IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Perspektif Masyarakat Kota Banjarmasin Terhadap Makanan Tanpa Jaminan Produk Halal
Adanya Undang-Undang Jaminan Produk Halal bertujuan untuk
memberikan perlindungan konsumen muslim dalam memenuhi kebutuhan makanan halal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya makanan yang dijual di Kota Banjarmasin yang tidak memiliki jaminan produk halal, makanan ini adalah makanan tanpa label halal yang memiliki kemungkinan bercampur dengan sesuatu yang haram. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perspektif masyarakat Kota Banjarmasin terhadap makanan
tanpa jaminan produk halal serta menganalisis tinjauan hukum Islam mengenai perspektif masyarakat Kota Banjarmasin terhadap makanan tanpa jaminan produk halal. Penelitian ini merupakan penelitian empiris kualitatif, yaitu penelitian yang mengetahui persepsi, kebiasaan, dan fakta masyarakat di lapangan, dianalisis oleh peneliti, dan didukung oleh berbagai data yang berasal dari penelitian kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kota Banjarmasin. Objek penelitian yaitu perspektif masyarakat tanpa jaminan produk halal dan subjek penelitian yaitu masyarakat Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan secara
wawancara bersama informan yang memiliki kriteria beragama Islam dan tinggal di Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin. Data diolah melalui pemeriksaan data, klasifikasi, deskripsi simpulan, dan matriks. Adapun teknik analisis adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif masyarakat Kota Banjarmasin terhadap makanan tanpa jaminan produk halal berbeda-beda
tergantung dari faktor fungsional dan strukrual. Masyarakat Kota Banjarmasin berpegang pada dalil naqli dalam menentukan hukum halal haram suatu makanan. Adapun, jika menemui makanan tanpa label halal yang menurut mereka terdapat kemungkinan mengarah kepada haram mereka meletakkan status makanan tersebut pada kategori syubhat dan memilih untuk tidak membeli makanan tersebut. Pada perkara ini masyarakat Kota Banjarmasin telah menerapkan perilaku wara’ atau perilaku memelihara dan menahan diri dari berbagai hal yang tidak layak dilakukan oleh seseorang agar menghindarkan dari sesuatu yang hara
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Akulturasi dan Kearifan Lokal Tradisi dalam Masyarakat Banjar di Desa Anjir Muara Lama
Pendidikan dianggap sebagai usaha untuk mengembangkan potensi
manusia, baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan
kebudayaan. Pelaksanaan tradisi batapung tawar, bahaul, dan baayun mulud di
Desa Anjir Muara Lama, merupakan hasil akulturasi agama Hindu dan Budha
dengan Islam serta kearifan lokal juga mewarnai didalam tradisi tersebut.
Keterkaitan erat antara pendidikan dan tradisi diharapkan dapat memberikan
pemahaman mendalam tentang bagaimana tradisi-tradisi dapat menjadi sarana
pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan akulturasi dan
kearifan lokal tradisi dalam masyarakat Banjar di Desa Anjir Muara Lama,
mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang ada didalamnya, mengetahui
dampak positif dari nilai-nilai pendidikan Islam tersebut, mengetahui faktor
pendukung dan penghambat nilai-nilai pendidikan Islam dalam akulturasi dan
kearifan lokal tradisi-tradisi yang ada pada masyarakat Banjar di Desa Anjir
Muara Lama.
Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Subjek
penelitian ini adalah tetua Desa dan masyarakat, sedangkan objek penelitian
adalah nilai-nilai yang nampak dari perilaku masyarakat dalam pendidikan Islam.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil yang didapatkan dari penelitian nilai-nilai pendidikan Islam dalam
akulturasi dan kearifan lokal tradisi dalam masyarakat Banjar di Desa Anjir
Muara Lama adalah keimanan, sedekah, syukur, berbakti kepada orang tua,
mauiza hasanah, kebersihan, akhlak berpakaian, memuliakan tamu, gotong
royong, dan tali silaturahmi tercermin dalam tradisi ini, memberikan pembelajaran
untuk anak-anak dan mempererat hubungan masyarakat. Adapun faktor
pendorong adalah niat dan lingkungan sedangkan faktor penghambat adalah
kondisi ekonomi dan sikap sosial masyaraka
Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an pada LPPQ UIN Antasari Banjarmasin
Al-Qur'an memainkan kontribusinya dalam setiap kehidupan manusia,
penting bagi setiap muslim untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan fasih baik dari
segi tajwid maupun makhrajnya. LPPQ (Lembaga Pengajian dan Pengkajian Al�Qur'an) merupakan wadah untuk meningkatkan bacaan tahsin Al-Qur'an di
kalangan mahasiswa. LPPQ memiliki kontribusi di UIN Antasari Banjarmasin
karena sebagian mahasiswa masih banyak yang belum bisa membaca Al-Qur'an
dengan baik dan benar, padahal banyak mahasiswa dari lulusan bukan pondok
pesantren dan sekolah agama yang masih belum memahami terkait ilmu membaca
Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang proses pembelajaran tahsin
Al-Qur’an pada LPPQ yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta
pemahaman anggota pembelajaran terkait pembelajaran Al-Qur'an dan upaya
mereka dalam memperbaiki bacaannya. Selain itu, penelitian ini juga akan
mengkaji proses pembelajaran yang diimplementasikan di lingkungan tersebut.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini ialah beberapa Pengajar,
kordinator Tajwid Tahsin, Ketua Umum, dan beberapa Anggota Pembelajaran.
Objek penelitian ini adalah pembelajaran tahsin Al-Qur’an pada LPPQ. Teknik
pengumpulan data ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
pengolahan data ialah editing, klasifikasi, verifikasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini yaitu; pertama, perencanaan dalam pembelajaran
tahsin Al-Qur’an pada LPPQ adalah menyiapkan materi, buku khusus, tempat,
waktu, silabus, serta penataran pengajar. Kedua, pelaksanaan dalam Pembelajaran
Tahsin Al-Qur’an pada LPPQ yaitu meliputi pendahuluan, materi, praktik, dan
penutupan. Ketiga, evaluasi hasil pembelajaran dilakukan oleh pengajar setiap
akhir pertemuan sesuai silabus dengan menggunakan tes lisan dan wawancara
dengan prosedur yang telah ditentukan dan sesuai dengan indikator-indikator yang
telah disediaka
Pengaruh Pengetahuan, Motivasi Spiritual, dan Gaji Terhadap Minat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari Banjarmasin Bekerja pada Bank Syariah
Perkembangan bank syariah berkembang dengan pesat, maka dari itu
permintaan akan sumber daya manusia untuk bank syariah juga meningkat,
sebagian besar sumber daya manusia di bank syariah lahir di bank konvensional
yang membuka jendela islami berlatarkan ilmu ekonomi konvensional. Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) salah satu fakultas yang terdapat di Universitas
Islam Negeri Antasari, mahasiswa prodi S1 bank syariah dan ekonomi syariah
seharusnya minat dalam memilih pekerjaan nanti diharapkan memilih bekerja di
bank syariah karena sesuai dengan latar belakang pendidikan yang telah mereka
dapatkan selama menjalankan pendidikan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengetahuan (X1), motivasi spiritual
(X2), dan gaji (X3) terhadap minat bekerja (Y) baik secara parsial maupun
simultan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dan pengumpulan data
diperoleh dari penyebaran kuesioner sebanyak yang dinilai menggunakan skala
likert 1-5, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 orang responden yang
didapat dari hasil perhitungan menggunakan rumus slovin. Subjek penelitian
adalah mahasiswa/i aktif S1 jurusan ekonomi syariah dan perbankan syariah UIN
Antasari Banjarmasin. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan
teknik Analisis regresi Linier Berganda, kemudian diolah dengan bantuan
program SPSS versi 20 for windows.
Hasil penelitian menyatakan bahwa: variabel independen dalam penelitian
ini terdiri dari pengetahuan (X1), Motivasi Spiritual (X2), dan Gaji (X3) yang
secara simultan berpengaruh terhadap minat bekerja (Y) di bidang bank syariah
dengan nilai Fhitung sebesar 1,915 lebih besar dari Ftabel yaitu 2,70 dengan tingkat
signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,132 > 0,05). Sedangkan secara parsial (uji t)
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan terhadap minat bekerja di
bank syariah dengan nilai thitung sebesar 2,025 lebih besar dari ttabel yaitu 1,98
Pengaruh Literasi Asuransi Syariah, Pelayanan dan Kualitas Produk terhadap Loyalitas Nasabah Asuransi Jasindo Syariah Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan Asuransi syariah yang
mengalami banyak kendala seperti banyak kompetitor dari sesama perusahaan
asuransi syariah serta bank syariah yang menyediakan produk asuransi. Di samping itu
rendahnya tingkat literasi masyarakat terkait asuransi syariah yang belumlah
menganggap bahwasannya asuransi sebagai suatu kebu tuhan untuk meminimalisir
risiko di masa mendatang dan sebagai kendala bagi perusahaan asuransi syariah dalam
pengembangan bisnisnya. Hal inilah kemudian memunculkan asumsi bahwa literasi,
promosi dan kualitas produk turut menentukan loyalitas nasabah asuransi Syariah
termasuk pada Asuransi Jasindo Syariah Banjarmasin.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (Field research) dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Asuransi Jasindo Syariah
Banjarmasin pada tahun 2022 sebanyak 1300 orang ditentukan dengan purposive
sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi kemudian dianalisis
secara kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan: pertama, Secara parsial Literasi Asuransi
Syariah, Pelayanan dan Kualitas Produk memberikan pengaruh positif dan signidikan
terhadap loyalitas nasabah Asuransi Jasindo Syariah Banjarmasin. Kedua, Secara
simultan Literasi Asuransi Syariah, Pelayanan dan Kualitas Produk memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas nasabah Asuransi Jasindo Syariah
Banjarmasin
Kematian Menurut Komarudin Hidayat: Analisis Tasawuf Al-Ghazali
Selama ini perhatian dan kajian tentang kematian mulai ditinggalkan dan kurang mendapat tempat. Hal ini disebabkan ketakutan manusia yang laten terhadap kematian itu sendiri. Kematian adalah sebuah keniscayaan yang pasti datang kepada
setiap yang mempunyai jiwa. Oleh karena itu semua orang memiliki kesempatan untuk mempersiapkan terhadap datangnya kematian. Penelitian mengenai kematian menjadi suatu tema yang penting untuk disemarakkan kembali, baik melalui
penelitian ataupun kajian-kajian ilmiah. Salah satu penelitian tentang kematian yang bisa menjadi rujukan ialah kematian perspektif Komarudin Hidayat yang dapat dianalisis dengan menggunakan teori kematian al-Ghazali yang ada di kitab
“Ihya Ulumuddin”. Penelitian ini merupakan penelitian literatur, dengan menggunakan pendekatan teori tentang kematian, dan jenis penelitian ini adalah penelitian
deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang berupa kajian terhadap kematian menurut Komarudin Hidayat dari bukunya yang berjudul “Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Opitimisme” yang diterbitkan oleh PT Mizan Publika tahun 2006 dan “Berdamai dengan Kematian” yang ditebitkan oleh PT Mizan Publika tahun 2009. Sedangkan data sekundernya berupa kajian tentang kematian dari berbagai perspektif serta data-data lain yang dapat
membantu dalam penelitian, termasuk data-data dari segi biografi dan ketokohan Komarudin Hidayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kematian menurut Komarudin Hidayat ialah proses menuju kehidupan yang baru, bahkan disebut Komarudin
sebagai kehidupan yang sejati. manusia pada umumnya mengalami kecemasan atau ketakutan untuk menghadapi kematian karena ketidaktahuan tentang situasi setelah kematian terjadi. Oleh karena itu perlu persiapan yang matang. Komarudin memberikan makna yang lebih dalam dan filosofis tentang kematian dengan
perspektif psikologi. (2) Gagasan-gagasan al-Ghazali tentang makna, persiapan dan kematian yang indah dapat ditemukan dalam gagasan-gagasan Komarudin Hidayat, sehingga konsep makna kematian yang diungkapkan al-Ghazali dalam karyanya “Ihya Ulumuddin” dapat ditemukan dalam karya Komarudin Hidayat yang berjudul “Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Opitimisme” dan bukunya yang lain, yang berjudul “Berdamai dengan Kematian
Strategi Guru PAI dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak pada Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Banjarmasin
Penelitian ini beranjak dari latar belakang masalah yang teramati, yaitu terdapat kecenderungan beberapa siswa menunjukkan kebingungan dalam memahami konsep pembelajaran yang terdapat penanaman nilai-nilai akhlak di dalamnya seperti, kesulitan dalam praktik salam ketika masuk kelas, makan dan
minum masih berdiri, masih belum bisa menunjukkan sikap tolong menolong kepada temannya, dan lain-lain. Oleh karenanya, guru PAI harus dapat memilih strategi yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai akhlak tunagrahita di SLB Negeri 2 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Banjarmasin serta untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Banjarmasin. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode field research. Subjek dalam penelitian ini 2 orang guru PAI, sedangkan objek dari
penelitian ini yaitu strategi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai akhlak di SLB Negeri 2 Banjarmasin, serta faktor pendukung dan penghambat strategi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak tunagrahita. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, kemudian diproses melalui reduksi data, penyajian data dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam aspek perencanaan terdapat kesiapan mental dan emosional seorang guru ketika menghadapi anak tunagrahita
serta pembuatan RPP dan modul ajar yang inklusif. Pada aspek pelaksanaan guru menggunakan strategi yang diindividualkan dan cooperatif learning (picture and picture), yang di dalamnya terdapat pembelajaran dasar keagamaan yang kontekstual, adaptasi materi dan metode, penggunaan refleksi materi, serta
pengulangan dan pendekatan individual. Pada aspek evaluasi guru PAI menggunakan evaluasi berbasis pengamatan langsung dan evaluasi personal terhadap peserta didik tunagrahita di SLB Negeri 2 Banjarmasin. Meskipun demikian masih terdapat faktor pendukung dari guru, lingkungan dan sarana prasarana, dan faktor penghambat yaitu, keterbatasan intelektual siswa, tantrum, kelas tidak kondusif dan usia aqil baligh anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Banjarmasi
Analisis Putusan Nomor 407/Pdt.G/2019/PA.Mrb Tentang Harta Bersama yang Diperutukkan Untuk Anak
Harta Bersama terbentuk melalui ikatan perkawinan. Harta Bersama
merupakan harta kekayaan yang diperoleh oleh suami dan istri selama perkawinan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan dan dasar hukum Majelis
Hakim didalam putusan permohonan cerai gugat di Pengadilan Agama Marabahan
dalam putusan perkara nomor 407/Pdt.G/2019/PA.Mrb dalam memunculkan alasan
sebagai pertimbangan hak harta bersama yang diperuntukkan untuk anak. Metode
pendekatan yang menggunakan pendekatan normatif. Teknik pengumpulan data
yang dipergunakan yaitu melalui studi dokumen baik berupa buku-buku, peraturan
perundang-undangan maupun arsip.
Berdasarkan pada hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa
pertimbangan hukum dalam memutus perkara putusan tersebut Majelis Hakim
berpandangan dalam memutuskan perkaranya berdasarkan Undang-Undang Nomor
35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, Majelis Hakim berpendapat, sesuai
dengan asas dan tujuan perlindungan anak salah satunya ialah untuk menjamin
terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang dan
mengingat anak-anak masih berusia dini. Oleh sebab pertimbangan inilah bahwa
pihak Penggugat dan Tergugat dihukum untuk menyerahkan bagian masing-masing
dari harta bersama tersebut diperuntukkan untuk anak-anak mereka
Pembinaan Akhlak Oleh Guru PAI Melalui Budaya Religius Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Tabalong
Pembinaan akhlak merupakan pembentukan kepribadian muslim yang
berlandaskan pada moral yang baik, jujur, mempunyai adab, sopan dan lain
sebagainya yang disertai dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
atau sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Hal tersebut diimplementasikan pada
Sekolah Luar Biasa Negeri Tabalong yang berlandaskan budaya religius.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendiskripsikan
pembinaan akhlak serta implikasi budaya religius yang dilakukan oleh guru PAI
di Sekolah Luar Biasa Negeri Tabalong.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field
research. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang Kepala Sekolah dan 2 orang
guru PAI. Objek penelitian ini ialah pembinaan akhlak oleh guru PAI melalui
budaya religius bagi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negei
Tabalong. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara
dan dokumentasi. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik pegolahan data dan analisis data.
Hasil penelitian ini adalah pembinaan akhlak melalui budaya religius yang
dilaksanakan di SLB Negeri Tabalong yaitu 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan
Santun), peringatan hari besar Islam, pesantren kilat, salat zuhur berjamaah, doa
bersama sebelum dan sesudah belajar, salat dhuha berjamaah, membaca iqra dan
peduli lingkungan. Dalam membina akhlak melalui budaya religius maka guru
PAI memerlukan adanya metode, diantaranya: metode uswah (keteladanan),
metode ta’widiyah (pembiasaan akhlak yang baik), metode mau’izhah (nasehat)
dan metode tsawab (pemberian sanksi/hadiah) serta memerlukan pengawasan dan
kesabaran yang tinggi dalam pelaksanaan pembinaan akhlak melalui budaya
religius. Akhlak siswa SLB Negeri Tabalong setelah mendapatkan pembinaan
akhlak melalui budaya religius mereka mampu taat kepada Allah SWT dengan
rajin beribadah, taat dan patuh kepada guru, disiplin dan tertib saat pelaksanaan
kegiatan budaya religius di sekolah dan berbicara dengan perkataan yang baik
Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Metode Peer Teaching pada Mata Pelajaran Fiqh di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjar
Fiqh merupakan salah satu bagian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
yang diarahkan untuk mengamalkan hukum Islam. Pengajaran Fiqh yang efektif
sangat penting untuk memastikan pemahaman yang baik tentang hukum-hukum
Islam. Metode pembelajaran merupakan salah satu hal penting dalam proses
belajar mengajar. Salah satu metode yang bisa memberi semangat dan perhatian
bagi siswa karena dapat membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran yaitu
metode Peer Teaching. Kemudian, perlu diketahui bahwa persepsi siswa terhadap
metode pembelajaran yang digunakan memiliki dampak yang signifikan pada
keberhasilan pembelajaran mereka, karena dari persepsi siswa tersebut dapat
menciptakan sikap terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu,
penting untuk memahami bagaimana siswa mempersepsikan penggunaan metode
Peer Teaching terutama pada mata pelajaran Fiqh.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan metode Peer
Teaching pada mata pelajaran Fiqh di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjar dan
mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penerapan metode Peer Teaching pada
mata pelajaran Fiqh di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu 1 orang guru Fiqh
dan 10 siswa. Objek penelitian ini yaitu penerapan metode Peer Teaching pada
mata pelajaran Fiqh dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran Fiqh di Madrasah
Aliyah Negeri 3 Banjar. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara,
dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Peer Teaching
pada mata pelajaran Fiqh terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
mampu menjadikan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Persepsi siswa
terhadap penerapan metode Peer Teaching pada mata pelajaran Fiqh di Madrasah
Aliyah Negeri 3 Banjar dapat dikatakan positif. Mayoritas informan menerima,
memahami, dan menilai metode ini dengan baik. Mereka menganggap metode
Peer Teaching merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan,
memberikan suasana belajar yang berbeda, dan meningkatkan semangat belaja