IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Tradisi Bahilah pada Masyarakat Bati Bati di Kabupaten Tanah Laut
Tradisi dalam masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam
membentuk identitas dan nilai-nilai sosial, terutama dalam konteks kematian,
yang merupakan salah satu momen paling signifikan dalam siklus kehidupan
manusia. Kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir dari kehidupan fisik,
tetapi juga sebagai transisi menuju kehidupan yang lebih abadi, yang sering kali
diwarnai dengan berbagai ritual dan upacara. Penelitian ini berfokus pada praktik
kepercayaan masyarakat Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan,
yang dikenal dengan tradisi Bahilah, yang berkaitan erat dengan prosesi kematian.
Tradisi Bahilah dipahami sebagai upacara yang memiliki tujuan mulia, yaitu
untuk meringankan beban si mayit dan membantu keluarga yang ditinggalkan
dalam menghadapi tuntutan akhirat yang diyakini akan dihadapi oleh setiap
individu setelah meninggal. Melalui pendekatan kualitatif yang mendalam,
penelitian ini menggali makna dan fungsi tradisi Bahilah dalam konteks
keagamaan dan sosial masyarakat Bati-Bati, serta bagaimana tradisi ini
berinteraksi dengan nilai-nilai budaya lokal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara komprehensif
bagaimana tradisi Bahilah berfungsi sebagai sarana untuk menebus dosa si mayit,
memberikan ampunan dari Allah, serta mengurangi kesedihan yang dirasakan
oleh keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk
mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap Bahilah, baik dari perspektif
yang mendukung maupun yang menolak, serta bagaimana tradisi ini berinteraksi
dengan ajaran Islam dan hukum fikih yang berlaku. Dengan demikian, penelitian
ini tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga pada dimensi sosial dan
teologis yang melingkupi praktik ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bahilah masih dilestarikan di
desa Bati-Bati meskipun tidak semua masyarakat memahami atau menerima
praktik ini secara utuh. Ada dua pandangan utama yang muncul mengenai
Bahilah: satu kelompok menganggapnya sebagai solusi yang efektif untuk
meringankan beban si mayit, sementara kelompok lain menilai bahwa Bahilah
tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam, sehingga dianggap sebagai
praktik yang kontroversial. Penelitian ini juga menemukan bahwa Bahilah
berfungsi sebagai bentuk kecerdikan dan muslihat dalam menghadapi tuntutan
sosial dan spiritual, serta mencerminkan nilai-nilai kemaslahatan yang dianggap
penting oleh masyarakat. Dengan demikian, tradisi Bahilah tidak hanya menjadi
praktik keagamaan, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan budaya yang kompleks dalam masyarakat Bati-Bati, yang menunjukkan bagaimana tradisi
dapat beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi perubahan zaman dan
tantangan modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang
berarti dalam pemahaman tentang interaksi antara tradisi, kepercayaan, dan
identitas sosial dalam konteks masyarakat yang kaya akan nilai-nilai budaya
Pengaruh Uang Panai Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Kasus di Kecamatan Kusan Hilir)
Penelitian ini berfokus pada pengaruh uang panai dalam tradisi
pernikahan masyarakat Bugis terhadap keharmonisan rumah tangga. Uang panai
adalah pemberian dari pihak pengantin pria kepada pihak pengantin wanita
sebagai simbol komitmen dan penghormatan. Berbeda dengan mahar, yang
merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengantin pria dan memiliki
status hukum yang wajib, uang panai dalam hukum Islam dianggap mubah.
Namun, uang panai musti ada dalam perkawinan adat Bugis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana uang panai mempengaruhi
hubungan pasangan dan bagaimana komunikasi serta kesepakatan dapat
memitigasi dampak negatifnya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara
mendalam terhadap lima pasangan suami-istri, yang dilakukan di Kecamatan
Kusan Hilir selama periode 16 Januari hingga 16 Februari. Responden terdiri dari
berbagai latar belakang, memberikan perspektif beragam mengenai pengalaman
mereka terkait uang panai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik
analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam interaksi pasangan
mengenai uang panai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang melakukan diskusi
terbuka mengenai uang ‘panai’ sebelum menikah cenderung memiliki hubungan
yang lebih harmonis sesudah berumah tangga. Selain itu, penting bagi pasangan
dan keluarga pengantian perempuan untuk mempertimbangkan ajaran Islam
untuk tidak memberatkan calon laki-laki dalam menentukan jumlah uang ‘panai’.
Pada pasangan yang penentuan uang ‘panai’ nya berlangsung sepihak tanpa
musyawarah dengan calon pengantian laki-laki ada kecendrungan menghadapi
ketagangan dan konflik setelah memulai keluarga. Temuan ini menggarisbawahi
pentingnya komunikasi yang efektif dalam mengelola tradisi uang panai, serta
mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip hukum dapat berkontribusi pada
keharmonisan rumah tangga
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alumni Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang Berwirausaha tahun 2021-2023
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19 menunjukkan
ketahanan yang cukup baik, namun tingkat pengangguran masih tinggi, terutama di
kalangan lulusan perguruan tinggi. Wirausaha menjadi solusi strategis dalam
menciptakan lapangan kerja, meskipun jumlah wirausahawan di Indonesia masih
tertinggal dibanding negara lain. Oleh karena itu, perguruan tinggi seperti UIN
Antasari Banjarmasin berperan penting dalam mendorong minat berwirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan
eksternal terhadap alumni UIN Antasari Banjarmasin yang berwirausaha pada
tahun 2021–2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif
melalui survei terhadap 80 responden yang dipilih secara purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh signifikan
terhadap alumni UIN Antasari Banjarmasin yang berwirausaha tahun 2021–2023.
Faktor tersebut meliputi locus of control, kebutuhan berprestasi, risk-taking, jiwa
entrepreneurship, kecerdasan emosi, kreativitas, dan inovasi. Need for achievement
dan Locus of control menjadi aspek paling dominan, sedangkan risk-taking dan
kreativitas masih perlu ditingkatkan. Faktor eksternal juga berpengaruh signifikan,
dukungan keluarga dan kondisi sosial ekonomi. Dukungan keluarga menjadi
pemicu utama dalam memilih jalur wirausaha, sementara pemanfaatan lingkungan
sosial ekonomi belum optimal
Efektivitas Peraturan Daerah Kabupaten Kotabaru Nomor 19 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di RSUD Pangeran Jaya Sumitra
Perlindungan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang sehat menjadi salah satu tujuan utama dibentuknya Peraturan Daerah Kabupaten Kotabaru Nomor 19 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun, implementasi peraturan ini di RSUD Pangeran Jaya Sumitra masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menekan angka pelanggaran terhadap larangan merokok. Upaya menciptakan kawasan bebas asap rokok di rumah sakit merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam merealisasikan hak atas kesehatan yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum dengan metode penelitian empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak rumah sakit, masyarakat, dan pelanggar kawasan tanpa rokok, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan merujuk pada teori efektivitas hukum Lawrence M. Friedman, yang meliputi aspek struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum dalam masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substansi, Peraturan Daerah telah mengatur secara jelas larangan dan sanksi terhadap pelanggaran kawasan tanpa rokok. Namun, pada aspek struktur hukum, pelaksanaan peraturan di lapangan belum berjalan efektif. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam pengawasan, tidak adanya petugas khusus yang ditugaskan secara intensif, serta lemahnya penerapan sanksi. Pada aspek budaya hukum, kesadaran masyarakat terhadap larangan merokok di rumah sakit masih rendah, yang tercermin dari perilaku merokok secara sembunyi-sembunyi atau di area tertentu yang dianggap aman dari pengawasan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kotabaru Nomor 19 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di RSUD Pangeran Jaya Sumitra diperlukan penguatan pengawasan, penerapan sanksi secara konsisten, dan intensifikasi sosialisasi kepada masyaraka
Pengaruh Supportive Work Environment Terhadap Work Life Balance Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supportive work
environment terhadap work life balance pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I TPI
Banjarmasin. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi isu
penting dalam dunia kerja modern, terutama di lingkungan instansi pemerintah
seperti Kantor Imigrasi yang memiliki beban kerja tinggi. Oleh karena itu, penting
untuk memahami bagaimana lingkungan kerja yang mendukung dapat
mempengaruhi kemampuan pegawai dalam mencapai keseimbangan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 72
pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin. Analisis data dilakukan
menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh supportive work
environment terhadap work life balance.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pegawai sebanyak
58,3% menilai supportive work environment mereka berada pada kategori tinggi.
Begitu pula, sebagian besar pegawai yaitu 52,8% berada dalam kategori work life
balance sedang. Hasil analisis regresi linier menunjukkan adanya pengaruh
signifikan antara supportive work environment dan work life balance dengan
koefisien regresi sebesar 0,730. Ini berarti setiap peningkatan satu unit pada
supportive work environment dapat meningkatkan work life balance pegawai
sebesar 0,730. Dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,460 Artinya work
life balance pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin dipengaruhi
sebesar 46% oleh variabel terikat supportive work environment sedangkan sisanya
sebesar 54% dipengaruhi oleh variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
hasil penelitian ini sejalan dengan prinsip keseimbangan yang diajarkan
dalam Islam, yang mengharuskan individu menjaga keseimbangan antara urusan
duniawi dan ukhrawi
Pengembangan Budaya Sekolah dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 23 Banjarmasin
Pengembangan budaya sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik
adalah proses menciptakan dan mengembangkan nilai-nilai, norma, dan tradisi
yang positif didalam lingkungan sekolah.
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahan peserta yang
berprilaku melanggar aturan tidak mengikuti kegiatan. Hal tersebut di tandai
dengan pengaruh lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter. Tujuannya
adalah untuk membentuk karakter peserta didik yang baik melalui budaya sekolah
dan mempersiapkan mereka menjadi peserta didik yang mempunyai nilai-nilai
karakter positif.
Metode penelitian yang digunakan untuk jenis penelitiannya adalah
deskriptif kualitatif. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, waka kesiswaan,
pendidik, peserta didik dan staf TU dan para guru SMP Negeri 23 Banjarmasin
selaku informan memberikan informasi tentang data yang digali. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil yang telah peneliti temukan dilokasi penelitian, kegiatan
pengembangan budaya sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik di SMP
Negeri 23 Banjarmasin. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut di SMP Negeri
23 Banjarmasin ada beberapa budaya sekolah yang ditemukan seperti; (1)
Kegiatan bersalaman, (2) pembiasaan awal dan akhir belajar, (3) kegiatan shalat
zuhur berjamaah, (4) rutinitas senam pagi, (5) kegiatan gotong royong. Tahapan
pembentukan karakter peserta didik melalui yaitu; (1) intrakurikuler, pengenalan
nilai (2) kokurikuler, melatih siswa menerapkan nilai karakter, (3) ekstrakurikuler,
pembiasaan nilai-nilai. Kendala yang ditemukan yaitu; (1) pengaruh teknologi
mengurangi fokus siswa, (2) engaruh budaya luar sekolah. Untuk mengatasi hal
tersebut sekolah perlu memberikan edukasi literasi digital dan membangun kerja
sama dengan orang tua
Program Tapak Suci Untuk Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal Golf Banjarbaru
Tapak Suci merupakan salah satu perguruan pencak silat berbasis nilai-nilai keislaman
dan bagian dari organisasi Muhammadiyah. Tapak Suci tidak hanya mengajarkan teknik bela
diri, tetapi juga membina akhlak dan disiplin anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kontribusi program Tapak Suci terhadap perkembangan fisik motorik anak usia
dini di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Golf Banjarbaru. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek terdiri dari guru, kepala sekolah, orang tua,
dan anak-anak peserta program Tapak Suci, sebanyak 45 anak. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi kondensasi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Tapak Suci sebagai kegiatan
ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik kasar anak.
Gerakan dasar bela diri seperti kuda-kuda, melompat, menendang, dan tangkisan terbukti
mampu meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, serta kekuatan otot anak.
Keberhasilan program ini didukung oleh peran aktif sekolah, keterlibatan orang tua, dan
kompetensi instruktur. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan konsentrasi
anak, perbedaan tingkat perkembangan motorik, serta keterbatasan sarana dan prasarana
The Role of Monitoring Program In Developing English Teachers' Professional Teaching Skills
Monitoring is the process of collecting and analyzing data based on certain
indicators to evaluate and enhance future school programs or activities. This
research aims to explore the role of the monitoring program in supporting the
development of English teachers' professional teaching skills. Using a qualitative
approach and narrative inquiry method, data were collected through in-depth
interviews, observation, and documentation with three English teachers and one
supervisor at MAN 1 Banjarmasin. The findings show that the monitoring
program plays an important role in improving teachers' pedagogical competencies,
particularly in classroom management, the application of innovative learning
methods, and adjusting to diverse student characteristics. Teachers benefit from
constructive supervisor feedback, which helps them evaluate and improve their
teaching strategies. The program was also shown to contribute to improving the
quality of learning and school quality. The results emphasize the importance of
implementing a structured and sustainable monitoring program to shape English
teachers who are professional and ready to face educational challenges. The
research is expected to be a source of new insights for the development of
professional teaching skills of English language teachers as well as a reference for
future researchers
Upaya Guru Menanakan Akhlak Kepada Lingkungan di Mts Al-Ikhwan Banjarmasin
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik
binatang tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda tidak bernyawa. Sikap manusia
yang tidak bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan alam menimbulkan
kerusakan alam yang akhir-akhir ini banyak terjadi kerusakan tersebut berbentuk
pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah serta berbagai macam
bencana alam contohnya seperti banjir, tanah longsor, dan penurunan kualitas
sumber daya alam. Adanya pendidikan agama islam diharapkan mampu untuk
menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap lingkungan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengajarkan, membiasakan dan
memberi teladan akhlak terhadap lingkungan kepada siswa di MTs Al-Ikhwan
Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan
menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
kepala sekolah , guru dan siswa di MTs al-ikhwan Banjarmasin objek penelitian
ialah upaya guru menanamkan akhlak terhadap lingkungan kepada siswa di MTs
al-ikhwan Banjarmasin.
Hasil penelitian ini ialah Mengajarkan akhlak terhadap lingkungan kepada
siswa di MTs Al-Ikhwan Banjarmasin memang sudah di terapkan hal tersebut
dikarenakan guru menyadari bahwa akhlak itu lebih diatas ilmu lingkungan mana
pun. Membiasakan akhlak terhadap lingkungan kepada siswa di MTs Al-Ikhwan
Banjarmasin dapat mempengaruhi penanaman akhlak kepada lingkungan salah
satunya yaitu teman maupun orang lain. Memberikan teladaan akhlak terhadap
lingkungan kepada siswa di MTs Al-Ikhwan Banjarmasin, guru dapat memberikan
keteladanan kepada siswa dari hal terkecil seperti membuang sampah pada
tempatnya
Ayat-ayat Ruqyah Menurut Syaikh Wahid Abdussalam Bali Dalam Kitab Wiqâyatu Al-Insâni Min Al Jinni Wa Al-Syayâtîni Asy-Syarîri Al-Mubtili Fî At-Tasaddî Li As-Saharati Al-Asyrrâr
Penelitian ini berjudul "Ayat-Ayat Ruqyah Menurut Syaikh Wahid
Abdussalam Bali dalam Kitab Wiqâyatu al-Insâni min al-Jinni wa al-Syayâtîni asy
Syarîri al-Mubṭili fî at-Taṣaddî li as-Saḥarati al-Asyrrâr". Fokus penelitian ini
adalah untuk mengkaji ayat-ayat ruqyah menurut perspektif Syaikh Wahid
Abdussalam Bali serta memahami pemikirannya terhadap fungsi dan penerapan
ayat-ayat tersebut dalam praktik ruqyah syar'iyyah. Metode penelitian yang
digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan
deskriptif-analisis. Sumber primer penelitian adalah kitab karya Syaikh Wahid
Abdussalam Bali, sedangkan sumber sekundernya berupa jurnal, artikel ilmiah, dan
referensi terkait lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Wahid Abdussalam Bali
menekankan pentingnya menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung
tauhid, penguatan akidah, dan permohonan perlindungan kepada Allah sebagai
syarat utama ruqyah yang sesuai dengan syariat. Ruqyah menurut beliau harus
terbebas dari unsur syirik dan didasarkan sepenuhnya pada dalil Al-Qur'an dan
hadis sahih. Pemahaman ini menguatkan peran ruqyah sebagai terapi Islami yang
tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik dan non-fisik, tetapi juga memperkokoh
keimanan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai ruqyah
syar'iyyah dan menjadi rujukan dalam praktik terapi ruqyah yang berlandaskan Al
Qur'an dan As-Sunna