IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bingka Bunda dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran UMKM dalam
meningkatkan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja,
peningkatan pendapatan, dan pelestarian produk lokal. UMKM Bingka Bunda
merupakan salah satu pelaku usaha kue tradisional khas Banjarmasin yang
berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap
pemilik dan karyawan Bingka Bunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui kontribusi UMKM Bingka Bunda terhadap peningkatan ekonomi
masyarakat serta strategi pemasaran yang diterapkan dalam pengembangan
usahanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Bingka Bunda mampu
memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,
khususnya melalui penyediaan lapangan kerja bagi warga sekitar, peningkatan
pendapatan karyawan, serta peluang usaha bagi masyarakat. Selain itu, strategi
pemasaran Bingka Bunda difokuskan pada produk, harga, promosi, distribusi
yang terbukti mampu meningkatkan omset penjualan secara signifikan. Namun,
usaha ini masih menghadapi kendala dalam aspek daya tahan produk, promosi
distribusi
Analisis Pesan Moral dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung
dalam film yang berjudul Budi Pekerti karya dari Wregas Bhanuteja. Film ini
menggambarkan fenomena cyberbullying dan dampak negatif dari bermedia sosial.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi,
berfokus pada adegan-adegan yang memuat pesan moral, dengan menggunakan
metode kualitatif dengan penelitian analisis isi. Peneliti menganalisis adegan
adegan dalam film yang mengandung pesan moral. Teori komunikasi Harold
lasswell digunakan sebagai dasar untuk melihat siapa yang menyampaikan pesan,
apa isi dari pesannya,melalui media apa pesannya, kepada siapa pesan ditujukan
dan pengaruh apa yang muncul setelahnya.
Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Budi
Pekerti. Serta hasil penelitian menunjukan bahwa film ini memuat berbagai pesan
moral yang meliputi: bertutur kata yang baik,disiplin dalam mengantri,sopan
santun, kejujuran,tolong menolong, kesabaran dan dampak buruk dari berbohong.
Film ini juga Film ini juga mengajarkan betapa pentingnya bersikap bijak dalam
bermedia sosial dan memilah tentang informasi yang beredar. Selain sebagai media
hiburan, film Budi Pekerti dapat berfungsi sebagai media dakwah modern yang
menyampaikan nilai-nilai moral sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak
dalam menggunakan media sosial serta lebih peka terhadap dampak etis dari
perilaku di dunia maya
Efektivitas Konseling Individu dengan Teknik Konseling Cognitive Behavioral Therapy dalam Mengatasi Santriwati yang Mengalami Homesick di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Homesick atau kerinduan akan rumah, orang tua dan kampung halaman
merupakan permasalahan santriwati di Pondok Pesantren. Jika tidak di atasi
homesick akan berdampak pada kesehatan mental dan akademik santriwati. Dalam
jangka panjang, dapat menyebabkan depresi dan galau berlebihan
Penelitian ini bertujuan mengetahui keadaan santriwati sebelum dan setelah
konseling individu dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy dalam mengatasi
homesick di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri dan juga mengetahui efektivitas
konseling individu dengan teknik konseling Cognitive Behavioral Therapy dalam
mengatasi Santriwati yang mengalami homesick di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud
Putri, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain penelitian Pre-Eksperimen tipe One Group Pretest
Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 santriwati yang
memiliki tingkat homesick tinggi berdasarkan hasil pengukuran skala homesick.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan skala
homesick. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon melalui aplikasi SPSS versi
27.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor
pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Temuan ini
menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan teknik Cognitive
Behavioral Therapy (CBT) efektif dalam menurunkan tingkat homesick pada
santriwati di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putr
Manajemen Masjid Dalam Meningkatkan Kemakmuran Masjid (Studi Kasus: Masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin)
Penelitian ini mengkaji manajemen Masjid Hasanuddin Madjedie
Banjarmasin dalam meningkatkan kemakmuran masjid, dengan fokus pada dua
aspek penting: idarah (pengelolaan), dan imarah (kemakmuran). Masjid ini
memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ibadah, sosial, dan pendidikan.
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan fungsi-fungsi
manajemen pada aspek idarah serta bagaimana pelaksanaan program-program
keagamaan, pendidikan, dan sosial pada aspek imarah berkontribusi dalam
meningkatkan kemakmuran masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
penerapan manajemen Masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin dalam
meningkatkan kemakmuran masjid melalui program-program keagamaan,
pendidikan, dan sosial yang dijalankan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi dari pengurus
masjid, karyawan, serta jemaah masjid. Analisis dilakukan menggunakan kerangka
fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling)
untuk menilai efektivitas pengelolaan masjid secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Masjid Hasanuddin
Madjedie sudah cukup baik. Pada aspek idarah, pengurus telah melakukan
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan secara sistematis.
Pada aspek imarah, program-program seperti pengajian rutin, rumah tahfidz, klinik
gratis, sunatan massal gratis, sarapan gratis setiap pagi ahad, serta kegiatan
pendidikan dan kegiatan sosial lainnya berhasil menarik minat dan keaktifan
jemaah. Sementara itu, terlihat pada aspek riayah, masjid terus menjaga kebersihan,
kenyamanan, pemeliharaan bangunan, perlengkapan masjid, keindahan
lingkungan, dan keamanan fasilitas yang ad
Penerapan Media Digital Dalam Pemasaran Umroh di PT Ameera Mekkah Martapura Kalimantan Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi
informasi yang mendorong pelaku usaha, termasuk biro perjalanan umroh untuk
memanfaatkan media digital sebagai strategi promosi yang lebih efektif.
Meningkatnya penggunaan media sosial seperti Instagram dan Tiktok membuka
peluang baru dalam menjangkau calon jamaah, terutama generasi muda yang aktif
secara digital. PT Ameera Mekkah sebagai biro perjalanan ibadah turut menerapkan
strategi ini guna meningkatkan jangkauan pasar dan kepercayaan pelanggan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggambarkan secara deskriptif bagaimana
penerapan media digital dijalankan oleh PT Ameera Mekkah serta faktor-faktor
yang mendukung dan menghambat penerapannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media digital
dalam pemasaran umroh di PT Ameera Mekkah dan mengidentifikasi faktor-faktor
pendukung dan penghambat penerapan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian pimpinan cabang dan tim
pemasaran PT Ameera Mekkah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi
langsung, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Ameera Mekkah menggunakan
Intagram, Tiktok, dan WhatsApp sebagai media utama promosi digital. Strategi ini
dinilai cukup efektif dalam menjangkau calon jamaah dan membangun komunikasi
dua arah. Faktor pendukung antara lain biaya promosi murah dan akses informasi
yang cepat, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan SDM dalam
pengelolaan konten serta kendala jaringan
Penangan dan Persepsi Orangtua Terhadap Sibling Rivalry pada Anak Usia Dini
Pola asuh, persepsi dan penanganan orangtua terhadap anak yang mengalami sibling
rivalry pada anak usia dini sangat berpengaruh terhadap masa perkembangan dan
pertumbuhan anak. Pola asuh orangtua terhadap anak yang mengalami sibling rivalry jika
orangtua menangani nya dengan cara yang salah maka anak akan berpikir ia kurang disayang
orangtuanya dikarenakan orangtua yang kurang bersikap adil kepada anak dan menimbulkan
rasa iri kepada saudaranya dan membuat anak jadi pendendam kepada saudara yang lain dan
anak suka bertengkar dengan saudaranya maka dari itu orangtua harus tahu bagaimana cara
menangani anak yang mengalami sibling rivalry.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara pola asuh, persepsi dan
penanganan terhadap sibling rivalry pada anak usia dini, di 4 keluarga yang mempunyai anak
yang mengalami sibling rivalry yang jarak usia mereka masing-masing 1-5 tahun dan untuk
mengetahui penyebab sering terjadinya pertengkaran anak-anak yang mengalami sibling
rivalry.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data
berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 keluarga yang mempunyai anak yang
mengalami sibling rivalry hampir orangtuanya cara pola asuh, persepsi, penanganannya
hampir sama yakni tidak pilih kasih dan bersikap adil kepada anak-anaknya, dan hampir tidak
membanding-bandingkan anak satu sama lain, dan bersikap adil, orangtua memberikan
perhatian yang sama kepada masing-masing anak, serta orangtua mengajarkan sikap berbagi
dan saling tolong menolong antar saudara kandung. Saran dari hasil penelitian adalah
orangtua perlu meningkatkan pengetahuannya mengenani cara pola asuh, persepsi dan
penanganan terhadap anak yang mengalami sibling rivalry pada anak usia dini, dan orangtua
perlu lebih memerhatikan fakto-faktor penyebab terjadinya sibling rivalry pada anak usia dini,
serta orangtua disarankan mencoba berbagai cara dalam pola asuh, persepsi dan penanganan
terhadap anak yang mengalami sibling rivalry
Pengembangan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berbasis Pemecahan Masalah pada Materi Bilangan Berpangkat di Kelas VIII MTs Al-Islamiyah SMIP 1946 Banjarmasin Tahun Ajaran 2024/2025
Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan kompetensi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika abad ke-21, namun pelaksanaannya di sekolah masih terbatas, terutama dalam bentuk instrumen tes yang sesuai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan produk, menganalisis tingkat kesukaran dan daya beda butir soal, serta mengukur tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik terhadap instrumen tes HOTS berbasis pemecahan masalah pada materi bilangan berpangkat di kelas VIII MTs Al-Islamiyah SMIP 1946 Banjarmasin tahun ajaran 2024/2025.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan desain pengembangan ADDIE. Subjek utama uji coba pada penelitian ini adalah 32 orang peserta didik kelas VIII. Pendekatan penelitiannya kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, angket, dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar respon, dan instrumen tes.
Hasil validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa instrumen tes tergolong sangat valid dengan persentase kevalidan sebesar 90% dari ahli materi dan 91,67% dari ahli media. Uji kepraktisan berdasarkan tanggapan pendidik sebesar 90% (sangat praktis) dan peserta didik sebesar 76,93% (praktis). Hasil tingkat kesukaran baik sehingga sesuai digunakan untuk peserta didik dan daya beda soal baik sehingga dapat membedakan antara peserta didik yang berkemampuan tinggi dan rendah. Pengukuran terhadap 32 peserta didik menunjukkan variasi kemampuan HOTS, yaitu 1 orang berkategori sangat baik, 22 orang baik, 8 orang cukup, dan 1 orang kurang
Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di TK At-Tibyan Banjarmasin
Pada era ini, ada tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus mampu menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman dan teknologi sekarang. Pembaharuan kurikulum pendidikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Namun, diterapkannya kurikulum baru membuat munculnya berbagai macam problematika yang harus dihadapi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika implementasi kurikulum merdeka di TK At-Tibyan Banjarmasin dan mengetahui solusi untuk mengatasi problematika tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan berfokus menggunakan analisis data dari pengamatan yang mendalam sesuai dengan yang dialami oleh peneliti di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (1984) yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa problematika implementasi kurikulum merdeka di TK At-Tibyan Banjarmasin adalah kurangnya kesiapan dan pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka, kurangnya fasilitas pembelajaran, harus bisa menyesuaikan kondisi dan situasi anak, dan pandangan orang tua wali murid terhadap penerapan kurikulum merdeka. Solusi yang dilakukan oleh TK At-Tibyan Banjarmasin untuk mengatasi problematika tersebut adalah dengan cara mempelajari pedoman, belajar dengan didampingi kemendikbud, melakukan kegiatan IHT, melakukan kegiatan kelompok belajar, dan berupaya melengkapi fasilitas pembelajaran di sekolah
Ritual Pernikahan Adat Dayak Ma’anyan di Banjarmasin
Dayak Ma’anyan merupakan salah satu suku asli di Kalimantan. Kearifan budaya lokal yang mereka bawa sampai saat ini seperti pernikahan adat yang masih sangat populer hingga sekarang. Pernikahan adat bukan hanya sekedar pernikahan yang biasa tetapi terdapat makna yang sangat dalam dengan ikatan batin leluhur mereka. Dayak Ma’anyan hadir di Banjarmasin khususnya di Komplek DPR, RT 38, Kecamatan Belitung Selatan. Kehadiran Dayak Ma’anyan menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi mereka untuk tetap terus menjaga dan melestarikan budaya nenek moyang. Maksud dari penelitian ini berupaya untuk mengetahui apa motivasi dan tujuan masyarakat Dayak Ma’anyan dalam melakukan ritual pernikahan adat Di Banjarmasin. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada Ritual yang mencakup motivasi dan tujuan dilakukannya ritual pernikahan adat Dayak Ma’anyan Di Banjarmasin.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan mengunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Dayak Ma’anyan dan non Dayak Ma’anyan di Kota Banjarmasin, sedangkan objek penelitian ini adalah ritual, respon, motivasi dan tujuan Pernikahan Adat. Dalam teknik pengumpulan data, yaitu dengan cara observasi mengunakan teknik observasi active participation, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi berupa Ritual pernikahan adat. Kemudian, dalam proses analisis data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Analisis terhadap hasil temuan penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut; pertama ritual pernikahan adat dipandang positif oleh masyarakat, karena masyarakat melihat Dayak Ma’anyan memberikan nilai toleransi yang tergambarkan dari motivasi dan tujuan mereka. Kedua, Dayak Ma’anyan termotivasi dengan membawa ritual pernikahan adat mereka di Banjarmasin karena menggingat generasi muda Dayak Ma’anyan harus mengetahui dan memahami peninggalan nenek moyang mereka dengan tujuan supaya kultur budaya mereka tidak musnah di zaman era moderen saat ini
Pengalaman Mahasiswa Dalam Mengoperasikan Aplikasi SLiMS Bulian 9 Pada Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Transformasi digital mendorong perpustakaan beralih ke sistem otomasi seperti SLiMS (Senayan Library Management System), namun banyak mahasiswa masih mengalami kesenjangan antara teori dan praktik dalam penggunaan aplikasi ini. Kesulitan teknis dan konseptual kerap muncul saat mahasiswa mempraktikkan langsung aplikasi SLiMS di mata kuliah Otomasi Perpustakaan. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengalaman mahasiswa dalam mengoperasikan aplikasi SLiMS Bulian 9 pada Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa angkatan 2022 dan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mahasiswa memiliki pengetahuan awal yang rendah tentang SLiMS serta mengalami berbagai kendala, terutama dalam proses instalasi dan penggunaan fitur teknis seperti katalogisasi dan ekspor-impor data. Melalui praktik langsung, bimbingan dosen, serta pembelajaran mandiri menggunakan tutorial daring dan diskusi kelompok, mahasiswa menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguasaan SLiMS. Aplikasi ini dinilai bermanfaat dalam menunjang pemahaman konsep otomasi perpustakaan dan dipandang relevan untuk dunia kerja. Namun, minat mendalami aplikasi ini lebih lanjut masih bervariasi. Pengalaman mahasiswa dalam menggunakan SLiMS menunjukkan bahwa meskipun terdapat banyak kendala awal, dengan pendekatan pembelajaran praktis dan kolaboratif, mahasiswa mampu menguasai teknologi otomasi perpustakaan secara bertahap. Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, disarankan penguatan fasilitas laboratorium dan pengembangan sumber belajar digita