IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pendirian Rumah Ibadah menurut Peraturan Perundang-Undangan Perspektif Hak Asasi Manusia
Penelitian ini dilatarbelakangi penolakan terhadap pembangunan rumah
ibadah, khususnya bagi kelompok agama minoritas, menjadi isu krusial dalam
kehidupan beragama di Indonesia. Meski konstitusi dan hukum positif menjamin
kebebasan beragama, pada praktiknya masih terdapat berbagai bentuk pelanggaran,
seperti hambatan administratif, diskriminasi, dan intoleransi dari masyarakat.
Kasus penolakan pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pasir Mas,
Banjarmasin, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana konflik horizontal dapat
muncul karena ketimpangan relasi antar kelompok keagamaan. Penelitian ini hadir
untuk menelaah akar persoalan tersebut dalam kerangka hak asasi manusia dan
peraturan perundang-undangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Undang
Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia terkait penolakan
pembangunan rumah ibadah di Pasir Mas, serta menganalisis perlindungan hukum
atas pembangunan rumah ibadah dalam kerangka konstitusi dan instrumen hukum
lainnya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjelaskan aspek legalnya,
tetapi juga mengkaji bagaimana realisasi hak tersebut di tengah dinamika sosial
masyarakat yang majemuk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode
studi kepustakaan. Bahan hukum yang dianalisis meliputi peraturan perundang
undangan seperti UUD 1945, UU HAM, dan PBM 9 dan 8 Tahun 2006, serta
pendapat para ahli dan studi terdahulu yang relevan. Teknik analisis dilakukan
secara deskriptif-analitis dengan pendekatan peraturan dan doktrinal untuk
meninjau landasan hukum yang berlaku serta dampaknya terhadap kebebasan
beragama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan pembangunan rumah
ibadah seperti di Pasir Mas mencerminkan adanya ketimpangan dalam penerapan
hak asasi manusia. Meskipun dijamin dalam hukum, pelaksanaannya sering
terhambat oleh interpretasi sosial-keagamaan mayoritas dan kendala administratif.
Penelitian ini menegaskan perlunya keberpihakan negara secara aktif dalam
menjamin hak atas kebebasan beragama yang berkeadilan, tidak diskriminatif, serta
menghormati keragaman yang hidup di tengah masyarakat
Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Video Klip Betrand Peto “Bila Memang Kamu”
Media sosial seperti YouTube kini menjadi media yang efektif dalam
menyampaikan pesan moral melalui karya visual. Video klip “Bila Memang Kamu”
karya Betrand Peto tidak hanya menampilkan musik dan lirik yang emosional,
tetapi juga mengandung berbagai pesan moral yang menggambarkan nilai-nilai
kehidupan yang relevan dengan proses pendewasaan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui makna pesan moral dalam video klip tersebut serta keterkaitannya
dengan pandangan Islam. Penelitian ini difokuskan pada analisis pesan moral yang
terkandung dalam video klip “Bila Memang Kamu” karya Betrand Peto. Tujuan
penelitian ini meliputi 1) interpretasi tanda-tanda pesan moral yang ada dalam
Video Klip Betrand Peto “Bila Memang Kamu” berdasarkan Analisis Semiotika
Charles Sanders Peirce, dan 2) pesan moral yang terdapat dalam Video Klip
Betrand Peto “Bila Memang Kamu dan kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Peneliti
melakukan analisis tanda representamen, objek, dan interpretan pada gambar atau
lirik yang berkaitan dengan pesan moral didalamnya. Hasil penelitian ini
menemukan pesan moral tentang sabar dalam ketahanan batin, tolong menolong, di
setiap kesedihan akan kebahagiaan, keberanian, tidak semua keinginan jadi
kenyataan, dan keikhlasan dalam sesuatu. Seluruh pesan tersebut tersampaikan
secara visual dan naratif melalui 12 adegan penting dalam video klip, yang
merepresentasikan nilai-nilai kehidupan. Sabar dalam ketahanan batin merupakan
keteguhan jiwa dalam menghadapi penderitaan dalam kondisi ketidakberdayaan
(Q.S. Al-Baqarah: 155). Tolong-menolong adalah saling membantu dalam
kebaikan (Q.S. Al-Maidah: 2). Di setiap kesedihan akan ada kebahagiaan, karena
Allah menjanjikan kemudahan setelah kesulitan (Q.S. Al-Insyirah: 6). Keberanian
berarti menghadapi tantangan hidup (Q.S. Al-Baqarah: 286). Tidak semua
keinginan jadi kenyataan karena Allah lebih tahu yang terbaik (Q.S. Al-Baqarah:
216). Keikhlasan adalah berbuat tulus karena Allah, tanpa pamrih (Q.S. Al
Bayyinah: 5). Pacaran dilarang karena mendekati zina (Q.S. Al-Isra: 32)
Studi Komparasi BaitulMal pada Masa Umar Bin Khattab Dengan BaitulMal di Aceh
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Baitulmal dianggap sebagai instrumen
penting dalam menerapkan prinsip keadilan sosial dalam Islam, karena itu
memastikan kekayaan yang adil antara masyarakat. Baitulmal pada sa Umar bin
Khattab dibentuk pertama kali sebagai lembaga keuangan formal, sementara
Baitulmal Aceh muncul belakangan cukup layak untuk dikomparasikan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui Baitulmal pada masa Umar bin Khattab dan
Baitulmal di Aceh serta untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam
hal fungsi, kewenangan, sumber pendapatan, dan alokasi dana.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library researc)
menggunakan pendekatan sejarah dan pendekatan normatif dan teknik analisis
komparatif.
Pertama, fungsi Baitulmal pada masa Umar bin Khattab bersifat independen
dan mengelola zakat serta pajak negara untuk kepentingan militer, pendidikan,
kehakiman, dan sosial. Di Aceh, Baitulmal dikelola oleh pemerintah daerah dan
mengurus zakat, infak, wakaf, dan harta agama lainnya sesuai qanun daerah. Kedua,
sumber pendapatan Baitulmal masa Umar sangat beragam, seperti zakat, kharaj,
jizyah, ganimah, fay’, ‘usyur, dan khumus 1/5 20%. Sedangkan di Aceh, hanya
terbatas pada zakat, infak, sedekah, wakaf, dan termasuk PAD. Ketiga, alokasi dana
pada masa Umar digunakan untuk zakat, gaji pegawai, pembangunan, pendidikan,
bantuan sosial, dan pinjaman usaha. Di Aceh, dana dialokasikan untuk zakat,
kegiatan sosial, dan operasional lembaga. Keempat, persamaannya terletak pada
pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara adil dan transparan. Kelima,
perbedaannya, Baitulmal masa Umar bersifat independen dengan fungsi dan
sumber dana yang lebih luas, sedangkan Baitulmal di Aceh terbatas ruang lingkup
dananya serta berada di bawah pemerintah daerah
Perilaku Pemilik Lahan dalam Membayar Zakat Pertanian di Desa Handil Gayam Kabupaten Tanah Laut
Perilaku Berwirausaha Siswa MAN 2 Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi tentang fenomena meningkatnya siswa
MAN 2 Kota Banjarmasin yang memutuskan berwirausaha disela kesibukannya
bersekolah. Berbagai jenis usaha mereka jalankan mulai dari kuliner, kerajinan
tangan, jasa, hingga penjualan produk digital. Tiap siswa yang berwirausaha
memiliki perilaku yang berbeda-beda dalam melaksanakan aktivitas
wirausahanya. Perilaku tersebut dinilai dari aspek kualitas produk, ramah dalam
pelayanan, menepati janji, dan persaingan usaha. Di sisi lain perilaku tersebut juga
ditinjau berdasarkan prinsip-prinsip dalam etika bisnis Islam seperti prinsip
tauhid, keilmuan, keadilan, tanggung jawab, kebebasan, dan kebajikan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perilaku berwirausaha siswa MAN 2 Kota
Banjarmasin serta mengetahui perilaku berwirausaha siswa MAN 2 Kota
Banjarmasin dalam perspektif etika bisnis Islam.
Penelitian ini ialah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif dan teknik purposive sampling. Lokasi dalam penelitian ini bertempat di
MAN 2 Kota Banjarmasin. Subjek penelitian berjumlah 13 orang yang terdiri dari
4 orang siswa yang berwirausaha, 1 orang tua siswa, 4 orang teman siswa, dan 4
orang pelanggan. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumentasi
serta di analisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku berwirausaha 4 orang siswa
MAN 2 Kota Banjarmasin sudah sesuai dengan aspek kualitas produk, menepati
janji, dan persaingan usaha. Akan tetapi 2 dari 4 orang siswa masih belum
menunjukkan perilaku berwirausaha pada aspek ramah dalam pelayanan. Lalu
pada perspektif etika bisnis Islam, 4 orang siswa MAN 2 Kota Banjarmasin telah
menunjukkan perilaku berwirausaha yang menerapkan prinsip tauhid, keilmuan,
tanggung jawab, kebebasan, dan kebajikan. Akan tetapi 2 dari 4 orang siswa
masih belum menunjukkan perilaku berwirausaha yang menerapkan prinsip
keadilan
Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i tentang Hukum Jual Beli Produk Fashion Hasil Pemanfaatan Kulit Hewan yang Haram Dimakan
Perkembangan industri fashion yang pesat membawa implikasi terhadap
pemanfaatan berbagai jenis bahan, termasuk kulit hewan yang haram dimakan
seperti ular, buaya, dan harimau. Di tengah meningkatnya penggunaan produk
fashion berbahan dasar kulit eksotis ini, muncul pertanyaan dalam hukum Islam
mengenai keabsahan jual beli produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji secara komparatif pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi‟i
mengenai hukum jual beli produk fashion yang berasal dari kulit hewan yang
haram dimakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi komparatif dengan
menganalisis secara mendalam perbedaan pendapat dalam Mazhab Hanafi dan
Mazhab Syafi‟i terkait hukum jual beli produk fashion berbahan dasar kulit hewan
yang haram dimakan. Bahan hukum yang telah dikumpulkan dianalisis melalui
beberapa tahap, antara lain proses editing untuk memastikan kelengkapan dan
validitas data, transilasi terhadap teks-teks berbahasa Arab ke dalam bahasa
Indonesia secara akademis, serta interpretasi untuk memahami dan menjelaskan
makna substansial dari masing-masing pendapat mazhab. Melalui pendekatan ini,
penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang objektif dan
menyeluruh terhadap persoalan hukum tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi membolehkan jual
beli kulit hewan yang haram dimakan selama kulit tersebut telah disamak, kecuali
kulit babi dan anjing. Hal ini berdasarkan pada prinsip istihsân dan kemaslahatan,
serta keyakinan bahwa penyamakan dapat menyucikan kulit. Sebaliknya, Mazhab
Syafi‟i tidak membolehkan jual beli kulit hewan haram meskipun telah disamak,
karena menurut mereka zat hewan tersebut tetap najis dan tidak dapat disucikan
hanya dengan penyamakan. Implikasi dari perbedaan ini sangat penting bagi
konsumen Muslim, khususnya dalam menjaga prinsip kehati-hatian (ihtiyâth)
dalam muamalah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang
mendalam tentang fiqih jual beli dalam konteks industri fashion moder
Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Selatan Tahun 2014-2023
TIK berperan penting dalam kehidupan manusia karena dapat mendorong
kemajuan lintas sektor. Peningkatan tersebut berdampak pada naiknya pendapatan
daerah yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, pemanfaatan
teknologi tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia yang menjadi
penggunanya. Indeks pembangunan manusia memiliki peran sebagai indikator
untuk menilai keterampilan, dan akses yang dimiliki masyarakat terhadap
pendidikan serta layanan kesehatan yang mendukung penggunaan teknologi secara
produktif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
perkembangan tik dan ipm terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan
Selatan pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2023.
Pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda
digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hubungan antara variabel-variabel
yang diteliti. Data sekunder diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistik
Provinsi Kalimantan Selatan. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui
software EViews 12, dengan pengujian asumsi klasik digunakan untuk menilai
kelayakan model regresi yang dibangun.
Penelitian ini menemukan bahwa secara simultan, perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi serta indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan pada
rentang waktu 2014–2023. Hasil uji parsial juga menunjukkan bahwa kedua
variabel independen tersebut, baik TIK maupun IPM, tidak memiliki dampak
signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu yang
ditelit
Peranan Pengusaha Sasirangan dalam Rangka Menunjang Ekonomi Kreatif (Studi Kasus pada Murakata Sasirangan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan pengusaha “Murakata
Sasirangan” dalam menunjang pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten
Hulu Sungai Tengah. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana kontribusi pengusaha lokal dalam mempertahankan warisan budaya
melalui usaha kain sasirangan, strategi yang diterapkan dalam menghadapi
persaingan industri kreatif, serta dampak sosial dan ekonomi terhadap
masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Murakata Sasirangan” berperan aktif
dalam pelestarian budaya melalui motif khas dan penggunaan bahan alami lokal
sebagai pewarna, serta turut memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya
perempuan muda, melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi. Strategi bisnis
yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip pemasaran Islam seperti kejujuran,
transparansi, keadilan harga, dan etika promosi menjadikan usaha ini tidak hanya
kompetitif tetapi juga bernilai spiritual. Usaha ini juga berhasil menumbuhkan
apresiasi terhadap produk budaya lokal dan memperluas pasar hingga ke luar
daerah. Dengan demikian, “Murakata Sasirangan” menjadi contoh nyata
bagaimana usaha kecil menengah dapat berkontribusi dalam pengembangan
ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal
Pengaruh Promosi, Kualitas Pelayanan dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu pada Toko Ventela Banjar di Kota Banjarbaru
Penelitian ini bermula dari semakin eksisnya produk-produk buatan lokal
di kalangan masyarakat Indonesia dan salah satu produk lokal yang banyak
dipakai adalah sepatu. Banyaknya toko yang menjual sepatu buatan lokal
menyebabkan persaingan dalam bisnis ini semakin ketat di mana setiap toko harus
berinovasi dan memperhatikan banyak faktor yang dapat mempengaruhi
keputusan konsumen dalam membeli diantaranya Promosi, Kualitas Pelayanan
dan Citra Merek. Salah satu toko yang menjual sepatu buatan lokal adalah Ventela
Banjar. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari
Promosi, Kualitas Pelayanan dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian
Sepatu pada Toko Ventala Banjar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian field research atau disebut
dengan penelitian lapangan untuk memperoleh data dan menggunakan pendekatan
kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa variabel Promosi,
kualitas pelayanan dan citra merek berpengaruh secara simultan terhadap
keputusan pembelian sepatu pada toko Ventela Banjar dikarenakan nilai f-hitung
45,229 > t-tabel 2,70 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan, secara
parsial variabel promosi terbukti memiliki pengaruh terhadap keputusan
pembelian dikarenakan nilai t-hitung 11,765 > t-tabel 1,985 dengan nilai
signifikansi 0,00 < 0,05 dan variabel kualitas pelayanan secara parsial juga
terbukti berpengaruh dengan keputusan pembelian dikarenakan nilai t-hitung
sebesar 8,201 > t-tabel 1,985 dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 sedangkan
untuk variabel citra merek secara parsial terbukti tidak berpengaruh terhadap
keputusan pembelian sepatu pada toko Ventela Banjar dikarenakan nilai t-hitung
0,408 0,05
Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis dan Self Efficacy Terhadap Kemamampuan Berpikir Kritis Siswa MA SMIP 1946 Banjarmasin
Kemampuan afektif turut mempengaruhi aspek kognitif dalam proses
belajar. Pada penelitian ini aspek afektif mencakup kecerdasan logis matematis dan
self efficacy yang dimiliki siswa akan berdampak pada hasil belajar. Sedangkan,
aspek kognitif adalah kemampuan berpikir kritis iswa, berupa representasi dari hasil
belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kecerdasan logis
matematis, keadaan self efficacy, keadaan kemampuan berpikir kritis, serta
pengaruh kecerdasan logis matematis dan self efficacy terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa MA SMIP 1946 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2024/2025.
Penelitian ini berjenis penelitian assosiatif kausal dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA SMIP 1946
Banjarmasin berjumlah 55 orang. Adapaun sampel dalam penelitian ini pun seluruh
siswa MA SMIP 1946 Banjarmasin dengan Teknik pengambilan sampel
menggunakan Teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dengan angket
skala likert, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah
statistic deskriptif dan uji prasyarat asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji linearitas,
uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, serta metode yang akan digunkan
adalah uji regresi linear berganda berbantuan software SPSS 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kecerdasan logis matematis
siswa tergolong dalam kondisi baik yakni 56%, keadaan self-efficacy siswa
tergolong dalam kondisi baik yakni 84%, keadaan kemampuan berpikir kritis siswa
tergolong dalam kondisi baik yakni 55%. Kecerdasan logis matematis tidak
memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy
memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kriti