IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Penguatan Nilai Moderasi Beragama Pada Anak Usia Dini di TK Kemala Bhayangkari 03 Banjarbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai moderasi
beragama sejak usia dini dalam membentuk karakter yang toleran dan inklusif
dalam keberagaman agama, suku, dan budaya di Indonesia. Anak usia dini berada
pada fase perkembangan yang strategis, sehingga nilai-nilai seperti toleransi,
keadilan, keseimbangan, dan saling menghormati perlu ditanamkan secara
sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi penguatan nilai moderasi beragama pada anak usia dini
di TK Kemala Bhayangkari 03 Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah dan guru.
Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber
dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama telah
terintegrasi dalam perencanaan pembelajaran melalui rencana mingguan.
Pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan tematik, pembiasaan, dan interaksi sosial
yang menanamkan nilai toleransi dan hidup rukun. Evaluasi dilakukan dengan
melalui observasi perilaku anak. Dengan pendekatan yang kontekstual dan holistik,
TK Kemala Bhayangkari 03 Banjarbaru berhasil menerapkan penguatan nilai
moderasi beragama sebagai bagian dari pendidikan karakter anak usia din
فعالية استخدام تطبيق جوجل لينس مع جوجل ترجمة كالوسيلة التعليمية في المهارة القراءة لطلبة الصف العاشر بالمدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة بنجارماسين = Efektivitas Penggunaan Aplikasi Google Lens dan Google Terjemah sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas X di MAN 3 Banjarmasin
Latar belakang penelitian ini didasari oleh tantangan yang dihadapi siswa
dalam memahami teks berbahasa Arab, khususnya pada keterampilan membaca
(maharah qirā’ah). Metode pembelajaran konvensional yang cenderung
bergantung pada penjelasan guru secara penuh seringkali membuat siswa pasif
dan kesulitan dalam memahami makna kosakata serta struktur kalimat. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas penggunaan
aplikasi Google Lens dan Google Translate dalam meningkatkan kemampuan
membaca siswa, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang
menggunakan aplikasi tersebut dan yang tidak menggunakannya di kelas X MAN
3 Banjarmasin.
Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode quasi
eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelas: eksperimen dan kontrol (masing
masing 27 siswa). Rata-rata nilai pre-test siswa kelompok eksperimen adalah
60,70 dan meningkat menjadi 86,11 pada post-test. Hasil uji Mann-Whitney
menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik 0,017 (p<0,05). Hasil ini
membuktikan bahwa penggunaan kedua aplikasi tersebut efektif dalam
meningkatkan pemahaman teks bahasa Arab
Gambaran Resiliensi Narapidana dengan Vonis 20 Tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin
Narapidana dengan vonis jangka panjang harus melewati setengah hidupnya
di dalam penjara dan tentu saja hal ini mengakibatkan narapidana mengalami
tekanan psikologis yang berat akibat isolasi sosial dan stigma sosial yang
menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.
Oleh karena itu, resiliensi sangat penting dimiliki karena dapat membantu
narapidana dalam mengatasi kesulitan yang sedang di alami dan memperbaiki
kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
resiliensi narapidana dengan vonis 20 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi tersebut.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis
fenomenologi. Penelitian dilakukan pada 3 orang narapidana dengan vonis 20 tahun
di
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin. Pengumpulan data
menggunakan wawancara mendalam dan alat tes psikologi 16PF. Adapun teknik
analisis data berupa pengambilan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi
atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ketiga subjek memiliki
resiliensi yang baik berdasarkan hasil alat tes psikologi 16 PF dan mampu bertahan
serta melewati kondisi sulit selama berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Banjarmasin dengan baik melalui berbagai strategi, seperti sikap tenang
menghadapi masalah, mengikuti kegiatan keagamaan, kegiatan positif seperti
berolahraga, tidur teratur dan dukungan sosial dari keluarga. Tujuan hidup yang
ingin dicapai selama berada di Lembaga Pemasyarakatan antara lain menjadi
pribadi yang lebih baik, membahagiakan keluarga dan membangun masa depan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi meliputi dukungan dari
keluarga, program keagamaan yang membuat narapidana merasa lebih tegar, tabah
dan nyaman. Komunikasi antar narapidana yang baik, saling membantu satu sama
lain, bermain, cerita dan saling menasihati serta memberikan solusi
Bimbingan Pelaksanaan Salat Jumat Untuk Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Hulu Sungai Selatan
Penelitian ini bertolak dari pemikiran pentingnya lembaga pendidikan
seperti madrasah untuk memberikan bimbingan salat Jumat kepada peserta didik
laki-laki di karena salat Jumat hukumnya wajib bagi setiap laki-laki muslim.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bimbingan wawasan,
gerakan dan bacaan tentang salat Jumat dan faktor yang mendukung dan
menghambat dalam bimbingan pelaksanaan salat Jumat untuk peserta didik di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Hulu Sungai Selatan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan wawasan, gerakan dan
bacaan salat Jumat di MTsN 7 HSS terbagi menjadi 2 tahap. Tahap 1 dilakukan di
semester 1 dan tahap 2 dilakukan di semester 2. Bimbingan wawasan salat Jumat
dilakukan dengan cara pemberian materi tentang salat Jumat dalam kegiatan
pembelajaran di kelas. Bimbingan gerakan dan bacaan salat Jumat dilakukan
dengan cara praktek langsung. Faktor yang mendukung bimbingan wawasan,
gerakan dan bacaan salat Jumat yaitu fasilitas yang lengkap, mendapatkan ilmu
tentang salat Jumat dari orang tua, perhatian orang tua yang baik dan masyarakat
dan teman di sekitar juga melaksanakan salat Jumat. Faktor yang menghambat
bimbingan wawasan, gerakan dan bacaan salat Jumat yaitu tidak ada penggunaan
video pembelajaran dan perhatian orang tua yang renda
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Miftahussalam Kec. Anjir Muara, Kab. Barito Kuala
Pendidikan merupakan sarana penting dalam membentuk kualitas sumber
daya manusia, di mana prestasi belajar menjadi salah satu indikator
keberhasilannya. Salah satu faktor internal yang diyakini berpengaruh terhadap
prestasi belajar adalah motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IV di MI Miftahussalam, Kecamatan Anjir
Muara, Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan
dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang
berjumlah 20 orang, dengan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan
uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, dan koefisien determinasi (R²).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan
antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan
nilai t hitung sebesar 2,388 > t tabel 2,093 dan nilai signifikansi 0,028 < 0,05.
Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, nilai koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,241 menunjukkan bahwa sebesar 24,1% prestasi
belajar dipengaruhi oleh motivasi belajar, sedangkan sisanya 75,9% dipengaruhi
oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka
semakin tinggi pula kemungkinan siswa untuk mencapai prestasi belajar yang
optimal. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan motivasi belajar
harus menjadi perhatian penting dalam proses pembelajaran di sekolah dasa
Stimulasi Keterampilan Merawat Diri Anak Tunagrahita di TK SLB-C Negeri Pembina Liang Anggang Banjarbaru
Stimulasi keterampilan merawat diri sangat penting dilakukan untuk
perkembangan anak tunagrahita, karena dapat membantu anak agar mampu
melakukan aktivitas-aktivitas sehari-hari dengan baik, sehingga anak tunagrahita
bisa lebih mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
bagaimana proses, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan
stimulasi keterampilan merawat diri anak tunagrahita di TK SLB-C Negeri
Pembina Liang Anggang Banjarbaru.
Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan lapangan (field
research) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam
penelitian ini meliputi 4 orang, yaitu kepala sekolah, 1 guru kelas, dan anak
tunagrahita. Sedangkan, objek penelitiannya adalah stimulasi keterampilan
merawat diri anak tunagrahita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu kondensasi data, penyajian data,
dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Keabsahan data dapat diperoleh melalui
triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi keterampilan merawat diri
anak tunagrahita bisa dilakukan beberapa cara diantaranya dengan mencuci tangan
menggunakan sabun dan memakai sepatu. Adapun faktor pendukung yaitu peran
aktif guru, kerjasama orang tua, dan penguatan positif. Sedangkan faktor
penghambatya meliputi fasilitas yang kurang memadai dan kurangnya tenaga
pengajar
Kritik Muhammad Baqir Shadr Terhadap Materialisme
Materialisme adalah paham filsafat yang meyakini bahwa esensi
kenyataan termasuk esensi manusia itu bersifat material atau fisik. Hal yang dapat
dikatakan benar-benar ada hanyalah materi. Para tokoh materialisme percaya
bahwa tidak ada kekuatan apa pun yang bersifat spiritual dibalik gejala atau
peristiwa material itu. Perilaku materialisme ini sangat bertolak belakang dengan
ajaran Islam, sehingga Muhammad Baqir Shadr menanggapi masalah
materialisme ini dengan sudut pandangnya sendiri. Pemilihan tokoh ini didasarkan
pada kedalaman analisis filosofisnya yang unik dan keberaniannya dalam
mengintegrasikan tradisi filsafat Islam dengan pemikiran modern, menjadikan
pandangannya terhadap materialisme sangat relevan untuk dikaji di tengah
dominasi pandangan dunia materialistik saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materialisme dan
karakteristiknya, kelemahan materialisme menurut Muhammad Baqir Shadr serta
kontruksi dan kontribusi kritik Muhammad Baqir Shadr terhadap materialisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
pustaka (library research). Data primer diambil dari Buku “Falsafatuna” Karya
Baqir Shadr data sekunder berasal dari jurnal, artikel, dan literatur lain yang
relevan. Data di olah menggunakan tenik content analyisis.
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa: 1) Materialisme adalah ajaran
yang menekankan keunggulan faktor-faktor material atas yang spiritual dalam
metafisika, teori nilai, epistemologi atau penjelasan historis, karakteristik
materialisme: (a) keyakinan bahwa tidak ada sesuatu selain materi yang sedang
bergerak, tetapi pikiran sungguh-sungguh ada karena adanya perubahanperubahan material dan tidak bergantung sama sekali pada materi. (b) materi dan
alam semesta tidak mempunyai karakteristik-karakteristik pikiran. (c) pelakupelaku imaterial tidak ada. (d) setiap perubahan mempunyai sebab material. (e)
materi dan aktifitasnya bersifat abadi. (f) tidak ada kehidupan dan tidak ada
pikiran yang kekal, semua gejala berubah, 2) Kelemahan materialisme menurut
Muhammad Baqir Shadr yaitu paham ini tidak mampu memberikan jawaban yang
memuaskan tentang realitas non-materi, asal-usul alam semesta, tujuan hidup
manusia, serta dimensi spiritual dan moral. 3) Kontruksi dan kontribusi kritik
Muhammad Baqir Shadr terhadap materialisme yaitu memperbaiki moralitas
manusia dengan menekankan pentingnya keyakinan pada Tuhan dan nilai-nilai
spiritual. Manusia dapat menjaga moralitasnya karena merasa diawasi oleh Tuhan.
Hal ini tidak hanya memperbaiki moral individu, tetapi juga memberikan ruang
bagi pengembangan spiritual dan rohani
Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Hulu Sungai Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sarana dan
prasarana pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Hulu Sungai Selatan, yang
mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Latar belakang penelitian
ini didasari oleh pentingnya sarana dan prasarana dalam menunjang proses
pembelajaran yang berkualitas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
utama terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala sarana dan prasarana, guru, serta
staf tata usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara
sistematis melalui analisis kebutuhan dan prioritas berbasis perkembangan
teknologi serta jumlah siswa. Pelaksanaan manajemen melibatkan pemanfaatan
sistem informasi manajemen untuk pemantauan dan pengawasan, serta
pemeliharaan rutin terhadap fasilitas. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui
survei dan wawancara, serta melibatkan pihak eksternal untuk mendapatkan
perspektif objektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen
sarana dan prasarana sangat ditentukan oleh perencanaan strategis, kolaborasi lintas
bagian, dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna. Temuan ini diharapkan dapat
menjadi referensi dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah
dan sekolah sejenis lainnya
Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar PJOK Kelas V MIS Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan menggunakan metode
Demonstrasi terhadap hasil PJOK. Untuk mengetahui hasil belajar PJOK
menggunakan strategi demonstrasi dengan alat peraga di MIS Muhammadiyah 3
Al-Furqan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Pre-Eksperimen,
penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini, menggunakan
metode eksperimen. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu One Gruop
Pretest Postest Desain.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 26 siswa, yang terbagi menjadi satu
kelas yaitu kelas V B. Teknik pengumpulan menggunakan tes (pretest dan posttest),
observasi dan dokumentasi. Kegiatan tes dilaksanakan dengan menggunakan 20
butir soal dalam bentuk pilihan ganda, yang diambil dari instrumen soal yang telah
dilakukan uji ahli, uji validitas dan reabilitas. Teknik analisis data yang digunakan
ada 2, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yang
meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PJOK
dengan hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode demonstrasi . Sebelum
menggunakan metode demonstrasi ( pretest ), penelitian menunjukkan bahwa
semua subjek memperoleh skor tuntas ( ≤ 75 ) dengan persentase ketuntasya 100 %
Jelas dari analisa di atas bahwa nilai siswa kelas V B masih cukup rendah
dibandingkan dengan nilai rata-ratanya. Penerapan metode pembelajaran siswa
kelas V B (Postest) setelah menerapkan metode Demonstrasi yaitu menunjukkan
bahwa seluruh siswa mendapatkan nilai yang tuntas (≥ 75) dengan persentase
ketuntasannya 100%. hasil belajar Postest didapatkan dengan nilai Mean 78,27
dengan nilai minimal 55 dan nilai maximal sebesar 100. Hasil olah data yaitu untuk
menguji hipotesis. Berdasarkan hasil output tersebut maka terlihat hasil mean
17,692 std. Deviation 6,668 t hitung sebesar -13,529 dengan df sebesar 25, dengan
nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.00. nilai output uji-t di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh strategi pembelajaran
Demonstrasi. Pada pembelajaran PJOK untuk meningkatkan hasil belajar kelas V
B di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqa
Analisis Strategi Pengelolaan Kebun Karet Tradisional dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Karet (Studi Kasus Desa Banua Kepayang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah)
Penelitian dilatarbelakangi petani yang menghadapi tantangan pengelolaan
kebun karet tradisional yang mempengaruhi produktivitas dan pendapatan mereka.
Bertujuan mengetahui strategi pengelolaan kebun karet tradisional yang
diterapkan petani karet Desa Banua Kepayang untuk meningkatkan pendapatan.
Merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif.
Informan dari petani kebun karet Desa Banua Kepayang. Menggunakan teknik
pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan analisis Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian strategi pengelolaan kebun karet tradisional dalam
meningkatkan pendapatan petani karet Desa Banua Kepayang dengan memilih
bibit tanaman karet kampung dengan karet unggul, pemupukan pohon karet,
mengendalikan hama dan penyakit, pembersihan kebun serta teknik penyadapan
agar produktif dan bertahan lama. Pendapatan petani setiap bulannya Rp.720.000
Rp.3.600.000, dengan luas kebun 5-20 borongan. Strategi meningkatkan
penjualan/produksi karet dengan menerapkan strategi yang terintegrasi faktor
faktor produksi tanah, modal, tenaga kerja dan luas lahan