IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
K-Pop Bagi Warga Milenial di Kalimantan Selatan
Perkembangan entertainment baik di Indonesia, maupun di luar negeri sangat digemari oleh orang-orang, apalagi oleh generasi milenial. Apalagi di negara Korea yang artisnya cantik- cantik. Semakin maju perkembangan teknologi, semakin mudah untuk memasarkan produk- produk mereka seperti pakaian, makanan, dan lainnya. Apapun yang dipakai oleh para artisnya, selalu dibeli oleh generasi milenial yang sangat fanatik demi mengikuti idola mereka. Demikian pula dengan lirik-lirik lagu sang idol mereka, sangat mudah dihafal oleh remaja milenial. Oleh karena itu, K-Pop sangat cepat berpengaruh, yang dapat dilihat dari sisi perilaku, gaya hidup, budaya, perkembangan sosial, dan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak K-Pop terhadap perilaku, gaya hidup, dan budaya generasi milenial. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh K-Pop terhadap perkembangan sosial dan psikologis generasi milenial.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya studi kasus di Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, dan wawancara. Adapun hasil temuannya adalah K-Pop telah mengubah perilaku konsumsi musik generasi milenial. K-Pop berpengaruh pada gaya berpakaian, dan tampilan fisik para idola. Selain itu, makanan dan minuman yang diperkenalkan mempengaruhi kebiasaan konsumsi bagi generasi milenial di Kalimantan Selatan
Pelaksanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Kelas II Di MI Siti Mariam Banjarmasin
Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur'an di
MI menjadi perhatian penting, khususnya terkait pengucapan huruf, penerapan
hukum tajwid, penguasaan panjang-pendek bacaan, dan keterampilan menulis huruf
Arab. Hal ini mencerminkan bahwa harapan masyarakat agar lulusan MI unggul
dalam kompetensi Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) belum sepenuhnya tercapai.
Sebagian siswa masih mengalami kesulitan yang disebabkan oleh faktor internal,
seperti rendahnya minat belajar, serta faktor eksternal, seperti kurang optimalnya
bimbingan dari guru dan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret
untuk memperbaiki metode pengajaran dan evaluasi pembelajaran Al-Qur'an di
sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek
penelitian adalah siswa kelas II A di MI Siti Mariam Banjarmasin. Data yang
terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan untuk memahami permasalahan secara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an
(BTA) di MI Siti Mariam telah terlaksana dengan cukup baik, meskipun hasilnya
belum sepenuhnya optimal. Pembelajaran BTA ini dilaksanakan pada jam terakhir
kegiatan belajar mengajar, dengan durasi 60 menit setiap sesi, sebanyak empat kali
dalam seminggu, yaitu pada hari Senin hingga Kamis. Terdapat beberapa faktor
yang mendukung keberhasilan pembelajaran BTA, di antaranya adalah kompetensi
guru yang baik, antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, serta lingkungan
masyarakat yang mendukung pendidikan keagamaan.
Namun, pelaksanaan pembelajaran BTA masih menghadapi sejumlah
hambatan. Hambatan utama adalah rendahnya motivasi siswa dalam belajar Al
Qur'an, yang menyebabkan kurangnya fokus dan minat mereka selama
pembelajaran. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di
rumah juga masih kurang, khususnya dalam memberikan bimbingan membaca Al
Qur'an. Hambatan-hambatan tersebut berpengaruh langsung pada ketercapaian
kompetensi siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur'an secara maksima
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Animate dengan Model Self Directed Learning Pada Materi Struktur Atom di SMAN 1 Rantau
Minimnya penggunaan media pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi
dan hasil belajar siswa. Berdasarkan wawancara yang dilakukan di SMAN 1
Rantau, banyak siswa yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal, dan
guru hanya menggunakan metode ceramah, yang menyulitkan siswa dalam
memahami materi kimia, terutama struktur atom. Maka, diperlukan media yang
menarik yaitu adobe animate yang bisa diakses melalui android dengan model self
directed learning dalam meningkatkan keterlibatan siswa dengan media
pembelajaran sebagai sumber materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan, mengetahui validitas dan respon siswa terhadap media
pembelajaran berbasis adobe animate dengan model self directed learning pada
materi struktur atom.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and
Development (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, and
Disseminate). Pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini
dilaksanakan di SMAN 1 Rantau, dengan partisipan siswa Kelas X-7. Metode
keabsahan data uji validasi diperoleh dari validator ahli materi dan ahli media.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dalam media pembelajaran
peneliti mengembangkan media menggunakan model pengembangan 4D dari tahap
define yang menganalisis kebutuhan siswa dan pendidik di SMAN 1 Rantau. Kedua
tahap design yang merancang media pembelajaran yang dibutuhkan siswa sebagai
media pembelajaran di sekolahan maupun di rumah sebagai media yang dapat
membantu siswa belajar mandiri. Kemudian tahap develop menguji validitas dari
hasil nilai validitas ahli materi sebesar 93,3% dan 81,6% dan ahli media sebesar
88,3% sehingga media pembelajaran yang dikembangkan dapat dikategorikan
sangat valid, dan tahap disseminate mendapatkan nilai persentase dari respon siswa
mencapai 88,4% yang dikategorikan sangat baik, kemudian disebarkan luaskan
melalui whatsapp dalam lingkungan SMAN 1 Ranta
Peran Mangku Adat di Kelurahan Teluk Tiram sebagai Pelestari Ritual Adat Banjar
Penelitian ini membahas tentang peran pemangku adat sebagai pemuka
ritual adat Banjar yang dianggap berpengaruh penting dalam pandangan
masyarakat Banjar dalam pelestarian ritual adat. Oleh karena itu, penelitian ini
berusaha mengeksplorasi mengenai peran pemangku adat sebagai pemimpin adat
Banjar yang memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan
adat Banjar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar seseorang diangkat atau
dipilih sebagai pemangku adat dan untuk mengetahui peran pemangku adat dalam
menjalankan tugasnya sebagai pelestari ritual adat Banjar. Penelitian ini berjenis
penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif naratif. Sumber
data atau informan penelitian ini ada delapan informan, terdiri dari satu informan
utama dan tujuh informan pendukung. Teknik pengumpulan data pada penelitian
ini adalah wawancara mendalam, dokumenter, dan observasi. Kemudian data
dianalisis secara kualitatif naratif.
Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa diangkatnya pemangku
adat dalam kebudayaan Banjar Kalimantan Selatan mempertimbangkan
keturunan, pengetahuan budaya, moralitas, dukungan masyarakat, dan pengabdian
pada masyarakat. Dasar diangkatnya pemangku adat yakni dianggap mampu dan
memiliki keilmuan yang sesuai dengan mangku adat, adanya silsilah keturunan
mangku adat, dilantik oleh mangku adat sebelumnya, dan menjalankan tradisi
ritual adat dengan sukarela ikhlas tanpa paksaan. Anang Hormansyah sebagai
pemangku adat Banjar di Kelurahan Teluk Tiram menjadi sosok budayawan yang
memiliki pengetahuan luas tentang budaya Banjar. Beliau juga mendapatkan gelar
pemangku adat dari Sultan Suryanata melalui mimpi serta isyarat batin. Secara
lahir, beliau telah dilantik oleh Amang Rediansyah sebagai mangku adat
sebelumnya. Dalam menjalankan tugasnya, Anang Hormansyah dihadapkan pada
beberapa permasalahan sosial masyarakat. Dengan mengandalkan kekuatan
spiritualitas dan pengetahuan tradisional, praktik-praktik yang dilakukannya tidak
hanya bersifat penyembuhan fisik, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual dan
sosial yang kuat. Pemangku adat berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya
dan spiritual yang menjadi bagian dari identitas adat masyarakat Banjar yang tidak
lepas dari akulturasi tradisi Hindu, Kaharingan, dan Islam. Peran mangku adat
sebagai pelestari ritual adat Banjar melibatkan upaya menjaga, melestarikan, dan
melawan tantangan zaman modern terhadap perbedaan pandangan dalam aspek
spiritual serta praktik tradisional ada
Strategi Guru dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Anak Hiperaktif di Paud RA Ulumul Qur’an Al-Madani dan Pelita Insani Banjarbaru
PAUD Pelita Insani Banjarbaru dan PAUD RA Ulum Al-Madani
Banjarbaru yang memiliki anak hiperaktif, setiap guru di PAUD tersebut memiliki
strategi berbeda dalam menangani anak hiperaktif. Strategi pembelajaran yang
digunakan oleh guru dalam mengajar anak-anak hiperaktif / ADHD (Attention
Deficit Hyperactivity Disorder) memerlukan pendekatan yang khusus dan adaptif
untuk memenuhi kebutuhan unik mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui strategi guru dalam stimulasi perkembangan sosial di PAUD Pelita
Insani Banjarbaru dan PAUD RA Ulum Al-Madani Banjarbaru.
Metode Penelitian ini didasarkan pada metode Kualitatif dengan
pendekatan naratif. Dengen metode ini peneliti melakukan penelitian pada satu atau
lebih individu untuk mengumpulkan data tentang perbandingan kejadian. Subjek
dalam penelitian ini pengajar di PAUD Terpadu Pelita Insani Banjarbaru dan RA
Ulumul Qur’an Al-Madani Banjarbaru yang berjumlah 3 orang guru dan 3 orang
siswa dengan ADHD. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi data.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam stimulasi
perkembangan sosial di PAUD Pelita Insani Banjarbaru adalah strategi lingkungan
belajar yang terstruktur dan konsisten serta pendekatan pengajaran berbasis
aktivitas fisik dan interaktif. Sedangkan strategi dan stimulasi kegiatan belajar di
RA Ulumul Qur’an Al-Madani, pendekatan bertahap dengan memberikan
kebebasan kepada anak-anak untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai diikuti
dengan pengenalan bertahap pada interaksi sosial. Faktor penghambat dalam
pelaksanaan kegiatan belajar yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang
ADHD di kalangan guru dan orang tua dapat mengakibatkan pendekatan yang
kurang tepat atau bahkan negatif terhadap anak-anak hiperaktif
Bimbingan Keagamaan Penyuluh Agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk
Bimbingan keagamaan merupakan hal yang penting untuk membantu
memberikan arahan, petunjuk serta pengajaran mengenai nilai-nilai dan
pengetahuan agama Islam kepada seluruh umat Islam. Rumus permasalahan dalam
penelitian ini adalah bagaimana bimbingan keagamaan yang dilakukan oleh
penyuluh agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah, dan apa saja faktor
penghambat dan juga faktor penunjang bimbingan keagamaan yang ada di Majelis
Taklim Al Musyarrofah.
Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Sungai Tabuk, lebih tepatnya di
Desa Gudang Tengah, RT.04. Subjek penelitian ini adalah Penyuluh Agama yang
menjadi pembimbing Majelis Taklim Al Musyarrofah. Objek penelitian ini adalah
bimbingan keagamaan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama di Majelis Taklim
Al Musyarrofah dan Faktor-faktor penunjang serta faktor-faktor penghambat
pelaksanaan bimbingan keagamaan di Majelis Taklim Al Musyarrofah. Penelitian
ini jenisnya penelitian lapangan (field research), yaitu dengan terjun langsung ke
lapangan untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang di teliti,
juga melakukan wawancara dan menggunakan dokumenter, kemudian diolah
melalui proses koleksi data, editing data, klasifikasi data, serta interpretasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bimbingan Keagamaan Penyuluh
Agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai
Tabuk adalah ceramah agama, membaca Yasin, membaca Aqidatul Awam,
membaca Dzikrul Jalalah, membaca Tahlil dan Doa, pembacaan Manaqib. Faktor�faktor Penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan yaitu, tersedianya guru
pembimbing, fasilitas sarana prasarana, adanya rasa ingin tahu, adanya minat dalam
beribadah, adanya harapan kepada Allah Swt, semangat dalam beribadah, tanggung
jawab. Faktor-faktor penghambat pelaksanaan kegiatan bimbingan keagamaan
yaitu, tidak tepat waktu, adanya rasa malas, sibuk karena pekerjaan, terlalu asyik
bicar
Peran Dai dalam Membimbing Keagamaan Jamaah Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala
Peran Dai dalam membimbing keagamaan jamaah sangatlah penting, terutama
dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan
pemahaman agama. Kehadiran jamaah yang konsisten dalam bimbingan
keagamaan tidak terlepas dari upaya dai dalam menyampaikan ajaran Islam dengan
cara yang menarik dan relavan. Dai berfungsi sebagai pengarah yang memberikan
bimbingan, pengetahuan, dan motivasi kepada jamaah, sehingga mereka merasa
terhubung dan termotivasi untuk hadir dalam setiap kegiatan keagamaan.
Dari latar belakang tersebut, dirumuskan bahwa permasalahan dalam penelitian ini
yaitu bagaimana bentuk-bentuk bimbingan keagamaan dan peran dai dalam
membimbing keagamaan jamaah Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam
Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui peran dai dalam membimbing keagamaan jamaah. Adapun signifikansi
penelitian ini sebagai penambah khazanah keilmuan dan wawasan mengenai peran
dai dalam membimbing keagamaan jamaah, serta bahan referensi bagi pembaca
terhadap kajian mengenai peran seorang dai dalam membimbing keagamaan yang
mengandung nilai-nilai keagamaan Islam.
Jenis penelitian ini yaitu kualitatif, dengan subjek penelitian dua orang aparat desa
desa, tiga orang dai, satu orang pengurus masjid, dan satu orang jamaah masjid.
Objek dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk bimbingan keagamaan dan peran
Dai sebagai pembimbing keagamaan di Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam
Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya bentuk-bentuk bimbingan
keagamaan yang ada di Masjid Al-Jihad yang dikelompokkan sebagai berikut,
bimbingan langsung seperti pengajian kitab dan pembacaan dalail khoirot
sedangkan bimbingan tidak langsung seperti peringatan hari besar Islam. Sehingga
dengan adanya bimbingan tersebut terlihat peran dai sebagai pembimbing akidah,
penyampaian pesan dakwah, pembimbing akhlak dan sebagai teladan yang bai
Idarah Masjid Bunyamin Residence Desa Kertak Hanyar Ii Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar
Penelitian ini membahas penerapan idarah di Masjid Bunyamin Residence
Desa Kertak Hanyar II Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Latar
belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya manajemen masjid sebagai
pusat ibadah dan kegiatan sosial-keagamaan. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai
tempat salat tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial, pendidikan, dan
pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan masjid yang profesional
dan terstruktur menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi implementasi aspek idarah di Masjid Bunyamin Residence,
mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi
kasus.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan
dokumentasi, yang melibatkan pengurus masjid serta jemaah sebagai informan
utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idarah di Masjid Bunyamin Residence
telah diterapkan dengan baik, mencakup aspek manajemen fisik (idarah binail
maadiy) dan fungsional. Pada aspek fisik, pengelolaan fasilitas masjid seperti
kebersihan, keamanan, dan perawatan sarana prasarana dilakukan secara rutin dan
sistematis. Sementara pada aspek fungsional, masjid secara aktif
menyelenggarakan program keagamaan seperti pengajian, majelis taklim, serta
kegiatan sosial yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Temuan ini
menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan masjid sangat bergantung pada
koordinasi dan peran aktif pengurus, sistem administrasi yang baik, serta dukungan
dari jemaah. Masjid Bunyamin Residence telah menjadi contoh penerapan idarah
yang efektif, di mana pengelolaan administrasi, keuangan, dan kegiatan operasional
masjid berjalan secara transparan dan akuntabel. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi masjid lain dalam mengimplementasikan manajemen
berbasis idarah untuk meningkatkan kemakmuran dan kebermanfaatan masjid bagi
umat
Pelayanan Jemaah Pada Kegiatan Dakwah Di Masjid Hasanuddin Madjedie Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kegiatan dan program dakwah yang dilaksanakan di
Masjid Hasanuddin Madjedie Kota Banjarmasin. Berjalannya kegiatan dan program tersebut
tentu tidak lepas dari strategi atau langkah-langkah yang disusun dan dilakukan oleh pengurus
masjid. Di antara strategi-strategi yang dirumuskan, strategi pelayanan terhadap jemaah
barangkali menjadi hal yang sifatnya fundamental dalam keberlangsungan kegiatan tersebut.
Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk menggali apa saja dan bagaimana strategi yang
dirumuskan dan dilaksanakan dalam kegiatan serta program dakwah yang di masjid tersebut,
khususnya yang ditujukan bagi kenyamanan jemaah.
Permasalahan yang diteliti pada dasarnya berkaitan dengan strategi pelayanan yang
digunakan oleh pihak manajemen masjid. Strategi pelayanan yang dimaksud mencakup pada
strategi pelayanan pada kegiatan dakwah dan strategi pelayanan yang bertujuan untuk
meningkatkan kepuasan jemaah terhadap keberadaan masjid itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau disebut penelitian lapangan (field
research). Peneliti telah mengamati, mengobservasi, mewawancarai dan mendokumetasikan
secara langsung dalam kondisi nyatanya. Subjek yang diteliti adalah pihak manajemen atau
pengurus masjid Hasanuddin Madjedie yang berada di kota Banjarmasin.
Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti menerangkan bahwa pelayanan yang diterapkan
oleh pihak manajemen masjid, baik dalam kegiatan dakwah maupun layanan untuk kepuasan
jemaah terbilang sudah cukup lengkap dan bagus. Dari segi dasar pelayanan, pihak manajemen
masjid melaksanakan pelayanan sesuai dengan tujuan utama dari masjid tersebut, yaitu
terwujudnya kemakmuran masjid. Dari segi prinsip, mereka menerapkan prinsip-prinsip yang
sesuai dengan ajaran Islam dan menjunjung nilai-nilai sosial kemanusiaan. Dalam
implementasinya, pihak manajemen masjid melaksanakan bebrapa program dan layanan seperti
pengadaan dan pengayaan sarana prasarana yang menunjang kenyamanan jemaah ketika
mengikuti kegiatan dakwah di masjid, termasuk mengadakan layanan-layanan sosial seperti
layanan kesehatan pada waktu-waktu tertentu dan layanan pemulasaran jenazah (parukunan).
Adapun pelayanan yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan jemaah terhadap
keberadaan masjid meliputi kebersihan yang selalu dijaga, menciptakan suasana serta lingkungan
yang tenang, damai, aman serta sejahtera, fasilitas dan aksesibilitas yang mudah termasuk
program dan kegiatan yang disusun dan diatur dengan bai
Pendapat Pengguna Aplikasi dalam Mencari Jodoh (Studi Kasus di Kota Banjarmasin)
Mencari jodoh dalam konteks pernikahan merupakan langkah penting yang
melibatkan pertimbangan mendalam dan keputusan signifikan, yang kini semakin
dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, termasuk penggunaan aplikasi mencari
jodoh. Aplikasi mencari jodoh telah menjadi alat untuk membantu individu
menemukan pasangan hidup yang sesuai, menawarkan platform yang memudahkan
proses pencarian dengan berbagai fitur yang memungkinkan pencocokan
berdasarkan minat, nilai, dan tujuan hidup yang serupa.Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pendapat pengguna yang mencari pasangan melalui aplikasi
mencari jodoh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam
mengenai pengalaman pengguna, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan mendapatkan jodoh dan hambatan yang dihadapi.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Untuk memperoleh
data di Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin.
Dilakukan penelitian dengan delapan orang pengguna yang telah mencari pasangan
melalui aplikasi mencari jodoh.
Hasil penelitian yang didapat yaitu pendapat serta alasan pengguna yang
menggunakan aplikasi untuk mencari jodoh. Dapat memberikan wawasan untuk
pengguna yang ingin mencari jodoh melalui aplikasi tersebut. Pendapat dari
pengguna aplikasi untuk mencari jodoh tersebut yaitu kemajuan teknologi,
kemudahan dalam mengakses aplikasi tersebut, jangkauan yang luas, waktu yang
fleksibel, kesesuaian dengan kriteria yang dicari. Penelitian ini juga menemukan
bahwa adanya faktor penghambat adalah identitas palsu, seperti penggunaan foto
profil yang tidak asli dan ketidakjujuran dalam informasi. Selain itu, kurangnya
keseriusan salah satu pihak turut berkontribusi terhadap gagalnya hubungan. Faktor
lain seperti harapan yang tidak realistis dan perbedaan tujuan juga menjadi
penyebab kegagalan. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dalam
menggunakan aplikasi ini agar peluang keberhasilan dalam membangun hubungan
yang serius dapat meningka