IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Analisis atas Alasan-Alasan Tidak Memiliki Anak dalam Perkawinan Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena pasangan yang menikah memilih untuk tidak memiliki anak yang sekarang ini mulai muncul di Indonesia dan memicu berbagai tanggapan di masyarakat. Fenomena ini masih dianggap tidak biasa oleh masyarakat dan sempat menjadi topik pembicaraan hangat. Pilihan hidup untuk tidak memiliki anak dalam perkawinan terkadang sering mendapat stigma negatif dari masyarakat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia ini. Pandangan tersebut dipengaruhi oleh kuatnya norma sosial dan ajaran agama yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat Indonesia memandang pernikahan sebagai sarana utama untuk melanjutkan garis keturunan. Oleh karena itu konsep menikah tanpa keinginan memiliki keturunan dianggap agak menyimpang dari norma sosial yang berlaku pada umumnya di negara ini. Oleh sebab itu penulis ingin meneliti lebih lanjut mengenai alasan alasan tidak memiliki anak dalam perkawinan ditinjau dari Perspektif Hukum Islam. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Jenis penelitian yang digunakan untuk menulis skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Maka dari itu sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari bahan-bahan tertulis yang mempunyai relevansi dengan permasalahan penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak dalam perkawinan dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, antara lain alasan ekonomi, lingkungan, pertimbangan pribadi, dan faktor medis. Dalam perspektif hukum Islam, alasan-alasan tersebut dinilai berdasarkan prinsip maqaṣid al syariah, khususnya pada aspek ḥifẓ al-nasl (menjaga keturunan) yang termasuk dalam kategori kebutuhan primer (dharuriyyat). Keputusan untuk tidak memiliki anak hanya dapat dibenarkan secara syar‘i apabila didasarkan pada alasan darurat yang sah, seperti risiko kesehatan atau kondisi tertentu yang membahayakan keselamatan jiwa. Sebaliknya, apabila keputusan tersebut dilandasi oleh alasan yang tidak bersifat mendesak, seperti kekhawatiran ekonomi atau gaya hidup pribadi, maka bertentangan dengan tujuan utama pernikahan dalam Islam, yakni melanjutkan keturunan dan menjaga keberlangsungan umat manusia

    Persepsi Hakim terhadap Alasan Sangat Mendesak dalam Dispensasi Nikah (Studi Kasus di Pengadilan Agama Palangka Raya)

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji persepsi hakim terhadap alasan sangat mendesak dalam perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Palangka Raya. Dispensasi nikah merupakan izin yang diberikan oleh pengadilan kepada calon mempelai yang belum mencapai usia minimal perkawinan sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019. Dalam praktiknya, permohonan dispensasi nikah sering diajukan oleh orang tua atau wali anak di bawah umur dengan alasan adanya alasan sangat mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana para hakim memahami dan menilai alasan sangat mendesak sebagai dasar dalam menerima atau menolak permohonan tersebut. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan berjenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui observasi lapangan pada bulan Juni-Juli 2024 dan wawancara mendalam dengan empat orang hakim Pengadilan Agama Palangka Raya yang menangani perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Palangka Raya di bulan Februari 2025. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari pola pandangan para hakim terkait alasan sangat mendesak. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan persepsi di antara hakim dalam menilai alasan sangat mendesak. Beberapa hakim memfokuskan perhatian pada aspek moral dan hukum Islam, seperti kehamilan di luar nikah yang beresiko perzinahan. Sementara itu, hakim lain lebih mempertimbangkan kondisi psikologis dan tekanan sosial calon mempelai, seperti kesiapan mental calon mempelai dan khawatirnya pernikahan siri yang akan jadi perbincangan masyarakat. Kesimpulannya, persepsi hakim Pengadilan Agama Palangka Raya tentang alasan sangat mendesak dipengaruhi oleh pertimbangan hukum, pemeliharaan agama, dan tekanan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dalam perkara dispensasi nikah bersifat kompleks untuk menjamin perlindungan anak serta kesejahteraan keluarga akan tetapi juga bisa menyesuaikan dengan realita yang ada di masyarakat

    Efektivitas Evaluasi Bulanan Meningkatkan Hafalan Mahasantri Tahfidz di Asrama Bumi Graha Lestari Putra

    Get PDF
    Evaluasi bulanan merupakan bentuk penilaian berkala yang dilakukan setiap bulan untuk mengukur perkembangan dan kualitas hafalan mahasantri secara sistematis. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk memantau dan mengevaluasi keaktifan setiap mahasantri yang terdaftar di Asrama Tahfidz Mahasiswa Bumi Graha Lestari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas evaluasi bulanan dalam upaya meningkatkan hafalan mahasantri tahfidz di Asrama Bumi Graha Lestari Putera serta mengetahui jenis-jenis penilaian evaluasi, reward, dan punishment yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada pembina dan mahasantri, observasi kegiatan evaluasi bulanan, serta dokumentasi kegiatan evaluasi bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi bulanan di asrama dilaksanakan secara rutin dan mencakup tiga aspek utama penilaian, yaitu kehadiran halaqoh, kehadiran ta’lim, dan setoran hafalan (tasmi’). Evaluasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan kedisiplinan mahasantri dalam menghafal Al Qur’an. Selain itu, sistem reward diberikan dalam bentuk ucapan selamat, penyebutan saat evaluasi, dan wisuda hafalan bagi yang mencapai target tertentu. Adapun punishment atau qodho’an diterapkan dalam bentuk tugas tambahan seperti menonton ulang ta’lim, mengaji tambahan, atau kerja bakti. Sistem reward dan punishment ini bersifat edukatif dan mampu membentuk tanggung jawab serta semangat menghafal yang lebih baik pada diri mahasantri

    Kreativitas Pustakawan dalam Meningkatkan Layanan di Perpustakaan SMK Telkom Banjarbaru

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang kreativitas pustakawan dalam meningkatkan layanan perpustakaan di SMK Telkom Banjarbaru. Kreativitas tersebut diupayakan sebagai bentuk usaha untuk menghadapi tantangan zaman. Kemajuan teknologi masa kini menyebabkan menurunnya minat kunjung dan minat baca siswa-siswi ke perpustakaan sekolah. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas pustakawan dalam meningkatkan layanan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, melibatkan satu orang kepala urusan perpustakaan, satu orang pustakawan, dan dua orang pemustaka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas pustakawan dalam meningkatkan layanan perpustakaan memberikan dampak yang positif dan terlihat bermanfaat bagi pemustaka. Kreativitas yang ditunjukkan meliputi peningkatan kenyamanan dan fasilitas perpustakaan, pelaksanaan program literasi dengan sistem reward dan kolaborasi bersama guru, penyediaan bahan koleksi yang relevan, layanan yang ramah dan proaktif, serta pemanfaatan media sosial dan teknologi. Temuan hasil penelitian pada faktor pendukung kreativitas pustakawan meliputi latar belakang profesi pustakawan, kolaborasi dengan guru, Duta Baca Nasional, dan Balai Bahasa, dukungan sekolah terhadap ketersediaan koleksi dan penyediaan fasilitas, pemberian penghargaan bagi siswa-siswi yang aktif di perpustakaan, serta pengembangan kompetensi pustakawan. Di sisi lain, masih terdapat beberapa faktor penghambat yaitu kurangnya pengembangan diri pustakawan, terbatasnya tenaga ahli pustakawan, dan perpustakaan belum dijadikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan sekolah

    Pengaruh Intensitas Bermain Game Online terhadap Minat Membaca Alquran pada Siswa MTs Babussalam Banjarmasin

    Get PDF
    Membaca Alquran merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, selain mendapat pahala, juga berfungsi sebagai obat spiritual yang dapat menenangkan jiwa. Namun, perkembangan teknologi dengan hadirnya game online, memberikan dampak pada siswa yang membuat sering malas-malasan bahkan terkadang lupa dalam melakukan aktivitas keagamaan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) Tingkat intensitas bermain game online pada siswa, (2) Tingkat minat membaca Alquran pada siswa (3) Pengaruh intensitas bermain game online terhadap minat membaca Alquran pada siswa MTs Babussalam Banjarmasin. Menggunakan metode kuantitatif dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian ini adalah siswa MTs Babussalam Banjarmasin yang berjumlah 123 siswa. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik sampling purposive yang berjumlah 51 siswa kelas VIII. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu : (1) Tingkat intensitas bermain game online pada siswa sebesar 5,9% pada kategori rendah, dengan presentase 78.4% pada kategori sedang, dan dengan presentasi 15,7% pada kategori tinggi. (2) Tingkat minat membaca Alquran pada siswa sebesar 9,8% pada kategori rendah, 78,4% pada kategori sedang, 11,8% pada kategori tinggi. (3) Terdapat pengaruh intensitas bermain game online terhadap minat membaca Alquran pada siswa MTs Babussalam Banjarmasin dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 sehingga ha diterima. Nilai R Square menunjukkan variabel intensitas bermain game online berpengaruh terhadap minat membaca Alquran sebesar 0,131 atau 13,3 % adapun 0,869 atau 86,9% lainnya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

    Nilai-nilai Tasawuf dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Banjar di Desa Tatah Pemangkih Laut Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Tradisi pernikahan dalam masyarakat Banjar merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang tidak hanya menampilkan nilai-nilai adat, tetapi juga mengandung unsur-unsur spiritual yang bersumber dari ajaran Islam, khususnya tasawuf. Salah satu wilayah yang masih mempertahankan secara utuh prosesi adat pernikahan adalah Desa Tatah Pemangkih Laut, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Tradisi ini diyakini memiliki makna spiritual yang dalam, seiring dengan nilai-nilai tasawuf yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pelaksanaan tradisi pernikahan masyarakat Banjar di Desa Tatah Pemangkih Laut serta untuk mengungkap nilai-nilai tasawuf yang terkandung di dalam setiap tahapan prosesi pernikahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Data dianalisis secara induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pernikahan masyarakat Banjar di Desa Tatah Pemangkih Laut meliputi serangkaian tahapan adat seperti basasuluh, batatakun, badatang, bapapayuan, meantar jujuran, bapingit, batimung, bepapai, berias dan bepacar, batamat al-Qur’an, maarak pengantin, betatai, hingga bailang pengantin. Dalam setiap tahap tersebut terkandung nilai-nilai tasawuf seperti tawakal, muraqabah, tawadhu, syukur, tazkiyatun nafs, tafakkur, mahabbah, ukhuwah islamiyah yang menjadikan pernikahan bukan hanya sebagai ikatan lahiriah, tetapi juga sebagai jalan spiritual menuju kedekatan dengan Allah. Dengan demikian, tradisi pernikahan Banjar di desa ini berfungsi sebagai media internalisasi ajaran tasawuf dalam kehidupan berkeluarg

    Pendapat Ulama Kota Banjarbaru Tentang Pembelian Barang Menggunakan DANA Cicil (Paylater)

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan teknologi finansial mendorong meningkatnya penggunaan dompet digital seperti aplikasi DANA di kalangan masyarakat. Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah DANA Cicil, yaitu layanan paylater yang memungkinkan pengguna melakukan pembelian dengan sistem pembayaran cicilan berbunga. Fitur ini hanya tersedia bagi pengguna tertentu dengan riwayat transaksi aktif dan limit pinjaman yang ditentukan oleh pihak DANA. Meski memudahkan transaksi, penerapan bunga dalam layanan ini menimbulkan kontroversi, terutama dalam perspektif hukum Islam yang menyoroti potensi unsur riba dalam praktiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan para ulama di Kota Banjarbaru mengenai pembelian barang menggunakan DANA Cicil serta dasar hukum yang melatarbelakangi pendapat tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima orang ulama yang tergabung dalam organisasi keislaman di Kota Banjarbaru, serta studi kepustakaan dari berbagai literatur dan peraturan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami secara menyeluruh pandangan ulama terhadap layanan DANA Cicil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama menekankan pentingnya memastikan transaksi sesuai dengan prinsip syariah, khususnya menghindari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan eksploitasi. Sebagian ulama, seperti KH. Muhammad Abdul Hamid Marzuqi dan KH. Marbawi, membolehkan penggunaan DANA Cicil selama akadnya jelas, tanpa bunga, serta biaya administrasi yang wajar, dengan akad murabahah sebagai alternatif yang disarankan. Sementara itu, ulama lain mengingatkan risiko mudarat yang dapat timbul dari biaya tambahan yang tidak transparan atau kecenderungan konsumtif yang melanggar prinsip kehati-hatian dalam syariah. Dasar hukum yang menjadi acuan meliputi larangan riba dalam al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 275), kebolehan jual beli (QS. al-Baqarah: 198), serta fatwa DSN-MUI yang membolehkan transaksi kredit selama memenuhi syarat syariah seperti kejelasan akad dan transparansi biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan layanan cicilan digital seperti DANA Cicil memerlukan kehati-hatian dan hanya dianjurkan untuk kebutuhan yang mendesak agar tetap sesuai dengan ketentuan hukum Isla

    Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penetapan Dispensasi Kawin dan Putusan Cerai pada Pasangan yang Sama di Pengadilan Agama Marabahan

    Get PDF
    Pernikahan memiliki peran penting dalam membentuk keluarga harmonis yang dibangun di atas prinsip-prinsip agama. Namun, dalam pelaksanaan pernikahan terdapat ketentuan mengenai batas usia yang diatur dalam Undang Undang Perkawinan. Beberapa pasangan menikah dengan dispensasi kawin di wilayah hukum Pengadilan Agama Marabahan namun berakhir dengan perceraian. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kesiapan bagi pasangan muda yang menjalani kehidupan serta konsekuensinya terhadap perceraian dini. Kesalahan tafsir oleh hakim terhadap fakta-fakta kasus tersebut dapat berdampak bagi pihak yang terlibat, maka dari itu perlu diteliti lebih lanjut mengenai fakta hukum yang ditemukan hakim serta dasar pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum primer penelitian ini terdiri dari salinan penetapan dispensasi kawin dan putusan cerai. Prosedur pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara studi pustaka, yaitu pengumpulan dilakukan terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Penelitian ini menerapkan metode analisis yang bersifat kualitatif dengan melakukan penafsiran terhadap bahan-bahan hukum yang telah dikumpulkan dan diolah untuk memperoleh suatu pemahaman mendalam terhadap permasalahan hukum yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta hukum yang ditemukan hakim dalam penetapan dispensasi kawin dan putusan cerai memiliki keserupaan. Keserupaan tersebut disebabkan perkara yang ditangani oleh hakim yang sama, namun dalam perkara cerai dengan hakim yang berbeda. Keserupaan dalam penyusunan fakta hukum mengindikasikan digunakannya suatu pola tertentu dari hakim yang digunakan dalam menangani perkara yang memiliki karakteristik serupa. Namun, penggunaan secara seragam tanpa mempertimbangkan fakta dan kondisi yang melekat pada setiap kasus menimbulkan ketidaksesuaian antara pertimbangan hakim dalam putusannya dengan realitas konkret yang dihadapi oleh pihak yang berperkara. Dasar pertimbangan hukum yang digunakan hakim merujuk pada Undang-Undang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, Undang-Undang Peradilan Agama, PERMA Nomor 5 Tahun 2019, yurisprudensi, Kompilasi Hukum Islam, kaidah fikih, ayat Al-Qur‟an, dan pendapat ahli fikih dalam beberapa kita

    Kontribusi Kebersyukuran terhadap Penerimaan Diri pada Penyandang Disabilitas Daksa di Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Disabilitas daksa ialah individu yang mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan fungsi anggota tubuhnya karena kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot sehingga mengalami penurunan kemampuan melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu. Keberadaan mereka belum sepenuhnya diterima di masyarakat. Sehingga tidak jarang dari mereka akan mendapat ejekan dan gunjingan karena dipandang sebagai sosok yang tidak berdaya dan tidak dapat melakukan sesuatu yang berarti. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka menjadi tidak percaya diri dan membuat mereka juga merasa sulit menerima keadaan dirinya. Adapun salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan penerimaan diri ialah kebersyukuran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kontribusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri pada penyandang disabilitas daksa di PPDI Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis model regresi linier sederhana. Responden dalam penelitian ini ialah penyandang disabilitas daksa yang ada di PPDI Kota Banjarmasin dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah probability sampling atau simple random sampling dengan analisis data menggunaan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu (1) Tingkat kebersyukuran disabilitas daksa di PPDI terbagi menjadi dua, yaitu level sedang sebanyak 3 orang dengan persentase sebesar 10%. Kedua, level tinggi sebanyak 27 orang dengan persentase sebesar 90%; (2) Tingkat penerimaan diri disabilitas daksa di PPDI terbagi menjadi dua, yaitu level sedang sebanyak 9 orang dengan persentase 30%. Kedua, disabilitas daksa yang berada pada level tinggi yaitu sebanyak 21 orang dengan persentasi 70%; (3) Terdapat kontribusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri pada penyandang disabilitas daksa di PPDI Kota Banjarmasin dengan nilai signifikansi sebesar 0,001; (4) Memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,737, sehingga setiap peningkatan 1% kebersyukuran akan menyebabkan peningkatan pula pada penerimaan diri sebesar 0,737; (5) Memiliki nilai R Squer sebesar 0,334 yang menandakan bahwa kontrinbusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri adalah sebesar 33,4%

    Students Competence in Designing Readability Lesson Plans in the PDP-Framework

    Get PDF
    This study analyzes the competence of English Language Education students in designing readability-focused lesson plans using the Pre-During-Post (PDP) framework. Effective lesson planning plays a vital role in ensuring quality instruction, particularly in fostering reading comprehension. However, despite exposure to theoretical principles, students often face challenges in translating these into practical, coherent lesson plans. This qualitative research employed content analysis on 68 lesson plans developed by fourth-semester students who had completed the Methodology course at Antasari State Islamic University. Additionally, in-depth interviews with 21 students were conducted to explore their experiences and difficulties. The findings revealed that while students generally understood the procedural structure of the PDP framework, many struggled with applying its conceptual components—especially in the pre- and during-reading phases. Common issues included the inability to differentiate task types, lack of alignment between learner levels and learning objectives, and high dependence on lecturer guidance or external tools like AI. Readability in student lesson plans was affected not only by content clarity but also by formatting inconsistencies and the improper use of PDP terminology. The study concludes that a significant theory practice gap exists in lesson plan design, emphasizing the need for more targeted training, practical modeling, and structured feedback in teacher education programs. This research provides insights for curriculum developers and educators to enhance students’ pedagogical competence in designing effective, student centered reading lessons

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇