IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Self Awareness Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Instansi Pemerintahan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan
Disiplin kerja merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap
efektivitas dan kualitas kinerja pegawai. Namun, dalam kondisi terkini masih
ditemukan permasalahan berupa ketidakpatuhan terhadap aturan, waktu, serta
pelaksanaan tugas yang belum sepenuhnya mengikuti prosedur. Kondisi ini
berdampak pada efektivitas kerja dan pencapaian tujuan organisasi. Salah satu
faktor yang berkaitan dengan tingkat disiplin kerja adalah self awareness, yaitu
kemampuan individu memahami pikiran, perasaan, dan tindakannya dalam konteks
pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin kerja dan self
awareness pegawai di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
(BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif non
eksperimen dengan metode regresi linear sederhana. Penelitian ini menggunakan
dua skala yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, dengan indeks
reliabilitas pada self awareness sebesar 0,867 dan pada disiplin kerja sebesar 0,872.
Populasi penelitian berjumlah 137 orang pegawai, seluruhnya dijadikan sampel
penelitian melalui teknik total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat disiplin kerja pegawai
BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan berada pada kategori tinggi sebesar
(29,2%), sedang sebesar (54,7%), dan rendah sebesar (16,1%). Sementara itu,
tingkat self awareness pegawai paling banyak berada pada kategori tinggi sebesar
(28,5%), sedang sebesar (56,9%) dan rendah sebesar (14,6%). Berdasarkan hasil uji
regresi linear sederhana menggunakan SPSS 27, diperoleh nilai (β = 0,69; t(135) =
11,09; p < 0,05) dengan kontribusi pengaruh sebesar 47,7%. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi tingkat self awareness, maka semakin tinggi pula tingkat
disiplin kerja pegawai. Namun demikian, hasil penelitian juga mengindikasikan
bahwa masih terdapat faktor-faktor lain di luar self awareness yang turut
memengaruhi kedisiplinan kerja, seperti lingkungan kerja, budaya organisasi,
motivasi kerja, sistem pengawasan, dan gaya kepemimpinan. Dalam kondisi
tertentu, kedisiplinan kerja dapat menurun apabila nilai-nilai disiplin tidak
didukung oleh lingkungan dan sistem organisasi yang konsiste
Evaluasi Program Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru dengan Model CIPP
Program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menguasai bahasa Arab secara fungsional, meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun program ini telah berjalan secara rutin dan terstruktur, diperlukan evaluasi yang komprehensif untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan program, perencanaan, pelaksanaan, serta hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab aktif di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan bersifat evaluatif. Model CIPP digunakan untuk menganalisis program secara menyeluruh, mencakup aspek konteks, input, proses, dan produk. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren. Informan penelitian terdiri atas pengelola program dan pengajar bahasa Arab. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, program pembelajaran bahasa Arab aktif relevan dengan kebutuhan pesantren serta sejalan dengan visi dan misi Pondok Pesantren Al-Falah Puteri, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi dengan kurikulum tradisional berbasis kajian kitab turats. Pada aspek input, program didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi pedagogis yang memadai serta materi pembelajaran yang variatif, namun masih terdapat keterbatasan pada durasi program, sarana prasarana, dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi pengajar. Pada aspek proses, pelaksanaan program berlangsung secara terstruktur dan menerapkan pendekatan komunikatif dengan interaksi yang cukup intens antara pengajar dan santri, meskipun pemanfaatan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari pesantren masih tergolong sedang akibat keterbatasan waktu dan kepadatan aktivitas. Pada aspek produk, program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berbahasa Arab santri pada tingkat dasar serta aspek afektif, seperti motivasi dan kepercayaan diri, meskipun capaian hasil belajar menunjukkan variasi antar santri.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru tergolong efektif pada tingkat dasar, namun masih memerlukan pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan, terutama dalam aspek integrasi kurikulum, peningkatan intensitas penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas harian, penguatan sarana pembelajaran, serta sistem evaluasi progra
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Ekopedagogi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanah Laut
Penelitian ini dilatar belakangi dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) cenderung berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya keterkaitan yang kuat, sehingga nilai-nilai spiritual kurang terimplementasi dalam pemahaman fenomena alam. Pemisahan disiplin ilmu ini mengakibatkan siswa kurang mampu memaknai pelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab religius, yang berdampak pada rendahnya sikap peduli atau pro terhadap lingkungan di kalangan siswa.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi awal pembelajaran PAI, menyusun desain kurikulum PAI berbasis ekopedagogi, serta untuk mengetahui implementasi desain kurikulum PAI berbasis ekopedagogi pada sekolah menengah pertama (SMP) yang kontekstual dengan kondisi pendidikan di Tanah Laut terutama di SMP An-Najah Putra. Fokus utama penelitian ini adalah mentransformasi pemahaman teoretis agama menjadi karakter peduli lingkungan yang nyata melalui pengembangan kurikulum yang inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan delapan tahapan yaitu, riset dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, validasi produk, revisi produk I, uji coba lapangan, revisi produk II serta desiminasi dan implementasi agar menghasilkan produk berupa desain kurikulum PAI berbasis Ekopedagogi yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar siswa. Pendekatan ini mencakup proses pengembangan sistematis, mulai dari analisis kebutuhan hingga uji validitas oleh para ahli, guna memastikan kurikulum yang dihasilkan layak dan efektif untuk diterapkan di sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal pembelajaran PAI bersifat dari segi materi masih berpusat pada buku, guru banyak menggunkan metode ceramah, tidak mengaitikan dengan lingkungan, tidak mengintegrasikan antara materi PAI dengan lainnya tentang ekopedagogi. Desain kurikulum ini disusun berdasarkan landasan teologis (Al-Qur’an dan Hadis) serta filosofis. Kurikulum menetapkan tujuan pembelajaran yang mengintegrasikan mata pelajaran PAI dan IPA, dengan materi yang dikembangkan secara terpadu melalui metode Project-Based Learning (PjBL) serta sistem evaluasi berbasis proyek. Implementasi kurikulum melalui tiga tahapan yaitu kesadaran terhadap lingungan, analisis kritis tentang lingkungan, dan aksi nyata outdoor learning terbukti efektif. Hasil ini ditunjukkan oleh respons siswa sebesar 87,88% serta peningkatan signifikan nilai pre-test ke post-test
Efektivitas Penerapan Strategi Critical Incident Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III MI Khadijah Banjarmasin
Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengembangkan
kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III MI
Khadijah Banjarmasin melalui penerapan strategi pembelajaran yang melibatkan
pengalaman belajar siswa secara aktif. Salah satu strategi yang digunakan adalah
strategi Critical Incident, yaitu strategi pembelajaran yang mengaitkan pengalaman
penting siswa dengan materi pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih
bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi Critical
Incident, kemampuan berpikir kritis siswa, serta efektivitas penerapan strategi
Critical Incident terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran
Bahasa Indonesia kelas III MI Khadijah Banjarmasin.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen jenis one group
pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 16 siswa kelas III MI Khadijah
Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest),
observasi, dan dokumentasi. Kegiatan tes dilakukan dengan menggunakan 20 butir
soal pilihan ganda, yang instrument soalnya telah dilakukan uji ahli, uji validitas
dan reliabilitas sedangkan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif
dan uji-t dengan bantuan program SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir
kritis siswa setelah diterapkannya strategi Critical Incident. Nilai rata-rata pretest
sebesar 73,44 meningkat menjadi 92,50 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai
t hitung sebesar -16,273 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 <
0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Critical
Incident terbukti efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III MI Khadijah Banjarmasin
Implementasi Fungsi Manajemen dalam Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SMPN 1 Banjarmasin
Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan
kualitas pendidikan karena tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik
tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku dan tanggung jawab sosial peserta
didik. Keberhasilan pendidikan karakter di sekolah sangat dipengaruhi oleh
penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan implementasi fungsi manajemen dalam pendidikan karakter serta
kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 1 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,
observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan sedangkan keabsahan data diuji melalui
triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di SMPN 1
Banjarmasin telah dikelola secara sistematis dan terintegrasi melalui penerapan
fungsi manajemen. Pada aspek perencanaan pendidikan karakter disusun
berdasarkan kebijakan pendidikan nasional dan visi misi sekolah serta dituangkan
dalam dokumen perencanaan seperti Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
dan program Kesiswaan. Pada aspek pengorganisasian terdapat pembagian peran
dan tanggung jawab yang jelas antar unsur sekolah mulai dari Kepala Sekolah,
Wakil Kepala Sekolah, Guru hingga Tenaga Kependidikan yang didukung oleh
mekanisme koordinasi yang berkelanjutan. Pada aspek pelaksanaan nilai-nilai
karakter diintegrasikan dalam pembelajaran, pembiasaan, keteladanan guru dan
pimpinan sekolah serta budaya sekolah yang berkembang di lingkungan
pendidikan. Sementara itu pada aspek pengawasan pendidikan karakter dipantau
melalui evaluasi berkelanjutan, pencatatan perilaku peserta didik dan tindak lanjut
pembinaan secara edukatif. Implementasi fungsi manajemen tersebut berkontribusi
pada terbentuknya perilaku disiplin, sikap tanggung jawab serta terciptanya iklim
sekolah yang tertib dan kondusif sehingga mendukung peningkatan kualitas
pendidikan di SMPN 1 Banjarmasi
Efektivitas Kinerja Dinas PUPR Kota Banjarmasin dalam Pencegahan Banjir di Kota Banjarmasin
Penelitian ini beranjak dari permasalahan di Kota Banjarmasin mengenai
seringnya terjadi banjir dan genangan air akibat drainase dan anakan sungai yang
sering bermasalah. Adapun permasalahan yang peneliti ambil dalam penelitian ini
adalah mengenai Efektivitas Kinerja Dinas PUPR Kota Banjarmasin dalam
Pencegahan Banjir di Kota Banjarmasin yang dilatar belakangi karena banyaknya
presepsi masyarakat yang menganggap kinerja PUPR kota banjarmasin masih
sangat kurang. Penelitian ini difokuskan pada dua pertanyaan utama, yaitu: (1)
Bagaimana efektivitas kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR) Kota Banjarmasin dalam menangani banjir di Kota Banjarmasin
berdasarkan tugas dan fungsi yang diatur dalam Perwali No. 58 Tahun 2022? (2)
Apa saja kendala yang dihadapi PUPR Kota Banjarmasin dalam melaksanakan
tugasnya menangani banjir di Kota Banjarmasin?. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui efektivitas kinerja Dinas PUPR dalam pencegahan banjir serta
kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode Hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum, melalui
wawancara, observasi, serta studi dokumen yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kinerja Dinas PUPR Kota
Banjarmasin dalam pencegahan banjir dapat dikategorikan cukup baik namun
belum maksimal. Hal ini terlihat dari lima indikator utama: perencanaan program,
pemeliharaan sungai dan drainase, pembangunan serta rehabilitasi infrastruktur,
monitoring dan evaluasi, serta pelibatan masyarakat. Dari kelima indikator
tersebut, masih terdapat kelemahan dalam hal keterbatasan anggaran,
ketidakteraturan pemeliharaan, kualitas infrastruktur yang belum merata,
monitoring yang berorientasi administratif, serta rendahnya partisipasi
masyarakat.
Kendala yang dihadapi Dinas PUPR terdiri atas kendala internal, meliputi
keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan koordinasi antar instansi; serta
kendala eksternal, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat, alih fungsi lahan, dan
faktor geografis Kota Banjarmasin yang rawan banjir. Analisis dengan Teori
Efektivitas Kinerja Organisasi menunjukkan bahwa aspek produktivitas, kualitas,
dan kepuasan publik belum optimal. Sementara berdasarkan Teori Manajemen
Bencana Nick Carter, upaya pencegahan banjir masih terlalu berfokus pada
mitigasi struktural, sedangkan mitigasi non-struktural seperti edukasi dan
partisipasi masyarakat belum maksimal. Dengan demikian, diperlukan strategi
peningkatan kapasitas anggaran, penguatan koordinasi, penegakan tata ruang, serta pemberdayaan masyarakat agar pencegahan banjir dapat dilakukan secara
lebih komprehensif dan berkelanjutan
فعالية استخدام وسيلة العجلة الدوارة (Spinning Wheel) في إتقان المفردات العربية لطلبة الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 1 باليكبابان كاليمنتان الشرقية = Efektivitas Penggunaan Media Spinning Wheel dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Arab untuk siswa Kelas VII MTsN 1 Balikpapan Kalimantan Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media
Spinning Wheel dalam penguasaan kosakata bahasa Arab untuk siswa kelas VII
MTsN 1 Balikpapan. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya
kemampuan siswa dalam menulis dan memahami mufrodat, yang menunjukkan
perlunya media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Teknik
pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi.
Hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas kontrol sebesar
58,06 dan kelas eksperimen sebesar 59,56, dengan selisih rata-rata sebesar 1,5.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelas kontrol yang
belajar tanpa Spinning wheel sebesar 74,34, sedangkan nilai rata-rata post-test kelas
eksperimen yang belajar dengan menggunakan media Spinning Wheel sebesar
82,75 dengan selisih rata-rata sebesar 8,41. Kemudian hasil analisis statistik
menggunakan independent samples t-test melalui SPSS versi 27 menunjukkan nilai
signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,001, lebih kecil dari α = 0,05. Berdasarkan hasil
tersebut, Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa media Spinning Wheel
efektif digunakan dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab siswa
kelas VII MTsN 1 Balikpapan.
Selain itu, hasil analisis N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen
memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 57,19% dengan kategori cukup efektif,
sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 38,8% dengan
kategori tidak efektif. Temuan ini memperkuat bahwa efektivitas penggunaan
ح
media spinning wheel lebih tinggi dibandingkan pembelajaran tanpa media
tersebu
Analisis Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer atas Pemberian Zakat untuk Riqab oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan zakat untuk
golongan riqāb yang dalam konteks modern dipahami sebagai upaya membebaskan
individu dari belenggu sosial dan ekonomi, khususnya mantan narapidana yang
mengalami hambatan untuk kembali mandiri. Berdasarkan latar belakang tersebut,
tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan mekanisme pendistribusian
zakat riqāb oleh BAZNAS Kota Banjarmasin serta menganalisis konsep riqāb
menurut pemikiran ekonomi Islam kontemporer.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kepustakaan dan lapangan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman
yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Banjarmasin
menyalurkan zakat riqāb melalui mekanisme yang bersifat fleksibel tanpa Standar
Operasional Prosedur (SOP) khusus, dengan dukungan verifikasi dari Lapas Teluk
Dalam. Bantuan yang diberikan terdiri atas bantuan konsumtif untuk memenuhi
kebutuhan awal serta bantuan produktif berupa peralatan usaha dan pembinaan
dasar. Pemikiran ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qardhawi, Wahbah az
Zuhaili, dan Didin Hafidhuddin digunakan sebagai rujukan dalam memperluas
makna riqāb sebagai pembebasan dari tekanan sosial dan ekonomi moder
Pemberdayaan Ekonomi Petani Pisang pada Keripik Pisang di Desa Hinas Kanan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan potensi hasil
pertanian pisang di Desa Hinas Kanan, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu
Sungai Tengah. Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, masyarakat
setempat belum mampu mengoptimalkan pisang sebagai komoditas bernilai
ekonomi tinggi. Kurangnya keterampilan pengolahan, permodalan, serta strategi
pemasaran menjadi hambatan utama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberdayakan petani pisang
melalui pelatihan pengolahan pisang menjadi keripik dan pemasaran produk dengan
pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD).
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field
research) dengan pendekatan kualitatif partisipatif. Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan tahapan kegiatan meliputi
perencanaan, pelatihan produksi, pelatihan pemasaran, serta evaluasi dan
keberlanjutan program. Pendekatan ABCD digunakan untuk menggali dan
mengembangkan aset lokal masyarakat, baik sumber daya alam, manusia, maupun
sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ABCD berhasil
meningkatkan partisipasi masyarakat dan kesadaran akan potensi lokal yang
dimiliki. Masyarakat Desa Hinas Kanan mampu memproduksi keripik pisang
dengan kualitas yang lebih baik dan nilai jual lebih tinggi. Melalui kegiatan
pelatihan, warga memperoleh keterampilan baru dalam pengolahan, pengemasan,
dan pemasaran produk secara digital. Dampak nyata dari program ini adalah
terbentuknya kelompok usaha kecil yang mandiri, peningkatan pendapatan
masyarakat, serta tumbuhnya semangat gotong royong dalam mengembangkan
ekonomi desa berbasis potensi lokal
Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Khusus Pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategi dalam
meningkatkan kualitas layanan khusus pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin.
Fokus penelitian meliputi empat aspek utama, yaitu: (1) perencanaan strategi
layanan khusus pendidikan, (2) implementasi strategi peningkatan kualitas layann
khusus pendidikan, dan (3) monitoring serta evaluasi terhadap pelaksnaan layanan
khusus pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan tenaga
kependidikan, observasi langsung terhadap pelaksanaan layanan khusus
pendidikan, serta studi dokumentsi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan
model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi layanan khusus
pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin dilakukan secara sistematis dan partisipatif
melalui rapat sekolah yang melibatkan unsur pimpinan dan pendidik.
Pengorganisasian layanan khusus pendidikan telah dilaksanakan dengan
pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan struktur organisasi
sekolah. Pelaksanaan strategi peningkatan kualitas layanan khusus pendidikan
diwujudkan melalui berbagai program layanan, seperti bimbingan dan konseling,
layanan perpustakaan, layanan kesehatan sekolah, serta dukungan kegiatan
ekstrakurikuler yang menunjang kebutuhan peserta didik. Monitoring dan evaluasi
dilakukan secara berkala melalui supervisi, rapat evaluasi, serta peninjauan
program untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan layanan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen
strategi dalam meningkatkan kualitas layanan khusus pendidikan di SMAN 9
Banjarmasin telah berjalan dengan cukup baik, terarah, dan berkelanjutan.
Penerapan manajemen strategi tersebut mampu meningkatkan kualitas layanan
khusus pendidikan yang berdampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan
peserta didik serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah secara
optimal