IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Sikap Memaafkan Terhadap Sesama Manusia dalam Al-Qur’an (Analisis Relasi dan Fungsi)
Dalam hubungan antar sesama manusia, tidak lepas dari suatu konflik
ataupun peristiwa yang terjadi bahkan peristiwa tersebut memberikan luka batin
yang mendalam dan menjadi bagian dari sejarah kehidupan seseorang. Luka batin
semacam ini sering kali terasa menyakitkan jika diingat kembali. Namun, Al
Qur’an menjelaskan bahwa kemampuan untuk memaafkan peristiwa tersebut
dapat menjadi kunci untuk mencapai ketentraman batin dan kebahagiaan.
Memaafkan merupakan proses penting dalam psikologi, terutama dalam
memperbaiki hubungan interpersonal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis
ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang sikap memaafkan memaafkan
terhadap sesama manusia serta untuk mengetahui relasi dan fungsi memaafkan
dalam membangun harmoni sosial. Penelitian ini akan membahas konsep
memaafkan terhadap sesama manusia dalam perspektif Al-Qur'an dengan analisis
mendalam mengenai relasi dan fungsi nilai memaafkan dalam kehidupan sosial.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research)
dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Berfokus pada penafsiran
ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan sikap memaafkan terhadap sesama
manusia, serta mengkaji pendapat para ulama tafsir dan literatur Islam klasik
maupun kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap memaafkan menurut
pandangan al-Qur’an merupakan sikap yang terpuji dan termasuk salah satu ajaran
moral yang ditekankan dalam Islam; diperintahkah oleh Allah swt. dan
dicontohkan oleh Rasulullah saw. pelakunya dijanjikan mendapat ganjaran pahala
yang besar di akhirat nanti. Allah menganjurkan umat-Nya untuk bersikap pemaaf
guna mencapai ketenangan jiwa, menghindari dendam, serta membangun
hubungan sosial yang lebih baik. Memaafkan menjadi bentuk ibadah yang bernilai
tinggi, karena mendekatkan manusia kepada Allah serta menciptakan kedamaian
dalam kehidupan.
Konteks atau relasi ayat-ayat tentang memaafkan dalam Al-Qur’an
meliputi: Pertama, relasi dalam konteks keluarga; dalam hubungan antara orang
tua dan anak, dan sebaliknya, suami dan istri, dan hubungan sesama saudara.
Kedua, relasi dalam konteks sosial; dalam hubungan kerabat, hubungan
bertetangga, dan hubungan antar sesama manusia, baik seagama maupun dengan
non muslim.
Adapun Fungsi memaafkan bagi diri sendiri secara mental: dapat
menghilangkan dendam, merasa tenang, mengurangi beban mental, secara
spiritual, dapat pahala di akhirat. Bagi orang yang dimaafkan terhapus dari dosa
dosanya, mengurangi bahkan menghapuskan hukuman/sanksi. Bagi masyarakat sikap memaafkan dapat menghindari dari konflik akibat dendam korban terhadap
pelaku.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa konsep memaafkan dalam Al
Qur'an memiliki dimensi transendental yang menghubungkan manusia dengan
Tuhan, sehingga memaafkan menjadi salah satu bentuk ibadah yang bernilai
spiritual tinggi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam
memahami nilai universal ajaran Islam yang relevan dengan tantangan kehidupan
modern
Pengaruh Akses Internet Sebagai Media Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqh di MAN Kapuas
Latar belakang penelitian didasari oleh pesatnya perkembangan teknologi
internet yang memudahkan akses informasi, namun berpotensi menimbulkan
dampak negatif seperti distraksi dan penurunan fokus belajar jika tidak dikontrol.
Studi terdahulu menunjukkan hasil beragam, sehingga perlu kajian lebih mendalam
untuk konteks MAN Kapuas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh akses internet sebagai media
belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqh di MAN Kapuas.
Implikasi studi ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pembelajaran
berbasis teknologi yang lebih efektif di lingkungan madrasah
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Sampel terdiri dari 76 siswa kelas XI yang dipilih melalui simple
random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan internet dan
nilai Ujian Akhir Semester (UAS) Fiqh.
Analisis data menggunakan uji korelasi triserial dan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif signifikan antara akses internet dan
prestasi belajar dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,582. Nilai koefisien
determinasi (R²) 29,2% mengindikasikan bahwa akses internet berkontribusi
terhadap variasi prestasi belajar, sementara 70,8% dipengaruhi faktor lain seperti
motivasi, metode pengajaran, dan lingkungan belajar. Temuan ini mengonfirmasi
bahwa penggunaan internet yang tidak terarah cenderung menurunkan prestasi
akademik siswa. Penelitian memberikan saran perlunya strategi pengawasan,
peningkatan literasi digital, dan integrasi sumber pembelajaran terstruktur untuk
memaksimalkan manfaat internet dalam pendidika
Pelaksanaan Asesmen Diagnostik, Formatif dan Sumatif pada Mata Pelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka di SMP Negeri Kota Banjarmasin
Penelitian ini berlatar belakang dari melihat banyaknya problem saat ini
yang dirasakan oleh guru dalam pelaksanaan asesmen pada mata pelajaran PAI
dalam kurikulum merdeka di SMP Negeri Kota Banjarmasin. Tujuan penelitian ini
untuk menguraikan pelaksanaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif serta
faktor penghambat dan penunjang terhadap pelaksanaan asesmen pada mata
pelajaran PAI dalam kurikulum merdeka di SMP Negeri Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, pendekatan
penelitian kualitatif, dan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah
tiga orang wakil kepala sekolah bidang kurikulum, enam orang guru PAI kelas VII,
VIII dan enam orang peserta didik kelas VII, VIII di SMP Negeri 7, 11, dan 34
Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan asesmen diagnostik, formatif
dan sumatif pada mata pelajaran PAI dalam kurikulum merdeka di SMP Negeri
Kota Banjarmasin serta faktor penghambat dan penunjang. Teknik pengumpulan
data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu
koleksi data, editing, pengklasifikasian data, dan interpretasi data. Analisis data
menggunakan Model Miles dan Huberman yang memiliki tiga langkah yaitu
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik dilaksanakan
secara lisan. Pada asesmen diagnostik non kognitif dengan cara pendekatan melalui
wawancara di awal semester atau diawal tahun ajaran baru dan kognitifnya dengan
cara tanya jawab berupa pertanyaan pemantik di awal pembelajaran. Asesmen
formatif yaitu ranah kognitif dilaksanakan secara tertulis dan tidak tertulis. Ranah
afektif dengan cara melihat sikap atau akhlak dari peserta didik. Ranah
psikomotorik dengan cara melihat keterampilan peserta didik melalui tugas praktik.
Asesmen sumatif yaitu ranah kognitif dilaksanakan secara tertulis dan tidak tertulis
saat selesai akhir lingkup materi, tengah semester dan akhir semester. Ranah afektif
dengan cara melihat sikap atau akhlak dari peserta didik selama satu semester.
Ranah psikomotorik dengan cara memberikan tugas praktik untuk melihat
keterampilan peserta didik. Faktor penghambatnya yaitu dari guru, peserta didik,
orangtua, ekonomi, dan fasilitas sekolah. Sedangkan faktor penunjangnya yaitu
dukungan dari sekolah, komunitas belajar, MGMP PAI SMP, workshop atau IHT,
platform merdeka mengajar (PMM), pemanfaatan teknologi, dan peran orangtu
Perencanaan Berkeluarga dalam Perspektif al-Qur’an
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran dan pamahaman
Masyarakat mengenai perencanaan berkeluarga, terutama pada Masyarakat
didaerah pedalaman yang hanya memahami tentang keluarga berencana yang
bertujuan pembatasan anak, padahal perencanaan berkeluarga lebih daripada itu
yang mencakup beberapa aspek, akibatnya masih banyak terjadi kasus pernikahan
dini dan lonjakan kasus perceraian semakin meningkat di beberapa daerah akibat
kurangnya perencanaan dan ketahanan keluarga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep perencanaan
berkeluarga dalam perspektif al-Qur’an, serta implikasinya terhadap praktik
perencanaan berkeluarga dengan program keluarga berencana di masyarakat.
Keluarga berencana merupakan upaya untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran
anak, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan anak-anak.
Dalam konteks Islam, al-Qur’an memberikan panduan yang mendalam mengenai
tanggung jawab orang tua, pendidikan anak, dan pentingnya menjaga kesejahteraan
keluarga melalui panduan dalam perencanaan baik sebelum berkeluarga maupun
sesudah berkeluarga.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang bersifat
deskriptif-analisis dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode tafsir
tematik dan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa al-Qur’an menekankan pentingnya memilih pasangan yang baik, mendidik
anak dengan nilai-nilai agama, serta menjaga kesehatan dan kesejahteraan keluarga,
serta menjaga keluarga dari api neraka. Selain itu, penelitian ini juga menemukan
bahwa prinsip-prinsip keluarga berencana yang diajarkan dalam al-Qur’an sejalan
dengan program-program yang diselenggarakan oleh BKKBN, yang berfokus pada
pendidikan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan berkeluarga
dalam perspektif al-Qur’an tidak hanya mencakup aspek pengaturan jumlah anak,
tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan dan juga pemilihan pasangan untuk
membangun sebuah keluarga, serta menekankan pendidikan, akhlak, dan tanggung
jawab orang tua dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
pemahaman tentang keluarga berencana dalam konteks Islam dan mendorong
praktik yang lebih baik di masyaraka
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Geometri pada Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi di desa Teluk Selong Ulu, kecamatan Martapura Barat, Kalimantan Selatan
Kebudayaan merupakan hal yang sangat penting untuk dikaji dan dikenalkan
kepada generasi selanjutnya. namun seiring perkembangan zaman kajian-kajian
mengenai kebudayaan sangat jarang dilakukan. Mengajar matematika memerlukan
pendekatan yang efektif. Sebagai salah satu tujuan pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengeksplorasi Etnomatematika khusus nya konsep
geometri yang terdapat dalam rumah adat Banjar bubungan tinggi, memaparkan
mengenai Konsep geometri dari unsur matematika yang didapatkan ke dalam
pembelajaran matematika.
Dalam penelitian ini, metode etnografi akan digunakan untuk mendapatkan
pemahaman yang Mendalam tentang eksplorasi etnomatematika dalam konteks
Bangunan Berdasarkan masalah yang ingin diteliti, maka penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan
memahami suatu masalah didasarkan pada penyusunan suatu gambaran kompleks atau
menyeluruh menurut pandangan dari para informan dan dilakukan secara alamiah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Etnomatematika merupakan bidang yang
relatif baru dalam pendidikan matematika di Indonesia telah banyak penelitian yang
mengeksplorasi potensinya, baik dalam konteks pembelajaran maupun dalam
mengidentifikasi elemen-elemen etnomatematika yang terkandung dalam berbagai
budaya, sehingga menawarkan pendekatan alternatif yang inovatif dalam pengajaran
matematika di sekolah, memperluas wawasan siswa tentang matematika, dan
menunjukkan bagaimana konsep-konsep matematika diimplementasikan dalam konteks
sosial dan budaya yang berbeda dari pengalaman mereka, sehingga pembelajaran
matematika tidak lagi terbatas pada topik-topik abstrak, tetapi juga mencakup aspek
aspek budaya yang relevan bagi siswa, dengan tujuan utama untuk menjadikan
pembelajaran matematika lebih kontekstual dan sesuai dengan latar belakang siswa,
sehingga proses belajar menjadi lebih menarik, bermakna, dan mudah dipaham
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPAS di Kelas V SDN Kebun Bunga 6
Penggunaan model pembelajaran konvensional yang tidak bervariasi
menyebabkan siswa kurang antusias dalam pembelajaran IPAS, hal tersebut
berdampak pada hasil belajar IPAS siswa yang kurang maksimal. Model
pembelajaran group investigation belum pernah digunakan pada pembelajaran di
kelas V SDN Kebun Bunga 6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil
belajar dan pengaruh model pembelajaran group investigation terhadap hasil belajar
IPAS siswa kelas V SDN Kebun Bunga 6.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design
jenis nonequivalent control group design, sebelum dan sesudah dilaksanakan
pembelajaran dilakukan pretest dan posttest. Populasi penelitian ini ialah seluruh
peserta didik kelas V SDN Kebun Bunga 6, yang berjumlah 35 orang. Teknik
sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan
data melalui wawancara, tes, dan dokumentasi. Ptretest dan posttest dilaksanakan
dengan menggunakan soal berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik
inferensial.
Nilai pretest pada kelas eksperimen diperoleh hasil rata-rata 50 dan kelas
kontrol memperoleh nilai rata-rata 45 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa
tidak terdapat perbedaan hasil pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Adapun nilai posttest pada kelas eksperimen diperoleh hasil rata-rata 89,38 dan
kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 65,79. Hasil uji t posttest dengan
perhitungan Independent Sample t-Test diketahui nilai signifikansi 0,000 dan thitung
7,537. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi ttabel yang
menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya terdapat pengaruh
yang signifikan terhadap hasil belajar IPAS sisw
Upaya Single Mother dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga di Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut
Pada umumnya, peran kepala keluarga dijalankan oleh laki-laki. Namun,
di lapangan, peran tersebut sering kali diambil alih oleh perempuan yang menjadi
orang tua tunggal. Fungsi keluarga yang biasanya dilakukan oleh suami, seperti
memenuhi kebutuhan ekonomi, memberikan perlindungan dan keamanan,
mendidik anak, dan sebagainya, kini harus dijalankan oleh perempuan/istri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan oleh
perempuan berstatus single mother dalam menjaga ketahanan keluarganya.
Fokusnya adalah untuk memahami bagaimana perempuan tersebut menghadapi
dan mengelola berbagai masalah dalam situasi sulit agar fungsi keluarga tetap
berjalan dan tercapai keharmonisan, serta kesejahteraan lahir dan kebahagiaan
batin.
Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif
dan menggunakan analisis deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan
Kurau Kabupaten Tanah laut. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan beberapa narasumber
untuk mengumpulkan informasi, serta data sekunder yang didapatkan dari buku,
jurnal, peraturan perundang-undangan, dan sumber literatur lainnya yang relevan.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya perempuan single
mother adalah dengan bekerja keras dan selalu mengusahakan agar kebutuhan
anak-anaknya terpenuhi. Meskipun menghadapi beban yang berat, perempuan
single mother berusaha menciptakan ketahanan keluarga melalui pengelolaan
ekonomi yang efisien, penguatan komunikasi dan hubungan emosional dalam
keluarga. Penelitian ini juga menemukan pentingnya pendidikan dan keterampilan
sebagai faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan keluarga
perempuan single mother. Dengan demikian, upaya perempuan single mother
dalam mewujudkan ketahanan keluarga tidak hanya bergantung pada kekuatan
individu, tetapi juga pada dukungan sosial dan akses terhadap sumber daya yang
memadai
Pendapat Penyuluh Agama Kecamatan Tabukan Tentang Pengucapan Qobul Dalam Akad Nikah
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala,
yang di latar belakangi oleh adanya perbedaan tentang kalimat pengucapan
qobul dalam akad nikah, dengan redaksi ”kalimat saya terima nikahnya”
dan ”saya terima menikahinya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pendapat Penyuluh Agama Kecamatan Tabukan terhadap perbedaan lafaz qobul
serta dasar hukum yang digunakan mengenai pengucapan qobul dalam sebuah
akad nikah.
Penulis menggunakan jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Penyuluh Agama
Kecamatan Tabukan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui
observasi, wawancara dan dokumentasi yang mana wawancara dilakukan oleh
beberapa penyuluh Agama dan dokumentasi baik berupa sumber tertulis, gambar
dan karya ilmiah, dari semuanya memberikan informasi tambahan serta sebagai
pelengkap bagi penelitian yang sedang dilakukan oleh penulis. Data dianalisis
dengan teknik deskriftif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyuluh agama sepakat
bahwa akad nikah dianggap sah jika memenuhi rukun dan syarat nikah. Lafaz
seperti ”saya terima nikahnya” dan ”saya terima menikahinya” dinilai memiliki
makna yang sama dan dianggap sah. Sementara, lafaz yang ambigu atau tidak
jelas seperti ”saya setuju” atau ”saya bersedia hidup bersama”, dianggap tidak
sah karena tidak tidak memenuhi unsur lafaz qobul yang tegas dan jelas. Dasar
hukum yang digunakan oleh penyuluh agama bervariasi, mulai dari pendapat
imam syafi’i,hadis tentang pentingnya niat, prinsip-prinsip fikih munakahat
mengenai pengucapan ijab qobul, peraturan perundang-undangan seperti UU
Perkawinan dan SE Dirjen Bimas Islam, serta rujukan dari kitab-kitab fiki
Pengelolaan Arsip Elektronik di MTsN 3 Banjarmasin
Perkembangan teknologi telah merambat ke dalam dunia pendidikan, yaitu
dengan adanya pengelolaan arsip secara elektronik. Arsip elektronik adalah
bentuk data yang dikelola secara digital menggunakan perangkat lunak seperti
komputer dan laptop disimpan dalam bentuk file yang digunakan sebagai bukti
otentik kearsipan. Arsip elektronik tercipta melalui alih media arsip dengan cara
di-scann Jenis arsip yang dikelola arsip dinamis dan arsip statis berupa file teks,
file data, dan file image. Dengan adanya arsip elektornik bertujuan memudahkan
dalam temu kembali arsip dengan cepat apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Penelitian ini akan mengkaji pengelolaan arsip elektronik di MTsN 3 Kota
Banjarmasin, bertujuan untuk mengetahui siklus pengelolaan arsip elektronik
meliputi penciptaan (creation), klasifikasi (classifications), distribusi dan
penggunaan (distribution and use), pemeliharaan dan penyimpanan (retention and
maintenance), dan disposisi (disposition).
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian mencakup arsiparis, kepala
sekolah, kepala tata usaha, dan staf tata usaha MTsN 3 Kota Banjarmasin. Teknik
pengumpulan data menggunakan analisis data model interaktif Miles dan
Hubermen, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang
dikumpulkan kemudian direduksi, dilanjut dengan penyajian data serta penarikan
kesimpulan atau verifikasi data. Teknik validitas dan keabsahan data
menggunakan uji credibility, uji transferability, uji dependability, dan uji
konfirmability. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi
teknik, triangulasi waktu, dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip elektronik di
MTsN 3 Kota Banjarmasin secara keseluruhan cukup baik. Pengelolaan arsip
elektronik di MTsN 3 Kota Banjarmasin mengacu pada standard operating
procedure (SOP) madrasah dan Peraturan Kementerian Agama Nomor 44 Tahun
2010 tentang Pedoman Penataan Kearsipan di Lingkungan Kementerian Agama
dan peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Nomor 9 Tahun 2018
tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis
Penerapan Game-Based Learning Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Di PAUD Inklusi Terpadu Teratai Putih Kota Banjarbaru
Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering
mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan motorik halus, yang
berdampak pada kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan game-based learning dalam
meningkatkan motorik halus anak ADHD di PAUD Inklusi Terpadu Teratai Putih
Kota Banjarbaru.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan model
pengembangan ADDIE hingga tahap implementasi. Subjek penelitian adalah tiga
anak ADHD yang berusia 4–6 tahun di PAUD Terpadu Teratai Putih. Instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, lembar asesmen
perkembangan motorik halus, serta wawancara dengan Guru kelas. Game-based
learning yang diterapkan berupa permainan menggunakan Playdough.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa game-based learning berbasis
playdough meningkatkan keterampilan motorik halus anak, termasuk koordinasi
tangan, fleksibilitas, dan ketelitian. Penerapan metode ini tidak hanya
meningkatkan koordinasi dan ketangkasan tangan tetapi juga membantu
meningkatkan fokus serta keterlibatan anak dalam proses belajar. Dengan demikian,
penggunaan game edukatif dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam terapi
dan pembelajaran bagi anak ADH