IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pendapat Ulama Kota Banjarmasin tentang Sewa Menyewa Rumah Sandaan

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik sanda di masyarakat Banjar, khususnya mengenai penyewaan kembali rumah yang telah dijadikan jaminan utang. Praktik tersebut menimbulkan persoalan hukum karena sebagian ulama memahami sanda sebagai rahn (gadai) yang tidak boleh dimanfaatkan oleh penerima pinjaman, sementara sebagian lainnya memahaminya sebagai jual beli bersyarat seperti jual beli angkal, bai‘ al-‘uhdah, atau bai‘ al-wafâ’, yang dianggap memberi ruang kebolehan selama akadnya diubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat ulama tentang sewa-menyewa rumah sandaan, serta alasan dan dasar hukum dari pendapat ulama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara kepada tujuh ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin. Data yang terkumpul kemudian diolah melalui proses editing, coding, dan sistematisasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan pendapat ulama Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat. Pertama, empat ulama memaknai sanda sebagai akad rahn murni, sehingga rumah sandaan tidak boleh disewakan kembali karena termasuk mengambil manfaat dari pinjaman yang dapat mengarah pada riba dan bertentangan dengan prinsip muamalah. Kedua, tiga ulama lainnya membolehkan praktik sewa-menyewa rumah sandaan dengan syarat akad diubah menjadi bentuk jual beli bersyarat seperti jual beli angkal, bai‘ al ‘uhdah, atau bai‘ al-wafâ’, sehingga tidak lagi dipahami sebagai pemanfaatan barang gadai tetapi sebagai transaksi jual beli yang sah menurut syariat

    Qana’ah dalam Menghadapi Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO): Kajian Tafsir Tematik Ayat-Ayat Al-Qur’an

    Get PDF
    Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) merupakan salah satu dampak psikologis yang muncul seiring meningkatnya penggunaan media sosial di era digital. FOMO ditandai oleh rasa cemas dan takut tertinggal dari pengalaman atau informasi yang dinikmati orang lain, sehingga memengaruhi ketenangan batin, kepuasan hidup, dan perilaku sosial individu. Kondisi ini bertentangan dengan nilai qana’ah yang diajarkan dalam Al-Qur’an, yaitu sikap menerima, merasa cukup, dan tidak berlebihan dalam mengejar kenikmatan duniawi. Penelitian ini mengkaji bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan qana’ah dapat memberikan panduan dan solusi terhadap fenomena FOMO pada masyarakat modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan nilai qana’ah, yaitu QS. Ibrahim: 43, QS. An-Nahl: 97, dan QS. Al-Hajj: 36. Ayat-ayat tersebut dianalisis melalui penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, seperti al-Ṭabari, Wahbah al-Zuhaili, dan M. Quraish Shihab, serta dikaitkan dengan literatur sekunder mengenai fenomena FOMO dan dinamika sosial media. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan menekankan relevansi nilai qana’ah terhadap gejala psikologis dan sosial yang ditimbulkan oleh FOMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat qana’ah memberikan penegasan bahwa ketenangan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya kepemilikan atau keterlibatan dalam pengalaman sosial, tetapi oleh rasa cukup, syukur, dan ridha terhadap ketentuan Allah. Sikap qana’ah yang ditegaskan dalam ayat-ayat tersebut menjadi solusi spiritual sekaligus etis dalam mengatasi kecemasan, ketidakpuasan, dan perilaku konsumtif yang dipicu oleh FOMO. Qana’ah mendorong individu untuk membangun keseimbangan dalam memanfaatkan media sosial, menjaga kesehatan mental, dan memperkuat kualitas hidup berdasarkan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, ajaran qana’ah dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat sebagai pedoman menghadapi fenomena psikologis dan sosial yang berkembang pada era digital

    Persepsi Peserta Didik Terhadap Eksistensi Peserta Didik Disabilitas Di Kelas Inklusi pada SMK Negeri 2 Banjarmasin Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Eksistensi peserta didik disabilitas di kelas inklusi seringkali membawa karakteristik dan gaya belajar yang berbeda-beda. Hal ini menuntut adanya persepsi positif dari peserta didik non-disabilitas agar eksistensi mereka dapat diakui dan diterima secara sosial maupun akademik. Namun, dalam praktiknya, persepsi peserta didik terhadap peserta didik disabilitas masih beragam dan belum sepenuhnya terbentuk secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi peserta didik terhadap eksistensi peserta didik disabilitas di kelas inklusi pada SMK Negeri 2 Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi peserta didik terhadap eksistensi peserta didik disabilitas di kelas inklusi pada SMK Negeri 2 Banjarmasin. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik, peserta didik disabilitas, dan guru. Sedangkan objek penelitian ini persepsi peserta didik terhadap eksistensi peserta didik disabilitas di kelas inklusi pada SMK Negeri 2 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap eksistensi peserta didik disabilitas di kelas inklusi cenderung positif, meskipun belum sepenuhnya setara. Peserta didik umumnya mengakui kemampuan dan keberadaan teman disabilitas sebagai bagian dari kelas, namun penerimaan masih bersifat kondisional. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut meliputi pengetahuan tentang disabilitas, pengalaman interaksi langsung, sikap dan peran guru, lingkungan teman sebaya, pandangan keluarga, karakteristik teman disabilitas serta kenyamanan dalam proses pembelajara

    Eksplorasi Etnomatematika pada Alat-Alat Pertanian Tradisional Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Kalimantan Selatan memiliki budaya dan tradisi yang kuat. Berbagai macam bentuk karya dan aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti kuliner, kesenian, sistem pertanian, serta alat-alat pertanian tradisional yang digunakan. Alat-alat pertanian tradisional masyarakat Banjar ini merupakan warisan budaya yang masih digunakan sampai sekarang. Belum banyak yang mengkaji konsep matematika yang terkandung pada alat-alat pertanian tradisional masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika yang ada pada alat-alat pertanian tradisional masyarakat Banjar Kalimantan Selatan yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang narasumber atau partisipan yang menggunakan dan memahami bentuk alat-alat pertanian tradisional masyarakat Banjar. Objek penelitian ini ialah bentuk atau konsep matematika yang terkandung dalam alat-alat pertanian tradisional masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data dilalukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dalam penelitian ini juga digunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk mengetahui keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat-alat pertanian tradisional masyarakat Banjar Kalimantan Selatan memuat berbagai konsep matematika, seperti geometri datar, geometri ruang, konsep simetri dan pola bilangan. Geometri datar meliputi sudut, persegi panjang, persegi, trapesium, segitiga, lingkaran. Adapun geometri ruang meliputi bangun tabung. Sedangkan konsep simetri meliputi konsep simetri lipat dan simetri puta

    Dampak Bullying Terhadap Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Sosial Siswa SDN Haur Kuning

    Get PDF
    Bullying merupakan permasalahan serius di dunia pendidikan karena berdampak pada perkembangan emosional dan sosial siswa. Lingkungan sekolah yang seharusnya aman justru menjadi tempat terjadinya kekerasan fisik, verbal, relasional, maupun digital. Kondisi ini juga terjadi di SDN Haur Kuning, di mana beberapa siswa menjadi pelaku dan korban perundungan. Korban menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah tersinggung, menarik diri, menurunnya kepercayaan diri, dan kesulitan berhubungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan angket. Wawancara dilakukan bersama guru kelas, sementara observasi digunakan untuk melihat interaksi siswa secara langsung. Angket berfungsi melengkapi data terkait tingkat dampak bullying yang dialami siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak \ud bullying terhadap kecerdasan emosional dan sosial siswa SDN Haur Kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang paling sering terjadi adalah verbal, fisik, dan relasional, seperti ejekan fisik, sebutan yang merendahkan, tatapan sinis, dan pemukulan saat bermain. Dampaknya terhadap kecerdasan emosional terlihat pada meningkatnya rasa cemas, mudah marah, sensitivitas tinggi, dan lemahnya kemampuan mengelola emosi. Pada aspek sosial, bullying membuat siswa sulit berinteraksi, kurang percaya diri, kesulitan bekerja sama, dan cenderung menarik diri

    Efektivitas Penggunaan Media Peta dengan Media Atlas Hasil Belajar IPAS di Kelas V SDN Antasan Kecil Timur 3 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media peta dengan media atlas dalam meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V mata pelajaran IPAS di SDN Antasan Kecil Timur 3 Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemahaman siswa dalam membaca simbol, warna, dan informasi geografis pada peta maupun atlas. Untuk itu, diperlukan media pembelajaran yang tepat agar siswa mampu memahami konsep geografis secara lebih komprehensif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre eksperimen melalui pemberian pre-test dan post-test. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan metode Uji T untuk mendapatkan hasil perbandingan nilai dengan menggunakan media peta dan atlas. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang diberikan dua perlakuan berbeda, yaitu penggunaan media peta dan media atlas. Perbandingan hasil post-test menunjukkan selisih 15,5 poin antara kedua media, yang menegaskan bahwa penggunaan atlas lebih efektif dalam membantu siswa memahami interpretasi peta Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media peta meningkatkan rata-rata nilai siswa dari 27,50 menjadi 70,63. Sementara itu, media atlas menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi, yaitu dari 39,38 menjadi 86,13. Analisis Uji T juga mengindikasikan bahwa media atlas memberikan peningkatan hasil belajar yang lebih efektif meskipun berada pada kategori rendah.Temuan ini merekomendasikan atlas sebagai media pembelajaran yang lebih optimal untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa khususnya dalam materi interpretasi peta pada mata pelajaran IPAS

    Penggunaan Mushaf Tajwid Blok Warna dalam Peningkatan Kualitas Bacaan Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca Al-Qur’an secara tartîl sesuai kaidah tajwid, terutama di kalangan mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) UIN Antasari Banjarmasin yang memiliki tanggung jawab sebagai penghafal Al-Qur’an. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan kesulitan dalam memahami dan menerapkan hukum tajwid secara konsisten. Salah satu alternatif solusi adalah penggunaan Mushaf Tajwid Blok Warna yang menyajikan aturan tajwid dalam bentuk pewarnaan visual pada teks ayat Al-Qur’an, sehingga memudahkan pembaca dalam mengenali dan menerapkan hukum bacaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan Mushaf Tajwid Blok Warna di kalangan mahasiswa PKU serta sejauh mana kontribusinya dalam meningkatkan kualitas bacaan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh mahasiswa PKU angkatan 2023 yang menggunakan mushaf tersebut. Data kemudian dianalisis secara tema berdasarkan indikator penggunaan dan dampak terhadap bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Mushaf Tajwid Blok Warna membantu mahasiswa dalam memahami hukum-hukum tajwid secara lebih cepat dan visual. Warna-warni pada mushaf memudahkan identifikasi hukum seperti ikhfâ, idghâm, mad, qalqalah, dan lainnya, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam membaca di hadapan orang lain. Selain itu, mushaf ini juga dianggap efektif sebagai media bantu dalam proses menghafal Al-Qur’an, karena pewarnaannya membantu memperkuat ingatan terhadap hukum bacaan pada ayat-ayat tertentu. Secara keseluruhan, Mushaf Tajwid Blok Warna terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas bacaan mahasiswa, baik dari aspek teknis (ketepatan tajwid, kelancaran bacaan) maupun non-teknis (motivasi, rasa percaya diri). Penelitian ini mendukung penerapan mushaf visual sebagai media pembelajaran tajwid yang inovatif dan relevan bagi pembelajar Al-Qur’an masa kini, terutama di lingkungan akademik keislaman seperti PKU UIN Antasari Banjarmasi

    Dinamika Pembelajaran Qira’atul Kutub pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Pembelajaran Qira’atul Kutub memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa Pendidikan Agama Islam agar mampu memahami literatur klasik Islam sebagai sumber utama keilmuan. Namun, pelaksanaannya di Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin menghadapi berbagai dinamika, terutama perbedaan latar belakang pendidikan mahasiswa, variasi kemampuan bahasa Arab, serta tantangan metodologis dalam pembelajaran teks Arab tanpa harakat. Kondisi ini berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran dan capaian pemahaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Qira’atul Kutub, mengungkap persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaannya. Fokus penelitian diarahkan pada dinamika pembelajaran yang terjadi di kelas sebagai upaya memahami efektivitas dan problematika yang menyertainya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses perkuliahan, wawancara mendalam dengan dosen pengampu dan sembilan mahasiswa dari latar belakang pendidikan yang beragam, serta dokumentasi pendukung terkait pembelajaran Qira’atul Kutub. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Qira’atul Kutub dilaksanakan melalui metode baca–terjemah, analisis nahwu sharaf, dan diskusi terbimbing. Mahasiswa berlatar belakang pesantren cenderung lebih siap, sedangkan mahasiswa non-pesantren mengalami kesulitan dalam memahami struktur bahasa Arab. Kendala utama meliputi perbedaan kemampuan awal, keterbatasan waktu latihan, dan metode pembelajaran yang masih konvensional, meskipun interaksi dosen mahasiswa berjalan cukup baik dan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa

    Fenomena Pembelajaran Al Quran di Kota Banjarmasin: Studi Metode Iqra di TPA Mahligai Alquran, Metode Tilawati di TPQ Alikhlas, dan Metode Ummi di Rumah Tahfidz Al Haramain

    Get PDF
    Al-Qur‘an adalah sumber belajar bagi setiap orang. Allah Swt memudahkan bagi manusia untuk menjadikan Al-Qur‘an sebagai pelajaran, Al Quran perlu dipelajari khususnya belajar dalam membaca Al-Quran. Sebagai awal upaya untuk mencetak generasi Islam yang berwawasan Al-Qur‘an adalah dengan mendidik anak sejak usia dini dan menanamkan kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur‘an serta berusaha untuk mempelajarinya dengan baik. Melalui penggunaan metode pembelajaran yang mendukung dan menyenangkan agar bia efektif dalam memberikan pembelajaran untuk membaca Al-Quran. Untuk mengetahui metode pembelajaran Al-Quran yang efektif maka perlu diketahui metode pembelajaran Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mendetesiskan dan menganalisis fenomena pembelajaran metode Iqra, Tilawati dan Umi dalam meningkatkan kemampuan pembelajaran Al-Qur‘an di TPA/TPQ Banjarmasin. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian field research. Peneliti langsung ke lapangan dan meneliti terkait pembelajaran metode iqra, ummi, dan tilawati yang diterapkan di TPA/TPQ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap metode memiliki pola implementasi yang khas. Metode Iqra di TPA Mahligai Al-Quran dicirikan oleh pendekatan individual yang fokus pada kemudahan pengenalan huruf dan bunyi, memungkinkan siswa maju sesuai kecepatan masing-masing. Metode Tilawati di TPQ Alikhlas menonjolkan integrasi irama (nada) dalam pengajaran tartil yang bertujuan untuk standarisasi bacaan dengan kaidah tajwid secara menyenangkan. Sementara itu, Metode Ummi di Rumah Tahfidz Al Haramain diimplementasikan dengan penekanan pada kualitas mutqin (penguasaan kuat) yang terpadu dengan sistem tahfiz yang intensif. Faktor pendukung umum yang ditemukan adalah komitmen guru dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat utama melibatkan heterogenitas kesiapan siswa dan kebutuhan akan pelatihan guru yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, ketiga metode tersebut berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peningkatan kemampuan membaca Al Qur‘an, meskipun dengan pendekatan dan tantangan yang berbeda

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇