IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Hubungan Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop ON! pada Aplikasi Spotify terhadap Suasana Hati (Mood) Pengikut Akun X @collegemenfess di Media Sosial X

    Get PDF
    Musik adalah bagian penting dari kehidupan manusia, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ekspresi emosi dan pencipta suasana. Salah satu genre yang mendunia adalah K-Pop, dengan lagu-lagu beragam yang mampu memengaruhi mood pendengarnya, dari yang energik hingga emosional. Komunitas di media sosial X, seperti @collegemenfess, sering menjadi ruang diskusi tentang musik, termasuk K-Pop, khususnya di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui tingkat intensitas mendengarkan musik K-Pop ON! di Spotify, tingkat suasana hati (mood), serta hubungan keduanya pada pengikut akun X @collegemenfess di media sosial X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 415 pengikut akun X @collegemenfess di media sosial X. Metode pengumpulan data menggunakan skala yang terdiri dari skala intensitas mendengarkan musik dan skala suasana hati (mood). Data dikumpulkan dengan menggunakan google form yang disebarkan melalui kontak akun pengikut X @collegemenfess di media sosial X. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat intensitas mendengarkan musik K-Pop ON! pada pengikut akun X @collegemenfess dengan kategori tinggi sebanyak 212 orang dengan persentase 51.1%, tingkat suasana hati (mood) pada pengikut akun X @collegemenfess kategori tinggi sebanyak 274 orang dengan persentase 66% dan terdapat korelasi positif yang signifikan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop ON! dengan suasana hati (mood) dengan r = 0,414 dan p = 0,000 < 0,05, artinya semakin tinggi intensitas mendengarkan musik K Pop ON!, maka semakin positif juga suasana hati (mood) pada pengikut akun X @collegemenfess. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah intensitas mendengarkan musik K-Pop ON!, maka semakin negatif juga suasana hati (mood) pada pengikut akun X @collegemenfess, sehingga hipotesis diterima

    Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin. peneliti tertarik karena guru berhasil menerapkan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) meskipun siswa memiliki keterbatasan pengetahuan tentang kebudayaan suku banjar Kalimantan Selatan, akibat keberagaman suku (Banjar, Dayak dan Jawa) di kelas IV SDN Sungai Lulut1 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (flied research). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Informan yang berperan sebagai partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan seluruh siswa kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin Penelitian ini menemukan bahwa penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin sesuai dengan teori. Guru menggunakan pendekatan (CRT) ini untuk memahami 7 aspek yaitu sistem relegi suku Banjar, sistem kemasyarakatan suku Banjar, bahasa suku Banjar, sistem pengetahuan suku Banjar, sistem kesenian suku Banjar, mata pencaharian suku Banjar dan sistem peralatan suku Banjar. Faktor pendukung meliputi, peran guru, minat siswa, teman sebaya, serta fasilitas dan media yang memadai, sedangkan faktor penghambat adalah kurang perhatian siswa dan minimnya pengetahuan tentang kebudayaan suku banjar Kalimantan Selatan

    Pengaruh Penggunaan Media Komik Berbasis Nilai-Nilai Moderasi Beragama Terhadap Keterampilan Bercerita Bahasa Indonesia dan Karakter Siswa Kelas III di SDN Karang Mekar 1

    Get PDF
    Keterampilan bercerita siswa kelas III B SDN Karang Mekar 1 masih rendah, disebabkan oleh minimnya minat baca dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Selama ini, pembelajaran bahasa Indonesia hanya mengandalkan buku teks tanpa adanya media pendukung yang menarik. Penelitian ini mengusulkan penggunaan komik berbasis nilai moderasi beragama untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan bercerita siswa. Komik diharapkan dapat merangsang minat baca, mempermudah pemahaman isi cerita, serta membantu siswa menyampaikan cerita dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan bercerita dan karakter siswa sebelum dan sesudah menggunakan media komik berbasis nilai-nilai moderasi beragama serta pengaruh media komik berbasis nilai-nilai moderasi beragama terhadap keterampilan bercerita dan terhadap karakter siswa di SDN Karang Mekar 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap hal lain dalam kondisi yang dikendalikan Penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experiment Design, yaitu penelitian yang dilakukan untuk satu kelompok. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah One-Group Pre-test-Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IIIB SDN Karang Mekar 1 yang berjumlah 27 siswa dan sampel di ambil seluruh dari populasi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu : tes, angket, dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji t dan uji n-gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh media komik terhadap keterampilan bercerita dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05 artinya Ho di tolak dan Ha diterima dengan perbedaan nilai hasil pre-test memiliki nilai rata-rata 51,56. Sedangkan hasil post-test memiliki nilai rata-rata 77,11. Dan terdapat pengaruh media komik terhadap karakter siswa dilihat dari nilai sig (2 tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05 artinya Ho di tolak dan Ha diterima dengan perbedaan nilai hasil pre-test memiliki nilai rata-rata 61,52 dan posttes 64,93. Dengan demikian, media komik berbasis nilai-nilai moderasi beragama terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita dan membentuk karakter siswa

    Pendampingan dan Sosialisasi Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga di Desa Emil

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Emil, Kecamatan Paramasan, melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Desa Emil memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama pada sektor UMKM, namun pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan seperti manajemen keuangan yang kurang optimal dan rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemetaan aset lokal, identifikasi kebutuhan, dan pelaksanaan program pendampingan pada Pelaku UMKM di Desa Emil Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini mampu meningkatkan kesadaran akan pengoptimalan asset yang ada yaitu berupa asset pasar dan pemahaman pengelolaan keuangan serta pemasaran melalui media online secara sederhana. Dampak pemberdayaan terlihat dari peningkatan pendapatan keluarga pelaku UMKM makanan olahan “Lemang”, serta optimalisasi pasar lokal sebagai pusat distribusi produk

    Makna Libâs Al-Taqwâ Perspektif Tafsir Sufi Rûh dalam al Ma’ânî Karya Al-Alûsî

    Get PDF
    Penulis memilih tema ini karena tertarik untuk meneliti makna libâs al taqwâ melalui perspektif sufi (yang mengungkap makna zahir dan batin). alasanya karena Istilah libâs al-taqwâ dianggap memiliki makna yang mendalam selain makna zahir yang artinya pakaian secara fisik. Istilah libâs al-taqwâ juga sering diartikan secara majazi (bukan makna zahir) seperti Imam Syaltut yang mengartikannya sebagai iman Untuk mengungkap istilah makna tersebut peneliti menggunakan pendekatan tafsir sufi berdasarkan karya al-Alûsî, yang secara komprehensif menjelaskan makna libâs al-taqwâ dari dua dimensi, yaitu makna lahiriah (zâhir) dan makna batiniah (bâtin). Tujuan penelitian adalah: untuk menganalisis perspektif tafsir sufi dalam karya al-Alûsî, Rûh al-Ma'ânî, mengenai makna "libâs al-taqwâ" (pakaian takwa). Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman sufi yang terkandung dalam tafsir tersebut, serta untuk menelaah metode penafsiran yang digunakan oleh al Alûsî dalam mengungkapkan makna "libâs al-taqwâ". Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber penafsiran yang dijadikan rujukan oleh al-Alûsî dalam menjelaskan makna konsep ini, guna memahami dimensi spiritual dan simbolis dari takwa yang ditawarkan dalam tafsir tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tahlili dalam perspektif penafsiran sufi berdasarkan karya al Alûsî. Hasil penelitian, Makna istilah libâs al-taqwâ menurut kitab Rûh al Ma’ânî karya Al-Alûsî tidak hanya merujuk pada pakaian fisik tetapi juga melibatkan aspek spiritual, seperti amal saleh, rasa takut kepada Allah, sifat malu, iman. Dalam perspektif sufi al-Alûsî, pakaian takwa diartikan sebagai kualitas batin seperti wara’ (kewaspadaan) dan hazâr (kehati-hatian) untuk menjaga hubungan dengan Allah dan mengendalikan nafsu. Metode dan sumber al-Alûsî mennggunakan tafsir tahlili, dengan menggabungkan kebahasaan, riwayat sahabat, ulama terdahulu, kitab klasik terdahulu seperti al-Thabarî, Ia juga menggunakan Tafsir Isyarî yang mengungkapkan makna batin dengan terlebih dahulu menjelaskan makna lahiriah, sehingga memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang makna libâs al-taqwâ

    Penarikan Hibah oleh Ahli Waris yang Melanggar Warisan (Studi Kasus di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu)

    Get PDF
    Dalam Islam selalu mengajarkan untuk saling menolong tanpa memandang perbedaan, baik kepada sesama muslim maupun non-muslim. Salah satu bentuk tolong-menolong dalam Islam adalah dengan memberikan hadiah atau pemberian yang disebut hibah. Sering kali, hibah dilakukan dalam lingkungan masyarakat, terutama di antara anggota keluarga. Sebagai contoh, apabila seseorang memberikan hibah hanya kepada salah satu anaknya, hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik di antara para ahli waris. Kasus seperti ini terjadi di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam kasus ini, anak yang tidak menerima hibah berkeinginan untuk menarik kembali hibah yang telah diberikan oleh orang tuanya karena merasa bahwa hibah tersebut melanggar haknya sebagai ahli waris yang berhak menerima warisan. Dengan demikian penulis tertarik meneliti kasus yang penarikan hibah oleh ahli waris yang melibatkan warisan. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif yang diperoleh murni dari hasil wawancara dan dokumentasi. Subjek dan objek dalam penelitian ini berupa ahli waris dan bagaimana proses penarikan hibah yang terjadi di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penarikan hibah oleh ahli waris merupakan tindakan yang tidak dibenarkan menurut syariat. Namun, hal tersebut dapat dipertimbangkan kembali berdasarkan proses pemberian hibah, khususnya apakah hibah tersebut didukung oleh akta autentik yang melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau tidak. Dalam kenyataanya hibah yang terjadi di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu tidak disertai dengan akta, hanya dilakukan secara lisan yang dihadiri dua orang saksi. Seperti yang termuat dalam Pasal 37 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah. Dengan demikian, proses hibah yang diberikan oleh orang tua kepada salah satu anaknya tidak dapat dibuktikan secara sah. Oleh karena itu, ahli waris lainnya berhak menarik kembali harta tersebut dan mendistribusikannya sesuai dengan hukum waris Islam

    Peran Kepemimpinan dalam Mengatasi Kesenjangan Prestasi Belajar Siswa di SMPN 7 Banjarmasin

    Get PDF
    Kesenjangan prestasi belajar siswa merupakan fenomena yang sering terjadi dalam dunia pendidikan, di mana terdapat perbedaan signifikan dalam capaian akademik antara siswa-siswa di suatu sekolah atau antar sekolah. Faktor penyebab kesenjangan ini sangat beragam, mulai dari lingkungan sosial ekonomi siswa, kualitas pengajaran, hingga metode pembelajaran yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mengatasi kesenjangan prestasi belajar siswa di SMPN 7 Banjarmasin. Penelitian ini menganalisis bagaimana kepala sekolah berperan sebagai pendidik, manajer, administrator, pengawas, pemimpin, inovator, dan motivator (EMASLIM) dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang diperoleh dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menjadikan informan utama kepala sekolah, serta informan tambahan tenaga pendidik dan siswa. Hasil penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 7 Banjarmasin berperan penting dalam mengatasi kesenjangan prestasi belajar siswa melalui berbagai strategi kepemimpinan. Kepala sekolah menjalankan perannya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator. Sebagai edukator, kepala sekolah membimbing guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sebagai manajer dan administrator, kepala sekolah mengelola administrasi kurikulum, tenaga pendidik, serta mengadakan program remedial. Dalam peran supervisor dan pemimpin, kepala sekolah melakukan supervisi rutin, evaluasi kinerja guru, serta pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan motivasi. Sebagai inovator dan motivator, kepala sekolah mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran serta meningkatkan kualitas pengajaran melalui workshop dan pelatihan guru. Setelah melakukan pengamatan lebih lanjut, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 7 Banjarmasin diterapkan dengan cukup baik akan tetapi masih ada beberapa peran yang belum optimal. Namun pihak sekolah dapat berkontribusi dan bekerja sama dalam mengurangi kesenjangan prestasi belajar sisw

    Implementasi Manajemen Strategi Kepala Sekolah Di SMPN 23 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi manajemen strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah di SMPN 23 Banjarmasin dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Manajemen strategi merupakan pendekatan yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian guna mencapai tujuan organisasi, dalam hal ini sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin utama bertanggung jawab dalam merancang strategi yang efektif untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, baik dalam aspek tenaga pendidik, peserta didik, sarana dan prasarana, hingga hubungan dengan masyarakat. Dengan penerapan manajemen strategi yang sistematis, sekolah dapat mencapai peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif, yang memungkinkan peneliti menggali data secara mendalam melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan staf, serta melakukan observasi langsung terhadap kegiatan di sekolah. Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah penerapan perencanaan berbasis data, yang dilakukan melalui evaluasi hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Data yang diperoleh dari ANBK menjadi dasar dalam menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan, termasuk dalam merancang kurikulum, metode pembelajaran, serta program pengembangan guru dan siswa. Pengorganisasian dalam manajemen strategi di SMPN 23 Banjarmasin dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas di antara tenaga pendidik dan staf administrasi. Kepala sekolah memastikan bahwa setiap guru dan staf memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan strategi sekolah. Pada aspek penggerakan, kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang memberikan motivasi dan inspirasi bagi tenaga pendidik dan siswa. Pengendalian dalam manajemen strategi dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap implementasi strategi yang telah diterapkan. Kepala sekolah menggunakan indikator kinerja yang terukur untuk menilai efektivitas program yang telah berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategi di SMPN 23 Banjarmasin memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Prestasi akademik dan non-akademik siswa mengalami peningkatan, didukung oleh sistem pengelolaan sekolah yang lebih efektif dan efisien. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan agar sekolah terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dalam pembelajaran serta meningkatkan kerja sama dengan orang tua dan masyaraka

    Efektivitas Penggunaan Ice Breaking Media Ular Tangga dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPAS Peserta didik Kelas V di MIN 7 Tapin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VC, yang disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran dan partisipasi aktif peserta didik. Penggunaan media yang terbatas dan monoton, membuat pembelajaran kurang menarik menyebabkan hasil belajar dari 26 peserta didik ada 23 peserta didik mendapat nilai berada dibawah KKM (75). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS sebelum dan sesudah menggunakan ice breaking media ular tangga, dan menguji efektivitas penggunaan ice breaking media ular tangga dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V di MIN 7 Tapin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen jenis Quasi experiment (Eksperimen semu). Desain penelitian ini Nonequivalent control group design terdiri dua kelompok (eksperimen dan kontrol). Sampel penelitian pada kelas eksperimen (VC) sebanyak 26 peserta didik dan pada kelas kontrol (VB) sebanyak 28 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpul data menggunakan tes, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain berbantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ice breaking media ular tangga efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kelas eksperimen (menggunakan media ular tangga) mengalami peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata posttest (91,62). Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (0,000). Selain itu, uji N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki skor yang lebih tinggi (80,87) ini menunjukkan bahwa ice breaking media ular tangga lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didi

    Peran Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Dalam Penanganan Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Martapura

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya persidangan cerai gugat yang selesai dalam waktu satu hari. Berdasarkan yang penulis ketahui, sebuah persidangan perceraian itu lazimnya lebih lama sebagaimana asas mempersulit perceraian yang menjadi kebijakan peraturan Indonesia, serta adanya hadis Rasulullah saw. menyatakan perceraian sebagai perkara halal yang dibenci Allah Swt. Dalam hal ini, ditemukan bahwa cepatnya proses persidangan tersebut tidak luput dari bantuan peran pos bantuan hukum (Posbakum) yang tersedia di lingkungan pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail tentang hal-hal yang dibantu oleh Posbakum dalam menangani perkara gugat cerai di Pengadilan Agama Martapura, dan juga untuk menganalisis dan menilai apa dampak yang diterima oleh para pihak dari layanan Posbakum tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosio-legal. Subjek penelitian ini adalah staf Posbakum di PA dan para pihak penggugat dalam perkara cerai gugat. Objek penelitian ini adalah bantuan pelayanan oleh pegawai posbakum PA Martapura dan respon dari pihak penggugat. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Posbakum dalam memberikan pelayanan kepada para pihak dalam perkara cerai gugat sangat bermanfaat bagi masyarakat dan berhasil mempercepat proses peradilan. Dimana sebelum adanya bantuan Posbakum dalam pembuatan dokumen gugatan, para pihak membuat gugatan sendiri tanpa adanya pengetahuan tentang isi dari dokumen tersebut, atau gugatan yang diperlukan dibuatkan oleh pengacara untuk mendaftar. Namun, semenjak ada Posbakum yang membantu para pihak menjadi lebih mudah dalam pembuatan dokumen gugatan. Adapun kendala yang dialami Posbakum dalam melayani para pihak antara lain adalah kekurangterbukaan warga akan masalah yang terjadi, sehingga dapat mempengaruhi ketepatan bantuan yang dapat diberikan. Posbakum juga bermanfaat bagi pihak pengadilan yang dapat melayani masyarakat lebih optimal, serta bagi para stafnya yang menjadikan Posbakum sebagai lahan pengabdian kepada masyaraka

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇