IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin
Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki banyak sumber daya
alam dan manusia. Namun, angka kemiskinan di Indonesia masih tergolong tinggi.
Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistika (BPS) jumlah
penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2022 adalah 26,16 juta jiwa atau
sebesar 9,54 persen. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat adalah dengan adanya Bantuan Pangan Non Tunai
(BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengaruh Bantuan Pangan Non Tunai
(BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) terhadap
kesejahteraan masyarakat (secara parsial dan simultan) di kelurahan Basirih
Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah metode metode penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif
atau hubungan.
Hasil penelitian ini, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki nilai
signifikansi sebesar 0,037 lebih kecil dari 0,05, artinya terdapat pengaruh yang
signifikan antara variabel BPNT dengan Kesejahteraan Masyarakat. Bantuan
Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,043
lebih kecil dari 0,05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel
faktor BLT-DD dengan Kesejahteraan Masyarakat. Berdasarkan hasil uji F dapat
diketahui nilai Fhitung sebesar 3,663 dengan signifikansi sebesar 0,008 jika
dibandingkan dengan F tabel sebesar 3,15 dan nilai signifikansi dibandingkan
dengan nilai α(0,05), maka F hitung > F tabel dan signifikansi 0,008 < 0,05. Hal
ini menunjukkan bahwa faktor BNPT dan BLT-DD secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap Kesejahteraan masyarakat
Perspektif Pelaku Nikah Siri Terhadap Peran Penghulu Kampung Analisis Hukum Positif dan Hukum Islam
Penelitian ini membahas secara mendalam perspektif pelaku nikah siri
terhadap peran Penghulu Kampung di Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut,
serta analisisnya menurut Hukum Positif dan Hukum Islam. Fenomena nikah siri
yakni pernikahan yang sah secara agama namun tidak tercatat di Kantor Urusan
Agama menimbulkan problem hukum terkait status perkawinan, hak waris,
pengakuan anak, dan perlindungan hukum bagi istri.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis field research
yang dipadukan dengan pendekatan normatif-yuridis, melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian menganalisisnya berdasarkan
peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur fikih. Data
primer diperoleh dari pelaku nikah siri, Penghulu Kampung, dan pihak terkait di
Kecamatan Takisung, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen hukum dan
literatur akademik. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memaparkan
temuan lapangan dan mengaitkannya dengan ketentuan hukum positif dan hukum
Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penghulu Kampung berperan sebagai
penasehat, fasilitator saksi dan wali, serta pelaksana akad nikah dengan tujuan
utama menghalalkan hubungan dan mencegah zina. Dalam perspektif Hukum
Islam, nikah siri yang memenuhi rukun dan syarat dianggap sah, namun dianjurkan
untuk diumumkan dan dicatat demi kemaslahatan (maslahah) serta pencegahan
mudarat. Sebaliknya, menurut Hukum Positif Indonesia, setiap perkawinan harus
dicatat agar memiliki kekuatan hukum. Perkawinan yang tidak dicatat dianggap
tidak memenuhi syarat administratif dan tidak menimbulkan akibat hukum perdata,
sehingga peran Penghulu Kampung dalam menikahkan siri tidak memiliki
legitimasi hukum negara. Analisis menunjukkan adanya ketegangan antara sahnya
pernikahan secara syar‘i dan tuntutan legalitas formal negara, yang berdampak pada
perlindungan hukum pasangan dan anak. Penelitian ini merekomendasikan
sinkronisasi pemahaman masyarakat melalui edukasi hukum dan mendorong
Penghulu Kampung untuk mengarahkan pencatatan resmi perkawinan demi
terpenuhinya kedua aspek hukum tersebu
Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja pada Pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar dengan Perceived Organizational Support sebagai Variabel Moderator
Kepuasan kerja merupakan aspek penting yang memengaruhi kenyamanan,
semangat kerja, serta loyalitas pegawai dalam suatu organisasi. Salah satu faktor
yang berkontribusi terhadap kepuasan kerja adalah kompensasi, yakni imbalan atas
kontribusi dan kinerja pegawai. Namun, tidak semua pegawai merespons
kompensasi dengan tingkat kepuasan yang sama. Salah satu faktor yang dapat
memengaruhi hubungan tersebut adalah perceived organizational support, yaitu
sejauh mana pegawai merasa bahwa organisasi menghargai kontribusi dan peduli
terhadap kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
kompensasi terhadap kepuasan kerja, serta menguji apakah perceived
organizational support berperan sebagai variabel moderator dalam hubungan
tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 pegawai Perusahaan
Umum Daerah (PERUMDA) Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar yang
dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala
Likert, dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana serta analisis regresi
moderasi (moderated regression analysis) dengan bantuan SPSS versi 25.0 dan
PROCESS Macro versi 4.2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien regresi β = 0,553 dan
signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis pertama (Ha1) diterima.
Sementara itu, hasil uji interaksi antara kompensasi dan perceived organizational
support menunjukkan nilai β = -0,089 dengan signifikansi p = 0,499 (p > 0,05),
yang berarti tidak terdapat pengaruh moderasi, sehingga hipotesis kedua (Ha2)
ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi secara langsung memberikan
kontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja, namun tidak dimoderasi oleh
perceived organizational suppor
Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Layanan Shopee Barokah
Elektronik Commerece telah menjadi trend dikalangan masyarakat modern saat
Internet sudah bisa diakses secara lansung dan dimana saja. Keadaan ini
menjadikan transaksi jual beli juga membutuhkan penyesuaian dalam
pelaksanaannya dan perlu adanya hukum ekonomi yang melandaskan transaksi
tersebut. Shopee menjadi salah satu platform yang memfasilitasi adanya transaksi
Islami dan menjual produk halal dengan menyediakan sebuah layanan yang
bernama Shopee Barokah dengan klaim transaksi Islami dan Jaminan Produk halal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan shopee barokah yang
menyatakan diri sebagai platform yang menjual produk halal dan transaksi islami
dalam proses transaksinya serta bagaimana hukum ekonomi syariah yang
diterapkan proses layanan shopee barokah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah
normatif-empiris dengan pendekatan undang-undang aturan aturan hukum yang
diberlakukan dalam transaksi tersebut. Yang dijadikan objek kajian adalah shopee
barokah dengan transaksi dan produk yang ditawarkan dalam layanan tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukan secara garis besar akad salam yang digunakan
dalam hampir setiap transaksi pada layanan shopee barokah ini dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan yang telah berlaku. Namun, dalam praktiknya ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan kembali untuk metode pembayaran yang diterapkan
terkhusus pada layanan ini. karena penulis menemukan masih adanya tawaran
membeli barang dengan metode pembayaran spayletter yang mengidentifikasikan
adanya praktik bunga yang diberlakuka
Penguatan Hafalan Al-Qur’an Melalui Pendekatan Spiritual: Studi Tentang Salat Sunah Empat Surah di Pondok Tahfizhul Qur'an Al-Ihsan 2 Putra Desa Bentok Kecamatan Bati-Bati
Pembelajaran dan penguatan hafalan Al-Qur’an di pesantren tidak hanya
bertumpu pada metode teknis, tetapi juga diperkaya dengan pendekatan spiritual
yang menginternalisasi nilai-nilai ruhani dalam jiwa para santri. Salah satu bentuk
praktik spiritual yang hidup di kalangan santri adalah pengamalan salat sunah empat
surah yakni Surah As-Sajdah, Yā-Sīn, Ad-Dukhān dan Al-Mulk yang secara khusus
dilaksanakan setiap malam Jumat sebagai amalan rutin. Tradisi ini diyakini
memiliki dimensi keberkahan tersendiri, baik dalam aspek keilmuan maupun
spiritualitas, khususnya dalam mendukung kelancaran hafalan Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana
praktik dan pemahaman para santri terhadap salat sunah empat surah, serta
melakukan studi akan pengaruhnya terhadap penguatan hafalan Al-Qur’an di
Pondok Tahfizhul Qur’an Al-Ihsan 2 Putra, Desa Bentok, Kecamatan Bati-Bati.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research), yang melibatkan observasi, wawancara semi-terstruktur,
dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Sebanyak 5 dari 24 Ustadz dan
10 santri laki-laki dipilih sebagai responden dari total 190 santri, berdasarkan
keterlibatan aktif mereka dalam pelaksanaan amalan ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik salat sunah empat surah tidak
hanya menjadi bentuk ritual mingguan, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen
spiritual yang memperkuat kesadaran diri, konsistensi ibadah, serta menumbuhkan
ketenangan batin dalam proses menghafal. Para santri menilai bahwa pelaksanaan
amalan ini membawa pengaruh positif terhadap semangat dan fokus mereka dalam
menghadapi tantangan hafalan. Dalam perspektif living Qur’an, praktik ini
merupakan perwujudan dari nilai-nilai Qur’ani yang dihidupkan dalam aktivitas
keseharian, menjadikan Al-Qur’an tidak hanya dihafal secara lafaz, tetapi juga
diresapi secara makna dalam perilaku dan spiritualitas santr
Nilai-Nilai pada Tradisi Manopeng Analisis Aksiologi Max Scheler
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan tradisi manopeng yang
masih terus dilaksanakan di zaman yang serba modern saat ini dengan minat yang
tinggi dari masyarakat Banyiur dan sekitarmya. Meski banyak nilai yang
terkandung di dalam tradisi tersebut, namun pada umumnya masyarakat tidak
menyadarinya bahwa selama ini mereka hanya melaksanakan tanpa berupaya
untuk memahami tradisi tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian secara
mendalam untuk mencari nilai tersebut dengan menggunakan teori nilai Max
Scheler.
Penelitian deskriptif – kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui tahapan
proses pelaksanaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manopeng di
Banyiur Luar. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan
menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah keluarga zuriyat
Datu Mahbud dan objek penelitian ini adalah tradisi manopeng. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang
diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori nilai Max Scheler.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
tradisi manopeng di Banyiur Luar merupakan kegiatan yang rutin dan harus
dilaksanakan oleh keluarga zuriyat Datu Mahbud setiap tahun. Berdasarkan teori
nilai Max Scheler terdapat empat tingkatan nilai pada tradisi ini, yaitu nilai
kesenangan yang tergambar dari rasa senang keluarga zuriyat yang dapat
berkumpul dan antusias warga untuk membantu dan menyaksikan acara tersebut.
Nilai vitalitas atau kehidupan yang tergambar hampir diseluruh rangkaian
kegiatan tradisi manopeng mulai dari persiapan hingga tahap pelaksanaan. Nilai
spiritual yang tergambar melalui kepercayaan keluarga bahwa leluhur mereka
menuntut untuk dilaksanakannya tradisi tersebut dan kepercayaan akan
dijauhkannya keluarga dari bala yang berupa penyakit pingitan dan nilai
kekudusan yang tampak melalui bagaimana cara pelaksanaan tradisi manopeng
yang memasukkan unsur agama di dalamny
Praktik Zakat Sarang Burung Walet (Studi Kasus di Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru Kalimantan Tengah)
Zakat merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang
berfungsi sebagai sarana redistribusi kekayaan untuk mengurangi kemiskinan dan
ketimpangan sosial. Di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kalimantan Tengah,
industri sarang burung walet berkembang pesat dan menjadi sumber penghasilan
utama masyarakat. Namun, praktik zakat dari usaha sarang walet ini belum
dikelola secara optimal dan menghadapi berbagai kendala yang menghambat
fungsi sosialnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik zakat sarang burung walet
di desa sabuh kecamatan teweh baru kalimantan tengah. Untuk mengetahui
kendala praktik zakat sarang burung walet di desa sabuh kecamatan teweh baru
kalimantan tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan
pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengusaha sarang walet
dan pengelola zakat setempat.
Hasil penelitian Praktik zakat sarang burung walet di Desa Sabuh, Praktik
zakat sarang burung walet di Desa Sabuh oleh lima responden pelaku usaha
sarang burung walet sudah berlangsung konsisten dan sesuai hukum Islam,
terutama mengikuti model zakat perdagangan dengan nisab 85 gram emas, haul
satu tahun, dan kadar zakat 2,5%. Kendala praktik zakat sarang burung walet di
Desa Sabuh meliputi kurangnya regulasi khusus, pengawasan yang lemah,
rendahnya kesadaran pengusaha, dan peran lembaga zakat resmi yang belum
maksimal. Hal ini menghambat pengelolaan zakat secara efektif dan merata
Gerakan Literasi Sekolah/Madrasah di Kalimantan Selatan
Tingkat kemampuan membaca dan minat literasi masyarakat Indonesia masih
tergolong rendah. Berdasarkan data UNESCO tahun 2012, indeks minat baca
Indonesia hanya mencapai 0,001 persen. Sementara itu, hasil Survei PISA tahun 2015
menempatkan Indonesia pada peringkat ke-64 dari 72 negara. Secara khusus, Provinsi
Kalimantan Selatan berada pada peringkat ke-16 dari 34 provinsi dalam kategori
aktivitas literasi rendah menurut Indeks Alibaca.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Literasi Sekolah
(GLS) di Kalimantan Selatan, mencakup aspek pelaksanaan, kinerja, tantangan, serta
strategi transformasi GLS di sejumlah sekolah dan madrasah unggulan. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Subjek
penelitian terdiri atas kepala sekolah/madrasah, guru, siswa, dan pustakawan,
sedangkan objek penelitian adalah pelaksanaan dan kinerja GLS di Kalimantan
Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS di Kalimantan Selatan belum
sepenuhnya optimal. Sebagian besar satuan pendidikan masih melaksanakan kegiatan
literasi secara insidental dan belum mengintegrasikannya dalam sistem pembelajaran
secara menyeluruh. Terdapat variasi yang mencolok dalam kinerja GLS: SMAN 1
Martapura dan SMAN 7 Banjarmasin telah mencapai tahap pengembangan, dengan
program literasi yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. SMAN 1 Banjarmasin
dan MAN 2 Banjarmasin berada pada tahap pembiasaan, dengan fokus pada praktik
literasi keagamaan dan kegiatan membaca rutin. Sementara itu, SMAN 1 Banjarbaru
dan MAN 4 Banjar masih berada pada tahap pembiasaan yang belum optimal, ditandai
dengan minimnya struktur kegiatan dan inovasi literasi.
Penelitian ini mengidentifikasi dua strategi utama dalam mengatasi tantangan
pelaksanaan GLS, yaitu: (1) Strategi Power Policy, berupa penguatan regulasi dan
komitmen kebijakan dari pemerintah daerah serta pimpinan satuan pendidikan untuk
mendukung pelaksanaan GLS secara sistematis; dan (2) Strategi Sinkol (Sinergi dan
Kolaborasi), yaitu upaya membangun kemitraan lintas sektor antara pemerintah,
sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas literasi dalam rangka menciptakan
ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap
pengembangan kebijakan dan praktik literasi di Kalimantan Selatan, serta mendorong
terbentuknya provinsi literat yang unggul dan kompetitif dalam pembangunan sumber
daya manusi
Pergantian Malam dan Siang Menurut Tafsîr Al-Jawâhir fî Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm
Fenomena pergantian malam dan siang merupakan salah satu tanda
kekuasaan Allah yang disebutkan berulang kali dalam Al-Qur’an. Selain sebagai
fenomena alam, peristiwa ini menyimpan pesan-pesan spiritual, moral, dan ilmiah
yang dapat direnungkan. Dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan, para
ulama kontemporer seperti Thanthâwî Jauharî berusaha mengkaji ayat-ayat
kauniyah secara ilmiah guna memperluas pemahaman tentang tanda-tanda
kebesaran Allah SWT. Tafsir al-Jawâhir menjadi representasi tafsir ‘ilmî yang
memadukan penjelasan ilmiah dengan nilai-nilai spiritual. Skripsi ini bertujuan
untuk menelaah bagaimana pergantian malam dan siang ditafsirkan dalam kitab
tersebut dan menggali hikmah di baliknya.
Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua permasalahan pokok, yaitu:
bagaimana bentuk penafsiran ayat-ayat tentang pergantian malam dan siang dalam
Tafsir al-Jawâhir fî Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm, dan apa saja hikmah yang dapat
dipetik dari fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dimensi
tafsir ilmiah yang digunakan oleh Thanthâwî Jauharî dalam menjelaskan ayat-ayat
terkait serta menggali nilai-nilai yang mendalam dari fenomena alam yang menjadi
bagian dari sunnatullah tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library
research) dengan pendekatan tafsir maudhû’iy (tematik). Data primer berasal dari
Al-Qur’an dan kitab Tafsir al-Jawâhir karya Thanthâwî Jauharî, sedangkan data
sekunder diperoleh dari buku, artikel, dan literatur yang relevan. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, serta pencarian digital dengan
kata kunci terkait, yang kemudian diverifikasi menggunakan kitab mu‘jam. Teknik
analisis data bersifat deskriptif-analitik guna menggambarkan serta mengkaji
penafsiran secara sistematis dan tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thanthâwî Jauharî menafsirkan ayat
ayat tentang pergantian malam dan siang dengan pendekatan ilmiah yang kuat. Ia
menggunakan teori rotasi bumi dan gejala-gejala astronomis sebagai penjelas ayat,
tanpa mengesampingkan aspek ketauhidan dan spiritualitas. Hikmah dari
pergantian malam dan siang menurut beliau meliputi aspek teologis (tanda
kebesaran Allah), praktis (pengaturan waktu ibadah dan aktivitas), serta edukatif
(menumbuhkan kesadaran ilmiah dan keimanan). Kajian ini memperkuat posisi
tafsir ilmiah sebagai salah satu pendekatan kontemporer yang mampu
menjembatani antara teks wahyu dan realitas sains modern
Pola Pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah di Komplek Ar-Raudhah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin
Majelis Ta’lim merupakan tempat belajar ilmu agama yang memiliki
kurikulum sendiri atau aturan sendiri, diselenggarakan secara berkala dan teratur,
diikuti oleh jamaah yang relatif banyak, pengikutnya disebut jamaah bukan murid, hal
ini dikarenakan Majelis ta’lim adalah lembaga pendidikan nonformal yang tidak
diwajibkan sebagaimana murid sekolah formal. pada Majelis Ta’lim Ar-Raudhah
juga merupakan lembaga nonformal yang dipandu oleh ustadz/ustadzah memiliki
beragam metode dan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan pola pembelajaran Majelis
Ta’lim Ar-Raudhah di Komplek Ar-Raudhah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota
Banjarmasin, yang meliputi: Tujuan, Materi, Metode dan Pemberi Materi Majelis
Ta’lim Ar-Raudhah di Komplek Ar-Raudhah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota
Banjarmasin. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian lapangan (field research),
dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini bertempat di Mesjid Ar-Raudhah
jalan Ratu Jaleha komplek Ar-Raudhah. Rt 33 / Rw 02, Kelurahan Karang Mekar
Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini terdiri
dari panitia, Guru (pemberi materi) dan jamaah di majelis ta’lim Ar-Raudhah.
Hasil penelitin menunjukkan bahwa tujuan Pembelajaran Majelis Ta’lim Ar
Raudhah adalah Meningkatkan pengetahuan keagamaan jamaah, Membentuk Akhlak
yang baik, Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah.
Materi pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah adalah berasal dari Kitab Sira
Assalikin karya Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani, kitab Risalah Adab Suluk Al
Murid dan kitab Risalah Al-Mu’awanah wa Al-Muzhaharah wa Al-Mu’azarah karya
Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad, kitab Minahus Saniyyah karya Sayyid Abdul
Wahab Asy-Sya’rani dan kitab Tajul ‘Arus karya Syaikh Al-Imam Tajuddin Abi Al
Abbas Ahmad bin Athaillah As-Sakandari. Metode yang diterapkan pada
pembelajaran Majelis Ta’lim Ar-Raudhah yaitu: Bi Al-Ḥikmah (dengan
kebijaksanaan), Al-Mauʿiẓah Al-Ḥasanah (nasihat yang baik), dan Al-Mujādalah
(dialog atau diskusi yang santun). Adapun Pemberi materi di Majelis Ta’lim Ar
Raudhah adalah KH. Ahmad Supian, KH. Ilham Humaidi dan KH. Muhammad
Qomaruddin (Guru Busu