IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Manajemen Pelayanan Jamaah Umrah pada PT. Qolbu Amanah Perdana Travel Banjarmasin
Latar belakang dari penelitian ini yaitu membahas tentang Manajemen
Pelayanan Jamaah Umrah pada PT. Qolbu Amanah Perdana Travel Banjarmasin.
Manajemen pelayanan merupakan hal yang sangat penting untuk berjalannya
sebuah pelayanan dengan baik, dengan manajemen pelayanan yang baik bisa
membuat citra dari perusahaan di mata para jamaah ataupun calon jamaah. Diantara
faktor yang membuat minat dari calon jamaah untuk memilih PT. Qolbu Amanah
Perdana Travel Banjarmasin yaitu dengan memberikan pelayanan yang baik.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen pelayanan terhadap
jamaah umrah dan tanggapan dari jamaah atas pelayanan yang diberikan PT. Qolbu
Amanah Perdana Travel Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan
kualitatif. Sumber data dari penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder yang
didapatkan dari wawancara serta observasi. Data yang didapat akan dianalisis
memakai analisis deskriptif kualitatif menggunakan teknik induktif. Kajian teori
yang dipakai yaitu manajemen, pelayanan, ibadah umrah.
Hasil dari penelitian ini yaitu manajemen pelayanan umrah PT. Qolbu
Amanah Perdana Travel Banjarmasin dalam penerapannya menggunakan fungsi
manajemen yang mencangkup planning, organizing, actuating, controlling pada
setiap pekerjaan yang dilakukan mulai dari pendaftaran sampai kepulangan jamaah
ke tanah air. PT. Qolbu Amanah Perdana Travel Banjarmasin memberikan
pelayanan semaksimal mungkin untuk para jamaahnya dengan cara membantu
dalam mempersiapkan kelengkapan berkas-berkas, menyediakan hotel nyaman
juga yang baik pada saat di Madinah dan Mekah, konsumsi, kesehatan, alat
transportasi yang mana semuanya sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin
untuk kenyaman para jamaah dalam beribadah. Adapun tanggapan atau respon dari
para jamaah terhadap pelayanan yang diberikan PT. Qolbu Amanah Perdana Travel
Banjarmasin jamaah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, dengan merasa
puasnya jamaah akan membuat jamaah mempunyai keinginan untuk kembali
memakai jasa perjalanan atau memberikan pandangan yang baik kepada
masyarakat untuk melakukan ibadah umrah pada PT. Qolbu Amanah Perdana
Travel Banjarmasin
Pengaruh Kegiatan Jum’at Taqwa Terhadap Karakter Religius Peserta Didik Kelas VI MI Nurul Huda Mantuil
Dampak globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia
melupakan pendidikan karakter bangsa. Ditemukan masalah pada MI Nurul Huda
Mantuil dimana masih banyaknya peserta didik yang belum memiliki wawasan luas
tentang ajaran agama yang menunjukan bahwa masih terdapat peserta didik yang
berperilaku kurang berkarakter dan bermoral. Solusi yang dilakukan sekolah adalah
dengan melaksanakan kegiatan Jum’at Taqwa secara rutin setiap minggunya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan Jum’at Taqwa
terhadap karakter religius siswa kelas VI MI Nurul Huda Mantuil.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif
desain korelasi sederhana. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Teknik pengumpulan data
melalui angket/kuisioner, observasi dan dokumentasi. Angket/kuisioner berjumlah
18 pernyataan yang diambil dari instrumen angket yang telah dilakukan uji validitas
dan uji reliabilitas. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi
klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji linearitas dan uji heteroskedastisitas serta
uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana.
Berdasarkan hasil uji regresi linear terhadap hasil angket bahwa nilai Sig.
sebesar 0,000 yang berarti < 0,05, sehingga ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima
dan H0 ditolak. Hal ini artinya terdapat pengaruh yang signifikan jum’at taqwa
terhadap karakter religius peserta didik kelas VI MI Nurul Huda Mantuil. Adapun
bentuk persamaan linearnya adalah Y = 7,785 + 0,502X, menunjukkan bahwa
jum’at taqwa berpengaruh positif terhadap karakter religius peserta didik kelas VI
MI Nurul Huda Mantuil
Picturing the Pre-Service Teachers Emotional Experience During Teaching Practice II
Teaching practice at the Faculty of Education and Teacher Training is a
mandatory program that must be implemented. In its implementation, pre-service
teachers experience various experiences, both positive and negative, and face
several difficulties. This study uses the Photovoice method to explore the emotional
experiences and challenges faced by pre servie teachers during teaching practice.
This research aims to capture a range of emotions and identify specific difficulties
in the classroom. The data was analyzed using thematic analysis according to Braun
and Clarke, involving 6 English Language Education students class of 2020 from
UIN Antasari Banjarmasin who had passed Teaching Practice I. The results showed
that pre-service teachers faced various emotions, from excitement to stress, and
challenges such as classroom management, lesson planning, and adaptation to
school activities. And understanding these difficulties is important for developing
supports that can enhance pre-service teaching experiences and prepare future
educators. Further research is needed to address the difficulties experienced during
teaching practice
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Budaya Kerja dan Kualitas Kerja Pegawai di SDIT Se-Banua Enam
School principals are leaders in educational institutions. The success of a
principal's leadership is often based on a specific theory or leadership model. One
such model is transformational leadership, which can bring positive changes to
any school. This study aims to measure the influence of transformational
leadership on work culture, the influence of work culture on work quality, and the
influence of transformational leadership on work quality.
This research focuses on the application of the three aforementioned
variables in SDITs (Islamic Integrated Elementary Schools) in Banua Enam. The
study examines six private elementary schools in Banua Enam, South Kalimantan
province, namely SDIT Ihsanul Amal in Amuntai, SDIT Ar Risalah Tanjung,
SDIT An Nahl Tanjung, SDIT Darul Fikri Balangan, SDIT Al Khair Barabai, and
SDIT Al Madani Tapin. This is a field research using a quantitative approach.
The objects of this study are the transformational leadership patterns of
school principals and their impact on work culture and work quality among staff,
with the subjects of the research being the principals and teachers. The research
method employed is survey research. Data collection techniques include
questionnaires as the primary instrument. Data validity and credibility were
checked using validity and reliability tests, followed by descriptive analysis. Data
were analyzed using normality tests, simple linear regression tests, and
determination tests. The calculations were performed using SPSS 22.0.
The results of the study show that: (1) transformational leadership has a
significant influence on work culture, (2) work culture has a significant influence
on work quality, and (3) transformational leadership has a significant influence on
work quality.
Based on these findings, the author concludes that transformational
leadership significantly influences work culture and work quality in SDIT
Se-Banua Enam. Therefore, it is recommended that educational institution leaders
understand, study, and implement transformational leadership patterns in all
aspects of their leadershi
Penggunaan Media Audio Visual Pada Materi Wudhu Bagi Anak Tunagrahita Di SLB Negeri 1 Amuntai Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara
Secara teori anak tunagrahita memilki kemampuan di bawah rata-rata yang
salah satunya memilki kesulitan dalam hal belajar contohnya dalam memahami
materi pendidikan agama Islam. Walaupun secara teori anak tunagrahita ini
memiliki kemampuan dibawah rata-rata, namun di lapangan mereka tetap bisa
belajar dan bisa paham dengan cara guru memahami karakteristiknya dan
mengetahui apa kebutuhan dari anak tunagrahita ini, Salah satu cara guru
menggunakan media audio visual, contoh media audio visual yang digunakan
berbentuk video dalam proses pembelajarannya dan didukung dengan metode
demonstrasi agar pembelajarannya menarik, kreatif dan inovatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio
visual pada materi wudhu bagi anak tunagrahita di SLB Negeri 1 Amuntai
Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan untuk
mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penggunaan media audio
visual pada materi wudhu bagi anak tunagrahita di SLB Negeri 1 Amuntai
Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Research) dengan
menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
guru pendidikan agama Islam di SLB Negeri 1 Amuntai Kecamatan Amuntai
Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sedangkan objek penelitian ini adalah
penggunaan media audio visual pada materi wudhu bagi anak tunagrahita dan faktor
pendukung dan penghambatnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah
dengan melaksanakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang
dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media audio visual pada materi
wudhu bagi anak tunagrahita di SLB Negeri 1 Amuntai Kecamatan Amuntai
Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara meliputi perencanaan oleh guru PAI yang
berupa RPP/modul ajar, pelaksanaan yakni siswa menyebutkan dan memperagakan
gerakan wudhu. Sedangkan evaluasi berhasil diimplementasikan sesuai dengan
RPP/modul ajar berbentuk post-test. Faktor pendukung penggunaan media audio
visual yakni kemampuan guru yang terampil menggunakan media, siswa yang
memperhatikan pembelajaran dengan baik, sarana yang sudah memadai, dan biaya
penyiapan media. Faktor penghambatnya yakni karakteristik siswa yang mudah
lupa, sekolah hanya memiliki satu buah LCD untuk fasilitas media dan waktu yang
tersedia tidak cukup satu kali pertemuan untuk siswa mengingat materi
Strategi Guru dalam Melatih Kemandirian Anak 4-5 Tahun di TK Aisiyah Bustanul Athfal Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara
Pendidikan anak usia dini memegang peran penting dalam menentukan
perkembangan anak selanjutnya, khususnya dalam membentuk karakter dan
kemandirian. Pada pra riset peneliti telah menemukan gambaran kemandirian anak di
TK Aisyah Bustanul Athfal seperti tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Karena
itulah peneliti tertarik untuk mengulik strategi melatih kemandirian anak lebih dalam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru dalam melatih
kemandirian anak usia 4-5 tahun di TK Aisiyah Bustanul Athfal Surgi Mufti,
Banjarmasin Utara. Jenis penelitiannya adalah kualitatif dengan subyek penelitian
guru-guru kelompok A (usia 4-5 tahun) dan Kepala Sekolah di TK Aisyiyah Bustanul
Athfal. Penelitian ini metode pengumpulan datanya adalah diperoleh dengan melalui
wawancara, pengamatan kegiatan selama pembelajaran, dan dokumentasi. Kemudian
bagian analisis data adalah dengan menelaah data yang terkumpul melalui teknik
triangulasi sebagai uji kredibilitas data hasil penelitian. Yaitu dengan mengecek data
kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, misalnya data wawancara
kemudian dicek kembali dengan observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru untuk melatih kemandirian
anak yang diterapkan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal meliputi pemberian contoh
bimbingan, melakukan latihan pembiasaan, memberikan kepercayaan serta tanggung
jawab kepada anak, mengapresiasi anak ketika anak mampu melakukan kegiatan
secara mandiri,mendiskusikan dengan orang tua agar menyamakan gaya belajar anak
dengan di sekolah, juga tentunya penyediaan sarana prasarana oleh kepala sekolah
dan guru untuk menunjang dalam melatih kemandirian anak
Intercultural Communication Models in Kelly’s Youtube Channel
The rapid development of communication technology now through social
media which supports communication in this modern era helps humans to interact
with anyone, anytime and anywhere with a wide reach. This is also the basis for
intercultural communication which can be explained and supported by
technological advances and other supporting factors. Intercultural communication
is unavoidable and necessary. Interactions and encounters between people from
different cultural communities with values, beliefs, attitudes. The aim of this
research is to find out what the intercultural communication model is on YouTube
social media which focuses on Kelly's YouTube channel. The content on Kelly's
YouTube channel discusses culture in Indonesia and South Korea delivered in
English. This type of research is qualitative. The theory used is the intercultural
communication model theory developed by Gudykunts and Kim which has four
conceptual factors, namely culture, socio-culture, psycho-culture and environment.
The results of this research are the intercultural communication model that
occurs on Kelly's YouTube channel in the form of an equal communication model.
This means that Kelly, as the owner of the YouTube channel, becomes the encoder
and deconder who exchange messages with each other. The communication model
on Kelly's YouTube channel also contains cultural, sociocultural, psycho-cultural
and environmental factors. Cultural factors occur because of the differences or
similarities between Indonesian and Korean culture. Sociocultural occurs because
of the self-concept of Indonesians and South Koreans which occurs when
communicating with each other, cultural factors in the form of stereotypes and
attitudes of Indonesians towards Koreans and environmental factors in the form of
the surrounding environment and also the scope of the virtual world
Manajemen Pengembangan Budaya Religius pada Sekolah Unggul di SDIT Ukhuwah Banjarmasin
Permasalahan utama yang kita lihat di sekolah SDIT Ukhuwah ini yaitu dapat kita lihat pada ibu siswa mengantarkan anaknya ke sekolah tidak mengenakan kerudung, seperti yang kita kenal bahwa sekolah ini adalah sekolah yang memiliki budaya religius dan diajarkan kepada siswa. Budaya religius yang diimplementasikan kepada siswa untuk menerapkannya dirumah akan tetapi ibu siswa tidak memberikan contoh kepada anaknya untuk menerapkan budaya religius dalam mengenakan kerudung. Fokus penelitian dalam skripsi ini tentang perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pengembangan budaya religius pada sekolah unggul di SDIT Ukhuwah Banjarmasin.
Selanjutnya ditemukan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan pengembangan budaya religius, untuk mendeskripsikan pelaksanaan budaya religius, dan untuk mendeskripsikan evaluasi pengembangan budaya religius pada sekolah unggul di SDIT Ukhuwah Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti harus terjun secara langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dari berbagai masalah yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam hal ini peneliti langsung terjun ke lokasi penelitian, yaitu di SDIT Ukhuwah Banjarmasin untuk mendapatkan informasi dari permasalahan ini secara konkrit. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang digunakan untuk memperoleh gambaran terkait manajemen pengembangan budaya religius melalui perencanaan pengembangan, pelaksanaan budaya religius, dan evaluasi pengembangan budaya religius di SDIT Ukhuwah Banjarmasin.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa manajemen pengembangan budaya religius pada sekolah unggul di SDIT Ukhuwah Banjarmasin mengacu pada visi, misi dan tujuan sekolah melalui beberapa tahapan yang meliputi: perencanaan dengan rapat kerja dua kali dalam setahun yang dilakukan pada awal tahun pembelajaran dengan melibatkan pihak yayasan, kepala sekolah,wakil kepala sekolah, dan guru-guru.. Pelaksanaan, kegiatan budaya religius di SDIT Ukhuwah Banjarmasin memiliki macam-macam kegiatan diantaranya kegiatan harian, kegiatan yang dilaksanakan secara mingguan, kegiatan yang dilaksanakan secara bulanan,dan kegiatan yang dilaksanakan secara tahunan
Efektivitas Model Pembelajaran Hands On Activity dalam Pembelajaran Maharah Qiraah pada Kelas XI MA Raudhatusysyubban Sungai Lulut
Pembelajaran Bahasa Arab khususnya pembelajaran maharah qiraah pada kelas XI
MA Raudhatusysyubban, siswa kurang aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dan
hanya berpusat kepada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu guru
dalam pelaksanaan pembelajaran maharah qiraah dan mengukur keefektivitasan
model pembelajaran Hands on Activity dengan model pembelajaran konvensional.
Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen,
metode pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan 1) Nilai rata-rata pretest kelas kontrol adalah 43,15. 2)
Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 50,08. 3) Hasil belajar siswa kelas
XI antara kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan perbedaan yang
signifikan, yang mana hasil belajar kelas kontrol dengan rata-rata 66,85 lebih
rendah dari pada kelas eksperimen dengan rata-rata 78,50. 4) Model Pembelajaran
Hands on Activity lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional yang
mana dilihat dari hasil posttest siswa yang lebih tinggi kelas eksperimen dari pada
kelas kontrol dengan selisih rata-rata 11,6
Analisis Gaya Transformational Leadership Pada PT Media Digital Gemilang
Seiring dengan era globalisasi, Kepemimpinan berpengaruh kuat terhadap jalannya
organisasi dan kelangsungan hidup organisasi. Keberhasilan sebuah organisasi
dapat tercapai apabila pemimpin dapat mempengaruhi bawahannya untuk
memberikan kinerja terbaik kepada organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gaya transformational leadership Pada Direktur PT Media
Digital Gemilang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penedekatan
fenomenologi. Penelitian ini menggunakan tiga subjek dengan teknik
pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Analisis data dengan cara mereduksi data, representasi data dan menarik uji
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya transformational leadership: Subjek
penelitian adalah Direktur dan significant other (orang yang mengetahui) terdapat
dua karyawan PT Media Digital Gemilang, subjek BS dari beberapa aspek yang
sudah dijelaskan seperti Pengaruh Ideal yaitu Kharisma, Stimulasi Intelektual,
Pertimbangan Individu dan motivasi inspirasional. Dari aspek tersebut dapat
diketahui bahwa Direktur memang orang yang mampu memberikan teladan bagi
karyawannya, orang yang senang memberikan motivasi dan arahan.yang disebut
transformasional adalah rang yang bukan hanya memberikan gagasan terbaru tetapi
orang yang juga mampu mengarahkan, mengayomi serta memberikan dukungan
penuh terhadap karyawannya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan gaya Transformational Leadership dimiliki
oleh Direktur PT Media Digital Gemilang, dari beberapa aspek yang sudah
dijelaskan diketahui subjek BS ada dalam empat aspek tersebut, dia lebih
cenderung kepada aspek pengaruh ideal yaitu dari indikator keteladanan yang
dipandang dari kepemimpinannya yaitu dia berpendapat karyawan dapat dijadikan
sahabat bahkan keluarga, dan informan menyatakan bahwa Direktur bisa menjadi
teladan yang baik terutama disiplin waktu. Maka pemimpin akan dijadikan panutan
yang baik karena bisa berbaur dengan bawahannya