IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Analisis Keabsahan Nikah dan Waris Pasangan Mualaf yang Mualafnya Tidak Bersama-sama (Penetapan Nomor 21/Pdt.P/2024/PA.Ktb)

    Get PDF
    Dalam masyarakat sosial beragama, perpindahan agama setelah menikah bisa terjadi, salah satu contoh nyata ketika pasangan non-Muslim kemudian memeluk Islam, namun keislamannya tidak bersamaan dan tanpa mengulang akad. Dalam ajaran Islam, kondisi ini membuat status pernikahan ditangguhkan selama masa iddah (tiga bulan). Permasalahan menjadi penting ketika pernikahan seperti ini dijadikan dasar pengajuan hak waris, seperti dalam Penetapan Nomor 21/Pdt.P/2024/PA.Ktb. Jenis penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumen terhadap salinan Penetapan Nomor 21/Pdt.P/2024/PA.Ktb serta literatur terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan fokus pada pertimbangan hukum hakim dalam perkara tersebut. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menetapkan pernikahan pasangan mualaf tetap sah meskipun keislaman keduanya tidak bersamaan, selama suami masuk Islam dalam masa iddah istri dan tidak ada hubungan mahram di antara mereka. Masa iddah ini dialami oleh istri karena perubahan status agama menyebabkan penangguhan hubungan perkawinan menurut hukum Islam, sehingga istri wajib menunggu selama masa iddah untuk memastikan apakah suaminya akan mengikuti memeluk Islam. Jika suami masuk Islam dalam masa tersebut, maka pernikahan tetap sah tanpa perlu diulang akadnya. Pertimbangan ini didasarkan pada pandangan Imam Syafi‘i dalam al-Umm yang menjelaskan bahwa pernikahan tidak batal apabila pasangan lainnya menyusul masuk Islam sebelum iddah berakhir, serta sesuai dengan Pasal 171 huruf c Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan bahwa pernikahan yang sah dapat menjadi dasar pewarisan. Dengan demikian, pernikahan dan hak waris pasangan mualaf yang masuk Islam tidak bersamaan tetap diakui selama seluruh syarat syariat terpenuhi dan tidak terdapat halangan huku

    Representasi Nilai Human Equality dalam Serial Anime One Piece Arc Sabaody (385-405): Kajian Semiotika Roland Barthes

    Get PDF
    Penelitian ini membahas representasi kesetaraan manusia (Human Equality) dalam One Piece dengan fokus pada Arc Sabaody, bagian naratif yang menyoroti ketimpangan sosial antara manusia, manusia ikan, dan kelompok dengan status berbeda. Arc ini penting karena menggambarkan bagaimana diskriminasi struktural dan kekerasan simbolik dilegitimasi oleh tatanan Dunia Pemerintah, terutama melalui praktik perbudakan dan privilese Tenryuubito. Latar belakang penelitian berangkat dari pemahaman bahwa karya fiksi populer sering merefleksikan realitas sosial, sehingga analisis Arc Sabaody dapat memberi wawasan mengenai kritik terhadap ketidaksetaraan, hak asasi, dan resistensi terhadap dominasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana konsep kesetaraan manusia dikonstruksi, dipertentangkan, dan diperdalam melalui karakter, konflik, dan peristiwa kunci dalam Arc Sabaody. Penelitian ini juga bertujuan menguraikan pesan-pesan sosial yang muncul serta melihat bagaimana alur tersebut berfungsi sebagai metafora bagi struktur ketidakadilan dalam kehidupan nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data diperoleh melalui observasi adegan, dialog, simbol visual, serta dinamika antar karakter. Analisis dilakukan melalui kategorisasi isu kesetaraan, pembacaan konteks sosial politik dunia fiksi, serta interpretasi makna yang muncul dari konflik antara kelompok tertindas dan kelompok dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi nilai kesetaraan manusia dalam Arc Sabaody pada anime One Piece dibangun melalui konstruksi makna yang kompleks menggunakan pendekatan Semiotika Roland Barthes. Pada level denotatif, simbol-simbol seperti Tenryuubito, kalung budak, rumah lelang, bendera bajak laut, dan tokoh Luffy tampil sebagai elemen visual yang merepresentasikan struktur sosial dalam cerita. Pada level konotatif, simbol simbol tersebut memuat pesan tentang penindasan, ketidakadilan, kehilangan hak kemanusiaan, serta perlawanan terhadap sistem opresif. Sementara itu, pada level mitologis, berbagai representasi tersebut membentuk narasi besar tentang ketimpangan kelas dan kritik terhadap struktur kekuasaan yang tidak adil, sekaligus menghadirkan Luffy sebagai figur pembawa nilai kesetaraan dan kebebasan

    Pola Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Keberagaman Masyarakat Transmigran di Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Pendidikan Agama Islam di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam merespons realitas keberagaman masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi seperti Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang dihuni oleh komunitas dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Keberagaman ini menuntut pola pendidikan agama yang mampu menanamkan nilai moderasi dan toleransi secara kontekstual. Namun, hingga kini masih minim penelitian yang secara komprehensif memetakan pola pendidikan agama Islam dalam lingkungan keluarga dan masyarakat pada masyarakat transmigran yang majemuk. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji pola pendidikan informal dan nonformal di kalangan komunitas transmigran (Banjar, Jawa, Madura, Bali Muslim, dan NTB), serta menjelaskan peran nilai-nilai lokal dan interaksi budaya dalam pembentukan karakter keislaman yang inklusif dan moderat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pendidikan agama Islam dalam konteks keberagaman masyarakat transmigrasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Fokus utama penelitian diarahkan pada dua ranah penting, yakni pola pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga dan pola pendidikan di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus multi situs, mencakup komunitas transmigran asal Banjar, Jawa (Tengah, Timur, Barat), Madura, Bali Muslim, dan NTB. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori-teori pendidikan Islam klasik dan kontemporer, seperti teori fitrah Ibnu Khaldun, kasb Al-Ghazali, ta’dib al-Attas, konstruktivisme Vygotsky, dan teori akulturasi pendidikan Islam dari Amin Abdullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dilaksanakan secara integratif melalui dua jalur utama: informal di keluarga dan non-formal. Pola pendidikan dalam keluarga menekankan keteladanan, pembiasaan ibadah, dan penanaman nilai-nilai akhlak melalui pendekatan budaya lokal yang khas di setiap komunitas. Komunitas Banjar menggunkan konsep Talu Ba, Sunda menggunakan istilah Piwuruk, Jawa menggunakan istilah Wulungan, Madura menggunkan konsep Tengka, Bali dengan Asta Kosala Kosali dan Lombok dengan sebutan bawaran. Sementara itu, pola pendidikan di masyarakat berfungsi sebagai sarana penguatan nilai keislaman dan kohesi sosial melalui kegiatan keagamaan kolektif yang toleran dan moderatif. Semua konsep Pendidikan keluarga dan Masyarakat di Tanah Laut di akronimkan menjadi IBAN (Ibda-Ittiba, Badal, Adaptasi, Nusantara)

    Implikasi Poligami Siri Terhadap Pemenuhan Hak Istri Kedua di Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari ditemukannya praktik poligami siri di Kecamatan Labuan amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dimana istri kedua pada perkawinan poligami siri tidak mendapatkan keadilan dari segi pembagian haknya dibandingkan dengan istri pertama. Fokus pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi poligami siri terhadap pemenuhan hak istri kedua. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Sumber penelitian ini adalah 5 pasang suami dan istri kedua yang melakukan pernikahan poligami siri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data pada penelitian ini dengan pemeriksaan data, penandaan data, dan penyusunan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik poligami siri yang terjadi di Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya karena kondisi kesehatan istri pertama yang kurang baik, kurangnya perhatian, serta dalih menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Pernikahan poligami tersebut dilakukan secara siri karena masyarakat beranggapan bahwa pernikahan secara resmi sulit untuk dilakukan. Adapun implikasi dalam pemenuhan hak istri kedua pada praktiknya sebagian istri hanya mendapatkan sebagian haknya, tetapi sebagian yang lain mendapatkan haknya secara penuh. Meskipun dalam hukum Islam dalam hal poligami siri, istri kedua tetap memiliki hak yang sama dengan istri pertama, sedangkan dalam hukum positif, poligami berimplikasi dalam pemenuhan hak istri, dimana istri yang dipoligami siri tidak bisa menuntut haknya di hadapan hukum karena tidak memiliki bukti otentik. Dengan demikian, istri dalam pernikahan poligami siri perlu meminta agar pernikahannya disahkan secara hukum melalui pencatatan nikah

    Nilai-nilai Dakwah dalam Vidio Original Series Doa Mengancam Karya Hanung Bramantyo

    Get PDF
    Perkembangan dunia yang begitu pesat berhasil membawa banyak hal baru dalam kehidupan manusia, termasuk perkembangan dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran agama islam. Pada masa sekarang dakwah tidak hanya dapat dilakukan dan diperoleh melalui cara tradisional, namun juga melalui cara atau media yang telah dimodifikasi yang dikemas semenarik mungkin agar dapat tersampaikan dengan baik, mudah dan dapat dipahami. Pemanfaatan perkembangan dan kemajuan yang terjadi saat ini merupakan sebuah langkah yang dapat dipilih. Sebagaimana yang diketahui, salah satu komponen penting dari dakwah adalah media dakwah dan nilai dakwah itu sendiri. Mengacu pada pentingnya mengembangkan media dakwah dan memahami nilai dakwah yang disampaikan agar tujuannya dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat serta kehadiran series film yang banyak diminati oleh berbagai kalangan dari berbagai lini usia, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam vidio original series doa mengancam karya Hanung Bramantyo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah Vidio Original Series Doa Mengancam karya Hanung Bramantyo. Objek dari penelitian ini adalah potongan adegan ataupun narasi dialog dalam Vidio Original Series Doa Mengancam karya Hanung Bramantyo yang berkaitan dengan nilai-nilai dakwah yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vidio original series doa mengancam karya Hanung Bramantyo mengandung 3 nilai dakwah yakni nilai akidah, nilai syari’ah dan nilai akhlak. Adapun rincian aspek-aspek dakwah tersebut sebagai berikut: Nilai Dakwah Akidah meliputi adegan larangan mengancam dan menyekutukan Allah, adegan larangan berprasangka buruk terhadap takdir Allah, adegan Ikhlas terhadap takdir Allah. Adapun Nilai Dakwah Syari’ah meliputi adegan ibadah sholat sekaligus berdoa dan adegan meninggalkan larangan bermabuk-mabukan. Adapun Nilai Dakwah Akhlak meliputi adegan mengucap istighfar, adegan saling menasihati, adegan menyampaikan kebenaran dan meminta maaf serta adegan tidak berputus as

    Pemahaman Tauhid Remaja Pengguna Tiktok di Desa Puain Kiwa Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong

    Get PDF
    Pemahaman tauhid ialah kesejatian ibadah kepada Allah, artinya beribadah kepada Allah secara murni dan konsisten, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan rasa rendah hati, cinta, harap dan takut kepada-Nya. Masa muda para remaja merupakan masa sempurnanya pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Maka ini merupakan nikmat besar dari Allah Ta’ala yang seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik sebaiknya untuk amal kebaikan guna meraih ridha Allah Ta’ala. Akan tetapi bersamaan dengan itu, masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk menahan hawa nafsu. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah bagaimana pemahaman tauhid remaja pengguna tiktok dan faktor – faktor yang mempengaruhi tauhid remaja pengguna tiktok Desa Puain Kiwa Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Pemahaman dan pengaplikasian tauhid pada remaja desa Puain Kiwa Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong cukup rendah, Mayoritas dari mereka hanya memahami tauhid secara umum saja sebatas Tuhan itu maha Esa, islam hanya sekedar membaca syahadat, sholat, dan puasa saja, sedangkan konsekuensi yang melekat pada makna tauhid mereka kurang memahaminya. Faktor yang mempengaruhi pemahaman tauhid remaja dari sisi internal meliputi kurangnya minat remaja dalam mempelajari ilmu agama, khususnya tentang tauhid dan dari sisi eksteren meliputi kurangnya bimbingan orang tua, media sosial tiktok dan teman sebaya atau pergaulan remaja yang cenderung lebih menyukai bergaul dengan remaja yang tidak paham ilmu Agama

    Pengaruh Metode Guided Note Taking Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas V Di Mi Siti Mariam Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran IPS, yaitu pembelajaran konvensional, khususnya metode ceramah yang bersifat satu arah sehingga siswa kurang aktif, mudah bosan, dan kesulitan memahami materi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas belajar sebelum,sesudah dan Pengaruh Metode Guided Note Taking Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas V Di MI Siti Mariam Banjarmasin Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu eksperimen, menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (Pretest dan Posttest), wawancara, dan dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sebelum menggunakan metode pembelajaran Guided Note Taking berada pada kategori “Kurang Baik” dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 35,67. Aktivitas belajar siswa sesudah menggunakan metode Pembelajaran Guided Note Taking yaitu sebesar 67,53 dengan kategori “Sangat Baik” nilai tersebut menunjukkan peningkatan. Hasil uji T memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode Guided Note Taking. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Guided Note Taking berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa di kelas V di MI Siti Mariam Banjarmasi

    Exploring E-Book Features to Enhance Student Reading Comprehension

    Get PDF
    The integration of digital media, especially e-books, has provided new approach in English learning practices. As e-books continue to replace traditional print materials, several significant shifts occur in the teaching and learning process, particularly in developing students’ reading comprehension. Thus, this research aims to find out how students explore and utilize e-book features, the benefits they experienced, and the challenges they faced. This study employed qualitative case study design. The research conducted systematically at Al Mazaya Islamic School. The researcher applied observation in the English reading lessons and conducted interviews to one English teacher and four student representatives of two classes in 9 grade. The observations revealed how e-book features were integrated into reading instruction, while the interview findings provided detailed insights regarding the benefits and challenges. This Research utilizes thematic analysis as the primary technique to analyze qualitative data derived from interviews and observasions, in addition the interview data were transcribed verbatim and further, along with the observation data, analyzed using thematic analysis. The results highlight that the teacher effectively implemented e-books as the main learning medium. This was evident with the integration of the features namely, dictionary tools, audio narration, interactive pictures, highlighting, and quizzes on the stages of English reading comprehension. Students gain benefits of e-book features in improved vocabulary, enhanced comprehension through multimodal input, increased motivation, and greater independence in learning. However, several challenges were found in its utilization, including unstable internet connection, features errors, and differences in students’ digital literacy skills. Additionally, technical issues such as lags, battery life, unclear audio, and slow-loading pages affected the overall learning process. Despite these challenges, e-book features played a significant role to create more engaging, flexible, and student-centered environment for English reading comprehension

    Analisis Terhadap Penetapan Nomor 0006/Pdt.P/2024/Pa.Pas (Perspektif Maqâshid al-Syarî‘ah)

    Get PDF
    Perkara dispensasi kawin merupakan pengecualian terhadap batas usia perkawinan yang hanya dapat diberikan oleh pengadilan apabila terdapat alasan yang dinilai mendesak dan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Dalam konteks itu, skripsi ini berangkat dari kebutuhan untuk menilai secara kritis bagaimana Pengadilan Agama mengambil keputusan dalam perkara dispensasi kawin, khususnya pada Penetapan Nomor 0006/Pdt.P/2024/PA.Pas, serta sejauh mana pertimbangan hakim selaras dengan tujuan perlindungan dan kemaslahatan dalam hukum Islam melalui perspektif Maqâshid al-Syarî‘ah Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer meliputi penetapan pengadilan dan peraturan terkait, sedangkan bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal, serta karya ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menguraikan pertimbangan hakim, mengaitkannya dengan norma yang berlaku, lalu menilainya melalui kerangka konseptual Maqâshid al-Syarî‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan pedoman Perma terkait pemeriksaan dispensasi kawin, dengan menilai keterangan para pihak serta alat bukti yang diajukan. Namun, dari perspektif Maqâshid al-Syarî‘ah, pengabulan tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan optimalisasi perlindungan kemaslahatan anak—terutama pada aspek perlindungan jiwa, akal, dan keturunan—sehingga terdapat potensi mafsadat yang perlu lebih ditekan melalui pertimbangan yang lebih ketat dan mendala

    Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Maulid Habsyi dalam Membina Karakter Religius Peserta Didik SMPN 2 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Salah satu kegiatan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan karakter religius adalah ekstrakurikuler maulid habsyi, yaitu kegiatan seni islami berupa lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad Saw yang mengandung nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler maulid habsyi di SMPN 2 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar menjadi menarik untuk dikaji sebagai salah satu upaya dalam membina karakter religius peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler maulid habsyi di SMPN 2 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar dalam membina karakter religius, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler maulid habsyi di SMPN 2 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi lapangan (field research). Subjek penelitian adalah 1 guru pembina dan peserta didik ekstrakurikuler maulid habsyi SMPN 2 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar sedangkan objek penelitian adalah pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler maulid habsyi dalam membina karakter religius. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan sistematis, terarah, dan partisipatif. Guru pembina berperan aktif dalam menetapkan tujuan, menyusun struktur organisasi, menentukan jadwal latihan, memilih metode latihan, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembelajaran materi kegiatan habsyi, pembiasaan ibadah dan sikap sesuai agama, pemberian teladan, dan komunikasi efektif antara pembina dan peserta didik. Dan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi harian, penilaian kinerja peserta didik, dan catatan aktivitas

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇