IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Intensitas Penggunaan Aplikasi Instagram terhadap Subjective Well-Being dengan Social Comparison sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Semester Akhir UIN Antasari Banjarmasin
Di era digital, Instagram menjadi media sosial yang dominan digunakan
sebagai sarana interaksi dan sumber informasi. Namun, tingginya intensitas
penggunaan Instagram juga dapat memicu social comparison (perbandingan
sosial), yang pada akhirnya berdampak terhadap subjective well-being, terutama
pada mahasiswa semester akhir yang menghadapi tekanan akademik tinggi dalam
menyelesaikan skripsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan
Instagram terhadap subjective well-being dengan social comparison sebagai
variabel mediasi pada mahasiswa semester akhir UIN Antasari Banjarmasin.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan desain kausal.
Sampel penelitian berjumlah 403 mahasiswa semester akhir yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan
rumus Cochran karena jumlah populasi tidak diketahui secara pasti. Instrumen
penelitian terdiri dari skala intensitas penggunaan Instagram, social comparison,
dan subjective well-being yang diukur menggunakan skala Likert 4 poin. Analisis
data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25 dan PROCESS Macro for SPSS
versi 4.2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram
berpengaruh signifikan terhadap social comparison dan subjective well-being.
Social comparison juga terbukti memediasi pengaruh intensitas penggunaan
Instagram terhadap subjective well-being secara signifikan (BootLLCI = -0,2771;
BootULCI = -0,0287). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi
penggunaan Instagram, semakin besar kemungkinan individu melakukan
perbandingan sosial yang berpotensi menurunkan kesejahteraan subjektifnya.
Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengelola durasi penggunaan
Instagram dan lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi demi
menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup merek
Pengaruh Kompensasi, Promosi Jabatan Dan Stres Kerja Terhadap Turnover intention Karyawan Di Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah Banjarmasin
Tingginya tingkat turnover intention menjadi tantangan serius dalam
manajemen sumber daya manusia, khususnya di sektor perbankan, karena
berdampak pada biaya tambahan seperti perekrutan ulang, pelatihan, dan hilangnya
tenaga kerja yang berkualitas. Kondisi ini menjadi latar belakang penting bagi
penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, promosi
jabatan, dan stres kerja terhadap turnover intention karyawan di Bank Kalsel Kantor
Cabang Syariah Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
asosiatif-kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 30
responden yang ditentukan menggunakan metode sensus. Teknik analisis data
meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji asumsi
klasik guna memastikan kelayakan model statistik yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap turnover intention, sedangkan promosi jabatan dan stres kerja
tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Namun secara
simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap turnover
intention. Nilai R² sebesar 0,018 menunjukkan bahwa variabel bebas hanya
menjelaskan 1,8% dari variasi turnover intention, sedangkan sisanya dipengaruhi
oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan
kompensasi yang adil serta pengelolaan stres kerja sebagai bagian dari strategi
retensi karyawan di industri perbankan syaria
Fenomena Fatherless Pada Perempuan Dewasa Awal Dalam Toxic relationship di Kota Banjarmasin
Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai fatherless county, dengan
20,9% anak mengalami ketidakhadiran peran ayah, baik secara fisik maupun
emosional. Ketidakhadiran ayah dapat berdampak serius terhadap perkembangan
anak, terutama perempuan. Anak perempuan yang fatherless cenderung memiliki
anxious attachment dan rentan terjebak dalam toxic relationship karena
kekurangan figur ayah sebagai panutan dan sumber kasih sayang, mereka
cenderung sulit membentuk relasi sehat, bahkan bertahan dalam hubungan tidak
sehat karena takut kehilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap
fenomena fatherless pada perempuan dewasa awal dalam toxic relationship, serta
memahami faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan untuk tetap bertahan
dalam hubungan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan
pengumpulan data menggunakan wawancara pada tiga subjek yang berusia 20-25
tahun, memiliki pengalaman fatherless dan sedang berada dalam toxic relationship.
Menggunakan skala untuk screening agar memastikan bahwa subjek sedang berada
dalam toxic relationship. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data interaktif
dari Miles dan Huberman. Analisis yang dikembangkan oleh mereka berdua
terbagi menjadi beberapa tahap seperti reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dan
triangulasi teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless pada perempuan dewasa awal
dikarenakan perceraian yang berdampak pada harga diri, kesehatan mental, prestasi
akademik, serta pemilihan pasangan. Ketiga subjek terjebak dalam toxic
relationship, dipengaruhi oleh komitmen, bias kognitif, dukungan sosial, kepuasan
hubungan, dan positive reinforcement. Kondisi fatherless turut memengaruhi pola
hubungan yang tidak sehat dengan lawan jenis. Pada subjek ES dan HT mengisi
kekosongan emosional dari ayah dengan pasangan mereka, sehingga membuat
mereka mempertahankan hubungan takut kehilangan, sedangkan untuk FL dan HT
dikarenakan fatherless ia tidak memiliki gambaran mengenai sosok laki-laki yang
baik itu seperti apa sehingga ketika mendapatkan perlakuan buruk dari pasangan
membuat ia cenderung memahami dan memaafka
Gambaran Self Love pada Pasien dengan Diagnosa Obsessive Compulsive Disorder di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin
Self love adalah bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis,
tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual.
Self love ialah sebuah bentuk perbuatan yang bertujuan untuk mencintai diri,
menghormati, menyayangi, dan menghargai diri, sehingga jika penerapan self love ini
mampu tercipta maka akan mampu memberikan dampak positif pada kesehatan
mental. Individu yang memiliki pikiran irasional yang mengganggu dan menimbulkan
kecemasan dapat dikategorikan sebagai gangguan kecemasan jika tidak dapat
dikendalikan. Salah satu gangguan kecemasan adalah Obsessive Compulsive Disorder
(OCD). Penting bagi individu dengan diagnosa OCD untuk lebih mengapresiasi
dirinya sendiri dan mulai mencintai diri, termasuk kekurangan yang dimiliki agar tidak
hanya fokus pada gangguan yang dialami dan tidak hanya fokus pada kekurangannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self love pada pasien dengan
diagnosa Obsessive Compulsive Disorder dan faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data wawancara dan observasi secara langsung terhadap tiga subjek
dengan diagnosa OCD oleh psikolog di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Diagnosa OCD dibuktikan dengan rekam medis konseling. Ketiga subjek sudah
menyetujui informed consent sebelum proses wawancara berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi OCD turut memengaruhi
pandangan ketiga subjek terhadap nilai diri dan rasa cinta terhadap diri karena kondisi
OCD yang dialami sehari-hari membuat subjek memandang negatif diri sendiri.
Subjek ZW dan subjek MNK merasa tidak pernah mencintai diri, merasa dirinya tidak
berharga dan memandang negatif diri sendiri, diperprah dengan kondisi OCD yang
dialami. Sedangkan subjek DAP meskipun awalnya sulit mencintai diri karena
lingkungan keluarga yang tidak mendukung, tapi akhirnya sudah bisa mencintai diri
dan merasa dirinya sangat berharga dengan atau tanpa OCD dan merasa pantas untuk
dihargai oleh orang lain karena mendapat dukungan positif dari teman-teman satu
jurusan. Faktor-faktor yang melatarbelakangi self love ketiga subjek diantaranya
perasaan self worth, self esteem, kecemasan terhadap evaluasi orang lain, pengasuhan
dan citra diri
Implementasi Fungsi-Fungsi Manajerial Dalam Kaderisasi Kepemimpimpinan Di Pondok Alumni Gontor (Studi Multisitus Pada Pondok Darul Hijrah Martapura Dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai
Kiai sebagai pemimpin di Pondok Pesantren hendaknya mampu
menciptakan sistem organisasi yang baik, agar semua komponen yang ada di
pondok dapat bersinergi bersama untuk mencapai tujuan pondok. Keberhasilan
Pimpinan Pondok dalam memimpin sumberdaya manusianya akan terlihat dari
kemampuan dalam mengkader generasi penerusnya, karena keberhasilan proses
kaderisasi kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kemampuan
Pimpinan Pondok melaksanakan fungsi-fungsi manajerial dalam menata dan
mengembangkan para kader pondok.
Adapun tujuan penelitian ini, pertama, menganalisis tentang perencanaan
kaderisasi kepemimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren
Modern Darul Istiqomah Barabai. Kedua, menganalisis proses kaderisasi
kepemimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern
Darul Istiqomah Barabai. Ketiga, menganalisis pengawasan kaderisasi
kepemimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern
Darul Istiqomah Barabai.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dan
pengumpulan datanya dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan
dokumentasi, yang semuanya untuk menjawab permasalahan tentang
implementasi fungsi-fungsi manajerial dalam kaderisasi kepemimpimpinan di
pondok alumni gontor (studi multisitus pada pondok darul hijrah martapura dan
pondok pesantren modern darul istiqomah barabai), adapun informan penelitian
ini adalah Pimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pimpinan Pondok
Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai.
Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa temuan dalam
implementasi fungsi-fungsi manajerial dalam kaderisasi kepemimpimpinan di
pondok alumni gontor (studi multisitus pada pondok darul hijrah martapura dan
pondok pesantren modern darul istiqomah barabai), hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan kaderisasi kepemimpinan di Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai tersebut
sudah sesuai dengan visi, misi dan tujuan masing-masing pondok. Pada dua
pondok tersebut Kiai telah menetapkan perencanaan kegiatan-kegiatan yang ada
di pondok sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan. Kiai telah menetapkan
kualifikasi para asatidz yang akan dikaderkan untuk mengemban tugas pondok
dengan cara bermusyawarah. 2) Proses kaderisasi kepemimpinan di Pondok Darul
Hijrah dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah melaui beberapa tahapan
yaitu: a. Kiai memberikan pengarahan kepada asatidz dan kader pondok di setiap
penugasan. b. Melatih dengan berbagai macam pelatihan, dengan banyaknya
pelatihan yang diikuti oleh para asatidz dan kader pondok mereka akan semakin
terasah dan terarah. c. Memberikan penugasan dalam mengembangkan potensi diri
kader pemimpin. d. Mengawal dan memimpin jalannya pendidikan kaderisasi
kepemimpinan dengan keteladanan. 3) Pengawasan kaderisasi kepemimpinan di
Pondok Darul Hijrah dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah terdiri dari
beberapa cara, yaitu pengawasan dengan evaluasi dan pengawasan secara
langsung terjun kelapanga
Peluang Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dalam Memperluas Pemasaran Produk Melalui Kemitraan Indomaret (Studi Kasus Emping Singkong Kalimantari Al-Aina Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional serta
kendala yang dihadapi dalam memperluas akses pasar, terutama pada produk lokal
seperti emping singkong. UMKM Emping Singkong Kalimantari Al-Aina di
Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, berupaya meningkatkan distribusi
produk melalui kemitraan dengan ritel modern Indomaret. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk menganalisis peluang usaha serta tantangan dan kendala yang
dihadapi UMKM dalam menjalin kemitraan tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles
dan Huberman.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kemitraan dengan
Indomaret memberikan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan
pasar dan meningkatkan penjualan. Namun, terdapat tantangan seperti pemenuhan
izin edar, kualitas kemasan, konsistensi produksi, dan keterbatasan modal. Oleh
karena itu, dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah serta pendampingan
berkelanjutan agar UMKM mampu memenuhi standar ritel modern dan bersaing
secara optima
Dukungan Sosial terhadap Proses Pemulihan Orang dengan Skizofrenia yang Sedang Rawat Jalan di Desa Aluh-Aluh Kecil Muara Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan sosial
serta faktor-faktor yang memengaruhi dukungan tersebut dalam mendukung proses
pemulihan orang dengan skizofrenia (ODS) yang sedang menjalani rawat jalan di Desa
Aluh-Aluh Kecil Muara, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian
terdiri atas lima orang, yaitu dua keluarga ODS, satu tokoh agama, satu tokoh masyarakat,
dan satu tenaga kesehatan, serta dua informan pendukung yang merupakan tetangga ODS.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis
dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan
triangulasi teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ODS menerima empat bentuk dukungan
sosial, yaitu emosional, instrumental, informasi, dan penghargaan. Dukungan emosional
keluarga tampak melalui perhatian, mendengarkan keluh kesah, dan upaya menciptakan
rasa nyaman. Tokoh agama memberikan motivasi melalui nasihat keagamaan, sedangkan
tokoh masyarakat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih terbuka terhadap
ODS. Dukungan instrumental terlihat dari bantuan kebutuhan sehari-hari, pengurusan
administrasi, pendampingan berobat, hingga dukungan logistik dari tenaga kesehatan
melalui pelayanan antar-obat dan kunjungan rumah. Dukungan informasi diperoleh melalui
edukasi kesehatan, anjuran berobat, dan arahan tempat pengobatan. Sementara itu,
dukungan penghargaan diberikan melalui penguatan semangat, kepercayaan diri, dan
pelibatan ODS dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Faktor-faktor yang
memengaruhi dukungan sosial meliputi motivasi, ketahanan keluarga, keterbukaan
komunikasi, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Dukungan sosial yang
konsisten terbukti berkontribusi positif terhadap stabilitas emosi, kepatuhan berobat, dan
kemampuan adaptasi sosial ODS di lingkungan tempat tinggalnya
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Pendidikan Agama Islam Menggunakan Unity Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri Kota Banjarbaru
Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di
SMA Negeri Kota Banjarbaru adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses
belajar akibat metode ceramah yang monoton serta minimnya penggunaan
teknologi pembelajaran. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman
siswa terhadap materi yang bersifat abstrak, seperti akidah, ibadah, dan sejarah
Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran
interaktif berbasis Unity dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran PAI.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Non-Equivalent Control Group
Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol
dari beberapa SMA Negeri di Kota Banjarbaru. Instrumen utama berupa soal pretest
dan posttest yang dianalisis dengan uji-t dan gain score.
Hasil analisis uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara
hasil belajar kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran
interaktif Unity dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode
konvensional. Pada SMAN 3 dan SMAN 5, selisih rata-rata posttest antara
kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 17,6 poin dengan nilai signifikansi (p) <
0,05, menandakan perbedaan hasil belajar yang sangat signifikan. Sementara itu, di
SMAN 4 Banjarbaru selisih rata-rata posttest antara kedua kelompok sebesar 9,07
poin dengan nilai signifikansi (p) < 0,05, juga menunjukkan perbedaan yang
signifikan meskipun peningkatannya lebih kecil dibandingkan dua sekolah lainnya.
Secara keseluruhan, hasil uji Mann-Whitney dan uji t membuktikan bahwa
penggunaan media pembelajaran Unity berpengaruh nyata terhadap peningkatan
hasil belajar siswa Pendidikan Agama Islam, karena semua nilai p berada di bawah
ambang batas 0,05. Media Unity memberikan pengalaman belajar yang lebih
interaktif, visual, dan menarik, sehingga meningkatkan motivasi dan pemahaman
siswa terhadap materi PAI. Kesimpulannya, media pembelajaran interaktif berbasis
Unity terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan layak untuk
diterapkan secara luas dalam pembelajaran PAI di tingkat SM
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Behavieoral Dengan Teknik Self-Management Untuk Menanamkan Kedisiplinan Peserta Didik SMK Negeri 1Banjarmasin
Beberapa peserta didik belum bisa mengelola waktu dengan baik dan benar,
terlambat dalam kehadiran kesekolah, tidak menyesuaikan atribut sekolah bahkan
lalai dalam tugas yang diberikan pada mata pembelajaran beberapa pesrta didik
melakukan perilaku tidak disiplin.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menanamkan kedisiplinan pada
peserta didik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan treatment serta
mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik self
management untuk menanamkan kedisiplinan pada peserta didik SMK Negeri 1
Banjarmasin.
Metode penelitian ini ialah kuantitatif eksperimen dengan jenis pre
experiment design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Sampel
penelitian berjumlah 5 orang peserta didik yang di ambil dengan teknik purposive
sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner
(angket), dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini perhitugan rata-rata tingkat kedisiplinan sebelum
mengikuti layanan konseling kelompok yaitu 45 atau 40% kategori rendah dan
setelah mengikuti layanan konseling kelompok mengalami peningkatan dengan
perhitungan rata-rata menjadi 101 atau 90% kategori tinggi. Adapun hasil uji
paired semple T-tes menunjukan bahwa nilai sig(2-tailed) < dari 0,05 yaitu 0,005
Maka disimpulkan bahwa Ha ditolak. Sedangkan berdasarkan hasil N-gain score
pemberian treatment berupa layanan konseling kelompok efektif digunakan namun
berada pada kategori tafsiran tidak dengan rata-rata sebesar 456%. Berdasarkan
rumus masalah dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok behavioral
dengan teknik self-management efektif untuk menamkan kedisiplinan peserta didik
SMK Negeri 1 Banjarmasi
Penggunaan Aplikasi Al-Qur’an Digital Kemenag in Microsoft Word dalam Skripsi di Kalangan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Angkatan 2021 UIN Antasari Banjarmasin
Perkembangan dunia digital telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi
penggunanya, salah satunya melalui aplikasi Al-Qur’an digital Kemenag versi
Word. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan umat islam dalam membaca dan
menghafalnya saja, namun membantu kalangan intuisi khususnya bagi mahasiswa
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir saat menyisipkan ayat Al-Qur’an pada skripsi mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motif pengguna bukan dari aspek
teknisi aplikasinya melainkan mengkaji pengalaman, refleksi, pemahaman
mahasiswa dalam penggunaannya, apakah benar-benar membantu? Apa
kendalanya? Dan apa solusinya.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field
Research) dengan jenis penelitian Kualitatif yaitu dengan mencari informasi
pengalaman mahaiswa dan mendeskripsikan realitas di lapangan dan melalui
pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya berupa wawancara langsung
ataupun tidak langsung, dan menelusuri file dokumen skripsi mahasiswa dan di
perkuat oleh kuisioner tertutup untuk mendukung hasil analisis wawancara.
Hasil penelitian ini yaitu, pertama, terdapat motif penggunaannya
mahasiswa merasa Al-Qur’an Kemenag in Word memiliki akses yang cepat, efesien
dan akurat serta fitur-fitur yang diharapkan dalam mencantumkan ayat dan
terjemahannya juga ada. Alasan lainnya juga karena Al-Qur’an digital ini sudah
terverifikasi oleh Lajnah Pentashihan Al-Qur’an oleh Kementerian Agama
sehingga membuat mereka merasa terjamin oleh keakuratan dalam penulisan. Di
samping penggunaan mahasiswa juga mengalami sedikit masalah teknis yang
menghambat mereka dalam menyusun skripsi diantaranya font arab ketika dirubah
ke Traditional Arabic menjadi tidak normal dan membentuk simbol yang tidak
normal, di samping itu juga mereka memerlukan transliterasi latin arab. Cara
mereka mengatasi seringkali mereka crosscek pada Qur’an yang asli dan kitab tafsir
lainnya agar sama-sama saling menguatkan