IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Gambaran Motivasi Menjadi Cosplayer pada Usia Dewasa di Banjarmasin

    Get PDF
    Cosplay merupakan sebuah aktivitas dimana seseorang mengenakan kostum dari suatu karakter atau tokoh tertentu dalam komik, anime, film, atau game kemudian berakting, berpose atau berdialog sesuai karakter yang ia bawakan, yang pelakunya biasa disebut dengan istilah cosplayer. Seseorang yang memilih untuk menjadi cosplayer tentunya didorong dengan berbagai macam alasan yang mana hal ini berkaitan dengan motivasi. Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu, atau secara lebih sederhana motivasi dapat diartikan pula sebagai bentuk dorongan individu untuk melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gambaran menjadi cosplayer pada usai dewasa di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menggunakan 3 orang sebagai subjek dengan pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Adapun teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa motivasi menjadi cosplayer pada usia dewasa dibagi menjadi dua aspek pada setiap subjek yaitu: pertama, motivasi intrinsik pada subjek pertama berupa kebutuhan untuk bersosial, harapan untuk mengedukasi cosplay, dan minat pada perkembangan cosplay. Pada subjek kedua berupa memenuhi kebutuhan emosional, harapan menjadi artis cosplay, dan minat terhadap kostum yang beragam. Pada subjek ketiga berupa wadah menyalurkan hobi, keinginan meramaikan acara cosplay, dan ketertarikan kepada kesaamaan sifat antara diri sendiri dan karakter cosplay. Kedua motivasi ekstrinsik pada subjek pertama berupa dukungan finansial dan mental dari keluarga, antusiasme pengunjung acara cosplay dan apresiasi dari penggemar. Pada subjek kedua berupa lingkungan komunitas yang suportif dan prestasi hasil dari kompetisi cosplay. Pada subjek ketiga berupa acara cosplay sebagai wadah bersosial sesama cosplayer

    Penetapan Mahar Untuk Mengganti Air Susu Ibu Dari Keluarga Perempuan (Studi Kasus pada Desa Palu Rejo Kecamatan Gunung Bintang Awai)

    Get PDF
    Mahar merupakan salah satu hak mutlak seorang wanita sebagai balasan dari sebuah pernikahan. Namun, mahar yang merupakan hak mutlak wanita dalam pernikahan menurut Islam, diinterpretasikan secara berbeda dalam praktik adat Desa Palu Rejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk ini mengkaji tradisi penetapan mahar sebagai bentuk penggantian air susu ibu dalam masyarakat Desa Palu Rejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan untuk mengungkap bagaimana tradisi tersebut dipraktikkan dan apa alasan di balik penetapan mahar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan masyarakat setempat. Subjek dalam penelitian ini yaitu 7 orang masyarakat Desa Palu Rejo kecamatan gunung bintang awai kabupaten barito selatan. Objek dalam penelitian ini adalah tradisi penetapan mahar untuk mengganti air susu ibu dari keluarga perempuan analisis data deskriptif kualitatif yaitu menguraikan data melalui hasil wawancara dengan landasan teori menggunakan hukum Islam. Hasil temuan menunjukkan bahwa tradisi penggantian air susu ibu merupakan praktik yang kuat dan dipertahankan, dengan penetapan mahar yang dilakukan oleh keluarga perempuan, seringkali dalam bentuk uang, dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Analisis data deskriptif kualitatif mengungkapkan bahwa tradisi ini dianggap penting untuk melestarikan budaya, meskipun ada pandangan yang berbeda tentang kesesuaiannya dengan hukum Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang integrasi hukum adat dengan hukum agama dalam konteks pernikahan dan mahar, serta menawarkan rekomendasi untuk harmonisasi antara keduanya

    Istri Yang Menikah Lagi Sebelum Putusnya Perceraian Dengan Suami Pertama ( Studi Kasus Di Desa Anjir Seberang Pasar II, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala)

    Get PDF
    Istri yang menikah lagi sebelum putusnya perceraian dengan suami pertama ini menjadi suatu permasalahan penting dan sangat menarik perhatian. Karena tidak sesuai dengan Undang-Undang perkawinan dan Hukum Islam. Namun masih ada masyarakat yang melakukan hal tersebut salah satunya terjadi di masyarakat Desa Anjir Seberang Pasar II Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Dalam hal ini peneliti ingin melihat bagaimana istri yang menikah lagi sebelum putusnya perceraian denga suami pertama di Desa Anjir Seberang Pasar II serta bagaimana reaksi tokoh agama dan tokoh masyarakat terhadap istri yang menikah lagi sebelum putusnya perceraian dengan suami pertama tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum empiris, bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu istri, suami pertama, suami kedua. Penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti langsung menemui subjek penelitian untuk mengumpulkan data yang diperlukan, dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara, dan setelah data terkumpul, kemudian data diolah dengan teknik editing, deskripsi, matriks, dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dengan suami kedua dilakukan tanpa adanya perceraian atau talak dari suami pertama dan pernikahannya dilakukan secara sirri atau menikah di bawah tangan. Maka pernikahan kedua ini tidak sah dari segi hukum positif karena melangar Undang�Undang Perkawinan yang menganut asas monogami dan diharamkan dari segi hukum Islam sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 24 dan hadist Nabi tentang diharamkannya poliandri. Reaksi tokoh agama dan tokoh masyarakat terhadap istri yang menikah lagi sebelum putusnya perceraian dengan suami pertama ini sangat kecewa dan menyayangkan hal tersebut terjadi dan sepakat mengatakan pernikahan dengan suami kedua tidak sah dan fasi

    Pola Asuh Orangtua dalam Menanamkan Nilai-nilai Pendidikan Islam (Studi Kasus Keluarga Tunarungu di Kota Banjarmasin)

    Get PDF
    Penelitian ini mendiskripsikan tentang pola asuh orangtua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam (studi kasus keluarga tunarungu di Kota Banajrmasin) yang mencakup pola asuh orangtua tunarungu dalam menanamkan nilai aqidah pada anaknya, pola asuh orangtua tunarungu dalam menanamkan nilai ibadah pada anaknya dan pola asuh orangtua tunarungu dalam menanamkan nilai akhlak pada anaknya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, klasifikai data dan interpretasi data. Untuk lokasi penelitian ini bertempat di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pola asuh orangtua tunarungu dalam menanamkan nilai ibadah juga beragam dengan tujuan yaitu untuk mengajarkan anak agar senantiasa beribadah dan taat kepada Allah serta juga mengajarkan anak untuk senantiasa mengerjakan segala yang diperintah Allah dan menjauhi larangannya. Dalam menanamkan nilai ibadah dapat menggunakan media televisi, handphone, buku atau dengan menggunakan media langsung yang dipraktikkan oleh orangtua tunarungu. Sedangkan untuk metodenya menggunakan keteledanan, pembiasaan, nasehat, perhatian dan hukuman. Dalam prosesnya pola asuh yang diterapkan setiap keluarga berbeda-beda tergantung pola yang diterapkan. 2) Pola asuh orangtua tunarungu dalam menanamkan nilai akhlak sangat beragam yang mana tujuannya untuk menjadikan anak menjadi insan yang berakhlak mulia, yang memiliki karakter dan adab yang baik terhadap orangtua atau oranglain. Dalam menanamkan nilai ibadah dapat menggunakan media televisi, handphone, buku atau dengan menggunakan media langsung yang dipraktikkan oleh orangtua tunarungu. Sedangkan untuk metodenya menggunakan keteledanan, pembiasaan, nasehat, perhatian dan hukuman. Dalam prosesnya pola asuh yang diterapkan setiap keluarga berbeda-beda tergantung pola yang diterapka

    Pengelolaan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Syariah( Studi pada BUMDes Margasari Hulu Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat melalui program yang di alokasikan dari dana Desa agar dapat mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peran dan kontribusi BUMDes dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di desa Margasari Hulu Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin serta bagaimana tinjauan ekonomi syariah terhadap pengelolan BUMDes dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Margasari Hulu Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, dengan subjek penelitian adalah pengelola BUMDes, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Aparat Desa serta masyarakat terkait dalam pelayanan BUMDes di Desa Margasari Hulu Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan kontribusi BUMDes Tunas Harapan Desa Margasari Hulu Kecamatan Candi Laras Selatan sangat baik dalam upaya membantu perekonomian masyarakat telah dilaksanakan dengan adanya unit usaha seperti perdagangan, pertanian, pembiayaan, pengadaan barang barang jasa, sewa tenda, sewa lapangan dan sewa alat pertanian. Pengelolaan BUMDes dengan memberdayakan desa sebagai wilayah yang otonom dengan membuka usaha produktif bagi masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD)

    Perkawinan Anak Perspektif Maqashid Syariah: Pendekatan Baru Jasser Auda Terhadap Pernikahan Anak di Bawah Umur

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang terjadi di masyarakat, yakni maraknya perkawinan anak atas dasar hadits Nabi Muhammad Saw saat menikahi Aisyah R.A di usia 6 tahun dan menggauli ataupun berkumpul dengan Aisyah R.A diusia 9 tahun. Akan tetapi hadis ini banyak ditolak oleh peneliti Hadis sebagai dalil dibolehkannya perkawinan anak, karena penyebutan umur dalam Hadis tersebut hanya sebagai unsur berita, bukan hukum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab problematik dalam penafsiran hadits Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Hisyam bin Urwah dan untuk mengetahui implikasi Maqashid Syariah Jasser Auda dalam menjawab permasalahan perkawinan anak yang marak terjadi. Penelitian ini berjenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pustaka dengan bahan primer melalui buku Jasser Auda berjudul Re-Envisioning Islamic Scholarship Maqashid Methodology As A New Approach & Reclaiming the Mosque The Role of Women in Islam’s House Of Worship dan pendekatan kasus, hal ini sebagai upaya untuk melakukan telaah secara komprehensif. Hasil temuan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan riwayat tentang hadis terkait pernikahan Aisyah R.A dengan Nabi Muhammad SAW. Hisyam bin Urwah meriwayatkan bahwa Aisyah R.A ketika dinikahi berusia 6 tahun dan berkumpul dalam satu rumah bersama Nabi Muhammad SAW pada usia 9 tahun. Beberapa perawi lain meriwiyatkan hadis-hadis lainnya yang apabila ditinjau dari sejarah, diantaranya ketika Aisyah R.A terlibat dalam perang Badar dan Uhud serta perbandingan usia Aisyah dengan saudarinya Asma, maka dapat disimpulkan bahwa usia Aisyah ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW lebih dari 9 tahun

    Analisis Hukum, Sosial Budaya, Dan Keagamaan Terhadap Fenomena Stunting Di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya dibawah standar, WHO (2015). Latar belakang penelitian adalah Analisis hukum Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023, Pergub Nomor 03 Tahun 2022, Perpres Nomor 72 Tahun 2022, Tentang Pencegahan Stunting adalah keterlibatan semua pihak namun implemantasinya tidak terlaksana dengan baik. Secara Budaya munculnya kencenderungan masyarakat terhadap mitos BEAPA IBU ITU ( tidak boleh makan ikan Bepatil, Amis, Papuyu, Isap Buyu dan Isap Tulang). Dari keagamaan secara normatif al-qur’an sudah mengatur untuk menyusui anak sebaiknya selama 2 tahun (Qs.2:233), serta anjuran untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah (Qs.4:9), dan menyapih nya dalam usia 2 tahun (Qs. 31:14). Akan tetapi masih ada ibu yang memberikan makan tambahan sebelum masa tersebut serta kurangnya peran tokoh-tokoh agama untuk mengsosialisasikan Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fenomena Stunting dan analisis penurunan Stunting di Kalimantan Selatan, ditinjau dari hukum sosial budaya dan keagamaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Analisis Deskriptif dan data berupa angka statistik. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 154 orang dari 6 puskesmas di daerah yang terdiri dari puskesmas Anjir Muara, Sungai lulut, Sungai Andai, Sungai Besar Banjarbaru, Tapin Utara, dan Muara Uyah Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 31 anak yang mengalami stunting dan 2 anak di antaranya disebabkan oleh faktor genetik. Berdasarkan dari hasil penelitian ditemukan, Bahwa fenomena Stunting tidak hanya terbatas pada kekurangan gizi akan tetapi menyangkut keyakinan mistis bahwa ada pengaruh makhluk gaib. Dari segi hukum perlu adanya implementasi yang komprihensip kepada masyarakat agar tidak terjadi pengabaian hak-hak anak, dari segi agama mengajak para ustadz dan ustadzah dalam menyampaikan ceramahnya kepada masyarakat dengan tema Gizi dan Stuntin

    Bimbingan Keagamaan di Pondok Pesantren Al Aminiah Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi pemikiran bahwa bimbingan yang diberikan kepada santri Pondok Pesantren Al Aminiah ini sangatlah membantu dan penting dalam meningkatkan pemahaman ilmu keagamaan yang nantinya bisa digunakan dalam bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk bimbingan keagamaan di Pondok Pesantren Al Aminiah dan faktor pendukung dan penghambat dalam bimbingan keagamaan di Pondok Pesantren Al Aminiah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan wawancara dengan 1 pengasuh dan 3 tenaga pengajar yang ada di Pondok Pesantren Al Aminiah, yaitu Guru Ahmad Sam‟ani, Guru Abdul Qodir, Guru Nasir Sam‟ani, dan Guru Abdul Muqsith. Peneliti juga melakukan observasi dan dokumentasi untuk menggali data yang terkait dengan bimbingan keagamaan Pondok Pesantren Al Aminiah Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa bentuk bimbingan keagamaan yang ada di Pondok Pesantren Al Aminiah terdiri dari bimbingan salat wajib berjemaah, bimbingan pembelajaran kitab kuning, bimbingan muhadatsah kosakata Bahasa Arab, dan bimbingan kegiatan keagamaan yang lain. Metode yang digunakan meliputi metode kajian kitab, metode pengawasan dan pemberian hukuman, dan metode berpartisipasi di lingkungan pondok ataupun luar dari lingkungan pondok, Adapun materi dan medianya sudah ditentukan oleh pengajarnya masing-masing, seperti materi nahwu dan sharaf yang menggunakan Kitab Matan Al Jurumiyyah dan Kitab Mukhtasar Jiddan. Faktor pendukung ialah pengajar berpengalaman, jadwal tersusun rapi, kebebasan berkomunikasi, dan metode bimbingan yang menarik. Adapun faktor penghambatnya ialah santri masih ada yang melanggar peraturan, fasilitas yang kurang memadai, kesulitan mengatur pertanyaan santri, ketidakseriusan santri, dan ketidakmauan santri dalam bermasyarakat

    Pola Asuh Orang Tua yang Sibuk Bekerja Terhadap Kebiasaan Anak Usia Dini Menggunakan Gawai Pribadi (Studi Kasus Terhadap Keluarga di Kelurahan Kelayan Dalam Banjarmasin Selatan)

    Get PDF
    Penggunaan gawai pada anak usia dini telah menjadi fenomena yang semakin umum di zaman sekarang. Gawai, tablet, dan perangkat digital lainnya sering digunakan oleh orang tua sebagai alat bantu hiburan, pendidikan, maupun pengalih perhatian bagi anak. Maka penting bagi orang tua untuk memahami cara menggunakan gawai dengan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua yang sibuk bekerja terhadap kebiasaan anak usia dini menggunakan gawai pribadi, serta mengetahui dampak yang dihadapi orang tua yang sibuk bekerja terhadap anak usia dini menggunakan gawai pribadi. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang keduanya bekerja dan mempunyai anak yang memiliki gawai pribadi, serta anak tersebut dititipkan oleh orang tuanya pada neneknya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian orang tua dan nenek. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang sibuk bekerja dengan anak yang menggunakan gawai pribadi, yakni pola asuh permisif. Pola asuh ini ditandai dengan rendahnya pengawasan dan kurangnya aturan yang tegas terkait penggunaan gawai. Orang tua cenderung memberikan kebebasan kepada anak dalam menggunakan gawai tanpa batasan yang ketat, akibatnya anak-anak terbiasa menggunakan gawai dalam waktu yang lama hingga kecanduan aplikasi dan konten yang diakses anak tanpa adanya kontrol yang jelas dari orang tua. Hal ini berdampak pada pola interaksi sosial anak, perkembangan kognitif anak, serta perkembangan sosial emosional anak. Orang tua seharusnya menerapkan pengasuhan yang lebih seimbang, seperti menetapkan aturan yang jelas mengenai penggunaan gawai, meningkatkan kualitas interaksi bersama antara orang tua dan anak bagaimana membagi waktu saat bekerja dan keluarga

    Fenomena Kehancuran Alam Semesta dalam al Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Kemenag RI dan Tafsir Salman ITB)

    Get PDF
    Fenomena kehancuran alam semesta (kiamat) merupakan salah satu tema penting dalam al-Qur'an yang menggambarkan akhir dari seluruh kehidupan dunia sebagai permulaan menuju kehidupan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an tentang kehancuran alam semesta antara Tafsir al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dan Tafsir Salman ITB. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan kontribusi kedua tafsir tersebut dalam menjelaskan fenomena ini, baik dari perspektif teologis maupun saintifik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-komparatif. Ayat-ayat terkait kehancuran alam semesta dianalisis berdasarkan konten tafsir masing-masing sumber, kemudian dilakukan perbandingan untuk melihat pola penafsiran, pendekatan metodologis, dan integrasi antara sains modern dan teks Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Kemenag RI cenderung menggunakan pendekatan normatif dan historis, dengan fokus pada pesan teologis dan eskatologis dari ayat-ayat kiamat. Sementara itu, Tafsir Salman ITB lebih menonjolkan pendekatan saintifik, mengaitkan penjelasan al-Qur'an dengan konsep konsep dalam kosmologi modern seperti teori Big Bang dan Big Crunch. Kedua tafsir ini saling melengkapi, di mana Tafsir Salman ITB memberikan wawasan sains yang memperkaya pemahaman tradisional dalam Tafsir Kemenag RI. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengintegrasikan antara pemahaman teologis dan ilmiah tentang ayat-ayat Al-Qur'an terkait kehancuran alam semesta, serta mendorong dialog yang konstruktif antara ilmu agama dan sains

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇