IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    K-Pop Bagi Warga Milenial di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Perkembangan entertainment baik di Indonesia, maupun di luar negeri sangat digemari oleh orang-orang, apalagi oleh generasi milenial. Apalagi di negara Korea yang artisnya cantik- cantik. Semakin maju perkembangan teknologi, semakin mudah untuk memasarkan produk- produk mereka seperti pakaian, makanan, dan lainnya. Apapun yang dipakai oleh para artisnya, selalu dibeli oleh generasi milenial yang sangat fanatik demi mengikuti idola mereka. Demikian pula dengan lirik-lirik lagu sang idol mereka, sangat mudah dihafal oleh remaja milenial. Oleh karena itu, K-Pop sangat cepat berpengaruh, yang dapat dilihat dari sisi perilaku, gaya hidup, budaya, perkembangan sosial, dan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak K-Pop terhadap perilaku, gaya hidup, dan budaya generasi milenial. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh K-Pop terhadap perkembangan sosial dan psikologis generasi milenial. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya studi kasus di Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, dan wawancara. Adapun hasil temuannya adalah K-Pop telah mengubah perilaku konsumsi musik generasi milenial. K-Pop berpengaruh pada gaya berpakaian, dan tampilan fisik para idola. Selain itu, makanan dan minuman yang diperkenalkan mempengaruhi kebiasaan konsumsi bagi generasi milenial di Kalimantan Selatan

    Pelaksanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Kelas II Di MI Siti Mariam Banjarmasin

    Get PDF
    Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur'an di MI menjadi perhatian penting, khususnya terkait pengucapan huruf, penerapan hukum tajwid, penguasaan panjang-pendek bacaan, dan keterampilan menulis huruf Arab. Hal ini mencerminkan bahwa harapan masyarakat agar lulusan MI unggul dalam kompetensi Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) belum sepenuhnya tercapai. Sebagian siswa masih mengalami kesulitan yang disebabkan oleh faktor internal, seperti rendahnya minat belajar, serta faktor eksternal, seperti kurang optimalnya bimbingan dari guru dan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk memperbaiki metode pengajaran dan evaluasi pembelajaran Al-Qur'an di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas II A di MI Siti Mariam Banjarmasin. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami permasalahan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) di MI Siti Mariam telah terlaksana dengan cukup baik, meskipun hasilnya belum sepenuhnya optimal. Pembelajaran BTA ini dilaksanakan pada jam terakhir kegiatan belajar mengajar, dengan durasi 60 menit setiap sesi, sebanyak empat kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin hingga Kamis. Terdapat beberapa faktor yang mendukung keberhasilan pembelajaran BTA, di antaranya adalah kompetensi guru yang baik, antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, serta lingkungan masyarakat yang mendukung pendidikan keagamaan. Namun, pelaksanaan pembelajaran BTA masih menghadapi sejumlah hambatan. Hambatan utama adalah rendahnya motivasi siswa dalam belajar Al Qur'an, yang menyebabkan kurangnya fokus dan minat mereka selama pembelajaran. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah juga masih kurang, khususnya dalam memberikan bimbingan membaca Al Qur'an. Hambatan-hambatan tersebut berpengaruh langsung pada ketercapaian kompetensi siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur'an secara maksima

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Animate dengan Model Self Directed Learning Pada Materi Struktur Atom di SMAN 1 Rantau

    Get PDF
    Minimnya penggunaan media pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan wawancara yang dilakukan di SMAN 1 Rantau, banyak siswa yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal, dan guru hanya menggunakan metode ceramah, yang menyulitkan siswa dalam memahami materi kimia, terutama struktur atom. Maka, diperlukan media yang menarik yaitu adobe animate yang bisa diakses melalui android dengan model self directed learning dalam meningkatkan keterlibatan siswa dengan media pembelajaran sebagai sumber materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, mengetahui validitas dan respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis adobe animate dengan model self directed learning pada materi struktur atom. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Pengumpulan data melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Rantau, dengan partisipan siswa Kelas X-7. Metode keabsahan data uji validasi diperoleh dari validator ahli materi dan ahli media. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dalam media pembelajaran peneliti mengembangkan media menggunakan model pengembangan 4D dari tahap define yang menganalisis kebutuhan siswa dan pendidik di SMAN 1 Rantau. Kedua tahap design yang merancang media pembelajaran yang dibutuhkan siswa sebagai media pembelajaran di sekolahan maupun di rumah sebagai media yang dapat membantu siswa belajar mandiri. Kemudian tahap develop menguji validitas dari hasil nilai validitas ahli materi sebesar 93,3% dan 81,6% dan ahli media sebesar 88,3% sehingga media pembelajaran yang dikembangkan dapat dikategorikan sangat valid, dan tahap disseminate mendapatkan nilai persentase dari respon siswa mencapai 88,4% yang dikategorikan sangat baik, kemudian disebarkan luaskan melalui whatsapp dalam lingkungan SMAN 1 Ranta

    Peran Mangku Adat di Kelurahan Teluk Tiram sebagai Pelestari Ritual Adat Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang peran pemangku adat sebagai pemuka ritual adat Banjar yang dianggap berpengaruh penting dalam pandangan masyarakat Banjar dalam pelestarian ritual adat. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengeksplorasi mengenai peran pemangku adat sebagai pemimpin adat Banjar yang memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan adat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar seseorang diangkat atau dipilih sebagai pemangku adat dan untuk mengetahui peran pemangku adat dalam menjalankan tugasnya sebagai pelestari ritual adat Banjar. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif naratif. Sumber data atau informan penelitian ini ada delapan informan, terdiri dari satu informan utama dan tujuh informan pendukung. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara mendalam, dokumenter, dan observasi. Kemudian data dianalisis secara kualitatif naratif. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa diangkatnya pemangku adat dalam kebudayaan Banjar Kalimantan Selatan mempertimbangkan keturunan, pengetahuan budaya, moralitas, dukungan masyarakat, dan pengabdian pada masyarakat. Dasar diangkatnya pemangku adat yakni dianggap mampu dan memiliki keilmuan yang sesuai dengan mangku adat, adanya silsilah keturunan mangku adat, dilantik oleh mangku adat sebelumnya, dan menjalankan tradisi ritual adat dengan sukarela ikhlas tanpa paksaan. Anang Hormansyah sebagai pemangku adat Banjar di Kelurahan Teluk Tiram menjadi sosok budayawan yang memiliki pengetahuan luas tentang budaya Banjar. Beliau juga mendapatkan gelar pemangku adat dari Sultan Suryanata melalui mimpi serta isyarat batin. Secara lahir, beliau telah dilantik oleh Amang Rediansyah sebagai mangku adat sebelumnya. Dalam menjalankan tugasnya, Anang Hormansyah dihadapkan pada beberapa permasalahan sosial masyarakat. Dengan mengandalkan kekuatan spiritualitas dan pengetahuan tradisional, praktik-praktik yang dilakukannya tidak hanya bersifat penyembuhan fisik, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual dan sosial yang kuat. Pemangku adat berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi bagian dari identitas adat masyarakat Banjar yang tidak lepas dari akulturasi tradisi Hindu, Kaharingan, dan Islam. Peran mangku adat sebagai pelestari ritual adat Banjar melibatkan upaya menjaga, melestarikan, dan melawan tantangan zaman modern terhadap perbedaan pandangan dalam aspek spiritual serta praktik tradisional ada

    Strategi Guru dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Anak Hiperaktif di Paud RA Ulumul Qur’an Al-Madani dan Pelita Insani Banjarbaru

    Get PDF
    PAUD Pelita Insani Banjarbaru dan PAUD RA Ulum Al-Madani Banjarbaru yang memiliki anak hiperaktif, setiap guru di PAUD tersebut memiliki strategi berbeda dalam menangani anak hiperaktif. Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar anak-anak hiperaktif / ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) memerlukan pendekatan yang khusus dan adaptif untuk memenuhi kebutuhan unik mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi guru dalam stimulasi perkembangan sosial di PAUD Pelita Insani Banjarbaru dan PAUD RA Ulum Al-Madani Banjarbaru. Metode Penelitian ini didasarkan pada metode Kualitatif dengan pendekatan naratif. Dengen metode ini peneliti melakukan penelitian pada satu atau lebih individu untuk mengumpulkan data tentang perbandingan kejadian. Subjek dalam penelitian ini pengajar di PAUD Terpadu Pelita Insani Banjarbaru dan RA Ulumul Qur’an Al-Madani Banjarbaru yang berjumlah 3 orang guru dan 3 orang siswa dengan ADHD. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi data. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam stimulasi perkembangan sosial di PAUD Pelita Insani Banjarbaru adalah strategi lingkungan belajar yang terstruktur dan konsisten serta pendekatan pengajaran berbasis aktivitas fisik dan interaktif. Sedangkan strategi dan stimulasi kegiatan belajar di RA Ulumul Qur’an Al-Madani, pendekatan bertahap dengan memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai diikuti dengan pengenalan bertahap pada interaksi sosial. Faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan belajar yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang ADHD di kalangan guru dan orang tua dapat mengakibatkan pendekatan yang kurang tepat atau bahkan negatif terhadap anak-anak hiperaktif

    Bimbingan Keagamaan Penyuluh Agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk

    Get PDF
    Bimbingan keagamaan merupakan hal yang penting untuk membantu memberikan arahan, petunjuk serta pengajaran mengenai nilai-nilai dan pengetahuan agama Islam kepada seluruh umat Islam. Rumus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bimbingan keagamaan yang dilakukan oleh penyuluh agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah, dan apa saja faktor penghambat dan juga faktor penunjang bimbingan keagamaan yang ada di Majelis Taklim Al Musyarrofah. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Sungai Tabuk, lebih tepatnya di Desa Gudang Tengah, RT.04. Subjek penelitian ini adalah Penyuluh Agama yang menjadi pembimbing Majelis Taklim Al Musyarrofah. Objek penelitian ini adalah bimbingan keagamaan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah dan Faktor-faktor penunjang serta faktor-faktor penghambat pelaksanaan bimbingan keagamaan di Majelis Taklim Al Musyarrofah. Penelitian ini jenisnya penelitian lapangan (field research), yaitu dengan terjun langsung ke lapangan untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang di teliti, juga melakukan wawancara dan menggunakan dokumenter, kemudian diolah melalui proses koleksi data, editing data, klasifikasi data, serta interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bimbingan Keagamaan Penyuluh Agama di Majelis Taklim Al Musyarrofah Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk adalah ceramah agama, membaca Yasin, membaca Aqidatul Awam, membaca Dzikrul Jalalah, membaca Tahlil dan Doa, pembacaan Manaqib. Faktor�faktor Penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan yaitu, tersedianya guru pembimbing, fasilitas sarana prasarana, adanya rasa ingin tahu, adanya minat dalam beribadah, adanya harapan kepada Allah Swt, semangat dalam beribadah, tanggung jawab. Faktor-faktor penghambat pelaksanaan kegiatan bimbingan keagamaan yaitu, tidak tepat waktu, adanya rasa malas, sibuk karena pekerjaan, terlalu asyik bicar

    Peran Dai dalam Membimbing Keagamaan Jamaah Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Peran Dai dalam membimbing keagamaan jamaah sangatlah penting, terutama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan pemahaman agama. Kehadiran jamaah yang konsisten dalam bimbingan keagamaan tidak terlepas dari upaya dai dalam menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang menarik dan relavan. Dai berfungsi sebagai pengarah yang memberikan bimbingan, pengetahuan, dan motivasi kepada jamaah, sehingga mereka merasa terhubung dan termotivasi untuk hadir dalam setiap kegiatan keagamaan. Dari latar belakang tersebut, dirumuskan bahwa permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk-bentuk bimbingan keagamaan dan peran dai dalam membimbing keagamaan jamaah Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dai dalam membimbing keagamaan jamaah. Adapun signifikansi penelitian ini sebagai penambah khazanah keilmuan dan wawasan mengenai peran dai dalam membimbing keagamaan jamaah, serta bahan referensi bagi pembaca terhadap kajian mengenai peran seorang dai dalam membimbing keagamaan yang mengandung nilai-nilai keagamaan Islam. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif, dengan subjek penelitian dua orang aparat desa desa, tiga orang dai, satu orang pengurus masjid, dan satu orang jamaah masjid. Objek dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk bimbingan keagamaan dan peran Dai sebagai pembimbing keagamaan di Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya bentuk-bentuk bimbingan keagamaan yang ada di Masjid Al-Jihad yang dikelompokkan sebagai berikut, bimbingan langsung seperti pengajian kitab dan pembacaan dalail khoirot sedangkan bimbingan tidak langsung seperti peringatan hari besar Islam. Sehingga dengan adanya bimbingan tersebut terlihat peran dai sebagai pembimbing akidah, penyampaian pesan dakwah, pembimbing akhlak dan sebagai teladan yang bai

    Idarah Masjid Bunyamin Residence Desa Kertak Hanyar Ii Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan idarah di Masjid Bunyamin Residence Desa Kertak Hanyar II Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya manajemen masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial-keagamaan. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan masjid yang profesional dan terstruktur menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi aspek idarah di Masjid Bunyamin Residence, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, yang melibatkan pengurus masjid serta jemaah sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idarah di Masjid Bunyamin Residence telah diterapkan dengan baik, mencakup aspek manajemen fisik (idarah binail maadiy) dan fungsional. Pada aspek fisik, pengelolaan fasilitas masjid seperti kebersihan, keamanan, dan perawatan sarana prasarana dilakukan secara rutin dan sistematis. Sementara pada aspek fungsional, masjid secara aktif menyelenggarakan program keagamaan seperti pengajian, majelis taklim, serta kegiatan sosial yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan masjid sangat bergantung pada koordinasi dan peran aktif pengurus, sistem administrasi yang baik, serta dukungan dari jemaah. Masjid Bunyamin Residence telah menjadi contoh penerapan idarah yang efektif, di mana pengelolaan administrasi, keuangan, dan kegiatan operasional masjid berjalan secara transparan dan akuntabel. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masjid lain dalam mengimplementasikan manajemen berbasis idarah untuk meningkatkan kemakmuran dan kebermanfaatan masjid bagi umat

    Pelayanan Jemaah Pada Kegiatan Dakwah Di Masjid Hasanuddin Madjedie Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kegiatan dan program dakwah yang dilaksanakan di Masjid Hasanuddin Madjedie Kota Banjarmasin. Berjalannya kegiatan dan program tersebut tentu tidak lepas dari strategi atau langkah-langkah yang disusun dan dilakukan oleh pengurus masjid. Di antara strategi-strategi yang dirumuskan, strategi pelayanan terhadap jemaah barangkali menjadi hal yang sifatnya fundamental dalam keberlangsungan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk menggali apa saja dan bagaimana strategi yang dirumuskan dan dilaksanakan dalam kegiatan serta program dakwah yang di masjid tersebut, khususnya yang ditujukan bagi kenyamanan jemaah. Permasalahan yang diteliti pada dasarnya berkaitan dengan strategi pelayanan yang digunakan oleh pihak manajemen masjid. Strategi pelayanan yang dimaksud mencakup pada strategi pelayanan pada kegiatan dakwah dan strategi pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan jemaah terhadap keberadaan masjid itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau disebut penelitian lapangan (field research). Peneliti telah mengamati, mengobservasi, mewawancarai dan mendokumetasikan secara langsung dalam kondisi nyatanya. Subjek yang diteliti adalah pihak manajemen atau pengurus masjid Hasanuddin Madjedie yang berada di kota Banjarmasin. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti menerangkan bahwa pelayanan yang diterapkan oleh pihak manajemen masjid, baik dalam kegiatan dakwah maupun layanan untuk kepuasan jemaah terbilang sudah cukup lengkap dan bagus. Dari segi dasar pelayanan, pihak manajemen masjid melaksanakan pelayanan sesuai dengan tujuan utama dari masjid tersebut, yaitu terwujudnya kemakmuran masjid. Dari segi prinsip, mereka menerapkan prinsip-prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam dan menjunjung nilai-nilai sosial kemanusiaan. Dalam implementasinya, pihak manajemen masjid melaksanakan bebrapa program dan layanan seperti pengadaan dan pengayaan sarana prasarana yang menunjang kenyamanan jemaah ketika mengikuti kegiatan dakwah di masjid, termasuk mengadakan layanan-layanan sosial seperti layanan kesehatan pada waktu-waktu tertentu dan layanan pemulasaran jenazah (parukunan). Adapun pelayanan yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan jemaah terhadap keberadaan masjid meliputi kebersihan yang selalu dijaga, menciptakan suasana serta lingkungan yang tenang, damai, aman serta sejahtera, fasilitas dan aksesibilitas yang mudah termasuk program dan kegiatan yang disusun dan diatur dengan bai

    Pendapat Pengguna Aplikasi dalam Mencari Jodoh (Studi Kasus di Kota Banjarmasin)

    Get PDF
    Mencari jodoh dalam konteks pernikahan merupakan langkah penting yang melibatkan pertimbangan mendalam dan keputusan signifikan, yang kini semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, termasuk penggunaan aplikasi mencari jodoh. Aplikasi mencari jodoh telah menjadi alat untuk membantu individu menemukan pasangan hidup yang sesuai, menawarkan platform yang memudahkan proses pencarian dengan berbagai fitur yang memungkinkan pencocokan berdasarkan minat, nilai, dan tujuan hidup yang serupa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat pengguna yang mencari pasangan melalui aplikasi mencari jodoh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pengalaman pengguna, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mendapatkan jodoh dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Untuk memperoleh data di Kecamatan Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Dilakukan penelitian dengan delapan orang pengguna yang telah mencari pasangan melalui aplikasi mencari jodoh. Hasil penelitian yang didapat yaitu pendapat serta alasan pengguna yang menggunakan aplikasi untuk mencari jodoh. Dapat memberikan wawasan untuk pengguna yang ingin mencari jodoh melalui aplikasi tersebut. Pendapat dari pengguna aplikasi untuk mencari jodoh tersebut yaitu kemajuan teknologi, kemudahan dalam mengakses aplikasi tersebut, jangkauan yang luas, waktu yang fleksibel, kesesuaian dengan kriteria yang dicari. Penelitian ini juga menemukan bahwa adanya faktor penghambat adalah identitas palsu, seperti penggunaan foto profil yang tidak asli dan ketidakjujuran dalam informasi. Selain itu, kurangnya keseriusan salah satu pihak turut berkontribusi terhadap gagalnya hubungan. Faktor lain seperti harapan yang tidak realistis dan perbedaan tujuan juga menjadi penyebab kegagalan. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dalam menggunakan aplikasi ini agar peluang keberhasilan dalam membangun hubungan yang serius dapat meningka

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇