IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Praktik Syirkah Pada Waralaba sHELO Moztang Banjarmasin
Waralaba merupakan salah satu bentuk bisnis modern yang memberikan hak
khusus kepada perseorangan atau badan usaha untuk menggunakan merek dagang dan
sistem usaha tertentu dalam rangka memasarkan produk atau jasa. Dalam praktiknya,
waralaba banyak dimanfaatkan melalui perjanjian kerja sama yang saling
menguntungkan. Waralaba sHELO Moztang Banjarmasin merupakan salah satu
bentuk waralaba yang menerapkan prinsip-prinsip syirkah dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik syirkah
diterapkan dalam waralaba sHELO Moztang Banjarmasin, apa saja kendala yang
dihadapi, bagaimana cara penyelesaiannya, serta bagaimana pandangan hukum Islam
terhadap praktik tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa
observassi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer (hasil
wawancara) dan data sekunder (buku, artikel, jurnal, dan situs web yang relevan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waralaba sHELO Moztang, melalui
mekanismenya terdapat akad jual beli, ijarah, kerja sama modal dan izin penggunaan
merek. Praktik ini dilihat berdasarkan rukun dan syarat syirkah dalam Islam, meskipun
masih terdapat kekurangan, seperti dalam hal sistem bagi hasil, standarisasi bahan baku
dan perekrutan SDM. Secara umum, praktik kerja sama ini dapat diterima dalam
hukum Islam selama objek usaha halal dan akad dilakukan berdasarkan asas kerelaan
dan keadila
Pengembangan silabus untuk pembelajaran keterampilan berbicara di pondok pesantren Ahsanul Ilmi,Tabunganen Barito Kuala = تطوير الخطة الدراسية الفصلية لمهارة الكلام في معهد أحسن العلم، تابونجانين، بارتو كوالا
Pengembangan kurikulum merupakan sebuah istilah yang bersifat umum, yang terdiri
dari perencanaan, implementasi dan evaluasi salah satu perencanaan yang perlu
dilakukan sebelum pembelajaran diberikan adalah silabus. Berdasarkan asumsi
tersebut dan hasil observasi awal, peneliti menyimpulkan perlunya pengembangan
bahan ajar, yaitu silabus persemester untuk keterampilan berbicara. Tujuan: 1.
Mengetahui bagaimana pengembangan silabus untuk keterampilan berbicara
berdasarkan teori Jean Piaget di pondok Ahsanul ilmi, Tabunganin Barito Kuala. 2.
Mengetahui kelayakannya. 3. Mengetahui keefektivitasnya. Metodologi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian dan pengembangan
dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (MANTAP) yang terdiri dari lima
tahap, yaitu: (1) Tahap penelitian awal. Dari hasil yang didapatkan, pembelajara ini
memerlukan dibuatnya silabus. (2) Tahap pengembangan model. Secara garis besar
produk yang di kembangkan secara rinci sebagai berikut: 1. Identitas instansi, 2.
Penetapan waktu, 3. Standar kompetensi, 4. Kompetensi dasar, 5. Proses
pembelajaran, 6. Indikator, 7. Sumber belajar. (3) Tahap validasi model. Yang
dilakukan oleh 3 validator yaitu validator Bahasa, Validator Desain dan Tata letak
dan Validator Isi. (4) Tahap uji efektivitas. Uji ini dilakukan untuk mengetahui
apakah produk ini efektif atau tidak sehingga menjadi dasar untuk kelayakan produk.
(5) Tahap diseminasi. Sampel penelitian meliputi siswa kelas X, XI dan XII tahun
ajaran 2024-2025. Hasil penelitian ini adalah: (1) silabus untuk keterampilan
berbicara yang dikembangkan berdasarkan teori Jean Piaget dengan cara
menganalisis kebutuhan siswa, kemudian mengembangkan produk dan mengajukan
persetujuan
kepada
para
ahli
serta
melakukan
validasi,
kemudian
mengimplementasikan produk dan melakukan uji coba kepada siswa, kemudian
mengevaluasi data yang diperoleh dari perangkat penelitian. (2) Para ahli berpendapat
bahwa Produk layak digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara
berdasarkan silabus yang dibuat untuk sekolah tersebut, karena rata-rata hasil angket
para ahli mencapai 90% yaitu berada pada taraf sangat layak. (3) Produk efektif,
berdasarkan teori hasil statistik menggunakan program SPSS untuk seluruh data yang
diperoleh dari uji coba, menunjukkan hasil Sig (2) tailed sebesar 0,007 yang berarti
lebih kecil dari 0,05 sehingga pembelajaran keterampilan berbicara menggunakan
silabus tersebut dikatakan efekti
Pengelolaan Arsip di Kantor Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar
Pengarsipan sangat penting bagi organisasi, baik pemerintah maupun
swasta. Dokumen-dokumen penting memerlukan sistem pengarsipan yang
efektif untuk pemeliharaannya. Penelitian berlokasi di Kantor Depot Arsip
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui proses pengelolaan arsip dan upaya dalam meningkatkan
efesiensi dan efektivitas pengelolaan arsip di Kantor Depot Arsip Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala
Bidang Kearsipan, Kepala Seksi Arsip dinamis, Kepala Seksi Arsip Statis, dan
Arsiparis Pelaksana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan arsip di Kantor Depot
Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dilakukan secara
sistematis dan akuntabel melalui lima tahap utama: penciptaan, penggunaan,
pemeliharaan, penyusutan, dan pemusnahan. Penciptaan yakni tahap awal
terbentuknya arsip dari sebuah kegiatan, Penggunaan yaitu proses pemanfaatan
arsip sebagai bahan informasi dan dokumentasi, Pemeliharaan mencakup
penyimpanan arsip agar tetap terjaga kondisi fisiknya, Penyusutan adalah
pengurangan arsip melalui pemindahan, pemusnahan, atau penyerahan,
Pemusnahan merupakan tindakan menghapus arsip yang tidak bernilai guna
sesuai ketentuan hukum. Upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pengelolaan arsip di Kantor Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Banjar menunjukkan komitmen kuat melalui strategi digital dan
penguatan kelembagaan. Beberapa upayanya adalah peningkatan kapasitas
arsiparis, optimalisasi aplikasi SRIKANDI, serta inovasi sistem lokal seperti
PAISMANIS sebagai bentuk adaptasi dan penguatan pengelolaan arsip
Ziarah Makam Pangeran Syarif Hamid bin Ahmad Assegaf Studi Kosmologi Masyarakat Pasir Belengkong Kalimantan Timur
Ziarah makam Pangeran Syarif Hamid bin Ahmad Assegaf merupakan
budaya yang telah turun temurun dan kearifan lokal yang mengakultrasikan
kebudayaan dengan ajaran Islam. Aspek agama dan budaya pada ziarah makam
adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dalam pelaksanaan tradisi ziarah
makam terdapat kosmologi yang terkandung dalam tradisi ini, Seiring
perkembanganya, tradisi ini mengalami kemajuan dalam pelaksanaannya.
karenanya, penting bagi masyarakat yang menjalankan tradisi tersebut untuk
menjaga dan melestarikan tradisi yang telah ada. Dengan studi kosmologi, maka
akan menjadi sumber pengetahuan, memahami dan menjelaskan masyarakat betapa
pentingnya menjaga tradisi yang telah ada melestarikan tradisi ziarah makam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan proses pelaksanaan dan
kosmologi yang terkandung dalam tradisi ziarah makam di Pasir Belengkong
berdasarkan studi kosmologi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan mengunakan metode
kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data
yang diperoleh dari lapangan dan literatur disajikan secara deskriptif kemudian
dianalisis mengunakan studi kosmologi.
Pelaksanaan ziarah makam dipusatkan di lingkungan makam Pangeran
Syarif Hamid Bin Ahmad Assegaf setiap akhir tahun. Dalam pelaksanaan terdapat
kambang sarai, nasi gunungan, beberapa hiasan untuk memperindah daerah
makam, stand jual bunga dan sebagainya, pelaksanaan ini diikuti oleh kalangan
umur berlangsung mulai pagi sampai sore, isi acara pembukaan, yasin dan tahlil,
pembacaan manaqib sejarah, maulid, ceramah, doa, yang diikuti oleh berbagai
kalangan masyarakat. Berdasarkan studi kosmologi, ditemukan nilai kosmologi
pada ziarah tersebut, yaitu nilai saling keterhubungan antara alam dan manusia yang
tidak dapat dipisahkan baik dari segi ruang dan waktu. Perlakuan masyarakat yang
sangat senang dan menyambut adanya tradisi ziarah makam, membawa ketenangan
batin, ketentraman dan keharmonian yang didapatkan dalam pelaksanaan tradisi
hingga kehidupan sehari-hari, menjadikan hidup dengan damai dalam menjalankan
kehidupan. Keterjagaan antara manusia dan alam yang saling memiliki
keterhubungan keduanya, sehingga tidak dapat dipisahka
Efektivitas Metode Tilawati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Kelas V di MIS Tasrihul Islam Kabupaten Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an
peserta didik kelas V, yang disebabkan karena kurangnya praktek pada pembelajaran Al
Qur’an. Banyak dari siswa memahami tata cara baca Al-Qur’an secara teori namun tidak
paham ketika praktek. Hal ini berdampak pada kemampuan membaca Al-Qur’an siswa yang
kurang maksimal. Metode tilawati belum pernah digunakan pada pembelajaran Al-Qur’an
di kelas V MIS Tasrihul Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode
tilawati, mengetahui efektivitas metode tilawati dan perubahan signifikan dalam kemampuan
membaca Al-Qur’an siswa kelas V di MIS Tasrihul Islam
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental jenis One
Group pretest-posttest design, sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran
dilakukan pretest dan posttest, populasi penelitian adalah seluruh peserta didik
kelas V MIS Tasrihul Islam, yang berjumlah 10 orang. Teknik penggunaan data
melalui tes, angket dan dokumentasi. Pretest dan posttest dilaksanakan dengan
menggunakan Surah Al-Zalzalah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu
analisis deskriptif dan analisis inferensial.
Hasil angket yang disebarkan kepada siswa, rata-rata skor siswa sebesar
51,80 dari skor maksimal angket 60 dengan standar deviasi 5,770. Artinya,
kebanyakan dari siswa memberikan respon yang sangat baik terhadap metode ini.
Sedangkan pretest pada kelas V diperoleh hasil rata-rata sebesar 48.00. Setelah
penerapan metode tilawati, nilai posttest meningkat menjadi rata-rata 77.30. Hasil
uji paired sample t-test menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000, <0,05 Hal ini
menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05. Dengan demikian, Ha
diterima dan Ho ditolak, Artinya metode tilawati efektif dalam meningkatkan
kemampuan membaca Al-Qur’an kelas V
Pengaruh Qana’ah Terhadap Stres Pengasuhan Orang Tua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru
Orang tua menjadi penanggung jawab besar dalam merawat, mengasuh dan
memberikan penanganan terhadap anaknya yang memiliki kebutuhan khusus.
Dalam merawat anak berkebutuhan khusus tentunya bukan hal yang mudah,
terkadang orang tua merasakan stres pengasuhan dikarenakan banyak mendapatkan
tuntutan dan kesulitan selama pengasuhan. Untuk merespon keadaan yang tidak
menyenangkan ini, orang tua dapat menerapkan nilai-nilai Islam seperti memiliki
sikap qana’ah. Dengan qana’ah, orang tua akan memiliki rasa penerimaan terhadap
apa yang dimiliki dan berpotensi dapat menerima segala tekanan dan tuntutan yang
dialami ketika mengasuh anak, sehingga dapat menciptakan pengasuhan yang sehat
dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh qana’ah terhadap stres pengasuhan orang tua yang memiliki anak
berkebutuhan khusus, sekaligus memberikan wawasan baru mengenai dampak
penerapan niai-nilai keagamaan terhadap gangguan psikologis manusia.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi
linear sederhana. Jumlah populasi sebanyak 97 orang dan secara keseluruhan
digunakan sebagai sampel penelitian atau disebut juga sampel jenuh. Adapun
instrumen dalam penelitian ini meliputi skala qana’ah dan stres pengasuhan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara
qana’ah dan stres pengasuhan dengan nilai signifikansi 0,001<0,05. Nilai koefisien
arah regresi X (Qana’ah) sebesar -0,981<0,001 yang berarti semakin tinggi tingkat
qana’ah, maka semakin rendah tingkat stres pengasuhan, begitupun sebaliknya.
Qana’ah memiliki pengaruh sebesar 0,321. Dapat disimpulkan bahwa variabel
qana’ah mempunyai kemampuan sebesar 32,1% dalam menjelaskan varians
variabel stres pengasuhan dan masih ada 67,9% varians yang dijelaskan oleh faktor
variabel independen lainnny
Nikah Mis-yār dalam Tinjauan Hukum Islam dan Hukum di Indonesia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena nikah mis-yār yang
berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Nikah mis-yār merupakan
bentuk pernikahan di mana suami tidak memiliki kewajiban untuk memberikan
nafkah secara penuh kepada istri, berbeda dengan konsep pernikahan dalam hukum
Islam yang menekankan adanya tanggung jawab suami terhadap istri dan keluarga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan hukum Islam dan hukum di
Indonesia terhadap pelaksanaan nikah mis-yār
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan kasus hukum (case approach) Bahan hukum utama yang digunakan
meliputi kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, serta peraturan perundang
undangan yang berlaku di Indonesia, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Analisis dalam penelitian ini
dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji keabsahan serta implikasi hukum
nikah mis-yār dalam konteks hukum Islam dan hukum di Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tinjauan hukum Islam, nikah
mis-yār dapat dianggap sah jika memenuhi rukun dan syarat akad nikah. Prinsip
istishab yang menegaskan bahwa hukum asal suatu perkara tetap berlaku kecuali
ada dalil yang mengubahnya dapat digunakan untuk menentukan keabsahan
pernikahan ini. Meski demikian, dalam aspek mashlahah pernikahan ini berpotensi
merugikan hak-hak istri, khususnya dalam hal nafkah dan perlindungan rumah
tangga. Dari tinjauan hukum perkawinan di Indonesia, nikah mis-yār memiliki
permasalahan fundamental terkait prinsip keadilan dan keseimbangan hak dalam
pernikahan. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta Kompilasi Hukum
Islam (KHI) menekankan bahwa pernikahan bertujuan untuk membangun rumah
tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Meskipun Pasal 80 ayat (6) KHI
memberikan ruang bagi istri untuk membebaskan suami dari kewajiban nafkah,
dalam konteks nikah mis-yār, pelepasan ini dilakukan sejak awal akad dan
berpotensi menimbulkan ketidakadila
Pandangan Ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Terhadap Hukum Menggunakan Suntik Filler
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis pandangan
ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Kota Banjarmasin terhadap
hukum penggunaan suntik filler dalam perspektif hukum Islam. Fenomena
meningkatnya tren perawatan kecantikan, khususnya suntik filler, menimbulkan
polemik di masyarakat Muslim karena menyangkut batasan syariat terkait
perubahan terhadap ciptaan Allah. Suntik filler sebagai prosedur non-bedah yang
bertujuan memperbaiki penampilan wajah, diperlukan kajian mendalam dari sisi
hukum Islam untuk mengetahui batas kebolehannya, terutama dalam konteks
masyarakat Muslimah urban yang terpengaruh oleh standar kecantikan modern.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif-analitis dan pendekatan hukum empiris. Data diperoleh melalui
wawancara langsung dengan enam informan yang terdiri dari tiga ulama
Muhammadiyah dan tiga ulama Nahdlatul Ulama. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ulama Muhammadiyah pada umumnya mengharamkan penggunaan suntik
filler karena dianggap sebagai bentuk mengubah ciptaan Allah, kecuali dalam
kondisi darurat medis. Sebaliknya, ulama NU menyatakan bahwa suntik filler
dapat dibolehkan dengan syarat tertentu, seperti tidak membahayakan,
menggunakan bahan halal, dilakukan oleh tenaga medis profesional, dan dalam
konteks rumah tangga atas izin suami.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan suntik filler
tidak dapat dinilai secara mutlak halal atau haram, tetapi bersifat kontekstual dan
kondisional. Hukum filler dapat berubah tergantung pada tujuan penggunaannya,
kondisi medis, dan dampak terhadap kesehatan dan psikologis. Dengan
membandingkan dua pandangan ormas Islam terbesar di Indonesia, penelitian ini
diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmiah bagi masyarakat luas, serta
memperkaya literatur fikih kontemporer dalam menjawab tantangan
perkembangan estetika modern di kalangan umat Islam
“Lā Al-Nāhiyah” dalam Al-Qur'an: Kajian Terhadap Ayat-ayat dalam Konteks Parenting
Lā Al-Nāhiyah merupakan bentuk larangan dalam bahasa Arab yang sering
ditemukan dalam Al-Qur‟an. Dalam konteks parenting, banyak pakar menyarankan
untuk menghindari penggunaan kata “jangan” karena dianggap dapat menghambat
perkembangan mental, keberanian, dan rasa percaya diri anak. Namun, Al-Qur‟an justru
menggunakan bentuk larangan tersebut sebagai pendekatan pendidikan yang sarat
dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan edukatif. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan
mengenai bagaimana Islam, melalui Al-Qur‟an, memaknai larangan sebagai bagian dari
proses mendidik anak. Oleh karena itu, penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan
untuk mengkaji bentuk dan makna lā al-nāhiyah dalam ayat-ayat Al-Qur‟an yang
berkaitan dengan pengasuhan anak, serta menilai relevansinya dengan prinsip-prinsip
parenting Islami.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur‟an yang
mengandung bentuk lā al-nāhiyah dalam konteks parenting, serta menganalisis makna
dan pesan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk
menggali sejauh mana larangan-larangan tersebut sejalan dengan konsep parenting
dalam Islam yang mendidik anak dengan kasih sayang, arahan yang jelas, dan
pendekatan bertahap sesuai usia dan pemahamannya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode
kualitatif dan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui telaah terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an, terutama yang mengandung lā al-nāhiyah,
serta literatur tafsir klasik dan kontemporer, buku-buku ilmu nahwu, dan sumber lain
yang relevan dengan tema parenting Islami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk lā al-nāhiyah dalam ayat-ayat Al
Qur‟an tidak sekadar bermakna negatif, tetapi mengandung pesan edukatif dan
bimbingan moral. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah:132, QS. Hud:42, Q.S Yusuf: 5,67
dan 87, Q.S Al-Isra‟: 23, Q.S Al-Ankabut: 8, Q.S Luqman: 13,15 dan 18 yang
menunjukkan bahwa bentuk larangan dalam Al-Qur‟an digunakan untuk membentuk
akidah yang lurus, akhlak yang mulia, dan interaksi sosial yang baik antara anak dan
orang tua. Larangan dalam ayat-ayat tersebut bukan sekadar “melarang”, tetapi sarat
dengan hikmah dan tujuan pembinaan karakter.
Dengan demikian, penggunaan lā al-nāhiyah dalam Al-Qur‟an memiliki relevansi
yang tinggi dengan prinsip-prinsip parenting Islami, yakni mendidik dengan ketegasan
yang penuh hikmah dan kasih sayang. Serta, membangun komunikasi yang efektif dan
bernilai dalam konteks pendidikan anak dalam Islam
فعالية استخدام لعبة التعلم السهل والمرح في اتقان مفردات اللغة العربية لدى طلبة الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية ٢ بنجرماسين = Efektivitas Bermain Game Online (Fun Easy Learn) dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab pada Siswa MTsN 2 di Kelas Tujuh Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bermain game online
(Fun Easy Learn) dalam meningkatkan kosakata bahasa Arab pada MTsN 2 di kelas
tujuh Banjarmasin. Latar belakang ini Siswa kesulitan memahami kosakata bahasa
Arab, terutama berasal dari Sekolah Dasar tanpa dasar pembelajaran bahasa Arab.
Mereka harus memulai dari nol tanpa bekal awal. Selain itu, media pembelajaran
yang digunakan seperti buku teks, audio percakapan, dan gambar.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan eksperimen murni
(true experimental design) yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen
yang menggunakan game online fun easy learn dan kelompok kontrol yang
menggunakan konvensional. Tes yang digunakan berupa pretest dan posttest untuk
mengukur sejauh mana efektivitas bermain game online dalam meningkatkan
kosakata bahasa Arab. Analisis data dilakukan dengan uji U menggunakan program
SPSS versi 25.
Hasil dalam penelitian ini adalah bermain game online fun easy learn dalam
meningkatkan kosakata bahasa Arab adalah efektif. Berdasarkan hasil rata-rata
pretest kelas tujuh H sebagai kelompok eksperimen adalah 67,59 dan kelas tujuh J
sebagai kelompok kontrol adalah 60,34 dan hasil rata-rata posttest kelas tujuh H
adalah 89,66 dan kelas tujuh J adalah 68,45. Kemudian, nilai uji U sebesar 0,000
lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak