IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Efektivitas Teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Mengurangi Kecemasan Sosial pada Siswa Kelas X Man 4 Barito Kuala
Kecemasan sosial merupakan salah satu bentuk gangguan kecemasan yang
banyak dialami oleh remaja, ditandai dengan ketakutan berlebihan terhadap
evaluasi negatif dari orang lain serta kecenderungan menghindari situasi sosial.
Kondisi ini dapat menghambat perkembangan personal, sosial, dan akademik
siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan sosial sebelum
(pretest) dan setelah (posstest) serta mengetahui efektivitas layanan konseling
teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk mengurangi kecemasan
sosial pada siswa kelas X MAN 4 Barito Kuala.
Layanan konseling kelompok dilaksanakan dalam empat sesi, dengan
penerapan teknik ABCD dan role playing sebagai strategi utama dalam intervensi.
Setiap sesi dirancang secara bertahap, mulai dari pengenalan kecemasan sosial,
identifikasi pikiran irasional, latihan berpikir rasional, hingga praktik menghadapi
situasi sosial. Perubahan perilaku siswa diamati melalui keaktifan mereka dalam
diskusi kelompok dan keterlibatan dalam interaksi sosial selama proses konseling
berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat
kecemasan sosial siswa. Skor rata-rata kecemasan sosial menurun dari 90,18%
menjadi 32,14%, dengan rata-rata penurunan sebesar 58,04%. Hasil uji Paired
Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat
perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Penurunan terjadi pada dua
aspek utama, yaitu ketakutan akan evaluasi negatif dan penghindaran terhadap
situasi sosial. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik REBT
terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan sosial pada siswa
Model Analisis Jalur Pengaruh Gaya Mengajar, Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs Miftahul Aula Bangkal
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar matematika
siswa kelas VIII MTs Miftahul Aula, dimana sekitar 43% siswa memperoleh nilai
dibawah KKM. Ditengah sengitnya pendidikan yang semakin ketat, prestasi belajar
siswa menjadi fokus utama dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, ataupun
lembaga pendidikan. Prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan
intelektual saja, tetapi juga oleh faktor lain seperti gaya mengajar guru, kecerdasan
emosional serta minat belajar siswa. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui
pengaruh gaya mengajar, kecerdasan emosional dan minat belajar siswa terhadap
prestasi belajar matematika siswa kelas VIII MTs Miftahul Aula Bangkal baik
pengaruh secara langsung, tidak langsung dan total.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Miftahul Aula Bangkal.
Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Miftahul Aula
Bangkal sebanyak 46 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik
sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala likert,
dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah
statistik deskriptif dan uji prasyarat asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji linearitas,
uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, serta metode yang
digunakan adalah analisis jalur (path analysis) berbantuan software Lisrel 8.80.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gaya mengajar guru,
kecerdasan emosional dan minat belajar serta prestasi belajar matematika siswa
dalam kategori baik (2) Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar
matematika siswa kelas VIII MTs Mifathul Aula Bangkal, antara (a) gaya mengajar
berpengaruh langsung sebesar 11%, tidak langsung sebesar14% dan total sebesar
25% (b) kecerdasan emosional berpengaruh langsung sebesar 23%, tidak langsung
sebesar 18% dan total sebesar 41% (c) minat belajar berpengaruh langsung sebesar
5%, tidak langsung sebesar 11% dan total sebesar 16
Representasi Budaya Dalam Film Buya Hamka Volume 1: Perspektif Semiotika Ferdinand De Saussure
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya yang
ditampilkan dalam film Buya Hamka Volume 1 dengan menggunakan pendekatan
semiotika Ferdinand De Saussure. Film tersebut tidak hanya menggambarkan
perjuangan Buya Hamka sebagai tokoh ulama dan sastrawan, tetapi juga
merepresentasikan nilai-nilai budaya Minangkabau dan ajaran Islam visual dan
naratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan.
Analisis yang dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda (signified) dan
makna yang dikandungnya(signifier) dalam konteks budaya yang tidak hanya
menghibur, tetapi juga mendidik serta memperkuat pemahaman penonton
terhadap perpaduan antara adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat
Indonesi
فعالية استخدام لعبة مونوبولي اللغة لترقية قدرة التلاميذ على مهارة القراءة في الصف الثامن في مدرسة نور الهدى المتوسطة الإسلامية رنتو بداؤه = Efektivitas penggunaan Permainan Monopoli Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas VIII di MTs Nurul Huda Rantau Badauh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan permainan
Monopoli berbahasa Arab dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas
VIII di MTs Nurul Huda, daerah Rantau Badauh. Peneliti menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode quasi eksperimen, yang melibatkan dua kelompok:
kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan permainan
Monopoli, dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode tradisional. Instrumen
penelitian berupa tes kemampuan membaca yang diberikan sebelum perlakuan (pre
test) dan sesudahnya (post-test).
Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelompok eksperimen adalah
50,57, sedangkan kelompok kontrol 63,42. Setelah perlakuan dilakukan, rata-rata
nilai kelompok eksperimen meningkat menjadi 64,78, sementara kelompok kontrol
meningkat menjadi 76. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi
kurang dari 0,001, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Hasil ini menunjukkan bahwa permainan Monopoli berbahasa Arab membantu
menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi siswa,
dan membuat mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu,
permainan Monopoli merupakan media yang efektif dalam mengajarkan
keterampilan membaca dalam bahasa Ara
Studi Kasus Perkawinan Bawah Tangan bagi Pasangan yang Masih Berstatus Kawin di Desa Gudang Hirang
Penelitian ini membahas praktik perkawinan di bawah tangan yang
dilakukan oleh pasangan yang masih terikat dalam perkawinan yang sah di
Desa Gudang Hirang. Perkawinan di bawah tangan merujuk pada
pernikahan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA).
Perkawinan ini masih sering terjadi dan menimbulkan berbagai
permasalahan terkait hukum, sosial, dan agama terutama ketika dilakukan
oleh salah satu pihak yang secara hukum masih terikat perkawinan
sebelumnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
penelitian lapangan (field research). Data yang dikumpulkan melalui
wawancara mendalam kepada pelaku dan tokoh masyarakat serta studi
komparatif terhadap hukum yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan di bawah tangan
yang dilakukan oleh laki-laki dalam bentuk poligami tanpa izin dapat
dianggap sah menurut agama, namun bertentangan dengan hukum positif
yang berlaku di Indonesia. Sebaliknya, perempuan yang menikah lagi tanpa
adanya perceraian yang sah menurut hukum melanggar ketentuan hukum
Islam maupun hukum positif, bahkan dapat dikategorikan sebagai perbuatan
zina. Faktor ekonomi, kurangnya pemahaman hukum dan prosedur
administratif yang rumit menjadi penyebab utama terjadinya praktik
perkawinan ini. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya edukasi hukum
kepada masyarakat serta penegakan hukum yang konsisten sangat
diperlukan untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak yang lahir dari
perkawinan di bawah tangan
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) dengan Pendekatan Kontekstual terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Tahun Ajaran 2024/2025
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan
pemecahan masalah siswa yang disebabkan oleh dominasi pembelajaran
konvensional yang berpusat pada guru, serta kurangnya keterkaitan materi
matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write
(TTW) dengan menggunakan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun ruang sisi datar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi
eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas VIII di MTsN 5 Banjar, yaitu
kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model Think
Talk Write (TTW) dengan pendekatan kontekstual dan kelas VIII C sebagai kelas
kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes
kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk Pretest dan Posttest. Teknik
analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis uji
independent t-test.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test pada kelas
eksperimen yaitu 70,48 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu
sebesar 55,95. Uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua kelas berdistribusi
normal. Hasil uji-t independen terhadap gain score menunjukkan nilai signifikansi
(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan
antara peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa pada kedua kelas.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) dengan pendekatan kontekstual berpengaruh secara signifikan
terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah sisw
Pola Rekrutmen Petugas Haji pada Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran petugas haji dalam
mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji, yang menuntut proses
rekrutmen dilakukan secara tepat dan sesuai prosedur. Adapun rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pola rekrutmen petugas haji pada
Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut? Dan (2) Apa saja kendala dalam
perekrutan petugas haji pada Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut?
Berdasarkan rumusan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pola rekrutmen petugas haji serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi
dalam proses rekrutmen di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deduktif dengan metode
pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian
meliputi pejabat dan staf Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut yang terlibat
langsung dalam proses rekrutmen. Data dianalisis secara deskriptif untuk
menggambarkan proses dan hambatan rekrutmen secara menyeluruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola rekrutmen petugas haji telah
mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,
dimulai dari instruksi Kanwil, sosialisasi, seleksi administrasi, pemeriksaan
kesehatan, tes hingga wawancara. Perekrutan meliputi berbagai posisi seperti ketua
kloter, pembimbing ibadah, dan petugas transportasi. Kendala yang ditemukan
meliputi terbatasnya kuota petugas dibanding jumlah jemaah, keterlambatan
pengumpulan berkas penting seperti SKCK dan surat keterangan sehat, rendahnya
minat pendaftar. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan
kualitas sosialisasi, penyederhanaan proses administrasi dan pendampingan bagi
calon petugas agar proses rekrutmen di masa mendatang dapat berjalan lebih
optimal
Falsafah Hidup Suku Banjar Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsir Nusantara)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap lunturnya nilai
nilai budaya lokal akibat arus globalisasi yang memicu pergeseran moral dan
identitas budaya, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu bentuk
kearifan lokal yang sarat makna dan patut dikaji ialah falsafah hidup suku Banjar
“Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing”. Falsafah ini diwariskan oleh
Pangeran Antasari sebagai simbol keteguhan, loyalitas, dan perjuangan hingga
titik akhir dalam melawan penjajahan, yang kini masih relevan untuk membentuk
karakter bangsa di era modern. Namun demikian, pemaknaan tersebut perlu
diintegrasikan secara kontekstual dengan nilai-nilai universal Al-Qur’an agar
dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam
falsafah haram manyarah waja sampai kaputing dan bagaimana Al-Qur’an
memandang nilai-nilai tersebut; serta (2) mengkaji penafsiran para mufasir
Nusantara terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang merepresentasikan nilai-nilai
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan jenis
kepustakaan (library research). Sumber primer terdiri atas Al-Qur’an, falsafah
tersebut, serta empat kitab tafsir Nusantara: Tarjumân al-Mustafîd (Abd al-Ra’uf
Singkel), Marâh Labîd (Syekh Nawawi al-Bantani), Tafsir al-Azhar (Buya
Hamka), dan Tafsir al-Mishbâh (M. Quraish Shihab). Data diperoleh melalui studi
literatur, dokumentasi, dan wawancara sebagai penguat validasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah hidup haram manyarah
waja sampai kaputing memuat delapan nilai utama yaitu tanggung jawab,
loyalitas, ikhlas, kerja keras, kerja sampai tuntas, semangat kebangsaan, cinta
tanah air, dan mencapai hasil yang memuaskan bagi diri sendiri dan masyarakat.
Seluruh nilai ini bersesuaian dengan kandungan nilai-nilai Al-Qur’an yang
termuat antara lain dalam Surah al-Nisâ’: 84, al-Mâ’idah: 51, al-Baqarah: 112,
asy-Syarh: 7, al-Baqarah: 144, dan al-Baqarah: 274. Namun demikian, terdapat
sejumlah catatan kritis. Adapun penafsiran para mufasir Nusantara terhadap ayat
ayat tersebut menunjukkan adanya relevansi antara pesan moral Al-Qur’an dan
nilai-nilai dalam falsafah suku Banjar tersebut, serta menunjukkan bahwa tafsir
Nusantara mampu menyampaikan pemahaman kontekstual terhadap nilai Qur’ani
dengan memperhatikan budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini
menegaskan pentingnya sinergi antara nilai budaya dan nilai keislaman dalam
membangun identitas kebangsaan yang tangguh dan religiu
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA MAN 1 Banjarmasin pada Materi Termokimia
Pembelajaran kimia di sekolah terlihat membosankan sehingga suasana
kelas menjadi pasif dan beberapa siswa yang berani bertanya. Realita ini terjadi
karena pelajaran yang diajarkan sulit dipahami bahkan harus dijelaskan kembali.
Quantum learning adalah model pembelajaran yang menawarkan arahan, strategi,
dan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Model ini juga
meningkatkan kesadaran siswa, terutama tentang pentingnya belajar. Harapannya
model pembelajaran quantum learning sebagai solusi yang dapat menciptakan
suasana belajar menyenangkan sehinnga mampu meningkatkan potensi akademik
dan kemampuan kreatif siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
model pembelajaran quantum learning terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA
MAN 1 Banjarmasin pada materi termokimia.
Penelitian ini adalah quasi-eksperimen (eksperimen semu). Penelitian ini
terdiri dari dua kelas (1) siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas ekperimen diajar
menggunakan model pembelajaran quantum learning dan (2) siswa kelas XI IPA 3
sebagai kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Data
penelitian diperoleh dari hasil pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri dari
20 soal pilihan ganda. Validitas isi instrument diperoleh nilai sebesar 90,83% dan
realibilitas dengan menggunakan uji Cronbach Alpha diperoleh nilai sebesar 0,649.
Analisis hipotesis yang digunakan yaitu uji Independent Sample T-test.
Hasil penelitian diperoleh nilai sig uji Independent Sample T-test sebesar
0,44 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti
bahwa tidak memiliki perbedaan signifikan sehingga tidak terdapat pengaruh dari
penggunaan model pembelajaran Quantum Learning terhadap hasil belajar siswa
pada materi termokimia kelas XI IPA MAN 1 Banjarmasi
Penerapan Strategi Teams Games Tournament (TGT) dalam Penelitian-Penelitian Pendidikan Linguistik Ilmiah
Bermain dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan
pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. Ada banyak model pembelajaran
salah satu model yang banyak menggunakan permainan dalam proses
pembelajaran yaitu Team Game Tournament.
Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan tentang proses penerapan model pembelajaran Team Game
Tournament dalam beberapa penelitian Pendidikan Linguistik Ilmiah terdahulu
dan perbedaannya, serta hasil penerapannya. Jenis penelitian yang digunakan
adalah kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan
dengan mencari, memilih, menyajikan, menganalisis data-data dari sumber
sumber yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Adapun langkah
langkah dalam pelaksanaan strategi Teams Games Tournament ini yaitu: salam,
berdo’a, mengabsen, pengulangan materi, mengulang bersama-sama, pembagian
kelompok, menjelaskan aturan pertandingan, pelaksanaan pertandingan,
perhitungan skor, pemberian penghargaan, dan di akhir guru menguatkan kembali
materi yang telah diberikan sekaligus menutup pelajaran. Dari penelitian ini dapat
di simpulkan bahwa penggunaan strategi Teams Games Tournament ini berhasil
dalam membantu meningkatkan nilai pembelajaran Bahasa Arab siswa