IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Problematika Hierarki Ketetapan Majelis Permusyawarataan Rakyat Dalan Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Penelitian ini membahas problematika hierarki Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Tap MPR RI) dalam sistem
ketatanegaraan Indonesia, khususnya setelah diberlakukannya Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.
Studi ini dilatarbelakangi oleh perubahan status MPR RI pasca amandemen UUD
1945, yang menyebabkan terjadinya pergeseran kedudukan Tap MPR dalam
hierarki norma hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan
hukum Tap MPR RI sebelum dan sesudah amandemen, serta mengkaji implikasi
masuknya Tap MPR RI ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan terhadap
sistem ketatanegaraan Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif
dengan pendekatan perundang-undangan dan teori hukum, khususnya teori hierarki
norma Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. Data diperoleh melalui studi kepustakaan
dan dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya Tap MPR RI ke dalam
hierarki peraturan perundang-undangan menimbulkan sejumlah permasalahan,
antara lain kekosongan hukum terkait mekanisme pengujian Tap MPR RI yang
berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, serta pelanggaran terhadap prinsip
negara hukum dan potensi konflik norma dengan peraturan perundang-undangan
lainnya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya konstruksi hukum yang
memungkinkan Mahkamah Konstitusi melakukan pengujian terhadap Tap MPR RI,
serta revisi terhadap Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 untuk memperjelas
kedudukan dan mekanisme pengujian Tap MPR RI dalam sistem hukum nasiona
Pengaruh Kompetensi Pendidik dan In-Service Training Terhadap Kinerja Guru Pada Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi pendidik dan
in-service training terhadap kinerja guru pada tiga pondok pesantren putri, yaitu
Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, Annajah Putri, dan Darul Ilmi Putri. Sampel
penelitian sebanyak 107 guru diambil menggunakan teknik sampling jenuh.
Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner yang telah diuji validitas
dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,6 untuk seluruh variabel.
Analisis data menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi asumsi klasik
seperti normalitas, linearitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan bebas
autokorelasi dengan menggunakan Exel dan SPPS 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pendidik dan pelatihan
dalam jabatan secara simultan dan parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap
peningkatan kinerja guru di ketiga pondok pesantren tersebut. Nilai koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,943 mengindikasikan bahwa 94,3% variasi kinerja guru
dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen ini. Studi ini menegaskan
pentingnya pengembangan kompetensi dan pelatihan berkelanjutan sebagai faktor
utama dalam meningkatkan mutu kinerja guru di lembaga pendidikan pesantren.
Temuan ini memberikan dukungan empiris untuk pengelolaan sumber daya
manusia di lingkungan pendidikan Islam dan menjadi dasar rekomendasi
pengembangan kapasitas pendidik melalui pelatihan yang terencana dan relevan
dengan kebutuhan guru. Implikasi kebijakan juga mengarah pada perlunya regulasi
yang mendukung pelaksanaan in-service training sebagai bagian dari
pengembangan profesionalisme guru
Analisis Strategi Guru Matematika dalam Mengajar Siswa Slow Learner di SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru
Kesetaraan pendidikan menuntuk bahwa setiap siswa tanpa terkecuali memiliki hak untuk memperoleh layanan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam kegiatan belajar mengajar tentu ada dua unsur yang penting yakni “apa yang diajarkan” dan “bagaimana itu diajarkan”, dengan beragamnya karakter siswa maka strategi yang digunakan guru juga bervariasi sesuai dengan kebutuhan siswanya. Dalam pembelajaran matematika, siswa slow learner sering menghadapi hambatan yang menuntut strategi pembelajaran yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru matematika dalam mengajar siswa slow learner di SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi lembar asesmen siswa. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang narasumber yakni dua orang guru mata pelajaran matematika dan guru pendamping khusus (GPK) yang mengajarkan matematika. Objek penelitian ini ialah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru matematika dalam mengajar siswa slow learner. analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Dalam penelitian ini digunakan triangulasi sumber untuk mengetahui keabsahan data yang diperoleh.
Hasil penelitian menunjukkan beragam strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru matematika dalam mengajar siswa slow learner. Ditemukan 4 strategi pembelajaran meliputi strategi pengulangan, penggunaan benda konkret, motivasi positif dan program pembelajaran individual (PPI)
Strategi dan Tantangan Pustakawan dalam Mempertahankan Penjaminan Mutu di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan pustakawan
dalam mempertahankan penjaminan mutu di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes
Banjarmasin serta untuk mengetahui tantangan yang dihadapi pustakawan dalam
mempertahankan penjaminan mutu tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek
dalam penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan, pustakawan dan pengelola
Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Adapun objek penelitian ini
adalah strategi pustakawan dalam mempertahankan penjaminan mutu serta
tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pustakawan dalam mempertahankan
penjaminan mutu di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin meliputi
penerapan Standar Nasional Perpustakaan, penguatan kompetensi pustakawan
melalui pelatihan, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kualitas layanan,
serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Adapun tantangan
yang dihadapi pustakawan antara lain keterbatasan sumber daya manusia,
keterbatasan anggaran, perkembangan teknologi informasi yang pesat, serta
tuntutan pemenuhan standar akreditasi perpustakaan
استراتيجية في بناء البيئة اللغوية على أساس النظرية السلوكية عبر نظام الجاسوس لمحكمة اللغة العربية في معهد دار الهجرة شندي ألوس مرتابورا = Strategi dalam pembentukan lingkungan bahasa atas dasar Teori Skinner melalui sistem Jasus Mahkamah Lughah Arabiyyah di pondok pesantren Darul Hijrah, Cindai Alus
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembangunan lingkungan bahasa di
Ma’had Darul Hijrah melalui pemanfaatan prinsip-prinsip behaviorisme menurut Skinner,
khususnya kategori yang meliputi mand, tact, echoic, intraverbal, textual, dan autoclitic.
Penelitian ini berfokus pada penerapan sistem jasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan
analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma’had memadukan pendidikan formal
dengan penerapan disiplin kebahasaan melalui sistem jasus. 1) Sistem ini menjamin pembiasaan
seluruh santri untuk menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari, baik dalam
kegiatan akademik maupun nonakademik. Kesadaran penggunaan bahasa Arab tumbuh pada diri
santri melalui proses pembiasaan, pengawasan, dan penguatan yang dilakukan secara
berkelanjutan oleh para pembimbing bahasa.2) Sistem jasus berfungsi sebagai mekanisme
pengendalian sekaligus alat pedagogis yang mendukung pembiasaan perilaku verbal sesuai dengan
prinsip perilaku verbal Skinner, yaitu: a) Tact dan textual digunakan dalam proses pengawasan
dan pembiasaan penggunaan bahasa. b) Mand dan echoic berperan sebagai bentuk penguatan
dalam disiplin kebahasaan. c) Intraverbal dan autoclitic mengembangkan spontanitas,
fleksibilitas, serta kesadaran terhadap kaidah nahwu dan sharaf dalam komunikasi sehari-hari. 3)
Dengan demikian, sistem jasus tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian kebahasaan, tetapi
juga sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam membangun lingkungan bahasa yang
kondusif, mendukung pembentukan perilaku verbal positif, serta menanamkan kaidah kebahasaan
secara kontekstual.
Penerapan teori behaviorisme Skinner dalam lingkungan bahasa dilakukan melalui sistem
jasus, yaitu kegiatan pengawasan kebahasaan yang dilaksanakan oleh sebagian santri untuk
menegakkan aturan bahasa, serta melalui pemasangan kata-kata bijak dan ungkapan bermakna
dalam bahasa Arab di berbagai tempat guna meningkatkan paparan bahasa dan mendorong
penggunaan bahasa. Dampak psikologis dari penerapan sistem jasus terhadap santri, pengelola,
dan alumni Ma’had Darul Hijrah menunjukkan hasil yang efektif dalam pengembangan
keterampilan berbahasa santri, khususnya dalam pembangunan lingkungan bahasa yang
berlandaskan teori behaviorisme. Model sistem jasus yang diterapkan di Ma’had Darul Hijrah
dapat dijadikan rujukan praktis bagi lembaga lain dalam mengembangkan disiplin kebahasaan
melalui mekanisme pengawasan, pembiasaan, dan penguatan positi
Studi Sosio-Legal Terhadap Penyelesaian Sengketa Perjanjian Perkawinan Terkait Harta Benda di Kalimantan Selatan
Perjanjian perkawinan idealnya berfungsi sebagai instrumen preventif
untuk menjaga keharmonisan hubungan suami istri, mempermudah
penyelesaian sengketa harta perkawinan, sekaligus menjadi pedoman bagi
hakim dalam memutus perkara. Namun, dalam praktiknya, perjanjian tersebut
justru menjadi bagian objek sengketa dan tidak dijadikan pedoman oleh hakim
dalam memutus perkara. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum bagi
para pihak yang bersengketa dan mengaburkan kemanfaatan yang seharusnya
diperoleh dari perjanjian perkawinan. Fokus penelitian diarahkan untuk
menjawab dua pertanyaan utama: (1) bagaimana praktik penyelesaian sengketa
perjanjian perkawinan terkait harta benda di Pengadilan Agama Kalimantan
Selatan dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum; dan (2)
bagaimana asas-asas serta norma hukum ideal yang perlu dirumuskan untuk
memperkuat fungsi perjanjian perkawinan dalam melindungi kepentingan para
pihak.
Metode penelitian yang digunakan adalah socio-legal research yang
memadukan analisis normatif dan kajian empiris. Analisis dilakukan terhadap
peraturan perundang-undangan, putusan hakim, serta praktik pembentukan
perjanjian perkawinan di masyarakat. Wawancara mendalam dengan hakim,
notaris, advokat, pasangan suami-istri dilaksanakan sebagai data dukung. Secara
teoritis, penelitian ini bertumpu pada kerangka Maqashid al-Syariah sebagai
grand theory, didukung teori kepastian hukum dan istihsan sebagai middle
theory, serta teori kontrak, law as social engineering, konsep relasi kuasa
Foucault, dan konsep al-sulhu sebagai applied theory. Pendekatan teoritis ini
memungkinkan analisis yang komprehensif atas dimensi normatif, sosiologis,
dan filosofis dari perjanjian perkawinan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya sengketa dan
ambiguitas penyelesaiannya antara lain adalah karena pembuatan perjanjian
dalam kondisi konflik, isi perjanjian yang tidak adil, dan lemahnya kekuatan
pembuktian akibat perjanjian yang dibuat di bawah tangan. Di samping itu,
perjanjian perkawinan dalam konteks hukum keluarga memiliki karakteristik
berbeda dengan kontrak komersial, sehingga diperlukan rekonstruksi asas dan
norma hukum, meliputi asas kebebasan berkontrak, konsensualisme, itikad baik,
keadilan, kerelaan, dan keseimbangan.
Tawaran utama penelitian ini adalah konsep fortifikasi, yaitu konstruksi
peneliti yang didukung masukan narasumber melalui perumusan perjanjian
perkawinan dalam akta autentik dengan prapengesahan Pengadilan Agama.
Model ini menguatkan kedudukan perjanjian perkawinan sebagai instrumen
yuridis perlindungan hukum serta berfungsi preventif terhadap potensi sengketa
harta benda perkawinan. Dengan demikian, disertasi ini menegaskan peran
hukum sebagai alat rekayasa sosial (law as a tool of social engineering) untuk
menjamin ketertiban dan kemaslahatan dalam pengelolaan harta benda
perkawina
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Komitmen Organisasi pada Pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Penelitian ini mengkaji pengaruh self efficacy terhadap komitmen organisasi
pada pengurus organisasi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN
Antasari Banjarmasin. Tujuan penelitian adalah memahami sejauh mana self
efficacy memengaruhi komitmen organisasi, yang mencakup dimensi afektif,
berkelanjutan, dan normatif, serta mengetahui tingkat self efficacy dan komitmen
organisasi pengurus.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert untuk
mengukur self efficacy dan komitmen organisasi. Populasi penelitian adalah seluruh
pengurus organisasi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora periode
2025/2026, dengan total 185 responden yang diambil dengan teknik total sampling.
Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan analisis
deskriptif dengan SPSS 26 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengurus memiliki self
efficacy sedang 45,95% dan komitmen organisasi rendah 85,41%. Self efficacy
berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dengan kontribusi
sebesar 77,7%. Semakin tinggi self efficacy pengurus, semakin tinggi pula
komitmen organisasinya. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan self efficacy
untuk meningkatkan komitmen organisasi
Aspek Filosofis Tabarrukan dalam Tradisi Batapung Tawar di Desa Sungai Madang Kecamatan Sungai Tabuk
Masyarakat Indonesia memiliki keanekaragaman tradisi yang merupakan
warisan leluhur dan identitas budaya bangsa. Salah satu tradisi yang masih bertahan
adalah Batapung Tawar di Kalimantan Selatan. Awalnya, tradisi ini merupakan
warisan dari masa sebelum Islam, yakni berakar pada kepercayaan Hindu dan Kaha
ringan. Proses islamisasi yang terjadi tidak menghapus tradisi ini, melainkan
mengakulturasikannya dengan nilai-nilai Islam. Perubahan ini menggeser esensi
tradisi menjadi sebuah bentuk permohonan kepada Allah SWT, sehingga dapat
dikaji melalui lensa tasawuf. Konsep sentral dalam tasawuf yang relevan ada
lah tabarruk, yaitu praktik mencari berkah. Di Desa Sungai Madang, tradisi Bata
pung Tawar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Na
mun, implementasi nilai tasawuf, khususnya aspek filosofis Tabarrukan dalam
tradisi ini, belum banyak diteliti secara mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami tradisi Batapung Tawar di Desa
Sungai Madang, proses Tabarrukan di dalamnya, dan aspek filosofisnya. Secara
akademis, fokus utama penelitian adalah untuk menunjukkan fleksibilitas Sufisme
sebagai bentuk keragaman budaya dengan proses inkulturasi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan melalui pendekatan
deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan fenomena secara menyeluruh.
Subjek kajian ini adalah para tokoh dan masyarakat desa Sungai Madang. Adapun
objek kajiannya adalah aspek filosofis Tabarrukan dalam Batapung Tawar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Batapung Tawar adalah
warisan budaya lokal yang telah mengalami transmisi budaya sejak zaman
Pangeran Antasari. Hal ini dilakukan dalam konteks tertentu seperti atur
dahar,
batasmiyah,
bulik
dari
rantauan,
dan mahanyari banih.
Konsep Tabarrukan dalam Batapung Tawar mewakili praktik spiritual untuk
mencari berkat (barakah) melalui media material dan verbal. Secara
filosofis, Batapung Tawar dipahami melalui dua dimensi, filsafat budaya dan
sufisme. Dari perspektif filsafat budaya (J.W.M. Bakker), ini adalah produk
inkulturasi yang sukses, Dari perspektif Sufisme, tabarruk dipahami
sebagai wasilah untuk mencapai kebaikan dan kedekatan dengan Alla
استراتيجيات تعليم اللغة العربية في المدرسة الإندونيسية بمكة المكرمة = Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Indonesia Makkah
Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya diajarkan di Indonesia, tetapi juga
memiliki peran penting di sekolah Indonesia di Mekkah. Meskipun siswa berada di
lingkungan Arab, mereka tetap memerlukan pembelajaran bahasa Arab secara
formal. Penelitian ini penting karena strategi pengajaran bahasa Arab di sekolah
Indonesia di Mekkah belum banyak dibahas oleh peneliti sebelumnya.
Pembelajaran bahasa Arab di lingkungan Arab penting untuk diketahui mengingat
konteks lingkungan yang berbeda dibandingkan dengan sekolah di Indonesia. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekurangan pengetahuan tersebut
dengan mengeksplorasi berbagai strategi pengajaran bahasa Arab yang digunakan
di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
teknik pengambilan data yang meliputi wawancara, dokumentasi, dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap pertemuan dalam pembelajaran
bahasa Arab terdapat beberapa keterampilan yang diajarkan. Di setiap
pembelajaran, strategi pembelajaran bahasa Arab yang digunakan di sekolah
Indonesia di Mekkah sangat beragam, yaitu strategi inquiry, strategi mendengarkan
lagu, strategi menyimak informasi, strategi kooperatif, strategi role play, strategi
the power of two, strategi membaca nyaring, strategi membaca diam, strategi
menulis berkelompok, strategi penjelasan singkat, strategi discovery, strategi
problem based learnin
Pengembangan Rumah Tahfidz di Kota Banjarmasin Melalui Pendekatan Sinergisitas (Studi Multisitus pada Rumah Tahfidz Qaryah Thayyibah, Al-Haramain, dan Ummul Qura)
Konsep Rumah Tahfidz terbilang lebih fleksibel dari pesantren tahfidz,
rumah tahfidz tidak memerlukan asrama sebagaimana pesantren untuk karantina
menghafal al-Qur’an. Menjamurnya perkembangan rumah tahfidz menjadi bukti
perhatian orang tua untuk menyekolahkan anak ke rumah tahfidz di Kota
Banjarmasin semakin meningkat.
Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi pengembangan rumah
tahfidz di Kota Banjarmasin melalui pendekatan sinergisitas dengan masyarakat,
donatur, pengelola internal dan Pengelola lembaga tahfidz lainnya. adapun jenis
penelitian ini adalah studi lapangan (Field Study) dengan sudut pandang kualitatif.
Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yaitu observasi,
wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian yaitu Rumah Tahfidz Qaryah
Thayyibah, Al-Haramain dan Ummul Qura Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan pengembangan rumah tahfidz di Kota
Banjarmasin melalui pendekatan sinergisitas dengan masyarakat yaitu pada rumah
tahfidz Qaryah Thayyibah dan Al-Haramain mendapat dukungan penuh dari
masyarakat sedangkan Ummul Qura Banjarmasin membangun sinergisitas dengan
menjadikan tokoh masyarakat sebagai bagian dari kepengurusan Yayasan Tahfidz
Ummul Qura Banjarmasin. Sinergisitas dengan donatur yang dilakukan Qaryah
Thayyibah yaitu dengan pembina Yayasan yang memiliki berbagai macam usaha,
salah satunya bisnis dibidang properti sehingga memiliki visi menjadikan one home
one hafidz dengan membuka setiap perumahan satu rumah tahfidz sedangkan
Rumah Tahfidz Al-Haramain Ketua Yayasan Al-Haramain bersinergi dengan pihak
luar negeri selanjutnya Tahfidz Ummul Qura Banjarmasin menjadikan donatur
sebagai bagian dari Kepengurusan Yayasan. Sinergisitas dengan pengelola internal
rumah tahfidz Qaryah Thayyibah, Al-Haramain dan Ummul Qura Banjarmasin
rutin melakukan rapat pertemuan pada setiap bulannya. Dan sinergisitas dengan
pengelola tahfidz lainnya yang dilakukan rumah tahfidz Qaryah Thayyibah dan
Ummul Qura Banjarmasin tergabung dalam forum yaitu BKPAKSI sedangkan Al�Haramain pada ustadz menjadi trainer metode Ummi Banjarmasin