IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Manajemen Masjid (Studi Idarah dan Riayah Masjid Pancasila Sekumpul Martapura)
Penelitian ini berawal dari keadaan umum masjid di Indonesia yang saat
ini mengalami penggerusan fungsi. Hal tersebut menjadikan masjid berjalan tidak
sesuai dengan semestinya. Masjid yang seharusnya berfungsi sebagai wadah
segala kegiatan dakwah pada zaman sekarang banyak dipakai untuk pelaksanaan
ibadah wajib lima waktu saja, padahal lebih dari itu masjid bisa berperan sebagai
wadah untuk pembinaan umat dan sarana pendidikan. Melihat permasalahan di
atas, penggunaan ilmu manajemen dalam pengelolaan masjid menjadi hal yang
perlu dikembangkan dan diimplementasikan. Oleh karena itu peneliti tertarik
untuk meneliti bagaimana pengelolaan manajemen di Masjid Pancasila Sekumpul
Martapura sehingga bisa menarik minat jemaah, lancarnya pelaksanaan kegiatan
dan penjagaan fasilitas baik dari segi bangunan sampai aset-aset masjid.
Penelitian ini mengkaji mengenai persoalan bagaimana idarah dan riayah
pada Masjid Pancasila Sekumpul Martapura. Jenis penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada teknik
pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan
dokumentasi sehingga dapat menggambarkan dan mengungkapkan fakta-fakta di
lapangan tentang bagaimana idarah dan riayah pada Masjid Pancasila Sekumpul
Martapura.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pengurus Masjid Pancasila
Sekumpul Martapura pada bidang Idarah pada fungsi-fungsi manajemen yaitu
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating)
dan pengawasan (controlling) sudah diterapkan dan dijalankan dengan baik. Pada
bidang Riayah, pengurus Masjid Pancasila dalam pemeliharaan fasilitas sudah
dilaksanakan dan dijalankan dengan baik walaupun masih ada beberapa yang tidak
sesuai dengan SK Dirjen Binmas tentang standar pembinaan masjid
Pengaruh Fasilitas Perpustakaan terhadap Kinerja Pustakawan di MAN 1 Banjarmasin
Perpustakaan MAN 1 Banjarmasin adalah pelrpulstakaan yang belrlokasi di
JL. Kampung Melayu Darat RT. 11 No. 31 Kota Banjarmasin. Ulntulk dapat
melmulaskan pelmulstakanya pelrpulstakaan sellalul ditulntult ulntulk melningkatkan
fasilitas pelrpulstakaan, kelbelradaan fasilitas pelrpulstakaan bulkan hanya
dipelrulntulkaan bagi pelmelnulhan kelpulasan pelnggulna pelrpulstakaan. Akan teltapi julga
diarahkan ulntulk melndulkulng dan melningkatkan kinelrja para pulstakawan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas perpustakaan
terhadap kinerja pustakawan di perpustakaan MAN 1 Banjarmasin, serta adakah
pengaruhnya antara fasilitas perpustakaan terhadap kinerja pustakawan MAN 1
Banjarmasin.
Jenis penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian
lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan jenis masalah yang dikaji,
penelitian ini bersifat korelasi yaitu penelitian yang dimaksud untuk mengetahui
ada tidaknya hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Dalam
penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas (X) yaitu pengaruh fasilitas di perpustakaan dan variabel terikat (Y)
yaitu pengaruh terhadap kinerja pustakawan di Perpustakaan MAN 1 Banjarmasin.
Penelitian dibangun dengan hipotesis fasilitas perpustakaan berpengaruh terhadap
kinerja pustakawan. Hipotesis tersebut penulis buktikan dengan mengumpulkan
data melalui angket.
Hasil dari penelitian ini yaitu pada angket yang diedarkan kepada 4
pustakawan sebagai responden penelitian. Penelitian membuktikan bahwa fasilitas
perpustakaan terhadap kinerja pustakawan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien
regresi 110.175. Dari persamaan tersebut terdapat nilai Fhitung sebesar 48.161.
Dari hasil uji hipotesis terbukti bahwa Fhitung < Ftabel yaitu terdapat pengaruh
yang signifikan Dari tabel nilai “F” diperoleh bahwa df sebesar 2 pada taraf
signifikan 5% diperoleh Ftabel sebesar 18,51. Ternyata Fhitung yang besarnya
48.161 jauh lebih besar nilainya daripada ttabel. Karena thitung > ttabel, maka
hipotesis alternatif diterima. Berarti terdapat pengaruh signifikan antara variabel
fasilitas perpustakaan (X) dan variabel kinerja pustakawan (Y)
Pendapat Ulama Kota Banjarmasin tentang Praktik Penyematan Cincin Sebelum Pernikahan dalam Prosesi Lamaran
Penelitian ini dilatarbelakangi dari adanya praktik penyematan cincin pada
saat lamaran pada masyarakat Banjar. Hal tersebut menimbulkan perbedaan pendapat
di kalangan ulama Kota Banjarmasin mengenai hukum penyematan cincin pada saat
lamaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat ulama Kota
Banjarmasin dan dasar pendapatnya tentang praktik penyematan cincin sebelum
pernikahan dalam prosesi lamaran.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan
yuridis empiris. Data penelitian adalah pendapat dan dasar hukum ulama Kota
Banjarmasin mengenai penyematan cincin pada saat lamaran. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawanacara. Data diolah dengan teknik editing dan matrikasi, serta
dianalisis menggunakan teknik deksriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan empat ulama membolehkan praktik
penyematan cincin sebagai tradisi masyarakat yang dilakukan oleh ibu calon laki-laki
kepada calon perempuan. Adapun praktik penyematan cincin yang dilakukan oleh
pasangan secara langsung tidak diperbolehkan. Sedangkan satu ulama tidak
membolehkan praktik penyematan cincin sebelum pernikahan ketika tidak memiliki
nilai maslahat, karena keabsahan pernikahan dan kekuatan hubungan pernikahan
terletak dari rukun dan syarat pernikahan Dasar pendapat ulama Kota Banjarmasin
adalah kaidah fikih “al-‘adah al-muhakkamah”. Ulama yang membolehkan
penyematan cincin mendasarkan pada ketentuan adat yang tidak melanggar ketentuan
syariat. Dasar pendapat lain ialah hadis Nabi SAW. tentang larangan menyentuh
seseorang yang bukan mahram dan Q.S. an-Nur/24: 30-31. Sedangkan ulama yang
tidak membolehkan mendasarkan kaidah tersebut pada tidak adanya manfaat
penyematan cincin dan hakikat khitbah hanyalah melamar
Kerjasama Sekolah dan Masyarakat dalam Membina Moralitas Siswa di MTsN 4 Banjarmasin
Pada hakikatnya, sekolah dan masyarakat merupakan alat yang sangat penting untuk mendorong dan memperkuat pengembangan pribadi siswa di kelas. Agar berhasil dan efisien mencapai tujuan pendidikan, masyarakat dan sekolah harus bekerja sama secara erat. Dengan adanya tindakan dan upaya yang dilakukan secara efektif dan efisien moralitas siswa dapat dibina bersama-sama.
Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui bentuk kerjasama sekolah dan masyarakat dalam membina moralitas siswa di MTsN 4 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penelitiannya dalah penelitian lapangan (field research). Adapun pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam teknik menganalisis data yang digunakan pertama dengan penyajian data, kedua reduksi data, ketiga menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kerjasama MTsN 4 Banjarmasin dengan masyarakat dalam pembinaan moralitas siswa meliputi program yang dibuat guna mendukung mutu pendidikan serta peningkatan moralitas peserta didik. Program-progam tersebut seperti rapat tiap semester bersama komite dan orang tua, penyediaan layanan kesehatan dari puskesmas, serta binaan dari tokoh agama dan kepolisian setempat. Program ini dilakukan secara kontinyu bersama pihak-pihak terkait diantaranya adalah komite madrasah, orang tua peserta didik, pusat kesehatan masyarakat, kepolisian, dan masyarakat lingkungan sekitar. Faktor pendukung kerjasama MTsN 4 Banjarmasin dengan masyarakat adalah partisipasi kedua belah pihak, seperti halnya kerjasama edukatif dengan orang tua, Maka keterlibatan orang tua tersebutlah yang menjadi pendukung kerjasamanya. Dalam hal ini faktor pendukung seperti fasilitas dan dana juga menjadi hal yang penting, karena tanpa hal tersebut program tidak bisa berjalan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah masih adanya beberapa ketidaksadaran dalam diri orang tua untuk turut berkontribusi pada kerjasama dalam membina moralitas siswa, hal ini menyebabkan kurangnya partisipasi dan tidak terjadinya penerapan program yang diharapkan sekolah. Selain jadi faktor pendukung kurangnya dana juga masih menjadi permasalahan yang bisa menghambat kerjasam
Upaya Pembiasaan Salat Dhuha pada Anak Tunagrahita di SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan
Upaya pembiasaan salat pada anak tunagrahita adalah usaha bagi guru
disekolah dalam membiasakan salat di kehidupan sehari-hari dengan membimbing
anak agar dapat melaksanakan salat dengan sendirinya, sebelum itu guru juga
memberikan materi pada gerakan serta bacaan salat. Ini merupakan salah satu
tantangan bagi guru dalam membimbing anak-anak untuk melaksanakan salat,
terlebih lagi pada anak tunagrahita yang memerlukan konsentrasi. Karena pada
anak tunagrahita mereka dapat mendengar dan melihat serta dapat meniru
gerakan-gerakan salat yang diajarkan oleh guru, namun di samping itu mereka
memiliki hambatan lambat dalam berpikir karena IQ mereka yang di bawah rata�rata, selain itu, beberapa dari anak tunagrahita juga memiliki hambatan dalam
kurang jelasnya berbicara seperti halnya anak balita yang baru belajar berbicara.
Tujuan pada penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana upaya guru
disekolah dalam membiasakan salat kepada anak tunagrahita dan mendeskripsikan
apa saja faktor pendukung dan penghambat oleh guru dalam upaya pembiasaan
salat pada anak tunagrahita.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Subjek dari penelitian
ini adalah empat orang guru yang terdiri dari dua orang guru mata pelajaran PAI
dan dua orang guru wali kelas dan siswa. Adapun objek pada penelitian ini adalah
upaya pembiasaan salat dhuha pada tunagrahita di SLB-C Negeri Pembina
Provinsi Kalimantan Selatan. Teknik pada penelitian ini menggunakan teknik
wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan
melalui proses pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menemukan bahwa upaya pembiasaan salat dhuha pada
tunagrahita di SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, dengan
membuat dan menyusun jadwal salat dhuha yang diikuti oleh seluruh siswa
penyandang tunagrahita. Adapun faktor pendukung dalam upaya ini adalah
dukungan dari orang tua dan guru. Kemudian pembagian makanan seperti roti
atau yang lainnya sebagai hadiah untuk siswa yang melaksanakan salat dhuha
berjamaah di musholla untuk meningkatkan semangat anak dalam menjalankan
ibadah salat dhuha di masjid. Faktor penghambat pada upaya pembiasaan salat ini
adalah ketidaksiplinan siswa dalam hal kehadira
Pengaruh Efikasi Diri Terdahap Motivasi Belajar Siswa Madrasah Ibtibadaiyah Negeri 2 Barito Utara
Skripsi ini membahas tentang, “pengaruh efikasi diri terdahap motivasi
belajar siswa madrasah ibtibadaiyah negeri 2 barito utara”. Adapun pokok
permasalahannya adalah apakah ada pengaruh efikasi diri terdahap motivasi belajar
siswa madrasah ibtibadaiyah negeri 2 barito utara dan seberapa besar pengaruh
efikasi diri terdahap motivasi belajar siswa madrasah ibtibadaiyah negeri 2 barito
utara.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
efikasi diri terdahap motivasi belajar siswa madrasah ibtibadaiyah negeri 2 barito
utara dan besar pengaruh signifikan antara efikasi diri terdahap motivasi belajar
siswa madrasah ibtibadaiyah negeri 2 barito utara. Penelitian ini menggunakan
metode pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Populasi
pada penelitian ini adalah 195 siswa. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah
35 orang siswa madrasah ibtibadaiyah negeri 2 barito utara dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Dan
teknik pengumpulan datanya mengunakan kuesioner dengan menggunakan skala
likert. .dan metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis regresi linier sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan SPSS Statistic 22, diketahui
bahwa terdapat pengaruh signifikan antara efikasi diri terhadap motivasi belajar
dengan nilai Sig. sebesar 0,028 atau nilai Sig.<α=0,05 sehingga dapat dikatakan
bahwa ada pengaruh secara signifikan antara variabel Efikasi Diri (X) dengan
variabel Motivasi Belajar (Y). dengan nilai pengaruh Efikasi Diri terhadap variabel
Motivasi Belajar sebesar 13,8 %, sedangkan sisanya 86,2% dipengaruhi oleh
variabel lain di luar penelitian ini
Identifikasi Wawasan Kaidah Kebahasaan Siswa Ditinjau dari Akses Sumber Belajar di MIN 3 Tapin
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akses sumber
belajar dalam meningkatkan wawasan kaidah kebahasaan siswa yang
meliputi bagaimana akses sumber belajar siswa, bagaimana wawasan
kaidah kebahasaan siswa, dan apakah ada pengaruh dari akses sumber
belajar terhadap wawasan kaidah kebahasaan siswa di MIN 3 Tapin .
Penelitian ini menggunakan mixed method concurrent
triangulation terhadap 40 siswa di MIN 3 Tapin. Teknik pengambilan
data secara kualitatif dilakukan melalui wawancara kepada siswa dan
guru, observasi serta dokumentasi fasilitas penunjang. Pengambilan
data kuantitatif dilakukan melalui kuesioner dan tes soal pilihan ganda
yang kemudian diperoleh data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini
menggunakan teknik analisis Miles and Huberman sebagai teknik
analisis data kualitatif. Untuk data kuantitatif digunakan teknik analisis
uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana dan uji hipotesis dan
kemudian dilakukan triangulasi antar data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa siswa MIN 3 Tapin
memiliki beragam akses sumber belajar yang dilihat dari hasil jawaban
pada kuesioner terkait akses sumber belajar, data ini juga didukung
dengan hasil wawancara serta dokumentasi yang menyatakan bahwa
fasilitas yang ada di MIN 3 Tapin sudah memadai sehingga
memudahkan akses sumber belajar siswa di MIN 3 Tapin. Adapun
untuk wawasan kaidah kebahasaan siswa yang dilihat dari hasil tes soal
dan wawancara menyatakan mereka masih berada di tingkatan cukup
dan perlu diberikan evaluasi lebih lanjut. Akses sumber belajar yang
terbilang cukup memadai ternyata tidak memberikan pengaruh yang
berarti terhadap wawasan kaidah kebahasaan, siswa yang memiliki
beragam akses sumber akses sumber belajar tidak menjamin memiliki
wawasan kaidah kebahasaan yang baik
Peran Guru dalam Menumbuhkan Pemahaman Moderasi Beragama di Kelas 5 SDN I Palingkau Lama Kabupaten Kapuas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman moderasi
beragama di lingkungan sekolah dalam menjaga kerukunan. Pentingnya peran guru
memberikan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama di tengah kebaragaman
yang ada baik dari segi suku dan agama. Menjadi pertimbangan bahwa setiap guru
memiliki peran tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran. Diharapkan
guru mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan mampu membentuk
karakter peserta didik yang dapat hidup moderat di tengah banyaknya ragam
perbedaan. Dengan adanya penelitian ini bertujuan mengetahui Peran Guru dalam
Menumbuhkan Pemahaman Moderasi Beragama di Kelas 5 SDN I Palingkau Lama
Kabupaten Kapuas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif Adapun subjek dari
penelitian ini yaitu guru di Kelas 5 SDN I Palingkau lama sedangkan objeknya yaitu
Peran Guru dalam Menumbuhkan Pemahaman Moderasi Beragama. Metode dalam
pengumpulan data di penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru di kelas 5 dapat menjalankan
tugasnya sebagai Consevator, Innovator, Transmiter, Organizer, Transformator
dalam upaya memberikan pemahaman nilai-nilai moderasi pada peserta didik
dengan tidak luput dari peran kerjasama seluruh stakeholder. Nilai-nilai moderasi
beragama yang dikembangkan sesuai dengan sembilan nilai moderasi dari
Kementrian Agama RI dengan di internalisasikan melalui berbagai kegiatan baik
melalui kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Adapun faktor pendukung
yakni guru memiliki kapasitas diri dan pengalaman, apresiasi lingkungan
masyarakat dan wali murid dalam setiap kegiatan sekolah, peserta didik (tingkat
usia dan hereditas), serta kelengkapan sarana dan prasarana yang cukup memadai.
Selain iu adapun faktor penghambat yakni lingkungan masyarakat tempat tinggal
peserta didik yang berbagai macam kultur, sehingga faktor penghambat ini dapat di
atasi dengan peran wali murid dengan memberikan pemahaman kultural di
lingkungan masyarakat tempat tingga
Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Animaker Untuk Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Kelas 5 di MI Integral Al-Ukhuwwah Banjang, Amuntai
Penggunaan media pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyyah Integral Al-Ukhuwwah
Banjang, tidak beragam, meskipun fasilitas yang tersedia disekolah ini cukup memadai. Minimnya
pemanfaatan media dalam pembelajaran menjadikan pengembangan media menjadi sangat penting, media
dapat digunakan sesuai kebutuhan dan ketersediaan yang ada.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pengembangan video animasi berbasis Animaker
pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas V MI Banjang, dan mengungkap karakteristik video animasi
yang dikembangkan berbasis Animaker pembelajaran bahasa Arab Arab pada siswa kelas V MI Banjang,
serta untuk mengukur efektivitas penggunaan video animasi yang dikembangkan berbasis Animaker untuk
meningkatkan prestasi akademik pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyyah
Banjang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (Mix-Method), yaitu penggabungan dari
penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode R&D dengan model ADDIE. Pengembangan
media ini melalui lima tahap proses, yaitu analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan produk,
implementasi lapangan dengan membagikan angket dan evaluasi setelah menggunakan produk (Media
Animaker) tersebut. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes dan
angket. Adapun analisis data yang digunakan diantaranya analisis validitas, kepraktisan, dan keefektifan.
Hasil dari penelitian ini, menghasilkan produk media video animasi berbasis Animaker yang telah
memenuhi kriteria dengan skor rata-rata darı ahli materi 92%, ahli bahasa 90% dan ahli media 100%. Dapat
disimpulkan bahwa kriteria yang diperoleh media video animasi yakni sangat valid, sehingga dapat
digunakan pada jenjang Sekolah Dasar sebagai media pembelajaran peserta didik. Adapun Hasil
kepraktisan dari angket respond guru mendapatkan nilai 90%, dan angket respond siswa mendapatkan 94%,
yang menunjukkan sangat praktis. Serta hasil keefektifan pretest memperoleh 73,4 dan setelah diberi
perlakuan (post test) menggunakan media video animasi berbasis Animaker mengalami perubahan
memperoleh nilai 94. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa media video berbasis Animaker uji
terbatas sangat efektif digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa video animasi yang
dikembangkan efektif untuk meningkatkan prestasi akademik siswa Madrasah Ibtidaiyyah Banjan
Kesadaran Hukum Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Terhadap Akad Jasa Pembuatan Karya Tulis Ilmiah
Pembuatan karya tulis ilmiah di perkuliahan adalah merupakan tugas yang lumrah dijumpai oleh mahasiswa. Tugas-tugas tersebut merupakan kewajiban dan tanggung jawab mahasiswa untuk membuatnya namun disatu sisi ada pihak yang melanggar kewajiban tersebut dengan menggunakan jasa pembuatan karya tulis
ilmiah. Jasa pembuatan karya tulis ilmiah merupakan akad ijarah (jasa) yang dilarang karena terdapat kecurangan dalam akademik yang implikasinya melanggar kewajiban para mahasiswa. Mahasiswa sebagai orang yang berintelektual harusnya paham dan sadar bahwa akad pada transaksi tersebut merupakan tindakan yang
tidak benar, namun faktanya masih banyak mahasiswa yang melakukannya. Hal tersebut membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap akad jasa pembuatan karya tulis ilmiah dan apa faktor yang mempengaruhi kesadaran
hukum mahasiswa tersebut menggunakan jasa pembuatan karya tulis ilmiah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan
menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan analisis data kualitatif dari pemeriksaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Berdasarkan hasil penelitian dari 98 mahasiswa terdapat 88 mahasiswa yang tidak pernah melakukan akad jasa
pembuatan karya tulis ilmiah dan masih terdapat 10 mahasiswa yang melakukan akad jasa pembuatan karya tulis ilmiah Kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap akad jasa pembuatan karya tulis ilmiah baik mahasiswa yang
pernah ataupun yang tidak pernah melakukan akad jasa pembuatan karya tulis ilmiah dilihat dari 4 indikator yaitu pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku hukum memiliki tingkat kesadaran hukum yang sedang. 2) Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin menggunakan jasa pembuatan karya tulis ilmiah yaitu dikarenakan rendahnya
pengetahuan dan pemahaman hukum mahasiswa, karena tidak memiliki banyak waktu, terlalu banyak tugas, tidak tahu cara membuat tugas/tugasnya terlalu susah, tidak memiliki laptop atau komputer dan juga ada yang sengaja menggunakan
karena biaya jasanya mura