IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengaruh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki banyak sumber daya alam dan manusia. Namun, angka kemiskinan di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistika (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2022 adalah 26,16 juta jiwa atau sebesar 9,54 persen. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dengan adanya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengaruh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) terhadap kesejahteraan masyarakat (secara parsial dan simultan) di kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode metode penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif atau hubungan. Hasil penelitian ini, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,037 lebih kecil dari 0,05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel BPNT dengan Kesejahteraan Masyarakat. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,043 lebih kecil dari 0,05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor BLT-DD dengan Kesejahteraan Masyarakat. Berdasarkan hasil uji F dapat diketahui nilai Fhitung sebesar 3,663 dengan signifikansi sebesar 0,008 jika dibandingkan dengan F tabel sebesar 3,15 dan nilai signifikansi dibandingkan dengan nilai α(0,05), maka F hitung > F tabel dan signifikansi 0,008 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa faktor BNPT dan BLT-DD secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kesejahteraan masyarakat

    Perspektif Pelaku Nikah Siri Terhadap Peran Penghulu Kampung Analisis Hukum Positif dan Hukum Islam

    Get PDF
    Penelitian ini membahas secara mendalam perspektif pelaku nikah siri terhadap peran Penghulu Kampung di Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, serta analisisnya menurut Hukum Positif dan Hukum Islam. Fenomena nikah siri yakni pernikahan yang sah secara agama namun tidak tercatat di Kantor Urusan Agama menimbulkan problem hukum terkait status perkawinan, hak waris, pengakuan anak, dan perlindungan hukum bagi istri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis field research yang dipadukan dengan pendekatan normatif-yuridis, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian menganalisisnya berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur fikih. Data primer diperoleh dari pelaku nikah siri, Penghulu Kampung, dan pihak terkait di Kecamatan Takisung, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen hukum dan literatur akademik. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memaparkan temuan lapangan dan mengaitkannya dengan ketentuan hukum positif dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penghulu Kampung berperan sebagai penasehat, fasilitator saksi dan wali, serta pelaksana akad nikah dengan tujuan utama menghalalkan hubungan dan mencegah zina. Dalam perspektif Hukum Islam, nikah siri yang memenuhi rukun dan syarat dianggap sah, namun dianjurkan untuk diumumkan dan dicatat demi kemaslahatan (maslahah) serta pencegahan mudarat. Sebaliknya, menurut Hukum Positif Indonesia, setiap perkawinan harus dicatat agar memiliki kekuatan hukum. Perkawinan yang tidak dicatat dianggap tidak memenuhi syarat administratif dan tidak menimbulkan akibat hukum perdata, sehingga peran Penghulu Kampung dalam menikahkan siri tidak memiliki legitimasi hukum negara. Analisis menunjukkan adanya ketegangan antara sahnya pernikahan secara syar‘i dan tuntutan legalitas formal negara, yang berdampak pada perlindungan hukum pasangan dan anak. Penelitian ini merekomendasikan sinkronisasi pemahaman masyarakat melalui edukasi hukum dan mendorong Penghulu Kampung untuk mengarahkan pencatatan resmi perkawinan demi terpenuhinya kedua aspek hukum tersebu

    Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja pada Pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar dengan Perceived Organizational Support sebagai Variabel Moderator

    Get PDF
    Kepuasan kerja merupakan aspek penting yang memengaruhi kenyamanan, semangat kerja, serta loyalitas pegawai dalam suatu organisasi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan kerja adalah kompensasi, yakni imbalan atas kontribusi dan kinerja pegawai. Namun, tidak semua pegawai merespons kompensasi dengan tingkat kepuasan yang sama. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan tersebut adalah perceived organizational support, yaitu sejauh mana pegawai merasa bahwa organisasi menghargai kontribusi dan peduli terhadap kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja, serta menguji apakah perceived organizational support berperan sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana serta analisis regresi moderasi (moderated regression analysis) dengan bantuan SPSS versi 25.0 dan PROCESS Macro versi 4.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien regresi β = 0,553 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis pertama (Ha1) diterima. Sementara itu, hasil uji interaksi antara kompensasi dan perceived organizational support menunjukkan nilai β = -0,089 dengan signifikansi p = 0,499 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat pengaruh moderasi, sehingga hipotesis kedua (Ha2) ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi secara langsung memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja, namun tidak dimoderasi oleh perceived organizational suppor

    Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Layanan Shopee Barokah

    Get PDF
    Elektronik Commerece telah menjadi trend dikalangan masyarakat modern saat Internet sudah bisa diakses secara lansung dan dimana saja. Keadaan ini menjadikan transaksi jual beli juga membutuhkan penyesuaian dalam pelaksanaannya dan perlu adanya hukum ekonomi yang melandaskan transaksi tersebut. Shopee menjadi salah satu platform yang memfasilitasi adanya transaksi Islami dan menjual produk halal dengan menyediakan sebuah layanan yang bernama Shopee Barokah dengan klaim transaksi Islami dan Jaminan Produk halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan shopee barokah yang menyatakan diri sebagai platform yang menjual produk halal dan transaksi islami dalam proses transaksinya serta bagaimana hukum ekonomi syariah yang diterapkan proses layanan shopee barokah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris dengan pendekatan undang-undang aturan aturan hukum yang diberlakukan dalam transaksi tersebut. Yang dijadikan objek kajian adalah shopee barokah dengan transaksi dan produk yang ditawarkan dalam layanan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan secara garis besar akad salam yang digunakan dalam hampir setiap transaksi pada layanan shopee barokah ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Namun, dalam praktiknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kembali untuk metode pembayaran yang diterapkan terkhusus pada layanan ini. karena penulis menemukan masih adanya tawaran membeli barang dengan metode pembayaran spayletter yang mengidentifikasikan adanya praktik bunga yang diberlakuka

    Penguatan Hafalan Al-Qur’an Melalui Pendekatan Spiritual: Studi Tentang Salat Sunah Empat Surah di Pondok Tahfizhul Qur'an Al-Ihsan 2 Putra Desa Bentok Kecamatan Bati-Bati

    Get PDF
    Pembelajaran dan penguatan hafalan Al-Qur’an di pesantren tidak hanya bertumpu pada metode teknis, tetapi juga diperkaya dengan pendekatan spiritual yang menginternalisasi nilai-nilai ruhani dalam jiwa para santri. Salah satu bentuk praktik spiritual yang hidup di kalangan santri adalah pengamalan salat sunah empat surah yakni Surah As-Sajdah, Yā-Sīn, Ad-Dukhān dan Al-Mulk yang secara khusus dilaksanakan setiap malam Jumat sebagai amalan rutin. Tradisi ini diyakini memiliki dimensi keberkahan tersendiri, baik dalam aspek keilmuan maupun spiritualitas, khususnya dalam mendukung kelancaran hafalan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana praktik dan pemahaman para santri terhadap salat sunah empat surah, serta melakukan studi akan pengaruhnya terhadap penguatan hafalan Al-Qur’an di Pondok Tahfizhul Qur’an Al-Ihsan 2 Putra, Desa Bentok, Kecamatan Bati-Bati. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), yang melibatkan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Sebanyak 5 dari 24 Ustadz dan 10 santri laki-laki dipilih sebagai responden dari total 190 santri, berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam pelaksanaan amalan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik salat sunah empat surah tidak hanya menjadi bentuk ritual mingguan, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen spiritual yang memperkuat kesadaran diri, konsistensi ibadah, serta menumbuhkan ketenangan batin dalam proses menghafal. Para santri menilai bahwa pelaksanaan amalan ini membawa pengaruh positif terhadap semangat dan fokus mereka dalam menghadapi tantangan hafalan. Dalam perspektif living Qur’an, praktik ini merupakan perwujudan dari nilai-nilai Qur’ani yang dihidupkan dalam aktivitas keseharian, menjadikan Al-Qur’an tidak hanya dihafal secara lafaz, tetapi juga diresapi secara makna dalam perilaku dan spiritualitas santr

    Nilai-Nilai pada Tradisi Manopeng Analisis Aksiologi Max Scheler

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan tradisi manopeng yang masih terus dilaksanakan di zaman yang serba modern saat ini dengan minat yang tinggi dari masyarakat Banyiur dan sekitarmya. Meski banyak nilai yang terkandung di dalam tradisi tersebut, namun pada umumnya masyarakat tidak menyadarinya bahwa selama ini mereka hanya melaksanakan tanpa berupaya untuk memahami tradisi tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian secara mendalam untuk mencari nilai tersebut dengan menggunakan teori nilai Max Scheler. Penelitian deskriptif – kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui tahapan proses pelaksanaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manopeng di Banyiur Luar. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah keluarga zuriyat Datu Mahbud dan objek penelitian ini adalah tradisi manopeng. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori nilai Max Scheler. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tradisi manopeng di Banyiur Luar merupakan kegiatan yang rutin dan harus dilaksanakan oleh keluarga zuriyat Datu Mahbud setiap tahun. Berdasarkan teori nilai Max Scheler terdapat empat tingkatan nilai pada tradisi ini, yaitu nilai kesenangan yang tergambar dari rasa senang keluarga zuriyat yang dapat berkumpul dan antusias warga untuk membantu dan menyaksikan acara tersebut. Nilai vitalitas atau kehidupan yang tergambar hampir diseluruh rangkaian kegiatan tradisi manopeng mulai dari persiapan hingga tahap pelaksanaan. Nilai spiritual yang tergambar melalui kepercayaan keluarga bahwa leluhur mereka menuntut untuk dilaksanakannya tradisi tersebut dan kepercayaan akan dijauhkannya keluarga dari bala yang berupa penyakit pingitan dan nilai kekudusan yang tampak melalui bagaimana cara pelaksanaan tradisi manopeng yang memasukkan unsur agama di dalamny

    Praktik Zakat Sarang Burung Walet (Studi Kasus di Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru Kalimantan Tengah)

    Get PDF
    Zakat merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang berfungsi sebagai sarana redistribusi kekayaan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kalimantan Tengah, industri sarang burung walet berkembang pesat dan menjadi sumber penghasilan utama masyarakat. Namun, praktik zakat dari usaha sarang walet ini belum dikelola secara optimal dan menghadapi berbagai kendala yang menghambat fungsi sosialnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik zakat sarang burung walet di desa sabuh kecamatan teweh baru kalimantan tengah. Untuk mengetahui kendala praktik zakat sarang burung walet di desa sabuh kecamatan teweh baru kalimantan tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengusaha sarang walet dan pengelola zakat setempat. Hasil penelitian Praktik zakat sarang burung walet di Desa Sabuh, Praktik zakat sarang burung walet di Desa Sabuh oleh lima responden pelaku usaha sarang burung walet sudah berlangsung konsisten dan sesuai hukum Islam, terutama mengikuti model zakat perdagangan dengan nisab 85 gram emas, haul satu tahun, dan kadar zakat 2,5%. Kendala praktik zakat sarang burung walet di Desa Sabuh meliputi kurangnya regulasi khusus, pengawasan yang lemah, rendahnya kesadaran pengusaha, dan peran lembaga zakat resmi yang belum maksimal. Hal ini menghambat pengelolaan zakat secara efektif dan merata

    Gerakan Literasi Sekolah/Madrasah di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Tingkat kemampuan membaca dan minat literasi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data UNESCO tahun 2012, indeks minat baca Indonesia hanya mencapai 0,001 persen. Sementara itu, hasil Survei PISA tahun 2015 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-64 dari 72 negara. Secara khusus, Provinsi Kalimantan Selatan berada pada peringkat ke-16 dari 34 provinsi dalam kategori aktivitas literasi rendah menurut Indeks Alibaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Kalimantan Selatan, mencakup aspek pelaksanaan, kinerja, tantangan, serta strategi transformasi GLS di sejumlah sekolah dan madrasah unggulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah/madrasah, guru, siswa, dan pustakawan, sedangkan objek penelitian adalah pelaksanaan dan kinerja GLS di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS di Kalimantan Selatan belum sepenuhnya optimal. Sebagian besar satuan pendidikan masih melaksanakan kegiatan literasi secara insidental dan belum mengintegrasikannya dalam sistem pembelajaran secara menyeluruh. Terdapat variasi yang mencolok dalam kinerja GLS: SMAN 1 Martapura dan SMAN 7 Banjarmasin telah mencapai tahap pengembangan, dengan program literasi yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. SMAN 1 Banjarmasin dan MAN 2 Banjarmasin berada pada tahap pembiasaan, dengan fokus pada praktik literasi keagamaan dan kegiatan membaca rutin. Sementara itu, SMAN 1 Banjarbaru dan MAN 4 Banjar masih berada pada tahap pembiasaan yang belum optimal, ditandai dengan minimnya struktur kegiatan dan inovasi literasi. Penelitian ini mengidentifikasi dua strategi utama dalam mengatasi tantangan pelaksanaan GLS, yaitu: (1) Strategi Power Policy, berupa penguatan regulasi dan komitmen kebijakan dari pemerintah daerah serta pimpinan satuan pendidikan untuk mendukung pelaksanaan GLS secara sistematis; dan (2) Strategi Sinkol (Sinergi dan Kolaborasi), yaitu upaya membangun kemitraan lintas sektor antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas literasi dalam rangka menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan dan praktik literasi di Kalimantan Selatan, serta mendorong terbentuknya provinsi literat yang unggul dan kompetitif dalam pembangunan sumber daya manusi

    Pergantian Malam dan Siang Menurut Tafsîr Al-Jawâhir fî Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm

    Get PDF
    Fenomena pergantian malam dan siang merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah yang disebutkan berulang kali dalam Al-Qur’an. Selain sebagai fenomena alam, peristiwa ini menyimpan pesan-pesan spiritual, moral, dan ilmiah yang dapat direnungkan. Dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan, para ulama kontemporer seperti Thanthâwî Jauharî berusaha mengkaji ayat-ayat kauniyah secara ilmiah guna memperluas pemahaman tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Tafsir al-Jawâhir menjadi representasi tafsir ‘ilmî yang memadukan penjelasan ilmiah dengan nilai-nilai spiritual. Skripsi ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pergantian malam dan siang ditafsirkan dalam kitab tersebut dan menggali hikmah di baliknya. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua permasalahan pokok, yaitu: bagaimana bentuk penafsiran ayat-ayat tentang pergantian malam dan siang dalam Tafsir al-Jawâhir fî Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm, dan apa saja hikmah yang dapat dipetik dari fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dimensi tafsir ilmiah yang digunakan oleh Thanthâwî Jauharî dalam menjelaskan ayat-ayat terkait serta menggali nilai-nilai yang mendalam dari fenomena alam yang menjadi bagian dari sunnatullah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir maudhû’iy (tematik). Data primer berasal dari Al-Qur’an dan kitab Tafsir al-Jawâhir karya Thanthâwî Jauharî, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel, dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, serta pencarian digital dengan kata kunci terkait, yang kemudian diverifikasi menggunakan kitab mu‘jam. Teknik analisis data bersifat deskriptif-analitik guna menggambarkan serta mengkaji penafsiran secara sistematis dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thanthâwî Jauharî menafsirkan ayat ayat tentang pergantian malam dan siang dengan pendekatan ilmiah yang kuat. Ia menggunakan teori rotasi bumi dan gejala-gejala astronomis sebagai penjelas ayat, tanpa mengesampingkan aspek ketauhidan dan spiritualitas. Hikmah dari pergantian malam dan siang menurut beliau meliputi aspek teologis (tanda kebesaran Allah), praktis (pengaturan waktu ibadah dan aktivitas), serta edukatif (menumbuhkan kesadaran ilmiah dan keimanan). Kajian ini memperkuat posisi tafsir ilmiah sebagai salah satu pendekatan kontemporer yang mampu menjembatani antara teks wahyu dan realitas sains modern

    Pola Pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah di Komplek Ar-Raudhah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Majelis Ta’lim merupakan tempat belajar ilmu agama yang memiliki kurikulum sendiri atau aturan sendiri, diselenggarakan secara berkala dan teratur, diikuti oleh jamaah yang relatif banyak, pengikutnya disebut jamaah bukan murid, hal ini dikarenakan Majelis ta’lim adalah lembaga pendidikan nonformal yang tidak diwajibkan sebagaimana murid sekolah formal. pada Majelis Ta’lim Ar-Raudhah juga merupakan lembaga nonformal yang dipandu oleh ustadz/ustadzah memiliki beragam metode dan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan pola pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah di Komplek Ar-Raudhah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, yang meliputi: Tujuan, Materi, Metode dan Pemberi Materi Majelis Ta’lim Ar-Raudhah di Komplek Ar-Raudhah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini bertempat di Mesjid Ar-Raudhah jalan Ratu Jaleha komplek Ar-Raudhah. Rt 33 / Rw 02, Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari panitia, Guru (pemberi materi) dan jamaah di majelis ta’lim Ar-Raudhah. Hasil penelitin menunjukkan bahwa tujuan Pembelajaran Majelis Ta’lim Ar Raudhah adalah Meningkatkan pengetahuan keagamaan jamaah, Membentuk Akhlak yang baik, Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah. Materi pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah adalah berasal dari Kitab Sira Assalikin karya Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani, kitab Risalah Adab Suluk Al Murid dan kitab Risalah Al-Mu’awanah wa Al-Muzhaharah wa Al-Mu’azarah karya Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad, kitab Minahus Saniyyah karya Sayyid Abdul Wahab Asy-Sya’rani dan kitab Tajul ‘Arus karya Syaikh Al-Imam Tajuddin Abi Al Abbas Ahmad bin Athaillah As-Sakandari. Metode yang diterapkan pada pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah yaitu: Bi Al-Ḥikmah (dengan kebijaksanaan), Al-Mauʿiẓah Al-Ḥasanah (nasihat yang baik), dan Al-Mujādalah (dialog atau diskusi yang santun). Adapun Pemberi materi di Majelis Ta’lim Ar Raudhah adalah KH. Ahmad Supian, KH. Ilham Humaidi dan KH. Muhammad Qomaruddin (Guru Busu

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇