IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Urgensi Pendisiplinan Sholat Berjamaah Santri pada Pondok Pesantren Darul Falah di Kecamatan Gambut
Berdasarkan observasi penulis, menemukan bahwa di Pondok Pesantren
Darul Falah Kecamatan Gambut yang selalu menerapkan nilai disiplin shalat
berjamaah masih saja banyak santri yang tidak melaksanakan shalat berjamaah atau
lalai dalam melaksanakannya, yang terjadi dengan berbagai kasus, seperti malas,
menghindari guru yang merazia dan lain sebagainya. Maka dari itu dilakukanlah
upaya-upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang apa yang
membuat Ponpes Darul Falah dikatakan urgen dalam pendisiplinan shalat
berjamaah, kemudian upaya pendisiplinan Shalat berjamaah Santri di Pondok
Pesantren Darul Falah Kecamatan Gambut serta faktor pendukung dan penghambat
dalam pelaksanaan upaya tersebut.
Adapun jenis penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan,
dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperlukan berupa data pokok
yang didapatkan dari subjek utama yaitu Pimpinan Pondok Pesantren dan 3 Guru
di Pondok Pesantren Darul Falah Kecamatan Gambut. Dalam mengumpulkan data
penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah
dikumpulan, data akan diolah melalui tahapan reduksi, display dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi pendisiplinan shalat
berjamaah di pondok pesantren Darul Falah Kecamatan Gambut adalah untuk
kemaslahatan bagi santri itu sendiri, serta berdampak baik ketika mereka sudah
berada dalam lingkungan masyarakat. Kemudian upaya yang dilakukan oleh guru
di Pondok Pesantren Darul Falah Kecamatan Gambut adalah dengan membuat
aturan, yang berkonsekuensi hukuman kepada santri yang melanggar aturan
tersebut. Selain itu juga, pendekatan yang dipakai oleh guru-guru untuk
mendisiplinkan shalat berjamaah adalah dengan ketauladanan, bekerjasama dengan
OSIS dan metode ceramah. Adapun faktor pendukung dalam upaya ini adalah
adanya kekompakan dari berbagai elemen termasuk dalam hal ini para guru yang
berperan terhadap berbagai sektor, kemudian berpadu dengan santri senior dan juga
OSIS. Sementara untuk faktor penghambat adalah fasilitas yang tidak memadai,
dalam hal ini adalah air. Jika dalam kondisi tertentu seperti kemarau maka santri�santri akan kesulitan menggunakan air utuk mandi dan berwudhu, dan
menyebabkan antrian panjang dan mengundurkan waktu shalat berjamaa
Dinamika Pendidikan Agama Islam Nonformal pada Masjid Jami’ Sungai Jingah dan Masjid Al-Jihad Banjarmasin
Masjid merupakan tempat ibadah umat Muslim yang sangat berperan
penting untuk perkembangan Islam, Di samping menjadi sebuah tempat ibadah,
Penggunaan Masjid juga sebagai lembaga yang sangat kuat fungsinya terhadap
Tarbiyyah atau pendidikan. Masjid juga merupakan tempat pendidikan Islam
tertua di dunia yang perlu dijaga dan dipelihara eksistensinnya sampai masa akan
datang. Pada Masjid Jami’ Sungai Jingah dan Masjid Al-Jihad Banjarmasin juga
memiliki bermacam-macam pendidikan Islam yang telah dilaksanakan.
Penelitian ini berusaha untuk menggali data tentang dinamika pendidikan
agama Islam pada Masjid Jami’ Sungai Jingah dan Masjid Al-Jihad Banjarmasin
pada tahun 2013-2023 dari sisi dinamika Majelis Taklim, dinamika pembelajaran
Al-Quran, dinamika pelatihan keagamaan dan untuk mengetahui persamaan dan
perbedaannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
Pendekatan kualitatif dan subjek penelitian adalah para pengurus Masjid, para
guru-guru, para tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Jami’ Sungai Jingah dan
Masjid Al-Jihad Banjarmasin. Data-data digali melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan agama Islam nonformal
pada kedua masjid ini terus mengalami perubahan dan pergantian baik pada
Majelis Taklim, Pembelajaran Al-Quran dan Pelatihan keagamaan. Majelis
Taklim yang dilaksanakan pada kedua Masjid ini terus mengalami perubahan dan
pergantian
baik secara penjadwalan, guru-guru yang mengisi Majelis Taklim
maupun kitab/materi yang diajarkan, Hal tersebut juga terjadi pada pembelajaran
Al-Quran dan pelatihan keagamaan, dari data yang telah ditemukan pembelajaran
yang telah dilaksanakan pada kedua Masjid ini adalah pembelajaran tahsin Al
Quran, Tilawah dan terjemah Al-quran. Adapun pada pelatihan keagamaan telah
melaksanakan pelatihan memandikan dan mengkafani jenazah, pelatihan
memandikan dan mengkafani jenazah Covid-19 serta pelatihan manasik Haji dan
Umrah
Konsep Takhbîb Menurut ‘Illisy al-Mâliki Terhadap Legalitas Pernikahan dalam Kitab Fathu al-‘Ali al-Mâlik
Pernikahan seharusnya adalah institusi yang membawa kebahagiaan dan
kemaslahatan. Namun, dalam beberapa kasus, pernikahan dapat terganggu oleh
tindakan takhbîb, yaitu upaya pihak ketiga untuk merusak atau menghancurkan
hubungan suami istri. Para ulama kemudian berupaya untuk merumuskan hukum
terkait tindakan takhbîb dan dampaknya terhadap hukum pernikahan yang
dihasilkan dari tindakan takhbîb.
Di antara empat madzhab, Madzhab Mâliki adalah yang paling keras
pendapatnya. Salah satunya adalah fatwa Syekh 'Illisy, seorang ulama madzhab
Mâliki pada abad ke-19 M, yang berpandangan bahwa tindakan takhbib dapat
berdampak terhadap legalitas pernikahan sebagaimana diuraikannya dalam kitab
Fathu al-'Ali al-Malik fi Fatwa ’ala madzhab al-Imam Mâlik. Maka, melalui
analisis terhadap pemikiran Syekh 'Illisy al-Mâliki dalam kitab Fathu al-'Ali al
Malik fi Fatwa ’ala madzhab al-Imam Mâlik akan dieksplorasi bagaimana konsep
takhbîb dan dampaknya terhadap legalitas pernikahan dipahami dalam madzhab
Mâliki, sebagai upaya preventif, dan menjadi tawaran solusi dalam mengatasi
maraknya perilaku takhbîb.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan
menggunakan pendekatan conceptual approach, dan analytical approach. Untuk
bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan
tersier. Ketiga bahan hukum tersebut dikumpulkan dengan teknik studi
dokumenter, setelahnya akan dianalisis secara kualitatif. Untuk menjawab
rumusan masalah akan digunakan teori ushul fiqh, istinbâth hukum, konsep
takhbîb, teori i’tibar al-maâl dan sadd al-dzarî’ah.
Hasil penelitian menunjukkan, pendapat Syekh’Illisy dalam kitab Fathu al
'Ali al-Mâlik fi Fatwa ’ala madzhab al-Imam Mâlik tentang dampak tindakan
takhbîb terhadap legalitas pernikahan sejalan dengan prinsip saad al-dzarî’ah, ia
menyatakan bahwa pernikahan yang dihasilkan dari tindakan takhbîb, hukumnya
haram, akad nikahnya rusak (fasid), dan apabila terlanjur menikah, maka harus
dibatalkan (fasakh). Sedangkan dari perspektif saad al-dzarî’ah, pernikahan hasil
takhbib termasuk kriteria al-dzarî’ah sebab hal itu berpotensi menimbulkan
mafsadat dan pelanggaran syari’at, karenanya untuk menutup dan mencegah hal
tersebut, pernikahan hasil dari tindakan takhbîb sebaiknya dibatalkan (fasakh)
dengan pertimbangan sadd al-dzarî’ah
Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Banding Dalam Memutuskan Gugatan Hak Asuh Anak (Analisis Putusan Nomor 0021/Pdt.G/2018/Pta.Bdg Dan Nomor 44/Pdt.G/2022/Pta.Bjm)
Penelitian ini membahas dua putusan perkara hak asuh anak yang belum
mumayyiz. Dalam putusannya, terdapat keputusan yang menguatkan dan
membatalkan putusan tingkat pertama terkait hak asuh anak kepada Ayah.
Meskipun Hukum Islam dan Hukum positif menegaskan bahwa hak asuh anak
yang belum mumayyiz seharusnya diberikan kepada Ibu, pemeriksaan di tingkat
banding menghasilkan keputusan yang berbeda untuk dua perkara tersebut.
Meskipun dasar hukum dan perundang-undangan yang digunakan sama, yaitu
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, namun
terjadi perbedaan pendapat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pertimbangan hukum yang berbeda di balik kedua putusan tersebut
dan bagaimana Majelis Hakim menyelesaikan perkara tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pertimbangan hukum hakim
dalam 2 perkara tersebut serta kesesuaian dengan Hukum Islam dan Hukum
Positif.
Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan pendekatan
analitis dan komparatif. Adapun objek penelitiannya adalah alasan hukum (ratio
decidendi atau reasoning). Fokus penelitian ini adalah pada pertimbangan hukum
hakim dalam perkara yang dianalisis dan diuji dengan teori-teori hukum dan asas-
asas hukum terhadap putusan perkara nomor 0021/Pdt.G/2018/Pta.Bdg dan
Nomor 44/Pdt.G/2022/Pta.Bjm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim Banding Pengadilan
Tinggi Agama Bandung dan Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin memiliki
landasan pada konstruksi pertimbangan hukum yang serupa, yaitu kepentingan
anak. Pada perkara Nomor 0021/Pdt.G/2018/Pta.Bdg, metode interpretasi
sistematis digunakan untuk menganalisis duduk perkara, menemukan alasan
hukum yang menggugurkan hak asuh Ibu terhadap anak. Hal ini bertentangan
dengan KHI pasal 105 dan 156 yang memberikan hak asuh kepada Ibu jika anak
belum mumayyiz, dengan hakim menyimpulkan bahwa Ibu dianggap tidak
mampu mengurus anak dengan baik. Sementara pada perkara Nomor
44/Pdt.G/2022/Pta.Bjm, metode interpretasi sistematis juga digunakan. Meskipun
hak asuh awalnya diberikan kepada Ayah karena Ibu dianggap tidak layak
mengurus anak dengan baik, namun Majelis Hakim Banding berpendapat bahwa
alasan hukum sebelumnya tidak memiliki cukup bukti dan tidak dapat mencabut
hak asuh dari Ib
Pengaruh Brand dan Kuaitas Produk Ombe Terhadap Minat Beli Masyarakat dalam Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Kota Banjarbaru
Penelitian ini dilatar belakangi dengan tingginya kebutuhan manusia terhadap air, banyak
perusahaan yang melihat kebutuhan tersebut sebagai peluang untuk menciptakan sebuah bisnis
Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadi pilihan
utama masyarakat karena gaya hidup masyarakat sekarang lebih menyukai hal-hal praktis dan
efesien, sehinga Perusahaan AMDK berusaha untuk meningkatkan Kualitas produk dan Brand
mereka, salah satu nya adalah perusahaan PT Panen Embun Kemakmuran yang memilik Brand
Ombe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh brand dan kualitas
produk terhadap minat beli masyarakat di kota Banjarbaru.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif, populasi
pada penelitian ini adalah konsumen masyarakat di kota Banjarbaru. Penentuan sampel dalam
penelitian ini menggunakan non probability sampling, Serta pengumpulan data menggunakan
kuesioner dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 26.
Hasil Uji F menunjukkan bahwa Brand dan kualitas produk Ombe berpengaruh secara
simultan terhadap minat beli masyarakat di kota Banjarbaru. Hasil Uji T menunjukkan bahwa
Brand berpengaruh secara parsial terhadap minat beli masyarakat di kota Banjarbaru, dan
Kualitas produk berpengaruh secara parsial terhadap minat beli masyarakat di kota Banjarbaru
Kontribusi Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan PT Pelindo Daya Sejahtera Regional Kalimantan di Banjarmasin
Sumber daya manusia adalah bagian penting dari operasi suatu organisasi.
Segala jenis perusahaan memerlukan pemikiran, tindakan dan sumber daya manusia
yang terampil untuk mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, instansi harus
menambahkan nilai sumber daya untuk meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih
baik serta berkontribusi pada kinerja perusahaan. Diantara faktor pendukung kinerja
sumber daya manusia dan kualitas yaitu komitmen karyawan yang terkait dengan
perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah komitmen organisasi
dapat berkontribusi terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
regresi linear sederhana, menggunakan dua variabel yaitu komitmen organisasi dan
kinerja karyawan sebagai alat ukur penelitian. Populasi penelitian yaitu 238 karyawan
PT Pelindo Daya Sejahtera Regional Kalimantan di Banjarmasin, dan sampel penelitian
yaitu 70 responden dengan menggunakan teknik stratifikasi random sampling dengan
pengambilan sampel dengan cara acak berdasarkan stratifikasi pada populasi. Dan
analisis data menggunakan IBM Statistics 25.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Tingkat komitmen organisasi pada
responden yang rendah sebanyak 4% atau 2 subjek, tingkat komitmen organisasi sedang
sebesar 82% atau 58 karyawan dan kategori tinggi sebesar 14% atau 10 karyawan. 2)
Tingkat kinerja karyawan pada responden menunjukkan nilai 0% dengan kategori
memiliki kinerja yang rendah, kategori nilai sedang sebesar 53% atau sebanyak 50
subjek, dan kategori tinggi sebesar 47% atau 20 responden. 3) Terdapat kontribusi
komitmen organisasi dalam meingkatkan kinerja karyawan PT Pelindo Daya Sejahtera
Regional Kalimantan menunjukkan peran positif dimana uji regresi linier sederhana
memiliki nilai sig. 0, 042<0, 05 sehingga Ha diterim
Pengembangan Buku Ilmiah Populer Pengolahan Briket Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Energi Alternatif
Masa sekarang ketersediaan minyak bumi semakin menurun sebab
berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Dengan adanya masalah tersebut penggunaan energi alternatif yang mampu
mengganti bahan bakar fosil ialah pembuatan briket solusinya. Briket yaitu
energi alternatif dari sisa bahan organik dengan pemampatan dan daya tekan
tertentu, salah satunya briket mampu diolah dengan bahan dasar arang tandan
kosong kelapa sawit. Penambahan variasi perekat pada pengolahan briket
mempengaruhi kualitas briket terhadap indikator kualitas. Kemudian, hasil dari
uji kualitas briket yaitu mengembangkan bahan ajar berupa buku ilmiah populer
(BIP) mengenai pengolahan briket dari limbah tandan kosong kelapa sawit
sebagai energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator
perbedaan variasi perekat terhadap mutu briket, mampu mendeskripsikan
validasi buku ilmiah populer, dan mendeskripsikan keterbacaan buku ilmiah
populer.
Penelitian ini menggunakan jenis Educational design research (EDR).
Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Data pada penelitian ini
dijabarkan dan dianalisis kemudian dibuat menjadi sebuah BIP. Setelah itu, BIP
divalidasi dengan desain evaluasi formatif Tessmer dan dibatasi sampai evaluasi
perorangan (one to one evaluation).
Hasil penelitian ini diketahui bahwa dengan perekat kanji dengan
menghasilkan briket dengan lama menyala terbaik yaitu 1 jam 33 menit 18 detik,
tidak berbau asap, tekstur yang padat, perekat sagu dan perekat limbah nasi
menghasilkan briket yang mudah hancur. Rata-rata hasil akhir validasi BIP
diperoleh sebesar 90,84% (sangat valid) dapat digunakan sebagai sumber
referensi khalayak luas. Rata-rata hasil akhir validasi keterbacaan sebesar
83,33% (sangat baik) bisa digunakan sebagai sumber referensi khalayak lua
Peran dan Tamggung Jawab Ketua RT dalam Melaksanakan Tugas Pemerintahan (Studi Kasus Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan tanggung jawab
Ketua Rukun Tetangga (RT) dalam melaksanakan tugas pemerintahan di Kelurahan
Pemurus, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Berdasarkan
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 18 Tahun 2018, RT dan RW merupakan
lembaga yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat untuk melayani
kepentingan pemerintahan dan kemasyarakatan. Namun, dalam praktiknya, banyak
warga yang mengalami kesulitan saat mengurus dokumen yang memerlukan tanda
tangan atau surat dari Ketua RT, karena Ketua RT sering tidak dapat ditemui atau
jarang berada di rumah.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Melalui wawancara dengan
warga setempat, ditemukan bahwa kesulitan sering terjadi saat mengurus surat
pengantar untuk keperluan administratif seperti surat domisili. Hal ini menghambat
proses administratif yang diperlukan oleh warga dan menunjukkan adanya masalah
dalam pemenuhan tugas Ketua RT. Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran
dan tanggung jawab Ketua RT dalam memenuhi tugas pemerintahan serta
dampaknya terhadap efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ketua RT berperan sebagai pemimpin
di tingkat RT dengan tugas utama memberikan pelayanan kepada masyarakat,
menjaga kerukunan hidup warga, dan mengorganisir kegiatan kemasyarakatan.
Berdasarkan Pasal 6 dan 7 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49
Tahun 2001, tugas RT meliputi: 1) Pelayanan kepada Masyarakat: RT bertanggung
jawab dalam memberikan pelayanan administratif, seperti pembuatan surat
keterangan, pengurusan administrasi kependudukan, serta membantu masyarakat
dalam memperoleh layanan publik lainnya. 2) Faktor-faktor Kendala yang
menyebabkan lemahnya tanggung jawab ketua RT dalam melaksanakan tugas
pemerintahan berbagai kendala mempengaruhi efektivitas Ketua RT dalam
melaksanakan tugasnya, antara lain: kurangnya pemahaman terhadap SOP,
keterbatasan waktu dan kesibukan pribadi, partisipasi masyarakat yang rendah,
potensi tidak demokratis dalam pemilihan ketua RT
Persepsi Tokoh Partai Politik Kota Banjarmasin terhadap Pengurangan Masa Jabatan Kepala Daerah secara Serentak
Skripsi ini menyoroti isu Pengurangan Masa Jabatan Kepala Daerah sebagai
akibat dari pelaksanaan Pilkada serentak. Hal ini sudah menjadi keputusan negara
sebagaimana yang terekam dalam Pasal 201 ayat (8) UU Pilkada No. 10 tahun 2016.
Namun demikian, polemik masih ada. Peneliti ingin membahas pro kontra
pengurangan masa jabatan kepala daerah yang dibicarakan oleh para politisi di
tingkat lokal. Peneliti ingin mengetahui bagaimana pengurus partai di Kota
Banjarmasin meyikapi isu tersebut: apakah mereka menerima atau mengkritisi
keputusan politik tersebut. Peneliti juga ingin mendalami pikiran yang melandasi
sikap mereka tersebut.
Skripsi ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan
kualitatif. Peneliti mewawancarai empat narasumber dari empat partai, satu
diantaranya tergolong partai islam (PKS), dan tiga sisanya tergolong partai nasionalis
(Demokrat, Golkar, dan Gerindra). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah
tokoh Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC)
Partai Politik PKS, Demokrat, Golkar, dan Gerindra. Penulis menganalisis data dan
informasi yang telah terkumpul secara deskriptif kualitatif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua pengurus partai politik setuju
dengan pengurangan masa jabatan kepala daerah terkait pelaksanaan pilkada
serentak. Alasannya karena pengurangan tersebut tidak adil dan berpotensi melanggar
konstitusi. Aspek terakhir ini ada benarnya terutama setelah keluarnya putusan
Mahkamah Konstitusi (MK) diawal tahun 2024. Adapun yang setuju berpendapat
bahwa pengurangan tersebut sudah menjadi kesepakatan politik dan termuat dalam
undang-undang sehingga memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat dipertahankan
di MK
Hermeneutika Edip Yuksel atas Ayat-Ayat tentang Waktu Salat dalam Buku Qur’an: A Reformist Translation
Penelitian ini membahas tentang hermeneutika Edip Yuksel sebagai tokoh
reformis terhadap ayat-ayat berkenaan dengan waktu salat dalam bukunya berjudul
Qur’an: A Reformist Translation. Dalam buku tersebut, ada satu pembahasan
menarik yang menjadi perhatian, yakni pada apendiks ke-10: Sala Prayers
According to the Quran. Terdapat perbedaan mendasar atas interpretasi reformis
dengan penafsiran ulama klasik terhadap ayat waktu salat. Oleh karena itu,
penelitian ini berusaha menelusuri bagaimana kriteria hermeneutika yang
digunakan dan menghasilkan penafsiran atas waktu salat yang dianggap orisinal
oleh reformis.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kriteria hermeneutika yang
digunakan Edip Yuksel dan interpretasinya terhadap ayat-ayat tentang waktu salat
dalam buku Qur’an: A Reformist Translation, disertai analisis pada kelebihan dan
kelemahan hermeneutikanya. Penelitian ini berjenis penelitian kepustakaan dan
bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melacak
atau mendokumentasikan data kemudian menyeleksi data dari semua sumber data.
Data penelitian akan dianalisis secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria hermeneutika Yuksel
berasaskan lima prinsip dan tiga metodologi linguistik. Prinsip tersebut yaitu
pemahaman non-seksisme, penolakan pendapat ulama, penggunaan Qur’an alone,
cross-references dari Alkitab, dan penekanan rasionalitas. Metodologi
linguistiknya yaitu identifikasi kata yang banyak makna, menentukan makna yang
sesuai, dan menyusun pemahaman yang koheren.
Hasil interpretasinya terhadap ayat-ayat waktu salat diuraikan menjadi tiga
tema waktu berdasarkan Q.S. Al-Baqarah/2: 238, Q.S. Hûd/11: 114, Q.S. Al�Isrâ`/17: 78, dan Q.S. An-Nûr/24: 58. Tiga tema waktu tersebut menunjukkan
keterangan waktu salat, yakni salat al-fajr atau dawn prayer dimaknai salat Subuh
hari, salat al-‘isyâ` atau evening prayer dimaknai salat petang/malam hari, dan salat
al-wustha’ atau middle prayer dimaknai salat tengah hari. Yuksel mengindikasikan
bahwa waktu salat hanya ada tiga kali dalam sehari. Kelemahan hermeneutikanya
adalah tidak konsisten terhadap unsur konteks dan tidak kompletnya eksplorasi
terhadap ayat tersebut. Namun, kecakapan linguistik Yuksel menjadi kelebihan
hermeneutikanya dan memberi kontribusi pengembangan paham yang relevan di
masa sekaran