IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Persepsi Masyarakat Terhadap Jatuhnya Talak Akibat Suami Melanggar Sighat taklik Di Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Perkawinan dalam perspektif hukum Islam merupakan institusi suci yang tidak hanya mengikat secara sosial tetapi juga bersifat transendental dan sakral. Di dalam perkawinan terdapat adanya sighat taklik, yaitu janji yang diucapkan oleh suami setelah akad nikah yang menjadi salah satu bentuk perjanjian perkawinan menurut Kompilasi Hukum Islam. Permasalahan muncul ketika seorang istri menganggap talak terjadi secara otomatis setelah suami melanggar isi taklik, tanpa melalui proses hukum di pengadilan agama. Hal ini menjadi hal baru di masyarakat sekitar dengan tujuan mengetahui persepsi mereka terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat terhadap jatuhnya talak akibat suami melanggar sighat taklik. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan lima orang informan yang dianggap memahami dan mengetahui peristiwa yang menjadi objek penelitian, yaitu di Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, sementara analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bersifat empiris karena menggali fakta yang berkembang di masyarakat, sehingga hasilnya diharapkan dapat menggambarkan persepsi masyarakat secara apa adanya sesuai dengan realitas sosial yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Belitung Selatan memiliki persepsi yang berbeda terhadap status perkawinan ketika suami melanggar sighat taklik. Sebagian masyarakat meyakini bahwa pelanggaran sighat taklik otomatis menyebabkan jatuhnya talak tanpa perlu ikrar talak atau putusan dari Pengadilan Agama, berdasarkan pemahaman agama yang bersifat tekstual dan tradisional. Sementara itu, sebagian lainnya berpendapat bahwa pelanggaran sighat taklik tidak serta-merta memutuskan perkawinan dan harus diselesaikan melalui proses di Pengadilan Agama sesuai ketentuan Kompilasi Hukum Islam. Perbedaan persepsi ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat terhadap hukum Islam klasik dan hukum positif Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi hukum agar masyarakat memahami kedudukan sighat taklik secara benar sesuai dengan hukum Islam dan sistem hukum yang berlaku di Indonesia

    Strategi Digital Fundraising Di Lazismu Banjarbaru dalam Menghimpun Dana Zakat

    Get PDF
    Penelitian ini membahas strategi digital fundraising yang diterapkan oleh Lazismu Banjarbaru dalam upaya menghimpun dana zakat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi informasi yang mendorong perubahan pola perilaku masyarakat dalam berdonasi, serta besarnya potensi zakat di Indonesia yang belum tergarap secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi digital fundraising di Lazismu Banjarbaru, yang mencakup content marketing, mobile marketing, continuous marketing, integrated digital marketing, dan visual marketing. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi terkait aktivitas fundraising yang dijalankan oleh Lazismu Banjarbaru. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Lazismu Banjarbaru telah mengimplementasikan berbagai strategi fundraising digital, terutama dengan memanfaatkan situs web, media sosial, serta komunikasi melalui aplikasi pesan singkat. Meskipun pelaksanaannya masih dalam proses pengembangan dan belum optimal, strategi ini dinilai cukup efektif dalam memperluas jangkauan donatur, mempererat hubungan dengan para pemberi zakat, serta meningkatkan efektivitas penghimpunan dana zakat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan digital fundraising merupakan strategi penting yang perlu terus ditingkatkan oleh lembaga amil zakat, khususnya dalam upaya menjangkau kalangan generasi muda serta mempermudah pelaksanaan pembayaran zakat melalui platform digital

    Strategi Pelayanan Jemaah Umrah Lansia Di PT. Ameera Mekkah Travel Cabang Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi pelayanan yang diterapkan oleh PT. Ameera Mekkah Travel Cabang Kalimantan Selatan dalam melayani jemaah umrah lanjut usia (lansia). Pelayanan terhadap jemaah lansia membutuhkan pendekatan khusus mengingat keterbatasan fisik dan psikologis mereka, sehingga strategi pelayanan yang efektif sangat penting untuk memastikan ibadah umrah yang nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pihak travel dan beberapa jemaah lansia. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelayanan PT. Ameera Mekkah Travel terhadap jemaah lansia mencakup empat tahapan utama: pra keberangkatan, selama perjalanan, pelaksanaan ibadah, dan pasca-keberangkatan. Dalam setiap tahapan, strategi yang diterapkan meliputi pendekatan ramah lansia, penyediaan fasilitas dan pendamping, sistem informasi dan jadwal, dukungan medis dan keamanan, serta testimoni jemaah lansia. PT. Ameera Mekkah telah melalui tahapan penting strategi menurut Wheelen dan Hunger, yaitu perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi. Strategi ini juga menunjukkan kesesuaian dengan prinsip-prinsip kualitas pelayanan ideal berdasarkan teori SERVQUAL, yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Upaya ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan individual jemaah lansia demi meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelangga

    Mekanisme Perekrutan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan Non-Kloter di Kementerian Agama Kabupaten Tapin Tahun 2024

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari fenomena adanya keluhan dari sebagian jemaah haji terkait pelayanan yang mereka terima, di mana tingkat kepuasan jemaah cenderung beragam. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk menelusuri lebih lanjut apakah permasalahan tersebut bersumber dari mekanisme perekrutan petugas haji, dari kinerja petugas itu sendiri, atau justru dari faktor internal jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perekrutan petugas penyelenggara ibadah haji di Kementerian Agama Kabupaten Tapin, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pelayanan haji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses perekrutan dilaksanakan secara terbuka dan objektif, melalui seleksi tahap 1 tingkat Kabupaten Tapin yakni seleksi administrasi dan ujian kompetensi berbasis CAT (Computer Assisted Test). Kemudian lanjut lagi tahap 2 yang dilaksanakan di Provinsi yakni CAT lanjutan dengan soal yang lebih kompleks dan wawancara. Kualifikasi peserta mencakup status kepegawaian, pengalaman kerja, integritas, dan kesiapan dalam mendampingi jamaah secara profesional. Dalam pelaksanaannya, proses rekrutmen berjalan cukup baik, meskipun masih ditemui kendala teknis seperti gangguan jaringan saat ujian CAT serta kurangnya pemahaman peserta mengenai proses CAT itu sendiri. Selain itu, keluhan dari jamaah dijadikan bahan evaluasi penting oleh pihak Kementerian Agama, baik sebagai cerminan kualitas pelayanan maupun sebagai masukan untuk perbaikan sistem rekrutmen dan pembinaan petugas. Dengan demikian, mekanisme perekrutan petugas penyelenggara ibadah haji di Kabupaten Tapin merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan haji. Evaluasi menyeluruh terhadap perekrutan, kinerja petugas, dan respons terhadap keluhan jamaah menjadi indikator penting dalam mewujudkan pelayanan ibadah haji yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepuasan jamaa

    Model Bimbingan Keagamaan Bagi Anak Asuh di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia Banjarmasin

    Get PDF
    Bimbingan keagamaan sejak usia dini merupakan aspek penting dalam membentuk karakter anak, terlebih bagi anak asuh yang tinggal di lembaga sosial seperti asrama yatim dan dhuafa. Oleh karena itu, diperlukan model bimbingan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan positif melalui pendekatan praktik dan pembiasaan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Model Bimbingan Keagamaan bagi anak asuh di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia, dan apa saja faktor-faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan Model Bimbingan Keagamaan bagi anak asuh di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bimbingan keagamaan serta faktor-faktor penunjang dan penghambat pelaksanaaan model bimbingan keagamaan bagi anak asuh di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan keagamaan, wawancara mendalam dengan pengasuh dan anak asuh, serta dokumentasi program yang dilaksanakan di asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan keagamaan di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia adalah model pembiasaan, keteladanan, nasehat dan internalisasi. Faktor-faktor penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia adalah dorongan yang kuat atau kesadaran anak asuh yang ingin menuntut ilmu, sarana dan prasarana yang optimal, dan pengasuh yang selalu mendampingi. Faktor-faktor penghambat pelaksanaan bimbingan keagamaan di Asrama Yatim dan Dhuafa Yayasan Pejuang Mulia adalah keterbatasan jumlah pengasuh sebagian tidak tinggal di Asrama, karakter anak asuh yang berbeda-beda, dan anak asuh kurang disiplin

    Pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Banjarmasin Tentang Hukum Thread Lift dalam Islam

    Get PDF
    Fenomena thread lift (tanam benang) sebagai metode perawatan kecantikan wajah semakin diminati di kalangan perempuan Muslimah, termasuk di Kota Banjarmasin. Prosedur ini menimbulkan persoalan hukum dalam Islam terkait larangan mengubah ciptaan Allah dan batasan berhias yang dibolehkan. Perbedaan metode istinbat hukum dan pendekatan antara Nahdlatul Ulama yang cenderung kontekstual dan Muhammadiyah yang tekstual menyebabkan beragamnya pandangan mengenai hukum thread lift. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Banjarmasin terhadap hukum thread lift dalam perspektif Islam, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari metode argumentasi, alasan, dan dasar hukum yang digunakan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris serta pendekatan komparatif. Data diperoleh melalui field research dengan teknik wawancara mendalam dengan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Banjarmasin sepakat mengharamkan thread lift jika dilakukan semata-mata untuk kecantikan, Namun, perbedaan mencolok terletak pada ‘illat kebolehannya tokoh Nahdlatul Ulama lebih fleksibel dengan mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, dan maslahat individu. Sementara tokoh Muhammadiyah menunjukkan sikap kehati-hatian dalam menetapkan kebolehan dimana hanya membolehkan dalam kondisi medis darurat seperti kecelakaan. Penelitian ini menunjukkan perbedaan pendekatan epistemologis dalam merespons suatu fenomena estetika modern berdasarkan prinsip maqāṣid al syarī‘ah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi umat Islam, khususnya perempuan Muslimah, untuk lebih bijak dalam menyikapi tindakan estetika medis seperti thread lift

    Manajemen Wisata Religi pada Makam Syekh Muhammad Nafis al-Banjari di Desa Binturu Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong

    Get PDF
    Proses kegiatan manajemen agar tempat wisata dapat dikelola dengan baik, seperti adanya kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang memiliki peranan yang sangat besar dalam pengelolaan kegiatan islami pada wisata religi, terutama dalam manajemen wisata religi pada makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek utama dari penelitian ini adalah Ketua Pokdarwis, para peziarah dan masyarakat sekitar Wisata Religi pada Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan 1) Manajemen wisata religi pada makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan telah terlaksana dan berjalan dengan baik. Namun, pada aspek perencanaan meskipun telah dilakukan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang, untuk jangka panjang hanya perencanaan terkait haul yang dilaksanakan satu tahun sekali, dan keberlangsungan makam dimasa mendatang belum ada perencanaan. 2) Pelaksanaan manajemen pada makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari didukung oleh beberapa faktor, yakni adaya sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memadai, adanya peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan dapat meningkatkan perekonomian, sumber dan dana pengelolaan makam yang terpenuhi, pengelolaan makan juga dipantau oleh pemerintah daerah, penyediaan fasilitas WIFI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sedangkan faktor yang menghambat antara lain, belum tersedianya fasilitas rak sandal untuk peziarah, jalan akses menuju kubah terbilang sempit untuk roda empat berpapasan, serta tidak adanya petunjuk arah pada jalan menuju Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjar

    Penetapan Hakim dalam Isbat Nikah Bagi Pasangan yang Nikah di Bawah Umur (Analisis Putusan Pengadilan Agama Ujung Tanjung No. 14/Pdt.P/2021/PA.Utj dan Putusan Mahkamah Agung No. 481 K/Ag/2021)

    Get PDF
    Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya permohonan Isbat nikah di PA Ujung Tanjung dengan Penetapan Pengadilan Agama Ujung Tanjung No. 14/Pdt.P/2021/PA.Utj dan adanya Permohonan Isbat Nikah ke tingkat kasasi dengan Penetapan MA No. 481 K/Ag/2021, yang permohonan sebelumnya permohonan Pemohon I dan Pemohon II tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk verklaard) oleh pihak Pengadilan Agama Ujung Tanjung. Adapun pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Agama Ujung Tanjung dan Mahkamah Agung dalam memutus perkara terdapat perbedaan pendapat, karena pada saat mendaftarkan permohonan isbat nikah usia Pemohon II masih belum memenuhi dari ketentuan umur dari Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019. Disatu sisi juga Pemohon telah menikah secara siri dan telah memenuhi rukun dan syarat-syarat perkawinan menurut ketentuan hukum Islam, berdasarkan KHI Pasal 7. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan analitis (analytical approach). Penelitian ini menggunakan sifat penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara studi pustaka (library research) dengan menghimpun bahan-bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Kemudian, Teknik pengolahan data dengan editing, sistematis dan logis yang akan mempermudah penulis melakukan analisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, Pertimbangan hukum hakim pada Penetapan PA Ujung Tanjung No. 14/Pdt.P/2021/PA.Utj hakim mengutamakan asas kepastian dan kemanfaatan hukum dengan tidak dapat diterima permohonannya karena hakim berpedoman dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang batas usia boleh menikah minimal 19 tahun. Dan pada tingkat kasasi Penetapan MA No. 481 K/Ag/2021 hakim mengedepankan asas keadilan dalam pertimbangan hukumnya dengan menerima permohonan isbat nikah dan mengadili sendiri serta membatalkan penetapan sebelumnya dengan alasan perkawinan tersebut telah terpenuhi syarat dan rukun perkawinan dan telah sesuai dengan syariat Islam, maka demi terwujudnya kepastian dan perlindungan hukum, maka pemikahan tersebut patut diisbatkan

    Respon Penonton Terhadap Konten Log In Episode 9 di Channel Deddy Corbuzier

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon penonton terhadap konten Log In Episode 9 di channel YouTube Deddy Corbuzier, dengan menggunakan pendekatan teori decoding dari Stuart Hall. Konten tersebut menampilkan Habib Husein Ja’far Al-Hadar, Bhante Dhira, dan Onadio Leonardo dalam sebuah percakapan lintas agama yang dikemas secara santai dan edukatif. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penonton merespon pesan toleransi antarumat beragama yang disampaikan dalam konten tersebut, serta bagaimana bentuk-bentuk respon yang muncul berdasarkan posisi decoding: dominan, negosiasi, dan oposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis. Data diperoleh dari kolom komentar penonton di video Log In Episode 9 yang dikumpulkan melalui teknik web scraping dan kemudian dianalisis menggunakan teori Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penonton memberikan respon dalam posisi dominan, yaitu setuju dan mendukung penuh pesan yang disampaikan, khususnya terkait nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan kebersamaan lintas agama. Sementara itu, terdapat pula respon dalam posisi negosiasi yang menunjukkan penerimaan sebagian namun disertai dengan catatan atau batasan. Respon oposisi muncul dalam bentuk kritik terhadap format acara atau individu tertentu dalam tayangan tersebut. Temuan ini memperlihatkan bahwa proses decoding dalam komunikasi media berlangsung secara aktif dan beragam, bergantung pada latar belakang, pengalaman, dan nilai nilai pribadi penonton. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi media, khususnya dalam memahami dinamika respon audiens terhadap pesan-pesan dakwah dalam media digital

    Sistem Pemantauan dan Evaluasi Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kampung Gadang di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi persoalan serius, terbukti dari tingginya timbunan sampah nasional yang mencapai 21,1 juta ton pada tahun 2022. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mencemari lingkungan, menimbulkan bau, dan menjadi sumber penyakit. Dalam konteks keagamaan, Islam juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan tidak merusak bumi. Pemerintah sebenarnya telah menetapkan berbagai peraturan untuk menangani masalah ini, seperti UU No. 18 Tahun 2008 dan Perda Kota Banjarmasin No. 21 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Persampahan. Namun, masih ditemukan (Tempat Pembuangan Sementara) TPS yang tidak sesuai aturan, seperti yang terletak di Kampung Gadang kec. Banjarmasin Tengah. TPS ini sering penuh, sampah berserakan hingga ke jalan, menimbulkan bau menyengat, dan bahkan mengganggu lalu lintas serta merusak estetika. Skripsi ini berfokus pada sistem pemantauan dan evaluasi yang di lakukan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap aparatur Kelurahan, Kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, petugas TPS, dan masyarakat sekitar, serta observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menggunakan teori pemantauan/monitoring, evaluasi, dan kebijakan publik yang dianalisis secara deskriptif berdasarkan teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemantauan dan evaluasi terhadap TPS Kampung Gadang masih bersifat informal dan belum terstruktur secara sistemik. Meskipun terdapat upaya pemantauan dari petugas kelurahan, pengawas TPS, hingga pihak kecamatan, pelaksanaannya belum didukung dengan indikator kuantitatif, pelaporan tertulis, maupun sistem evaluasi berbasis data. Di sisi lain, keterbatasan teknis seperti minimnya armada pengangkut sampah, rendahnya anggaran pengelolaan, dan lokasi TPS yang tidak strategis turut memperparah efektivitas sistem yang ada. Selain itu, kesadaran masyarakat yang rendah dalam mematuhi aturan pembuangan sampah, serta dominasi budaya permisif turut menjadi hambatan signifikan. Dalam perspektif teori monitoring dan evaluasi kebijakan publik, kondisi ini mencerminkan lemahnya fungsi kontrol, koordinasi antarinstansi, dan tidak optimalnya sistem tata kelola persampahan. Dalam konteks Siyasah Syar’iyyah, kegagalan ini merupakan bentuk kelalaian dalam menjalankan amanah publik (al-maslahah al‘ammah) yang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇