IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Kontribusi Kesabaran pada Resiliensi Perawat dalam Memberikan Asuhan Jiwa pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum
Perawat di rumah sakit jiwa menghadapi tuntutan kerja yang tinggi,
khususnya dalam merawat pasien skizofrenia dengan kondisi emosional dan
perilaku yang tidak stabil. Tekanan kerja tersebut berpotensi menimbulkan
kelelahan mental dan memengaruhi kualitas asuhan keperawatan. Dalam kondisi
ini, kesabaran menjadi faktor penting untuk menekan emosi negatif, mengelola
stres, menjaga ketenangan, serta membantu perawat bertahan dan melihat situasi
secara lebih positif, sehingga dapat memperkuat resiliensi dalam menghadapi
tantangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi
kesabaran terhadap resiliensi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa
pada pasien skizofrenia.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional.
Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability purposive sampling
dengan melibatkan 118 perawat jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum,
Kalimantan Selatan. Instrumen penelitian terdiri dari skala kesabaran berdasarkan
aspek Subandi dan skala resiliensi berdasarkan aspek Grotberg. Analisis data
dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 25 for Windows melalui uji korelasi
Spearman Rho dan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat resiliensi perawat jiwa
di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum sebagian besar berada pada kategori
tinggi, yaitu sebanyak 88 orang (74,6%). (2) Tingkat kesabaran perawat jiwa juga
didominasi oleh kategori tinggi, yaitu sebanyak 101 orang (85,6%). (3) Hasil
analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kesabaran memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap resiliensi dengan nilai R-Square sebesar 0,666
(66,6%), sedangkan (33,4%) sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel
yang diteliti dalam penelitian ini
Pembuatan Modul Ajar P5RA Di Lingkungan MTs Al-Hamid Banjarmasin
Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah menuntut adanya inovasi
dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran melalui Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (P5RA). Kualitas
perencanaan modul ajar menjadi kunci utama keberhasilan program ini, karena
modul berfungsi sebagai pedoman dalam mengintegrasikan dimensi dan elemen
karakter ke dalam aktivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis proses pembuatan modul ajar P5RA serta strategi guru dalam
melakukan kontekstualisasi tema sesuai dengan budaya lingkungan sekolah di MTs
Al-Hamid Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan modul ajar di MTs
Al-Hamid dilaksanakan secara sistematis oleh tim koordinator yang ditunjuk
langsung oleh kepala madrasah. Proses perencanaan dimulai dari penetapan tema,
identifikasi dimensi dan elemen profil yang ingin dicapai, perumusan tujuan
pembelajaran, hingga perancangan aktivitas dan instrumen asesmen. Pola ini
menunjukkan penerapan prinsip Understanding by Design (UbD), di mana
perencanaan pembelajaran berorientasi pada tujuan akhir sebelum menentukan
aktivitas pembelajaran. Asesmen yang digunakan tidak hanya berupa observasi
fasilitator, tetapi juga dilengkapi dengan refleksi diri siswa untuk memastikan
ketercapaian pembentukan karakter secara komprehensif.
Pada aspek strategi adaptasi tema, guru tidak menerapkan tema secara
tekstual, melainkan melakukan kontekstualisasi berdasarkan karakteristik peserta
didik dan budaya lingkungan sekolah. Penyesuaian tema dilakukan dengan
mempertimbangkan latar sosial siswa, ketersediaan sumber daya, serta kalender
pendidikan madrasah. Kegiatan yang terstruktur melalui tahapan pengenalan, aksi,
dan gelar karya memberikan ruang bagi siswa untuk memahami, merefleksikan,
dan menginternalisasi nilai-nilai karakter P5RA. Dengan demikian, pembuatan
modul ajar P5RA di MTs Al-Hamid tidak hanya memenuhi tuntutan administratif
Kurikulum Merdeka, tetapi juga selaras dengan teori perencanaan pembelajaran
modern dan berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik secara
berkelanjutan
Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan
Buku Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan disusun sebagai panduan komprehensif bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti pendidikan dalam memahami serta menerapkan pendekatan penelitian kuantitatif secara sistematis dan aplikatif. Buku ini menjelaskan konsep dasar, metodologi, dan prosedur analisis yang menjadi fondasi penelitian berbasis data numerik. Diawali dengan pemahaman tentang definisi dan karakteristik penelitian kuantitatif, buku ini kemudian menguraikan berbagai jenis penelitian seperti deskriptif, korelasional, eksperimen, dan ex-post facto, serta tahapan-tahapan penelitian mulai dari perumusan masalah, penyusunan hipotesis, kerangka konsep, hingga analisis data.
Selain membahas teori, buku ini juga memperkaya pembaca dengan contoh penerapan nyata dalam konteks pendidikan, terutama dalam bidang pengajaran bahasa Inggris. Setiap bab disusun dengan bahasa yang lugas dan sistematis agar mudah dipahami, bahkan oleh peneliti pemula.
Tujuan utama penulisan buku ini adalah memberikan pemahaman konseptual dan praktis mengenai penelitian kuantitatif agar pembaca mampu merancang, melaksanakan, dan menganalisis penelitian secara ilmiah dan beretika. Buku ini juga menekankan pentingnya validitas, reliabilitas, serta penggunaan teknik statistik dalam menguji hipotesis dan menarik kesimpulan yang sahih.
Dengan demikian, buku ini menjadi rujukan penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti pendidikan, dan praktisi yang ingin memperdalam metodologi penelitian kuantitatif, baik untuk keperluan akademik maupun pengembangan profesional di bidang pendidikan
Fenomena Mindless Scrolling Pada Mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Antasari Perspektif Herbert Marcuse
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi media sosial dalam kehidupan
mahasiswa yang tidak hanya mengubah pola komunikasi dan konsumsi informasi,
tetapi juga melahirkan praktik konsumsi digital yang pasif, salah satunya berupa
mindless scrolling. Mindless scrolling dipahami sebagai kebiasaan menggulir
media sosial secara berulang dan tanpa tujuan yang jelas, yang sering kali
berlangsung di luar kesadaran reflektif individu. Fenomena ini berpotensi
melemahkan konsentrasi belajar, produktivitas akademik, serta daya kritis
mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi yang seharusnya
menumbuhkan sikap reflektif dan kesadaran kritis. Adapun tujuan penelitian ini
untuk menganalisis fenomena mindless scrolling di kalangan mahasiswa Program
Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Antasari Banjarmasin dengan menggunakan
perspektif filsafat kritis Herbert Marcuse, khususnya konsep false needs (kebutuhan
semu) dan one-dimensional man (manusia satu dimensi). Penelitian ini berupaya
memahami bagaimana praktik mindless scrolling mencerminkan pemenuhan
kebutuhan palsu yang direkayasa oleh sistem media digital serta bagaimana praktik
tersebut berkontribusi dalam pembentukan kesadaran satu dimensi yang cenderung
pasif dan tidak kritis.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif
dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi
nonpartisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian
adalah mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Antasari angkatan
2022–2024 yang merupakan pengguna aktif media sosial, sedangkan objek
penelitian adalah fenomena mindless scrolling. Data dianalisis melalui interpretasi
kritis dengan menggunakan kerangka konseptual Herbert Marcuse.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindless scrolling telah menjadi
praktik yang terintegrasi dalam keseharian mahasiswa, terutama melalui platform
berbasis algoritma seperti TikTok dan Instagram. Perspektif Marcuse menjelaskan
bahwa praktik ini dapat dipahami sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan semu yang
diproduksi oleh sistem kapitalisme digital. Mahasiswa terdorong untuk mengejar
hiburan instan dan kepuasan dangkal yang mengaburkan kebutuhan sejati, seperti
pengembangan intelektual, hubungan sosial, dan kesadaran spiritual. Selain itu,
mindless scrolling berkontribusi pada pembentukan kesadaran satu dimensi yang
ditandai dengan penyeragaman cara berpikir, penerimaan informasi secara pasif,
serta menurunnya kemampuan refleksi kritis
Analisis Narasi Dakwah melalui Fotografi Dokumenter Foto Guru Sekumpul: Studi Kasus di Masyarakat Martapura
Dakwah tidak hanya disampaikan melalui komunikasi verbal, tetapi
juga hadir melalui media visual yang membentuk makna religius dalam
masyarakat. Fotografi dokumenter Guru Sekumpul menjadi representasi visual
yang tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga menghadirkan tanda-tanda
yang mengandung pesan dakwah dan simbol spiritualitas. Namun, meskipun
foto-foto ini banyak ditemukan di ruang publik maupun privat di Martapura,
kajian ilmiah yang membahasnya sebagai media narasi dakwah masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk narasi
dakwah yang dibangun melalui fotografi dokumenter sosok Guru Sekumpul di
masyarakat Martapura. Selain itu, penelitian ini bertujuan memahami
bagaimana masyarakat memaknai foto tersebut sebagai media yang
mengingatkan pada nilai-nilai keislaman serta keteladanan beliau. ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
terhadap masyarakat dan tokoh agama, observasi lapangan, serta dokumentasi
terhadap foto-foto Guru Sekumpul di wilayah Martapura. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi Sosial Alfred Schutz. Teori ini
digunakan untuk membedah bagaimana masyarakat secara sadar memberikan
makna mendalam pada objek visual tersebut melalui konsep lifeworld (dunia
kehidupan), stock of knowledge (stok pengetahuan),
dan typification (tipifikasi).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotografi dokumenter Guru
Sekumpul membangun narasi dakwah nonverbal yang bersifat reflektif dan
simbolik melalui representasi visual sosok ulama. Tanda-tanda visual seperti
ekspresi wajah dan kesederhanaan penampilan ditafsirkan masyarakat sebagai
simbol nilai keislaman yang menumbuhkan kesadaran spiritual tanpa kata�kata. Masyarakat memaknai foto tersebut sebagai pengingat spiritual, kontrol
perilaku, serta pemantik ingatan terhadap nasihat agama yang pernah
disampaikan beliau. Namun, ditemukan pula sebagian kecil penolakan yang
tidak didasarkan pada media fotonya, melainkan pada narasi atau kisah tertentu yang dianggap tidak rasional oleh sebagian individu. Fotografi dokumenter
Guru Sekumpul berfungsi sebagai media dakwah visual yang efektif dalam
kehidupan masyarakat Martapura. Foto tersebut tidak hanya menjadi arsip
visual, tetapi menjadi sarana komunikasi nonverbal yang menjaga
kesinambungan tradisi keagamaan dan ekspresi cinta (mahabbah) kepada
ulama. Tokoh agama mendukung penggunaan media ini selama diniatkan
sebagai pengingat keteladanan dan tetap berlandaskan pada prinsip tauhid serta
adab yang benar
Analisis Financing to Value (FTV) pada Pembiayaan Pemilikan Rumah (Studi Kasus di PT. Bank Tabungan Negara Syariah Cabang Banjarmasin)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rasio Financing to Value (FTV)
dalam mengelola risiko pada produk pembiayaan pemilikan rumah (PPR) di PT.
Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Cabang Banjarmasin. Latar belakang
penelitian ini adalah kebutuhan akan pengendalian risiko pembiayaan akibat
pertumbuhan permintaan rumah yang tinggi, serta kebijakan pembatasan FTV oleh
Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.
Data diperoleh melalui wawancara dengan pejabat terkait di BTN Syariah
Banjarmasin, serta dokumentasi berupa brosur dan laporan keuangan. Analisis
dilakukan menggunakan teknik pengkodean (coding).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FTV efektif dalam menekan risiko
pembiayaan. Ketentuan FTV mendorong nasabah menyediakan uang muka lebih
besar, dan FTV semakin diperketat untuk pembiayaan rumah kedua dan seterusnya.
Hal ini berdampak pada meningkatnya kehati-hatian dalam proses penyaluran
pembiayaan dan menurunkan risiko gagal bayar. Dengan demikian, FTV tidak
hanya berfungsi sebagai instrumen teknis pengendali risiko, tetapi juga
mencerminkan komitmen sistem keuangan syariah dalam mewujudkan
kemaslahatan sosial melalui prinsip keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab
Peralihan Hak Cipta Rekaman Abah Guru Sekumpul kepada Ahli Waris Dalam Perspektif Hukum Positif dan Maqashid Syariah
Hak cipta merupakan hak eksklusif yang dikeluarkan oleh seseorang
berdasarkan hasil pemikiran nya sendiri secara otomatis dan deklaratif. Pada
penelitian ini dilatarbelakangi pada peralihan hak cipta rekaman abah guru
sekumpul yang banyak digunakan oleh masyarakat umum khusus nya di daerah
sekumpul, martapura. Hak cipta rekaman abah guru sekumpul ini sudah beralih
namun pada proses peralihan tersebut banyak masyarakat tidak menbetahui proses
peralihannya sehingga banyak yang menggunakan rekaman abah guru sekumpul
tidak memiliki izin ataupun lisensi. Tujuan dari penelitian ini mendeksriptifkan
dalam hukum positif dan maqashid syariah terhadap penggunaan dan peralihan
rekaman abah guru sekumpul.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian
hukum normatif yang menelaah bahan kajian pustaka terhadap Kitab Undang
Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak
Cipta. Penelitian ini menggunakan pendakatan Undang-Undang (statute approach)
dengan menganalisis makna hukum yang terdapat dalam perundang-Undangan dan
pendekatan filsafat (Philosophical Approach) dengan meanalisis dalam kajian
maqashid syariah sebagai filsafat hukum islam.
Hasil penelitian ini adalah bahwa dalam hukum positif berdasarkan
KUHPer peralihan hak cipta kepada ahli waris termasuk kepada golongan I dan
otomatis beralih karena adanya asas penderajatan ahli waris dan di dalam UU No.
28 Tahun 2014 bahwa hal in termasuk ke dalam pewarisan pada pasal 16 ayat 2 a.
sedangkan di dalam maqashid syariah peralihan hak cipta kepada ahli waris ini
termasuk kedalam hifzh al-mal, hifzh al-aql, dan hifzh an-nasb pada rekaman abah
guru sekumpul dalam kajian filosofis hukum islam sebagaimanma imam asy
Syatibi mengatakan kita tidak hanya memahami secara textual saja namun kita
memhami secara ruh syariah esensial terhadap nilai yang terkandung di dalamny
فعالية استخدام لعبة السلالم والثعابين في مهارة القراءة لطلبة الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية ١ تافين = Efektivitas Penggunaan permainan Ular Tangga dalam keterampilan membaca siswa kelas XI di MAN 1 Tapin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan ular tangga ketika
digunakan sebagai permainan pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan
membaca (maharah qira'ah) pada siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Tapin.
Desain penelitian menggunakan eksperimen Quasi dengan pendekatan kuantitatif,
yakni Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Permainan ular tangga
yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk papan permainan dengan simbol
tanda tanya (?) untuk soal dan tanda seru (!) untuk perintah, yang bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui pendekatan yang
menyenangkan dan variatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok
eksperimen yang menggunakan permainan ular tangga memiliki rata-rata nilai
posttest sebesar 85,74, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan metode
tradisional yang memperoleh rata-rata 82,92. Peningkatan rata-rata nilai pada
kelompok eksperimen mencapai 16,28, sedangkan kelompok kontrol hanya 5,07.
Analisis uji T menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti
terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, hipotesis
alternatif (Ha) diterima, sedangkan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan
sebagai permainan pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan membaca
siswa. Permainan ini terbukti tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga
menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan memotivasi siswa untuk
lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran
Peran Penyuluh Sosial dalam Membina Remaja Broken home di Kabupaten Kotawaringin Barat
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan aspek kesehatan mental sangat
penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Penelitian ini berjudul "Peran
Penyuluh Sosial Dalam Membina Kesehatan Mental Remaja Broken home Di
Kabupaten Kotawaringin Barat" bertujuan untuk mengeksplorasi peran penyuluh
sosial dalam memberikan pemahaman dan pembinaan mental kepada remaja yang
berasal dari keluarga broken home.
Menurut data Badan Kesehatan Indonesia 2023, terdapat 9.162.886 kasus
gangguan kesehatan mental, dengan 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami
masalah kesehatan mental. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja
perlu mendapatkan perhatian serius, terutama bagi mereka yang berasal dari
keluarga yang mengalami perpisahan atau perpecahan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research)
untuk mengumpulkan data secara langsung dari lapangan, sehingga dapat
memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peran penyuluh sosial dalam
membina kesehatan mental remaja broken home ini.
Hasil penelitian yang dilakukan dalam peran dan tugas penyuluh sosial
adalah Penyuluh sosial, yang merupakan pegawai negeri sipil di Dinas Sosial
Kabupaten Kotawaringin Barat, memiliki peran informatif, edukatif, dan motivator
dalam masyarakat. Mereka bertugas memberikan penerangan dan bimbingan
kepada remaja, membantu mereka memahami pentingnya kesehatan mental dan
fisik yang saling berkaitan.
Dengan meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan remaja,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami
bagaimana penyuluh sosial dapat berperan dalam membina kesehatan mental
remaja broken home, serta memberikan rekomendasi bagi pihak terkait dalam
meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan kepada remaja di Kabupaten
Kotawaringin Barat
Penerapan Nilai Sosial Anak Usia Dini melalui Kegiatan Charity Amal di PAUD Citra Indonesia Banjarbaru
Pemahaman dan kepedulian terhadap nilai sosial sangat penting untuk diajarkan sejak dini guna mengurangi masalah sosial pada anak, seperti sikap ingin menang sendiri, kesulitan menunggu giliran, kurangnya empati, serta perilaku agresif. Selain itu, kurangnya kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar juga merupakan masalah yang perlu diselesaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Penerapan Nilai Sosial pada Anak Usia Dini melalui Kegiatan Charity Amal di PAUD Citra Indonesia Banjarbaru serta Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan peserta didik PAUD Citra Indonesia Banjarbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis menggunakan model dari Miles dan Huberman data dilakukan dengan reduksi data, penarikan kesimpulan serta keabsahan data.
Hasil penelitian ini adalah penerapan nilai sosial melalui kegiatan Charity amal di PAUD Citra Indonesia Banjarbaru bertujuan mengajarkan anak berbagi, berempati, dan peduli sejak dini. Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, program ini berhasil menanamkan nilai sosial kepada peserta didik. Setiap Jumat, anak-anak berpartisipasi dalam sedekah sukarela yang digunakan untuk membantu sesama. Faktor pendukung utama adalah peran aktif orangtua dan guru, tanpa ditemukan faktor penghambat signifikan dalam pelaksanaan kegiatan ini