IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Integritas Perempuan di Ruang Publik dalam Perspektif Al-Qur’an
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep integritas perempuan di
ruang publik berdasarkan perspektif al-Qur’an. Dalam konteks sosial modern,
perempuan muslimah semakin aktif berperan sektor kehidupan, seperti pendidikan,
ekonomi dan politik. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan sesuai dengan
koridor etika dan ajaran Islam agar kehormatan diri tetap terjaga.
Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui
metode tafsir tematik (maudhû’i) yaitu menghimpun dan menganalisis ayat-ayat
Al-Qur’an yang berkaitan dengan integritas perempuan di ruang publik. Fokus
kajian mencakup aspek ucapan, perilaku atau tindakan dan argumen penguat yang
digambarkan dalam kisah-kisah perempuan dalam Al-Qur’an yang tampil di ruang
publik. Sumber utama penelitian ini adalah Al-Qur’an yang dianalisis
menggunakan rujukan tafsir klasik seperti Tafsîr al-Thabarî, al-Qurthûbî, Ibn
Katsîr, dan al-Sya’râwî, serta tafsir kontemporer seperti Tafsîr al-Munîr.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak melarang
perempuan tampil dan berperan di ruang publik, tetapi memberikan pedoman agar
kehormatan tetap terjaga. Integritas perempuan tercemin dalam ucapan yang
terjaga, perilaku atau tindakan yang sopan, serta kesadaran akan batasan interaksi
dengan lawan jenis. Dengan demikian, partisipasi perempuab dalam ruang publik
menjadi bentuk kontribusi positif selama tetap berada dalam bingkai adab dan
syariat Islam
فعالية التحدث مع الجمادات لترقية مهارة الكلام لدى طلاب معهد الفكرة الإسلامي المرحلة العليا بجترا مدينة العلم بنجربارو = Efektifitas Berbicara dengan Benda Mati untuk Meningkatkan Maharah Kalam Santri Pondok Pesantren al-Fikrah Tingkat Ulya Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru
Dalam Pembelajaran bahasa Arab terdapat banyak metode dan media yang berbeda
beda yang digunakan pondok pesantren untuk meningkatkan keterampilan berbicara.
Berbicara dengan benda mati adalah salah satu metode dan media yang peneliti bawakan
pada penelitian kali ini di pondok pesantren al-Fikrah Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru yang
dimana para santri nya kurang dalam keterampilan berbicara mereka. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui seberapa jauh atau seberapa besar keefektifan berbicara dengan
benda mati untuk meningkatkan maharah kalam untuk santri kelas 1 Ulya pondok pesantren
al-Fikrah Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian ini menggunakan
Pre-Experiment Design. Peneliti menggunakan SPSS 24 untuk menganalisis data dalam
penelitian ini, dan adapun hasil penelitian dalam penelitian berbicara dengan benda mati
untuk meningkatkan maharah kalam ini adalah efektif. Hal ini berdasarkan hasil rata-rata
pretest adalah 41,63 dan hasil rata-rata posttest adalah 76,42. Sedangkan nilai uji Wilcoxon
sebesar <,001 lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditola
Pengembangan Media Pop-Up Book dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Peserta Didik Kelas IC MIN 4 Banjar
Penelitian pengembangan ini berdasarkan latar belakang rendahnya
keterampilan membaca, terdapat peserta didik kelas IC yang belum lancar dan fasih
membaca serta sulit untuk menarik makna atau pesan pada suatu teks cerita. Salah
satu penyebabnya adalah penggunaan media pembelajaran sebelumnya tidak sesuai
dengan kondisi serta karakteristik peserta didik. Sehingga membutuhkan media
penunjang yang efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan media pop-up book dalam meningkatkan
keterampilan membaca peserta didik kelas IC MIN 4 Banjar dan mengetahui
pengaruh pengembangan media pop-up book dalam meningkatkan keterampilan
membaca peserta didik kelas IC MIN 4 Banjar.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu pengembangan atau Research and
Development. Sampel dan populasi penelitian yaitu peserta didik kelas IC
berjumlah 29 orang adapun pada pengambilan sampel mengggunakan teknik
sampling total. Desain penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE.
(Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik
pengumpulan data dan instrumen melalui observasi, tes, angket, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan teknik
keabsahan data yaitu uji validitas serta uji reliabilitas.
Hasil pada penelitian ini menunjukkan terdapat lima tahapan yakni, tahap
analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kemudian
didapatkan pengaruh yang signifikan pada pengembangan media pop-up book
dalam pembelajaran meningkatkan keterampilan membaca peserta didik kelas IC
MIN 4 Banjar. Pengaruh itu dibuktikan pada hasil analisis uji paired sample t-test
yang terdapat perbedaan signifikan antara hasil tes sebelum menggunakan media
(pre-test) dan sesudah menggunakan media (post-test) dengan nilai Asymp. Sig. (2
tailed) sebesar 0,00. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa
pengembangan media pop-up book memiliki pengaruh signifikan dalam
pembelajaran meningkatkan keterampilan membaca peserta didik kelas IC MIN 4
Banja
Penyuluhan Tentang Pemahaman Dampak Pernikahan di Bawah Umur di Dusun Emil Desa Paramasan Bawah Kabupaten Banjar
Pernikahan di bawah umur merupakan fenomena sosial yang masih sering
terjadi di berbagai daerah, salah satunya di Dusun Emil, Desa Paramasan Bawah
Kabupaten Banjar. Beberapa faktor yang menyebabkan pernikahan di bawah umur di
antaranya faktor budaya, ekonomi, pendidikan, dan kurangnya pemahaman terhadap
risiko yang ditimbulkan.
Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), atau yang sering
dikenal sebagai kegiatan tindakan partisipatif, adalah suatu pendekatan kegiatan yang
dirancang untuk menangani berbagai tantangan atau permasalahan yang muncul di
masyarakat. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, remaja, dan pelaku pernikahan di
bawah umurtersebut. dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat
memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak negatif
pernikahan di bawah umur serta dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk
mengurangi angka terjadinya pernikahan di bawah umur di Dusun Emil Desa
Paramasan Bawah Kabupaten Banjar.
Hasil dari penyuluhan ini membuat masyarakat lebih memahami mengenai
dampak negatif dari pernikahan di bawah umur dengan mempertimbangkan menikah
di usia muda, menurut ukum Islam tidak menetapkan usia secara pasti, namun melalui
maqasid al-shari‘ah dan maslahah mursalah, batas usia dapat ditetapkan demi
kemaslahatan sedangkan menurut hukum positif Indonesia menetapkan usia minimal
19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Ketentuan ini tidak bertentangan dengan Islam
karena sama-sama bertujuan melindungi individu dan mencegah mudarat. Menjadikan
masyarakat sadar akan dampak yang ditimbulkan seperti kesehatan, kondisi ekonomi,
dan kehidupan sosial pasangan muda serta keluarga mereka. Selain itu, perubahan pola
pikir akan pentingnya pendidikan dam kesiapan sebelum menikah, khususnya bagi
remaja. Bagi remaja menambah wawasan lebih mendalam tentang pentingnya
kematangan fisik, mental, dan emosional sebelum memutuskan untuk menikah di usia
muda. Kesadaran akan orang tua terhadap pentingnya mendukung anak-anak mereka
melanjutkan pendidikan dan menunda pernikahan hingga anak-anak mereka benar
benar siap
Efektivitas Pendistribusian Dana Zakat dalam Pemberdayaan UMKM di LAZISMU Banjarbaru
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan
aspek penting dalam pendistribusian dan pemanfaatan Zakat, Infak, dan Sedekah
(ZIS) karena mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, mendorong
transformasi mustahik menjadi muzakki, serta mengembangkan usaha yang telah
dirintis. Di LAZISMU Banjarbaru, program pemberdayaan UMKM belum berjalan
stabil. Jika usaha mustahik mengalami kerugian, aset yang telah diberikan bisa
ditarik kembali, sehingga menghambat keberlanjutan program.
Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan pendekatan metode
kombinasi. Subjek penelitian adalah pengurus dan penerima program
pemberdayaan UMKM di LAZISMU Banjarbaru, dengan fokus pada efektivitas
pendistribusian zakat. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilakukan melalui
beberapa tahap: pengajuan, seleksi mustahik, analisis kebutuhan, perencanaan
program, pendistribusian dana, serta evaluasi. Efektivitas program dinilai cukup
baik. Indikator paling efektif adalah ketersediaan sarana prasarana, sementara
empat lainnya, tujuan, strategi, analisis, dan perencanaan cukup efektif. Namun,
penyusunan program dan pengawasan masih kurang optimal. Dari hasil
perhitungan menggunakan Allocation to Cost Ratio (ACR) dan evaluasi waktu
distribusi, efektivitas program dapat dikatakan tercapai
Implementasi Pembelajaran Ilmu Waris Peserta Ddidik di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
Belajar dan pembelajaran merupakan kegiatan pokok dalam proses
pendidikan. Pendidikan pada dasarnya merupakan salah satu aset dalam kehidupan
manusia yang memiliki peranan sangat penting, tidak hanya mengembangkan
individu tetapi pengembagan bangsa itu sendiri. Pendidikan pada hakikatnya
merupakan proses pembentukan masyarakat yang beradab, masyarakat yang tampil
dengan wajah manusia normal dan berkeprimanusiaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi
pembelajaran ilmu waris pada peserta didik untuk melihat seberapa paham peserta
didik dalam pembelajaran implementasi ilmu waris tersebut. Sebagaimana yang
kita tahu bahwa ilmu waris adalah ilmu yang pertama kali di ambil oleh Allah SWT
dari manusia.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, angket dan
dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 12 F di Madrasah Aliyah
Negeri 3 Banjarmasin. Sedangkan objek penelitian ini adalah implementasi
pembelajaran ilmu waris peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, siswa kelas 12 F aktif dan
mampu dalam implementasi pembelajaran ilmu waris di dalam kelas. Kedua, dari
hasil penyebaran kuesioner terhadap siswa kelas 12 F bisa dikategorikan baik
dengan persentase 79% dalam impelementasi pembelajaran ilmu waris, baik
dilingkungan sekolah maupun untuk menyebarkan pembelajaran ilmu waris di
lingkungan masyaraka
Minat Anak Desa Riam Adungan Kecamatan Kintap Bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut
Minat anak untuk bersekolah merupakan faktor penting yang
mempengaruhi proses Pendidikan. Namun dalam kenyataannya di Desa Riam
Adungan Kecamatan Kintap ditemukan bahwa masih terdapat anak-anak usia
sekolah dasar yang tidak bersekolah secara rutin, bahkan ada yang putus sekolah.
Selain itu, sebagian anak terlihat kurang berminat untuk bersekolah, terutama
karena harus membantu orang tua bekerja atau karena akses menuju sekolah cukup
sulit.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat anak-anak Desa Riam
Adungan Kecamatan Kintap untuk bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan dan
mendeskripsikan faktor internal dan eksternal minat anak-anak Desa Riam
Adungan Kecamatan Kintap untuk bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Reserch)
dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang
guru dan 12 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara
dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat anak-anak Desa Riam Adungan
untuk bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan tercermin melalui berbagai
indikator, seperti perasaan senang, keterlibatan aktif, ketertarikan, dan perhatian
terhadap proses pembelajaran. Minat tersebut dipengaruhi oleh faktor internal,
yakni kondisi kesehatan fisik yang mendukung kehadiran dan fokus belajar, serta
aspek psikologis seperti motivasi, rasa percaya diri, dan rasa nyaman dalam
lingkungan sekolah. Selain itu, faktor eksternal yang memengaruhi terdiri dari tiga
aspek utama, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan masyaraka
Pengaruh Persepsi Manfaat dan Kemudahan terhadap Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya merchant yang
menggunakan QRIS di kota Banjarmasin. Berdasarkan laporan perekonomian
Kalsel oleh Bank Indonesia menunjukan bahwa Kota Banjarmasin menempati
urutan pertama jumlah merchant yang menggunakan QRIS berjumlah 43,70%
(113,772 ribu). Melihat hal ini penulis tertarik untuk mengetahui pengaruh persepsi
manfaat dan kemudahan secara simultan dan parsial terhadap penggunaan QRIS
pada merchant QRIS di Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan
kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 398 responden dengan perhitungan
sampel menggunakan rumus Slovin, Teknik pengumpulan data menggunakan
penyebaran kuesioner atau angket kepada merchant pengguna QRIS di Kota
Banjarmasin. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi
linier berganda dan pengujian data menggunakan bantuan Software IBM SPSS
Statistic 25 for Windows.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama variabel persepsi manfaat
(X1) berpengaruh secara parsial terhadap penggunaan (Y) dengan nilai t hitung
2.973 lebih besar dari t tabel 1.966 dengan tingkat signifikasi 0,003 lebih kecil
daripada 0,05, variabel persepsi kemudahan (X2) berpengaruh secara parsial
terhadap penggunaan (Y) dengan nilai t hitung 14.139 lebih besar dari t tabel 1.966
dengan tingkat signifikasi 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Kedua variabel persepsi
manfaat (X1) dan persepsi kemudahan (X2) secara simultan berpengaruh terhadap
penggunaan (Y) QRIS pada merchant QRIS di Kota Banjarmasin dengan nilai F
hitung sebesar 132.454 dan F tabel sebesar 3.02 dengan nilai sig. 0,000 < 0,0
Hukum Kewarisan pada Masyarakat Dusun Munggu Lahung Desa Paramasan Bawah Kabupaten Banjar (Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat)
Penelitian ini membahas penerapan hukum kewarisan di Dusun Munggu
Lahung, Desa Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar, yang masih didominasi oleh
hukum adat meskipun mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Minimnya
pemahaman terhadap hukum waris Islam menjadi faktor utama yang menyebabkan
masyarakat lebih memilih sistem waris adat, di mana pembagian warisan dilakukan
secara merata antara laki-laki dan perempuan (1:1), berbeda dengan ketentuan
Farāʾiḍ. Selain itu, pembagian warisan sering dilakukan sebelum pewaris
meninggal atau setelah peringatan seratus hari wafatnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum waris di Dusun Munggu Lahung
menurut perspektif hukum Islam dan hukum adat serta untuk memahami proses
akulturasi antara hukum waris Islam dan hukum waris adat dalam masyarakat
setempat.
Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan menggunakan
pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan masyarakat dalam
mengidentifikasi masalah dan mencari solusi. Penyuluhan hukum waris Islam
dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prinsip faraid, hak
dan kewajiban ahli waris, serta pentingnya distribusi warisan yang adil. Hasil
penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap
hukum waris Islam, meskipun kendala seperti keterbatasan pendidikan dan
pengaruh adat masih kuat.
Akulturasi antara hukum waris Islam dan hukum adat terjadi secara alami,
dengan masyarakat mulai mengadopsi prinsip musyawarah dalam pembagian
warisan sebagai bentuk kompromi. Untuk memastikan pemahaman yang lebih luas,
diperlukan pendekatan edukatif yang berkelanjutan melalui keterlibatan tokoh
agama, aparat desa, serta pemanfaatan media cetak dan digital. Penelitian ini
merekomendasikan agar penyuluhan dilakukan secara berkelanjutan dengan
pendekatan berbasis komunitas, penelitian lanjutan dapat mengkaji faktor-faktor
yang menyebabkan dominasi hukum adat dalam pewarisan serta efektivitas
berbagai media dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum
waris Islam. Dengan pendekatan ini, diharapkan pemahaman dan penerapan hukum
waris Islam semakin luas tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah
berkembang dalam masyarakat
Spiritualitas dalam Pandangan Bhante Saddaviro Mahathera
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis konsep
spiritualitas dalam pandangan Bhante Saddaviro Mahathera, salah satu tokoh
agama Buddha yang berpengaruh di Banjarmasin. Fokus kajian terletak pada
pemaknaan spiritualitas dalam agama Buddha serta bagaimana pengalaman hidup
dan ajaran Banthe Saddaviro mencerminkan nilai-nilai spiritual tersebut. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
dokumentasi, dan studi pustaka terhadap karya-karya Bhante Saddaviro,
khususnya buku Cerita Tekad Orang Nekad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
spiritualitas menurut Bhante Saddaviro Mahathera merupakan proses penyucian
jiwa yang melibatkan disiplin batin, meditasi, dan pengamalan Hasta Ariya
Magha (Delapan Jalan Mulia). Spiritualitas dalam pandangannya tidak terbatas
pada ritual keagamaan, melainkan sebagai usaha aktif dalam mengembangkan
cinta kasih, welas asih, dan kesadaran akan ketidakkekalan hidup. Bhante
Saddaviro menekankan pentingnya kedamaian batin yang hanya dapat dicapai
melalui latihan diri yang konsisten dan pengendalian diri dari berbagai nafsu
duniawi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lintas agama
mengenai makna spiritualitas dan relevansinya dalam kehidupan modern. Selain
itu, penelitian ini juga menjadi referensi penting bagi kajian spiritualitas agama
Buddha di Indonesia, khususnya dalam konteks lokal ke-Bhikkhu-an di
Banjarmasin