IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Konstruksi Sosial Pemenuhan Nafkah Keluarga Miskin di Kelurahan Gambah Luar Muka
Pemenuhan nafkah dalam keluarga merupakan kewajiban yang diatur
dalam hukum Islam dan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga
keberlangsungan rumah tangga. Namun, dalam konteks keluarga miskin,
pelaksanaan kewajiban ini sering kali menghadapi berbagai kendala, baik
secara ekonomi maupun sosial. Di Kelurahan Gambah Luar Muka, realitas
pemenuhan nafkah memperlihatkan adanya konstruksi sosial yang
memengaruhi peran dan tanggung jawab anggota keluarga, terutama suami
sebagai pencari nafkah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk
mendapatkan data yang mendalam dengan jenis penelitian yaitu hukum
empiris dan dengan pendekatan yuridis sosiologis, serta teknik pengumpulan
data berupa wawancara terhadap 5 keluarga sebagai informan di Kelurahan
Gambah Luar Muka, Kecamatan kandangan, Kabupaten Hulu Sungai
Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan nafkah dalam
keluarga miskin dibentuk melalui strategi adaptif seperti kerja informal, kerja
sama suami istri, hingga utang untuk menutupi kebutuhan dasar. Dalam
beberapa kasus, peran suami sebagai pencari nafkah tergantikan oleh istri,
sementara suami tidak lagi aktif bekerja. Konstruksi sosial yang terbentuk
bersifat fleksibel dan dipengaruhi oleh nilai agama, budaya lokal, serta
solidaritas sosial. Keutuhan rumah tangga dapat tetap terjaga apabila terdapat
komunikasi yang terbuka, pembagian peran yang adil, dan kesepahaman
bersama. Namun, ketimpangan peran dan sikap pasif dalam mencari nafkah
dapat menimbulkan tekanan emosional dan ancaman terhadap keharmonisan
keluarga
Implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terhadap Pengelolaan Limbah Ternak Itik di Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan
Desa Mamar di Kecamatan Amuntai Selatan dikenal sebagai sentra usaha penetasan telur
itik yang berkembang pesat dan memberikan kontribusi penting bagi perekonomian
masyarakat. Namun, kegiatan peternakan itik juga menghasilkan limbah, terutama kotoran dan
air limbah kandang, yang belum terkelola dengan baik sehingga menimbulkan pencemaran
lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar. Permasalahan yang diangkat dalam
penelitian ini adalah bagaimana implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap pengelolaan limbah ternak itik di
Desa Mamar, serta faktor-faktor yang menjadi kendala dalam implementasinya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan UU No. 32 Tahun 2009 pada
pengelolaan limbah ternak itik di Desa Mamar dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi
masyarakat maupun pemerintah daerah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris
dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap peternak,
masyarakat, dan pihak dinas terkait, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UU No. 32 Tahun 2009 di Desa
Mamar masih belum optimal. Pengelolaan limbah ternak itik sebagian besar belum dilakukan
secara terpadu dan ramah lingkungan, melainkan dibuang langsung ke lingkungan sekitar. Hal
ini bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mewajibkan
penanggung jawab usaha untuk mengelola limbah guna mencegah pencemaran. Faktor-faktor
kendala yang diidentifikasi meliputi rendahnya kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan
pengetahuan teknis tentang pengelolaan limbah, kurangnya fasilitas teknologi yang
terjangkau, minimnya pengawasan dan pembinaan dari instansi terkait, serta keterbatasan
biaya yang dimiliki para peternak. Analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan
limbah ternak itik di Desa Mamar perlu mendapat perhatian serius melalui upaya sosialisasi,
pelatihan teknologi pengolahan limbah, penyediaan fasilitas, serta pengawasan yang lebih
ketat agar sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang diamanatkan dalam UU
No. 32 Tahun 2009
Pengaruh Sistem Informasi dan Faktor Sosial Terhadap Paradigma Masyarakat Tentang Perbankan Syariah Pada Masyarakat Islam Di Desa Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman dan pemanfaatan
layanan perbankan syariah di daerah pedesaan, meskipun industri ini terus
berkembang secara nasional. Penyebaran informasi melalui media sosial serta peran
lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir masyarakat
terhadap sistem keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh sistem informasi dan faktor sosial terhadap paradigma masyarakat Islam
mengenai perbankan syariah di Desa Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
ntita
Jenis penelitia
da
h penelitia
pa
n (field resea$
rch), dengan pendekatan
tif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 82 responden yang
diambil menggunakan teknik simple random sampling dari populasi masyarakat
Islam setempat. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, sistem informasi dan faktor
sosial berpengaruh signifikan terhadap paradigma masyarakat (Fhitung = 73,340 >
Ftabel = 3,11, sig. 0,000 < 0,05). Secara parsial, baik sistem informasi (thitung =
4,192 > ttabel = 1,990) maupun faktor sosial (thitung = 4,469 > ttabel = 1,990) juga
berpengaruh signifikan terhadap paradigma masyarakat. Hal ini menegaskan
pentingnya optimalisasi media informasi dan pendekatan sosial dalam mendorong
literasi serta penerimaan masyarakat terhadap perbankan syaria
Pengaruh Lokasi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Nasabah untuk Menabung di Baitul Maal Wat Tamwil UGT Nusantara Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya faktor lokasi dan kualitas
pelayanan dalam memengaruhi keputusan nasabah untuk menabung, khususnya pada
lembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). Dalam konteks
ini, BMT UGT Nusantara Banjarmasin menghadapi tantangan terkait lokasi yang kurang
strategis serta perlunya peningkatan kualitas pelayanan demi menarik minat masyarakat
untuk menjadi nasabah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
lokasi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan nasabah untuk menabung di BMT UGT
Nusantara Banjarmasin baik secara simultan maupun parsial.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif
deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah BMT UGT Nusantara
Banjarmasin yang berjumlah 3.800 orang. Sampel penelitian sebanyak 100 responden
yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan
data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan teknik analisis data menggunakan uji
validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t dan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, lokasi dan kualitas
pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah untuk menabung di BMT
UGT Nusantara Banjarmasin. Secara parsial, lokasi dan kualitas pelayanan masing
masing berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah. Dengan demikian, untuk
meningkatkan jumlah nasabah, BMT UGT Nusantara perlu memperhatikan strategi
penempatan lokasi yang lebih strategis serta peningkatan kualitas pelayanan secara
menyeluruh
Pengelolaan Bank Sampah di Desa Kasiau Raya Kec. Murung Pudak Kab. Tabalong
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penglolaan suatu usaha
demi mencapai tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien, tak terkecuali
bank sampah. Meskipun berbagai langkah pengelolaan sampah telah diterapkan,
masih diperlukan analisis yang mendalam untuk mengetahui seberapa efektif dan
berkelanjutan pendekatan pengelolaan yang saat ini dilakanakan oleh bank ampah
di desa Kasiau raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
pengelolaan Bank Sampah Harapan Baru di Desa Kasiau Raya Kec. Murung
Pudak Kab. Tabalong dan faktor apa saja yang mempengaruhi pengelolaan bank
sampah tersebut.
Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data pada penelitian ini bersumber dari pengelola
dan staf, serta nasabah bank sampah di desa Kasiau Raya. Taknik pengumpulan
data yang dipakai adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
data yang dipakai ialah interaktif dari Miles dan Huberman dengan melakukan
reduksi data, penyajian data dan vertifikasi/kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: pertama: pengelolaan
bank sampah di desa Kasiau Raya melaksanakan empat fungsi pengelolaan yaitu
perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan. Kedua: faktor
yang mempengaruhi pengelolaan bank sampah di desa Kasiau Raya terbagi
menjadi dua yaitu, faktor pendukung, seperti kelengkapan fasilitas, kerjasama
antar berbagai pihak, ketersediaan pasar, dan pembukuan yang baik. Kemudian
faktor penghambat, seperti kurangnya partisipasi masyarakat, harga sampah yang
fluktuatif, dan keterbatasan SD
Pengaruh Media Sosial, Sertifikasi Halal, Variasi Produk Terhadap Daya Tarik Konsumen Pada Papa Cookies di Kota Banjarmasin
Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam
memilih produk, termasuk dalam sektor makanan ringan. Konsumen kini tidak
hanya mempertimbangkan harga dan kualitas, tetapi juga aspek lain seperti
informasi di media sosial, status sertifikasi halal, serta keberagaman produk yang
ditawarkan. Dalam konteks ini, penelitian dilakukan untuk mengkaji sejauh mana
media sosial, sertifikasi halal, dan variasi produk memengaruhi daya tarik
konsumen secara simultan maupun parsial terhadap produk Papa Cookies di Kota
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif.
Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang
merupakan konsumen Papa Cookies. Analisis data dilakukan menggunakan regresi
linier berganda yang mencakup uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji F
untuk melihat pengaruh simultan, dan uji T untuk melihat pengaruh parsial masing
masing variabel. Seluruh data dianalisis dengan bantuan software SPSS agar
hasilnya lebih akurat dan sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, media sosial,
sertifikasi halal, dan variasi produk berpengaruh signifikan terhadap daya tarik
konsumen. Namun secara parsial, hanya media sosial dan variasi produk yang
menunjukkan pengaruh signifikan. Sertifikasi halal tidak memiliki pengaruh yang
signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi promosi melalui media sosial
dan inovasi produk lebih menentukan dalam menarik minat beli konsumen
Praktik Pernikahan dengan Mantan Suami yang Dilakukan Dengan Siri (Studi Kasus di Sungai Andai Kota Banjarmasin)
Penelitian ini membahas praktik pernikahan siri antara mantan suami istri
yang kembali menikah setelah perceraian resmi, dengan fokus studi kasus di
kawasan Sungai Andai, Kota Banjarmasin. Praktik ini menimbulkan persoalan
hukum Islam dan hukum negara, praktik pernikahan yang dilakukan dengan siri dan
alasan yang melatarbelakanginya, khususnya terkait masa idah, status talak,
keabsahan wali nikah, serta ketiadaan pencatatan pernikahan di KUA. Secara syar’i,
pernikahan siri dapat dianggap sah jika memenuhi rukun dan syarat nikah, namun
dalam konteks hukum positif, pernikahan ini tidak memiliki kekuatan hukum.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
yuridis dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
pasangan yang bersangkutan, wali, saksi, serta pihak KUA. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pernikahan dilangsungkan tanpa pencatatan resmi, dalam
masa idah talak satu, dan menggunakan wali dari jalur keluarga jauh (paman).
Alasan pasangan menikah kembali secara siri meliputi keterikatan emosional,
tanggung jawab terhadap anak, tekanan lingkungan, serta keinginan untuk
memperbaiki rumah tangga tanpa melibatkan proses hukum formal. Temuan ini
menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik sosial keagamaan di masyarakat
dan ketentuan hukum yang berlaku, serta menimbulkan implikasi terhadap
keabsahan akad dan status hukum perempuan dalam pernikahan tersebut
Tinjauan Filosofis Terhadap Konsep Mempersukar Perceraian (Analisis Sema Nomor 1 Tahun 2022 Dan Sema Nomor 3 Tahun 2023)
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya SEMA Nomor 1 Tahun 2022
dan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 mengatur tentang konsep mempersukar
perceraian. Dalam aturan ini ada beberapa alasan yang dibatasi yaitu tidak
menafkahi lahir/batin (dibatasi dengan 12 bulan), terjadi perselisihan dan
pertengkaran terus-menerus dan terjadi pisah tempat tinggal (dibatasi dengan 6
bulan kecuali terdapat fakta terjadinya KDRT). Perlunya telaah secara filosofis
sejauh mana peraturan tersebut memberi keadilan bagi para pihak.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan analisis
(analitical approach). Bahan hukum utama yang digunakan adalah SEMA Nomor
1 Tahun 2022 dan SEMA Nomor 3 Tahun 2023. Adapun analisa dilakukan dengan
teknik deskriptif dan statue approach.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa secara filosofis terbagi menjadi tiga
bagian yang pertama Secara epistemologi: Berasal dari tujuan pernikahan menurut
agama, adat, hukum nasional (SEMA Nomor 1 Tahun 2022 dan SEMA Nomor 3
Tahun 2023), dan juga hukum negara barat. Kemudian ditinjau dari telaah
ontologi: Hakim berupaya mempersulit perceraian agar pasangan tidak
menjadikan perceraian sebagai alat gertakan atau permainan, dengan memberi
waktu untuk menyelesaikan konflik. Selanjutnya ditinjau dari telaah aksiologi
Bertujuan melindungi hak pasangan, khususnya istri. Namun, jika perkawinan
sudah merugikan (tidak memberi nafkah, konflik terus-menerus, pisah tempat
tinggal), maka mempersulit perceraian justru tidak adil. Oleh karena itu, dari segi
keadilan dan maqashid al-syari’ah, konsep ini perlu disesuaikan agar lebih
maslahat bagi semua piha
Jalan Cinta Tasawuf Muhammad Nursamad Kamba dari Kacamata Seni Mencintai Erich Fromm
Mencintai Allah Secara Merdeka, The Art of Loving, Psikologi Humanistik, Spiritualitas
Interdisipliner.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk membangun dialog
interdisipliner antara spiritualitas Islam dalam tasawuf dengan pemikiran psikologi
humanistik Barat. Fokus kajian terletak pada analisis konsep cinta dalam pemikiran
Muhammad Nursamad Kamba sebagaimana tercermin dalam karyanya Mencintai Allah
Secara Merdeka, dengan menggunakan teori cinta dari Erich Fromm dalam The Art of
Loving sebagai pisau analisis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep cinta dalam pandangan Kamba
sebagaimana yang telah dituangkan dalam karyanya “mencintai Allah Secara Merdeka”
dan mengidentifikasi serta menjelaskan titik temu antara jalan cinta dalam tasawuf menurut
Kamba dan teori seni mencintai menurut Erich Fromm.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka
(library research), menggunakan analisis tematik komparatif sebagai alat interpretasi.
Sumber utama meliputi karya Kamba dan Fromm, dengan dukungan pustaka tambahan dari
literatur tasawuf klasik dan teori psikologi cinta. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kamba
memaknai cinta kepada Tuhan sebagai praktik spiritual yang sadar, bebas dari kepentingan
surga atau neraka, dan dilakukan semata karena Allah layak dicintai. Berbeda dengan tokoh
sufi klasik seperti Rabiah al-Adawiyah yang menekankan cinta sebagai bentuk ibadah
asketik, Jalâl al-Dîn Rûmî yang menekankan ekstase cinta metafisik, atau al-Ghazali yang
sistematis melalui tahapan maqâmât, Kamba justru menekankan cinta sebagai ekspresi
kebebasan ruhani dan tanggung jawab spiritual personal yang reflektif dan kontekstual. Di
sisi lain, Fromm memandang cinta sebagai seni yang aktif, yang membutuhkan latihan,
pengetahuan, kedisiplinan, dan keberanian untuk keluar dari isolasi eksistensial.
Pada hasil Penelitian ini peneliti menemukan sepuluh titik temu antara pemikiran
Kamba dan Fromm, yaitu: (1) kedisiplinan dan konsentrasi; (2) cinta sebagai seni dan
latihan spiritual; (3) cinta sebagai tindakan aktif memberi (4) cinta sebagai relasi personal
yang dewasa; (5) kritik terhadap masyarakat materialistik; (6) cinta sebagai jalan menuju
keaslian dan autentisitas diri; (7) cinta dan dimensi etika dalam hubungan; (8) cinta sebagai
pengalaman transendensi; dan (9) cinta sebagai kepasrahan total; (10) cinta merdeka.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan sumbangan pada tataran teoritik
dan metodologis dalam studi tasawuf dan psikologi agama, tetapi juga menghadirkan
spiritualitas alternatif yang lebih etis, inklusif, dan kontekstual suatu spiritualitas yang
mampu menjawab kegelisahan manusia modern yang terjebak dalam krisis cinta, relasi
transaksional, dan alienasi makna hidup. Cinta, dalam pengertian yang dikaji di sini, tampil
sebagai jembatan antara Tuhan dan manusia, antara Timur dan Barat, serta antara
transendensi dan realitas kemanusiaa
Manajemen Kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri pada Sekolah Unggul SMK Negeri 1 Martapura dan SMK Negeri 1 Banjarbaru
Tingginya angka pengangguran lulusan SMK dan ketidaksesuaian antara
kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menunjukkan perlunya sinergi yang
kuat antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Kerjasama antara Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) menjadi salah satu
strategi penting dalam meningkatkan relevansi pendidikan vokasional. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen kerjasama
antara Sekolah Unggul SMK Negeri 1 Martapura dan SMK Negeri 1 Banjarbaru
dengan DUDI, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor
faktor yang mendukung keberhasilannya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
Waka humas, Waka kurikulum, Koordinator BKK, Ketua program keahlian, serta
DUDI yang menjalin kerjasama dengan SMK Negeri 1 Martapura dan SMK Negeri
1 Banjarbaru. Partisipan penelitian didapat melalui Teknik purposive sampling.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian
data dan kesimpulan. Teknik Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi
sumber, teknik, dan waktu. Uji keabsahan data dilakukan melalui meningkatkan
ketekunan, dan menggunakan bahan referensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kerjasama dilakukan
melalui 1) analisis kebutuhan industri, 2) penyusunan program bersama, 3)
pembentukan tim kerja, 4) memilih intansi, dan 5) penyusunan MoU. Pelaksanaan
kerjasama melibatkan 1) Sinkronisasi kurikulum, 2) program praktik kerja lapangan
(PKL), 3) Uji Kompetensi Keahlian (UKK), 4) Magang guru dan program Teaching
factory, 5) Guru Tamu, 6) Program BKK, dan 7) Program Casual yang hanya
dilaksanakan di SMK Negeri 1 Banjarbaru. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh
pihak sekolah dan mitra industry melalui dua tahap 1) evaluasi internal dan 2)
evaluasi eksternal. Faktor-faktor pendukung keberhasilan antara lain adalah 1)
kualitas sumber daya manusia, 2) kecocokan program keahlian dengan kebutuhan
industri, 3) fasilitas memadai, serta 4) komunikasi dan koordinasi yang baik antar
piha