IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Qana’ah dalam Perspektif Al-Qur'an (Sebuah Kajian Terhadap Tafsir Ibnu Katsir)
Qana’ah merupakan salah satu nilai spiritual penting dalam ajaran Islam
dalam peranan menciptakan ketenangan jiwa dan kebahagiaan sejati.Dalam konteks
kehidupan modern yang penuh dengan dorongan materialisme sifat qana’ah
menjadi semakin relevan sebagai solusi untuk menghindari sikap tamak dan
ketidakpuasan hidup. Al-Qur’an sebagai pedoman utama umat Islam banyak
mengandung ajaran tentang qana’ah yang kemudian dijelaskan secara mendalam
oleh para mufassir salah satunya adalah Ibnu Katsir.
Penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama yaitu bagaimana
penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan
qana’ah dan bagaimana implementasi sifat qana’ah tersebut dalam kehidupan
sehari-hari.Dengan membahas dua persoalan ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang lebih komprehensif terhadap makna qana’ah dalam perspektif Al
Qur’an serta aplikasinya dalam membentuk karakter pribadi Muslim.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
kepustakaan (library research) yaitu menelaah sumber-sumber primer berupa tafsir
Ibnu Katsir serta sumber-sumber sekunder lain yang relevan seperti jurnal, buku,
dan artikel ilmiah.Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan
tujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan makna qana’ah dan aplikasinya
berdasarkan penafsiran Al-Qur’an oleh Ibnu Katsir.
Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan bahwa qana’ah menurut tafsir
Ibnu Katsir merupakan bagian dari keimanan yang sejati dan menjadi kunci untuk
meraih kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Sifat ini tidak berarti pasrah
tanpa usaha akan tetapi merupakan bentuk penerimaan yang disertai syukur dan
tawakal kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari qana’ah membantu seseorang
untuk hidup sederhana, terhindar dari sifat tamak dan lebih fokus pada ibadah serta
kebahagiaan hakiki
Hukum Qadha Puasa Bagi Orang Murtad Menurut Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i
Puasa merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap
Muslim pada bulan Ramadan, sebagaimana yang telah diperintahkan dalam Al
Qur’an dan menjadi bagian dari rukun Islam. Namun, muncul permasalahan fiqih
ketika seseorang yang beragama Islam kemudian murtad, lalu kembali memeluk
Islam, khususnya terkait dengan kewajiban mengqadha puasa yang ditinggalkannya
selama dalam keadaan murtad. Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i memiliki
pandangan yang berbeda dalam menyikapi permasalan ini, menurut pandangan
mazhab Hanafi seseorang yang murtad kemudian kembali memeluk Islam maka ia
tidak diwajibkan untuk mengqadha puasanya, sedangkan mazhab syafi’i
mewajibkan bagi pelakunya untuk mengqadha puasa sebanyak hari ia
meninggalkan puasanya di masa murtad.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif yang bersifat
deskriptif dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini menyelidiki buku-buku
hukum Islam, kitab-kitab fiqih mazhab khususnya sebagai bahan refrensi dan
analisis.
Berdasarkan hasil penelitian dasar hukum yang menjadikan kedua mazhab
berbeda adalah adanya dalil tentang pengampunan dosa bagi mereka yang berhenti
dari kekafirannya yang tertera dalam Q.S Al-Anfal/8 : 38. Mazhab Hanafi
berpendapat bahwa maksud dari kekafiran dalam masalah ini bersifat umum artinya
orang yang kafir dan baru memeluk Islam maupun orang murtad (kafir) yang
bertaubat maka akan diampuni dosanya dan tidak diwajibakan untuk mengqadha
puasanya, sedangkan mazhab syafi’i berpendapat bahwa dalil yang dimaksudkan
adalah hanya berlaku terhadap orang kafir yang baru pertama kali masuk Islam dan
mengecualikan bagi pelaku murtad yang bertaubat, sehingga Mengganggap bahwa
murtad hanya menangguhkan kewajiban ibadahnya serta diwajibkan bagi pelaku
untuk mengqadha puasany
Kualitas Layanan Sekolah dengan Metode Servqual di SMA Negeri 1 Gambut Kabupaten Banjar
Kualitas layanan sekolah menjadi faktor penting dalam menciptakan
kepuasan siswa serta mendukung reputasi dan keberlanjutan institusi pendidikan.
Namun, pada kenyataannya masih ditemukan kesenjangan antara harapan dan
kenyataan yang dirasakan oleh siswa di sekolah, termasuk di SMA Negeri 1
Gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas layanan
sekolah berdasarkan lima dimensi Servqual, yaitu reliability, responsiveness,
assurance, empathy, dan tangible.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket.
Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa yang
dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dianalisis melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji
keabsahannya melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas layanan sekolah
di SMA Negeri 1 Gambut berada dalam kategori baik. Dimensi keandalan dan
daya tanggap menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan, terutama dalam
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dimensi jaminan dan empati
mencerminkan interaksi positif antara guru dan siswa. Sementara itu, pada
dimensi bukti fisik ditemukan bahwa fasilitas sekolah cukup memadai, namun
masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti sarana
pembelajaran dan area parkir. Melalui evaluasi dengan metode Servqual ini,
sekolah dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki guna meningkatkan
kualitas layanan secara berkelanjuta
Perspektif Masyarakat Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala terhadap Urgensi Kedudukan Partai Politik
Indonesia merupakan negara yang memiliki suku, bangsa dan
budaya yang beragam dengan banyak keberagaman tentunya akan
melahirkan banyak manusia yang memiliki pandangan dan pemikiran yang
berbeda terhadap apa yang mereka lihat dan alami di kehidupan
bermasyarakat. Pandangan yang berbeda terhadap sesuatu bukanlah suatu
perpecahan melainkan dengan adanya perbedaan maka disitu lah saling
memperkuat antara pandangan yang satu dengan pandangan yang lainnya.
Penelitian ini didasari banyaknya masyarakat Anjir Muara yang memandang
politik sebagai wacana negatif dikarenakan banyaknya janji politik yang
tidak ditepati dan ini berdampak pada krisis kepercayaan di masyarakat.
Penelitian ini adalah hukum empiris dengan menggunakan metode
pendekatan deskriptif kualitatif. Data utama adalah hasil wawancara
(primer), sedangkan data dokumen adalah sebagai data dukung (sekunder).
Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, dengan
menggunakan daftar wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder
berupa dokumen diambil dari tulisan-tulisan, buku-buku, dan jurnal.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perspektif
Masyarakat Anjir Muara bermacam-macam perspektif terhadap urgensi
kedudukan partai politik ada yang menganggap penting ada yang
menganggap tidak penting adapun faktor perspektif tersebut adalah faktor
ekonomi, pendidikan, dan lingkungan
Pelaksanaan Pemberian Nafkah Oleh Ayah Kepada Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Daha Utara)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang timbul akibat
perceraian, khususnya dalam hal pemberian nafkah kepada anak yang seharusnya
menjadi tanggung jawab ayah. Dalam praktiknya di Kecamatan Daha Utara, masih
banyak ayah yang lalai menjalankan kewajiban tersebut, sehingga anak-anak tidak
mendapatkan hak-haknya secara layak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberian nafkah pada anak pasca perceraian
serta faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran atau kelalaian ayah dalam
memenuhi kewajiban nafkah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode
sosiologi hukum, yang berfokus pada kondisi nyata di masyarakat. Data
dikumpulkan melalui wawancara dengan para pihak yang terkait dalam kasus
perceraian dan pemberian nafkah anak, termasuk ayah, ibu, dan pihak keluarga
lainnya di Kecamatan Daha Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif, guna menginterpretasikan fenomena sosial terkait praktik pemberian
nafkah berdasarkan ketentuan hukum Islam dan hukum positif yang berlaku di
Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian nafkah pada
anak pasca perceraian di Kecamatan Daha Utara belum berjalan secara optimal.
Beberapa ayah memberikan nafkah, namun tidak sesuai ketentuan, dan banyak juga
yang menghentikan pemberian nafkah karena konflik dengan mantan istri atau
keluarga pihak istri, pernikahan baru, serta faktor ekonomi. Kesadaran hukum yang
rendah dan kurangnya pengawasan atau penegakan hukum turut memperparah
situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, peran aktif lembaga peradilan, dan
penguatan instrumen hukum guna menjamin hak anak tetap terpenuhi setelah
perceraian orang tuany
Praktik Penentuan Wali Nikah Anak Perempuan Pertama Oleh KUA Kota Banjarbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik pernikahan sirri di Indonesia
yang sering kali menimbulkan berbagai tantangan, terutama dalam hal pengakuan
anak dan penentuan wali nikah. KUA sebagai lembaga yang berwenang dalam
urusan pernikahan memiliki peran penting dalam menentukan keabsahan
pernikahan dan status anak yang lahir dari pernikahan tersebut. Selain itu,
kehilangan buku nikah juga menjadi masalah signifikan yang dihadapi oleh
pasangan suami istri. Buku nikah berfungsi sebagai dokumen resmi yang
membuktikan sahnya pernikahan, dan kehilangan dokumen ini dapat menghambat
pengurusan administrasi terkait pernikahan, termasuk pada pendaftaran nikah anak
perempuan pertama.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Kepala dan Penghulu
KUA se Kota Banjarbaru dalam menangani kasus pernikahan sirri dan implikasinya
terhadap penentuan wali nikah bagi anak perempuan, serta bagaimana mereka
memberikan solusi bagi pasangan yang mengalami kehilangan buku nikah, beserta
alasan dan dasar hukum yang digunakan dalam mengemukakan pendapat tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti melalui teknik
wawancara dan observasi. Data yang diperoleh kemudian diproses melalui tahapan
editing, deskripsi, dan penyusunan matriks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala dan Penghulu KUA se Kota
Banjarbaru memiliki beberapa perbedaan pendapat dalam menangani pendaftaran
nikah tanpa buku nikah orang tua bagi anak perempuan pertama, tetapi seluruhnya
menggunakan pendekatan fleksibel dalam menangani pernikahan sirri. Anak yang
lahir dari pernikahan sirri diakui sebagai sah jika memenuhi syarat dan rukun
pernikahan, sehingga tidak menghilangkan hak ayah sebagai wali nikah. KUA juga
memungkinkan penggunaan wali hakim sebagai alternatif bagi pasangan yang tidak
dapat menggunakan wali dari pihak keluarga perempuan disebabkan kawin hamil.
Kehilangan buku nikah menjadi kendala dalam membuktikan status pernikahan,
namun KUA memberikan panduan untuk mendapatkan pengganti buku nikah.
Dasar hukum yang digunakan dalam pengambilan keputusan mengacu pada
Peraturan Menteri Agama No. 30 Tahun 2024 dan hukum fikih Isla
Efek Gender Terhadap Minat Menjadi Guru dan Ketabahan Calon Guru pada Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Dalam menjalankan peran sebagai seorang guru, minat dan ketabahan
individu dalam menyelesaikan pendidikan juga menjadi faktor penting dalam
menentukan keberhasilannya. Mahasiswa calon guru yang lulus di bidang
pendidikan telah memahami beban dan kewajiban yang dibawa oleh seorang guru.
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui perbedaan rata-rata
berdasarkan gender tingkat minat dan ketabahan para calon guru pada Universitas
Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Serta untuk mengetahui perbedaan signifikan
tingkat minat dan ketabahan antara laki-laki dan perempuan para calon guru pada
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Jenis penelitian ini menerapkan metode penelitian lapangan (field research),
yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lokasi atau kepada responden.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat langsung keadaan di lapangan. Pengamatan
langsung dan partisipasi responden memberikan informasi tambahan yang berguna.
Tujuan utama penelitian lapangan adalah memahami secara langsung situasi dan
kondisi saat ini.
Hasil penelitian ini pada variabel minat (Y1) terdapat perbedaan dengan
melakukan uji non-parametrik Mann-Whitney diperoleh dengan nilai sig. (2-tailed)
sebesar untuk variabel minat 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Sedangkan pada variabel ketabahan (Y2) tidak memiliki perbedaan signifikan pada
uji non-parametrik Mann-Whitney diperoleh dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar
untuk variabel ketabahan sebesar 0,496 > 0,05 maka H0 tidak dapat ditolak dan Ha
tidak dapat diterima. Kesimpulan pada penelitian ini hanya minat mahasiswa calon
guru yang memiliki perbedaan signifikan
Konsep Thaharah Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al Munîr Karya Wahbah Az-Zuḫailî
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan perspektif mengenai
permasalahan Thaharah dalam penafsiran Wahbah pada kitab Tafsir Al-Munîr
yang sedikit berbeda dari tafsiran-tafsiran lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Wahbah Az
Zuḫailî terhadap ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menyinggung tentang konsep
Thaharah
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan
pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif
sendiri adalah pendekatan penelitian yang fokus pada kualitas, makna pemahaman
mendalam tentang fenomena
Penelitian ini menunjukkan Hasil bahwa dari ketiga ayat yang ditafsirkan
dalam Tafsir Al-Munîr, surah Al-Muddasir ayat 3-4, At-Taubah ayat 107-108, Al
Maidah ayat 6. Surah Al-Hujurat ayat 12 Surah Al-A’la ayat 14-15ditemukan
adanya persamaan juga perbedaan. Untuk persamaan, dari ketiga ayat tersebut
sama-sama membahas mengenai kebersihan dalam Al-Qur’an tidak hanya
kebersihan jasmani contohnya membersihkan badan dari segala kotoran dari kepala
sampai kaki tapi juga Thaharah secara rohani
contohnya menjauhi diri dari perbuatan tercela seperti ria sombong kikir. Untuk
perbedaannya, dari ketiga ayat tersebut memang menyebutkan bahwa kebersihan
yang dimaksud bukan hanya Thaharah secara jasmani, melainkan juga Thaharah
secara rohani,namun pada surah At-Taubah dan Al-Maidah keterkaitan antara
rohani,kebersihan jasmani dan kebersihan rohani ini tidak berkaitan secara
langsung. Maksudnya bukan berarti apabila jasmaninya kotor, maka hatinya juga
kotor dan sebaliknya. Berbeda pada penafsiran surah Al-Muddasir, pada ayat 3-4,
Wahbah Az-Zuḫailî mengomentari pendapat Qotadah dengan “Kedua makna itu
benar. Sesungguhnya kesucian indrawi atau kebersihan, biasanya berbarengan
dengan kesucian maknawi. Artinya bersih dan jauh-jauh dari maksiat.
Kebalikannya adalah benar. Adanya kotoran menunjukkan dengan pasti banyaknya
dosa. Ayat ini menunjukkan keagungan Allah Swt dari apa yang diucapkan oleh
para penyembah berhala, kebersihan, perbaikan akhlak, dan menjauhi maksia
فعالية تطبيق طريقة الإملاء المنقول في تعليم مهارة الكتابة باللغة العربية لطلبة الفصل الثالث في المدرسة الابتدائية الإسلامية الحكومية ١٣ بنجر = Efektivitas Penerapan Metode Imla Manqul Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Arab Untuk Siswa Kelas III MIN 13 Banjar
Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran
bahasa Arab yang masih menjadi tantangan bagi banyak siswa sekolah dasar di
Indonesia. Berdasarkan observasi awal di MIN 13 Banjar, ditemukan bahwa banyak
siswa kelas III mengalami kesulitan dalam menulis huruf dan kata Arab dengan
benar, meskipun mereka telah mengenal huruf-huruf tersebut. Hal ini menunjukkan
adanya kesenjangan antara kemampuan reseptif dan produktif siswa dalam
berbahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan
metode Imla Manqul dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab
siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi
experimental yang melibatkan dua kelompok: eksperimen dan kontrol. Kelompok
eksperimen diajar menggunakan metode Imla Manqul, sementara kelompok
kontrol menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas,
homogenitas, Wilcoxon, dan N-Gain melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan menulis
siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Nilai rata
rata post-test kelompok eksperimen mencapai 91,43 dengan N-Gain sebesar
82,03% (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai rata-rata
80,88 dengan N-Gain 33,50% (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa
metode Imla Manqul efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa
Arab siswa sekolah dasa
Implementasi Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas pada Pendidikan Tinggi di Indonesia
Pendidikan tinggi di Indonesia sedang menghadapi tantangan di era modern
dengan melesatnya arus informasi yang datang dari penjuru arah, tantangan ini
menuntut Pendidikan tinggi untuk memberikan kesuksesan yang bersifat terampil
kepada mahasiswanya agar dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun
perlu diingat, hal ini perlu diseimbangkan dengan tidak boleh melepas aspek yang
paling fundamental yakni nilai-nilai yang bersifat metafisik seperti etika dan ruhani,
yang sepertinya banyak dalam prosesnya aspek ini seperti belum terimplementasi
dengan baik. Maka dari itu, penelitian ini memberikan penawaran terkait setiap
aspek dalam pendidikan melalui pandangan Syed Muhammad Naquib al-Attas yang
mencoba untuk menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual sebagai tujuan utama
dalam pendidikannya, yang diimplementasikan dalam pendidikan tinggi di
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka
sebagai langkah dalam melaksanakan penelitian. Data dikumpulkan melalui
langkah pustaka dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis menggunakan teknik
Content Analysis, karena memang data yang akan dikaji berupa isi dari sebuah
dokumen-dokumen tertentu yang telah dikumpulkan.
Hasilnya ditunjukkan dalam beberapa point, pertama, menginternalisasikan
tujuan pendidikan kearah ta’dib dapat diimplementasikan dengan mencantumkan
visi misi yang berfrasa pembentukan insan yang beradab dan bertauhid serta
menanamkan niat yang lurus kepada mahasiswa, kedua merancang kurikulum
pendidikan tinggi dari aspek konten dengan mewajibkan mata kuliah Islamic
Worldview, Al-Qur’an Hadits, Filsafat ilmu, sejarah dan bahasa (Arab dan Inggris),
ketiga memposisikan peran dosen sebagai pendidik yakni dengan memberikan
otoritas kepada dosen, mendahului pengamalan adab bagi dosen sebelum mengajar,
menumbuhkan budaya akademik yang bersifat religius, serta seleksi dosen yang
berfokus pada integritas moral, keempat menanamkan prinsip ta’dib kepada
mahasiswa dengan membentuk kesadaran niat belajar untuk meraih ridha Allah,
menegakkan kode etik mahasiswa berbasis adab dan mengarahkan organisasi
kemahasiswaan sebagai sarana pembinaan karakter, terakhir mengembangkan
metode pendidikan berdasarkan prinsip ta’dib dengan bercerita hikmah dan dialog