IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Perlindungan Hak Perempuan dan Kedudukan Wali Mujbir (Perspektif Hak Asasi Manusia dan Hukum Islam)
Praktik wali mujbir dalam perkawinan Islam masih menjadi perdebatan
karena berpotensi menimbulkan ketegangan antara ketentuan fikih klasik dan
prinsip hak asasi manusia (HAM), khususnya terkait hak perempuan atas
persetujuan bebas dalam perkawinan. Dalam perspektif HAM, sebagaimana diatur
dalam Universal Declaration of Human Rights (UDHR) Pasal 16 dan Convention
on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW),
perkawinan harus dilangsungkan atas dasar kehendak bebas kedua calon mempelai.
Namun, dalam konteks hukum Islam dan praktik di Indonesia, keberadaan wali
mujbir masih diakui secara normatif melalui Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan
kerap dipengaruhi budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan. Kondisi
ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan gender serta kerentanan terhadap
kekerasan dalam rumah tangga, sehingga penelitian ini penting untuk mengkaji
kedudukan wali mujbir dalam perspektif HAM dan maqāṣid al-syarīah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan jenis
penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Bahan
hukum primer meliputi instrumen HAM internasional seperti UDHR dan CEDAW
serta literatur hukum Islam, antara lain Fiqh as-Sunnah dan al-Fiqh ‘alā al-Mażāhib
al-Arba‘ah. Bahan hukum sekunder mencakup Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2019 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, sedangkan bahan hukum
tersier berupa kamus hukum dan literatur pendukung lainnya. Analisis data
dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, serta pendekatan komparatif
dan konseptual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif HAM menolak konsep wali
mujbir karena bertentangan dengan prinsip otonomi dan persetujuan bebas
perempuan, sedangkan hukum Islam membatasinya secara ketat hanya pada ayah
dan kakek dengan syarat tertentu, seperti terpenuhinya kafā’ah dan tidak adanya
kemudaratan. Mazhab Hanafi menempatkan persetujuan perempuan baligh sebagai
unsur utama dalam perkawinan. Meskipun terdapat perbedaan dalam kedudukan
persetujuan dan peran wali, kedua perspektif memiliki tujuan yang sama, yaitu
melindungi martabat dan kesejahteraan perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini
merekomendasikan reinterpretasi kontekstual terhadap wali mujbir agar selaras
dengan nilai-nilai HAM dan keadilan substantif dalam perkawina
تطوير وسيلة التقويم في إتقان تركيب اللغة العربية باستخدام بلوكيت لدى طلبة الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة ببنجرماسين = Pengembangan Media Evaluasi untuk Meningkatkan Tarkib Bahasa Arab dengan Menggunakan Blooket Untuk Siswa Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
تهدف هذه الدراسة إلى تطوير وسيلة التقويم في تعليم تركيب اللغة العربية استنادًا إلى تطبيق بلوكيت لتحسين إتقان قواعد اللغة لدى طلاب الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة بنجرماسين . تتمثل خلفية هذه الدراسة في محدودية التقويم التقليدي، الذي يتسم بالرتابة وقلة التفاعل ويستغرق وقتًا طويلاً للتصحيح، مما يؤثر على تحفيز الطلاب ومشاركتهم في تعليم التركيب، لا سيما فيما يتعلق بعدد الجملة الفعلية والجملة الاسمية. تستخدم هذه الدراسة البحث والتطوير (R&D) مع نموذج ADDIE، الذي يتضمن مراحل التحليل والتصميم والتطوير والتنفيذ والتقييم. المنتج المطور هو وسيلة تقييم قائمة على الألعاب مع أربعة أوضاع لعب، وهي Classic وCafé وFactory وRacing، والتي تم تصميمها خصيصًا لتناسب خصائص مادة التركيب واحتياجات الطلاب. تظهر نتائج التحقق أن الوسيلة المطورة تندرج في فئة ”ممكنة للغاية، حيث حصلت على نسبة تقييم من خبراء المادة الدراسية بلغت 85.45٪، وخبراء الوسائل 96٪، والممارسين (المعلمين) 100٪، ومجموعة صغيرة من الطلاب 86.67٪، بمتوسط إجمالي بلغ 85.17٪. أظهر تطبيق الوسائل زيادة في مشاركة الطلاب وتحفيزهم وفهمهم للمواد. وبالتالي، تم إعلان أن وسائل التقويم القائمة على بلوكيت صالحة وعملية وفعالة كبديل مبتكر في تقويم تعليم اللغة العربية التفاعلي والهادف
Pengaruh Keterikatan Emosional Merek Terhadap Word Of Mouth Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Persaingan di pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi membangun
citra dan kepercayaan melalui strategi pemasaran yang efektif. Word of mouth
menjadi strategi yang dapat dipercaya karena bersumber dari pengalaman nyata dan
disampaikan secara sukarela. Salah satu pendorong utama word of mouth adalah
keterikatan emosional merek yang didasari oleh afeksi, koneksi, dan passion
mahasiswa terhadap universitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat
keterikatan emosional merek serta tingkat word of mouth mahasiswa Universitas
Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh afeksi, koneksi, dan passion terhadap word of mouth
mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin guna memahami peran
keterikatan emosional mahasiswa dalam mendorong penyampaian pengalaman
positif mengenai universitas.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan
disebarkan kepada sampel yang berjumlah 415 Mahasiswa aktif UIN Antasari
Banjarmasin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis
Partial Least Square dengan bantuan isoftware SmartPLS. 4.1.1.6
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan emosional merek dan
WOM berada pada kategori tinggi, dengan nilai rata-rata brand afeksi sebesar 3,33,
brand koneksi sebesar 3,35, dan brand passion sebesar 3,37, serta word of mouth
mahasiswa sebesar 3,40. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa brand afeksi (t =
4,245; p = 0,000), brand koneksi (t = 7,608; p = 0,000), dan brand passion (t =
5,793; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap word of mouth,
dengan kemampuan penjelasan sebesar 70,6%. Temuan ini menegaskan bahwa
keterikatan emosional merek berperan penting dan berpengaruh signifikan dalam
mendorong word of mouth mahasiswa dan menjadi strategi efektif dalam
membangun citra serta reputasi Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
yang akan menarik minat calon mahasiswa secara berkelanjutan
Implementasi Doa Harian dalam Membentuk Karakter Disiplin dan Religius Santriwati pada Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembiasaan implementasi
ibadah harian khususnya doa harian sebagai sarana pembentukan karakter disiplin
dan religius. Meskipun pembiasaan implementasi doa harian umumnya telah
ditanamkan pada individu sejak usia dini, kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa masih banyak remaja, bahkan di lingkungan pondok pesantren sekalipun,
yang belum menerapkan implementasi doa harian secara konsisten.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi doa harian
dalam membentuk karakter disiplin dan religius santriwati, serta faktor pendukung
dan penghambatnya di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah santriwati dan ustadzah
pada asrama Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan, dengan objek
penelitian yaitu implementasi doa harian dalam membentuk karakter disiplin dan
religius santriwati pada Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan Kecamatan
Sungai Tabuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa harian telah diajarkan dan
dibiasakan kepada santriwati sebagai bagian dari adab keseharian di pesantren,
meskipun pengamalannya belum sepenuhnya konsisten pada seluruh santriwati.
Implementasi doa harian memberikan dampak positif berupa ketenangan batin,
kedekatan dengan Allah Swt, serta membentuk sikap tertib, disiplin, dan kesadaran
religius dalam aktivitas sehari-hari. Karakter disiplin tercermin dalam kebiasaan
mengatur waktu dan menjaga adab sebelum beraktivitas, sedangkan karakter
religius tampak dari kesadaran santriwati untuk senantiasa mengingat Allah Swt
dan mengamalkan ajaran Islam. Faktor penghambat utama adalah kurangnya
kesadaran personal, kepadatan kegiatan, lupa dan rasa malas, serta kurangnya
pengawasan intensif dari guru dan ustadzah
Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pemangkih Seberang Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penerimaan peserta didik (santri) merupakan salah satu mekanisme
penyelenggaraan pendidikan menjelang tahun ajaran baru. Setiap instansi
pendidikan memiliki mekanisme berbeda dalam menarik calon peserta didik baru.
Khususnya dalam konteks pondok pesantren. Penerimaan santri baru ini bertujuan
untuk memenuhi tuntutan masa depan generasi penerus bangsa sebagai bekal
mereka melalui pendidikan formal. Pondok Pesantren Al-Muhajirin merupakan
salah satu pesantren yang memiliki sistem penerimaan santri baru yang dianggap
unik dengan metode yang khas dari sistem mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mekanisme
penerimaan santri baru pada Pondok Pesantren Al-Muhajirin berdasarkan fungsi
manajemen dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
pengaloksian hingga evaluasi berdasarkan teori manajemen POAC oleh George R.
Terry. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menemukan bahwa 1) Tahapan penerimaan santri baru pada
Pondok Pesantren Al-Muhajirin bersifat sederhana, fleksibel, dan berorientasi pada
nilai keikhlasan. Pertama, Pihak pimpinan pondok, bersama para ustadz,
melaksanakan muzakarah untuk merangkai mekanisme PPDB. Kedua, melakukan
penyebaran informasi melalui media sosial dan jaringan alumni. Ketiga,
Pendaftaran secara terbuka tanpa persyaratan administrasi ketat, pesantren
menerima santri dari berbagai latar belakang dan hanya melalui seleksi berbasis tes
membaca Al-Qur’an. Terakhir, sistem evaluasi yang digunakan juga melalui
muzakah seperti dilakukan pada saat perencanaan. Disana dibahas secara penuh
untuk hasil dan kendala yang didapatkan selama pelaksanaan PPDB. 2) Proses
pengalokasian santri baru juga berlangsung sederhana dan lebih menekankan pada
ketersediaan fasilitas dan pemerataan pembinaan. Pengalokasian santri ditentukan
berdasarkan hasil tes yang dilakukan saat seleksi PPDB dengan mempertimbangkan
fasilitas dan kelengkapan lainnya
Nilai-Nilai Kepemimpinan dalam Tafsir Al-Azhar: Studi tentang Keseimbangan antara Profesionalitas dan Spiritualitas
Krisis kepemimpinan kontemporer seringkali ditandai oleh dikotomi antara
kompetensi teknis dan integritas moral; banyak pemimpin cerdas namun nir-etika,
atau saleh namun lemah secara manajerial. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi
konsep kepemimpinan ideal perspektif HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar untuk
merespons problematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
berbasis studi pustaka (library research) dengan metode tafsir maudhū‘ī (tematik).
Data dianalisis menggunakan pendekatan adabī ijtimā‘ī (sosial-kemasyarakatan)
untuk menggali kontekstualisasi pemikiran HAMKA terhadap ayat-ayat
kepemimpinan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi kepemimpinan HAMKA
bertumpu pada sintesis integratif dua pilar utama dalam Q.S. Al-Qaṣaṣ ayat 26,
yaitu al-qawîy dan al-amîn. HAMKA menafsirkan al-qawîy sebagai dimensi
profesionalitas yang mencakup kecakapan manajerial, keahlian teknis (expert), dan
kekuatan strategi, yang memiliki korelasi makna dengan sifat ḥafīẓhun ‘alîm dalam
Q.S. Yūsuf ayat 55. Sementara itu, al-amîn dimaknai sebagai dimensi spiritualitas
yang berakar pada keimanan dan melahirkan integritas. Temuan kunci penelitian
ini menegaskan bahwa hubungan kedua dimensi tersebut bersifat hierarkis
fungsional; spiritualitas (budi pekerti) harus berfungsi sebagai pengendali bagi
profesionalitas (akal/kompetensi). Tanpa kendali spiritualitas, profesionalitas
berpotensi menjadi alat manipulasi kekuasaan, sedangkan spiritualitas tanpa
profesionalitas akan melahirkan kepemimpinan yang naif dan tidak efektif.
Implikasi dari konsep ini menawarkan model "Kepemimpinan Profetik"
yang menyeimbangkan kapabilitas duniawi dengan kesadaran ukhrawi. Pemikiran
HAMKA ini sangat relevan diterapkan di Indonesia sebagai landasan etika birokrasi
dan rekrutmen pemimpin publik, di mana syarat kapabilitas (skill) dan akuntabilitas
moral (character) harus diletakkan dalam satu tarikan napas, bukan terpisa
Pengaruh Ketersediaan Koleksi Buku Fiksi Terhadap Minat Kunjung Pemustaka di Perpustakaan SMP Negeri 1 Gambut
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan yang diduga disebabkan oleh kurangnya variasi dan jumlah koleksi buku fiksi yang menarik bagi siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan koleksi buku fiksi terhadap minat kunjung siswa ke perpustakaan sekolah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Kota X, dengan sampel sebanyak 100 siswa yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linear sederhana untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara ketersediaan koleksi buku fiksi dengan minat kunjung siswa ke perpustakaan sekolah. Semakin lengkap dan menarik koleksi buku fiksi yang tersedia, semakin tinggi pula minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Oleh karena itu, pihak sekolah disarankan untuk meningkatkan jumlah dan variasi buku fiksi agar perpustakaan menjadi tempat yang lebih menarik bagi siswa
Keterlibatan Remaja Dalam Kepengurusan Jenazah di Desa Sungai Kali, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala
Penelitian ini membahas tentang keterlibatan remaja dalam kepengurusan
jenazah di Desa Sungai Kali, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala.
Kepengurusan jenazah merupakan kewajiban sosial dan keagamaan yang bersifat
fardhu kifayah, namun dalam praktiknya lebih banyak dilaksanakan oleh kalangan
tua, sementara keterlibatan remaja masih sangat terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan tersebut serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keterlibatan remaja dalam
kepengurusan jenazah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama, serta
kalangan remaja di Desa Sungai Kali. Data yang diperoleh dianalisis secara
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi remaja dalam
kepengurusan jenazah disebabkan oleh beberapa faktor penghambat, seperti faktor
psikologis berupa rasa takut dan trauma, kurangnya literasi keagamaan dan
keterampilan praktis, dominasi penggunaan gadget, serta minimnya kepercayaan
dari kalangan tua. Adapun faktor pendukungnya meliputi latar belakang pendidikan
keagamaan remaja, keteladanan tokoh masyarakat, dan adanya pembinaan
keagamaan di lingkungan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman dan menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam
meningkatkan peran serta remaja dalam kepengurusan jenaza
Penerapan Shelving di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin
Shelving merupakan kegiatan penting dalam pengelolaan perpustakaan yang
bertujuan menyusun kembali bahan pustaka agar tertata rapi sesuai klasifikasi.
Kegiatan ini mendukung kemudahan akses informasi dan mencerminkan nilai
keteraturan dalam layanan perpustakaan. Regulasi seperti Undang-Undang Nomor
43 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 11 Tahun
2015 mengatur pentingnya penataan koleksi sesuai standar nasional. Namun,
observasi awal di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin menunjukkan masih
adanya buku yang tidak tersusun sesuai klasifikasinya, sehingga menimbulkan
hambatan dalam layanan informasi. Kondisi ini menjadi dasar dilakukannya
penelitian mengenai penerapan shelving dan kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif yang dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin.
Subjek penelitian terdiri dari kepala perpustakaan, dua pustakawan, dan satu
pemustaka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan
praktik shelving serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan koleksi bahan
pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan shelving di Perpustakaan
SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan cukup baik dan menunjukkan sistem
pengelolaan yang terstruktur. Pustakawan menerapkan sistem klasifikasi DDC serta
menyusun koleksi berdasarkan nomor panggil agar mudah diakses oleh pemustaka.
Kegiatan shelving dilakukan secara rutin tiga kali seminggu oleh empat pustakawan
dengan pembagian tugas dan pedoman kerja yang jelas. Kerapian dan keteraturan
rak dijaga untuk memastikan koleksi berada di tempatnya, sehingga mendukung
efektivitas pencarian informasi dan kegiatan belajar mengajar. Namun, pelaksanaan
shelving masih menghadapi kendala seperti belum adanya pelatihan formal,
keterbatasan dana, rendahnya kedisiplinan pemustaka, serta kurangnya SDM yang
berlatar belakang kepustakawanan. Diperlukan peningkatan kompetensi
pustakawan dan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah agar layanan shelving
dapat berjalan lebih optimal
Efektivitas Perda Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat di Desa Uren Kecamatan Halong
Penelitian ini membahas efektivitas penerapan Peraturan Daerah Kabupaten
Balangan No 6 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman Dan
Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat di Desa Uren, Kecamatan
Halong Kabupaten Balangan. Peraturan ini disusun sebagai instrumen hukum
untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan terlindungi,
dengan menekankan sinergi antara pemerintah daerah, aparat desa, serta
partisipasi aktif masyarakat. Namun, implementasinya di tingkat desa
menghadapi berbagai kendala baik struktural maupun kultural yang menyebabkan
tujuan perda belum sepenuhnya tercapai.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode
kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan
perangkat desa, tokoh masyarakat, serta aparat penegak hukum setempat. Analisis
dilakukan berdasarkan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto yang
mencakup lima faktor utama: hukum itu sendiri, aparat penegak hukum, sarana
pendukung, masyarakat, dan kebudayaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksaan Perda No 6 Tahun 2022 di
Desa Uren belum berjalan efektif. Secara normatif, perda telah memberikan
pedoman yang jelas mengenai tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah
dan masyarakat. Namun, secara praktis pelaksanaannya masih terbatas oleh
rendahnya kesadaran hukum masyarakat minimnya kegiatan sosialisasi, lemahnya
partisipasi warga dalam sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta
terbatasnya sarana pendukung seperti pos keamanan. Banyak warga lebih
mengutamakan penyelesaian masalah melalui hukum adat dan musyawarah,
sedangkan keterlibatan aparat resmi hanya terjadi ketika persoalan tidak dapat
diselesaikan secara kekeluargaan.
Selain itu, koordinasi antarinstansi juga belum terintegrasi dengan baik.
Hubungan antara pemerintah desa, kepolisian, dan Satpol PP masih bersifat
parsial tanpa adanya sinergi kebijakan yang jelas. Faktor geografis dan
keterbatasan akses transportasi ke Desa Uren memperburuk efektivitas
pengawasan dan pembinaan masyarakat. Akibatnya, fenomena seperti pencurian,
perkelahian antar warga, dan penyalahgunaan narkoba masih sering terjadi