IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa kelas VIII di SMPN 7 Banjarmasin

    Get PDF
    Kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan akademik siswa, yang dapat dipengaruhi oleh cara orang tua dalam membimbing dan mengasuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMPN 7 Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga, yang secara langsung mempengaruhi perkembangan karakter dan perilaku belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada 152 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pola asuh orang tua di kelas VIII di SMPN 7 Banjarmasin pada kategori rendah yakni 39,5%, sedangkan mayoritas kedisiplinan belajar disana juga pada kategori rendah yakni 38,2%, dan terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan belajar siswa. Artinya, semakin baik pola asuh yang diterapkan orang tua, maka semakin tinggi pula tingkat kedisiplinan belajar siswa. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar orang tua dapat menerapkan pola asuh yang tepat dan konsisten, serta mendukung anak dalam proses belajar guna membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab

    Makna Islami, Sosial Dan Budaya Pada Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi (Analisis Isi Etnografi)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja makna islami, sosial dan budaya yang terkandung dalam novel ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi. Jenis pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten etnografi atau Ethnographic Content Analysis (ECA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi terdapat makna islami, sosial dan budaya dalam 4 aspek makna islami yakni akhlak, ibadah, aqidah dan syariat. Dalam makna sosial terdapat 3 aspek didalamnya yakni interaksi sosial, kelompok sosial dan norma dan nilai. Dalam makna budaya terdapat 5 aspek yakni sosialisasi budaya, budaya dan identitas, budaya populer dan sub kultural, dinamika budaya dan interaksi antar budaya. Dalam novel ranah 3 warna ini juga terdapat kutipan kalimat yang menonjol yakni “man jadda wajada” tentang usaha dan “man shabara zhafira” tentang kesabara

    Pengaruh Manajemen Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Desa tayur Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam meningkatkan Kualitas Santri

    Get PDF
    Jumlah pesantren di Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yakni menembus angka 28.000 pesantren aktif pada tahun 2023. Meski jumlahnya terus bertambah, namun ketimpangan mutu pendidikan antar pesantren cukup mencolok. Tidak sedikit pesantren yang terkendala oleh aspek pengelolaan organisasi, pembiayaan operasional, serta penyelenggaraan metode pendidikan yang belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan dan dinamika zaman. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh manajemen pondok pesantren terhadap kualitas santri di Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada 218 santri sebagai responden. Data dianalisis menggunakan aplikasi spss versi 22 untuk menguji pengaruh manajemen pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas santri menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen pondok pesantren terhadap kualitas santri, semakin baik manajemen pondok pesantren maka akan diikuti dengan peningkatan kualitas santri. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,783 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, pengelolaan pondok pesantren yang baik meliputi aspek planning, organizing, leading dan controlling berkontribusi dalam meningkatkan kualitas santri, baik dari sisi pengetahuan, moral, spiritual, maupun keterampilan. Dengan demikian, manajemen pondok pesantren merupakan faktor strategis dalam upaya meningkatkan kualitas santr

    Problematika Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di MIN 3 Banjarmasin

    Get PDF
    Kurikulum merdeka belajar sudah diterapkan di MIN 3 Banjarmasin secara bertahap. Adapun Dalam pelaksanannya tidak terlepas dari berbagai permasalahan. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan kebebasan belajar kepada peserta didik serta keleluasaan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya di MIN 3 Banjarmasin, ditemukan berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pelaksanaan kurikulum tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai permasalahan yang muncul selama pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MIN 3 Banjarmasin, penelitian ini juga berfokus pada solusi yang dilakukan adalah pelatihan dan diklat, kordinasi sesama guru dan mengadakan pertemuan kelompok kerja guru (KKG). Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan metode kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas I B, II B, IV A, V A, Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum. Sedangkan objeknya yaitu problematika pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar. Teknik Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yaitu reduksi, penyajian data dan verivikasi. Keabsahan data melalui tringulasi dan penggunaan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di MIN 3 Banjarmasin pada guru kelas I B, II B, IV A dan V A diantaranya: menguasai bahan/materi, komitmen terhadap profesi keguruan, kapabilitas dalam mengajar dan pengukuran efektivitas belajar, dan solusi yang dilakukan adalah pelatihan dan diklat, kordinasi sesama guru dan mengadakan pertemuan kelompok kerja guru (KKG)

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (e-LKPD) Berbasis Model Penemuan Terbimbing dan Kearifan Lokal Menggunakan Liveworksheet pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung di MTs Al-Islamiyah SMIP 1946 Banjarmasin

    Get PDF
    Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya minat dan kemampuan belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika materi bangun ruang sisi lengkung. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya upaya inovatif untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran, salah satunya melalui pengembangan bahan ajar yang mampu menarik perhatian peserta didik sekaligus mempermudah pemahaman konsep yang diajarkan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi tahapan-tahapan dalam merancang dan mengembangkan e-LKPD yang berbasis pada model penemuan terbimbing dan kearifan lokal dan juga untuk menilai tingkat kevalidan serta kepraktisan dari e LKPD yang dikembangkan, dengan memanfaatkan platform liveworksheet sebagai media pendukung pembelajaran pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan merujuk pada tahapan yang dikemukakan oleh Sugiyono, yang merupakan hasil adaptasi dari model pengembangan oleh Borg & Gall. Model ini terdiri dari enam langkah, yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan ujicoba produk. Hasil kevalidan e-LKPD berbasis model penemuan terbimbing dan kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi lengkung, telah melalui tahap validasi oleh para ahli diantaranya dari ahli materi dan ahli media dengan mendapatkan persentase sebesar 81,3% dengan kriteria “Sangat Valid”. Sedangkan Hasil kepraktisan e LKPD berbasis model penemuan terbimbing dan kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi lengkung, yang di dapat dari hasil respon pendidik dan peserta didik di MTs Al-Islamiyah SMIP 1946 Banjarmasin. Hasil angket respon pendidik dan peserta didik mendapat persentase sebesar 86% dengan kriteria “Sangat Praktis”

    Analisis Nilai-Nilai Dakwah dalam Lagu-Lagu Islami di TK Al-Hidayah Banjarmasin Timur

    Get PDF
    Masa kanak-kanak merupakan fase emas perkembangan individu, di mana penanaman nilai keislaman sangat penting sebagai fondasi karakter dan moral anak. Dalam konteks dakwah Islam, anak-anak usia dini memerlukan pendekatan yang kreatif dan sesuai perkembangan mereka, salah satunya melalui media lagu. Lagu- lagu islami dipilih karena mampu menghadirkan suasana menyenangkan, mudah diingat, dan efektif dalam menyampaikan pesan, terutama kepada anak-anak yang belum mampu memahami bahasa verbal yang kompleks. Di TK Al-Hidayah Banjarmasin Timur, lagu-lagu islami menjadi bagian integral dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, baik dalam kegiatan tematik maupun keagamaan, untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam lagu-lagu islami yang digunakan di TK Al-Hidayah Banjarmasin Timur. Permasalahan yang dikaji meliputi identifikasi lagu-lagu islami yang digunakan dalam pembelajaran, analisis nilai-nilai dakwah dalam lirik lagu, serta bentuk penyampaian pesan dakwah kepada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu-lagu islami di TK Al-Hidayah mengandung nilai keimanan kepada Allah dan Rasul, ajakan beribadah, akhlak mulia seperti jujur, sopan, dan tolong-menolong, serta nilai-nilai sosial keislaman. Lirik lagu disusun dengan bahasa sederhana, kalimat singkat, dan pengulangan untuk memudahkan pemahaman dan hafalan anak-anak. Lagu-lagu dinyanyikan secara rutin dalam kegiatan pembelajaran, sehingga nilai-nilai dakwah tertanam secara efektif. Dapat disimpulkan bahwa lagu islami merupakan media dakwah yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak usia dini secara menyenangkan dan komunikatif. Oleh karena itu, guru dan orang tua disarankan untuk lebih selektif dalam memilih lagu islami yang mengandung pesan dakwah serta kreatif dalam penyampaiannya agar lebih menarik dan mudah diterima oleh anak-anak

    Strategi Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung dalam Meminimalisir Pernikahan Dini di Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong

    Get PDF
    Pernikahan dini masih marak terjadi di Kecamatan Tanjung meskipun sudah ada regulasi yang membatasi usia menikah, sehingga diperlukan strategi aktif dari lembaga keagamaan seperti KUA untuk menekan angka tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung dalam meminimalisir pernikahan dini serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung beserta staf, sedangkan Objek penelitian ini yaitu Strategi Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung dalam meminimalisir pernikahan dini serta Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi KUA dalam meminimalisir pernikahan dini. Lokasi yang dipilih peneliti untuk melakukan penelitian adalah Kantor Urusan Agama yang terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Instrumen pendukung penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian memaparkan bahwa Strategi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung dalam meminimalisir pernikahan dini melalui pendekatan edukatif, administratif, dan kolaboratif. Edukasi dilakukan melalui bimbingan perkawinan dan sosialisasi usia ideal menikah, strategi administratif mencakup penolakan berkas nikah untuk penguluran waktu, serta kolaborasi lintas sektoral dengan instansi terkait memperkuat upaya pencegahan. Penurunan jumlah kasus pernikahan dini dari tahun ke tahun menjadi indikator keberhasilan strategi ini. Faktor pendukung meliputi dukungan dari berbagai pihak dan program pemerintah, sementara penghambat utamanya adalah budaya lokal, tekanan sosial, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Dengan penguatan peran KUA sebagai agen dakwah dan layanan publik, strategi yang telah diterapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menghadapi masalah serup

    Nilai-Nilai Pendidikan Akidah dalam Kitab Tuhfat Ar-Raghibin

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini bertolak dari pentingnya pendidikan akidah dalam membentuk keyakinan, karakter, dan orientasi hidup umat Islam. Di tengah tantangan pemahaman keagamaan yang semakin kompleks, diperlukan rujukan yang otoritatif dan kontekstual. Kitab Tuhfah ar-Raghibin karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari menjadi salah satu warisan keilmuan yang memuat nilai-nilai pendidikan akidah yang kokoh dan relevan, khususnya dalam konteks masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan akidah dalam kitab Tuhfah ar-Raghibin karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kitab ini ditulis untuk memberikan panduan praktis dan teoretis mengenai keimanan yang lurus menurut paham Ahlussunnah wal Jama’ah, serta sebagai bentuk koreksi terhadap ajaran-ajaran yang dianggap menyimpang. Fokus utama dalam penelitian ini meliputi pembahasan tentang hakikat iman, riddah, taubat dari riddah, dan konsep Ahlusunnah Wal Jama’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif filosofis dengan metode analisis isi. Sumber data utama adalah kitab Tuhfah ar-Raghibin, sementara data pendukung diperoleh dari literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kitab ini mengajarkan iman sebagai pembenaran (tashdiq) dalam hati, serta memberikan batasan tegas terhadap hal-hal yang dapat merusak iman, baik melalui perkataan, perbuatan, maupun keyakinan. Taubat dikaji sebagai sarana pemulihan akidah yang harus dilakukan dengan penyesalan tulus dan tekad untuk tidak mengulangi dosa. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk memperkuat pendidikan akidah dalam konteks pendidikan Islam saat ini

    The Implementation of Picture Word Inductive Model in Teaching Writing Descriptive Text at MA Raudhatusysybban

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Induktif Kata Bergambar (PWIM) dalam pengajaran menulis teks deskriptif di MA Raudhatusysyubban. Penelitian ini berfokus pada penerapan model tersebut di kelas serta kelebihan dan kekurangannya selama penerapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru bahasa Inggris sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWIM membantu siswa mengembangkan kosakata melalui pengamatan gambar, yang kemudian mendukung mereka dalam mengorganisasikan ide dan menulis teks deskriptif. Model ini mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam mengidentifikasi kata, membentuk kalimat, dan menyusun paragraf. Siswa memberikan tanggapan positif karena penggunaan media visual membuat proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Namun, terdapat pula tantangan seperti keterbatasan waktu dan kemampuan siswa yang beragam. Simpulannya, penerapan PWIM efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis teks deskriptif. Model ini memfasilitasi pengembangan kosakata, mendukung pengorganisasian ide, dan meningkatkan motivasi siswa. Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, model ini terbukti menjadi strategi yang bermanfaat dalam pengajaran menulis dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris.

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇