IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pemahaman Jargon Politik Pasangan Presiden Prabowo-Gibran Terhadap Minat Pemilih Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan presiden
2024 di Indonesia sebagai momentum yang dapat menentukan arah
perkembangan negara. Dalam konteks ini, penggunaan bahasa politik, terutama
jargon, menjadi alat penting bagi kandidat untuk menarik perhatian dan
dukungan pemilih, terutama di kalangan mahasiswa yang merupakan generasi
muda dan pemilih potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
memahami bagaimana jargon politik yang digunakan oleh pasangan Prabowo
Gibran memengaruhi minat pemilih di kalangan mahasiswa Fakultas Dakwah
dan Ilmu Komunikasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk
mengeksplorasi pemahaman mahasiswa terhadap peran jargon tersebut dalam
konteks kampanye politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui survei dan
wawancara dengan mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 di Fakultas Dakwah dan
Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk, yang
mencakup analisis teks, konteks sosial, dan kognisi sosial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jargon politik "oke gas" dan "tabrak tabrak masuk"
memiliki daya tarik yang signifikan dalam menarik perhatian mahasiswa. Jargon
ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi yang efektif, tetapi juga
menciptakan kedekatan emosional antara calon dan pemilih. Meskipun jargon
mampu meningkatkan minat pemilih, keputusan untuk memilih tetap didasarkan
pada substansi visi dan misi calon. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan bagi calon pemimpin dan tim kampanye dalam merancang strategi
komunikasi yang lebih efektif untuk menarik dukungan dari kalangan
mahasiswa.Perlu diingat bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan,
seperti keterbatasan waktu dan sumber daya. Namun, penelitian ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi pada penelitian lebih lanjut tentang topik yang
sama
Pelaksanaan Storytelling Dalam Menumbuhkan Minat Baca Anak di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan
Penelitian ini membahas tentang kegiatan storytelling yang dilaksanakan
pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan. Latar
belakang penelitian ini dilandasi temuan peneliti ketika observasi pertama pada
lokasi penelitian yakni anak-anak lebih memilih ke ruang bermain dibandingkan
dengan ruang baca anak sehingga layanan stotytelling diberikan dalam rangka
menstimulasi anak untuk tertarik pada buku. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui bagaimana pelaksanaan storytelling di Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan dan kendala pelaksanaan kegiatan
storyteling di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif
kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan
dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pustakawan yang bertugas sebagai
storyteller, guru dan murid sekolah TK yang menjadi peserta pada kegiatan
storytelling di layanan anak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi
Kalimantan Selatan dengan objek penelitian yaitu kegiatan storytelling di Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan. Data diperoleh
kemudian diolah dengan teknik reduksi, penyajian data dan verifikasi data serta
dianalisis serta ditarik kesimpulan.
Berdasarkah hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pelaksanaan
storytelling di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan
melalui tiga tahapan pelaksanaan storytelling yaitu tahap persiapan, pelaksanaan
dan pasca pelaksanaan. Adapun kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan
storytelling terletak pada sumber saya manusia (storyteller) yang kompeten masih
kurang dan terbatasnya jadwal layanan storytellin
قدرة قواعد الإملاء لطلبة قسم تعليم اللّغة العربيّة بجامعة أنتساري الإسلاميّة الحكوميّة بنجرماسين = Kemampuan Qawaidul Imla Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Qawa’idul Imla mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Antasari
Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan menguji pemahaman mahasiswa
terhadap empat aspek Qawa’idul Imla, yaitu Hamzah Washal, Hamzah Qatha’, Ta’
Marbuthah, dan Ta’ Maftuhah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen pengumpulan
data yang digunakan adalah tes tertulis yang mencakup aspek-aspek penulisan
seperti hamzah washal, hamzah qatha’, ta marbuthah, dan ta maftuhah. Subjek
penelitian adalah mahasiswa angkatan 2024 Prodi Pendidikan Bahasa Arab,
sedangkan objek penelitian adalah kemampuan Qawaid al-imla mahasiswa.
Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa kemampuan qawa’idul Imla Mahasiswa
Prodi Pendidikan Bahasa Arab dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 78.
Kemampuan mahasiswa dalam penulisan Ta’ Marbuthah baik, dengan rata-rata
nilai 84. Kemampuan mahasiswa dalam penulisan Ta Maftuhah sangat baik, dengan
rata-rata nilai 85,67. Kemampuan mahasiswa dalam penulisan Hamzah Washal
Cukup, dengan rata-rata nilai 65. Kemampuan mahasiswa dalam penulisan Hamzah
Qatha’ baik, dengan rata-rata nilai 81,2
Komparasi Tingkat Pemahaman Antara Generasi Milenial dan Generasi Z Terhadap Penggunaan QRIS di Kota Banjarmasin
QRIS sebagai sistem pembayaran digital dikembangkan oleh Bank
Indonesia semakin populer, diharapkan dimanfaatkan secara luas oleh semua
masyarakat. Memahami perbedaan pemahaman kedua generasi ini membantu pada
rancangan strategi pemasaran serta edukasi yang lebih efektif, penting untuk
pertumbuhan ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi
tingkat pemahaman antara Generasi Milenial dan Generasi Z terhadap penggunaan
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Kota Banjarmasin.
Metode yang digunakan penelitian ini yaitu survei dengan pengumpulan
data kuesioner yang disebarkan kepada 194 responden yang 97 Generasi Milenial
dan 97 Generasi Z di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode analisis data Independent Sample T-Test guna
membandingkan rata-rata tingkat pemahaman kedua generasi tersebut. Tingkat
pemahaman diukur berdasarkan tiga indikator: interpreting (interpretasi),
comparing (membandingkan), dan explaining (menjelaskan) yang sub
indikatornya terkait penggunaan QRIS.
Hasil penelitian mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara
tingkat pemahaman Generasi Milenial dan Generasi Z terkait penggunaan QRIS.
Generasi Z tingkat pemahamannya yang lebih tinggi dibandingkan Generasi
Milenial. Ini disebabkan oleh kebiasaan Generasi Z yang lebih akrab dengan
penggunaan teknologi dalam aktivitas keseharian. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi pertimbangan bagi pemerintah, lembaga keuangan, serta penyedia jasa
sistem pembayaran dalam menyusun strategi edukasi serta sosialisasi QRIS yang
lebih efektif dan tepat sasaran
An Analysis of TikTok Accounts for Learning English Pronunciation
TikTok merupakan salah satu aplikasi video pendek terpopuler di dunia.
Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat digunakan
sebagai media pembelajaran dan informasi. Peneliti membuka dan mengeksplorasi
aplikasi TikTok untuk mencari beberapa akun yang memiliki konten video
tentang pengucapan. Setelah memilih dan mengumpulkan berbagai akun TikTok,
peneliti membuka daftar putar pelafalan dan memilih video yang paling banyak
ditonton dari setiap akun untuk mengumpulkan data. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan konten video akun TikTok yang dapat digunakan
untuk belajar pelafalan bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif
yang menggunakan metode Analisis Konten dengan teknik
pengumpulan data berupa dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
terdapat banyak akun TikTok yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar
pengucapan bahasa Inggris. Akun-akun tersebut adalah @alfisyahere,
@mr.deedeeee,
@sluggish_journey,
@hexxies,
@zenfluentmaria,
@english.with.lucy, @jforrestenglish, dan @antonioparlati. Delapan akun TikTok
tersebut menggunakan berbagai teknik untuk mengajarkan pelafalan bahasa
Inggris, sehingga lebih menghibur bagi siswa. Beberapa akun mengadakan sesi
tanya jawab (Q&A) dengan para pengikut dan penonton lainnya. Video yang
paling banyak dipilih dalam penelitian ini menjelaskan tentang Huruf alfabet G,
Huruf bisu (huruf T, H, B, dan GH), Huruf sebunyi, Mirip penutur asli, Suku kata,
dan Simbol fonetik dari kata-kata dalam bahasa Inggri
Kemampuan Guru Penggerak dalam Melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar pada Pendidikan Anak Usia Dini di TK Simpang Limau Banjarmasin
Kurikulum Merdeka belajar ada di Indonesia setelah masa pandemi covid
19 berlalu tahun 2021. Semua pendidikan mulai TK-SMA menggunakan kurikulum
merdeka belajar, setiap tenaga pendidik di sekolah dapat mengikuti program
pemerintah yaitu calon guru penggerak kegiatan tersebut terselenggara selama
kurang lebih 9 bulan pelatihan. Calon guru penggerak Angkatan pertama mengikuti
pelatihan 9 bulan. Setiap tenaga pendidik yang sudah mengikuti pelatihan guru
penggerak diharapkan mampu menjadi fasilitator teman-teman tenaga pendidik di
setiap lembaga pendidikan, agar dapat diterapkan dengan maksimal pada kegiatan
anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pada tenaga pendidik yang mengikuti pelatihan guru
penggerak di Simpang Limau Banjarmasin. Pendekatan yang digunakan adalah
kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian
lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru penggerak di TK Simpang
Limau Banjarmasin yang menjadi wali kelas TK B2 dan TK B3 sedangkan
objek penelitian berfokus pada bagaimana kompetensi guru penggerak dalam
mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada anak usia dini di TK
Simpang Limau Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model
Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui
triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak telah melaksanakan perencanaan yang baik dalam dalam
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Pelaksanaan kegiatan
dilakukan melalui kunjungan penulis secara berjadwal kegiatan secara mandiri
atau bersama guru, serta diskusi ringan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan
terhadap antusiasme, keterlibatan, dan perkembangan
Analisis SWOT Pendistribusian Zakat pada UPZ Al Khair di Kabupaten Hulu Sungai Tengah
UPZ Al-Khair merupakan lembaga amil atau Unit Pengumpulan zakat di
satuan lembaga sesuai perundang-undangan dan juga sebagai tempat pengelolaan
dan penyaluran infaq, sedekah dan wakaf di lingkungan SIT Al-Khair. Rumusan
masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana pendistribusian zakat pada UPZ Al
Khair di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Bagaimana Analisis SWOT
pendistribusian pada UPZ Al-Khair di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan
dengan pendekatan kualitatif, di mana sebanyak 3 orang yang telah diwawancarai
yaitu untuk Analisis SWOT Pendistribusian Zakat Pada UPZ Al-Khair di
Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai subjek penelitian. Adapun teknik
pengumpulan data pada penelitian ini yakni teknik observasi, dokumen, dan
wawancara yang terstruktur.
Hasil penelitian ini ditemukan bahwa UPZ Al-Khair melakukan
pendistribusian zakat dengan melakukan survei bahan untuk membuat perencanaan
program penyaluran sehingga mendapatkan pendataan sesuai target atau tepat
sasaran. Setelah itu baru melaksanakan program dengan dua cara yaitu dengan
menyerahkan dana secara langsung yang biasanya dilakukan pada masyarakat lokal
dan kedua melakukan pendistribusian melalui perantara seperti menyerahkan dana
ke lembaga BAZNAS sehingga BAZNAS yang melanjutkan pendistribusian secara
langsung ke tujuan yang diinginkan. Pada pendistribusian UPZ Al-Khair
melakukan distribusi dengan inovasi konsumtif kreatif. Adapun analisis SWOT di
UPZ Al-khair yaitu: Strengths (kekuatan): lembaga yang berada di dalam
lingkungan pendidikan, Memiliki jaringan yang luas, Memiliki program tetap,
Pendistribusian zakat yang tepat sasaran dan merata, dan zakat di dapat dari
lingkungan sekolah dan di salurkan ke murid dan guru yang membutuhkan;
Weakness (kelemahan): Sumber daya manusia kurang aktif, Kurang aktif pada
media sosial, Belum mempunyai tempat khusus atau kantor; Opportunity
(Peluang): Bekerjasama dengan lembaga-lembaga zakat lain, Mendapatkan dana
tambahan dari hasil donasi di lingkungan pendidikan, Adanya branding di bawah
naungan Yayasan Al-Futuwwah; Threats (Ancaman): Persaingan dengan lembaga
zakat lain yang memiliki sumber daya lebih besar dan jaringan yang lebih luas,
Potensi penurunan tingkat kepercayaan masyarakat akibat kurangnya transparansi
dan akuntabilitas, Perubahan regulasi atau kebijakan pemerintah yang dapat
membatasi atau mempersulit operasional UPZ Al-Khair dan UPZ Al-Khair tidak
mendapatkan bantuan dana dari BAZNAS langsun
Dampak Fatherless Terhadap Karakter Anak Pada Keluarga Di Desa Telang Baru Kecematan Paju Epat Kabupaten Barito Timur
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena ketiadaan peran ayah
(fatherless) yang semakin umum di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan
pedesaan, serta dampaknya yang signifikan terhadap pembentukan karakter anak.
Ayah memiliki peran krusial dalam memberikan identifikasi gender, kemandirian,
dan stabilitas emosional bagi anak. Namun, kondisi sosial-ekonomi di daerah
pedesaan, seperti mobilitas tinggi para ayah untuk mencari nafkah seharian dari
pagi pulang malam, seringkali menyebabkan absennya figur ayah dalam kehidupan
sehari-hari anak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran fatherless
dalam pembentukan karakter anak di Desa Telang Baru, serta dampak fatherless
terhadap perkembangan emosional dan sosial anak. Penelitian ini termasuk dalam
penelitian lapangan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana peneliti turun
langsung ke lokasi untuk memperoleh data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dan dicek keabsahannya
untuk mendapatkan pemahaman mendalam sesuai dengan permasalahan yang
diteliti.
Hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah menunjukkan bahwa
ketiadaan peran ayah di Desa Telang Baru sebagian besar disebabkan oleh faktor
ekonomi, dimana para ayah memiliki pekerjaan dengan jam kerja yang sangat padat
dan menyita waktu dari pagi hingga malam. Kondisi ini menyebabkan minimnya
waktu berkualitas untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan anak,
meskipun secara fisik ayah berada di rumah."untuk bekerja, mengakibatkan
keterbatasan interaksi dan komunikasi dengan anak. Dampak fatherless pada anak
bervariasi; beberapa menunjukkan rasa malu dan kurang percaya diri, sementara
yang lain seperti (N), merasakan kekecewaan mendalam terhadap ayah kandung
namun memiliki hubungan positif dengan ayah sambung. Pola dominan yang
ditemukan adalah keengganan informan (baik anak maupun orang tua/wali) untuk
berbicara terbuka tentang isu ini, mengindikasikan adanya sensitivitas dan potensi
stigma. Meskipun demikian, keberadaan peran pengganti dari ibu yang tangguh,
kakak kandung, mama tiri, kakek, atau paman sangat signifikan dalam mengisi
kekosonga
Pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) Terhadap Kinerja Karyawan Bank BTN Syariah di Kalimantan Selatan
Faktor yang mendorong tingkat tercapainya kinerja yang tinggi pada karyawan
salah satunya ialah budaya kerja karyawan dalam suatu perusahaan, yakni
perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB). Organizational Citizenship
Behavior (OCB) dapat meningkatkan kinerja organisasi karena perilaku ini
merupakan “pelumas” dari mesin sosial dalam organisasi. Dengan kata lain,
adanya perilaku ini membuat interaksi sosial pada para anggota organisasi
menjadi lancar, mengurangi terjadinya perselisihan, dan meningkatkan efisiensi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dari Organizational
Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja karyawan Bank BTN Syariah di
Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
jumlah responden sebanyak 30 karyawan. Instrumen penelitian yaitu kuesioner
dan dianalisis menggunakan rumus regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan
antara Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kinerja Karyawan
Bank BTN Syariah Di Kalimantan Selatan dengan nilai sig 0,000 < 0,05, artinya
hipotesis yang diajukan diterima yaitu Ha diterima dan H0 ditolak. Besarnya
pengaruh yang diberikan oleh Organizational Citizenship Behavior (OCB)
terhadap Kinerja Karyawan Bank BTN Syariah Di Kalimantan Selatan adalah
sebesar 22,18%
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pedagang Pentol Untuk Mengingkatkan Omzet Penjualan Dalam Persaingan Bisnis (Studi Pada Pedagang Pentol di Wilayah Banjarmasin Barat)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persaingan yang semakin ketat di
kalangan pedagang pentol di wilayah Banjarmasin Barat, yang menyebabkan
penurunan omzet penjualan sebagian pedagang. Salah satu pedagang mengeluhkan
bahwa pendapatannya menurun. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah
pesaing yang menjual produk serupa atau bahkan lebih bervariasi.
Metode penelitian yang digunakan dlam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian
dilakukan melalui pendekatan studi kasus terhadap 5 orang pedagang pentol yang
berjualan di wilayah Banjarmasin Barat. Data dikumpulkan dengam menggunakan
teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara
sistematis untuk mengungkap strategi pengembangan usaha serta hambatan-hambatan
yang dihadapi pelaku UMKM dalam meningkatkan omzet penjuala di tengah
persaingan bisnis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha dilakukan
melalui inovasi produk seperti penambahan varian isi dan menu pendamping,
pemilihan lokasi berjualan yang strategis, penetapan harga yang kompetitif dan stabil
meskipun harga bahan baku naik, serta distribusi produk yang melibatkan anggota
keluarga dan reseller yang sangat menunjang omzet. Adapun hambatan yang dialami
para pedagang dalam proses pengembangan yang dihadapkan pada tantangan seperti
fluktuasi harga bahan baku, kelangkaan bahan bakar produksi seperti gas, cuaca yang
tidak menentu, keterbatasan modal usaha untuk mengembangkan usaha, kurangnya
tenaga kerja dalam proses produksi, minimnya pemahaman tentang penggunaan sosial
media sebagai sarana promosi dan tingginya tingkat persaingan sesama pedagang
pento