IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Program Ekstrakurikuler Keagamaan Tahfiz dan Pengajian Untuk Penguatan Softskills Nilai Keagamaan di SMK Muhammadiyah Kota Banjarmasin (Studi Evaluatif Model CIPP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program
ekstrakurikuler keagamaan di SMK Muhammadiyah Kota Banjarmasin dengan
menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Latar
belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter religius
di kalangan siswa SMK, yang pada umumnya memiliki jam pembelajaran agama
yang terbatas. Ekstrakurikuler keagamaan, seperti tahfiz, tahsin, dan pengajian
rutin, menjadi strategi utama sekolah dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara
mendalam di luar jam pelajaran formal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain
sequential exploratory, yaitu memadukan metode kualitatif dan kuantitatif secara
bertahap. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa dari SMK
Muhammadiyah 1, 2, dan 3 di Banjarmasin. Sementara data kuantitatif diperoleh
dari hasil tes pemahaman keagamaan siswa setelah mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen context, program ini
memiliki dasar hukum dan tujuan yang sesuai dengan visi keislaman sekolah. Pada
komponen input, tersedia sumber daya manusia yang cukup kompeten dan sarana
prasarana yang mendukung. Komponen process menunjukkan bahwa pelaksanaan
kegiatan berjalan secara teratur, meskipun masih terdapat beberapa tantangan
terkait partisipasi siswa dan manajemen waktu. Sedangkan pada komponen
product, hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki
capaian tahfiz dan pengetahuan agama pada kategori sedang hingga tinggi. Program
ini terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan softskills nilai keagamaan,
seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, sopan santun, dan kepercayaan diri.
Kegiatan keagamaan juga membentuk sikap kepemimpinan religius siswa,
misalnya melalui kemampuan menjadi imam, menyampaikan ceramah
(muhadharah), dan berinteraksi santun dengan guru maupun teman sebaya
Pengembangan Soft Skill dan Hard Skill Pendidikan Islam Dalam Seni Budaya Islami di Kabupaten Banjar
Selama ini, seni seringkali dipandang sebagai ekspresi estetika yang bersifat
hiburan semata, bahkan tak jarang dianggap jauh dari nilai-nilai religius. Namun dalam
perspektif pendidikan Islam, seni justru memiliki potensi besar sebagai media dakwah,
pembentukan karakter, dan pengembangan potensi diri secara menyeluruh..
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan (field research) dengan
teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi partisipatif, dan dokumentasi,
yang bertujuan untuk mengungkap secara mendalam proses pengembangan soft skill
dan hard skill pendidikan Islam melalui aktivitas seni budaya Islami yang dilaksanakan
oleh tiga lembaga seni di Kabupaten Banjar, yaitu Sanggar Arrumi, Pawadahan Nanang
Galuh Intan, dan Sinoman Hadrah Al-Fata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan soft skill mencakup
pembinaan komunikasi efektif, kerja tim, kepemimpinan, manajemen waktu,
kedisiplinan, serta pembentukan karakter dan etika Islami. Sementara pengembangan
hard skill diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan teknis seperti
teater, musik panting, madihin, hadrah, sastra, nasyid, hingga pengelolaan kegiatan
budaya Islami. Ketiga lembaga tidak hanya mengasah keterampilan seni, tetapi juga
menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam secara integratif, meliputi aspek akidah,
akhlak, ibadah, sejarah Islam, spiritualitas, hingga dimensi sosial dan rasionalitas.
Dengan kegiatan seni budaya Islami terbukti mampu menjadi media pendidikan Islam
dalam mengembangkan kompetensi secara menyeluruh baik dalam keterampilan teknis
maupun pembentukan kepribadian yang religius, kreatif, dan cinta terhadap budaya
Isla
Corak dan Metode Kajian Tafsir Ustadz Adi Hidayat di Channel Youtube Adi Hidayat Official
Penelitian ini bertujuan mengkaji corak dan metode penafsiran Ustadz Adi
Hidayat dalam channel YouTube resmi ‘Adi Hidayat Official’. Dengan pendekatan
deskriptif-kualitatif dan analisis isi pada sejumlah video tafsir, ditemukan bahwa
corak tafsir Ustadz Adi dominan bercorak adabi ijtima’i dengan metode
penyampaian ceramah interaktif berbasis referensi klasik dan kontekstualisasi
sosial. Ceramah Ustadz Adi dianggap relevan untuk menjawab berbagai persoalan
di zaman sekarang. Ceramahnya juga dipadukan dengan tanya jawab interaktif
sehingga membuat penonton dari ceramahnya mudah memahami isi dari apa yang
ia sampaikan.
Pemilihan Ustadz Adi sebagai ulama tafsir yang dikaji tentu tidak salah
sejalan dengan keilmuaan yang ia miliki.
Kajian Tafsir di era moderen menekankan pada penggunaan media kajian
tafsir dimana segala hal terkait tafsir sudah menyebar hingga kepada pengguna
sosial media secara personal, pentingnya kajian terhadap tafsir di era modern adalah
memperkuat dan memperketat serta meneliti tafsir sebagai sebab dari kebebasan
berpendapat di sosial media. Sebagaimana sejarah Islam seorang muffasir
diharuskan mampu memenuhi persyaratan sebagai muffasir. Urgensi ini sejalan
dengan hadirnya Ustadz Adi hidayat sebagai tokoh yang menyebarkan kajian tafsir.
Ustadz adi hidayat juga memuat sumber kitab tafsir yang beragam seperti
tafsir ibnu katsîr, tafsir ath-thabari, tafsir al-wasîth. Dalam kajian tafsirnya beliau
menjelaskan bahwa alasan beragamnya sumber kitab tafsir yang digunakan ialah
untuk memperkaya wawasan dan referensi kajia
Pengembangan LKPD Berbasis CUPs PjBL Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Fluida Statis
Penelitian
dilatar
belakangi karena belum ada LKPD yang
mengkombinasikan model CUPs-PjBL yang dikembangkan oleh guru khususnya
pada materi fluida statis dan pengukuran kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Adapun tujuan peneltian ini secara khusus adalah: (1) Menjelaskan validitas
pengembangan LKPD berbasis CUPs-PjBL terhadap kemampuan berpikir kritis
pada materi fluida statis, (2) menjelaskan respon peserta didik terhadap LKPD
berbasis CUPs-PjBL pada materi fluida statis, (3) Mengetahui kemampuan berpikir
kritis peserta didik menggunakan LKPD berbasis CUPs-PjBL pada materi fluida
statis.
Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan R&D (Research and
Development). Desain penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE
dari tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Tempat
penelitian ini adalah di SMA Negeri 3 Banjarmasin pada semester genap tahun
ajaran 2024/2025. Subjek penelitian ini yaitu, validator ahli dan peserta didik SMA
Negeri 3 Banjarmasin. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara
angket dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase validasi sebesar 90%
dengan kriteria sangat valid. Respon peserta didik terhadap LKPD memperoleh
persentase sebesar 88% dengan kriteria sangat baik. Hasil tes kemampuan berpikir
kritis peserta didik memperoleh persentase sebesar 72% dengan kriteria tinggi.
Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa LKPD Berbasis CUPs-PjBL Terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis peserta didik layak digunaka
Pengembangan Learning Management System (LMS) Berbasis Artificial Intelligence (AI) Untuk Meningkatkan Soft Skill Dan Literasi Digital Mahasiswa STIQ Amuntai
Dunia pendidikan harus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi
digital. Mahasiswa PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) sebagai calon
guru butuh peningkatan soft skill dan literasi digital, tapi penggunaan teknologi
seperti Learning Magement System (LMS) dan Artificial Intelligence (AI) di
kampus belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan
LMS berbasis AI untuk Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai dengan
mendesain pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan soft skill dan literasi
digital mahasiswa PGMI. Penelitian ini akan menjelaskan cara pengembangannya,
menilai kelayaka produk, dan mengukur efektifitas produk.
Penelitian ini menggunakan metode Riset dan Pengembangan (R&D)
dengan model eLab Fast Prototyping. Model ini dipilih karena memungkinkan
pengembangan sistem pembelajaran online yang cepat, kolaboratif, dan fleksibel.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, FGD, kuesioner, dan tes.
Analisis data menggunakan deskriptif, uji analisis Linear Mixed Model (LMM) dan
korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) LMS berbasis AI berhasil
dikembangkan menggunakan model eLab Fast Prototyping dengan tiga tahapan
yaitu menentukan tujuan dan strategi pengembangan, siklus produk dan siklus
proses, teknologi AI membantu mendesain konten pembelajaran yang kemudian
disempurnakan oleh dosen. Materi soft skill desain dengan mengintegrasikan nilai
nilai Islam dan kisah Nabi Muhammad Saw, dan materi literasi digital desain
dengan menyesuaikan kebutuhan calon guru madrasah di era digital, 2) Tingkat
kelayakannya LMS sangat tinggi (rata-rata 92,2%), dan persepsi pengguna dengan
skor rata-rata 79,57 (kategori tinggi), 3) Implementasi LMS berbasis AI efektif
meningkatkan soft skill dan literasi digital mahasiswa. Pada ranah kognitif
peningkatan skor rata-rata soft skill dari 68,3 menjadi 73,0 dan literasi digital dari
67,36 menjadi 75,18. Secara statistik uji LMSS menunjukkan perbedaan yang
signifikan (p = 0,037 untuk soft skill dan p = 0,003 untuk literasi digital). Pada
ranah afektif, korelasi antara postes soft skill ranah kognitif dan angket soft skill
ranah afektif signifikan yang lemah (r = 0,312; p = 0,022). Sementara pada ranah
psikomotorik, terdapat korelasi yang sangat kuat antara postest literasi digital ranah
kognitif dan kemampuan mendesain elearning (r = 0,947; p = 0,000). Temuan ini
menegaskan efektivitas LMS dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa secara
komprehensif mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotori
Penerapan Etika Bisnis Islam pada Proses Produksi Home Industri Kerupuk Amplang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan nilai-nilai etika
bisnis Islam dalam kegiatan produksi, khususnya pada sektor home industri yang
sering luput dari perhatian. Salah satu industri rumahan yang menarik untuk
diteliti adalah kerupuk Amplang Maya Srinda yang berada di Kelurahan Pantai
Hambawang Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana
penerapan etika bisnis Islam dalam proses produksi home industri tersebut,
dengan fokus pada aspek kehalalan bahan baku, prinsip produksi Islami, serta
tanggung jawab sosial terhadap karyawan dan lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha sebagai
informan utama, serta observasi terhadap kegiatan produksi di lapangan. Teknik
pengumpulan data dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi yang
relevan mengenai praktik produksi dan kesesuaiannya dengan prinsip etika bisnis
Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa home industri ini telah menerapkan
beberapa prinsip etika bisnis Islam seperti tanggung jawab, keadilan, dan
pemberdayaan masyarakat lokal. Namun, ditemukan pula pelanggaran terhadap
prinsip kebenaran, seperti praktik penggantian ikan tenggiri dengan ikan tongkol
tanpa pemberitahuan kepada konsumen. Penelitian ini merekomendasikan
pentingnya peningkatan pemahaman dan konsistensi dalam menerapkan nilai-
nilai etika bisnis Islam secara menyeluruh agar kegiatan usaha tidak hanya
menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkah dan beretika
Alumni Timur Tengah dan Tradisi Ilmu Ilmu Keislaman pada Pondok Pesantren di Kalimantan Selatan
Dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, pesantren menghadapi
dilema antara mempertahankan tradisi keilmuan klasik dan tuntutan modernisasi,
serta tantangan globalisasi yang membawa beragam metodologi pendidikan Islam
dari berbagai belahan dunia. Pesantren juga dituntut untuk mengembangkan
kurikulum yang mengintegrasikan kajian kitab kuning dengan ilmu pengetahuan
modern, sambil mempertahankan identitas lokal dan beradaptasi dengan
perkembangan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran dan kontribusi
alumni Timur Tengah di pondok pesantren, dan (2) mengkaji implikasi alumni
Timur Tengah terhadap tradisi ilmu-ilmu keislaman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi
multi-kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan,
wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di tiga pondok pesantren. Analisis
data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan validitas data
diuji berdasarkan empat kriteria: kredibilitas (perpanjangan pengamatan dan
triangulasi), transferabilitas (deskripsi kontekstual mendalam), dependabilitas
(audit trail), dan konfirmabilitas (pemeriksaan sejawat).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga pesantren mampu
mengintegrasikan keilmuan Timur Tengah dengan konteks lokal melalui strategi
berbeda. Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah mengembangkan kurikulum
ganda yang memadukan standar Al-Azhar (Lajnah Mu’adalah) dan kurikulum
nasional, sementara Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin mengharmonisasikan
tradisi sanad Yaman dengan pendekatan student-centered learning. Pondok
Pesantren Bakkah unggul dengan kurikulum terakreditasi standar Madinah dan
inovasi pedagogis seperti kebijakan "Wajib Bertanya". Studi ini juga mengungkap
transformasi fungsi sanad dari sekadar otentikasi keilmuan menjadi instrumen
strategis untuk rekrutmen kader ulama dan penguatan jaringan transnasional
pesantren. Temuan ini merekonstruksi peran pesantren sebagai mediator keilmuan
Islam global-lokal
Tafsir Audiovisual Surah Al-’Alaq Pada Kanal YouTube Adi Hidayat Official (Analisis Epistemologi Tafsir)
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena berkembangnya
media sosial sebagai salah satu sarana penyebaran dakwah dan kajian tafsir al
Qur’an. Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah YouTube, yang
menjembatani masyarakat untuk mengakses berbagai kajian keagamaan, termasuk
tafsir al-Qur’an secara luas. Di tengah maraknya kajian tafsir di media sosial,
penting untuk memastikan bahwa penafsiran yang beredar memiliki landasan
epistemologi yang jelas, agar tidak menyimpang dari tujuan utama al-Qur’an.
Surah al-’Alaq dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan wahyu
pertama yang diturunkan kepada Rasulullah dan memiliki posisi penting sebagai
fondasi epistemologi keilmuan dalam Islam. Surah ini menegaskan sumber utama
ilmu pengetahuan, yaitu Allah Swt, melalui proses pengajaran (ta‘lim), serta
memberikan peringatan terhadap potensi penyimpangan manusia yang dapat
menjerumuskan dalam kesombongan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber-sumber penafsiran
yang digunakan oleh Ustaz Adi Hidayat, menganalisis metode penafsirannya, serta
menguji validitas penafsiran yang beliau sampaikan terhadap surah al-’Alaq.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis studi
pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Data primer berasal dari
video-video kajian tafsir surah al-’Alaq oleh Ustaz Adi Hidayat di kanal YouTube
Adi Hidayat Official, sedangkan data sekunder berupa literatur terkait epistemologi
tafsir, metode tafsir, dan kajian tafsir kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber penafsiran yang digunakan
oleh Ustaz Adi Hidayat mencakup al-Qur’an, hadis, pendapat para ulama, dan
ijtihad pribadi berdasarkan keilmuan yang dikuasainya. Metode penafsiran yang
digunakan adalah metode tahlîlî dan maudhû’î li al-surah, dengan pendekatan yang
sistematis, mendalam, serta didukung oleh penguasaan ilmu bahasa Arab dan
disiplin keislaman lainnya. Validitas penafsiran yang dilakukan oleh Ustaz Adi
Hidayat memenuhi tiga kriteria kebenaran, yaitu koherensi, korespondensi, dan
pragmatisme. Koherensi tampak dari konsistensi penafsiran dengan sumber tafsir,
korespondensi tampak dari kesesuaian penafsiran dengan fakta ilmiah, dan
pragmatisme terlihat dari manfaat tafsirnya dalam memberikan solusi kehidupan
bagi umat Islam.
Penelitian
ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan studi ilmu tafsir, khususnya dalam memahami epistemologi
penafsiran pada era digital melalui media audiovisua
Pertolongan Malaikat dalam Perang Badar Perspektif Ibnu Katsîr: Studi Penafsiran Q.S. Âli ‘Imrân: 123 - 129
Peristiwa Perang Badar merupakan salah satu titik balik penting dalam
sejarah Islam, di mana keterlibatan malaikat sebagaimana disebutkan dalam Q.S.
Âli ‘Imrân: 123 -129 menjadi simbol pertolongan ilahi bagi umat Islam. Selama ini,
pemaknaan ayat-ayat tersebut cenderung bersifat literal dan historis, sehingga
kurang mengeksplorasi dimensi simbolik dan tujuan syar’i yang dikandungnya.
Masalah penelitian ini berfokus pada bagaimana Ibnu Katsîr menafsirkan ayat-ayat
tersebut, apa makna simbolik serta maqâshidîī dari pertolongan malaikat, dan apa
hikmah yang dapat ditarik bagi umat Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kepustakaan (library research), memanfaatkan sumber primer berupa Tafsîr al
Qur’ân al-‘Azhîm karya Ibnu Katsîr, serta sumber sekunder seperti literatur tafsir,
teori Maqâshid al-Qur’ân, dan kajian Semiotika Qur’aniyah. Analisis dilakukan
melalui kerangka teori Maqâshid al-Qur’ân untuk menemukan tujuan syar’i dari
peristiwa tersebut, dan teori Semiotika Qur’aniyah untuk mengungkap makna
simbolik dalam struktur bahasa dan narasi Al-Qur’an.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsîr menafsirkan turunnya
malaikat bukan hanya sebagai intervensi ghaib untuk memenangkan perang, tetapi
juga sebagai sarana penguatan iman, kabar gembira, dan pendidikan ruhani bagi
kaum Muslimin. Dalam kerangka maqâshidî, peristiwa ini mencerminkan prinsip
hifzh al-dîn (penjagaan agama) dan tegaknya kebenaran. Sementara dari perspektif
semiotik, malaikat dipahami sebagai tanda (sign) kehadiran ilahi yang meneguhkan
hati dan membentuk persepsi psikologis pasukan Muslim. Kesimpulan penelitian
ini adalah bahwa pertolongan malaikat dalam Perang Badar mengandung pesan
teologis, spiritual, dan psikologis yang terus relevan bagi umat Islam. Peristiwa ini
bukan hanya kisah sejarah, tetapi juga sarana pendidikan iman dan penguatan
identitas umat dalam menghadapi tantangan zaman. Kontribusi penelitian ini adalah
memperkaya wacana tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan integratif antara tafsir
klasik, teori maqâshidî, dan semiotika, sehingga membuka ruang pembacaan yang
lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan
bagi pengembangan kajian tafsir tematik, serta memberikan inspirasi bagi umat
Islam untuk memahami pertolongan Allah secara lebih mendalam dan aplikatif
Pengembangan Bahan Ajar pada Materi Aljabar dengan Menggunakan Model Pembelajaran STEAM Berbasis Aplikasi Seesaw
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar pada materi
aljabar dengan menggunakan model pembelajaran STEAM berbasis aplikasi
Seesaw, menjelaskan kelayakan bahan ajar, mengukur efektivitas, dan mengetahui
kepraktisan bahan ajar.
Peneliian ini merupakan jenis penelitian (research and development) yang
menggunakan model ADDIE (Analyze-Design-Development-Implementation
Evaluation). Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dan kuantitatif. Objek pada penelitian ini merupakan para peserta didik kelas VII
SMPN 23 Banjarmasin. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi,
validasi ahli, angket responden, dan tes.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan diperoleh bahwa penelitian
ini telah menghasilkan suatu produk bahan ajar dengan menggunakan model
pembelajaran STEAM berbasis aplikasi Seesaw. Dengan mengikuti Langkah
langkah seperti tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap
implementasi, dan tahap evaluasi. Kualitas bahan ajar yang dikembangkan telah
melewati berbagai proses validasi dari para ahli dosen yang terdiri dari validasi ahli
materi, dan validasi ahli media dengan klasifikasi “Sangat Laya