IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Pembelajaran Kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah Alalak Tengah Kota Banjarmasin
Pembelajaran kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul
Islamiyah menjadi saranan guna meningkatkan pemahaman secara mendalam
mengenai ilmu fiqih agar bisa membandingkan pendapat para ulama sebagai
pedoman untuk para santri dan santriwati.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran kitab
Fathul Mu’in dan faktor pendukung dan penghambatnya pondok pesantren
Tarbiayatul Islamiyah Alalak Tengah Kota Banjarmasin.
Peneltian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini (1) pelaksanaan pembelajaran kitab Fathul Mu’in di
Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah dari awal sampai akhir berjalan dengan
baik dapat dilihat dari persiapan, penggunaan metode, pengelolaan kelas, dan
evaluasinya. Pembelajaran kitab Fathul Mu’in berperan dalam membantu
meningkatkan pemahaman para santri dan santriwati tentang ilmu fiqih dan
hukumnya dan sebagai pembekalan untuk membantu para santri dan santriwati
menghadapi perbedaan pendapat di waktu kuliah nantinya. (2) faktor pendukung
pelaksanan pembelajaran kitab Fathul Mu’in di Pondok Pesantren Tarbiyatul
Islamiyah yaitu adanya peran dan pengalaman ustadz menjadi faktor utama
keberhasilan pelaksanaan pembelajaran kitab Fathul Mu’in ini, Sedangkan faktor
penghambatnya adalah terkendala dalam memberikan pemahaman isi dalam kitab
Fathul Mu’in kepada para santri dan santriwati dikarenakan kitab Fathul Mu’in
bahasanya memang mudah, singkat dan padat tetapi cukup sulit untuk memahami
isi yang terkandung dalam kitab Fathul Mu’in tanpa adanya keahlian dan
pengalaman dari ustadz
Pengembangan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah
Pengembangan modul perangkat pembelajaran berbasis proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berfokus pada integrasi kearifan lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan modul pembelajaran yang mendukung pencapaian profil Pelajar Pancasila, dengan menonjolkan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh Suku Dayak Kalimantan Tengah, seperti gotong-royong, penghormatan terhadap alam, serta kebijaksanaan dalam kehidupan sosial dan budaya. Namun banyak guru yang belum terbiasa atau terlatih untuk menyampaikan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya suku Dayak Kalimantan Tengah, dalam proses belajar mengajar P5. Di samping itu, belum ada modul atau perangkat pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk tujuan ini. Sehingga mengembangkan modul perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal suku Dayak Kalimantan Tengah dalam konteks Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat relevan untuk memperkuat karakter dan identitas siswa dengan budaya mereka sendiri.
Penelitian ini bertujuan Menghasilkan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah dan Meningkatkan hasil efektifitas, efisiensi, dan kepraktisan dari modul yang dikembangkan.
Metode research and development dari Borg and Gall dengan penyederhanaan penelitian dan pengembangan dari Sukmadinata dengan langkah; tahap studi pendahuluan dan tahap pengembangan modul. Data yang diperoleh dari penelitian berupa data kualitatif berupa; uraian, saran, kritikan, masukan dari validator dan praktisi, data kuantitatif berupa; angka numeral dan perhitungan statistik dari hasil konversi pernyataan dari skala pengukuran dalam bentuk angket atau kuisioner.
Hasil penelitian peneliti menghasilkan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah dalam Pelaksanaan Modul Perangkat Pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada 3 Sekolah yaitu di SMA kota Palangka Raya. Hasil efektivitas berdasarkan selisih nilai rata-rata antara uji coba pendahuluan dengan uji coba utama ditinjau dari ranah afektif-kognitif pada Modul 1 (Modul Batang Garing) dengan selisih 5,019 dan Modul 2 (Huma Betang) dengan selisih 3,25 serta Modul 3 (Burung Anggang) dengan selisih 13,735. Selisih dari ketiga modul tersebut bernilai positif yang artinya terdapat peningkatan dari uji coba pendahuluan ke uji coba utam
Motivasi Siswi Muslim Dalam Pemakaian Ciput Sebagai Bagian Menutup Aurat di SMP Negeri 27 Banjarmasin
Perkembangan zaman terutama pada modern ini banyak membuat
perubahan dan perkembangan di berbagai aspek kehidupan yang membawa
pengaruh terhadap individu salah satunya dalam berpenampilan dan berpakaian.
Dalam Islam, pakaian tidak hanya semata-mata tentang penutup tubuh tetapi juga
secara menyeluruh baik kesehatan, kesopanan, kerapian maupun terkait
keselamatan. Ciput merupakan bagian dari menutup aurat yang tercipta dari trend
fashion perkembangan zaman dan juga merupakan bagian dari kerapian dalam
berpakaian. Salah satu bagian dari menutup aurat dan kerapian dalam berpakaian
yang ada di SMP Negeri 27 Banjarmasin yaitu memakai ciput bagi siswi muslim
saat bersekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi siswi muslim
dalam pemakaian ciput sebagai bagian menutup aurat di SMP Negeri 27
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 15 orang
siswi muslim, guru mata pelajaran PAI, guru mata pelajaran BK dan staf tata
usaha di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah motivasi siswi
muslim dalam pemakaian ciput sebagai bagian menutup aurat di SMP Negeri 27
Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara,
observasi dan studi dokumenter. Teknik pengolahan data menggunakan editing,
klasifikasi data dan interpretasi data. Teknik analisis data menggunakan tiga
komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan/verifikasi data.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswi muslim SMP
Negeri 27 Banjarmasin memakai ciput di sekolah terbagi menjadi tiga. Motivasi
memakai ciput di sekolah karena kesadaran seperti kesadaran akan perintah
agama untuk menutup aurat, adanya perasaan senang dan nyaman ketika memakai
ciput, penampilan lebih rapi, kebiasaan sejak dulu serta keinginan untuk melatih
diri agar terbiasa menjaga aurat. Motivasi memakai ciput di sekolah karena
adanya peraturan sekolah serta adanya sanksi/hukuman yang diberikan apabila
tidak memakai ciput. Serta motivasi memakai ciput di sekolah karena keduanya
baik karena kesadaran maupun karena peraturan
Bimbingan Keagamaan Pada Santri Tingkat Ulya Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala
Bimbingan aqidah, ibadah, dan akhlak merupakan tiga komponen utama
dalam pendidikan agama yang diberikan di pondok pesantren. Ketiga komponen
ini saling melengkapi dan berperan penting dalam membentuk santri yang
beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan bentuk bimbingan aqidah,ibadah dan akhlak terhadap santri
tingkat Ulya di Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah Desa Mekarsari Kecamatan
Mekarsari Kabupaten Barito Kuala.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan, menggunakan pendekatan
kualitatif (field research. Adapun teknik yang digunakan observasi, wawancara
dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk bimbingan
keagamaan aqidah, ibadah dan akhlak pada santri tingkat ulya Pondok Pesantren
Da’wah Islamiyah. Sedangkan Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Pondok
Pesantren Tingkat Ulya dan Aliyah, Ustadz Ustadzah dan para santri/santriwati.
Hasil penelitian adalah bentuk-bentuk bimbingan keagamaan aqidah,
ibadah dan akhlak pada santri tingkat ulya Pondok Pesantren Da’wah Islamiyah
yang meliputi pembalajaran kitab-kitab kuning klasik yang sering dipelajari
masyarakat seperti kitab Rishalatul Muawanah, Nashoihul Ibad, Riyadus
shalihin, Fathul Majid, Ta’lim muta’allim dan Nashoihul Diniyah yang
membahas seputar masalah aqidah, ibadah dan akhlak, selain itu juga bimbingan
Tilawah Qur’an, Tahsin, Sholawat, Serta Muhadharah .
Bimbingan ini turut memberikan dampak positif dalam memperdalam
keimanan, meningkatkan pemahaman agama, serta membentuk karakter santri
yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan bimbingan keagamaan yang lebih efektif di pondok pesantren
lainny
Riba dalam Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Paylater (Studi Analisis Pandangan Ulama Indonesia)
Riba merupakan bentuk praktik ekonomi yang dilarang dalam agama
Islam sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Kajian ini menarik
untuk dibahas karena teknologi yang semakin berkembang menjadikan sistem jual
beli juga beraneka ragam. Oleh karena itu, perlunya pemahaman terkait riba dalam
Al-Qur'an menurut para mufassir dan ulama juga bagaimana relevansi antara
keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan
mufassir terkait ayat-ayat riba dalam Al-Qur‘an dan bagaimana pandangan ulama
Indoneisa terkait ayat-ayat riba dalam Al-Qur’an yang direlevansikan dengan
paylater. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan atau library
research dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan
menggunakan data-data yang bersumber dari ayat Al-Qur’an, tafsir, fatwa MUI
Jatim No. 4 Tahun 2022, ceramah ulama dan wawancara yang pembahasannya
seputar ayat Al-Qur’an bertemakan riba dan keterkaitannya dengan metode
paylater.
Hasil penelitian menunjukkan berbagai macam pandangan ulama
Indonesia akan relevansi ayat-ayat riba dengan paylater. Sebagian ulama
mengatakan bahwa paylater termasuk ke dalam jenis qardh atau pinjaman utang
piutang yang hal ini tidak boleh terdapat tambahan padanya. Karena apabila
terdapat tambahan maka serupa dengan riba jahiliyah yang disebutkan dalam Al
Qur’an. Riba ialah pengambilan keuntungan dengan cara yang tidak dibenarkan
baik itu dari jual beli, pinjam meminjam maupun utang piutang, sehingga praktik
paylater yang kerap kali melibatkan biaya tambahan dapat dianggap sebagai riba.
Di sisi lain, ada juga yang berpendapat apabila biaya tambahan pada paylater tidak
memberatkan dan tidak mengandung unsur mengeksploitasi, maka bisa jadi
merupakan hal yang diperbolehkan dalam konteks tertentu
Optimalisasi Pemberdayaan Aset Pertanian Mualaf Dayak Meratus di Dusun Papagaran, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kalimantan Selatan
Pemberdayaan berbasis aset lokal adalah strategi inovatif untuk mengatasi masalah
sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan inklusif dan
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menemukan model pemberdayaan ideal
untuk meningkatkan dan mengoptimalkan aset pertanian mualaf Dayak Meratus di
Dusun Papagaran, Desa Patikalain, Kalimantan Selatan. Penelitian kualitatif ini
menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan etnografis,
melibatkan 27 mualaf serta 6 partisipan kunci, termasuk tokoh desa, kelompok tani,
dan organisasi keagamaan. Data dianalisis secara tematik dengan pendekatan
SWOT untuk menghasilkan pemahaman komprehensif terkait efektivitas program
pemberdayaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 kelompok tani aktif dengan 149
anggota, 18,12% atau 27 orang adalah petani Muslim. Temuan model
pemberdayaan SYARMOTEK yang dikembangkan dalam penelitian ini
mengintegrasikan tiga aspek utama pemberdayaan yaitu: syariah, modal (fisik,
manusia, sosial ekonomi, dan budaya), serta teknologi. Analisis SWOT
menemukan bahwa kelemahan (W) akses terbatas terhadap teknologi modern,
kurangnya keterampilan dalam pengelolaan pertanian, keterbatasan pendanaan
untuk pengembangan pertanian (T) fluktuasi harga komoditas pertanian,
perubahan iklim di pegunungan Meratus, peluang kemitraan dengan pasar lokal dan
regional (S) pengetahuan tradisional dalam pertanian berkelanjutan, aset budaya
lokal sebagai keunikan, kepemilikan lahan subur yang luas (O) permintaan pasar
untuk produk pertanian organik, dukungan pemerintah dan lembaga nonpemerintah seperti organisasi Muhammadiyah sebagai pendampingan para petani
mualaf, peluang kemitraan dengan pasar lokal sehingga kelemahan- kelemahan
tersebut dapat ditekan dalam jangka panjang.
Rekomendasi penelitian ini adalah supaya dilakukan sosialisasi penerapan model
SYARMOTEK kepada komunitas mualaf Dayak Meratus melalui strategi
pemberdayaan yang berfokus pada optimalisasi peluang dan penguatan aspekaspek kelemahan, guna meningkatkan efektivitas penggunaan modal pertanian
mualaf Dayak Meratus
Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin setelah Berlakunya Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 2 Tahun 2024 (Studi Kasus di KUA Gambut)
Bimbingan Perkawinan merupakan layanan KUA untuk membekali calon
pengantin dalam membentuk keluarga berkualitas, terampil mengelola rumah
tangga, dan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Sebelum
terbitnya SE Dirjen Bimas Islam No. 2 Tahun 2024, program ini belum bersifat
wajib dan hanya dilaksanakan 1–2 kali setahun dengan pendanaan pemerintah.
Kegiatan berlangsung di dalam maupun di luar kantor KUA, dan peserta menerima
buku nasihat sebagai bahan pegangan. Namun, keterbatasan frekuensi kegiatan ini
tidak sebanding dengan jumlah pernikahan yang dicatat setiap tahun. Setelah SE
berlaku, bimbingan menjadi wajib bagi semua calon pengantin, meski
pelaksanaannya tidak selalu didukung anggaran seperti sebelumnya.
Skripsi ini mengkaji bagaimana KUA Gambut, Kabupaten Banjar,
Kalimantan Selatan, menyelenggarakan bimbingan perkawinan pasca terbitnya
Surat Edaran tersebut, khususnya dalam kondisi tanpa dukungan anggaran, namun
tetap harus melayani seluruh calon pengantin sesuai dengan jadwal pernikahan
mereka sepanjang tahun. Dengan demikian, skripsi ini merupakan penelitian hukum
empiris, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada periode dari akhir Oktober 2024 hingga
awal Maret 2025. Wawancara dilaksanakan delapan kali dengan jumlah empat
orang informan dari pegawai KUA dan penyuluh KB dan observasi bimbingan
perkawinan sebanyak enam kali. Data-data yang terkumpul diuraikan secara
deskriptif dan dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak berlakunya SE Dirjen Bimas
Islam No. 2 Tahun 2024, bimbingan perkawinan di KUA Gambut berlangsung lebih
intensif, dengan frekuensi dua kali sebulan. Meski dilaksanakan tanpa anggaran dan
dalam format sederhana, materi yang disampaikan justru lebih beragam. Selain
topik keluarga sakinah, bimbingan mencakup pengelolaan keuangan, kesehatan
reproduksi, dan pencegahan stunting berkat kerja sama dengan Penyuluh KB
Kecamatan Gambut. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen Kepala KUA,
kesiapan staf, dukungan penyuluh KB, kepatuhan calon pengantin, dan fasilitas
ruang bimbingan yang memada
Interaksi Edukatif Guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam Membangun Minat Belajar Siswa Kelas VII di MTsN 3 Kota Banjarmasin
Interaksi edukatif merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, di
mana terjadi komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Proses ini berperan dalam
membangun hubungan yang harmonis, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi
pemahaman materi dan minat belajar siswa. Dalam konteks pendidikan,
komunikasi yang efektif antara guru dan siswa tidak hanya berfokus pada
penyampaian informasi, tetapi juga pada penciptaan suasana belajar yang aktif dan
menyenangkan. Pembelajaran yang memanfaatkan interaksi edukatif dapat
membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam dan membangkitkan
minat mereka terhadap subjek yang diajarkan.
Penelitian ini berfokus pada interaksi edukatif yang diterapkan oleh guru
dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTsN 3 Kota
Banjarmasin, serta dampaknya terhadap minat belajar siswa. Metode yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan
siswa kelas VII di MTsN 3 Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan interaksi edukatif berjalan dengan baik, di mana guru menggunakan
metode ceramah, tanya jawab berhadiah, dan tugas kelompok yang berhasil
memotivasi siswa. Keakraban yang terjalin antara guru dan siswa serta penggunaan
metode yang variatif turut meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi SKI.
Pola interaksi edukatif yang diterapkan oleh guru melibatkan tiga tahap:
sebelum pengajaran, pengajaran, dan setelah pengajaran. Pada tahap sebelum
pengajaran, guru mempersiapkan modul, menguasai materi, dan menciptakan
kenyamanan kelas. Pada tahap pengajaran, guru mengkombinasikan ceramah
dengan kisah teladan tokoh Islam serta menerapkan strategi tanya jawab berhadiah.
Setelah pengajaran, guru melakukan evaluasi melalui soal pilihan ganda dan esai
serta memberikan tugas lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa minat belajar
siswa dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti metode mengajar guru dan suasana
kelas yang kondusi
Efektivitas Konseling Sebaya Untuk Mengatasi Konflik Pertemanan Peserta Didik Di MAN 3 Banjarmasin
Konflik pertemanan merupakan permasalahan sosial yang dapat
mempengaruhi kesejahteraan emosional dan prestasi akademik peserta didik. Salah
satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menangani konflik ini adalah
konseling sebaya, di mana peserta didik yang telah dilatih sebagai konselor sebaya
membantu teman mereka menyelesaikan konflik dengan pendekatan yang lebih
dekat dan empatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas
konseling sebaya dalam mengatasi konflik pertemanan di MAN 3 Banjarmasin.
Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan desain Single Subject
Research (SSR) pola A-B-A. Subjek penelitian adalah peserta didik yang
mengalami konflik pertemanan dan menjalani konseling sebaya. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, lalu dianalisis untuk melihat
perubahan sebelum, selama, dan setelah intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum layanan konseling sebaya
diberikan, peserta didik yang mengalami konflik cenderung menghindar, berbicara
dengan nada ketus, serta enggan bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Setelah
intervensi, terdapat perubahan positif, seperti mulai tersenyum, melakukan kontak
mata, berbicara dengan nada ramah, dan menunjukkan sikap mendengarkan yang
lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa konseling sebaya efektif dalam membantu
peserta didik menyelesaikan konflik dengan damai dan membangun kembali
hubungan sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling sebaya
merupakan pendekatan yang efektif dalam mengatasi konflik pertemanan di MAN
3 Banjarmasin. Sekolah disarankan untuk mendukung program ini sebagai bagian
dari layanan bimbingan dan konseling guna menciptakan lingkungan belajar yang
kondusi
Implementasi PERMA No 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru
Pengadilan Agama Banjarbaru merupakan wadah atau tempat dimana
masyarakat yang beragama islam dan bertempat tinggal di Banjarbaru mengajukan
permohonan untuk mendapat keadilan. Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan
Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara Dan
Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, dan telah ditetapkan dari tahun 2019
2022. Selama itu dimungkinkan ada beberapa hasil yang di upayakan sesuai dengan
dokta PERMA dan mungkin juga ada beberapa kendalanya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Implementasi PERMA No 1 Tahun 2019 tentang persidangan secara
elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru setelah diterapkan PERMA nya dan
kendala-kendala yang menjadi hambatan dalam pengimplementasian PERMA No
1 Tahun 2019 tentang persidangan secara elektronik di Pengadilan Agama
Banjarbaru.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode jenis
penelitian hukum empiris, data penelitian yang digunakan adalah data primer
kemudian disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mengurai, menjelaskan, dan
menggambarkan sesuai dengan PERMAsalahan yang erat dengan penelitian ini.
Penelitian ini dilaksanakan di Pengadilan Agama Banjarbaru. Penulis dalam
mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Setelah
data terkumpul kemudian diolah melalui proses editting, klasifikasi, deskripsi dan
matriks. Kemudian data yang diperoleh tersebut dianalisis menggunakan analisis
deskriptif kualitatif dengan mengarah pada landasan teori yaitu Persidangan
Elektronik.
Ketentuan sesuai PERMA Nomor 1 Tahun 2019 telah terimplementasi
dengan baik pada Pengadilan Agama Banjarbaru meskipun dalam beberapa hal
belum optimal dan pelaksanaannya masih memerlukan peningkatan, hal tersebut
dapat dilihat dari jumlah perkara yang masuk secara e-litigasi belum mencapai
angka di atas 50%. Terdapat beberapa faktor kendala-kendala yang menjadi
hambatan dalam pengimplementasian PERMA Nomor 1 Tahun 2019 tentang
persidangan secara elektronik di Pengadilan Agama Banjarbaru, diantaranya: 1)
Faktor budaya setempat, 2) Faktor masyarakat terhadap kurangnya pengetahuan
teknologi, 3) Faktor pihak luar yang kurang mendukung, dan 4) Faktor kurangnya
ketegasan dari penegak hukum