IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pendapat Kepala KUA di Kabupaten Tapin Tentang Batas Jarak dari Pelaksanaan Taukil Wali Bil Kitabah Dalam Pernikahan
Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 20 Tahun 2019 belum secara
terperinci terkait jarak seorang wali nasab untuk bisa Bertaukil Wali Bil Kitabah
karena dalam peraturan tersebut hanya menyebutkan jika wali tidak bisa berhadir
maka bisa digantikan dengan surat Taukil Wali Bil Kitabah maka perlu adanya
penelitian lagi untuk melihat keseragaman kebijakan setiap KUA terkait jarak wali
nasab untuk pelaksanaan Taukil Wali Bil Kitabah tersebut dengan kesesuaian
pandangan dari segi hukum islam. Serta agar memudahkan pegawai KUA dalam
menentukan kebijakan apa yang akan dilakukan jika ada calon pengantin yang
mengajukan untuk surat Taukil wali bilkitabah.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji pandangan kepala KUA terkait batas
jarak pelaksanaan Taukil Wali Bil Kitabah (penyerahan kuasa wali nikah melalui surat) di
7 Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Kabupaten Tapin, yang dipilih sebagai sampel
dari 12 KUA kecamatan yang ada.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris yang secara
umum merupakan penelitian studi lapangan yang menganalisis dan mengkaji
praktek yang terjadi dalam masyarakat. Pendekatan penelitian ini adalah studi
kasus. Data yang digunakan dalam mengkaji dan menganalisis penelitian yaitu data
primer dan data sekunder.
Berdasarkan analisis penulis, hasil penelitian ini Proses Taukil Wali Bil
Kitabah dalam pelaksanaan pernikahan terkait batas jarak seorang wali berdasarkan
adanya PMA No. 20 Tahun 2019 yang masih belum secara jelas mengatur maka
dilakukan analisis mendalam dengan menggunakan metode penemuan hukum teori
Interpretasi Teleologis/Sosiologis terhadap peraturan yang sudah ada dan dari
pendapat ulama, ditemukan bahwa jarak yang relevan untuk dijadikan acuan adalah
jarak Masafatul Qasri, yang secara umum dipahami sebagai jarak maksimal yang
diperbolehkan untuk ketidak hadiran wali dalam pernikahan menggunakan wali
hakim. Dalam konteks ini, jarak Masafatul Qasri yang direkomendasikan biasanya
berkisar sekitar 80 km–90 km. meskipun terdapat perbedaan pendapat dan
ketidakjelasan hukum, penerapan jarak Masafatul Qasri memberikan landasan
yang lebih kuat dan dapat diterima secara syariah
Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2013 Dalam Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Oleh Kejaksaan (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Banjarbaru)
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2013 Pasal 27 Ayat (4)
Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,
pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkotika oleh jaksa dilakukan dalam waktu
paling lama 7 (tujuh) hari sejak putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum
tetap, yang mana di Kejaksaan Negeri Banjarbaru tanggung jawab pengelolaan
barang bukti ada pada seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan
(PB3R) yang pada fakta dilapangan pelaksanaan pemusnahan barang bukti
narkotika dilakukan hanya 2-3 kali dalam setahun. Berdasarkan hal tersebut
enimbulkan pertanyaan bagi peneliti apakah tidak menyebabkan penyimpangan
atau kekhawatiran lainnya terhadap barang bukti tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Penelitian ini berlokasi di Kejaksaan Negeri
Banjarbaru pada seksi PB3R. Adapun Teknik pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara, dan studi dokumen.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Penerapan Peraturan
Pemerintah Nomor 40 Tahun 2013 Pasal 27 Ayat (4) tentang Pelaksanaan Undang
Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika benar belum terlaksana, terlihat
dari pelaksaan pemusnahan barang bukti yang hanya dilakukan 2 kali di tahun 2023
dan 3 kali di tahun 2024 karena berbagai kendala seperti biaya dan fasilitas,
kemudian prosedur dari pemusnahan yang tidak mudah, lalu banyaknya perkara
narkotika dan waktu yang berdekatan dari setiap perkara, serta keterbatasan sumber
daya manusi
An Analysis of Barriers in English Speaking Skill of the University Students
Speaking barriers include psychological issues like anxiety and lack of
confidence, and linguistic challenges such as vocabulary, grammar, and pronunciation.
The objective of this study is to find out a). What barriers do university students
encounter in expressing their ideas in speaking English? b). What strategies do students
use to overcome these barriers? The researcher used the qualitative method and
narrative inquiry design. Researcher used the interview and recording as a tools. The
participants in this study were five students of UIN Antasari. The result of this study is
showed limited vocabulary, grammar, pronunciation, and fear of making mistakes,
especially in formal situations. These factors are compounded by anxiety and
environmental pressures, such as fear of judgment from lecturers or friends, however
To overcome these barriers, the students used strategies such as practicing in front of a
mirror, recording themselves for evaluation, and preparing materials before speaking.
They also try to improve their vocabulary through media such as music and videos and
rely on self-reflection to correct shortcomings. This study highlights the complex
interaction between linguistic and psychological barriers and underscores the
importance of proactive strategies in improving speaking among students. The findings
suggest that with the right strategies and tools, students can overcome these barriers
and improve their confidence and proficiency in English communication
Manajemen Rumah Tahfizh Al-Ma’arif Banjarmasin dalam Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an pada Santri dan Santriwati.
Banyak faktor yang menjadi penyebab anak-anak yang ada di Rumah
Tahfizh Al-Ma’arif tidak bisa membaca Al-Qur’an diantaranya adalah kondisi
ekonomi orang tua yang tidak memadai sehingga tidak bisa menyekolahkan anak,
kurangnya perhatian kepada anak dalam hal belajar agama seperti anak-anak yang
diberikan tugas dari sekolah untuk menghafal tetapi tidak dihafalkan lagi di rumah
karena tidak ada bimbingan orang tua di rumah dengan alasan keterbatasan waktu
yang dimiliki orang tua, serta kurangnya pemahaman orang tua itu sendiri terhadap
baca tulis Al-Qur’an sehingga tidak bisa mengajarkan Al-Qur’an kepada anak
anak, memiliki sifat pemalu kurangnya rasa percaya diri pada anak,rasa malas,
merasa putus asa tidak adanya pencapaian dari proses belajar mengajar, mudah
tersinggung, faktor lingkungan sekitar anak, faktor perubahan zaman yang semakin
canggih, faktor-faktor tersebut juga yang menjadi penghambat bagi Rumah Tahfizh
Al-Ma’arif Banjarmasin untuk Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an pada Santri
dan Santriwati.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen Rumah Tahfizh
Al-Ma’arif Banjarmasin dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an serta peluang
dan tantangannya dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an melalui manajemen
Rumah Tahfizh Al-Ma’arif Banjarmasin.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penulis
mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan Observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Ustadz Akhmad Faisal selaku
Pimpinan, dan Ustadz M. Jaya Alfianur selaku pengajar sekaligus pimpinan cabang
Rumah Tahfizh Al-Ma’arif Banjarmasin. Untuk objek penelitian ini adalah
Manajemen Rumah Tahfizh Al-Ma’arif dalam Memberantas Buta Aksara Al
Qur’an Pada Santri dan Santriwati.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen yang ada di Rumah
Tahfizh Al-Ma’arif Banjarmasin sudah sesuai dengan tahapan yang idealnya
dirancang. Semua itu meliputi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan. Untuk tantangan di Rumah Tahfizh Al-Ma’arif Banjarmasin secara
umum meliputi faktor lingkungan, keluarga, sekolah, kenakalan remaja, gadget,
anak secara personal. Sementara peluang yang muncul ialah, adanya sekolah,
sarana dan prasarana yang mencukupi dan manajemen yang baik
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar di SD Negeri 2 Haruyan Dayak Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Perpustakaan sekolah berperan penting dalam mendukung pembelajaran
dan meningkatkan literasi siswa. Namun di SD Negeri 2 Haruyan Dayak,
pengelolaan perpustakaan belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan
kurangnya keterampilan staf dalam manajemen perpustakaan. hal ini menghambat
fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar yang efektif. Pelatihan dan
pendampingan pengelolaan perpustakaan menjadi Solusi untuk mengatasi
permasalahan ini dengan membekali staf perpustakaan keterampilan dan
pengetahuan yang tepat, diharapkan perpustakaan dapat berfungsi lebih optimal,
medukung proses belajar dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di
sekolah SD Negeri 2 Haruyan Dayak.
Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi pelatihan serta pendampingan pengelolaan perpustakaan di SD Negeri 2
Haruyan Dayak.
Pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif
dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan fokus grup dikusi. Data
yang di peroleh kemudian dianalisis menggunakan kerangka analisis participatory
action-research (PAR)
Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perencanaan pelatihan dilakukan
dengan merancang materi yang relevan serta penyesuaian jadwal kegiatan dengan
kondisi sekolah. Pelaksanaan meliputi revitalisasi perpustakaan, pengelolaan
koleksi buku, serta pendampingan langsung bagi guru-guru dalam pengolahan
koleksi. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan
perpustakaan, baik dari segi pemanfaatan koleksi, keterampilan pengelola, maupun
kondisi ruang perpustakaan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk
vi
vii
melanjutkan dan memperluas program pelatihan serta meningkatkan fasilitas
perpustakaan guna mendukung keberlanjutan pembelajaran yang berkualitas
Pengaruh Kemandirian Belajar , Self- Efficacy, Dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas Viii Smp Negeri 15 Banjarmasin Tahun Ajaran 2024 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan
tidak langsung dari kemandirian belajar, self-efficacy, dan motivasi terhadap
prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin
tahun ajaran 2024-2025. Kemandirian belajar mencakup kemampuan siswa
untuk mengelola strategi belajar, bertanggung jawab, dan menggunakan
berbagai sumber belajar. Self-efficacy merujuk pada keyakinan siswa
terhadap kemampuan mereka dalam mengorganisasi dan menyelesaikan
tugas matematika. Motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, bertindak
sebagai dorongan psikologis yang mendorong siswa untuk mencapai hasil
belajar optimal.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP
Negeri 15 Banjarmasin Tahun Ajaran 2024-2025. Adapun sampel dalam
penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin Tahun Ajaran
2024-2025 sebanyak 60 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik
random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala
likert, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini
adalah stastitik deskriptif dan uji prasyarat asumsi klasik, serta metode yang
digunakan adalah analisis jalur (path analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar
memberikan pengaruh langsung yang signifikan melalui self-efficacy
terhadap prestasi belajar siswa. Self-efficacy juga memiliki pengaruh
langsung yang signifikan melalui motivasi terhadap pretasi belajar siswa.
Motivasi sendiri memberikan kontribusi langsung yang kuat terhadap prestasi
belajar matematika. Secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut memiliki
pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 15
Banjarmasin Tahun Ajaran 2024-2025
تحليل الأخطاء في كتابة نص الخطابة في برنامج المحاضرة لدى الطالبات بمعهد دار الاستقامة الإسلامي العصري للبنات باراباي = Analisis Kesalahan pada Penulisan Teks Pidato dalam Program Muhadharah Santriwati di Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah Puteri Barabai
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dalam penulisan teks pidato
bahasa Arab pada program muhadharah santriwati kelas 2 Aliyah di Pondok
Pesantren Modern Darul Istiqamah Barabai. Fokus penelitian ini adalah
mengidentifikasi bentuk kesalahan gramatikal nahwu, khususnya pada aspek
mubtada dan khabar, na’at man’ut, idhafah, dan dhamair. Metode penelitian yang
digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan analisis terhadap
dokumen naskah pidato santriwati sebagai sumber data utama.
Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis kesalahan nahwu yang dominan,
meliputi mubtada dan khabar, na’at man’ut, idhafah, serta dhamair. Faktor
kesalahan ini berasal dari pemahaman yang belum mendalam terhadap kaidah
nahwu serta penerapannya dalam konteks pidato. Berdasarkan temuan ini,
disarankan agar guru memberikan panduan evaluasi yang lebih terfokus,
menyediakan sesi tinjauan langsung untuk mengidentifikasi dan memperbaiki
kesalahan, serta memberikan umpan balik yang efektif. Penelitian ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa
Arab di lingkungan Pondok pesantren, khususnya dalam program pidato
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Dimensi Tiga di Kelas XII MAN 4 Barito Kuala Tahun Ajaran 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media
pembelajaran berbasis AR terhadap hasil belajar siswa kelas XII pada materi
Dimensi Tiga di MAN 4 Barito Kuala. Latar belakang penelitian ini adalah
kebutuhan akan media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan
pemahaman siswa terhadap konsep geometri yang abstrak, seperti dimensi tiga. AR
dipilih karena kemampuannya menyajikan visualisasi objek dalam bentuk 3D yang
nyata, sehingga mempermudah siswa dalam memahami materi dimensi tiga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
eksperimen Posttest-Only Control Design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas
eksperimen yang menggunakan media AR berjumlah 26 siswa dan kelas kontrol
yang menggunakan metode konvensional berjumlah 26 siswa. Data dikumpulkan
melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji
statistik deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran
berbasis AR memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Implementasi AR berhasil meningkatkan
pemahaman siswa terhadap materi dimensi tiga dibandingkan metode pembelajaran
konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa media AR dapat menjadi solusi
inovatif dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi yang bersifat
abstra
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Teori Belajar Dienes Terhadap Motivasi dan Keaktifan Belajar Matematika Siswa SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran
berdasarkan teori belajar Dienes terhadap motivasi dan keaktifan belajar
matematika siswa sekolah dasar. Teori belajar Dienes menekankan pentingnya
penggunaan pengalaman konkret dan variasi representasi matematis dalam proses
pembelajaran untuk membantu pemahaman konsep.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
eksperimen. Quasi eksperimen dengan postest-only control group design. Sampel
penelitian ini adalah cluster samping kelas V SD dengan 25 sampel dengan adalah
siswa sekolah dasar yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket motivasi,dan lembar
obervasi. Teknik analisis data yang di gunakan adalah statistik deskriptif dan
statistik imperensial. Uji hipotesis menggunakan uji normalitas, homogenitas dan
uji indenpenden t test
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterlaksanaan pembelajaran
dienes adalah 83,33 dalam kategori baik,kemudian motivasi siswa memiliki rata
rata 26,36 berada pada kategori sedang dan keaktifan keaktifan belajar siswa
memiliki rata-rata 5,26 berada pada kategori cukup aktif dan pada hasil uji t tes (sig.
2 tailed) motivasi 0,000 < 0,005 yang artinya ada peningkatan signifikan motivasi
belajar tetatpi pada keaktifan belajar (sig. 2 tailed) 0,052 > 0,000 yang berarti
keaktifan belajar tidak meiliki peningkatan yang signifikan antara kelas eksperimen
dan kelas kontro
Peran Organisasi PERTUNI (Persatuan Tunanetra Indonesia) dalam Mewujudkan Keluarga Bahagia Sakinah, Mawaddah, Warahmah di Komplek Disabilitas Trikora Banjarbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya organisasi PERTUNI
di Komplek Disabilitas Trikora Banjarbaru yang mana dalam organisasi
ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang bahagia secara Islam yaitu
sakinah, mawaddah, warahmah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
dan menganalisis peran PERTUNI (Persatuan Tunanetra Indonesia) dalam
mewujudkan keluarga bahagia sakinah, mawaddah, warahmah di
Komplek Disabilitas Trikora Banjarbaru dan juga mengidentifikasi faktor
yang mendukung dan menghambatnya.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dengan
satu ketua PERTUNI dan lima pasangan suami istri disabilitas, serta
melalui observasi dan studi dokumen. Analisis data mengikuti model
Miles dan Huberman: Pengumpulan Data, reduksi data, penyajian data,
dan verifikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena
hukum secara nyata melalui interaksi langsung dengan informan dan
analisis mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran DPC PERTUNI
(Persatuan Tunanetra Indonesia) Kota Banjarbaru dalam mewujudkan
keluarga bahagia sakinah, mawaddah, warahmah di Komplek Disabilitas
Trikora Banjarbaru sudah berjalan dengan baik dan memberikan dampak
yang cukup besar melalui pengajian rutin yang membahas kitab fikih
tentang keluarga dan kitab Riyadhussholihin. Serta kegiatan spiritual
seperti pembacaan Burdah dan Yasin, serta belajar membaca Al-Qur'an,
(2) Faktor pendukung PERTUNI dalam menjalankan perannya yaitu
dengan adanya dukungan dari pemerintah kota Banjarbaru yang
memfasilitasi dan membiayai kegiatan organisasi PERTUNI dan keaktifan
peserta anggota keluarga disabilitas yang ikut menghadari kegiatan
organisasi ini, sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu kondisi cuaca,
ketidakhadiran pemateri pengajian dan juga kurangnya keaktifan
kehadiran peserta anggota PERTUNI