IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengalaman Peserta Mandi Tahunan di Desa Jorong Kecamatan Jorong: Studi Fenomenologi
Mandi tahunan merupakan praktik kebudayaan setempat yang masih lestari
di Desa Jorong, Kecamatan Jorong. Praktik ini dijalankan secara turun-temurun dan
diyakini memiliki nilai simbolik yang kuat bagi masyarakat setempat. Meskipun
praktik ini tampak sederhana sebagai ritual pembersihan diri, namun di baliknya
tersimpan pengalaman batiniah yang kompleks, terutama bagi para peserta yang
menjalaninya. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri dan memahami
bagaimana pengalaman dan dampak tersebut dirasakan dan dimaknai secara pribadi
oleh individu yang terlibat langsung dalam praktik ini. Untuk menggali makna dan
pengalaman tersebut secara mendalam, pendekatan fenomenologi digunakan dalam
penelitian ini. Dengan fenomenologi, fokus utama penelitian diarahkan pada
bagaimana individu menghayati, merasakan, dan memberikan makna terhadap
pengalaman mereka selama mengikuti praktik mandi tahunan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman peserta dalam
mengikuti mandi tahunan di Desa Jorong, serta mengungkap dampak yang
ditimbulkan terhadap kehidupan pribadi dan sosial mereka. Fokus utama penelitian
ini adalah menggali makna mendalam dari praktik tersebut melalui sudut pandang
para pelaku langsung yang mengalaminya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research)
dengan jenis pendekatan kualitatif, ini sangat menekankan interaksi langsung antara
peneliti dan subjek penelitian dalam lingkungan aslinya. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta merasakan mandi tahunan
sebagai pengalaman spiritual dan emosional yang bermakna. Secara pribadi,
mereka merasakan ketenangan batin, pembersihan diri, dan pembaruan niat hidup.
Secara sosial, praktik ini mempererat hubungan kekeluargaan, solidaritas antar
peserta, serta memperkuat identitas budaya mereka sebagai masyarakat adat. Mandi
tahunan tidak hanya dipahami sebagai ritual fisik, tetapi juga sebagai proses
pembentukan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan fenomenologi, makna-makna tersebut diungkap berdasarkan
pengalaman subjektif para peserta. Pendekatan ini membantu menangkap esensi
dari praktik mandi tahunan sebagai proses yang tidak hanya fisik, tetapi juga sarat
nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan mereka
Strategi Yayasan Sangka Baik dalam Pelaksanaan Program Charger Iman di Kota Banjarbaru
Program Charger Iman adalah salah satu kegiatan dakwah yang
dilaksanakan oleh Yayasan Sangka Baik di Kota Banjarbaru. Latar belakang dari
lahirnya program ini muncul karena keresahan para pendiri yayasan yang merasa
butuh tempat belajar agama yang lebih terbuka, santai, dan mudah diterima oleh
anak muda. Banyak anak muda yang merasa tidak cocok dengan majelis ilmu
tradisional yang dianggap kaku, berat, dan membosankan. Oleh karena itu,
program Charger Iman hadir sebagai bentuk dakwah yang lebih sesuai dengan
kebutuhan dan karakter generasi muda saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Yayasan
Sangka Baik dalam formulasi, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program
Charger Iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus dan
jamaah, serta dokumentasi kegiatan. Teknik analisis data dilakukan melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi
untuk menjaga keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Yayasan Sangka Baik dalam
program Charger Iman tidak dibuat secara formal, tetapi berdasarkan niat bersama
untuk berdakwah dengan cara yang ringan dan menarik. Strategi disusun dengan
mempertimbangkan kebutuhan anak muda, menggunakan media sosial untuk
promosi, serta pemilihan tema dan narasumber yang relevan. Pelaksanaan
kegiatan dilakukan setiap malam Jumat di lokasi tetap dengan suasana
kekeluargaan dan santai. Kegiatan diawali dengan salat berjamaah, dilanjutkan
dengan ceramah agama dan sesi tanya jawab. Program ini banyak melibatkan
volunteer atau relawan yang membantu dalam teknis acara, dokumentasi, dan
pengelolaan media. Evaluasi dilakukan secara rutin meskipun tidak formal,
dengan melihat respon jamaah dan masukan yang masuk. Program ini terbukti
memberikan dampak positif, seperti peningkatan pemahaman keagamaan,
semangat ibadah, serta perubahan sikap jamaah dan relawan ke arah yang lebih
baik. Program Charger Iman berhasil menjadi media dakwah yang menarik,
menyentuh, dan sesuai dengan zaman.
vii
Analisis Internalisasi Prinsip-Prinsip Syariah pada Bisnis Ritel Syariah di Al-Furqan Mart Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Al-Furqan Mart
Banjarmasin sebagai minimarket syariah dalam menginternalisasikan prinsip
kehalalan, thayyiban, dan kewajaran harga untuk memenuhi kebutuhan warga
sekolah dan masyarakat sesuai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana internalisasi prinsip syariah di Al-Furqan Mart serta
mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan
pendekatan kualitatif deskriftif. Informan terdiri atas manajer, 2 pegawai dan 6
pelanggan Al-Furqan Mart Banjarmasin yang terlibat dalam proses jual beli sehari
hari. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara
dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya Al-Furqan Mart
menginternalisasikan prinsip syariah dengan memastikan produk-produk yang
dijual bersertifikat halal, menjaga kualitas dan kebersihan produk, serta menetapkan
harga secara wajar dan bebas riba. Kendala utamanya yaitu produk UMKM yang
belum bersertifikat halal, minimnya informasi produk, dan fluktuasi harga yang
menyulitkan penetapan harga secara wajar. Upaya mengatasi kendala yang
dilakukan yaitu memberikan edukasi dan dorongan untuk memiliki sertifikat halal,
perbaikan kemasan pada produk UMKM, dan menjalin kerja sama yang stabil pada
pemasok serta melakukan diversifikasi sumber barang
Perilaku Pedagang dalam Perspektif Etika Bisnis Rasulullah di Pasar Tungging Belitung Banjarmasin
Penelitian ini berlatar belakang karena pentingnya etika bisnis Rasulullah
dalam transaksi perdagangan yang dilakukan oleh pebisnis atau pedagang karena
untuk menghindari kekeliruan dalam melakukan aktivitas bisnisnya dan agar sesuai
dengan nilai-nilai etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perilaku pedagang di Pasar Tungging Belitung Banjarmasin berdasarkan prinsip
etika bisnis Rasulullah, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pedagang, dan
strategi untuk mendorong perilaku pedagang sesuai dengan nilai-nilai etika bisnis
Rasulullah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh peneliti dalam
penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pedagang di Pasar Tungging
Belitung Banjarmasin berdasarkan prinsip etika Bisnis Rasulullah menunjukan para
pedagang menerapkan sikap Shiddiq (jujur), Amanah (dipercaya), Tabligh
(menyampaikan), Fathanah (cerdas). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku
pedagang di Pasar Tungging Belitung Banjarmasin dipengaruhi oleh faktor
eksternal, seperti persaingan antar pedagang, harga barang dari pemasok, serta
regulasi pasar yang berlaku. Jika pedagang lain menurunkan harga, maka para
pedagang harus mempunyai strategi untuk mengatur harga supaya tidak rugi. Para
pedagang menyadari untuk tetap bertahan dan berkembang, harus mampu
beradaptasi dengan perubahan pasar tanpa meninggalkan nilai-nilai yang di yakini.
Faktor yang mempengaruhi perilaku pedagang yaitu perubahan pendapat
konsumen, persaingan, serta pendidikan dan pelatihan. Persaingan, tingginya
tingkat persaingan mengakibatkan para pedagang untuk menjadi lebih kreatif dan
efisien
Penggunaan Strategi Everyone Is A Teachere Here pada Mata Pelajaran Fiqih Materi Jinayah di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi pada pembelajaran Fiqih yang dilakukan guru
dirasa kurang maksimal dalam mengajar karna kurang aktifnya peserta didik dalam
proses pembelajaran yang disebabkan oleh kurangnya variasi dalam penggunaan
strategi pembelajaran fiqih. Strategi everyone is a teachere here ini bertujuan untuk
meningkatkan keaktifan belajar dan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran
fiqih materi jinayah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (filed research).
Dengan mengambil lokasi penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Sedangkan
objek penelitian ini adalah penggunaan strategi everyone is a teachere here serta
faktor pendukung serta faktor penghambat pada pembelajaran fiqih kelas XI E di
Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data meliputi
observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yaitu guru fiqih
dan peserta didik kelas XI. Teknik analisis berupa analisis data kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi everyone is a
teachere here pada mata pelajaran fiqih materi jinayah kelas XI E di Madrasah
Aliyah Negeri 3 Banjarmasin terlaksana dengan baik. Adapun faktor pendukung
dalam penggunaan strategi everyone is a teachere here pada mata Pelajaran fiqih
kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin ini adalah faktor guru dan faktor
peserta didik dan faktor pendukung lainnya adalah lingkungan belajar yang cukup
nyaman. Adapun hambatan yang ditemui antara lain yaitu keterbatasan waktu dan
kesiapan siswa berinteraksi secara efektif, meski demikian strategi ini memberikan
kontribusi positif terhadap proses pembelajaran, oleh karena itu strategi ini bisa
digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran fiqih untuk meningkatkan
pemahaman peserta didik
Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Kelas Pull Out di RA Ulumul Qur’an Al Madani Kota Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan intervensi dini
bagi anak berkebutuhan khusus melalui kelas Pull Out di RA Ulumul Qur’an Al
Madani Kota Banjarbaru. Intervensi dini merupakan upaya sistematis untuk
memberikan dukungan dan layanan khusus bagi anak-anak yang mengalami
hambatan perkembangan sejak dini, dalam hal ini anak dengan hambatan Attention
Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan tunarungu. Pemilihan dua kategori
tersebut didasarkan pada kondisi nyata di lapangan, di mana hanya anak dengan
gangguan tersebut yang mengikuti program kelas Pull Out di sekolah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan intervensi dilakukan melalui tiga
tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses perencanaan
dilakukan setelah anak terdeteksi mengalami hambatan melalui asesmen
menggunakan DDTK dan instrumen KPSP, yang kemudian ditindaklanjuti dengan
penyusunan Program Pelayanan Individual (PPI). Pelaksanaan intervensi dilakukan
oleh Guru Pendamping Khusus (GPK) dengan menggunakan metode, media, dan
strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur perkembangan anak dari aspek
minat belajar, sosial, dan emosional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program intervensi dini melalui kelas
Pull Out terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan perkembangan anak, baik
dalam aspek akademik maupun sosial-emosional. Faktor pendukung pelaksanaan
program ini meliputi komitmen lembaga, ketersediaan sarana prasarana, serta
dukungan dari orang tua. Adapun faktor penghambat berasal dari kondisi anak.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa intervensi dini melalui kelas Pull Out
efektif dalam membantu anak berkebutuhan khusus berkembang sesuai dengan
potensi yang dimilikinya
Peranan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILIaN pada Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat Produktif Regional Office (RO) Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya optimalisasi zakat produktif
dalam mengetaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi. Salah
satu lembaga yang aktif melaksanakan program ini adalah Yayasan Baiatul Maal
(YBM) BRILIaN RO Banjarmasin. Program seperti gerobak BRILIaN dan bantuan
modal usaha dirancang untuk meningkatkan pendapatan, kapasitas usaha, dan
kemandirian mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan YBM
BRILIaN pada pemberdayaan ekonomi serta faktor-faktor yang mempengaruhi
efektivitas.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan
dokumentasi terhadap pengelola YBM BRILiaN serta para mustahik penerima
manfaat program. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis
interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa YBM BRILIaN tidak hanya menyalurkan
bantuan, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan, Program zakat
produktif dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian
mustahik. Namun masih ada hambatan seperti keterbatasan jumlah pendamping
dan perlunya pelatihan lanjutan agar dampak program dapat lebih optimal dan
berkelanjuta
Faktor-Faktor Pembentuk Keluarga Harmonis (Studi Kasus Pasangan Suami Istri di Kelurahan Sungai Lulut)
Pernikahan merupakan fase penting dalam kehidupan manusia yang
memiliki makna filosofis dan religious dalam membentuk ketentraman dan
kebahagiaan hidup. Dalam Islam, pernikahan dipandang sebagai ikatan suci yang
di landasi oleh mawaddah wa Rahmah, serta menjadi dasar terbentuknya keluarga
harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk
keluarga harmonis dan mendeskripsikan peran suami istri dalam mewujudkan
keharmonisan tersebut, dengan studi kasus pasangan suami istri di Kelurahan
Sungai Lulut.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga harmonis terbentuk dari
beberapa faktor utama yaitu komunikasi yang efektif, peran suami istri yang
seimbang, nilai-nilai religius, stabilitas ekonomi, kesehatan keluarga, dan waktu
berkualitas bersama. Peran suami sebagai pemimpin keluarga dan pencari nafkah,
serta peran istri sebagai pendidik anak dan penyeimbang ekonomi rumah tangga
sangat penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis. Dalam konteks
masyarakat Kelurahan Sungai Lulut yang mayoritas beragama Islam dan hidup
dalam tatanan sosial multikultural, keluarga harmonis menjadi pilar utama dalam
mewujudkan masyarakat yang tenteram dan sejahter
Kerjasama Guru BK dengan Pembina Ekstrakurikuler Pramuka dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Siswa di MTsN 2 Banjar
Kerjasama guru BK dengan Pembina ekstrakurikuler pramuka memiliki
peran penting dalam mengembangkan minat dan bakat siswa melalui identifikasi
masalah siswa, pemberian bimbingan dan dukungan serta pengembangan minat dan
bakat siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran, faktor pendukung dan
penghambat kerjasama guru BK dengan pembina ekstrakurikuler pramuka dalam
mengembangkan minat dan bakat siswa MTsN 2 Banjar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Subjek penelitian terdiri dari 2 guru BK, 1 Pembina pramuka dan 4 siswa pasukan
khusus pramuka MTsN 2 Banjar. Teknik pengumpulan data yang digunakan
meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan model Miles dan
Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama guru BK dengan
Pembina ekstrakurikuler pramuka dalam mengembangkan minat dan bakat siswa
melalui kegiatan pramuka yang mendorong kepemimpinan, kreativitas, dan
tanggung jawab ini terjalin dalam bentuk kerjasama spontan, langsung, dan
tradisional. Faktor pendukung seperti saling ketergantungan, perluasan tugas,
bahasa yang umum, penjajaran dan keterampilan menangani konflik, menghasilkan
dampak positif. Sedangkan faktor penghambatnya berupa identifikasi pribadi
anggota tim, hubungan antar anggota tim, dan identitas tim di dalam organisasi
yang terbagi 2 aspek yaitu kesesuaian atau kecocokan tim di dalam organisasi dan
pengaruh keanggotaan tim
Gambaran Workload pada Karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit X di Banjarmasin
Setiap karyawan dalam perusahaan memiliki beban kerja yang berbeda
beda, namun beban kerja yang berlebihan dapat mengganggu kinerja dan
menurunkan produktivitas. Fenomena workload yang dialami karyawan Bank
BRI Unit X di Banjarmasin meliputi berbagai aspek seperti physical demand,
effort, mental demand, temporal demand, performance, dan frustration level.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran workload serta faktor
faktor yang mempengaruhinya pada kinerja karyawan Bank BRI Unit X di
Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif.
Subjek penelitian terdiri dari lima karyawan, yaitu DR, HPS, NJ, RA, dan KM.
Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam
untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengalaman
workload yang dirasakan oleh karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek merasakan workload
tinggi, terutama pada aktivitas fisik yang menyebabkan kelelahan akibat beban
kerja berlebihan dengan waktu yang terbatas. Tekanan mental yang dirasakan
juga menurunkan performa kerja dan menimbulkan rasa putus asa hingga
keinginan untuk resign. Faktor utama yang mempengaruhi workload adalah cuaca
dan akses jalan yang sulit kemudian tekanan datang dari mana saja dan hubungan
antar rekan kerja