IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Hubungan Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop ON! pada Aplikasi Spotify terhadap Suasana Hati (Mood) Pengikut Akun X @collegemenfess di Media Sosial X
Musik adalah bagian penting dari kehidupan manusia, tidak hanya sebagai
hiburan, tetapi juga sebagai ekspresi emosi dan pencipta suasana. Salah satu genre
yang mendunia adalah K-Pop, dengan lagu-lagu beragam yang mampu
memengaruhi mood pendengarnya, dari yang energik hingga emosional.
Komunitas di media sosial X, seperti @collegemenfess, sering menjadi ruang
diskusi tentang musik, termasuk K-Pop, khususnya di kalangan mahasiswa.
Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui tingkat intensitas mendengarkan
musik K-Pop ON! di Spotify, tingkat suasana hati (mood), serta hubungan
keduanya pada pengikut akun X @collegemenfess di media sosial X.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 415 pengikut akun X
@collegemenfess di media sosial X. Metode pengumpulan data menggunakan
skala yang terdiri dari skala intensitas mendengarkan musik dan skala suasana
hati (mood). Data dikumpulkan dengan menggunakan google form yang
disebarkan melalui kontak akun pengikut X @collegemenfess di media sosial X.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat intensitas mendengarkan
musik K-Pop ON! pada pengikut akun X @collegemenfess dengan kategori tinggi
sebanyak 212 orang dengan persentase 51.1%, tingkat suasana hati (mood) pada
pengikut akun X @collegemenfess kategori tinggi sebanyak 274 orang dengan
persentase 66% dan terdapat korelasi positif yang signifikan antara intensitas
mendengarkan musik K-Pop ON! dengan suasana hati (mood) dengan r = 0,414
dan p = 0,000 < 0,05, artinya semakin tinggi intensitas mendengarkan musik K
Pop ON!, maka semakin positif juga suasana hati (mood) pada pengikut akun X
@collegemenfess. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah intensitas
mendengarkan musik K-Pop ON!, maka semakin negatif juga suasana hati (mood)
pada pengikut akun X @collegemenfess, sehingga hipotesis diterima
Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin
Penelitian ini membahas penerapan pendekatan culturally responsive
teaching (CRT) pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas IV SDN Sungai
Lulut 1 Banjarmasin. peneliti tertarik karena guru berhasil menerapkan pendekatan
culturally responsive teaching (CRT) meskipun siswa memiliki keterbatasan
pengetahuan tentang kebudayaan suku banjar Kalimantan Selatan, akibat
keberagaman suku (Banjar, Dayak dan Jawa) di kelas IV SDN Sungai Lulut1
Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan
culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila
kelas IV serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan
culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila
kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian
lapangan (flied research). Teknik pengumpulan data menggunakan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada
penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Informan yang berperan sebagai partisipan dalam penelitian ini adalah kepala
sekolah, guru kelas dan seluruh siswa kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin
Penelitian ini menemukan bahwa penerapan pendekatan culturally
responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV
SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin sesuai dengan teori. Guru menggunakan
pendekatan (CRT) ini untuk memahami 7 aspek yaitu sistem relegi suku Banjar,
sistem kemasyarakatan suku Banjar, bahasa suku Banjar, sistem pengetahuan suku
Banjar, sistem kesenian suku Banjar, mata pencaharian suku Banjar dan sistem
peralatan suku Banjar. Faktor pendukung meliputi, peran guru, minat siswa, teman
sebaya, serta fasilitas dan media yang memadai, sedangkan faktor penghambat
adalah kurang perhatian siswa dan minimnya pengetahuan tentang kebudayaan
suku banjar Kalimantan Selatan
Pengaruh Penggunaan Media Komik Berbasis Nilai-Nilai Moderasi Beragama Terhadap Keterampilan Bercerita Bahasa Indonesia dan Karakter Siswa Kelas III di SDN Karang Mekar 1
Keterampilan bercerita siswa kelas III B SDN Karang Mekar 1 masih
rendah, disebabkan oleh minimnya minat baca dan kurangnya media pembelajaran
yang menarik. Selama ini, pembelajaran bahasa Indonesia hanya mengandalkan
buku teks tanpa adanya media pendukung yang menarik. Penelitian ini
mengusulkan penggunaan komik berbasis nilai moderasi beragama untuk
meningkatkan pemahaman dan keterampilan bercerita siswa. Komik diharapkan
dapat merangsang minat baca, mempermudah pemahaman isi cerita, serta
membantu siswa menyampaikan cerita dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui keterampilan bercerita dan karakter siswa sebelum dan sesudah
menggunakan media komik berbasis nilai-nilai moderasi beragama serta pengaruh
media komik berbasis nilai-nilai moderasi beragama terhadap keterampilan
bercerita dan terhadap karakter siswa di SDN Karang Mekar 1.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu jenis penelitian yang
digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap hal lain dalam
kondisi yang dikendalikan Penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Pre-Experiment Design, yaitu penelitian yang dilakukan untuk satu
kelompok. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah One-Group
Pre-test-Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IIIB
SDN Karang Mekar 1 yang berjumlah 27 siswa dan sampel di ambil seluruh dari
populasi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu : tes, angket, dokumentasi. Teknik
analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji t dan uji n-gain.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh media komik terhadap
keterampilan bercerita dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05
artinya Ho di tolak dan Ha diterima dengan perbedaan nilai hasil pre-test memiliki
nilai rata-rata 51,56. Sedangkan hasil post-test memiliki nilai rata-rata 77,11. Dan
terdapat pengaruh media komik terhadap karakter siswa dilihat dari nilai sig (2
tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05 artinya Ho di tolak dan Ha diterima dengan
perbedaan nilai hasil pre-test memiliki nilai rata-rata 61,52 dan posttes 64,93.
Dengan demikian, media komik berbasis nilai-nilai moderasi beragama terbukti
efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita dan membentuk karakter siswa
Pendampingan dan Sosialisasi Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga di Desa Emil
Penelitian ini berfokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) di Desa Emil, Kecamatan Paramasan, melalui
pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Desa Emil
memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor UMKM, namun
pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan seperti manajemen keuangan yang
kurang optimal dan rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini
menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) untuk
melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemetaan aset lokal,
identifikasi kebutuhan, dan pelaksanaan program pendampingan pada Pelaku
UMKM di Desa Emil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini mampu
meningkatkan kesadaran akan pengoptimalan asset yang ada yaitu berupa asset
pasar dan pemahaman pengelolaan keuangan serta pemasaran melalui media
online secara sederhana. Dampak pemberdayaan terlihat dari peningkatan
pendapatan keluarga pelaku UMKM makanan olahan “Lemang”, serta
optimalisasi pasar lokal sebagai pusat distribusi produk
Makna Libâs Al-Taqwâ Perspektif Tafsir Sufi Rûh dalam al Ma’ânî Karya Al-Alûsî
Penulis memilih tema ini karena tertarik untuk meneliti makna libâs al
taqwâ melalui perspektif sufi (yang mengungkap makna zahir dan batin). alasanya
karena Istilah libâs al-taqwâ dianggap memiliki makna yang mendalam selain
makna zahir yang artinya pakaian secara fisik. Istilah libâs al-taqwâ juga sering
diartikan secara majazi (bukan makna zahir) seperti Imam Syaltut yang
mengartikannya sebagai iman Untuk mengungkap istilah makna tersebut peneliti
menggunakan pendekatan tafsir sufi berdasarkan karya al-Alûsî, yang secara
komprehensif menjelaskan makna libâs al-taqwâ dari dua dimensi, yaitu makna
lahiriah (zâhir) dan makna batiniah (bâtin).
Tujuan penelitian adalah: untuk menganalisis perspektif tafsir sufi dalam
karya al-Alûsî, Rûh al-Ma'ânî, mengenai makna "libâs al-taqwâ" (pakaian takwa).
Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman sufi yang terkandung dalam
tafsir tersebut, serta untuk menelaah metode penafsiran yang digunakan oleh al
Alûsî dalam mengungkapkan makna "libâs al-taqwâ". Selain itu, penelitian ini
juga bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber penafsiran yang dijadikan
rujukan oleh al-Alûsî dalam menjelaskan makna konsep ini, guna memahami
dimensi spiritual dan simbolis dari takwa yang ditawarkan dalam tafsir tersebut.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research)
yang bersifat deskriptif-analitis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode tafsir tahlili dalam perspektif penafsiran sufi berdasarkan karya al
Alûsî.
Hasil penelitian, Makna istilah libâs al-taqwâ menurut kitab Rûh al
Ma’ânî karya Al-Alûsî tidak hanya merujuk pada pakaian fisik tetapi juga
melibatkan aspek spiritual, seperti amal saleh, rasa takut kepada Allah, sifat malu,
iman. Dalam perspektif sufi al-Alûsî, pakaian takwa diartikan sebagai kualitas
batin seperti wara’ (kewaspadaan) dan hazâr (kehati-hatian) untuk menjaga
hubungan dengan Allah dan mengendalikan nafsu. Metode dan sumber al-Alûsî
mennggunakan tafsir tahlili, dengan menggabungkan kebahasaan, riwayat
sahabat, ulama terdahulu, kitab klasik terdahulu seperti al-Thabarî, Ia juga
menggunakan Tafsir Isyarî yang mengungkapkan makna batin dengan terlebih
dahulu menjelaskan makna lahiriah, sehingga memberikan pemahaman yang lebih
lengkap tentang makna libâs al-taqwâ
Penarikan Hibah oleh Ahli Waris yang Melanggar Warisan (Studi Kasus di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu)
Dalam Islam selalu mengajarkan untuk saling menolong tanpa
memandang perbedaan, baik kepada sesama muslim maupun non-muslim. Salah
satu bentuk tolong-menolong dalam Islam adalah dengan memberikan hadiah atau
pemberian yang disebut hibah. Sering kali, hibah dilakukan dalam lingkungan
masyarakat, terutama di antara anggota keluarga. Sebagai contoh, apabila
seseorang memberikan hibah hanya kepada salah satu anaknya, hal tersebut
berpotensi menimbulkan konflik di antara para ahli waris. Kasus seperti ini terjadi
di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam kasus ini, anak yang
tidak menerima hibah berkeinginan untuk menarik kembali hibah yang telah
diberikan oleh orang tuanya karena merasa bahwa hibah tersebut melanggar
haknya sebagai ahli waris yang berhak menerima warisan. Dengan demikian
penulis tertarik meneliti kasus yang penarikan hibah oleh ahli waris yang
melibatkan warisan.
Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian hukum empiris
dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif yang
diperoleh murni dari hasil wawancara dan dokumentasi. Subjek dan objek dalam
penelitian ini berupa ahli waris dan bagaimana proses penarikan hibah yang
terjadi di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penarikan hibah oleh ahli waris
merupakan tindakan yang tidak dibenarkan menurut syariat. Namun, hal tersebut
dapat dipertimbangkan kembali berdasarkan proses pemberian hibah, khususnya
apakah hibah tersebut didukung oleh akta autentik yang melibatkan Pejabat
Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau tidak. Dalam kenyataanya hibah yang terjadi di
Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu tidak disertai dengan akta,
hanya dilakukan secara lisan yang dihadiri dua orang saksi. Seperti yang termuat
dalam Pasal 37 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
pendaftaran tanah. Dengan demikian, proses hibah yang diberikan oleh orang tua
kepada salah satu anaknya tidak dapat dibuktikan secara sah. Oleh karena itu, ahli
waris lainnya berhak menarik kembali harta tersebut dan mendistribusikannya
sesuai dengan hukum waris Islam
Peran Kepemimpinan dalam Mengatasi Kesenjangan Prestasi Belajar Siswa di SMPN 7 Banjarmasin
Kesenjangan prestasi belajar siswa merupakan fenomena yang sering terjadi
dalam dunia pendidikan, di mana terdapat perbedaan signifikan dalam capaian
akademik antara siswa-siswa di suatu sekolah atau antar sekolah. Faktor penyebab
kesenjangan ini sangat beragam, mulai dari lingkungan sosial ekonomi siswa,
kualitas pengajaran, hingga metode pembelajaran yang diterapkan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi peran kepemimpinan
kepala sekolah dalam mengatasi kesenjangan prestasi belajar siswa di SMPN 7
Banjarmasin. Penelitian ini menganalisis bagaimana kepala sekolah berperan
sebagai pendidik, manajer, administrator, pengawas, pemimpin, inovator, dan
motivator (EMASLIM) dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
jenis deskriptif. Sumber data yang diperoleh dengan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Dengan menjadikan informan utama kepala sekolah, serta
informan tambahan tenaga pendidik dan siswa.
Hasil penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan
kepala sekolah di SMPN 7 Banjarmasin berperan penting dalam mengatasi
kesenjangan prestasi belajar siswa melalui berbagai strategi kepemimpinan. Kepala
sekolah menjalankan perannya sebagai edukator, manajer, administrator,
supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator. Sebagai edukator, kepala sekolah
membimbing guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan siswa. Sebagai manajer dan administrator, kepala sekolah mengelola
administrasi kurikulum, tenaga pendidik, serta mengadakan program remedial.
Dalam peran supervisor dan pemimpin, kepala sekolah melakukan supervisi rutin,
evaluasi kinerja guru, serta pembinaan karakter siswa melalui kegiatan
ekstrakurikuler dan motivasi. Sebagai inovator dan motivator, kepala sekolah
mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran serta meningkatkan kualitas
pengajaran melalui workshop dan pelatihan guru. Setelah melakukan pengamatan
lebih lanjut, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 7
Banjarmasin diterapkan dengan cukup baik akan tetapi masih ada beberapa peran
yang belum optimal. Namun pihak sekolah dapat berkontribusi dan bekerja sama
dalam mengurangi kesenjangan prestasi belajar sisw
Implementasi Manajemen Strategi Kepala Sekolah Di SMPN 23 Banjarmasin
Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi manajemen strategi
yang diterapkan oleh kepala sekolah di SMPN 23 Banjarmasin dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan. Manajemen strategi merupakan pendekatan yang
melibatkan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian guna
mencapai tujuan organisasi, dalam hal ini sekolah. Kepala sekolah sebagai
pemimpin utama bertanggung jawab dalam merancang strategi yang efektif untuk
mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, baik dalam aspek tenaga pendidik,
peserta didik, sarana dan prasarana, hingga hubungan dengan masyarakat. Dengan
penerapan manajemen strategi yang sistematis, sekolah dapat mencapai
peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode
kualitatif, yang memungkinkan peneliti menggali data secara mendalam melalui
wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan staf, serta melakukan observasi
langsung terhadap kegiatan di sekolah. Salah satu temuan utama dalam penelitian
ini adalah penerapan perencanaan berbasis data, yang dilakukan melalui evaluasi
hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Data yang diperoleh dari
ANBK menjadi dasar dalam menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan,
termasuk dalam merancang kurikulum, metode pembelajaran, serta program
pengembangan guru dan siswa.
Pengorganisasian dalam manajemen strategi di SMPN 23 Banjarmasin
dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas di antara tenaga pendidik dan staf
administrasi. Kepala sekolah memastikan bahwa setiap guru dan staf memahami
peran dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan strategi sekolah. Pada
aspek penggerakan, kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang memberikan
motivasi dan inspirasi bagi tenaga pendidik dan siswa. Pengendalian dalam
manajemen strategi dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap implementasi
strategi yang telah diterapkan. Kepala sekolah menggunakan indikator kinerja yang
terukur untuk menilai efektivitas program yang telah berjalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategi di
SMPN 23 Banjarmasin memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu
pendidikan. Prestasi akademik dan non-akademik siswa mengalami peningkatan,
didukung oleh sistem pengelolaan sekolah yang lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan agar sekolah terus
mengembangkan inovasi berbasis teknologi dalam pembelajaran serta
meningkatkan kerja sama dengan orang tua dan masyaraka
Efektivitas Penggunaan Ice Breaking Media Ular Tangga dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPAS Peserta didik Kelas V di MIN 7 Tapin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik
kelas VC, yang disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran dan
partisipasi aktif peserta didik. Penggunaan media yang terbatas dan monoton,
membuat pembelajaran kurang menarik menyebabkan hasil belajar dari 26 peserta
didik ada 23 peserta didik mendapat nilai berada dibawah KKM (75). Penelitian ini
bertujuan untuk menguji hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS
sebelum dan sesudah menggunakan ice breaking media ular tangga, dan menguji
efektivitas penggunaan ice breaking media ular tangga dalam meningkatkan hasil
belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V di MIN 7 Tapin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode
eksperimen jenis Quasi experiment (Eksperimen semu). Desain penelitian ini
Nonequivalent control group design terdiri dua kelompok (eksperimen dan
kontrol). Sampel penelitian pada kelas eksperimen (VC) sebanyak 26 peserta didik
dan pada kelas kontrol (VB) sebanyak 28 peserta didik. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpul data menggunakan tes,
wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain
berbantuan SPSS versi 22.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ice breaking media ular
tangga efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kelas eksperimen
(menggunakan media ular tangga) mengalami peningkatan signifikan dengan nilai
rata-rata posttest (91,62). Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan
signifikan antara pretest dan posttest (0,000). Selain itu, uji N-Gain menunjukkan
bahwa kelas eksperimen memiliki skor yang lebih tinggi (80,87) ini menunjukkan
bahwa ice breaking media ular tangga lebih efektif dalam meningkatkan hasil
belajar IPAS peserta didi
Peran Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Dalam Penanganan Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Martapura
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya persidangan cerai gugat yang
selesai dalam waktu satu hari. Berdasarkan yang penulis ketahui, sebuah
persidangan perceraian itu lazimnya lebih lama sebagaimana asas mempersulit
perceraian yang menjadi kebijakan peraturan Indonesia, serta adanya hadis
Rasulullah saw. menyatakan perceraian sebagai perkara halal yang dibenci Allah
Swt. Dalam hal ini, ditemukan bahwa cepatnya proses persidangan tersebut tidak
luput dari bantuan peran pos bantuan hukum (Posbakum) yang tersedia di
lingkungan pengadilan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail tentang hal-hal yang
dibantu oleh Posbakum dalam menangani perkara gugat cerai di Pengadilan Agama
Martapura, dan juga untuk menganalisis dan menilai apa dampak yang diterima
oleh para pihak dari layanan Posbakum tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
sosio-legal. Subjek penelitian ini adalah staf Posbakum di PA dan para pihak
penggugat dalam perkara cerai gugat. Objek penelitian ini adalah bantuan
pelayanan oleh pegawai posbakum PA Martapura dan respon dari pihak penggugat.
Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang
diperoleh diolah dan dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Posbakum dalam
memberikan pelayanan kepada para pihak dalam perkara cerai gugat sangat
bermanfaat bagi masyarakat dan berhasil mempercepat proses peradilan. Dimana
sebelum adanya bantuan Posbakum dalam pembuatan dokumen gugatan, para
pihak membuat gugatan sendiri tanpa adanya pengetahuan tentang isi dari dokumen
tersebut, atau gugatan yang diperlukan dibuatkan oleh pengacara untuk mendaftar.
Namun, semenjak ada Posbakum yang membantu para pihak menjadi lebih mudah
dalam pembuatan dokumen gugatan. Adapun kendala yang dialami Posbakum
dalam melayani para pihak antara lain adalah kekurangterbukaan warga akan
masalah yang terjadi, sehingga dapat mempengaruhi ketepatan bantuan yang dapat
diberikan. Posbakum juga bermanfaat bagi pihak pengadilan yang dapat melayani
masyarakat lebih optimal, serta bagi para stafnya yang menjadikan Posbakum
sebagai lahan pengabdian kepada masyaraka