjadi koperasi syariah cukup besar yang
didorong oleh keinginan anggota koperasi akan sistem ekonomi yang lebih adil dan
sesuai dengan hukum ekonomi Islam serta nilai-nilai agama. Faktor pendukung
Potensi Penerapan Prinsip Syariah dalam Pengelolaan Koperasi Madrasah: Studi di
Lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarmasin adalah sudah adanya modal
koperasi, ada struktur organisasi koperasi, dukungan dari Dinas Koperasi Kota
Banjarmasin dan anggota koperasi yang mendukung Potensi Penerapan Prinsip
Syariah dalam Pengelolaan Koperasi Madrasah. Faktor penghambat Potensi
Penerapan Prinsip Syariah dalam Pengelolaan Koperasi Madrasah: Studi di
Lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarmasin adalah tidak adanya
pendampingan, budaya hukum syariah tidak berjalan dengan baik.
Penelitian ini merekomendasikan kepada Koperasi Madrasah agar dapat
membangun kerjasama dengan pihak terkait, seperti dinas koperasi, lembaga
keuangan syariah, dan pihak lain yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan
koperasi syariah. Serta terus melakukan inovasi dalam pengelolaan koperasi agar
sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat
Kedudukan dan Peran Lembaga Kejaksaan dalam Upaya Penanganan Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Negeri Banjarmasin
Korupsi merupakan tindakan kriminal yang berpotensi dapat dilakukan oleh siapapun,
tanpa terkecuali. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi
maupun golongan. Dengan jumlah yang sangat banyak maka tidak menutup kemungkinan
akan merugikan pihak terkait atas perbuatan yang dilakukan. Berangkat dari hal itulah,
kehadiran dari lembaga kejaksaan sebagai penegak hukum sangatlah diharapkan. Kerja keras
bersama pihak seperti: aparat kepolisian, dan anggota masyarakat dapat menjadi modal untuk
terciptanya nuansa yang nyaman dan tentram bebas dari tindakan korupsi. Permaslahan
penelitian ini adalah Bagaimana Kedudukan dan peran Lembaga Kejaksaan dalam Upaya
Penanganan Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini bersifat empiris (Socio
Legal Research), sedangkan untuk pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perUndang
Undangan (Statute Approach), dan pendekatan kasus (The Case Approach). Di samping itu
pula peneliti juga menggali sumber-sumber literatur terkait sebagai bahan bacaan yang
kemudian dilakukan penganalisisan sehingga masalah dapat terselesaikan.
Hasil penelitian yang dilakukan dilapangan sebagaimana Undang-Undang Nomor 11
Tahun 2021, ditemukan data bahwa: 1) Lembaga Kejaksaan Negeri Banjarmasin sebagai
pelaksana dalam penegakan hukum independen bertanggung jawab sebagai pelaksana fungsi
kejaksaan dalam hal penegakan hukum; dan 2). Peran lembaga kejaksaan dalam upaya
penanganan tindak pidana korupsi bersifat signifikan. Adapun terkait upaya dari penanganan
tersebut meliputi: kegiatan penyidikan, penuntutan sebanyak 472 perkara, dan sampai pada
eksekusi putusan pengadila
Pengaruh Dramaturgi Penggunaan Second Accountt Instagram Terhadap Self-disclosure pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Media sosial Instagram telah mengubah cara masyarakat Indonesia
mengekspresikan diri secara digital. Dengan 79,5% penduduk menggunakan
internet, banyak orang memiliki multiple account Instagram untuk keperluan
berbeda. First account menampilkan diri secara formal, sedangkan second account
menjadi ruang pribadi untuk berbagi perasaan lebih bebas. Fenomena ini
menunjukkan identitas digital yang fleksibel dan mencerminkan kebutuhan
manusia akan ruang privat dalam mengekspresikan diri di era digital. Penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh dramaturgi penggunaan second accountt instagram
dengan Self-disclosure pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN
Antasari Banjarmasin
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi
linier sederhana. Skala yang digunakan di adopsi dari Jita Wanodya yang merujuk
pada konsep pengelolaan kesan (impression management) dalam teori dramaturgi
milik Goffman dan Skala yang di modifikasi dari Vincensia Ririn Indriyani yang
merujuk pada teori Self-disclosure milik Altman dan Taylor. Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan
pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian
ini sebanyak 275 orang dengan jumlah populasi sebesar 1.329 orang. Subjek
penelitian ini adalah mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Ushuluddin
dan Humaniora
Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang didapatkan
nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti
menunjukkan adanya pengaruh. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi R
dramaturgi penggunaan second account memberikan pengaruh sebesar 44,2%
terhadap self-dislocusre pada mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN
Antasari Banjarmasin. Tingkat dramaturgi didominasi pada level sedang sebanyak
271 responden (98,55%) hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan
second account sebagai panggung alternatif untuk mengekspresikan diri dengan
lebih bebas dan autentik. Serta tingkat Self-disclosure didominasi pada level sedang
sebanyak 183 responden (66,55%) ini mengindikasikan bahwa mahasiswa
cenderung melakukan pengungkapan diri yang lebih dalam di second account
Instagram