IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Implementasi Pembelajaran Agama di TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi implementasi pembelajaran agama di TK Kemala
Bhayangkari 01 Banjarmasin, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas B, guru agama Islam, guru agama
Kristen, dan anak kelompok B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Serta teknik keabsahan data
menggunakan Triangulasi Teknik. Hasil penelitian pada perencanaan, semua anak
juga difasilitasi tidak ada yang namanya diskriminasi, sehingga pada tahun 2017
adanya pembelajaran agama Islam dan Kristen tetapi tidak termasuk ke dalam
RPPH tetapi jadwal kegiatan rutinan tiap seminggu sekali, sedangkan pembelajaran
tema masuk ke dalam RPPH yang telah di buat oleh guru TK Kemala Bhayangkari
01 Banjarmasin. Pada pelaksanaan implementasi pembelajaran agama setiap
seminggu sekali pada hari Jum`at, sedangkan pembelajaran pada tema tiap
persemester. Pada evaluasi pembelajaran tema berupa observasi seperti catatan
anekdot dan ceklis. Sedangkan penilaian pada pembelajaran agama Islam dan
Kristen adalah ceklis. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan adalah adanya guru
pembelajaran agama Kristen, semangat para guru, dan komunikasi guru dengan
orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman anak,
kurangnya waktu, dan anak merasa takut dan sedih beda ruangan dan gur
Investasi Fitur E-Mas Pada Apliasi Mobile Banking Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus BSI KCP Pasar Cempaka Banjarmasin)
Fitur E-mas pada aplikasi mobile banking di Bank Syariah Indonesia KCP
Pasar Cempaka Banjarmasin yaitu fitur yang memiliki tiga bagian di dalamnya yaitu
E-mas, Gadai Emas dan Cicil E-mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penggunaan fitur e-mas pada aplikasi mobile banking Bank Syariah Indonesia KCP
Pasar Cempaka Banjarmasin dan Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Investasi
Fitur E-mas di Mobile Banking Bank Syariah Indonesia KCP Pasar Cempaka
Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan
memakaipendekatan kualitatif. Tempat penelitian ini di BSI KCP Pasar Cempaka
Banjarmasin, subjek penelitiannya yaitu karyawan dan nasabah, teknik pengumpulan
data menggunakan hasil wawancara dan dokumentasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa investasi fitur e-mas pada aplikasi
mobile banking. Memiliki tiga bagian di dalamnya yaitu e-mas, gadai emas, dan cicil
emas. Penggunaan fitur E-masini yang terdapat pada BSI mobile banking merupakan
layanan yang memudahkan masyarakat atas kepemilikan emas batangan. Masyarakat
dapat menyimpan emas tersebut, melakukan penjualan, bahkan mengirim kepada
sesama rekening BSI dan sangat memudahkan bagi nasabah yang ingin melakukan
investasi dengan melalui mobile banking BSI atau BSI mobile. Kelebihan investasi
di fitur e-mas bisa beli, jual, transfer, serta tarik fisik emas dan gadai emas online
dengan mudah dan aman tanpa perlu datang ke cabang. Sedangkan kekurangan
investasi di fitur e-mas ini terdapat pajak atas transaksi jual belie mas dan tidak
dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Studi Kasus Wali Nikah Perempuan Mualaf Di Desa Loksado
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih minimnya pengetahuan
masyarakat berkaitan dengan wali nikah. Selain itu, perempuan mualaf juga
seringkali kebingungan dalam menentukan wali nikahnya apabila wali nasabnya
berbeda keyakinan. Terkadang tanpa berfikir dan mencari lebih dalam, wali nikah
langsung di wakilkan melalui wali hakim, padahal bisa saja masih ada wali nasab
lain yang sekufu dan dapat menjadi wali nikah bagi perempuan mualaf. Selain itu,
di Desa Loksado sendiri rata-rata keluarga dari perempuan mualaf masih banyak
yang tidak menganut Agama Islam sehingga memutuskan tali nasab dari
perempuan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan wali
nikah mualaf di Desa Loksado Kecamatan Loksado.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dalam bidang
hukum keluarga Islam. Objek dari penelitian ini adalah wali nikah mualaf. Subjek
dalam penelitian ini adalah perempuan mualaf yang sudah menikah, aparat desa
Loksado, dan Kepala KUA Kecamatan Loksado dengan pencarian data melalui
teknik wawancara.
Hasil dari penelitian ini adalah di Desa Loksado Kecamatan Loksado
penggunaan wali hakim sebagai wali nikah selalu terjadi dikarenakan beberapa
hal, seperti perbedaan keyakinan antara calon mempelai dan wali nasab, wali
nasab tidak ada atau tidak diketahui keberadaannya, Sehigga menyerahkan atau
meminta kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Loksado untuk
menjadi wali hakim dalam pernikahan tersebut. hukum pernikahan tersebut adalah
sah/boleh dari perspektif agama dan negara
Taukîl Wali dalam Perkawinan (Tinjauan Terhadap Pasal 12 Ayat (5) Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019)
Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 yang salah satu pasalnya
membahas mengenai wali hakim dalam syarat diperbolehkannya wewenang wali
nasab berpindah kepada wali hakim. Kejanggalan tersebut berupa diharuskan untuk
membuat surat taukîl wali. Sebagiamana di dalam Pasal 12 ayat 5 Peraturan Mentri
Agama Nomor 20 Tahun 2019 seolah-olah menutup pintu wali hakim untuk
menjadikan wali nikah dengan memberi batasan untuk membuat surat taukîl wali.
Bahwa dalam hal wali yang tidak dapat hadir ketika akad, maka harus membuat
surat taukîl wali yang ditanda tangani wali, disaksikan oleh dua orang saksi dan
diketahui oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan/Penghulu/PPN LN sesuai
domisili atau tempat keberadaan wali dan disaksikan oleh 2 (dua) orng saksi.
Masalah yang muncul dengan adanya taukî wali, yaitu apabila seorang wali nasab
yang sedang berada diluar kota dan dalam jarak yang memungkinkan untuk
mengqoshor sholat, kemudian ia tidak bisa hadir dalam perkawinan, maka yang
menjadi wali adalah wali hakim, tanpa membuat surat taukîl wali.
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui teknis taukîl wali dalam Pasal
12 ayat (5) Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019. (2) Untuk mengetahui
tinjauan hukum Islam terhadap Pasal 12 ayat (5) Peraturan Menteri Agama Nomor
20 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan
menggunakan penelitian. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer,
sekuner dan tersier dengan teknikpengumpulan badan hukum yaitu studi dokumen
dan studi pustaka.
Berdasaran hasil analisis dalam penelitian, dapat diketahui bahwa teknis
taukîl wali dalam Pasal 12 Ayat (5) Peratuturan Menteri Agama Republik Indonesia
ialah mengatur untuk wali tersebut dengan wajib membuat taukîl wali bil kitabah
sebagaimana format dimaksud yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Jenderal BIMAS Islam. Hasil tinjauan terhadap Pasan 12 Ayat (5) Peraturan
Menteri Agama Republik Indonesia ialah dilihat dari pendapat para imam madzhab
ada beberapa perbedaan pendapat terhadap taukîl wali. Menurut Jumhur fuqaha,
selain mazhab Hanafi berpendapat wali mujbir boleh mewakilkan kepada orang lain
dan menurut imam Syafi’i harus dengan izin perempuan. Disinalah maslahat
hadirnya Peraturan tersebut untuk menghilangkan kekhawatiran bahwa wali yang
berwakil tersebut bukan wali dari wali mujbir
Persepsi Masyarakat Terhadap Penyaluran Zakat Fitrah Kepada Bidan PNS di Kecamatan Mekarsari
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi umat muslim yang disalurkan
kepada mustahik atau orang-orang yang berhak menerima zakat. Dalam
praktiknya, di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala terdapat sebuah
tradisi atau kebiasaan masyarakat dalam menyalurkan zakat fitrah anaknya. Orang
tua menyalurkan zakat fitrah anaknya secara langsung kepada bidan yang
berprofesi sebagai PNS sebanyak satu kali sejak tahun pertama kelahiran.
Berdasarkan praktik tersebut peneliti menemukan sebuah permasalahan, yaitu
sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah SWT., Q.S. at-Taubah/9:60
disebutkan bahwa terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat
(mustahik zakat). Diantara delapan mustahik tersebut tidak terdapat penyebutan
secara jelas mengenai bidan sebagai mustahik. Oleh karena itu, peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian mengenai persepsi dan alasan masyarakat terhadap
penyaluran zakat fitrah kepada bidan PNS di Kecamatan Mekarsari Kabupaten
Barito Kuala.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian
hukum empiris (sosiologis) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Masyarakat Kecamatan
Mekarsari Kabupaten Barito Kuala menyatakan bahwa praktik penyaluran zakat
fitrah anak kepada bidan PNS merupakan tradisi. Zakat fitrah anak disalurkan
oleh orang tuanya secara langsung sebanyak satu kali setelah lahir pada tahun
pertama kelahiran kepada bidan yang menolong proses kelahiran anak tersebut
sebagai ucapan terima kasih. Zakat fitrah anak yang disalurkan kepada bidan
merupakan suatu bentuk menjalankan tradisi orang tua terdahulu. Persepsi yang
disampaikan oleh masyarakat sendiri tidak terlepas dari adanya faktor yang
mempengaruhi, yakni faktor fungsional dari segi umur dan pendidikan informan
yang berbeda, serta faktor struktural dari segi lingkungan dan tradisi yang melekat
pada masyarakat Kecamatan Mekarsari. 2) Alasan masyarakat menyalurkan zakat
fitrahnya kepada bidan di Kecamatan Mekarsari ialah untuk menjalankan tradisi
dan sudah menjadi kebiasaan orang tua dahulu. Namun, menyalurkan zakat fitrah
kepada bidan yang sudah berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang
dikatagorikan mampu merupakan sebuah kekeliruan dan termasuk dalam al ‘urf
al-fasid yang artinya kebiasaan yang tidak sesuai dengan dalil syara’
Pesan Dakwah Melalui Komik pada Instagram @komikayat (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Komikayat merupakan kreator yang menggunakan instagram sebagai
media dalam menyampaikan pesannya. Pesan tersebut disajikan melalui komik
yang berisikan pesan dakwah di dalamnya. Dalam penelitian ini menggunakan
metode studi kepustakaan (library research), yaitu metode yang dilakukan
dengan cara membaca dan mengolah bahan penelitian. Komik yang diunggah
oleh Komikayat mengandung tanda-tanda dengan makna yang tersirat. Agar
dapat memahami makna dari tanda-tanda tersebut, diperlukan konsep analisis
semiotika Roland Barthes, yaitu memaknai tanda dengan dua tingkatan yaitu
denotasi dan konotasi. Dengan menggunakan metode tersebut dapat memudahkan
pembaca dalam memahami dan menyerap dengan baik terhadap pesan dakwah
yang disampaikan. Pesan dakwah yang ada di komikayat meliputi Akhlak,
Akidah dan Syariah. Komikayat menyajikan pesan-pesan dakwah yang
menekankan pada pentingnya Akhlak. Beberapa pesan Akhlak yang dapat
ditemukan dalam komik-komik tersebut antara lain: hormat kepada orang tua,
tanggung jawab sebagai seorang suami, berfikir sebelum bertindak, kasih sayang
ibu, memaafkan, berbagi rezeki kepada orang lain. Dari hasil analisis semiotika
Roland Barthes, dapat disimpulkan bahwa sejumlah nilai dakwah yang disajikan
dalam Komikayat tercermin melalui tanda-tanda yang mengacu pada pesan
dakwah. Objeknya meliputi ilustrasi dalam komik, dialog antar karakter, dan
kalimat-kalimat yang berasal dari balon kata atau narasi dalam komik tersebut
Adopsi Fikih Pergaulan di Kalangan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Konsentrasi Fikih UIN Antasari Banjarmasin
Mahasiswa UIN Antasari Jurusan Pendidikan Agama Islam
Konsentrasi Fikih adalah mahasiswa yang sudah mempunyai pemahaman,
pandangan dan pengaplikasiannya pada fikih pergaulan yang mereka adopsi. Hal
ini akan berpengaruh terhadap lingkungan pergaulan antar sesama mahasiswa dan
juga berpengaruh terhadap mahasiswa itu sendiri sebagai calon pendidik dengan
pemahaman dan pengambilan mereka terhadap Fikih pergaulan terkhusus
mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam Konsentrasi Fikih UIN Antasari
Banjarmasin. Adopsi Fikih pergaulan dalam penelitian ini terfokus pada batasanbatasan aurat, hukum berjabat tangan dan khalwat.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan adopsi Fikih pergaulan di
Kalangan Mahasiswa jurusan pendidikan agama Islam konsentrasi Fikih UIN
Antasari Banjarmasin dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat
dalam adopsi Fikih pergaulan di Kalangan Mahasiswa jurusan pendidikan agama
Islam konsentrasi Fikih UIN Antasari Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (fled research). Dengan
menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian
adalah 14 mahasiswa terdiri 3 mahasiswa yang diwawancara dan 11 mahasiswa
menjawab kuesioner/angket. Sedangkan objek penelitian ini adalah mengenai
adopsi Fikih pergaulan di Kalangan Mahasiswa jurusan pendidikan agama Islam
konsentrasi Fikih UIN Antasari Banjarmasin.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis maka dapat disimpulkan dari bentukbentuk adopsi Fikih pergaulan di Kalangan Mahasiswa jurusan pendidikan agama
Islam konsentrasi Fikih tahun akademik 2020/2021 UIN Antasari Banjarmasin
sudah mengetahui dan memahami fikih pergaulan walaupun beberapa belum
melaksanakannya secara sempurna. Faktor pendukung meliputi:Pendidikan
Seseorang, pendidikan dari keluarga, dan lingkungan yang baik. Sedangkan faktor
Penghambat, meliputi: Kesadaran Mahasiswa, dan lingkungan yang kurang baik
An Analysis of Artificial Intelligence-Powered Websites On Writing Process
Artificial intelligence has been used as a powerful tool in education. The use of artificial intelligence in improving English writing skills through websites has great potential to help individuals improve their writing skills in an effective, efficient, and affordable way. This research will analyze several existing AI-based websites that can help in writing process.The research design used to achieve the result in this study is qualitative research. The research method employed in this study is content analysis. The technique used in this research is documentation. In this study, the researcher analyzed the data by observing the contents of the selected websites that have artificial intelligence technology to improve english writing. There are 7 artificial intelligence-powered websites that very useful for writing process. The results show that these websites can be categorized into three parts according to their usefulness in the writing process. The three categories are AI-based websites for writing resources, AI-based websites for journals review and AI-based websites for paraphrasing. AI-based websites for writing resources include Perplexity AI and ConnectedPapers. AI-based websites for journals review are HumataAI and TLDR This and AI-based websites for paraphrasing Among them are Quillbot, Smodin.io and Paraphraser.io. Artificial intelligence is the sophistication of technology in nowadays that is very biased to help or can be an assistant for its users. Through this research, researcher suggest using artificial intelligence technology to improve writing proficiency through these websites
Pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Gawi Makmur Desa Damit Hulu Kec. Batu Ampar dalam Dakwah Islam
Penelitian ini didasari pada pemikiran tentang pentingnya pengelolaan
dalam pelaksanaan program CSR pada suatu perusahaan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan apa saja program Corporate Social Responsibility
(CSR), bagaimana Pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan dampak
dari adanya Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Gawi Makmur Desa
Damit Hulu Kec. Batu Ampar pada Masjid Baiturrahim.Metode penelitian ini
menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam pengumpulan data peneliti
menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa 1) program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Gawi
Makmur Desa Damit Hulu Kec. Batu Ampar, secara umum mencakup bidang
sosial, pendidikan, keagamaan, dan Kesehatan. 2) Pengelolaan CSR pada PT. Gawi
Makmur Desa Damit Hulu kec. Batu Ampar dalam dakwah Islam terdiri dari:
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan pada
pengelolaan PT. Gawi Makmur yakni menetapkan visi dan misi serta tujuan,dan
rancangan program CSR dalam satu tahun kedepan, dalam hal pengorganisasian
PT. Gawi Makmur terdapat bagian Humas dan Manajer, sedangkan tim CSR
sendiri ada dibagian pusat karena PT. Gawi adalah anak perusahaan dari Gawi
Plantation. Pelaksanaan dan pengawasan untuk program CSR yang bersifat
pembangunan seperti pembangunan Masjid Baiturrahim dilakukan secara langsung
oleh tim CSR dari pusat yakni pihak sipil, sedangkan pelaksanaan dan pengawasan
untuk program yang tidak bersifat pembangunan akan dilaksanakan oleh Humas
dan Manajer dari PT. Gawi Makmur. 3) dampak CSR dari PT. Gawi Makmur pada
Masjid Baiturrahim secara umum adalah dari segi bangunan, fasilitas dan kegiatan
keagamaan menjadi lebih baik dari sebelumnya
Implementasi Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Anak Terlantar
Dewasa ini peredaran anak terlantar semakin hari semakin banyak di
masyarakat dan susah untuk diselesaikan. Pemerintah daerah telah melakukan
berbagai tindakan dan mengupayakan berbagai solusi untuk menyelesaikan
masalah terkait perlindungan anak terlantar tersebut, mulai dari Kota Banjarmasin
membentuk Peraturan daerah Nomor 6 Tahun 2017. Namun tidak dapat
dipungkiri bahwa dalam implementasi program pemerintah dalam mengatasi anak
terlantar tidaklah berjalan semulus yang dibayangkan. Hal tersebut disebabkan
oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal sehingga suatu ketentuan
hukum tidak dapat terlaksana.
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum
empiris. Adapun sifat penelitian ini adalah kualitatif yaitu suatu proses penelitian
dengan hasil dalam bentuk data deskriptif analitis.
Berdasarkan metode yang digunakan diperoleh hasil penelitian sebagai
berikut: Menurut peneliti implementasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017
Tentang Perlindungan Anak Terlantar dapat dikatakan efektif, akan tetapi
implementasi Peraturan Daerah tersebut dapat berjalan lancar karena adanya
fasiliator. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setelah
diedarkannya Peraturan Daerah tersebut mereka melaksanakan atau menjalankan
Peraturan Daerah tersebut dengan cara melakukan penyuluhan maupun sosialisasi
yang tidak lepas dari pemerintahan, kecamatan, dan masyarakat, bahkan
sosialisasi juga dilakukan dari sekolah ke sekolah lainnya. Kota Banjarmasin
mereka telah melaksanakan atau melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan
sekolah-sekolah, juga melakukan kordinasi dengan Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasi