IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Disparitas Penetapan Hakim dalam Perkara Isbat Nikah (Studi Kasus Penetapan Nomor 314/Pdt.P/2024/PA.Bjm dan Penetapan Nomor 95/Pdt.P/2024/PA.Mtp)
Penelitian ini di latar belakangi oleh dua penetapan isbat nikah, yaitu
Penetapan
314/Pdt.P/2024/PA.Bjm
dan
Penetapan
Nomor
95/Pdt.P/2024/PA.Mtp mengenai isbat nikah adanya perbedaan hasil akhir dengan
posisi kasus yang sama. Para pemohon mengajukan permohonan isbat nikah dengan
keadaan masih belum mempunyai anak serta umur para pemohon telah memenuhi
syarat usia untuk melakukan perkawinan yaitu 19 tahun. Terjadinya perbedaan
pertimbangan hakim menimbulkan disparitas dalam menetapkan perkara isbat
nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan isbat nikah dalam
Nomor 314/Pdt.P/2024/PA.Bjm dan Nomor 95/Pdt.P/2024/PA.Mtp dan untuk
mengetahui disparitas hakim dalam penetapan isbat nikah dalam Nomor
314/Pdt.P/2024/PA.Bjm dan Nomor 95/Pdt.P/2024/PA.Mtp.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif
dengan pendekatan studi kasus (case approch) terhadap kasus isbat nikah yang
termuat dalam dua penetapan pengadilan dengan memahami alasan-alasan hukum
yang digunakan hakim. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka
dan studi dokumen. Teknik Pengolahan data dengan editing, sistematis, dan
deskripsi, kemudian menggunakan analisis deskriptif yang dijabarkan dengan pola
berpikir deduktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan Penetapan Nomor
314/Pdt.P/2024/PA.Bjm hakim mengutamakan asas kepastian dan kemanfaatan
hukum dengan mengabulkan permohonan isbat nikah, karena terpenuhinya syarat
dan rukun pernikahan dalam Pasal 2 dan 6 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan jo. Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta tidak adanya
halangan perkawinan dalam Pasal 8 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo.
Pasal 39 KHI. Pada Penetapan Nomor 95/Pdt.P/2024/PA.Mtp hakim
mengedepankan asas kepastian hukum dengan menolak permohonan isbat nikah
bahwa selain mempertanyakan keabsahan pernikahan siri yang dilakukan kedua
mempelai juga menilai latar belakang tidak dicatatkannya pernikahan serta potensi
melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Disparitas pada Penetapan Nomor 314/Pdt.P/2024/PA.Bjm pertimbangan yang
digunakan hakim adalah memahami secara tekstual atau lahiriah apa yang tertulis
dalam peraturan tertulis mengenai isbat nikah Pasal 7 ayat (3) huruf e KHI. Adapun
Penetapan Nomor 95/Pdt.P/2024/PA.Mtp, hakim berpatokan kuat dengan Pasal 7
ayat (3) huruf d KHI yang hanya mengabulkan isbat nikah jika pernikahan tersebut
terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
Regulasi Diri Dalam Menyelesaikan Skripsi Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan
Regulasi diri merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik,
terutama dalam menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi. Kemampuan mahasiswa
dalam mengontrol, mengatur, dan memonitor perilaku mahasiswa dalam mencapai
tujuan akademik menjadi kunci dalam penyelesaian skripsi tepat waktu. Penelitian ini
bertujuan menganalisis tingkat regulasi diri dalam menyelesaikan skripsi pada
mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam angkatan 2020
di UIN Antasari Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui kuesioner. Responden penelitian berjumlah 27 mahasiswa
yang sedang mengerjakan skripsi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif
untuk melihat tingkat regulasi diri dan aspek-aspeknya, seperti penetapan standar dan
tujuan, monitoring diri, evaluasi diri, serta ketentuan konsekuensi diri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi diri mahasiswa berada pada
kategori tinggi dan sedang, dengan aspek monitoring diri memperoleh rata-rata
tertinggi dibandingkan aspek lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa
cenderung lebih mampu memantau dan mengawasi perkembangan tugas dalam
penyusunan skripsi. Meskipun terdapat, aspek-aspek menentukan standar dan tujuan
diri sendiri, memonitor diri, evaluasi diri, dan menentukan konsekuensi diri sendiri
dari regulasi diri. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan
konseling dalam membantu meningkatkan kemampuan regulasi diri mahasiswa guna
mendukung penyelesaian skripsi secara lebih efekti
Pengaruh E-Wom Terhadap Keputusan Memilih Program Studi Perguruan Tinggi Negeri di Kalimantan Selatan Pada Siswa Man Se-Kota Banjarmasin
Kemajuan teknologi dan internet telah membawa perubahan besar dalam
cara siswa mencari informasi mengenai pilihan program studi di perguruan tinggi.
Salah satu faktor yang semakin berperan dalam proses ini adalah Electronic Word
of Mouth (E-WOM), yaitu rekomendasi, ulasan, serta testimoni yang tersebar
melalui berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak
E-WOM terhadap keputusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota
Banjarmasin dalam menentukan program studi di perguruan tinggi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei.
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan platform
Google Form yang dibagikan kepada siswa MAN di Kota Banjarmasin.
Penggunaan Google Form dipilih karena efisiensi dalam menjangkau responden
secara luas dan mempermudah proses pengumpulan serta pengolahan data.
Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui
sejauh mana faktor-faktor dalam E-WOM, seperti kredibilitas sumber, kualitas
informasi, dan intensitas komunikasi, berpengaruh terhadap keputusan siswa
dalam memilih program studi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM memiliki dampak
signifikan terhadap keputusan pemilihan program studi, dengan kredibilitas
sumber dan kualitas informasi menjadi faktor utama yang paling berpengaruh.
Temuan ini menunjukkan bahwa informasi yang diperoleh dari berbagai platform
digital, seperti media sosial, forum pendidikan, dan situs ulasan kampus, memiliki
peran penting dalam membantu siswa mengambil keputusan akademik. Oleh
karena itu, perguruan tinggi perlu mengelola E-WOM dengan baik melalui
penyediaan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya untuk
meningkatkan daya tarik program studi bagi calon mahasiswa
Analisis Akad Jual Beli Pada Warung Makan Di Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Perspektif Mazhab Syafi’e
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik akad jual beli yang
berlangsung di warung makan di Sekumpul, baik dari segi pelaksanaan maupun tata
cara yang diterapkan oleh para pedagang dan konsumen. Selain itu, penelitian ini
juga bertujuan untuk memahami teori dan praktik akad jual beli tersebut
berdasarkan perspektif Mazhab SYAFI’E , termasuk prinsip-prinsip yang relevan
seperti syarat dan rukun dalam transaksi jual beli. Lebih jauh lagi, penelitian ini
akan menganalisis akad jual beli di warung makan tersebut dengan menggunakan
pendekatan fikih Mazhab SYAFI’E , guna menilai kesesuaian antara praktik yang
dilakukan di lapangan dengan hukum Islam menurut mazhab tersebut.
Akad jual beli di dalam Islam antara lain, harus dilakukan dengan suka rela
atau suka sama suka dan tanpa paksaan dari pihak manapun, barang yang dijual
harus halal, tidak terjadi penipuan atau kecurangan dalam transaksi, adanya
tranparansi harga barang dan kapan akan dibayar yang harus diketahui kedua belah
pihak dengan prinsip jujur dan adil
Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan dari 20 skema akad jual beli
di sekumpul hanya 4 skema yang memenuhi standar teori Imam Syafi’e dan 16
skema tidak memenuhi standar Imam Syafi’e, akan tetapi 16 skema bisa dianggap
sah akad jual belinya dengan pendekan Urf, yang dapat mengisyaratkan An Taradin
Min Hum (adanya saling ridho antara keduanya
Analisis Pengelolaan Keuangan dalam Meningkatkan Aset di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri di Hulu Sungai Selatan
Jumlah pondok pesantren di Indonesia terus meningkat, namun tidak semua
memiliki sistem pengelolaan keuangan yang optimal dalam mendukung keberlanjutan
finansial dan peningkatan aset. Pengelolaan keuangan yang baik sangat penting untuk
memastikan keberlangsungan pesantren sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan.
Pondok Pesantren Ibnu Mas‟ud Putri di Hulu Sungai Selatan mengelola keuangan
secara efektif untuk meningkatkan aset yang dimiliki dan mendukung operasional
pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan keuangan
yang diterapkan dalam meningkatkan aset pesantren berdasarkan teori manajemen
keuangan yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan
keuangan yang diterapkan, termasuk perencanaan anggaran, pencatatan keuangan
berbasis digital dan optimalisasi unit usaha pesantren, berperan penting dalam
peningkatan aset seperti infrastruktur, sarana prasarana dan fasilitas penunjang
lainnya. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana serta
strategi diversifikasi sumber pendapatan menjadi faktor utama dalam mendukung
kemandirian finansial pesantren. Dengan adanya sistem pengelolaan keuangan yang
baik, Pondok Pesantren Ibnu Mas‟ud Putri mampu menjaga keberlanjutan ekonomi
serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi para santriny
Konsep Mahar Sebagai Patokan Nafkah Wajib Suami Terhadap Istri dalam Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konsep sebagai patokan dalam
menentukan nafkah wajib suami terhadap istri. Pada praktiknya, ini dilakukan di
masyarakat Kecamatan Kurau yang menunjukkan adanya keterkaitan nilai dan
tanggung jawab nafkah yang perlu ditelaah lebih dalam. Hanya saja perlu telaah
dari tinjauan adat dan hukum Islam, mengingat konsep ini kurang bersesuaian
dengan keadilan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan konsep mahar
sebagai patokan nafkah wajib suami terhadap istri dalam perspektif hukum adat dan
hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum utama yang
digunakan adalah Undang-Undang Perkawinan, KHI dan hukum adat Masyarakat
Kurau. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji praktik aktual di
masyarakat serta mencocokkannya dengan ketentuan fikih Islam dan norma adat
yang berlaku.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perspektif hukum adat
masyarakat Kurau, mahar dijadikan patokan untuk menentukan besaran nafkah
wajib suami terhadap istri, di mana semakin besar mahar, semakin tinggi pula
standar nafkah yang dituntut; namun, tradisi ini dapat menimbulkan ketidakadilan,
khususnya bagi suami yang ekonominya terbatas, sehingga tidak dapat dijadikan
hukum. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, mahar dan nafkah memiliki
kedudukan berbeda: mahar adalah hak istri yang diberikan sekali saat akad,
sedangkan nafkah merupakan kewajiban suami yang harus dipenuhi secara
berkelanjutan berdasarkan kemampuan finansialnya, tanpa dikaitkan langsung
dengan besarnya mahar, melainkan dengan prinsip keadilan dan kondisi ekonomi
suam
Pengembangan Buku Saku Biopestisida Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Untuk Pengendalian Hama Ulat Daun
Penggunaan pestisida kimia berlebihan berdampak negatif bagi lingkungan
dan kesehatan manusia. Sebagai alternatif ramah lingkungan, biopestisida dari
limbah cabai rawit (Capsicum annuum L.) menjadi solusi potensial karena
mengandung capsaicin yang bersifat toksik bagi hama. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan buku saku sebagai panduan praktis pemanfaatan biopestisida
cabai rawit untuk mengendalikan hama, sehingga dapat membantu petani
mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini mengadopsi pendekatan
kualitatif dan kuantitatif melalui metode Educational Design Research (EDR), yang
dalam penelitian ini hanya dilakukan pada tahapan pendahuluan (Preliminary
Research) dan tahap pengembangan (Prototyping Phase). Data diperoleh melalui
observasi lapangan dan eksperimen pada tanaman sawi (Brassica juncea L.), serta
validasi buku saku oleh ahli materi, media, dan bahasa. Eksperimen dilakukan
dengan mengaplikasikan ekstrak cabai rawit pada hama ulat daun untuk mengamati
efektivitasnya, sedangkan buku saku diuji untuk memastikan keakuratan serta
kelayakan isinya sebagai bahan ajar dan panduan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopestisida ekstrak cabai rawit
terbukti efektif dalam mengendalikan hama ulat daun. Pada konsentrasi 75%,
mortalitas hama mencapai 70%, sementara melalui analisis SPSS diketahui bahwa
ekstrak cabai rawit dengan konsentrasi 51,373% mampu membunuh 50% populasi
hama. Berdasarkan analisis statistik, hipotesis H₁ diterima, yang berarti terdapat
pengaruh signifikan antara penggunaan biopestisida cabai rawit terhadap kematian
hama ulat daun pada tanaman sawi. Sementara itu, validasi buku saku oleh para ahli
menghasilkan skor validitas 84,6%, yang menunjukkan bahwa buku ini layak
digunakan. Dengan demikian, pengembangan buku saku ini diharapkan dapat
menjadi solusi praktis dalam mendukung pertanian berkelanjutan yang lebih aman
bagi lingkungan serta kesehatan manusi
Analisis Pesan Dakwah Dan Pesan Sosial Dibalik Kata Pamali (Studi Pendapat Tokoh Agama Dan Masyarakat Martapura)
Konteks Budaya Pamali merupakan suatu bagian dari warisan budaya
Indonesia, yang mana memiliki arti sangat mendalam dan sering kali dikaitkan
dengan kepercayaan spiritual atau dikaitkan dengan adat istiadat. Pengaruh pesan
dakwah dalam konteks Islam sering kali berperan dalam membentuk norma-norma
dan nilai-nilai sosial masyarakat. Analisis terhadap pesan dakwah yang terkandung
dalam pemahaman dan penggunaan kata pamali dapat memberikan wawasan
tentang bagaimana ajaran agama memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat
Martapura. Studi pendapat para tokoh agama dan masyarakat bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif atau lebih luas tentang
bagaimana pamali itu dipahami, diinterpretasikan dalam kehidupan sehari- hari
pada masyarakat Martapura.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan tujuan
mendapat informasi dari pembahasan dan gambaran mengenai pesan dakwah dan
pesan sosial dengan cermat dan akurat.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para Tokoh agama berpendapat
bahwa pamali adalah larangan yang diyakini masyarakat Martapura sebagai adat
kebiasaan. Kemudian sebagian Tokoh agama berpendapat bahwa pamali
mempunyai pesan dakwah apabila tujuan dari konteks pamali itu sesuai dengan Al-
Quran dan As-Sunah, begitu pun sebaliknya jika dalam pamali tidak sesuai dengan
Al-Quran dan As-Sunah maka dapat dinyatakan pesan dakwah tidak ada dalam
vii
pamali. Serta banyak terdapat pesan sosial yang ada pada kalimat pamali, seperti
nilai etika, nilai moral, menjaga perilaku kesopanan dan keharmonisan saat
bermasyarakat, menghargai makanan, dan lain sebagainy
Studi Intertekstual atas Novel di Waktu Duha Karya JaisiQ dengan Ayat-Ayat Al-Qur’an
Novel seringkali mengadaptasi ajaran Islam, salah satunya dari ayat-ayat al
Qur’an, dalam membangun karakter, konflik, dan penyelesaian cerita. Salah satu
novel yang memuat ajaran al-Qur’an adalah novel Di Waktu Duha karya JaisiQ.
Pesan spiritual yang secara tersirat disampaikan dalam cerita dapat memotivasi para
pembaca untuk mendekatkan diri kepada Allah serta menerapkan nilai-nilai
kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga penting untuk memahami
bagaimana teks sastra berinteraksi dengan al-Qur’an dalam membentuk makna dan
pesan moral.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas ayat-ayat al-Qur’an apa saja yang
diposisikan menjadi hipogram dari novel Di Waktu Duha karya JaisiQ dan
bagaimana pola intertekstual yang berlangsung antara keduanya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data dengan studi literatur, yaitu dengan memilih,
mengumpulkan dan menganalisis data dari novel Di Waktu Duha karya JaisiQ dan
ayat-ayat al-Qur’an sebagai objek material, serta kitab-kitab tafsir.
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 18 ayat al-Qur’an yang menjadi
hipogram. Dalam aspek tauhid: Q.S. Al-Syu‘arâ`/26: 78, Q.S. Al-Taubah/9: 104,
Q.S. Yâsîn/36: 82, Q.S. Al-Ra‘d/13: 28, Q.S. Al-Nahl/16: 18, Q.S. Al-Baqarah/2:
29 dan Q.S. Ibrâhîm/14: 32. Dalam aspek hukum (ahkâm): Q.S. Al-Mâ`idah/5: 6,
Q.S. Al-Baqarah/2: 238 dan Q.S. Al-Nûr/24: 30. Dalam aspek peringatan (tadzkîr):
Q.S. Al-Nisâ`/4: 78, Q.S. Al-A’râf/7: 34, Q.S. Thâhâ/20: 124, Q.S. Al-Thalâq/65:
2, Q.S. Ghâfir/40: 39, Q.S. Al-Nûr/24: 26, Q.S. Al-Thalâq/65: 4, Q.S. Al
Baqarah/2: 148. Adapun pengarang menggunakan tiga pola intertekstual untuk
menerapkan hipogram dalam teks transformasinya, yaitu pola ekspansi, modifikasi,
dan ekserp. Pola ekspansi digunakan oleh pengarang teks transformasi dengan
merubah gramatikal, mengembangkan dan menambah suatu unsur dari
hipogramnya. Adapun pola modifikasi digunakan pengarang dengan melakukan
perubahan pada linguistiknya. Adapun pola ekserp digunakan pengarang dengan
mengutip dan mengambil intisari dari hipogramnya. Terkadang juga ia
menghilangkan sebagian unsur dari hipogramnya
Implementasi Literasi Zakat dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Santri di MTs Pondok Pesantren Al Madaniyah Jaro Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan
Program literasi zakat di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro sangat
penting untuk meningkatkan kesejahteraan santri dan pesantren. Dengan
memahami zakat secara mendalam, santri dapat memanfaatkannya untuk
kesejahteraan pribadi dan membantu yang membutuhkan. Kebijakan mewajibkan
seluruh santri untuk membayar zakat bertujuan menanamkan pemahaman zakat
sebagai kewajiban agama. Hasil zakat digunakan untuk meningkatkan fasilitas
pesantren dan kesejahteraan santri. Bagi santri yang tidak dapat membayar zakat,
mereka diwajibkan menggantinya dengan sedekah setelah Hari Raya Idul Fitri.
Program ini memperkuat solidaritas sosial dan mendukung kesejahteraan di
lingkungan pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi literasi zakat di
Pondok Pesantren dan dampak literasi zakat terhadap kesejahteraan santri di
Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan
pendekatan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu ketua panitia
zakat, panitia penyelenggaraan zakat, dan santri. Objek penelitian ini adalah
implementasi literasi zakat dan dampaknya terhadap kesejahteraan santri di pondok
pesantren Al-Madaniyah Jaro Kalimantan Selatan. Adapun untuk teknik
pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi zakat di Pondok
Pesantren Al-Madaniyah Jaro berperan penting dalam meningkatkan pemahaman
dan kesadaran santri tentang zakat. Program ini tidak hanya mengajarkan teori
zakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui pelajaran fikih, kajian
kitab kuning, dan praktik zakat, terutama saat bulan Ramadan. Program ini
bertujuan membentuk santri yang paham agama, peduli sesama, dan dapat menjadi
agen perubahan. Dampak program ini terasa baik dari sisi ekonomi, dengan dana
zakat yang digunakan untuk memperbaiki fasilitas pesantren, serta dari sisi sosial,
dengan menumbuhkan kesadaran berbagi dan kepedulian. Program ini juga
membantu kesejahteraan santri, terutama yang kurang mampu, dengan memenuhi
kebutuhan pokok mereka. Secara keseluruhan, program ini memperkuat
pemahaman zakat dan membentuk karakter santri yang peduli sosial dan dapat
mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-har