IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pelaksanaan Pembelajaran Kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah Alalak Tengah Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pembelajaran kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah menjadi saranan guna meningkatkan pemahaman secara mendalam mengenai ilmu fiqih agar bisa membandingkan pendapat para ulama sebagai pedoman untuk para santri dan santriwati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran kitab Fathul Mu’in dan faktor pendukung dan penghambatnya pondok pesantren Tarbiayatul Islamiyah Alalak Tengah Kota Banjarmasin. Peneltian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini (1) pelaksanaan pembelajaran kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah dari awal sampai akhir berjalan dengan baik dapat dilihat dari persiapan, penggunaan metode, pengelolaan kelas, dan evaluasinya. Pembelajaran kitab Fathul Mu’in berperan dalam membantu meningkatkan pemahaman para santri dan santriwati tentang ilmu fiqih dan hukumnya dan sebagai pembekalan untuk membantu para santri dan santriwati menghadapi perbedaan pendapat di waktu kuliah nantinya. (2) faktor pendukung pelaksanan pembelajaran kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah yaitu adanya peran dan pengalaman ustadz menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran kitab Fathul Mu’in ini, Sedangkan faktor penghambatnya adalah terkendala dalam memberikan pemahaman isi dalam kitab Fathul Mu’in kepada para santri dan santriwati dikarenakan kitab Fathul Mu’in bahasanya memang mudah, singkat dan padat tetapi cukup sulit untuk memahami isi yang terkandung dalam kitab Fathul Mu’in tanpa adanya keahlian dan pengalaman dari ustadz

    Pengembangan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Pengembangan modul perangkat pembelajaran berbasis proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berfokus pada integrasi kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan modul pembelajaran yang mendukung pencapaian profil Pelajar Pancasila, dengan menonjolkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh Suku Dayak Kalimantan Tengah, seperti gotong-royong, penghormatan terhadap alam, serta kebijaksanaan dalam kehidupan sosial dan budaya. Namun banyak guru yang belum terbiasa atau terlatih untuk menyampaikan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya suku Dayak Kalimantan Tengah, dalam proses belajar mengajar P5. Di samping itu, belum ada modul atau perangkat pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk tujuan ini. Sehingga mengembangkan modul perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal suku Dayak Kalimantan Tengah dalam konteks Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat relevan untuk memperkuat karakter dan identitas siswa dengan budaya mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan Menghasilkan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah dan Meningkatkan hasil efektifitas, efisiensi, dan kepraktisan dari modul yang dikembangkan. Metode research and development dari Borg and Gall dengan penyederhanaan penelitian dan pengembangan dari Sukmadinata dengan langkah; tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan modul. Data yang diperoleh dari penelitian berupa data kualitatif berupa; uraian, saran, kritikan, masukan dari validator dan praktisi, data kuantitatif berupa; angka numeral dan perhitungan statistik dari hasil konversi pernyataan dari skala pengukuran dalam bentuk angket atau kuisioner. Hasil penelitian peneliti menghasilkan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah dalam Pelaksanaan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada 3 Sekolah yaitu di SMA kota Palangka Raya. Hasil efektivitas berdasarkan selisih nilai rata-rata antara uji coba pendahuluan dengan uji coba utama ditinjau dari ranah afektif-kognitif pada Modul 1 (Modul Batang Garing) dengan selisih 5,019 dan Modul 2 (Huma Betang) dengan selisih 3,25 serta Modul 3 (Burung Anggang) dengan selisih 13,735. Selisih dari ketiga modul tersebut bernilai positif yang artinya terdapat peningkatan dari uji coba pendahuluan ke uji coba utam

    Motivasi Siswi Muslim Dalam Pemakaian Ciput Sebagai Bagian Menutup Aurat di SMP Negeri 27 Banjarmasin

    Get PDF
    Perkembangan zaman terutama pada modern ini banyak membuat perubahan dan perkembangan di berbagai aspek kehidupan yang membawa pengaruh terhadap individu salah satunya dalam berpenampilan dan berpakaian. Dalam Islam, pakaian tidak hanya semata-mata tentang penutup tubuh tetapi juga secara menyeluruh baik kesehatan, kesopanan, kerapian maupun terkait keselamatan. Ciput merupakan bagian dari menutup aurat yang tercipta dari trend fashion perkembangan zaman dan juga merupakan bagian dari kerapian dalam berpakaian. Salah satu bagian dari menutup aurat dan kerapian dalam berpakaian yang ada di SMP Negeri 27 Banjarmasin yaitu memakai ciput bagi siswi muslim saat bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi siswi muslim dalam pemakaian ciput sebagai bagian menutup aurat di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 15 orang siswi muslim, guru mata pelajaran PAI, guru mata pelajaran BK dan staf tata usaha di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah motivasi siswi muslim dalam pemakaian ciput sebagai bagian menutup aurat di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumenter. Teknik pengolahan data menggunakan editing, klasifikasi data dan interpretasi data. Teknik analisis data menggunakan tiga komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswi muslim SMP Negeri 27 Banjarmasin memakai ciput di sekolah terbagi menjadi tiga. Motivasi memakai ciput di sekolah karena kesadaran seperti kesadaran akan perintah agama untuk menutup aurat, adanya perasaan senang dan nyaman ketika memakai ciput, penampilan lebih rapi, kebiasaan sejak dulu serta keinginan untuk melatih diri agar terbiasa menjaga aurat. Motivasi memakai ciput di sekolah karena adanya peraturan sekolah serta adanya sanksi/hukuman yang diberikan apabila tidak memakai ciput. Serta motivasi memakai ciput di sekolah karena keduanya baik karena kesadaran maupun karena peraturan

    Bimbingan Keagamaan Pada Santri Tingkat Ulya Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala

    Get PDF
    Bimbingan aqidah, ibadah, dan akhlak merupakan tiga komponen utama dalam pendidikan agama yang diberikan di pondok pesantren. Ketiga komponen ini saling melengkapi dan berperan penting dalam membentuk santri yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bimbingan aqidah,ibadah dan akhlak terhadap santri tingkat Ulya di Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan, menggunakan pendekatan kualitatif (field research. Adapun teknik yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk bimbingan keagamaan aqidah, ibadah dan akhlak pada santri tingkat ulya Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah. Sedangkan Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Pondok Pesantren Tingkat Ulya dan Aliyah, Ustadz Ustadzah dan para santri/santriwati. Hasil penelitian adalah bentuk-bentuk bimbingan keagamaan aqidah, ibadah dan akhlak pada santri tingkat ulya Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah yang meliputi pembalajaran kitab-kitab kuning klasik yang sering dipelajari masyarakat seperti kitab Rishalatul Muawanah, Nashoihul Ibad, Riyadus shalihin, Fathul Majid, Ta’lim muta’allim dan Nashoihul Diniyah yang membahas seputar masalah aqidah, ibadah dan akhlak, selain itu juga bimbingan Tilawah Qur’an, Tahsin, Sholawat, Serta Muhadharah . Bimbingan ini turut memberikan dampak positif dalam memperdalam keimanan, meningkatkan pemahaman agama, serta membentuk karakter santri yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan bimbingan keagamaan yang lebih efektif di pondok pesantren lainny

    Riba dalam Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Paylater (Studi Analisis Pandangan Ulama Indonesia)

    Get PDF
    Riba merupakan bentuk praktik ekonomi yang dilarang dalam agama Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Kajian ini menarik untuk dibahas karena teknologi yang semakin berkembang menjadikan sistem jual beli juga beraneka ragam. Oleh karena itu, perlunya pemahaman terkait riba dalam Al-Qur'an menurut para mufassir dan ulama juga bagaimana relevansi antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan mufassir terkait ayat-ayat riba dalam Al-Qur‘an dan bagaimana pandangan ulama Indoneisa terkait ayat-ayat riba dalam Al-Qur’an yang direlevansikan dengan paylater. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan atau library research dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan data-data yang bersumber dari ayat Al-Qur’an, tafsir, fatwa MUI Jatim No. 4 Tahun 2022, ceramah ulama dan wawancara yang pembahasannya seputar ayat Al-Qur’an bertemakan riba dan keterkaitannya dengan metode paylater. Hasil penelitian menunjukkan berbagai macam pandangan ulama Indonesia akan relevansi ayat-ayat riba dengan paylater. Sebagian ulama mengatakan bahwa paylater termasuk ke dalam jenis qardh atau pinjaman utang piutang yang hal ini tidak boleh terdapat tambahan padanya. Karena apabila terdapat tambahan maka serupa dengan riba jahiliyah yang disebutkan dalam Al Qur’an. Riba ialah pengambilan keuntungan dengan cara yang tidak dibenarkan baik itu dari jual beli, pinjam meminjam maupun utang piutang, sehingga praktik paylater yang kerap kali melibatkan biaya tambahan dapat dianggap sebagai riba. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat apabila biaya tambahan pada paylater tidak memberatkan dan tidak mengandung unsur mengeksploitasi, maka bisa jadi merupakan hal yang diperbolehkan dalam konteks tertentu

    Optimalisasi Pemberdayaan Aset Pertanian Mualaf Dayak Meratus di Dusun Papagaran, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Pemberdayaan berbasis aset lokal adalah strategi inovatif untuk mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menemukan model pemberdayaan ideal untuk meningkatkan dan mengoptimalkan aset pertanian mualaf Dayak Meratus di Dusun Papagaran, Desa Patikalain, Kalimantan Selatan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan etnografis, melibatkan 27 mualaf serta 6 partisipan kunci, termasuk tokoh desa, kelompok tani, dan organisasi keagamaan. Data dianalisis secara tematik dengan pendekatan SWOT untuk menghasilkan pemahaman komprehensif terkait efektivitas program pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 kelompok tani aktif dengan 149 anggota, 18,12% atau 27 orang adalah petani Muslim. Temuan model pemberdayaan SYARMOTEK yang dikembangkan dalam penelitian ini mengintegrasikan tiga aspek utama pemberdayaan yaitu: syariah, modal (fisik, manusia, sosial ekonomi, dan budaya), serta teknologi. Analisis SWOT menemukan bahwa kelemahan (W) akses terbatas terhadap teknologi modern, kurangnya keterampilan dalam pengelolaan pertanian, keterbatasan pendanaan untuk pengembangan pertanian (T) fluktuasi harga komoditas pertanian, perubahan iklim di pegunungan Meratus, peluang kemitraan dengan pasar lokal dan regional (S) pengetahuan tradisional dalam pertanian berkelanjutan, aset budaya lokal sebagai keunikan, kepemilikan lahan subur yang luas (O) permintaan pasar untuk produk pertanian organik, dukungan pemerintah dan lembaga nonpemerintah seperti organisasi Muhammadiyah sebagai pendampingan para petani mualaf, peluang kemitraan dengan pasar lokal sehingga kelemahan- kelemahan tersebut dapat ditekan dalam jangka panjang. Rekomendasi penelitian ini adalah supaya dilakukan sosialisasi penerapan model SYARMOTEK kepada komunitas mualaf Dayak Meratus melalui strategi pemberdayaan yang berfokus pada optimalisasi peluang dan penguatan aspekaspek kelemahan, guna meningkatkan efektivitas penggunaan modal pertanian mualaf Dayak Meratus

    Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin setelah Berlakunya Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 2 Tahun 2024 (Studi Kasus di KUA Gambut)

    Get PDF
    Bimbingan Perkawinan merupakan layanan KUA untuk membekali calon pengantin dalam membentuk keluarga berkualitas, terampil mengelola rumah tangga, dan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Sebelum terbitnya SE Dirjen Bimas Islam No. 2 Tahun 2024, program ini belum bersifat wajib dan hanya dilaksanakan 1–2 kali setahun dengan pendanaan pemerintah. Kegiatan berlangsung di dalam maupun di luar kantor KUA, dan peserta menerima buku nasihat sebagai bahan pegangan. Namun, keterbatasan frekuensi kegiatan ini tidak sebanding dengan jumlah pernikahan yang dicatat setiap tahun. Setelah SE berlaku, bimbingan menjadi wajib bagi semua calon pengantin, meski pelaksanaannya tidak selalu didukung anggaran seperti sebelumnya. Skripsi ini mengkaji bagaimana KUA Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyelenggarakan bimbingan perkawinan pasca terbitnya Surat Edaran tersebut, khususnya dalam kondisi tanpa dukungan anggaran, namun tetap harus melayani seluruh calon pengantin sesuai dengan jadwal pernikahan mereka sepanjang tahun. Dengan demikian, skripsi ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada periode dari akhir Oktober 2024 hingga awal Maret 2025. Wawancara dilaksanakan delapan kali dengan jumlah empat orang informan dari pegawai KUA dan penyuluh KB dan observasi bimbingan perkawinan sebanyak enam kali. Data-data yang terkumpul diuraikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak berlakunya SE Dirjen Bimas Islam No. 2 Tahun 2024, bimbingan perkawinan di KUA Gambut berlangsung lebih intensif, dengan frekuensi dua kali sebulan. Meski dilaksanakan tanpa anggaran dan dalam format sederhana, materi yang disampaikan justru lebih beragam. Selain topik keluarga sakinah, bimbingan mencakup pengelolaan keuangan, kesehatan reproduksi, dan pencegahan stunting berkat kerja sama dengan Penyuluh KB Kecamatan Gambut. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen Kepala KUA, kesiapan staf, dukungan penyuluh KB, kepatuhan calon pengantin, dan fasilitas ruang bimbingan yang memada

    Interaksi Edukatif Guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam Membangun Minat Belajar Siswa Kelas VII di MTsN 3 Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Interaksi edukatif merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, di mana terjadi komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Proses ini berperan dalam membangun hubungan yang harmonis, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pemahaman materi dan minat belajar siswa. Dalam konteks pendidikan, komunikasi yang efektif antara guru dan siswa tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada penciptaan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Pembelajaran yang memanfaatkan interaksi edukatif dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam dan membangkitkan minat mereka terhadap subjek yang diajarkan. Penelitian ini berfokus pada interaksi edukatif yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTsN 3 Kota Banjarmasin, serta dampaknya terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas VII di MTsN 3 Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan interaksi edukatif berjalan dengan baik, di mana guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab berhadiah, dan tugas kelompok yang berhasil memotivasi siswa. Keakraban yang terjalin antara guru dan siswa serta penggunaan metode yang variatif turut meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi SKI. Pola interaksi edukatif yang diterapkan oleh guru melibatkan tiga tahap: sebelum pengajaran, pengajaran, dan setelah pengajaran. Pada tahap sebelum pengajaran, guru mempersiapkan modul, menguasai materi, dan menciptakan kenyamanan kelas. Pada tahap pengajaran, guru mengkombinasikan ceramah dengan kisah teladan tokoh Islam serta menerapkan strategi tanya jawab berhadiah. Setelah pengajaran, guru melakukan evaluasi melalui soal pilihan ganda dan esai serta memberikan tugas lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti metode mengajar guru dan suasana kelas yang kondusi

    Efektivitas Konseling Sebaya Untuk Mengatasi Konflik Pertemanan Peserta Didik Di MAN 3 Banjarmasin

    Get PDF
    Konflik pertemanan merupakan permasalahan sosial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan prestasi akademik peserta didik. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menangani konflik ini adalah konseling sebaya, di mana peserta didik yang telah dilatih sebagai konselor sebaya membantu teman mereka menyelesaikan konflik dengan pendekatan yang lebih dekat dan empatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konseling sebaya dalam mengatasi konflik pertemanan di MAN 3 Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) pola A-B-A. Subjek penelitian adalah peserta didik yang mengalami konflik pertemanan dan menjalani konseling sebaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, lalu dianalisis untuk melihat perubahan sebelum, selama, dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum layanan konseling sebaya diberikan, peserta didik yang mengalami konflik cenderung menghindar, berbicara dengan nada ketus, serta enggan bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Setelah intervensi, terdapat perubahan positif, seperti mulai tersenyum, melakukan kontak mata, berbicara dengan nada ramah, dan menunjukkan sikap mendengarkan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa konseling sebaya efektif dalam membantu peserta didik menyelesaikan konflik dengan damai dan membangun kembali hubungan sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling sebaya merupakan pendekatan yang efektif dalam mengatasi konflik pertemanan di MAN 3 Banjarmasin. Sekolah disarankan untuk mendukung program ini sebagai bagian dari layanan bimbingan dan konseling guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusi

    Implementasi PERMA No 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru

    Get PDF
    Pengadilan Agama Banjarbaru merupakan wadah atau tempat dimana masyarakat yang beragama islam dan bertempat tinggal di Banjarbaru mengajukan permohonan untuk mendapat keadilan. Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara Dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, dan telah ditetapkan dari tahun 2019 2022. Selama itu dimungkinkan ada beberapa hasil yang di upayakan sesuai dengan dokta PERMA dan mungkin juga ada beberapa kendalanya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi PERMA No 1 Tahun 2019 tentang persidangan secara elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru setelah diterapkan PERMA nya dan kendala-kendala yang menjadi hambatan dalam pengimplementasian PERMA No 1 Tahun 2019 tentang persidangan secara elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian hukum empiris, data penelitian yang digunakan adalah data primer kemudian disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mengurai, menjelaskan, dan menggambarkan sesuai dengan PERMAsalahan yang erat dengan penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan di Pengadilan Agama Banjarbaru. Penulis dalam mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Setelah data terkumpul kemudian diolah melalui proses editting, klasifikasi, deskripsi dan matriks. Kemudian data yang diperoleh tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengarah pada landasan teori yaitu Persidangan Elektronik. Ketentuan sesuai PERMA Nomor 1 Tahun 2019 telah terimplementasi dengan baik pada Pengadilan Agama Banjarbaru meskipun dalam beberapa hal belum optimal dan pelaksanaannya masih memerlukan peningkatan, hal tersebut dapat dilihat dari jumlah perkara yang masuk secara e-litigasi belum mencapai angka di atas 50%. Terdapat beberapa faktor kendala-kendala yang menjadi hambatan dalam pengimplementasian PERMA Nomor 1 Tahun 2019 tentang persidangan secara elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru, diantaranya: 1) Faktor budaya setempat, 2) Faktor masyarakat terhadap kurangnya pengetahuan teknologi, 3) Faktor pihak luar yang kurang mendukung, dan 4) Faktor kurangnya ketegasan dari penegak hukum

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇