IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Pengaruh Intensitas Penggunaan Aplikasi Instagram terhadap Subjective Well-Being dengan Social Comparison sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Semester Akhir UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Di era digital, Instagram menjadi media sosial yang dominan digunakan sebagai sarana interaksi dan sumber informasi. Namun, tingginya intensitas penggunaan Instagram juga dapat memicu social comparison (perbandingan sosial), yang pada akhirnya berdampak terhadap subjective well-being, terutama pada mahasiswa semester akhir yang menghadapi tekanan akademik tinggi dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap subjective well-being dengan social comparison sebagai variabel mediasi pada mahasiswa semester akhir UIN Antasari Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan desain kausal. Sampel penelitian berjumlah 403 mahasiswa semester akhir yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Cochran karena jumlah populasi tidak diketahui secara pasti. Instrumen penelitian terdiri dari skala intensitas penggunaan Instagram, social comparison, dan subjective well-being yang diukur menggunakan skala Likert 4 poin. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25 dan PROCESS Macro for SPSS versi 4.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram berpengaruh signifikan terhadap social comparison dan subjective well-being. Social comparison juga terbukti memediasi pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap subjective well-being secara signifikan (BootLLCI = -0,2771; BootULCI = -0,0287). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penggunaan Instagram, semakin besar kemungkinan individu melakukan perbandingan sosial yang berpotensi menurunkan kesejahteraan subjektifnya. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengelola durasi penggunaan Instagram dan lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi demi menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup merek

    Pengaruh Kompensasi, Promosi Jabatan Dan Stres Kerja Terhadap Turnover intention Karyawan Di Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah Banjarmasin

    Get PDF
    Tingginya tingkat turnover intention menjadi tantangan serius dalam manajemen sumber daya manusia, khususnya di sektor perbankan, karena berdampak pada biaya tambahan seperti perekrutan ulang, pelatihan, dan hilangnya tenaga kerja yang berkualitas. Kondisi ini menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, promosi jabatan, dan stres kerja terhadap turnover intention karyawan di Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif-kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang ditentukan menggunakan metode sensus. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji asumsi klasik guna memastikan kelayakan model statistik yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan promosi jabatan dan stres kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Namun secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Nilai R² sebesar 0,018 menunjukkan bahwa variabel bebas hanya menjelaskan 1,8% dari variasi turnover intention, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil serta pengelolaan stres kerja sebagai bagian dari strategi retensi karyawan di industri perbankan syaria

    Fenomena Fatherless Pada Perempuan Dewasa Awal Dalam Toxic relationship di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai fatherless county, dengan 20,9% anak mengalami ketidakhadiran peran ayah, baik secara fisik maupun emosional. Ketidakhadiran ayah dapat berdampak serius terhadap perkembangan anak, terutama perempuan. Anak perempuan yang fatherless cenderung memiliki anxious attachment dan rentan terjebak dalam toxic relationship karena kekurangan figur ayah sebagai panutan dan sumber kasih sayang, mereka cenderung sulit membentuk relasi sehat, bahkan bertahan dalam hubungan tidak sehat karena takut kehilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena fatherless pada perempuan dewasa awal dalam toxic relationship, serta memahami faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan untuk tetap bertahan dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan pengumpulan data menggunakan wawancara pada tiga subjek yang berusia 20-25 tahun, memiliki pengalaman fatherless dan sedang berada dalam toxic relationship. Menggunakan skala untuk screening agar memastikan bahwa subjek sedang berada dalam toxic relationship. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Analisis yang dikembangkan oleh mereka berdua terbagi menjadi beberapa tahap seperti reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless pada perempuan dewasa awal dikarenakan perceraian yang berdampak pada harga diri, kesehatan mental, prestasi akademik, serta pemilihan pasangan. Ketiga subjek terjebak dalam toxic relationship, dipengaruhi oleh komitmen, bias kognitif, dukungan sosial, kepuasan hubungan, dan positive reinforcement. Kondisi fatherless turut memengaruhi pola hubungan yang tidak sehat dengan lawan jenis. Pada subjek ES dan HT mengisi kekosongan emosional dari ayah dengan pasangan mereka, sehingga membuat mereka mempertahankan hubungan takut kehilangan, sedangkan untuk FL dan HT dikarenakan fatherless ia tidak memiliki gambaran mengenai sosok laki-laki yang baik itu seperti apa sehingga ketika mendapatkan perlakuan buruk dari pasangan membuat ia cenderung memahami dan memaafka

    Gambaran Self Love pada Pasien dengan Diagnosa Obsessive Compulsive Disorder di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin

    Get PDF
    Self love adalah bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Self love ialah sebuah bentuk perbuatan yang bertujuan untuk mencintai diri, menghormati, menyayangi, dan menghargai diri, sehingga jika penerapan self love ini mampu tercipta maka akan mampu memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Individu yang memiliki pikiran irasional yang mengganggu dan menimbulkan kecemasan dapat dikategorikan sebagai gangguan kecemasan jika tidak dapat dikendalikan. Salah satu gangguan kecemasan adalah Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Penting bagi individu dengan diagnosa OCD untuk lebih mengapresiasi dirinya sendiri dan mulai mencintai diri, termasuk kekurangan yang dimiliki agar tidak hanya fokus pada gangguan yang dialami dan tidak hanya fokus pada kekurangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self love pada pasien dengan diagnosa Obsessive Compulsive Disorder dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi secara langsung terhadap tiga subjek dengan diagnosa OCD oleh psikolog di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Diagnosa OCD dibuktikan dengan rekam medis konseling. Ketiga subjek sudah menyetujui informed consent sebelum proses wawancara berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi OCD turut memengaruhi pandangan ketiga subjek terhadap nilai diri dan rasa cinta terhadap diri karena kondisi OCD yang dialami sehari-hari membuat subjek memandang negatif diri sendiri. Subjek ZW dan subjek MNK merasa tidak pernah mencintai diri, merasa dirinya tidak berharga dan memandang negatif diri sendiri, diperprah dengan kondisi OCD yang dialami. Sedangkan subjek DAP meskipun awalnya sulit mencintai diri karena lingkungan keluarga yang tidak mendukung, tapi akhirnya sudah bisa mencintai diri dan merasa dirinya sangat berharga dengan atau tanpa OCD dan merasa pantas untuk dihargai oleh orang lain karena mendapat dukungan positif dari teman-teman satu jurusan. Faktor-faktor yang melatarbelakangi self love ketiga subjek diantaranya perasaan self worth, self esteem, kecemasan terhadap evaluasi orang lain, pengasuhan dan citra diri

    Implementasi Fungsi-Fungsi Manajerial Dalam Kaderisasi Kepemimpimpinan Di Pondok Alumni Gontor (Studi Multisitus Pada Pondok Darul Hijrah Martapura Dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai

    Get PDF
    Kiai sebagai pemimpin di Pondok Pesantren hendaknya mampu menciptakan sistem organisasi yang baik, agar semua komponen yang ada di pondok dapat bersinergi bersama untuk mencapai tujuan pondok. Keberhasilan Pimpinan Pondok dalam memimpin sumberdaya manusianya akan terlihat dari kemampuan dalam mengkader generasi penerusnya, karena keberhasilan proses kaderisasi kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kemampuan Pimpinan Pondok melaksanakan fungsi-fungsi manajerial dalam menata dan mengembangkan para kader pondok. Adapun tujuan penelitian ini, pertama, menganalisis tentang perencanaan kaderisasi kepemimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai. Kedua, menganalisis proses kaderisasi kepemimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai. Ketiga, menganalisis pengawasan kaderisasi kepemimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang semuanya untuk menjawab permasalahan tentang implementasi fungsi-fungsi manajerial dalam kaderisasi kepemimpimpinan di pondok alumni gontor (studi multisitus pada pondok darul hijrah martapura dan pondok pesantren modern darul istiqomah barabai), adapun informan penelitian ini adalah Pimpinan Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai. Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa temuan dalam implementasi fungsi-fungsi manajerial dalam kaderisasi kepemimpimpinan di pondok alumni gontor (studi multisitus pada pondok darul hijrah martapura dan pondok pesantren modern darul istiqomah barabai), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan kaderisasi kepemimpinan di Pondok Darul Hijrah Martapura dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah Barabai tersebut sudah sesuai dengan visi, misi dan tujuan masing-masing pondok. Pada dua pondok tersebut Kiai telah menetapkan perencanaan kegiatan-kegiatan yang ada di pondok sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan. Kiai telah menetapkan kualifikasi para asatidz yang akan dikaderkan untuk mengemban tugas pondok dengan cara bermusyawarah. 2) Proses kaderisasi kepemimpinan di Pondok Darul Hijrah dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah melaui beberapa tahapan yaitu: a. Kiai memberikan pengarahan kepada asatidz dan kader pondok di setiap penugasan. b. Melatih dengan berbagai macam pelatihan, dengan banyaknya pelatihan yang diikuti oleh para asatidz dan kader pondok mereka akan semakin terasah dan terarah. c. Memberikan penugasan dalam mengembangkan potensi diri kader pemimpin. d. Mengawal dan memimpin jalannya pendidikan kaderisasi kepemimpinan dengan keteladanan. 3) Pengawasan kaderisasi kepemimpinan di Pondok Darul Hijrah dan Pondok Pesantren Modern Darul Istiqomah terdiri dari beberapa cara, yaitu pengawasan dengan evaluasi dan pengawasan secara langsung terjun kelapanga

    Peluang Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dalam Memperluas Pemasaran Produk Melalui Kemitraan Indomaret (Studi Kasus Emping Singkong Kalimantari Al-Aina Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional serta kendala yang dihadapi dalam memperluas akses pasar, terutama pada produk lokal seperti emping singkong. UMKM Emping Singkong Kalimantari Al-Aina di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, berupaya meningkatkan distribusi produk melalui kemitraan dengan ritel modern Indomaret. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peluang usaha serta tantangan dan kendala yang dihadapi UMKM dalam menjalin kemitraan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kemitraan dengan Indomaret memberikan peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Namun, terdapat tantangan seperti pemenuhan izin edar, kualitas kemasan, konsistensi produksi, dan keterbatasan modal. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah serta pendampingan berkelanjutan agar UMKM mampu memenuhi standar ritel modern dan bersaing secara optima

    Dukungan Sosial terhadap Proses Pemulihan Orang dengan Skizofrenia yang Sedang Rawat Jalan di Desa Aluh-Aluh Kecil Muara Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan sosial serta faktor-faktor yang memengaruhi dukungan tersebut dalam mendukung proses pemulihan orang dengan skizofrenia (ODS) yang sedang menjalani rawat jalan di Desa Aluh-Aluh Kecil Muara, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang, yaitu dua keluarga ODS, satu tokoh agama, satu tokoh masyarakat, dan satu tenaga kesehatan, serta dua informan pendukung yang merupakan tetangga ODS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ODS menerima empat bentuk dukungan sosial, yaitu emosional, instrumental, informasi, dan penghargaan. Dukungan emosional keluarga tampak melalui perhatian, mendengarkan keluh kesah, dan upaya menciptakan rasa nyaman. Tokoh agama memberikan motivasi melalui nasihat keagamaan, sedangkan tokoh masyarakat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih terbuka terhadap ODS. Dukungan instrumental terlihat dari bantuan kebutuhan sehari-hari, pengurusan administrasi, pendampingan berobat, hingga dukungan logistik dari tenaga kesehatan melalui pelayanan antar-obat dan kunjungan rumah. Dukungan informasi diperoleh melalui edukasi kesehatan, anjuran berobat, dan arahan tempat pengobatan. Sementara itu, dukungan penghargaan diberikan melalui penguatan semangat, kepercayaan diri, dan pelibatan ODS dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Faktor-faktor yang memengaruhi dukungan sosial meliputi motivasi, ketahanan keluarga, keterbukaan komunikasi, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Dukungan sosial yang konsisten terbukti berkontribusi positif terhadap stabilitas emosi, kepatuhan berobat, dan kemampuan adaptasi sosial ODS di lingkungan tempat tinggalnya

    Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Pendidikan Agama Islam Menggunakan Unity Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri Kota Banjarbaru

    Get PDF
    Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri Kota Banjarbaru adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar akibat metode ceramah yang monoton serta minimnya penggunaan teknologi pembelajaran. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak, seperti akidah, ibadah, dan sejarah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis Unity dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol dari beberapa SMA Negeri di Kota Banjarbaru. Instrumen utama berupa soal pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji-t dan gain score. Hasil analisis uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran interaktif Unity dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pada SMAN 3 dan SMAN 5, selisih rata-rata posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 17,6 poin dengan nilai signifikansi (p) < 0,05, menandakan perbedaan hasil belajar yang sangat signifikan. Sementara itu, di SMAN 4 Banjarbaru selisih rata-rata posttest antara kedua kelompok sebesar 9,07 poin dengan nilai signifikansi (p) < 0,05, juga menunjukkan perbedaan yang signifikan meskipun peningkatannya lebih kecil dibandingkan dua sekolah lainnya. Secara keseluruhan, hasil uji Mann-Whitney dan uji t membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran Unity berpengaruh nyata terhadap peningkatan hasil belajar siswa Pendidikan Agama Islam, karena semua nilai p berada di bawah ambang batas 0,05. Media Unity memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan menarik, sehingga meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Kesimpulannya, media pembelajaran interaktif berbasis Unity terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan layak untuk diterapkan secara luas dalam pembelajaran PAI di tingkat SM

    Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Behavieoral Dengan Teknik Self-Management Untuk Menanamkan Kedisiplinan Peserta Didik SMK Negeri 1Banjarmasin

    Get PDF
    Beberapa peserta didik belum bisa mengelola waktu dengan baik dan benar, terlambat dalam kehadiran kesekolah, tidak menyesuaikan atribut sekolah bahkan lalai dalam tugas yang diberikan pada mata pembelajaran beberapa pesrta didik melakukan perilaku tidak disiplin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menanamkan kedisiplinan pada peserta didik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan treatment serta mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik self management untuk menanamkan kedisiplinan pada peserta didik SMK Negeri 1 Banjarmasin. Metode penelitian ini ialah kuantitatif eksperimen dengan jenis pre experiment design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 5 orang peserta didik yang di ambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Hasil penelitian ini perhitugan rata-rata tingkat kedisiplinan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok yaitu 45 atau 40% kategori rendah dan setelah mengikuti layanan konseling kelompok mengalami peningkatan dengan perhitungan rata-rata menjadi 101 atau 90% kategori tinggi. Adapun hasil uji paired semple T-tes menunjukan bahwa nilai sig(2-tailed) < dari 0,05 yaitu 0,005 Maka disimpulkan bahwa Ha ditolak. Sedangkan berdasarkan hasil N-gain score pemberian treatment berupa layanan konseling kelompok efektif digunakan namun berada pada kategori tafsiran tidak dengan rata-rata sebesar 456%. Berdasarkan rumus masalah dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik self-management efektif untuk menamkan kedisiplinan peserta didik SMK Negeri 1 Banjarmasi

    Penggunaan Aplikasi Al-Qur’an Digital Kemenag in Microsoft Word dalam Skripsi di Kalangan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Angkatan 2021 UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Perkembangan dunia digital telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi penggunanya, salah satunya melalui aplikasi Al-Qur’an digital Kemenag versi Word. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan umat islam dalam membaca dan menghafalnya saja, namun membantu kalangan intuisi khususnya bagi mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir saat menyisipkan ayat Al-Qur’an pada skripsi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motif pengguna bukan dari aspek teknisi aplikasinya melainkan mengkaji pengalaman, refleksi, pemahaman mahasiswa dalam penggunaannya, apakah benar-benar membantu? Apa kendalanya? Dan apa solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan jenis penelitian Kualitatif yaitu dengan mencari informasi pengalaman mahaiswa dan mendeskripsikan realitas di lapangan dan melalui pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya berupa wawancara langsung ataupun tidak langsung, dan menelusuri file dokumen skripsi mahasiswa dan di perkuat oleh kuisioner tertutup untuk mendukung hasil analisis wawancara. Hasil penelitian ini yaitu, pertama, terdapat motif penggunaannya mahasiswa merasa Al-Qur’an Kemenag in Word memiliki akses yang cepat, efesien dan akurat serta fitur-fitur yang diharapkan dalam mencantumkan ayat dan terjemahannya juga ada. Alasan lainnya juga karena Al-Qur’an digital ini sudah terverifikasi oleh Lajnah Pentashihan Al-Qur’an oleh Kementerian Agama sehingga membuat mereka merasa terjamin oleh keakuratan dalam penulisan. Di samping penggunaan mahasiswa juga mengalami sedikit masalah teknis yang menghambat mereka dalam menyusun skripsi diantaranya font arab ketika dirubah ke Traditional Arabic menjadi tidak normal dan membentuk simbol yang tidak normal, di samping itu juga mereka memerlukan transliterasi latin arab. Cara mereka mengatasi seringkali mereka crosscek pada Qur’an yang asli dan kitab tafsir lainnya agar sama-sama saling menguatkan

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇