IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Tinjauan Maqāshid Syarī’ah Terhadap Wasiat Wājibah Bagi Anak Kandung Pernikahan Tidak Dicatat (Analisis SEMA Nomor 3 Tahun 2023)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya SEMA Nomor 3 tahun 2023 yang menentukan anak kandung dari perkawinan tidak dicatat bisa mendapatkan wasiat wajibah. Hal ini kurang bersesuaian dengan prinsip keadilan khususnya hukum kewarisan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui telaah filosofis dan sosiologis SEMA Nomor 3 Tahun 2023 terkait wasiat wājibah bagi anak kandung dari pernikahan tidak dicatat Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Bahan hukum utama yang digunakan adalah SEMA Nomor 3 Tahun 2023. Adapun analisa dilakukan dengan teknik deskriptif dan statue approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2023 merupakan terobosan hukum progresif yang memberikan perlindungan hak kepada anak kandung dari pernikahan tidak tercatat melalui mekanisme wasiat wājibah, meskipun secara formil mereka tidak diakui sebagai ahli waris dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan KUH Perdata. Kebijakan ini mencerminkan respons yudisial terhadap kekosongan hukum serta kebutuhan sosial akan keadilan substantif, sekaligus menegaskan fungsi hukum sebagai instrumen pemulihan keadilan sosial. Dalam perspektif maqāṣid syarī‘ah, kebijakan ini sejalan dengan tujuan utama syariat Islam seperti hifdz al-nafs dan hifdz al-nasl, karena menjamin pengakuan dan kesejahteraan anak sebagai bentuk perlindungan keturunan dan penguatan nilai-nilai keadilan dalam masyaraka

    Perlawanan Kaum Kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw. pada Periode Makkah: Analisis Historis Tafsiriyah dalam Perspektif Tafsir Ibnu Katsîr

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji bentuk dan penyebab perlawanan kaum kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw. sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al Qur`ân al-‘Azhîm karya Ibnu Katsîr. Latar belakang penelitian ini bertumpu pada kenyataan historis bahwa dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. tidak hanya menentang sistem keyakinan politeistik, tetapi juga mengguncang struktur sosial, ekonomi, dan kekuasaan yang mapan dalam masyarakat Quraisy. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab perlawanan serta bentuk bentuknya, kemudian menganalisisnya secara tematik berdasarkan tafsir klasik dan teori sosial modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan teknik analisis tafsir tematik (maudhûˈî). Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur`an yang menjelaskan perlawanan kaum Quraisy, dan dianalisis melalui penafsiran Ibnu Katsîr serta pendekatan teori konflik sosial (Karl Marx dan Max Weber) dan teori ketahanan tradisi dan fanatisme tradisi (Eric Hoffer dan Amanah Nurish). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab perlawanan Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw. mencakup tiga dimensi utama: (1) ideologis dan fanatisme kesukuan (Q.S. Luqmân/31: 21; al-Zukhruf/43: 22–23); (2) ketimpangan sosial dan bias kelas (Q.S. al-Zukhruf/43: 31; Shad/38: 4–8; al-An‘âm/6: 52; al Isrâ’/17: 90–93); serta (3) ancaman terhadap kepentingan ekonomi dan politik Quraisy (Q.S. Quraisy/106: 1–4; Sabâ`/34: 34–35). Sementara itu, bentuk perlawanan yang ditemukan antara lain: perlawanan verbal melalui tuduhan dan pengingkaran (Q.S. al-Furqân/25: 4–5; al-Anbiyâ`/21: 5; al-Shâffât/37: 36), ancaman fisik terhadap kaum muslimin (Q.S. al-Naḥl/16: 106), boikot sosial dan ekonomi (Q.S. al-An‘âm/6: 52), serta konspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad Saw. (Q.S. al-Anfâl/8: 30). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perlawanan Quraisy bukanlah penolakan spiritual semata, tetapi juga merupakan bentuk pertahanan terhadap gangguan sosial-politik dan ideologis. Kajian ini memperkuat relevansi tafsir klasik dalam membaca konteks konflik dakwah dan membuka refleksi atas tantangan dakwah Islam di era moder

    Analisis Yuridis Terhadap Izin Poligami Dan Implikasinya Dalam Putusan Pembatalan Poligami Tanpa Izin Pengadilan Agama

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketentuan Pasal 4-5 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan bahwa poligami di Indonesia harus melalui izin Pengadilan Agama. Kemudian dalam beberapa putusan Pengadilan Agama terjadi pembatalan poligami yang dilakukan tanpa izin Pengadilan Agama dengan berlandaskan pada Pasal 71 huruf a Kompilasi Hukum Islam. Hal ini menjadi menarik karena dalam Islam tidak ada alasan pembatalan perkawinan atau fasakh karena poligami tanpa izin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan izin poligami dalam perundang-undangan di Indonesia dan implikasi ketentuan izin poligami dalam putusan pembatalan poligami tanpa izin Pengadilan Agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum utama dalam penelitian ini meliputi Putusan Nomor 165/Pdt.G/2021/PA.Bjb, Putusan Nomor 371/Pdt.G/2022/PA.Tgr dan Putusan Nomor 5684/Pdt.G/2024/PA.Sby. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif terhadap bahan hukum yang sudah didapat untuk menemukan tinjauan hukum Islam terhadap pengaturan izin poligami dan putusan pembatalan poligami tanpa izin Pengadilan Agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa izin poligami tidak menjadi syarat seseorang sebelum berpoligami dalam Islam, namun adanya izin Pengadilan Agama sebelum berpoligami merupakan hal yang harus dilakukan suami agar perkawinan poligaminya tercatat dan mendapatkan legalitas hukum. ketentuan izin poligami merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum bagi istri-istri dan anak anak dari perkawinan poligami. Pada tiga putusan yang penulis cantumkan terjadi pembatalan poligami yang tidak melalui izin Pengadilan Agama, yaitu dengan cara melakukan kebohongan identitas untuk tetap dicatatkan di KUA. Dengan adanya Pasal 71 huruf a Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa poligami dapat dibatalkan jika tidak ada izin Pengadilan Agama merupakan suatu upaya yang mengandung nilai kemaslahatan untuk melindungi pihak yang menjadi dirugikan dalam kasus poligami tanpa izin, yaitu istri sebelumny

    Perkembangan Bahasa pada Anak Speech Delay dengan Adiksi Gadget di RSD Idaman Kota Banjarbaru

    Get PDF
    Perkembangan bahasa anak dapat terganggu akibat penggunaan gadget yang berlebihan, terutama pada anak dengan speech delay yang mengalami adiksi gadget. Kebiasaan menggunakan gadget tanpa pengawasan mengakibatkan anak lebih memilih hiburan digital daripada berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bahasa pada anak dengan speech delay dan adiksi gadget serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah orang tua dari dua anak berusia tiga dan lima tahun yang mengalami speech delay berdasarkan diagnosis dokter anak di RSD Idaman Kota Banjarbaru, serta memiliki kecenderungan adiksi gadget berdasarkan skrining menggunakan Smartphone Addiction Scale dari Bian dan Leung. Dari 17 orang tua yang disaring, dipilih dua subjek dengan skor adiksi tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fonologi, anak subjek RT hanya mampu menirukan nada lagu tanpa kata yang jelas, sedangkan anak subjek R mampu menirukan kata-kata dari gadget tanpa intonasi. Dalam aspek morfologi, kedua anak belum dapat menambahkan imbuhan pada kata. Pada aspek semantik, kosakata yang digunakan masih terbatas pada kata tunggal. Aspek sintaksis juga belum berkembang, terlihat dari ketidakmampuan kedua anak untuk merangkai kalimat lengkap. Meski demikian, kedua anak mampu memahami instruksi nonverbal. Pada aspek pragmatik, anak-anak belum mampu memulai percakapan, sehingga mengalami kesulitan bersosialisasi dan cenderung menghindari kontak mata. Faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa meliputi kondisi kognitif yang belum optimal, perbedaan jenis kelamin, pola asuh yang tidak konsisten, dan rendahnya kualitas komunikasi dalam keluarga, sehingga membatasi interaksi anak dengan lingkungan sekitar

    Konsep Kebahagiaan (Studi Komparatif Pemikiran Al-Ghazali dan Lucius Annaeus Seneca)

    Get PDF
    Dalam menjalani kehidupan di dunia, manusia pada dasarnya memiliki satu tujuan universal, yakni mencapai kebahagiaan. Namun, dalam realitasnya, tidak sedikit individu yang mengalami kegagalan dalam upaya pencapaian tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan definisi yang tunggal maupun metode yang absolut dalam meraih kebahagiaan, mengingat konsep ini bersifat relatif dan multidimensional. Dalam konteks inilah, Al-Ghazali dan Lucius Annaeus Seneca menghadirkan kontribusi penting melalui pemikiran filosofis mereka, dengan menawarkan definisi serta jalan menuju kebahagiaan sebagaimana dijelaskan dalam karya karya ilmiah mereka masing-masing. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menjelaskan konsep kebahagiaan menurut al-Ghazali dan Lucius Annaeus Seneca, (2) mengeksplorasi pandangan kedua tokoh tersebut mengenai makna kebahagiaan, serta analisis terhadap titik-titik kesamaan dan perbedaan di antara pemikiran mereka. Jenis penelitian dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan (library research), sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan data-data yang dianalisis diperoleh dari sumber-sumber primer, yaitu karya al-Ghazali berjudul Kimiya’us Sa‘adah dan karya Lucius Annaeus Seneca berjudul a Happy Life. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik al-Ghazali maupun Seneca memandang kebahagiaan sebagai kondisi batiniah yang mendalam yakni ketenangan ruhani menurut al-Ghazali, dan ketenteraman jiwa menurut Seneca. Keduanya sepakat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada kenikmatan fisik atau materi, melainkan pada keadaan jiwa yang stabil dan bebas dari kegelisahan. Konsep kebahagiaan yang ditawarkan oleh kedua tokoh ini juga relevan dalam konteks modern, terutama dalam membantu individu menghadapi stres dan tekanan hidup. Al-Ghazali dan Seneca memiliki sejumlah kesamaan dalam merumuskan konsep kebahagiaan. Keduanya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosi, menerima keadaan dengan lapang dada, serta menjalani hidup berdasarkan prinsip prinsip moral yang luhur. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan keduanya. Al-Ghazali lebih menekankan aspek spiritualitasdanketakwaankepadaTuhansebagai jalanutamamenuju kebahagiaan, sedangkanSeneca, kepasrahan diri terhadap ketentuan alam dan hidup dengan menjalankan nilai-nilaik kebajikan dan kebijaksanaa

    Analisis Pengambilan Keputusan Bekerja Di Perusahaan Non Asuransi Syariah Oleh Alumni Jurusan Asuransi Syariah UIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi alumni Program Studi Asuransi Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam memilih untuk tidak bekerja di perusahaan asuransi, baik syariah maupun konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap empat alumni yang tidak bekerja di sektor asuransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama alumni tidak berkarier di industri asuransi adalah ketidakcocokan dengan sistem kerja berbasis target, tekanan tinggi, dan tuntutan kemampuan komunikasi serta pemasaran. Selain itu, keterbatasan pemahaman praktik asuransi selama masa kuliah juga menurunkan kepercayaan diri alumni untuk memasuki dunia kerja tersebut. Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan tersebut diklasifikasikan menjadi faktor internal seperti kepribadian, motivasi, kepercayaan diri, dan kesiapan pribadi, serta faktor eksternal seperti pandangan masyarakat terhadap industri asuransi, tekanan sosial dari keluarga, dan keterbatasan akses terhadap jaringan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidaksesuaian antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan di industri asuransi menjadi pendorong utama alumni memilih jalur karier lain. Peneliti merekomendasikan peningkatan integrasi teori dan praktik dalam kurikulum serta penguatan soft skills mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerj

    Multigroup analysis of Islamic Higher Education and General Higher Education in Indonesia: the influence of family socioeconomic background, possibility of success, and self-efficacy on student academic performance with resilience as a mediator

    Get PDF
    Universities aim to enhance students’ acquisition of useful knowledge and skills, crucial for their future success. This correlational study investigates the relationships between family socioeconomic status, perceived probability of success, self-efficacy, and academic performance among Indonesian students in Islamic Higher Education (IHE) and General Higher Education (GHE). It further explores the mediating role of resilience in these relationships. Using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and Multigroup Analysis (MGA), data from 424 students (311 from IHE and 113 from GHE) were analyzed. Findings reveal that parental education and family economic status do not significantly predict resilience or academic performance in either group. However, self-efficacy significantly predicts resilience in both groups. Additionally, perceived probability of success positively predicts academic performance in both educational settings. Resilience significantly mediates and enhances academic performance, particularly among GHE students. The study emphasizes the importance of psychological factors like self-efficacy and resilience in supporting students’ academic outcomes. Practical implications include developing specific programs or workshops to enhance university students’ self-efficacy and resilience, such as stress management training, goal-setting sessions, and peer mentoring activities. Future studies should incorporate broader psychological and social variables across diverse student populations

    Pengajian Makrifat di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Makrifat puncak keilmuan kelezatan tingkat tinggi bagi orang yang mendapatkannya di dalam ilmu tasawuf salah satu ajaran yang eksis di tengah masyarakat dari dulu hingga sekarang bahkan terus turun temurun selalu di kaji orang dengan penyampayan yang mudah paham sesuai ajaran Al-Ghazali atau ajaran Ibn Arabi yang begitu kontroversi dikalangan masyarakat dari dulu sampai sekarang, sebagaimana yang di sampaikan oleh para pendakwah, jika ajara itu lemah dalam syariat maka tidak menutup kemungkinan akan peroleh pemahamanpemahaman yang keliru bahkan bisa tersesat. Sehingga dari jajaran pemerintah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan selalu mengawasi dan mengeluwarkan SK kepada guru yang bersangkutan mengajarkan ilmu makrifat kepada masyarakat awam dikira ditimbang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah. ilmu tasawuf ini diajarkan di Majelis taklim Masjid maupun di rumah-rumah tuan guru sampai kepelosok desa, dampak setelah mengkaji ilmu ini bermacam macam, diantaranya hati semakin tenang dekat kepada sang pencipta merasa selalu diawasi oleh Allah SWT, sehingga tidak mudah untuk berbuat yang tidak baik kepada makhluk. Dan jika Allah memberi kepada hamba yang dipilihnya bisa memperoleh kasyaf, melalui riyadoh atau amal yang dia istiqamahkan dan ilmu laduni, serta mendapat ilham dari Tuhan yang maha kuasa juga memperoleh keramat, dan saat meninggal juga memperoleh keramat. Maka dari penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai ilmu makrifat dan penerapannya, dalam kehidupan sehari hari menurut guru-guru tasawuf di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Pada penelitian ini adalah penelitian lapangan, dalam rangka pengumpulan data dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumenter. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelusuran karya-karya ilmiah berupa disertasi, tesis, skripsi dan bukubuku yang relevan dengan tema kajian penulis, juga diperoleh melalui media sosial seperti youtube setelah data terkumpul, maka akan dianalisis perbandingan tetap dengan mengkategori, dan sintesisasi data dangan langkah terakhir membuat hipotesis kerja. Hasil dari menunjukkan bahwa kajian makrifat banyak pendapat dan perbedaan ajarannya seperti Wahdatul Wujud susah dipaham oleh pikiran tapi tidak pula salah kembali kepada orang yang menafsirkan ajaran itu sehingga tidak terjadi kegaduhan di orang banyak, jalan yang selamat Wahdatus Syuhud karna jalan ini tidak menimbulkan kegaduhan, tidak bertentangan dengan syariat Islam

    Model Integrasi Interkoneksi Kurikulum pada SMA Tahfizul Qur’an Annjah Puteri, SMA Darul Hijrah Putri dan MA Darul Hijrah Putra di Martapura

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menjembatani dikotomi antara kurikulum pesantren dan kurikulum nasional di lembaga pendidikan Islam. Selama ini, pemisahan keduanya sering menimbulkan kesenjangan antara kompetensi keagamaan dan akademik siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model dan implementasi integrasi-interkoneksi kurikulum pondok pesantren terhadap kurikulum nasional di SMA Tahfizul Qur’an Annajah Putri, SMA Darul Hijrah Putri, dan MA Darul Hijrah Putra Cindai Alus Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak terstruktur, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 27 informan yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, staf tata usaha, serta siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi-interkoneksi kurikulum di tiga lembaga tersebut dilakukan dengan menggabungkan kurikulum nasional (K13 dan Merdeka) dengan kurikulum pesantren (TMI dan tahfizul Qur’an). Integrasi diwujudkan melalui perencanaan kurikulum bersama, penyusunan RPP terpadu, dan pengaturan jadwal yang seimbang antara mata pelajaran umum dan agama. Implementasi di SMA Annajah Putri lebih menekankan pada penguatan tahfiz, di SMA Darul Hijrah Putri pada keseimbangan akademik dan spiritual, sementara di MA Darul Hijrah Putra pada integrasi berbasis kelembagaan dan manajemen pembelajaran. Model integrasi yang diterapkan mencerminkan kombinasi pendekatan connected, sequenced, shared, dan integrated menurut Fogarty, serta sejalan dengan paradigma interkonektif Amin Abdullah yang menolak dikotomi ilmu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi-interkoneksi kurikulum di ketiga sekolah mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kedalaman spiritual, dan akhlak mulia. Model yang dikembangkan sejalan dengan teori integrasi Robin Fogarty dan epistemologi interkoneksi M. Amin Abdullah, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum pesantren dan sekolah umum di Indonesi

    Praktik Tasawuf pada Pondok Modern di Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik tasawuf pada pondok pesantren modern di Kalimantan Selatan serta mengidentifikasi corak tasawuf yang dianut berdasarkan klasifikasi tasawuf menurut Buya Hamka dalam buku perkembangan dan pemurnian tasawuf, yang meliputi tasawuf zuhud, tasawuf falsafi, tasawuf tarekat, tasawuf sinkretis, dan tasawuf murni. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kecenderungan pemahaman bahwa pondok pesantren modern identik dengan pendidikan rasional dan cenderung mengabaikan dimensi spiritual sufistik, terkhusus di wilayah Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada beberapa pondok pesantren modern di Kalimantan Selatan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengungkap bentuk, corak, dan nilai-nilai tasawuf yang diinternalisasikan dalam kehidupan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas santri. Internalisasi nilai-nilai tasawuf tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal seperti pengajian kitab akhlak atau tauhid, tetapi juga melalui kegiatan nonformal dan kultural, termasuk kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta hidden curriculum. Nilai-nilai ini terwujud secara konkret dalam sistem panca jiwa pondok modern yang meliputi keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Kedisiplinan dan kehidupan berasrama menjadi instrumen penting dalam penanaman nilai-nilai tersebut. Dari hasil analisis berdasarkan pendekatan Buya Hamka, praktik tasawuf di pondok pondok modern tersebut lebih condong kepada tasawuf murni, yaitu tasawuf yang rasional, kontekstual, dan progresif. Tasawuf ini tidak terjebak pada aspek mistik semata, melainkan menyatu dengan kehidupan sosial dan tetap berpijak pada al Qur’an dan Hadis. Penelitian ini mengisi celah kajian tasawuf yang selama ini lebih banyak memfokuskan perhatian pada pesantren salafiyah, serta menegaskan bahwa pondok modern juga memiliki kontribusi penting dalam membumikan tasawuf secara aplikatif dalam pendidikan Islam kontempore

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇